cover
Contact Name
Taufik Agung Pranowo
Contact Email
taufikagung@upy.ac.id
Phone
+6287719079467
Journal Mail Official
gcounsbkupy@upy.ac.id
Editorial Address
gcounsbkupy@upy.ac.id
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
ISSN : 25416782     EISSN : 25806467     DOI : https://doi.org/10.31316/g.couns.v4
Core Subject : Science, Education,
Diterbitkan sebagai media publikasi hasil penelitian dan karya ilmiah dalam bidang ilmu Bimbingan dan Konseling sebagai upaya meningkatkan dan mengimplementasikan teori serta praktik layanan Bimbingan dan Konseling. G-COUNS: Jurnal Bimbingan dan Konseling merupakan rujukan media publikasi ini untuk menyebar luaskan hasil karya ilmiah dalam bidang bimbingan dan konseling khususnya dan bidang psikologi pendidikan pada umumnya. G-COUNS: Jurnal Bimbingan dan Konseling terbit 2 kali dalam satu tahun yaitu bulan Desember dan Juli.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 997 Documents
Peran Modal Sosial Disabilitas sebagai Dasar Peer Counseling pada Masyarakat Difabel Desa Inklusi Kabupaten Tegal Sesya Dias Mumpuni; Ike Desi Florina; Sri Adi Nurhayati; Laelia Nurpratiwiningsih; Hijrah Eko Putro
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 01 (2023): Desember 2023, G Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i01.5493

Abstract

Penelitian ini didasari urgensi penanganan diskriminasi dan stigma disabilitas di Kabupaten Tegal. Anggota Forum Desa Inklusi adalah warga difabel yang suka rela secara aktif pada kegiatan di desa inklusi. Adanya Forum Desa Inklusi agar disabilitas dapat kembali percaya diri, mau untuk bertumbuh dan bergerak untuk kehidupannya. Para relawan ini menjadi modal sosial di desa untuk menggandeng para disabilitas lain di desa. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui apa saja yang dimiliki difabel dalam penguatan modal sosial melalui peer counseling. Responden penelitian ini 40 relawan disabilitas anggota Forum Desa Inklusi berusia 15 – 55 tahun. Penelitian ini kuantitatif experimental design rancangan pre-test post-test control group design. Hasil penelitian ini responden memiliki modal sosial yaitu bergaul dengan teman dan keluarga dengan sangat baik, memulai persahabatan dengan sangat baik, memahami orang lain menggunakan bahasa dengan sangat baik. Kesimpulan penelitian ini tidak ada masalah pada indikator pengukuran pre-test responden sebagai dasar konselor sebaya. Kata kunci: difabel, konseling, komunikasi, konseling sebaya, relawan
The Development of Self-Acceptance in Adolescents (Descriptive Study of Grade XI High School Student in Subang) Azrina Abharini; Nandang Rusmana; Nandang Budiman
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 01 (2023): Desember 2023, G Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i01.5512

Abstract

Self-acceptance is a positive attitude towards oneself, awareness and acceptance of various aspects such as the good and bad of oneself as well as past life experiences. A phenomenon that occurs in adolescents, there are still many adolescents who have low self-acceptance, especially high school students. Therefore, this research is aimed to examine self-acceptance in high school adolescents. This research is a quantitative descriptive. Participants in this research were 381 students grade XI. The data using self-acceptance instruments that developed and gone through expert feasibility tests and empirical tests using Rasch model. From the data obtained, that there are 66 students who have high self-acceptance, 259 people in the medium category and 56 people in the low category. The conclusion is that students are not yet fully able to accept themselves regarding the conditions they are experiencing and this can be the basis for implementing services to develop students' self-acceptance. Keywords: self-acceptance, adolescents, development
Implementasi Bimbingan Sosial Terhadap Masyarakat Terdampak Bencana Banjir Dalam Mengurangi Kecemasan Di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batubara Mahpuja Aulia Tambunan; Zulkarnain Abdurrahman
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 01 (2023): Desember 2023, G Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i01.5513

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi bimbingan sosial terhadap Masyarakat terdampak bencana banjir dalam mengurangi kecemasan sosial di BPBD Batubara.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian yaitu : 1. Implementasi bimbingan sosial identifikasi, melakukan diagonis, pragonis, pemberian bantuan dan evaluasi serta tindak lanjut. 2. Metode bimbingan menggunakan metode langsung individu dan kelompok berupa ceramah, sosiodrama dan menggunakan media sosial. 3. Factor pendukung adanya dukungan dari pemerintah, factor penghambat, factor geiologis, kurang anggaran dana, fasilita rusak dan kurang kesadaran dari individu. 4. Penanganan banjir melalui trauma healing dengan play therapy dan konseling. pada dasarnya kesimpulannya adalah bahwa bimbingan sosial yang dilakukan Bpbd sangat membantu masyarakat dalam mengatasi kecemasan yang mereka alami terkait bencana banjir yang melanda kota mereka khususnya anak –anak sebab anak-anak rentan dengan trauma maka daripada itu dengan adanya bimbingan sosial membantu mereka untuk mengatasi hal tersebut sehingga mampu beradaptasi dan melakukan kegiatan kehidupan selanjutnya lebih baik. Kata kunci: bimbingan sosial, masyarakat, banjir
Internalisasi Nilai Petatah Petitih Minangkabau pada Teknik Self Instruction dalam Konseling Kelompok Cognitive Behavior Untuk Mereduksi Prokrastinasi Penulisan Skripsi Wadra Mony; Diniy Hidayatur Rahman; Arbin Janu Setiyowati
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 01 (2023): Desember 2023, G Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i01.5524

Abstract

Diantara permasalahan yang dialami oleh mahasiswa tingkat akhir adalah terlambatnya wisuda yang diakibatkan oleh perilaku menunda pengerjaan skripsi sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan perkuliahan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis nilai petatah petitih Minangkabau dalam konseling kelompok cognitive behavior dengan menggunakan teknik self instruction untuk mereduksi prokrastinasi penulisan skripsi. Metode dalam penelitian ini adalah studi literatur. Selanjutnya data terkait dikumpulkan, dicatat, dan dianalisis secara deskriptif dan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai petatah petitih Minangkabau berkaitan erat dengan prokrastinasi penulisan skripsi. Kesimpulannya yaitu teknik self instruction dengan nilai petatah petitih Minangkabau memiliki peranan penting dalam mereduksi prokrastinasi penulisan skripsi agar mahasiswa bisa menyelesaikan skripsinya tepat waktu. Kata Kunci: petatah petitih minangkabau, teknik self instruction, prokrastinasi
Self-Efficacy Pada Siswa: Systematic Literatur Review Arif Sahin; Renatha Ernawati; Rizki Amalia; Raudah Zaimah Dalimunthe; Amalia Rizki Pautina; Sya'ban Maghfur; Dini Chairunnisa; Ahmad Fasya AlfayyadI
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 2 (2024): April 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i2.5549

Abstract

Dunia pendidikan memegang peranan penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas di masa yang akan datang. Self Efficacy memiliki andil yang sangat penting dalam kegiatan pembelajaran, seseorang akan berupaya memanfaatkan potensi dirinya secara optimal apabila self efficacy–nya mendukung. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis bagaimana dampak dari Self-efficacy rendah dan Self-efficac tinggi dan faktor-faktor penyebab Self efficacy rendah dan Self-efficacy tinggi pada siswa. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review. Penelitian ini menghasilkan 1) dampak dari Self-efficacy tinggi siswa mampu beradaptasi karir, prestasi akademik dan minat karir yang lebih baik 2) dampak dari Self-efficacy rendah yaitu siswa melakukan tindakan tidak jujur atau menyontek untuk meraih nilai tinggi 3) Faktor dari self-efficacy adalah prestasi, motivasi akademik, kesuksesan, dan pilihan karier di masa depan dan 4) faktor dari Self-efficacy siswa yang rendah yaitu bingung dengan materi pelajaran yang banyak dan  mengeluh dengan soal yang sulit. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu self-efficacy memiliki peran penting dalam proses keberhasilan akademik dan pemilihan karier  siswa. Kata kunci: self-efficacy, pendidikan, tinjauan
Upaya Menumbuhkan Kesehatan Mental Melalui Music Therapy Dalam Mengatasi Kecemasan Tsalisa Meiladia Zahrani Zahrani; Ulin Nihayah; Ayu Faiza Algifahmy
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 3 (2024): Agustus 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i3.5556

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya menumbuhkan kesehatan mental melalui music therapy dalam mengatasi kecemasan. Sudah banyak ahli teori mengatakan bahwa terapy music juga dapat dilakukan dalam mengatasi gangguan kesehatan mental. metode yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang dilakukan dengan wawancara kepada responden guna untuk menggali lebih dalam mengenai masalah-masalah yang akan diteliti oleh peneliti. Sehingga wawancara tersebut menghasilkan beberapa informasi terkait dengan judul yang sudah peniliti dapatkan antara lain:1) Therapy music sholawat berfungsi untuk menenangkan pikiran, 2) sholawat juga merupakan lantunan doa, 3) Musik sholawat juga dapat merelaksasi, sehingga individu dapat tertidur dengan suasana hati, jiwa yang tenang. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa beberapa subjek yang mengalami gangguan kecemasan dapat teratasi dengan menggunakan therapy music religi salah satunya dengan terapi sholawat. Kesimpulan dalam penelitian yaitu terapi music sholawat dapat menumbuhkan Kesehatan mental bagi remaja yang sedang mengalami kecemasan. Kata kunci: kecemasan, kesehatan mental, terapi musik
Study Literature: Efektifitas Konseling CBT dengan Teknik Self Intruction Terhadap Kedisiplinan Belajar Siswa Fauziah; Firidameka Koswara; Masril
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 2 (2024): April 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i2.5561

Abstract

Pentingnya disiplin belajar untuk menciptakan lingkungan belajar yang efektif. Siswa yang disiplin memiliki kinerja akademik, keterampilan manajemen waktu, dan tanggung jawab pribadi yang lebih baik. Cognitive Behavioral Therapy (CBT) yang dikombinasikan dengan teknik Self-Instruction terbukti menjadi metode yang efektif untuk meningkatkan disiplin belajar siswa. Metode penelitian studi literatur digunakan untuk mengkonfirmasi efektivitas kombinasi CBT dan Self-Instruction. Temuan tinjauan literatur mendukung peran konseling dalam membentuk sikap, perilaku, dan disiplin siswa. CBT dan Self-Instruction meningkatkan kesadaran diri siswa, pengelolaan emosi, keterampilan sosial, dan perencanaan karir pada saat yang bersamaan. Setelah intervensi CBT dengan teknik Self-Instruction, penelitian empiris menunjukkan adanya peningkatan motivasi berprestasi dan penurunan tingkat stres akademik. Kesimpulannya, kombinasi ini memberikan solusi komprehensif untuk meningkatkan disiplin belajar siswa dan berdampak positif pada lingkungan pendidikan. Kata kunci: konseling, CBT, self-instruction
Fear of Intimacy Pada Dewasa Awal Dengan Orang Tua Yang Melakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga Sisilia Karina Pertiwi; Ratriana Yuliastuti Endang Kusumiati
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 2 (2024): April 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i2.5562

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi menggunakan wawancara dan observasi. Tujuan penelitian yaitu mengetahui gambaran fear of intimacy pada dewasa awal dengan orang tua yang melakukan KDRT. Partisipan dalam penelitian ini merupakan dewasa awal yang belum menikah berusia 18-30 tahun, memiliki riwayat kedua orang tua yang pernah atau masih melakukan KDRT, pernah atau sedang menjalani hubungan romantis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan gambaran pada dewasa awal ketika menyaksikan secara langsung kekerasan dalam rumah tangga, baik dari respon yang mereka munculkan hingga pengambilan keputusan saat menjalin hubungan dengan lawan jenis kedepannya. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa dari pengalaman menyaksikan KDRT secara langsung dan dengan durasi berulang berdampak pada munculnya fear of intimacy pada dewasa awal, terlihat dari adanya hubungan antar partisipan terkait aspek hubungan romantis meskipun memiliki latar belakang keluarga yang berbeda. Kata kunci: fear of intimacy, dewasa awal, KDRT
Profil Psychological Well-Being Siswa dari Keluarga Broken Home Sausanuz Zakiyyah Hamibawani; IM Hambali; Henny Indreswari
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 2 (2024): April 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i2.5566

Abstract

Remaja merupakan periode perkembangan yang membutuhkan dukungan, terutama dari keluarga, dan ketika remaja mengalami kondisi broken home mereka cenderung menunjukkan kondisi psikologi dan perilaku yang negatif seperti tidak menerima kondisi diri, anti sosial, bahkan kenakalan remaja. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran psychological well being siswa SMP Swasta Kota Malang dari keluarga broken home menggunakan metode wawancara dan survey yang dianalisis secara statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 8,26% memiliki tingkat psychological well being tinggi, 65,52% sedang, 25,86% rendah. Wawancara pada siswa kategori tinggi menunjukkan bahwa mereka mendapatkan dukungan dari keluarga dan teman-teman serta memiliki motivasi untuk menjalani hidup dengan baik. Sedangkan siswa kategori rendah beberapa dari mereka mengalami perundungan, melakukan kenakalan remaja, melukai diri sendiri, dan buruk dalam mengendalikan emosi. Hasil survey dan wawancara menunjukkan bahwa jumlah siswa yang memiliki psychological well being yang rendah lebih banyak dan menjadi salah satu kondisi yang perlu untuk diwaspadai oleh konselor. Kata kunci: psychological well being, broken home, survei
Pola Asuh Otoritatif dan Regulasi Emosi pada Remaja Akhir Santa Andrea Dewinda Aritonang; Christiana Hari Soetjiningsih
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 2 (2024): April 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i2.5572

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola asuh otoritatif dan regulasi emosi remaja akhir. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain korelasional. Instrumen penelitian ini menggunakan skala emotional regulation questionnaire untuk mengukur regulasi emosi dan skala parenting style questionnaire (PSQ) untuk mengukur pola asuh otoritatif. Partisipan yang terlibat dalam penelitian ini sebanyak 129 remaja akhir. Teknik analisis data yang digunakan yaitu korelasi product moment Spearman rho, dengan memperoleh koefisien korelasi sebesar r= 0.105 dengan nilai signifikansi =0.119 (p > 0.05) yang berartierdapat hubungan positif yang signifikan antara pola asuh otoritatif dan regulasi emosi. Makin tinggi pola asuh otoritatif maka makin tinggi regulasi emosi remaja akhir dan sebaliknya makin rendah pola asuh otoritaif maka makin rendah regulasi emosi remaja akhir. Sejauh ini dalam sudut penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pola asuh otoritatif sangat berdampak pada regulasi remaja akhir. Kata kunci: pola asuh otoritatif, regulasi emosi, remaja akhir

Page 38 of 100 | Total Record : 997


Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 10 No. 02 (2026): April 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 01 (2026): January 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 3 (2025): Agustus 2025. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 2 (2025): April 2025, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 1 (2024): Desember 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 3 (2024): Agustus 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 2 (2024): April 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 01 (2023): Desember 2023, G Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 7 No. 03: Agustus 2023, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 7 No. 02: April 2023, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 7 No. 01: Desember 2022, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 6 No. 2 (2022): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 6 No. 1 (2021): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 5, No 2 (2021): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 5, No 1 (2020): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 5 No. 1 (2020): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 4, No 2 (2020): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 4, No 1 (2019): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3, No 2 (2019): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3, No 1 (2018): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 2, No 2 (2018): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 2, No 1 (2017): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 2 No. 1 (2017): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 2 (2017): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 1 (2016): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling More Issue