cover
Contact Name
Fadhila Muhammad Libasut Taqwa
Contact Email
fadhila.muhammad@uika-bogor.ac.id
Phone
+62251-8380993
Journal Mail Official
komposit.journal@uika-bogor.ac.id
Editorial Address
Gedung Ir. Prijono Hardjosentono Universitas Ibn Khaldun Bogor Jl. KH. Sholeh Iskandar km. 2 Kedung Badak Tanah Sareal Bogor
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Komposit : Jurnal Ilmu-Ilmu Teknik Sipil
ISSN : 35132615     EISSN : 2655934X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil adalah jurnal yang mempublikasikan hasil-hasil penelitian, ulasan ilmiah, teori dan aplikasi serta informasi lain di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan sains (IPTekS), terutama teknik sipil, lingkungan, dan perencanaan wilayah-kota.Jurnal Komposit terbit dua kali dalam setahun. Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil is a journal that publishes research results, scientific reviews, theory and applications as well as other information in the fields of science, technology and science (IPTekS), especially civil engineering, environment, and urban planning. Jurnal komposit issued biannually. Articles to be published in the Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil are compiled from articles prepared by the author(s) and sent to the editorial board of Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil Departement of Civil Engineering, Faculty of Engineering and Science, Universitas Ibn Khaldun Bogor. Articles should be written in English or Bahasa Indonesia. Research scope in general is civil engineering and environmental engineering study.
Articles 208 Documents
Potensi dan Permasalahan Reformasi Transportasi Umum Massal di Kota Malang Widyatami, Filki Suri
Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komposit.v5i2.6280

Abstract

ABSTRAK Angkutan umum massal di Kota Malang mulai mengalami penurunan, pada tahun 2016 untuk rata – rata faktor muat (Load factor) dari trayek AH, LDH dan ADL masing – masing sebesar 41%, 40% dan 54%. Penurunan faktor muat dipengaruhi oleh pelayanan angkutan umum yang rendah berdasarkan pengukuran SPM tahun 2015 (Filki Suri, 2016). Maka dari itu perlu adanya sebuah reformasi untuk angkutan umum massal agar diminati lagi oleh masyarakat. Institute for Transportation & Development Policy membuat sebuah panduan reformasi untuk angkutan umum di Indonesia. Dimana ada lima prinsip dasar reformasi, yaitu terciptanya institusi pengelolaan angkutan, tarif angkutan yang terintegrasi, jaringan angkutan umum yang efesien, kualitas layanan yang andal dan industri angkutan umum yang professional. Menggunakan studi persepsi dari stakeholder terkait untuk mendapatkan potensi dan permasalahan reformasi angkutan umum massal, menggunakan gap analysis untuk membandingkan tingkat keterjaungkauan, syarat, kriteria dan langkah – langkah reformasi angkutan umum massal terhadap kesiapan dokumen, anggaran dari presepsi masyarakat dan pemerintah. Serta analisis studi presepsi, untuk mengetahui presepsi masyarakat terhadap angkutan massal. Hasil dari presepsi masyarakat mengatakan lokasi tempat tinggal dan tempat kerja terjangkau dari angkutan massal, tetapi banyak yang tidak menggunakan angkutan massal. Sebanyak 71,9% mengatakan tidak menggunakan angkot karena waktu menunggu yang lama. Dan hasil analisis gap menggunakan prinsip dari ITDP, gap terbesar terjadi antara kondisi yang diharapkan adalah skema tarif yang lebih efeisein dan sistem tiket yang akuntable. Tetapi pemerintah belum ada studi terkait hal tersebut.Kata Kunci: Transportasi massal. Reformasi Transportasi, Analisis Gap, Faktor MuatABSTRACT Mass Public Transportation in Malang City has a degradation, in the year 2016 average load factor at AH, LDH, and ADL lines each are 41%, 40%, 54%. Based on standard service evaluation in 2015, The decrease in loading factor is influenced by low public transport services (Filki Suri, 2016). Therefore, there is a need a reform for mass public transportation to make it more attractive to the public. Institute for Transportation & Development Policy developed a reform guide for public transport in Indonesia. There are five basic principles of reform, that is the creation of transportation management institutions, integrated transportation fares, an efficient public transportation network, reliable service quality and a professional public transportation industry. Using GAP analysis to compare affordability, requirements, criteria and steps for mass public transport reform towards the readiness of documents, budgets and public and government perceptions. And using analysis of perception, to find out public perceptions of mass transit. The results of the public perception say that the location of their residence and workplace is affordable from mass transportation, but many do not use mass transportation. As many as 71.9% said they did not use public transportation because of the long waiting time. And the results of the gap analysis using the principles of ITDP, the biggest gap occurs between the expected conditions is a more efficient fare scheme and an accountable ticket system. But the government has not yet had a study related to this.Keyword: Mass Transportation, Reform of Transportation, GAP Analysis, Load Factor
Implementasi Standar Pelayanan Minimal Bus Trans Metro Bandung Koridor 1 Ariostar, Ariostar; Muttaqin, Ahmad Wildan; Adriadi, Adriadi; Andiyan, Andiyan; Irawan, Shendy
Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komposit.v6i1.6697

Abstract

ABSTRAKTingkat pelayanan sistem angkutan umum di Kota Bandung masih jauh dari kondisi yang diharapkan, baik dari sisi kapasitas maupun kualitas pelayanan. Salah satu upaya yang ditempuh Pemkot Kota Bandung dalam mengatasi kemacetan dengan mengembangkan angkutan massal, yaitu Bus Trans Metro Bandung (TMB). Pada prinsipnya penerapan TMB untuk mengubah sistem pengelolaan angkutan umum perkotaan.Tujuan penelitian ini terdiri dari 2 (dua) bagian yaitu : Pertama untuk mengetahui Standar Pelayanan Minimal Bus TMB Koridor 1, Kedua untuk megetahui sejauh mana Standar Pelayanan Minimal Bus TMB Koridor 1.Penelitian ini merupakan penilaian kesesuaian kondisi ekisting pelayanan TMB yang mengacu pada Standar Pelayanan Minimal Pemenhub Nomor 10 tahun 2012 dan Pemenhub Nomor 27 tahun 2015. Tinjauan dari penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder berupa kajian literatur, kebijakan serta studi instansi yang terkait serta didapat langsung dari tinjauan sarana maupun prasaranan yang ada dilapangan. Dari hasil penilaian ini didapat beberapa kesimpulan, yaitu Pelayanan Bus TMB saat ini belum memenuhi Standar Pelayanan Minimal TMB masih memiliki kekurangan dalam segi keamanan, keselamatan, kenyamanan, dan keteraturan. Saran sebagai masukan bagi pihak operator dan pemerintah Kota Bandung ini yaitu dengan memperbaiki pelayanan – pelayanan yang memiliki penilaian buruk yakni berkaitan dengan atribut keamanan, atribut keselamatan dan atribut kenyamanan seperti kondisi halte yang ada.Kata Kunci: Sistem Angkutan Umum TMB, Penilaian Kinerja TMB, Standar Pelayanan Minimal.ABSTRACTThe level of service of the public transport system in Bandung is still far from the expected conditions, both in terms of capacity and quality of service. One of the efforts taken by the City Government of Bandung City in overcoming congestion is by developing mass transportation, namely the Trans Metro Bandung Bus (TMB). In principle, the application of TMB is to change the urban public transport management system. The purpose of this study consists of 2 (two) parts: First, to determine the Minimum Service Standards for Corridor 1 TMB Buses, and to determine the extent to which the Minimum Service Standards for Corridor TMB Buses are implemented. This study assessed the suitability of the existing condition of TMB services which refers to the Minimum Service Standards of the Ministry of Transportation Number 10 of 2012 and the Ministry of Transportation Number 27 of 2015. The review of this study uses primary and secondary data in the form of literature studies, policies, and studies of related agencies and is obtained directly from the review. Facilities and infrastructure are available in the field. From the results of this assessment, it is hoped that some conclusions can be drawn, namely that the TMB Bus Service currently does not meet the Minimum Service Standards for TMB and still has shortcomings in terms of security, safety, comfort, and regularity. The conclusion for the operator and the Bandung city government is to improve services that have a bad rating, namely related to security attributes, safety attributes and comfort attributes such as the existing bus stop conditions.Keywords: TMB Public Transport System, TMB Performance Assessment, Minimum Service Standard
Perencanaan Geometrik dan Perkerasan Lentur Jalan Raya (Studi Kasus: Ruas Jalan Tarutung - Bts. Kabupaten Tapanuli Selatan) Hidayatulloh, Cecep; Ariostar, Ariostar
Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komposit.v5i2.6283

Abstract

AbstrakJalan merupakan akses yang menghubungkan satu tempat dengan tempat lainnya dalam satu daratan. Perencanaan jalan ini bertujuan untuk membangun sarana trasportasi antar daerah yang dimana berfungsi untuk melancarkan perekonomin Kawasan Danau Toba dan sekitarnya. Metode penelitian ini dilakukan beberapa langkah yaitu: perumusan masalah, survey lokasi, pengumpulan data, pengolahan data sehingga didapatkan analisis yang relevan. Lokasi penelitian akan direncanakan pada ruas jalan Tarutung - Bts. Kabupaten Tapanuli Selatan Provinsi Sumatera Utara. Hasil penelitian ini menghasilkan perhitungan secara teknis untuk Aliyemen Horizontal dengan beberapa jenis tikungan yang dihasilkan, yaitu: 1 (satu) unit tikungan Full Circle, 5 (lima) unit tikungan Spiral Circle Spiral, dan 4 (empat) unit Tikungan Spiral Spiral. Dengan tebal perkerasan jalan, yaitu Surface Course 7,5 cm, Base Course 20 cm dan Sub Base Course 29 cm. Sehingga pengguna jalan dapat melintas dengan aman dan nyaman.Kata Kunci: Geometrik Jalan, Tikungan, Perkerasan Lentur, Tebal Lapisan Perkerasan.Abstract Road is an access that connects one place to another in one land. This road plan aims to build inter-regional transportation facilities which function to launch the economy of the Lake Toba Region and its surroundings. This research method is carried out in several steps, namely: problem formulation, site survey, data collection, data processing so that relevant analysis is obtained. The research location will be planned on the Tarutung - Bts road. South Tapanuli Regency, North Sumatra Province. The results of this study produce technical calculations for Horizontal Alignment with several types of bends produced, namely: 1 Full Circle Bend, 5 Spiral Circle Spiral Bend, and 4 Spiral Spiral Bend. The pavement thickness is 7.5 cm for the Surfase Course, 20 cm for the Base Course and 29 cm for the Sub Base Course. So that road users can pass safely and comfortably.Key words: Road Geometry, Bends, Flexible Pavement, Pavement Layer Thickness.
Sistem Drainase Berkelanjutan pada Taman Impian Jaya Ancol Menggunakan Geopori ITB Munir, Mohamad Husin; Tumatar, Novelin A. N.; Putra, Fisika Prasetyo
Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komposit.v6i1.6739

Abstract

ABSTRAKTaman Impian Jaya Ancol yang terletak di pesisir pantai Jakarta Utara yang mempunyai magnet luar biasa terhadap masyarakat yang ingin menikmati keindahan pantai, namun disisi lain ada kendala yang dihadapi yaitu mengenai penyerapan air hujan dan aliran di wilayah pantai, pada tahun 2019 kawasan Taman impian sempat terkena dampak banjir yang melumpuhkan kegiatan wisata, akibat hujan yang mengguyur kawasan tersebut cukup lama.  Dengan demikian, perlu adanya perencanaan sistem drainase berkelanjutan yaitu merupakan sistem drainase yang bertujuan untuk mengurangi permasalahan yang ditimbulkan oleh adanya limpasan air hujan pada permukaan, untuk mengetahui hal tersebut dilakukan analisa drainase eksisting serta mengumpulkan data data yang berkaitan dengan kondisi wilayah dimaksud. Metode penelitian meliputi data intensitas curah hujan, menghitung kala ulang 10 tahun, 25 tahun, membuat skema drainase, mencari koefisien pengaliran serta mengetahui debit dan dimensi saluran sehingga dalam menerapkan perencanaan yang akan dilakukan berpijak pada kondisi lapangan yang sesuai dengan kajian. Berdasarkan kajian yang telah dilakukan, diperoleh model dan pembaharuan sistem pada kawasan Taman Impian Jaya Ancol dengan menggunakan material Geopori ITB untuk memperkecil koefisien aliran (C) dengan merubah perkerasan jalan dan paving dengan memanfaatkan material Geopori ITB yang sedang di kembangkan dan bisa diterapkan di kawasan Taman Impian Jaya Ancol.Kata Kunci: drainase berkelanjutan, geopori ITB, koefisien aliran.ABSTRACTTaman Impian Jaya Ancol which is located on the coast of North Jakarta which has an extraordinary magnet for people who want to enjoy the beauty of the beach, but on the other hand there are obstacles faced, namely regarding the absorption of rainwater and flow in the coastal area, in 2019 the Taman Impian Jaya area was affected the impact of floods that paralyze tourism activities, due to the rain that flushed the area for quite a long time. Thus, it is necessary to plan a sustainable drainage system, which is a drainage system that aims to reduce the problems caused by the presence of rainwater runoff on the surface, to find out about this, an analysis of the existing drainage and collecting data related to the condition of the area is needed. The research method includes data on rainfall intensity, calculating the flood return period of 10 years, 25 years, making a drainage scheme, looking for the coefficient of flow, and calculating the discharge and dimensions of the channel so that in implementing the planning that will be carried out, it is based on field conditions by the study. Based on the studies that have been carried out, a model and system update was obtained in the Taman Impian Jaya Ancol area using Geopori ITB material to reduce the flow coefficient (C) by changing the road pavement and paving by utilizing Geopori ITB material which is being developed and can be applied.Key words: sustainable drainage, geopori ITB,  flow coefficient.
Kondisi Terumbu Karang dan Ikan Karang di Perairan Desa Waigoiyofa, Kabupaten Kepulauan Sula Alimuddin, Alimuddin; Idris, Muhammad Kemal; Lubis, Muhammad Zainuddin; Giu, La Ode M. Gunawan; Zibar, Zan
Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komposit.v5i2.6286

Abstract

AbstrakTerumbu karang sangat dipengaruhi oleh kegiatan manusia dan kenaikan suhu permukaan laut karena perubahan global.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi terumbu karang dan ikan karang di Desa Waigoiofa tahun 2019. Pengambilan data karang menggunakan metode Line Intercept Transect (LIT) sedangkan pengambilan data ikan karang menggunakan metode visual sensus. Parameter perairan yang diukur adalah suhu, salinitas, derajat keasaman (pH), kecerahan dan kecepatan arus. Berdasarkan pengamatan, suhu perairan berkisar antara 30,1 °C – 30,2 °C.  Salinitas perairan bernilai 30 "°. pH perairan bernilai 6,76 – 6,77 yang menunjang bagi kehidupan biota karang.  Tingkat kecerahan perairan adalah 100 %. Kecepatan arus sebesar 0,1 m/det. Kondisi ekosistem terumbu karang berdasarkan persentase penutupan karang keras berkisar antara 18,24 % – 44,44 % dengan kategori buruk sampai sedang. Indeks mortalitas karang di lokasi studi adalah kecil berkisar antara 0 – 0,471, artinya bahwa tidak ada perubahan berarti bagi karang hidup. Kelimpahan ikan karang berkisar antara 1,96 ind/m2 – 2,58 ind/m2 yang didominasi oleh famili Pomacentridae dan Labridae dimana kedua famili tersebut merupakan kelompok ikan yang memanfaatkan terumbu karang sebagai habitat untuk mencari makan. Nilai indeks keanekaragaman ikan karang di ekosistem terumbu karang di semua lokasi berkisar 3.95 – 4,11 yang berada dalam kategori sedang. Indeks keseragaman berada dalam kategori tinggi dengan nilai berkisar antara 0,63 – 0,64 yang menggambarkan perbedaan jumlah individu tiap spesies relatif sama dan tidak terlalu berbeda nyata. Indeks dominansi ikan karang berada dalam kategori rendah yaitu berkisar antara 0,02 – 0,03 yang menunjukkan bahwa dominasi spesies adalah rendah, sehingga kondisi komunitas ikan karang relatif stabil.Kata kunci: Metode LIT, Metode visual sensus, struktur komunitas, persentase penutupanAbstractCoral reefs are greatly affected by human activities and rising sea surface temperatures due to global changes. This study aims to determine the condition of coral reefs and reef fish in Waigoiofa Village in 2019. Data collection of coral reefs using Line Intercept Transect method while data collection of reef fishes using the visual census method. The water parameters measured were temperature, salinity, acidity (pH), brightness and current speed. Based on observations, the water temperature ranged from 30.1 °C – 30.2 °C. The salinity of the waters is 30"°. The pH of the waters is 6.76 – 6.77 which supports the life of coral biota. The brightness level of the waters is 100%. The current speed is 0.1 m/s. Conditions of coral reef ecosystems based on the percentage of hard coral cover ranged from 18.24% - 44.44 % with low to medium categories. The coral mortality index in the study area was small ranged from 0 – 0.471, meaning that there was no significant change for live corals. The abundance of reef fishes ranged from 1.96 ind/m2 – 2.58 ind/m2 which was dominated by families Pomacentridae and Labridae where both families are groups of fish that use coral reefs as a habitat for foraging. The index value of reef fish diversity in coral reef ecosystems at all stations ranged from 3.95 to 4.11 where the diversity index value was in the medium category. The uniformity index is in the high category with values ranging from 0.63 to 0.64 which illustrates the difference in the number of individuals of each species is the same and not different significantly. Reef fishes dominance index is in the low category, ranging from 0.02 to 0.03 which indicates that the species dominance is low, so the condition of the reef fish community is relatively stable.Keyword: LIT method, visual sensus method, community structure, coverage percentage
Pengaruh Penambahan Floor Hardener terhadap Ketahanan Aus, Kuat Tekan dan Harga Satuan Beton (Studi Kasus Proyek Gedung Parkir dan Bangsal Perawatan RSUP dr. Sardjito) Maryoto, Agus; Nugroho, Paulus Setyo; Arrahma, Fitra
Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komposit.v6i1.6698

Abstract

ABSTRAKPelat lantai merupakan bagian yang banyak dilalui berbagai alat berat dan kendaraan pada bangunan industri, gedung parkir, dan pergudangan. Oleh karena itu, dibutuhkan beton yang berkualitas baik untuk menghasilkan struktur bangunan kuat dan tahan lama. Proses pengecoran pelat lantai biasanya banyak terjadi penurunan agregat kasar sehingga permukaan pelat hanya tersisa agregat halus. Hal ini menyebabkan daya tahan aus dan kuat tekan beton menjadi rendah. Pengikisan terus menerus permukaan lantai pelat beton mengakibatkan penurunan dari mutu beton itu sendiri. Floor hardener merupakan bahan tambah yang bisa digunakan untuk meningkatkan ketahanan aus permukaan beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh floor hardener terhadap ketahanan aus dan kuat tekan beton. Pengaruh penggunaan floor hardener juga akan meningkatkan biaya satuan untuk pekerjaan pelat beton tersebut sehingga faktor biaya juga ditinjau dalam penelitian ini. Dosis floor hardener yang digunakan pada beton yaitu  0, 3, 5, dan 7 kg/m2. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kuat tekan mengalami peningkatan sebesar 3.18%, nilai abrasi beton turun 24.34%, dan semakin tinggi dosis floor hardener yang digunakan, semakin mahal pula biaya satuan pekerjaan pelat beton.Kata Kunci: Floor hardener, Kuat Tekan, Ketahanan Aus, BiayaABSTRACTThe floor plate is the part that is often passed by various heavy equipment and vehicles in industrial buildings, parking buildings, and warehousing. Therefore, good quality concrete is needed to produce a strong and durable building structure. The process of casting floor slabs usually occurs a lot of decrease in coarse aggregate so that the surface of the slab is left with only fine aggregate. This causes the wear resistance and compressive strength of concrete to be low. Continuous abrasion of the concrete slab floor surface results in a decrease in the quality of the concrete itself. Floor hardener is an additive that can be used to increase the wear resistance of concrete surfaces. This study aims to determine the effect of floor hardener on the wear resistance and compressive strength of concrete. The effect of using floor hardener will also increase the unit cost for the concrete slab work so that the cost factor is also reviewed in this study. The floor hardener doses used in concrete are 0, 3, 5, and 7 kg/m2. The test results show that the compressive strength increased by 3.18%, the concrete abrasion value decreased by 24.34%, and the higher the dose of floor hardener used, the more expensive the unit cost of the concrete slab work.Key words: Floor hardener, Compressive Strength, Wear Resistance, Unit Cost
Analisis Kondisi Geometrik Jalan terhadap Tingkat Kecelakaan (Studi Kasus: Jalan Lintas Sumatera Desa Tarahan, Katibung, Lampung Selatan) Mahmud, Suherul; Dharmawan, Weka Indra; Wisman, Mira
Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komposit.v5i2.5849

Abstract

Tingkat kecelakaan Pada Jalan Lintas Sumatra, Tarahan Kecamatan Ketibung Kabupaten Lampung Selatan cukup tinggi, kondisi jalan yang menurun, menanjak serta tikungan tajam kemungkinan besar mengakibatkan kecelakaan. Data kecelakaan Polres Lampung Selatan Tahun 2020 terjadi 30 kecelakaan lalu lintas mengakibatkan 12 orang meninggal dunia. Tujuannya untuk mengetahui jenis tikungan dan melakukan desai alternatif pada tikungan. Metode yang digunakan adalah data sekunder dan primer, dari pengumpulan data didapat gambar long section dan cross section. Dilakukan pengukuran jari-jari lingkaran pada tikungan, dilakukan perhitungan geometrik jalan berdasarkan Bina Marga. Jika jari-jari lingkaran ekisting belum memenuhi syarat standar maka dilakukan desain alternatif. Dari hasil perhitungan jenis ekisting tikungan bahwa dua tikungan yang belum memenuhi syarat Bina Marga, maka dilakukan desain alternatif pada tikungan tiga (T-03), dengan kecepatan Rencana (Vr) 60 Km/Jam, Jari-jari Lingkaran (Rc) 258,32 Meter, superelevasi 6,93 %, jenis tikungan Spiral-Circle-Spiral (S-C-S), dan pada tikungan lima (T-05), dengan kecepatan Rencana (Vr) 60 Km/Jam, Jari-jari Lingkaran (Rc) 130,00 Meter, superelevasi 9,80 % jenis tikungan Spiral-Circle-Spiral (S-C-S).Kata Kunci: Geometrik, Lengkung Horizontal, Superelevasi
Perencanaan Pembangunan Tangki Septik Komunal di Kelurahan Kedoya Selatan, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat Arthono, Andri; Salman, Nurcholis; Lutfi, Muhamad; Taqwa, Fadhila Muhammad Libasut
Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komposit.v6i2.7203

Abstract

Abstrak: Rencana pembangunan tangki septik komunal dengan studi kasus di daerah Kedoya Selatan Jakarta Barat dilakukan karena daerah tersebut dilintasi oleh kali Pesanggrahan yang pada musim hujan sering kali mengalami banjir, sehingga sarana MCK Komunal menjadi penting sebagai sarana mengantisipasi terjadinya masalah kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan sistem tangka septik komunal yang mampu melayani warga sekitar, memiliki kapasitas yang cukup, mudah dalam pemeliharaan dan memenuhi standard serta peraturan yang berlaku. Perencanaan mengacu pada SNI 03-2399-2002 tentang tata cara perencanaan bangunan MCK Umum, SNI 03-6481-2000 tentang sistem plambing, SNI S-04-1989-F tentang spesifikasi bahan bangunan, SNI 01-0220-1987 tentang syarat-syarat dan pengawasan kualitas air. Dengan asumsi bahwa jumlah penduduk terlayani adalah sebanyak 200 orang dan waktu pengurasan direncanakan setiap 2 tahun, serta rata-rata lumpur terkumpul 40 lt/orang/tahun, dan dengan mempertimbangkan jumlah penduduk yang ada di lokasi dan memaksimalkan luas lahan yang tersedia, maka septic tank komunal ini dibangun dengan 6 bilik, terdiri dari 5 unit kloset jongkok dan 1 unit kloset duduk. Volume tampungan efektif septictank komunal adalah 32 m3, sehingga dimensi rencana septictank adalah 6,4mí—3,2mí—1,57m.Kata Kunci: tangki septik komunal, SNI 03-2399-2002, SNI 03-6481-2000, SNI S-04-1989-F, SNI 01-0220-1987Abstract: The plan for the construction of a communal septic tank with a case study in the South Kedoya area of West Jakarta was carried out because the area was crossed by the Pesanggrahan river which in the rainy season often experienced flooding, so public toilet facilities became important as a means of anticipating health problems. Planning refers to SNI 03-2399-2002 regarding procedures for planning for public toilets, SNI 03-6481-2000 regarding plumbing systems, SNI S-04-1989-F regarding specifications for building materials, and SNI 01-0220-1987 regarding requirements. requirements and monitoring of water quality. The assumption is that the number of people served is 200 people and the time for draining is planned every 2 years. With an average accumulated sludge of 40 liters/person/year, and taking into account the number of residents in the location and maximizing the available land area, this communal septic tank was built with 6 cubicles, consisting of 5 squat toilet units and 1 sitting toilet unit. The effective storage volume of the communal septic tank is 32 m3, so the design dimensions of the septic tank are 6.4mí—3.2mí—1.57m.Keywords: communal septitank, SNI 03-2399-2002, SNI 03-6481-2000, SNI S-04-1989-F,           SNI 01-0220-1987
Analisa Temperatur dan Waktu Terhadap Kuat Tekan dan Kuat Tarik Belah Beton Cangkang Kelapa Sawit Pasca Bakar Saputra, Ariyan; Oktarina, Devi; Gumay, A
Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komposit.v6i2.6587

Abstract

AbstrakBanyaknya musibah kebakaran yang terjadi di daerah pemukiman warga kebanyakan diakibatkan oleh ledakan tabung gas, ledakan bom, hubungan pendek arus listrik, sambaran petir, atau karena dengan sengaja membakar bangunan gedung, tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu dan waktu terhadap pembakaran terhadap kuat tekan dan kuat tarik belah beton cangkang kelapa sawit.Meetode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penguji kuat tekan dengan CTM (Compression Testing Machine), dengan jumlah benda uji sebanyak 16 buah beton normal dan cangkang kelapa sawit, pada pengujian kuat tekan dan kuat tarik desak dengan temperatur 200oC dan 600oC selama 1 dan 2 jam. Besarnya penurunan kuat tekan beton cangkang kelapa sawit yang dibakar selama 1 jam pada temperature 200oC dan 600oC menggunakan pengujian (CTM) adalah 12,323% dan 20,234%. Sedangkan penurunan kuat tarik belah beton cangkang kelapa sawit yang dibakar selama 1 jam pada temperature 200oC dan 600oC adalah 0,4179 % dan 0,4450%. Penggunaan cangkang kelapa sawit sebagai bahan pengisi beton sangat mempengaruhi porositas beton itu sendiri, cangkang kelapa sawit yang mengalami pembakaran berubah menjadi abu pada suhu dan waktu yang tinggi. Beton cangkang kelapa sawit penambahn 5% mengalami presentasi penurunan kuat tekan dan kuat tarik yang lebih besar dari beton normal. Kata Kunci : Pascabakar, Cangkang Kelapa Sawit, Kuat Tekan, Kuat TarikABSTRACTThe number of fire accidents that occur in residential areas are mostly caused by gas cylinder explosions, bomb explosions, short circuits of electricity, lightning strikes, or by deliberately burning buildings, the purpose of this study was to determine the effect of temperature and time on burning strength. Compressive strength and split tensile strength of palm shell concrete. The method used in this study is a compressive strength tester whit Compression Testing Machine (CTM), with a total of 16 specimens of normal concrete and palm shells, for testing the compressive strength and compressive tensile strength at temperature of 200oC and 600oC during 1 and 2 hours. The magnitude of the decrease in the compressive strength of palm shell concrete which was burned for 1 hour at a temperature of 200oC and 600oC using the test (CTM) was 12,323% and 20,234%, respective. Meanwhile, the decrease in split tensile strength of palm shell concrete which was burned for 1 hour at a temperature of 200oC and 600oC was 0,4179% and 0,4450%, respectively. The use of oil palm shells as a filler in concrete greatly affects the porosity of the concrete itself, oil palm shells that undergo combustion turn to ash at high temperatures and time. Palm shell concrete with 5% addition experienced a decrease in compressive strength and tensile strength which was greater than normal concrete.Key words: Post-burning, Palm Oil Shell, Compressive Strength, Tensile Strength.
Kajian Intrusi Air Laut akibat Backwater di Muara Sungai Citanduy Hariati, Feril; Taqwa, Fadhila Muhammad Libasut; Qonita, Nadhira Shofa
Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komposit.v6i2.7288

Abstract

ABSTRACTThe Citanduy River Estuary is a coastal area that has the potential to experience seawater intrusion that occurs due to the influence of tides at the river mouth. Seawater intrusion generally has an impact on the need for clean water which is increasingly difficult, because groundwater has been contaminated with seawater. Seawater intrusion that occurs is getting longer and has an impact on agricultural land in the Citanduy watershed. This study aims to predict the length of seawater intrusion due to backwater using HEC-RAS 4.0 software, as well as to analyze the water level profile and backflow that occurs in the Citanduy River. Based on the analysis that has been carried out, the predicted length of seawater intrusion under normal conditions in 2017 and 2050 are 2.57 km and 3.50 km, respectively, the predicted length of seawater intrusion at minimum conditions in 2017 and 2050, respectively. are 2.03 km and 2.57 km, and the predicted length of seawater intrusion at maximum conditions in 2017 and 2050 are 2.57 km and 3.50 km, respectively. Keywords: Seawater Intrusion, Backwater, HEC-RAS 4.0ABSTRAKMuara Sungai Citanduy merupakan kawasan pesisir yang berpotensi mengalami intrusi air laut yang terjadi akibat pengaruh pasang surut di muara sungai. Intrusi air laut umumnya berdampak pada kebutuhan akan air bersih yang semakin sulit karena air tanah sudah terkontaminasi dengan air laut. Intrusi air laut yang terjadi semakin panjang dan berdampak pada lahan pertanian DAS Citanduy. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi panjang intrusi air laut akibat backwater dengan menggunakan software HEC-RAS 4.0, serta untuk melakukan analisis profil muka air dan arus balik yang terjadi di Sungai Citanduy. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, prediksi panjang intrusi air laut pada kondisi normal di tahun 2017 dan 2050 berturut-turut adalah sebesar 2,57 km dan 3,50 km, prediksi panjang intrusi air laut pada kondisi minimum di tahun 2017 dan 2050 berturut-turut adalah sebesar 2,03 km dan 2,57 km, dan prediksi panjang intrusi air laut pada kondisi maksimum di tahun 2017 dan 2050 berturut-turut adalah sebesar 2,57 km dan 3,50 km.Kata Kunci: Intrusi Air Laut, Backwater, HEC-RAS 4.0

Page 7 of 21 | Total Record : 208