Articles
275 Documents
Meningkatkan Keterampilan Membaca Dongeng Berbantu Boneka Jari di Sekolah Dasar
Roudhotus Sita Yasin;
Afakhrul Masub Bakhtiar;
Nur Fauziyah
DIDAKTIKA Vol 28 No 2 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1043.772 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan membaca teks cerita dongeng peserta didik melalui media boneka jari “Wayang Krucil” pada peserta didik kelas II SD Muhammadiyah 2 GKB. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan secara kolaborasi dengan guru kelas. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas II SD Muhammadiyah 2 GKB yang berjumlah 20 peserta didik. Desain penelitian ini menggunakan model Arikunto yang terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan (Planning), pelaksanaan tindakan (Acting), pengamatan (Observing), dan refleksi (Reflecting). Teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi dan tes. Dengan menggunakan instrumen penelitian berupa lembar observasi aktivitas guru, lembar observasi aktivitas peserta didik, dan lembar tes. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media boneka jari “Wayang Krucil” dapat meningkatkan keterampilan membaca peserta didik. Peningkatan keterampilan membaca peserta didik dari hasil observasi aktivitas peserta didik, aktivitas guru dan tes. Dari hasil observasi aktivitas peserta didik dalam pembelajaran melalui media boneka jari “Wayang Krucil” dengan presentase 76 yang berada diantara rentang nilai 75 – 85 % dan termasuk ke dalam kategori baik. Hasil observasi aktivitas guru diperoleh bahwa pada siklus I tersebut guru memiliki kemampuan baik dalam mengelola pembelajaran dengan berbantu media boneka jari “Wayang Krucil” dengan jumlah skor 49 dan rata-rata yaitu 81,67% yang berada diantara skala 76 – 85 yang termasuk ke dalam kategori baik. Hasil tes hasil belajar peserta didik pada siklus I mengalami peningkatan secara klasikal mencapai 85% dan telah mencapai indikator keberhasilan yang diharapkan. Kata Kunci : Keterampilan membaca, media boneka jari, wayang krucil.
Pengembangan Buku Pedoman Keislaman Kemandirian Peserta Didik di Sekolah Dasar
Ismail Marzuki
DIDAKTIKA Vol 28 No 2 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1093.141 KB)
|
DOI: 10.30587/didaktika.v28i2(1).4325
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan buku saku Hizbul Wathan untuk pengembangan kemandirian peserta didik di Sekolah Dasar Muhammadiyah. Jenis penelitiannya adalah penelitian pengembangan, dengan model 4D yang dikembangkan oleh Thiagarajan. Pada penelitian ini ada 4 tahap penelitian, yaitu define (pendefinisian), design (perencanaan), develop (pengembangan), disseminate (penyebaran). Oleh karena keterbatasan anggaran pada penelitian ini hanya sampai tahap develop (pengembangan), tidak sampai pada tahap disseminate (penyebaran). Buku saku ini telah divalidasi oleh 4 orang validator dari dari sudut kepakaran yang berbeda dan hasilnya layak digunakan sebagai buku panduan dalam pembelajaran kepanduan Hizbul wathan.
Learning Trejectory pada Pembelajaran Berdiferensiasi Materi Keliling Bangun Datar Berdasarkan Perbedaan Gaya Belajar
Mochammad Nor Qomari;
Sri Ayu Lestari;
Nur Fauziyah
DIDAKTIKA Vol 28 No 2 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1509.67 KB)
|
DOI: 10.30587/didaktika.v28i2(1).4399
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap learning trajectory pada pembelajaran berbasis berdiferensiasi yang didasarkan pada perbedaan gaya belajar. Penelitian ini dilaksanakan di SD Muhammadiyah 1 GKB dengan melibatkan 29 subjek kelas III. Desain Penelitian ini menggunakan design research Gravemeijer dan Cobb yang melalui 3 tahapan: (1) preparing for the experiment dimulai dengan menyusun rencana pembalajaran, instrumen yang sesuai dengan gaya belajar peserta didik; (2) design experiment berkaitan dengan teaching experiment dan collecting data. Pada gaya belajar visual peserta didik sudah mampu mengaitkan pemahamannya dengan apa yang ia lihat mengenai materi keliling bangun datar. Sedangkan pada gaya belajar auditorial, peserta didik sudah mampu memahami mengenai vidio yang disampaikan dan menjawab soal-soal yang telah didengar. Hanya saja pada soal yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari peserta didik masih salah dalam melakukan perhitungan dan salah dalam memahami konsepnya. Sedangakan gaya belajar kinestetik peserta didik sangat antusias dalam membuat mobil mainan dan menmberi sedikit warna pada kaca mobil; dan (3) retrospective analysis, dari pendahuluan hingga penetup pemberian stimulasi khusus sudah sesuai dengan gaya belajar peserta didik. Peserta didik juga mampu mengontruksi pengetahuannya dengan baik mengenai keliling bangun datar baik persegi, persegi panjang dan segi banyak. Kata Kunci : Pembelajaran berdiferensiasi, gaya belajar, learning trajectory, bangun datar.
Statistika Inferensial meliputi Uji Beda dalam Pendidikan Jasmani: Sebuah Tinjauan
Pinton Setya Mustafa
DIDAKTIKA Vol 28 No 2 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1086.583 KB)
|
DOI: 10.30587/didaktika.v28i2(1).4166
Dalam pendidikan jasmani dan olahraga tidak lepas dari variabel yang saling berkaitan dari satu dengan lainnya. Untuk menguji keterlibatan variabel dalam melakukan gerakan olahraga diperlukan perhitungan dalam bentuk statistik. Tujuan dari artikel ini adalah membahas tentang uji beda yang digunakan dalam penelitian kuantitatif dalam bidang pendidikan jasmani dan olahraga. Metode studi pustaka dengan sumber sekunder menjadi pendekatan kualitatif yang diterapkan dalam penelitian ini. Stastistik yang digunakan dalam penelitian kuantitatif biasanya menggunakan jenis statistik inferensial. Statistik inferensial dibedakan menjadi dua yakni statistik parametrik dan nonparametrik. Uji t atau disebut dengan uji beda termasuk salah satu statistika parametrik (inferensial) yang digunakan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan rata-rata skor antara dua kelompok (sampel). Terdapat prosedur yang diperlukan dalam menganalisis data dengan menggunakan uji beda antara lain: (1) membuat hipotesis, (2) membuat tabel penolong, (3) menghitung t hitung, (4) menguji dengan t tabel, dan (5) menarik kesimpulan. Uji beda cenderung digunakan dalam penelitian eksperimental.
Implikasi Kebijakan terhadap Penilaian dalam Pendidikan Matematika di Indonesia: Tinjauan Penelitian (2011 -2020)
Sri Suryanti
DIDAKTIKA Vol 28 No 2 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (956.885 KB)
|
DOI: 10.30587/didaktika.v28i2(1).3912
Artikel ini mengulas berbagai penelitian yang signifikan dan beragam tentang penilaian dalam pendidikan matematika di Indonesia sebagai hasil dari perubahan kebijakan pendidikan di Indonesia. Hasil penelitian yang menjadi bahan kajian adalah periode sepuluh tahun terkahir 2011–2020. Dalam konteks pendidikan, penilaian dapat dirancang untuk menargetkan peserta didik, calon guru, atau guru, baik sebagai individu atau sebagai perwakilan kelompok, dan untuk berbagai tujuan. Salah satu tujuan utama penilaian dalam pendidikan matematika adalah untuk memberikan bukti yang dapat digunakan untuk membuat keputusan tentang pendidikan matematika, yang kemudian menimbulkan pertanyaan tentang aspek kompetensi matematika mana yang harus dinilai, serta bagaimana dan untuk tujuan apa. Artikel tinjauan ini membahas dua tema terkait: (1) masalah yang terkait dengan proses penilaian dan pengembangan penilaian yang dapat menilai kompetensi matematika secara valid; (2) isu terkait kebijakan pendidikan dan hubungan antara penilaian dan kebijakan. Hubungan antara penilaian dengan pembelajaran yang merupakan produk perubahan kebijakan ditunjukkan di artikel ini
Analisis Keterampilan Menulis Karangan Deskripsi dengan Media Gambar Seri Siswa Sekolah Dasar
Nanang Khoirul Umam;
Afrida Rahmanda Firdausa
DIDAKTIKA Vol 28 No 2 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (846.932 KB)
|
DOI: 10.30587/didaktika.v28i2(1).4377
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil dan kesulitan yang dihadapi siswa kelas III dalam keterampilan menulis karangan deskripsi menggunakan media gambar seri di UPT SD Negeri 119 Gresik. Untuk metode analisis data menggunakan dekriptif kualitatif sedangkan teknik pengumpulan datanya melalui observasi, lembar tes keterampilan menulis karangan deskripsi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, rata-rata nilai keterampilan menulis karangan deskripsi siswa yaitu 78,8 dengan kategori baik. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya 14 siswa yang sudah mampu mencapai nilai KKM yang telah ditentukan. Untuk kesulitan yang dihadapi siswa yaitu (a) siswa masih binggung dalam memulai menulis sebuah karangan (b) kesulitan merangkai kata menjadi sebuah kalimat yang saling berkaitan dan (c) masih ada siswa yang belum bisa membaca
Developing an Interactive Card as Media to Increase Students Vocabulary Mastery at Junior High School
Seliani Seliani;
Jasuli Jasuli;
Suhartatik Suhartatik
DIDAKTIKA Vol 28 No 2 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1246.236 KB)
|
DOI: 10.30587/didaktika.v28i2(1).3761
The present research is aiming at developing an interactive card as media to increase students’ vocabulary mastery at SMP PGRI 1 Wajak. The limited media and low vocabulary mastery are two main reasons why this research is conducted. This research is carried out through research and development adapted from R&D (Research and Development) of Borg and Gall which later has been adapted to the current needs. The development of this interactive card is carried out in several stages which cover: (1) need analysis, (2) planning, (3) product development, (4) expert validation, (5) product revision, (6) limited trials, (7) final product. The results of the validation of the material experts show the total score of 31 out of a maximum score of 35 with a precentage of 88%, and the criteria for the eligibility level show the precentage of 80 – 100%, then the product is classified as a valid qualification and suitable for use. From the validation results of media experts who are declared worthy and good to be tested on the audience.The trial was conducted to determine the feasibility of interactive card media based on audience assessment of 23 students of SMP PGRI 1 wajak. The trial was carried out by using the media in the learning process. The results of class trials for class VIII B SMP PGRI 1 Wajak show the total score of 718 from a maximum score of 750 with an average result of 95.73%, and the egibility level criteria show a percentage of 80 – 100%, then the product is classified as a valid qualification and suitable for use.
Flipped Classroom sebagai Model Pembelajaran di Era New Normal
Tri Yuli Ardiyansah;
Fatimatus Choirunisa
DIDAKTIKA Vol 28 No 2 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (976.29 KB)
|
DOI: 10.30587/didaktika.v28i2(1).4137
The COVID-19 pandemic has given the effect of changing learning models and requiring teachers to improve their skills in implementing online learning especially in university level. At University of Muhammadiyah Gresik, various learning models were applied by lecturers, one of which was the flipped classroom learning model. Flipped classroom is a learning model in which students are required to study the material first at home or outside the classroom within a few days before the learning process begins. Flipped classroom can make it easier for students to understand the learning material because students have more time study with the explanation videos given. A qualitative approach was used in this study to find out the students’ perception to the implementation of flipped classroom in the learning process. The result of this study found that the implementation of flipped classroom was well received by the students. Students responded that flipped classroom helped them understand the material easier, provided more interactive activities in the classroom, and guided them to improve their learning abilities independently. Thus, flipped classroom was also considered as an innovative learning model that can be implemented the learning process in new normal education.
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Website (Microsoft Sway) pada Materi Bagian Tubuh Tumbuhan dan Fungsinya untuk Siswa Sekolah Dasar
Nurma Fitri Handayani;
Wahid Ibnu Zaman;
Kukuh Andri Aka
DIDAKTIKA Vol 28 No 2 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1495.028 KB)
|
DOI: 10.30587/didaktika.v28i2(1).4362
Penelitian ini dilatarbelakangi dari hasil pengamatan di SDIT Ulul Albab Sukorejo. Berdasarkan hasil observasi terhadap siswa kelas IV SDIT Ulul Albab Sukorejo, terdapat munculnya permasalahan dimana siswa tidak paham terhadap materi yang disampaikan oleh guru hal tersebut adapun penyebabnya dikarenakan saat proses pembelajaran guru tidak menggunakan media yang efektif atau yang mendukung untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi. Media pembelajaran semakin berkembang mengikuti perkembangan zaman. Tetapi saat sekarang masih banyak guru yang mengembangan media tidak mengikuti perkembangan zaman dan kurang memanfaatkan teknologi sebagai penyampaian materi. Jenis penelitian ini adalah penelitian Research and Development (R&D) dengan model penelitian ADDIE. Tujuan penelitian adalah mengembangkan media pembelajaran berbasis website Microsoft Sway untuk siswa kelas IV materi bagian tubuh tumbuhan dan fungsinya. Hasil penelitian media pembelajaran menggunakan Microsoft Sway yang dikembangkan terkategori valid dengan persentase ahli media 81% dan ahli materi 85%. Media dikatakan praktis dengan memperoleh skor 87% dari angket respon guru dan media dikatakan efektif diperoleh dari hasil post test siswa dengan skor ketuntasan secara klasikal 94%. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah (1) Melalui penerapan pengembangan media Microsoft Sway pada siswa kelas IV SDIT Ulul Albab dapat menumbuhkan motivasi belajar siswa. (2) Hasil belajar siswa menjadi meningkat dengan adanya media Microsoft Sway. (3) Dengan adanya media Microsoft Sway siswa lebih memperhatikan guru saat penyampaian materi.
Implementasi STEM (Science, Technology, Engineering and Mathematics) dalam Kurikulum PGSD
Nataria Wahyuning Subayani;
Siti Rahaimah Binti Ali;
Norazilawati binti Abdullah
DIDAKTIKA Vol 28 No 2 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1165.764 KB)
|
DOI: 10.30587/didaktika.v28i2(1).4435
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi ,dan menggali tentang pembelajaran berbasis pendekatan STEM untuk mahasiswa calon guru sekolah dasar. Pembelajaran STEM sangat diperlukan bagi kalangan pendidikan dasar mulai dari guru pada level dasar, siswa sekolah dasar dan mahasiswa calon guru sekolah dasar. Tujuan pembelajaran STEM adalah agar anak memiliki literasi sains yang tinggi serta mampu menggunakannya atau mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Penggalian ini diperlukan karena keikutsertaan negara Indonesia melalui pengukuran PISA, selalu menempatkan Indonesia pada peringkat bawah dalam pengukuran literasi sains, matematika dan Bahasa. Dengan program studi yang memiliki produk pembelajaran berbasis STEM maka akan mampu menyiapkan dan membekali calon lulusannya untuk menjadi calon guru SD yang memiliki bekal kemampuan akademik dan keterampilan dalam mengemas pembelajaran sains di SD berdasarkan STEM. Sehingga mampu memberikan kontribusi dalam peningkatan literasi sains dan matematika untuk anak-anak SD di tempat mereka bertugas.