cover
Contact Name
Fadhila Muhammad Libasut Taqwa
Contact Email
fadhila.muhammad@uika-bogor.ac.id
Phone
+62251-8380993
Journal Mail Official
komposit.journal@uika-bogor.ac.id
Editorial Address
Gedung Ir. Prijono Hardjosentono Universitas Ibn Khaldun Bogor Jl. KH. Sholeh Iskandar km. 2 Kedung Badak Tanah Sareal Bogor
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Komposit : Jurnal Ilmu-Ilmu Teknik Sipil
ISSN : 35132615     EISSN : 2655934X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil adalah jurnal yang mempublikasikan hasil-hasil penelitian, ulasan ilmiah, teori dan aplikasi serta informasi lain di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan sains (IPTekS), terutama teknik sipil, lingkungan, dan perencanaan wilayah-kota.Jurnal Komposit terbit dua kali dalam setahun. Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil is a journal that publishes research results, scientific reviews, theory and applications as well as other information in the fields of science, technology and science (IPTekS), especially civil engineering, environment, and urban planning. Jurnal komposit issued biannually. Articles to be published in the Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil are compiled from articles prepared by the author(s) and sent to the editorial board of Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil Departement of Civil Engineering, Faculty of Engineering and Science, Universitas Ibn Khaldun Bogor. Articles should be written in English or Bahasa Indonesia. Research scope in general is civil engineering and environmental engineering study.
Articles 233 Documents
Analisa Penentuan Lokasi Park And Ride di Kota Tangerang Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) Murtejo, Tedy; Alimuddin, Alimuddin; Superta, Superta
Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komposit.v6i2.7033

Abstract

ABSTRAK Secara geografis Kota Tangerang berjarak ± 60 km dari Ibukota Provinsi Banten dan ± 27 km dari Ibukota Negara Indonesia, DKI Jakarta. Luas wilayah Kota Tangerang adalah ± 164,55 km2, Kota Tangerang terdiri dari 13 kecamatan Berdasarkan data dari statistic komuter Jabodetabek tahun 2019 moda transportasi yang paling banyak di gunakan untuk pulang-pergi tempat kejadian 63% sepeda motor, 27% angkutan umum, 10% Mobil. Oleh karena itu perlu di ambil langkah untuk meningkatkan pengguna transportasi umum di wilayah kota tangerang. Salah satunya dengan penyediaan fasilitas park and ride pada titik simpul yang paling berprioritas. Dimulai dengan survey traffic counting dan wawancara pada 2 lokasi titik simpul yakni Terminal poris Plawad Serta halte transciledug. Selanjutnya survey traffic countuing untuk mengetahui akumulasi parkir dan kebutuhan parkir serta wawancara diolah untuk mengetahui minat masyarakat terhadap pembangunan pembangunan park and ride. Hasil pengolahan data untuk potensi pengguna park and ride di terminal poris plawad 3166 dan di halte transjakarta 1470. nilai total pembobotan untuk lokasi poris plawad pada opsi lahan 1 sebesar 63, poris plawad opsi lahan 2 sebesar 66, poris plawad opsi lahan 3 sebesar 66 dan untuk halte trans ciledug Opsi Lahan 1 sebesar 57 dan untuk opsi lahan 2 sebesar 62. 4. Lokasi Prioritas untuk di jadikan Park and Ride di terminal poris plawad adalah pada opsi 2, status jarak dari titik simpul terminal poris plawad hanya 583 m, Luas lahan 13836 m2 melebihi kebutuhan ruang parkir yang sebesar 5048 m2 , aksesibilitas yang baik serta potensi pengguna yang tinggi.Kata Kunci: Transportasi, park and ride, AHPABSTRACT Geographically, Tangerang City is ± 60 km from the capital city of Banten Province and ± 27 km from the capital city of Indonesia, DKI Jakarta. The area of Tangerang City is ± 164.55 km2, Tangerang City consists of 13 sub-districts. Based on data from Jabodetabek commuter statistics in 2019, the most widely used mode of transportation for commuting to the scene is 63% motorcycles, 27% public transportation, 10% Car. Therefore, it is necessary to take steps to increase public transportation users in the Tangerang city area. One of them is by providing park and ride facilities at the most prioritized node points. Starting with a traffic counting survey and interviews at 2 node locations, namely Poris Plawad Terminal and Transciledug bus stop. Furthermore, a traffic counting survey to determine parking accumulation and parking needs and interviews were processed to determine public interest in the development of park and ride development. The results of data processing for potential park and ride users at the Poris Plawad terminal 3166 and at the Transjakarta bus stop 1470. The total weighting value for the Poris Plawad location on land option 1 is 63, Poris Plawad land option 2 is 66, Poris Plawad land option 3 is 66 and for the trans ciledug stop, Land Option 1 is 57 and for land option 2 it is 62. 4. The priority location to be used as a Park and Ride at the Poris Plawad terminal is option 2, the status of the distance from the node point of the Poris Plawad terminal is only 583 m, Land area 13836 m2 exceeds the parking space requirement of 5048 m2. Good accessibility and high user potential..Key words : Transportation, park and ride, AHP .
Penentuan Lokasi Park and Ride di Kota Depok Menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) Subroto, Prayogo Halim; Murtejo, Tedy; Alimuddin, Alimuddin; Chayati, Nurul
Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komposit.v6i2.7053

Abstract

ABSTRAK Kegiatan ekonomi di daerah Jabodetabek terpusat di daerah Jakarta. Setiap hari ada sekitar 9,96 juta perjalanan per hari menuju Jakarta. Hal ini mengakibatkan padatnya jalan arah luar Kota Depok yang mengakibatkan kemacetan panjang yang berdampak pada roda perkonomian warga. Oleh sebab itu, dibutuhkan sebuah solusi untuk mengurangi kemacetan dengan cara memaksimalkan manfaat dari transportasi umum seperti Commuter Line Jabodetabek, dan angkutan kota atau bus yang nantinya dapat menghubungkan setiap tempat di daerah Jabodetabek. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan lokasi terbaik Park and Ride di Kota Depok menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP). Survei demand parkir dan wawancara dilakukan di Stasiun Citayam, Stasiun Pondok Cina, Stasiun Depok Baru dan Terminal Jatijajar kemudian diolah menggunakan Microsotf Excel untuk mengetahui akumulasi parkir sampai skala prioritas dari hasil analis Analitycal Hierarchy Process (AHP). Selanjutnya data wawawncara diolah untuk mengetahui karakteristik calon pengguna Park and Ride yang ditinjau dari moda yang dipakai ke stasiun, minat menggunakan Park and Ride, dan tarif yang diinginkan menggunakan Park and Ride waktu survei dilakukan pada pukul 06.00-18.00 WIB. Hasil penelitian ini didapatkan karakteristik calon pengguna dan skala prioritas lokasi park and ride di Kota Depok yaitu lokasi Stasiun Depok Baru dengan kebutuhan ruang parkir sebesar 350 SRP mobil dan 3354 SRP motor, Stasiun Pondok Cina dengan kebutuhan ruang parkir sebesar 183 SRP motor, Stasiun Citayam dengan kebutuhan ruang parkir sebesar 207 SRP sepeda motor, sedangkan kebutuhan ruang parkir di Terminal Jatijajar sudah terpenuhui dengan fasilitas yang sudah tersedia yang artinya pada lokasi ini belum membutuhkan fasilitas park and ride. Kata kunci: Park and Ride, Kota Depok, Analitycal Hierarchy Process (AHP)ABSTRACT Economic activities in the Greater Jakarta area correspond to the Jakarta area. Every day there are around 9.96 million trips per day to Jakarta. This resulted in congested roads outside the city of Depok which resulted in long traffic jams that impacted the people's economy. Therefore, a solution is needed to reduce congestion by maximizing the benefits of public transportation such as the Jabodetabek Commuter Line, and city transportation or buses that can later connect every place in the Greater Jakarta area. This study aims to find the best location for a park and ride system in Depok City by using Analytical Hierarchy Process (AHP). Parking demand survey and interview were conducted at Citayam Station, Pondok Cina Station, Depok Baru Station, and Jatijajar Terminal. Then the data were processed in Microsoft Excel to discover the parking accumulation up to the priority scale based on the Analytical Hierarchy Process (AHP) analysis results. The interview data are also used to identify the characteristics of the potential park and ride users in terms of mode of transportation to the station, interest in using Park and Ride, and desired park and ride rate. The survey activity was started from 06.00 a.m. until 06.00 p.m. From the data results, the characteristics of potential users and the priority scale of park and ride in Depok City is the location of Depok Baru with a parking space requirement of 36 SRP for Cars and 468 SRP for Motorcycles, Pondok Cina Station with a parking space requirement of 71 SRP for Motorcycles, Citayam Station with a parking space requirement of 60 SRP for Motorcycles while the need for parking space at Jatijajar Terminal has been fulfilled with the available facilities.Key word: Park and Ride, Depok City, Analitycal Hierarchy Process (AHP)
Penilaian Tingkat Kerentanan Bangunan RSPG Cisarua Bogor dengan Menggunakan Metode Rapid Visual Screening (RVS) Lutfi, Muhamad; Chayati, Nurul; Alimuddin, Alimuddin; Witarsa, Aceng; Insan, Muhamad Khaerul
Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komposit.v6i2.7168

Abstract

ABSTRAKRumah Sakit Paru Dr. M. Goenawan Partowidigdo (RSPG) yang terletak di Desa Cibeureum, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, memiliki luas kurang lebih 7 hektar (67,847 m2) dan berada pada ketinggian 800 meter di atas permukaan laut. Bangunan RSPG Cisarua Bogor adalah salah satu Rumah Sakit yang berfokus pada penanganan penyakit paru-paru di Indonesia, sehingga perlu dilakukan analisis untuk mengetahui tingkat kerentanan setiap bangunan di lingkungan RSPG terhadap gempa dengan menggunakan Metode Rapid Visual Screening (RVS) FEMA P-154 Tahun 2015. Isian formulir didasarkan pada lokasi bangunan, tipe bangunan C1 dan tanah diasumsikan tanah sedang (tipe D), sehingga Design Spectra dan Respon Spektrum dinilai berada pada level moderately high seismicity. Berdasarkan penyelidikan visual, ditemukan penyimpangan berupa penyimpangan vertical (vertical irregularity) dan penyimpangan tapak (plan irregularity) pada salah satu gedung, dan terdapat 2 (dua) gedung lainnya yang memiliki penyimpangan vertikal (vertical irregularity). Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, diperoleh nilai kerentanan bangunan RSPG Cisarua Bogor sebesar 0,46% dengan mendapatkan nilai rata-rata 3,02.Kata kunci: Kerentanan Bangunan, Zonasi Gempa, Rapid Visual Screening (RVS), FEMA P-154.ABSTRACTPulmonary specialty hospital Dr. M. Goenawan Partowidigdo (RSPG), located in Cibeureum Village, Cisarua District, Bogor Regency, West Java, has an area of approximately 7 hectares (67,847 m2) with altitude of 800 meters above sea level. The RSPG Cisarua Bogor building is one of the hospitals that focuses on treating lung disease in Indonesia, so an analysis is needed to determine the level of vulnerability of the hospital buildings to earthquakes using the 2015 FEMA P-154 Rapid Visual Screening (RVS) Method. In the form based on the location of the building, the building type is C1, and the soil is assumed to be medium soil (type D), so that the Design Spectra and Response Spectrum are considered to be at moderately high seismicity levels. Based on the visual investigation, it was found that there were deviations in the form of vertical irregularities and plan irregularities in one of the buildings, and there were 2 (two) buildings that had vertical irregularities. Based on the analysis that has been carried out, the vulnerability value of the RSPG Cisarua Bogor building is 0.46% with an average value of 3.02.Key words: Building vulnerability, earthquake zone, Rapid Visual Screening (RVS), FEMA P-154 2015
Analisis Tebal Perkerasan Jalan dengan Metode AASHTO terhadap Kerusakan Ruas Jalan Cileungsi – Cinyongsong Udik, Kabupaten Bogor Prayudyanto, Muhammad Nanang; Alimuddin, Alimuddin; Suhendra, Ahmad
Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komposit.v7i1.8062

Abstract

ABSTRAK: Pada umunya konstruksi perkerasan yang biasa digunakan di Indonesia yaitu lapis perkerasan lentur dan perkerasan kaku. Lapis perkerasan kaku merupakan perkerasan yang menggunakan beton sebagai bahan pengikat yang terdiri dari lapisan-lapisan yang diletakkan di atas tanah dasar yang telah dipadatkan. Untuk mendesain suatu lapis perkerasan, khususnya perkerasan kaku, terdapat berbagai macam metode seperti metode Bina Marga dan metode AASHTO. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hasil perencanaan tebal perkerasan kaku yang dihitung dengan Metode AASHTO 1993. Penelitian ini dilakukan pada studi kasus jalan Cileungsi – Cinyosong Kabupaten Bogor. Data primer berupa data survey lapangan lalu lintas tahun 2022, sedangkan data sekunder berupa data curah hujan, data pertumbuhan lalu lintas dan gambar rencana jalan, dan data CBR tanah dasar. Data yang diperoleh, dianalisa menggunakan Metode AASHTO 1993. Dari hasil analisa data diperoleh hasil perkerasan kaku berupa plat beton (concrete slab) setebal 17 cm, lapis beton kurus (lean mix concrete) setebal 5 cm, dan lapis pondasi bawah berupa bahan butiran sirtu/pitrun agregat kelas A. Hasil tersebut merupakan penyesuaian dari kondisi yang ada saat ini di lapangan.Kata Kunci: Metode AASHTO 1993, Tebal Perkerasan, Perkerasan KakuABSTRACT: In general, the pavement construction commonly used in Indonesia are flexible pavement and rigid pavement. Rigid pavement layers are pavements that use concrete as a binder consisting of layers that are placed on top of the compacted subgrade. To design a pavement layer, especially rigid pavement, there are various methods such as the Bina Marga method and the AASHTO method. This study aims to analyze the results of the planning of rigid pavement thickness calculated by the 1993 AASHTO method. This research was conducted on a case study of the Cileungsi - Cinyosong road, Bogor Regency. Primary data obtained in the form of field survey data for 2022 traffic, while secondary data in the form of rainfall data, traffic growth data and road plan drawings, and subgrade CBR data. The data obtained were analyzed using the 1993 AASHTO method. From the results of the data analysis, the results obtained were rigid pavement in the form of a concrete slab with a thickness of 17 cm, a layer of lean concrete with a thickness of 5 cm, and a sub-base layer of granular material. pitrun aggregate class A. These results are an adjustment to the current conditions in the field. Keywords: 1993 AASHTO Method, Pavement Thickness, Rigid Pavement
Pemilihan Metode Pembayaran Menggunakan Termin dan Turnkey pada Proyek Kontruksi di Banda Aceh Hayati, Kemala; Mariska, Andra Okta; Fatimah, Aldina
Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komposit.v7i1.9142

Abstract

Pada proyek konstruksi, realisasi penerimaan pekerjaan ditentukan oleh cara pembayaran yang telah ditetapkan dalam surat perjanjian (kontrak) konstruksi, sistem pembayaran ada 2 jenis yaitu sistem pembayaran termin dan turnkey, dimana sistem pembayaran ini dibedakan berdasarkan cara pembayarannya yang terdiri dari termin pembayaran secara bertahap dan turnkey pembayaran yang dilakukan setelah pekerjaan selesai. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan ancaman dan peluang yang dapat merugikan kontraktor dalam pemilihan sistem pembayaran antara sistem pembayaran termin dan turnkey yang berpengaruh pada  proyek dengan kontrak design-bid-build di Kota Banda Aceh, sumber data dalam penulisan ini menggunakan dua jenis, yaitu: data primer dan data sekunder, penelitian ini menggunakan metode Strength, Weakness, Opportunities, Threats (SWOT) dan data primer adalah data yang diperoleh langsung dari lapangan, yaitu data kuisioner yang akan disebarkan kepada kontraktor, konsultan dan anggota tim proyek, data sekunder adalah data yang diperoleh dari jawaban responden yaitu perusahaan pelaksana yang berdomisili di Banda Aceh, dari hasil pengujian validitas dan realibilitas yang diperoleh, nilai rata rata dari uji validasi  setiap variabel adalah 0,444. Dan untuk uji reliabilitas r hasil= 0,753 > r tabel = 0,2786, dari hasil uji validasi terdapat 4 pernyataan yang tidak valid. Dalam pengujian analisis pembayaran termin dan turnkey menggunakan analisis SWOT diperoleh bahwa sistem pembayaran termin didapatkan nilai x = -0,15 dan y = -0,4 yang berada di kuadran IV, dimana merupakan situasi yang tidak menguntungkan dari berbagai ancaman dan kelemahan internal dan eksternal. Sedangkan pembayaran turnkey memperoleh nilai x = -0,07 dan y = 0,02 berada pada kuadran III, dimana merupakan situasi mampu memanfaatkan peluang yang ada sehingga dapat mengoptimalkan ancaman dan kelemahan yang akan terjadi.
Multi-Criteria Analysis Method For Determining The Priority of Bridge Construction Meillyta, Meillyta; Fatimah, Aldina; Zulfahmi, Zulfahmi
Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komposit.v7i1.9011

Abstract

Bridge is one of the important infrastructure facilities which functioned to connect roads that support the development of social and economic in a region. In Indonesia, each year, the limited fund is available to accommodate all construction projects.  In practice, the government of Aceh Besar District has limited District Revenue and Expenditure Budgets (APBK) to finance the entire project of bridge construction. Considering that many other sectors still require APBK funding, the priority rank of the bridge development needs to be determined. This study aims to identify the dominant criteria in determining the development of bridges and the priority rank of bridge development projects. This study used a mixed method approach which is a qualitative and quantitative method. The Qualitative method is related to respondent perception through distributing questionnaires and the qualitative method is related to numbers used through the perception score of respondents from the analysis.  Respondents are stakeholders and policymakers as many as 8 people. The questionnaire contains some criteria, namely the length of the bridge, construction costs, land use, accessibility, population, and regional development. Based on the literature review, those criteria can be used to obtain which bridge needs to be prioritized. Multi-Criteria Analysis is used to analyze those criteria from respondent perception. The results show that the dominant criteria in determining the construction of bridges in the project were construction costs with a weight of 0.35. It is also obtained that the bridge development project at first rank is the Kr. Keumeuruek with a value of 7.56.
Analisis Stabilitas Dan Biaya Perencanaan Dinding Penahan Tanah Tipe Bronjong di Sungai Ciliwung (Studi Kasus: Ruas Legok Nyenang Rt.01/03, Desa Leuwimalang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor) Afryansyah, Afryansyah; Hariati, Feril; Taqwa, Fadhila Muhammad Libasut; Alimuddin, Alimuddin
Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komposit.v7i1.7369

Abstract

Abstrak: Dinding penahan tanah adalah suatu struktur yang dibangun untuk menahan tanah lateral ketika tanah mengalami perubahan dalam elevasi dan melampaui sudut geser dalam tanah. Kondisi akses utama jalan Leuwimalang di Kampung Legok Nyenang RT 01/03, mengalami kerusakan. Sementara itu setengah jalan yang mengalami penurunan tanah tidak bisa berfungsi secara maksimal, hal ini diakibatkan terjadinya longsor sepanjang 27 meter di sekitar bantaran Sungai Ciliwung. Maka dari itu dilakukan analisa perbandingan dinding penahan tanah tipe gravitasi dan tipe kantilever bertujuan untuk merencanakan bentuk dan dimensi dinding penahan tanah tipe gravitasi, menganalisis stabilitas dinding penahan tanah terhadap guling, dan geser, menganalisis biaya konstruksi serta membandingkan nilai keamanan dan biaya konstruksi dinding penahan tanah tipe bronjong dengan tipe kantilever. Perhitungan tanah aktif menggunakan Metode Rankine. Pada struktur konstruksi dinding penahan tanah kantilever didapatkan stabilitas terhadap penggeseran (Fgs) = 0,39< SF = 1,5 dan untuk stabilitas terhadap guling (Fgl) = 0,78< SF = 1,5. Biaya konstruksi total yang diperlukan untuk membuat dinding penahan tanah tipe bronjong sebesar Rp. 2.680.000.000, sedangkan biaya konstruksi total yang diperlukan untuk membuat dinding penahan tanah tipe kantilever sebesar Rp. 1.460.000.000. Jadi dinding penahan tanah yang ekonomis dari segi biaya adalah dinding penahan tanah tipe kantilever.Kata Kunci: Stabilitas, Dinding penahan tanah, Biaya konstruksiAbstract: Retaining wall is a structure built to withstand lateral soil when land changes in elevation and exceed the friction angle in the soil. The main access condition of Leuwimalang road in Kampung Legok Nyenang RT 01/03, was damaged. Meanwhile, half of the road that has subsided in the soil cannot function optimally, this is due to a 27 meters landslide around the banks of the Ciliwung River. Therefore, a comparative analysis of the gravity-type and cantilever-type retaining walls is carried out to plan the shape and dimensions of the gravity-type retaining wall, to analyze the stability of the retaining wall against rolling and shear, to analyze construction costs and to compare the value of safety and construction costs of retaining walls. gabion type with cantilever type. Active soil calculation using the Rankine Method. In the cantilevered retaining wall construction structure, the stability to displacement (Fgs) = 0.39 <SF = 1.5 and for stability to overturning (Fgl) = 0.78 <SF = 1.5. The total construction cost required to construct a gabion-type retaining wall is Rp. 2,680,000,000, while the total construction cost required to construct a cantilever type retaining wall is Rp. 1,460,000,000. So an economical retaining wall in terms of cost is a cantilever type retaining wall.Keywords: Stability, Retaining walls, Construction costs.
Evaluasi Kinerja Angkutan Umum Trans Pakuan Trayek Terminal Bubulak via Cidangiang – Ciawi di Kota Bogor Murtejo, Tedy; Muhajir, Ahmad; Alimuddin, Alimuddin; Chayati, Nurul
Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komposit.v7i1.7367

Abstract

ABSTRAKBiskita Trans Pakuan Kota Bogor koridor 2 diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk beralih dari transportasi pribadi ke transportasi umum sehingga dapat mengatasi kemacetan dan permasalahan lainnya. Penilaian diperlukan untuk mengetahui apakah kinerja operasional bus sudah sesuai standar. Indikator yang digunakan dalam evaluasi mengacu pada Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat SK.687/AJ.206/DRJD/2002 "Pedoman Teknis Penyelenggaraan Angkutan Penumpang Umum di Wilayah Perkotaan dalam Trayek Tetap dan Teratur”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja operasional pelayanan angkutan umum berbasis jalan Bus BTP Koridor 2 Kota Bogor. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Kinerja operasional yang dinilai meliputi load factor, frekuensi, waktu tempuh, kecepatan perjalanan dan ketersediaan bus. Hasil penelitian menunjukkan 70% dari indikator load factor penumpang dari weekday hingga weekend tidak memenuhi standar, dan hasil rata-ratanya adalah 60,67%. Indikator 5-10 menit yaitu weekday hingga weekend tidak memenuhi kriteria dengan nilai rata-rata 15,08 menit. Frekuensi indikator 4-6 kendaraan/jam sudah mencapai standar 4 kendaraan/jam. Waktu tempuh bus 60-90 menit sudah mencapai standar 68,25 menit. Kecepatan bus 10-30 km/jam telah mencapai standar 24 km/jam. Ketersediaan bus dengan indikator 80-90% sudah mencapai standar 93%. Hasil rekapitulasi untuk enam metrik faktor beban yang tidak tepat sasaran pada rata-rata hari kerja hingga akhir pekan. Berdasarkan hal tersebut, kinerja operasional bus BTP Bogor Koridor belum memenuhi standar karena faktor bebannya masih di bawah 70%.Kata kunci: Load Factor, Headway, Frekuensi, Waktu Tempuh, Kecepatan Perjalanan, KetersediaanABSTRACTBiskita Trans Pakuan Bogor City corridor 2 is expected to encourage people to switch from private transportation to public transportation so that they can overcome congestion and other problems. Assessment is needed to find out whether the operational performance of the bus is up to standard. The indicators used in the evaluation refer to the Decree of the Director General of Land Transportation SK.687/AJ.206/DRJD/2002 "Technical Guidelines for the Implementation of Public Passenger Transport in Urban Areas in Fixed and Regular Routes”. This study aims to determine the operational performance of road-based public transportation services Bus BTP Corridor 2 Bogor City. This research uses quantitative methods. Operational performance assessed includes load factor, frequency, travel time, travel speed and bus availability. The results showed that 70% of the passenger load factor indicators from weekdays to weekends did not meet the standards, and the average result was 60.67%. The 5-10 minute indicator, namely weekdays to weekends, does not meet the criteria with an average value of 15.08 minutes. The indicator frequency of 4-6 vehicles/hour has reached the standard of 4 vehicles/hour. Bus travel time of 60-90 minutes has reached the standard of 68.25 minutes. The bus speed of 10-30 km/hour has reached the standard of 24 km/hour. The availability of buses with an 80-90% indicator has reached the 93% standard. The recapitulation results for the six load factor metrics are not on target on the average weekday to weekend. Based on this, the operational performance of the BTP Bogor Corridor bus has not met the standard because the load factor is still below 70%.Key word: Load Factor, Headway, Frequency, Travel Time, Travel Speed, Availability
Pengolahan Air Limbah untuk Pemanfaatan Penyiraman Tanaman di Rumah Sakit Y Kabupaten Tuban Pamungkas, Lestari Ayu Septian; Murti, Restu Hikmah Ayu; Purnama, Elanda Reinalda; Utami, Annisa Kurniasavira
Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komposit.v7i1.8844

Abstract

Rumah Sakit Y menghasilkan limbah domestik dari kegiatan toilet pasien, toilet karyawan, toilet pengunjung, tindakan medis, wastafel, dapur gizi, masjid, pencucian linen, kantin, dan pemulasaran jenazah. Limbah yang dihasilkan akan dimanfaarkan untuk penyiraman sehingga perlu dilakukan pengolahan. Volume air limbah yang dihasilkan setiap harinya adalah 189,12 m3/hari dengan kandungan mengandung BOD, COD, Amonia, dan Phospat. Limbah akan diolah pada Instalalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dengan salah satu reaktornya Fluidized Bed Biofilm Reactor (FBBR). Air Limbah. Effluen harus sesuai dengan baku mutu air limbah domestik sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 68 Tahun 2016 tentang Air Limbah Domestik agar dapat dimanfaatkan untuk penyiraman tanaman. Luas Ruang Terbuka Hijau adalah 6.206,5 m2 dengan kebutuhan air untuk penyiraman adalah 0,002 m3/m2. Penyiraman tanaman dilakukan 2 kali sehari pada musim kemarau dan 1 kali sehari atau sesuai kondisi cuaca pada musim penghujan. Air yang dibutuhkan untuk penyiraman tanaman selama satu hari sebesar 24,826 m3/hari saat musim kemarau dan 12,413 m3/hari saat musim penghujan. Sisa pemanfaatan pada musim kemarau sebesar 164,294 m3/hari dan saat musim penghujan sebesar 176, 706 m3/hari akan digunakan untuk pencucian kendaraan ambulan dan penyiraman toilet. Pemanfaatan air limbah untuk penyiraman tanaman pada Ruang Terbuka Hijau di Rumah Sakit Y telah terpenuhi hingga 100%.
Perencanaan Sistem Drainase dengan Metode Sumur Resapan di Masjid Al Hijri II, Universitas Ibn Khaldun Bogor Heryansyah, Arien; Firdaus, Mochamad Ikhsan
Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komposit.v7i1.8156

Abstract

Dalam kebijakan tahapan pelaksanaan penyelenggaran/penanganan terpadu dengan sektor terkait terutama pengendalian air hujan dan konservasi air yang bertujuan untuk mengoptimalkan sistem yang ada, guna mendorong pembangunan drainase yang efektif dan efisien di perekonomian regional hingga tercapai maka dengan ini bangunan dan persilnya diperlukan prasarana yang berwawasan lingkungan. Masjid Al Hijri II, bangunan seluas ±2750 m2 dan luas persil sekitar ±5750 m2 yang berlokasi di Jalan KH. Sholeh Iskandar KM. 2 Kedung Badak, Kecamatan Tanah Sereal, Kota Bogor yang dalam pembangunannya menyebabkan potensi berkurangnya daerah resapan air sehingga berdampak pada timbulnya air baku, aliran air hujan yang besar, dan genangan air banjir pada waktu musim hujan maka tata air hujan zero run off (ZRO) yang merupakan konsep dalam mengupayakan konservasi air melalui pengelolaan limpasan dengan tujuan menurunkan limpasan permukaan sampai nol persen di suatu kawasan perlu diterapkan pada bangunan dan persilnya melalui tahapan metode penerapannya. Sistem drainase berkelanjutan yang diterapkan dalam penelitian ini yaitu dengan metode sumur resapan. Data dan informasi hujan tersaji sebanyak 25 tahun hujan maksimum dari tahun 1992 sampai dengan 2016. Analisis frekuensi untuk perhitungan debit banjir rencana menggunakan distribusi metode Gumbel dan metode Log Pearson tipe III dan dilakukan pengujian kecocokan fungsi distribusi dengan metode perhitungan Smirnov Kolmogorov dan Chi Square, intensitas hujan menggunakan metode Mononobe, dan langkah-langkah perhitungan perencanaan sumur resapan berdasarkan Standar Nasional Indonesia. Hasil analisis menunjukkan bahwa curah hujan rancangan dalam kala ulang 5 tahun adalah 150, 3 mm dan diperlukan 183 sumur resapan dengan konstruksi berbentuk lingkaran diameter 1,0 m dan kedalaman rencana 2,0 m. Jaringan perpipaan sumur resapan menggunakan pipa PVC í˜ 3 inci.

Page 8 of 24 | Total Record : 233