G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Diterbitkan sebagai media publikasi hasil penelitian dan karya ilmiah dalam bidang ilmu Bimbingan dan Konseling sebagai upaya meningkatkan dan mengimplementasikan teori serta praktik layanan Bimbingan dan Konseling. G-COUNS: Jurnal Bimbingan dan Konseling merupakan rujukan media publikasi ini untuk menyebar luaskan hasil karya ilmiah dalam bidang bimbingan dan konseling khususnya dan bidang psikologi pendidikan pada umumnya. G-COUNS: Jurnal Bimbingan dan Konseling terbit 2 kali dalam satu tahun yaitu bulan Desember dan Juli.
Articles
997 Documents
Altruisme Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Katolik St. Albertus Malang yang Terlibat dalam Kegiatan Pastoral Care
Caecilia Binanda Rucitra Herestusiwi;
Arbin Janu Setiyowati;
Imanuel Hitipeuw
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 2 (2024): April 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31316/gcouns.v8i2.5687
Internalisasi nilai moral dan altruisme penting dalam dunia pendidikan. Altruisme adalah motivasi membantu orang lain tanpa pamrih. Karisma Karmel yang diinternalisasikan pada siswa SMA Katolik St. Albertus Malang adalah doa, persaudaraan dan pelayanan. Siswa belajar untuk mengimplementasikan Karisma Karmel dalam kegiatan live in yang diadakan Pastoral Care. Siswa tinggal di suatu tempat dan mengikuti aktivitas penduduk. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil menunjukkan altruisme siswa terbentuk melalui pengalaman pribadi saat live in. Siswa terdorong untuk mendoakan orang lain, menjalin persahabatan dengan orang baru, dan membantu siapa saja yang membutuhkan. Guru BK akan menindaklanjuti dengan layanan bimbingan klasikal dan konseling individu. Kesimpulannya, altruisme siswa semakin kuat karena adanya pengalaman mengimplementasikan Karisma Karmel di lapangan. Namun, kegiatan harus tetap dievaluasi agar manfaatnya semakin dapat dirasakan siswa. Selain itu, kerja sama antara guru BK dan Pastoral Care diperlukan agar layanan yang diberikan bagi siswa semakin optimal. Kata kunci: altruisme, live in, Pastoral Care
Description of High School Students' Career Adaptability
Eka Puteri Utami;
Mamat Supriatna;
Eka Sakti Yudha
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 2 (2024): April 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31316/gcouns.v8i2.5691
Career adaptive ability is able to express appropriate behavior in dealing with changing conditions. If individuals have high career adaptability skills, it will be easier for them to face challenges in achieving success. This study aims to describe the description of career adaptability. The method used in this research is quantitative, and the research design used is a survey. Respondents in this study were 325 students in class XI of a high school in Bangka Belitung Province. Collecting data in this study used a career adaptability instrument which was developed from various definitions of experts and has been previously validated. The career adaptability instrument consists of 60 statements and covers three aspects. It can be concluded that students' career adaptability skills are in the quite capable category with a percentage of 67.7%. This means that several aspects and dimensions of career adaptability are still lacking. Keywords: career adaptability, students, high school
Model Pelatihan Peer-Counseling Pada Mahasiswa: Tinjauan Literatur Sistematis
Moch. Syihabudin Nuha;
Nur Hidayah;
Fitri Wahyuni
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 2 (2024): April 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31316/gcouns.v8i2.5695
Pada mahasiswa tahun pertama, mereka banyak mengalami ketegangan dan kecemasan yang dialami dalam menghadapi lingkungan barunya. Mahasiswa tahun pertama identik dengan bagaimana mereka meningkatkan kemampuan beradaptasinya di lingkungan baru. Mahasiswa tahun pertama perlu diberikan pembekalan melalui pelatihan pelatihan yang efektif dan efisien. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis yang dilakukan dengan 5 tahap. Dari 170 artikel, kemudian dilakukan penyaringan kualitas dan kriteria, didapatkan hasil 19 artikel yang berhasil untuk diidentifikasi dan dianalisis serta dirumuskan jawaban dari research question yang telah ditetapkan sebagai bagian dari tahapan tinjauan literatur sistematis. Berdasarkan hasil kajian literatur sistematis didapatkan hasil bahwa pelatihan Peer-Counseling dapat diberikan pada mahasiswa tahun kedua atau diatasnya, hal ini dikarenakan mereka lebih suka bercerita dan berkonsultasi mengenai masalahnya kepada teman sebayanya daripada kepada orang tua. Peer counseling merupakan cara atau model yang dapat dilakukan oleh konselor ahli atau guru Bimbingan dan Konseling kepada mahasiswa untuk dapat diberi pembekalan dan pelatihan. Kata kunci: pelatihan, peer-counseling, adaptasi akademik, model peer to peer
Strategi Peningkatan Kompetensi Guru Bimbingan dan Konseling: Tinjauan Systematic Literature Review
Usrotun Diniyah;
Nur Hidayah;
Fitri Wahyuni
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 2 (2024): April 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31316/gcouns.v8i2.5696
Berdasarkan Permendiknas Nomor 27 Tahun 2008 tentang standar kualifikasi akademik dan kompetensi konselor, konselor/guru BK adalah seseorang yang berkualifikasi akademik minimal lulus pendidikan jenjang sarjana (S1) dalam bidang bimbingan dan konseling dan berpendidikan profesi konselor serta memiliki kompetensi pedagogik, kompetensi kompetensi kepribadian, kompetensi soaial, dan kompetensi profesional. Sebagai tenaga profesional, guru BK memiliki kewajiban untuk terus mengembangkan kompetensi sepanjang kehidupannya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelajahi dan mengevaluasi strategi peningkatan kompetensi guru BK. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR.) Hasil peelitian ini menunjukkan bahwa beberapa strategi yang berhasil digunakan untuk meningkatkan keterampilan konselor antara tahun 2020-2023 adalah pelatihan dan supervisi. Pelatihan adalah strategi yang paling banyak digunakan dalam rentang tahun 2020-2023. Kekurangan dari strategi peningkatan yang paling banyak digunakan adalah kurangnya waktu pelatihan, tidak jelasnya indikator evaluasi kegiatan serta kegiatan monitoring yang tidak kontinyu bahkan tidak ada setelah kegiatan. Selain itu, kompetensi yang ditingkatkan masih berfokus pada kompetensi professional. Kata kunci: strategi peningkatan, kompetensi konselor, guru bimbingan dan konseling
Peran Bimbingan dan Konseling Pada Kurikulum Merdeka dalam Mewujudkan Multicultural Awareness sebagai Strategi Pencegahan Intoleransi
Faza Kasyiva Az-Zahra;
Nur Hidayah;
Fitri Wahyuni
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 2 (2024): April 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31316/gcouns.v8i2.5717
Kesadaran multikultural atau multicultural awareness merupakan peristiwa alami yang muncul karena pertemuan berbagai jenis budaya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran bimbingan dan konseling pada kurikulum merdeka dalam menumbuhkan sikap kesadaran berbudaya dapat mengatasi isu intoleransi serta bertujuan untuk membahas sejauh mana urgensi kesadaran berbudaya dalam mencegah intoleransi. Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review yang dilakukan dengan menelaah dan mengidentifikasi jurnal secara otomatis dengan langkah-langkah dan prosedur yang telah ditetapkan yakni (1) Identifikasi (2) Screening (3) Kelayakan (4) Inklusi. Hasil penelitian menyatakan bahwa bimbingan dan konseling memiliki peran penting untuk menumbuhkan kesadaran multikultural yang penting dimiliki setiap individu untuk menciptakan kehidupan yang damai. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu bimbingan dan konseling pada kurikulum merdeka belajar memiliki peran penting dalam menumbuhkan kesadaran multikultural atau multicultural awareness dengan memberikan pemahaman mengenai multikultural kepada siswa baik dalam pemikiran ataupun tindakan yang akan menciptakan kehidupan yang damai dan terbebas dari masalah intoleransi. Kata kunci: bimbingan dan konseling, kurikulum merdeka, multicultural awareness, intoleransi, pencegahan
Pendekatan Multikultural dalam Layanan Bimbingan Konseling Guna Penguatan Profil Pelajar Pancasila Dimensi Berkebhinekaan Global
Dinda Putri Abadi;
Nur Hidayah;
Fitri Wahyuni
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 2 (2024): April 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31316/gcouns.v8i2.5722
Konselor professional dituntut memiliki pemahaman yang lebih dalam tentang berbagai persoalan multikultural di lingkungan sekolah dan mengembangkan program layanan BK. Artikel ini bertujuan untuk (1) menguraikan bimbingan dan konseling nusantara; (2) menyajikan pendekatan multikultural dalam bimbingan dan konseling; dan (3) mendeskripsikan penguatan profil pelajar pancasila pada dimensi berkebhinekaan global melalui pendekatan multikultural dalam layanan bimbingan dan konseling. Metode penulisan dalam artikel ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan jenis literature review. Berdasarkan hasil kajian dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kolaborasi antara pendekatan multikultural dengan program penguatan profil pelajar Pancasila terutama pada dimendi berkebhinekaan global dapat dimuat dalam layanan bimbingan dan konseling sehingga peserta didik mampu memiliki rasa toleransi yang tinggi terhadap sesama serta mampu untuk memahami latar belakang sosial budaya antar sesama. Kesimpulan dalam artikel ini yaitu layanan bimbingan dan konseling diimplementasikan melalui program penguatan profil pelajar pancasila dengan muatan nilai-nilai budaya nusantara dalam penerapannya. Kata kunci: multikultural, bimbingan, konseling, penguatan profil pelajar pancasila, berkebhinekaan global
Apakah Kebahahagiaan dapat Mendorong Seseorang Membantu Sesama? Peranan Mediasi Psychological Well-being antara Religiusitas dan Filantropi pada Anggota Aisyiyah Sidoarjo
lely Ika Mariyati;
Hazim
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 2 (2024): April 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31316/gcouns.v8i2.5741
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara religiusitas, psychological well-being, dan filantropi dan menguji apakah psychological well-being dapat menjadi variabel mediator Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional untuk mengkaji fenomena dilapangan. Populasi penelitian ini adalah anggota Aisyiyah dengan jumlah sampel sebanyak 1241 anggota. Penentuan Sampel menggunakan tabel Isacc dan Michael denga taraf 10% sehingga ditentukan sampel sebanyak 221 orang dan subjek yang berhasil dikumpulkan 239 anggota. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah skala religiusitas, psychological well-being dan filantropi yang dikembangkan oleh peneliti dan telah diuji dan dapat dikatakan valid dan reliabel. Analisa data menggunakan mediation analysis dengan software JASP. Hasil analisa data menunjukkan adanya korelasi positif antara religiusitas, psychological well-being, dan filantropi, selanjutnya juga ditemukan bahwa psychological well-being dapat memberikan efek mediasi parsial pada hubungan antara religiusitas dengan filantropi (z-value=2,825, p-value<.001). Hasil tersebut menandakan bahwa psychological well-being dapat menjadi mediator antara religiusitas dengan filantropi. Kata kunci: aisyiyah, filantropi, psychological well-being, religiusitas
Pengaruh Konseling Kelompok Dengan Teknik Self Control Untuk Mengurangi Perilaku Menyontek Siswa Saat Ujian Di SMP Negeri 5 Karanganyar
Eny Kusumawati
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 3 (2024): Agustus 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31316/gcouns.v8i3.5745
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh layanan konseling kelompok teknik self control untuk mengurangi perilaku siswa saat ujian. Metode penelitian ini merupakan jenis eksperimen dan menggunakan one group pre-test post-test design dengan populasi penelitian yaitu siswa siswa kelas VIII F SMP Negeri 5 Karanganyar. dan penarikan sampel dilakukan dengan purposive sampling yang berjumlah 6 siswa. Teknik pengumpulan data dengan melakukan wawancara, angket (kuisioner), dan observasi. Analisis data yang dilakukan menggunakan Analisis Paired Sampel t-Test. Hasil dari penelitian ini adalah pelaksanaaan layanan konseling kelompok teknik self control dapat mengurangi perilaku menyontek siswa saat ujian. Hal ini dibuktikan berdasarkan analisis uji t (paired sample t-test) diperoleh bahwa thitung lebih besar dari ttabel yaitu 14.029 > 2.0150 dan Sig. (2- tailed) = 0,000 < 0,05. Hasil tersebut disimpulkan bahwa hipotesis Ho ditolak dan Ha diterima, pernyataan tersebut dapat dikatakan bahwa ada pengaruh layanan konseling kelompok teknik self control untuk mengurangi perilaku menyontek siswa kelas VIII F SMP Negeri 5 Karanganyar. Kata kunci : konseling kelompok, teknik self control, perilaku menyontek
Analisis Kemampuan Guru Mendesain Ukbm Dalam Merespon Kemampuan Abad 21 (4’C) Pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak Di Madrasah Aliyah
Yumita Anisa Putri;
Nurmawati;
Salminawati
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 2 (2024): April 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31316/gcouns.v8i2.5768
ian bertujuan menjelaskan kemampuan guru MAN 2 Model Medan dalam mendesain Unit Kegiatan Belajar Mengajar (UKBM) untuk mata pelajaran Akidah Akhlak, dengan fokus pada integrasi kompetensi 4'C (Kreativitas, Kritis, Kolaborasi, dan Komunikasi) yang penting di abad ke-21. Menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengobservasi praktik pembelajaran dan strategi pengajaran yang digunakan, serta menilai efektivitas UKBM dalam menanamkan keempat kompetensi ini pada siswa. Hasilnya menunjukkan bahwa mayoritas guru telah memasukkan elemen 4'C dalam UKBM, meskipun tingkat penerapan dan efektivitasnya bervariasi. Kreativitas dan pemikiran kritis lebih dominan, sedangkan kolaborasi dan komunikasi perlu ditingkatkan. Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa kendala seperti keterbatasan sumber daya dan kurangnya pelatihan profesional bagi guru menghambat implementasi penuh kompetensi 4’C. Kesimpulan Meski terdapat kemajuan, masih ada ruang besar untuk meningkatkan desain dan pelaksanaan UKBM, agar sesuai dengan kebutuhan abad ke-21 dan mempersiapkan siswa menghadapi tantangan dan peluang masa depan. Kata kunci: kemampuan, guru, mendesain
Peran Grandparenting Dalam Mendukung Kemandirian Remaja Putus Sekolah Di Desa Petatal Batubara Sumatera Utara Indonesia
Resha Khofila;
Misrah
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 2 (2024): April 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31316/gcouns.v8i2.5771
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran orang tua pengganti (Grandparenting) dalam mendukung kemandirian remaja putus sekolah di Desa Petatal Batubara Sumatera Utara Indonesia khususnya kemandirian dari segi emosional. Subjek dari penelitian adalah remaja putus sekolah dan orang tua pengganti (Grandparenting) sedangkan objeknya adalah kasus pola asuh Grandparenting dalam pembentukan kemandirian remaja putus sekolah. Pembahasan ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus instrinsik. Penelitian ini dilakukan karena ketertarikan atau kepedulian peneliti terhadap suatu kasus khusus. Hasil penelitian menunjukkan terdapat adanya peran Grandparenting dalam mendukung kemandirian remaja putus sekolah khususnya dari segi emosional di Desa Petatal Batubara Sumatera Utara Indonesia ini. Kesimpulan dari penelitian ini Grandparenting sangat berperan dalam membentuk kemandirian remaja putus sekolah dan Granparenting sangat mendukung kemandirian remaja putus sekolah khususnya dari segi emosional. Peran yang diberikan Grandparents merupakan bentuk arahan seperti bimbingan agar remaja tersebut mampu mengontrol dirinya, pikirannya, tindakannya, serta kasih sayang dan memfasilitasi. Kata kunci: grandparenting, remaja putus sekolah, kemandirian emosional