Articles
275 Documents
Digital Literacy: Fundamental Competence for Modern Society
Mujiono Mujiono
DIDAKTIKA Vol 30 No 1 (2024): Volume 30 Nomor 1 Februari 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30587/didaktika.v30i1.6906
This research highlights the significance of digital literacy in our increasingly interconnected modern society through information technology. It addresses the primary challenges faced by modern society in managing information in the digital era, including the spread of fake news and data privacy breaches. The research aims to elucidate the contribution of digital literacy in addressing these challenges faced by modern society and identify its positive impacts in safeguarding data security, combating misinformation, and enabling active participation in the digital community. The research methodology employed a systematic literature review (SLR) to gather, evaluate, and synthesize literature related to modern society and digital literacy. The findings of the research reveal that digital literacy plays a pivotal role in assisting individuals in comprehending, filtering, and assessing information encountered online while safeguarding their privacy in the digital environment. In conclusion, digital literacy is not just a technical skill but also the key to responsibly and wisely harnessing digital opportunities.
Peningkatan Hasil Belajar dan Kreativitas Peserta Didik melalui Pendekatan Pembelajaran Culturally Responsive Teaching
Fathonah, Aning;
Huda, Syaiful;
Firmansah, Benny
DIDAKTIKA Vol 29 No 2 (2023): Volume 29 Nomor 2 September 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30587/didaktika.v29i2.6508
alah satu alasan matematika dianggap sulit adalahmatematika sering kali melibatkan konsep-konsep abstrak danpemikiran logis yang tidak langsung terlihat dalam dunia nyatasehingga membingungkan bagi peserta didik yang lebih sukabelajar dengan konsep yang lebih konkret. Di sisi lain,pendekatan pembelajaran yang diterapkan guru di kelas tidaksesuai dengan karakter dan keseharian peserta didik. Tidakheran jika sering dijumpai peserta didik yang kurang tertarikdengan pembelajaran matematika dan cenderung cepat bosan.Akibatnya kreativitas dan hasil belajar peserta didik menjadikurang optimal. Dalam rangka menumbuhkan suasana yangdekat dengan kehidupan peserta didik dalam pembelajaran,dengan harapan dapat meningkatkan kreativitas dan hasilbelajar peserta didik, salah satunya dapat dilakukan denganmelibatkan budaya tempat tinggal peserta didik. Oleh karenaitu, diperlukan adanya pendekatan pembelajaran yangmengaitkan budaya lokal dalam pembelajaran matematikayang disebut Culturally Responsive Teaching. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui presentase peningkatankreativitas dan hasil belajar peserta didik setelah menerapkanpembelajaran dengan pendekatan Culturally ResponsiveTeaching. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan KelasKolaboratif (PTKK) yang dilaksanakan dalam dua siklus.Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tes dan observasi.Dari penelitian diperoleh bahwa penerapan pendekatanpembelajaran Culturally Responsive Teaching dapatmeningkatkan kreativitas dan hasil belajar matematika pesertadidik khususnya pada materi statistika. Hasil kreativitaspeserta didik menunjukkan adanya peningkatan padaprasiklus presentase rata-rata tingkat kreativitas adalah 55,56%pada siklus I meningkat 69,31% dan pada siklus II menjadi77,50%. Hasil belajar juga menunjukkan adanya peningkatanpada prasiklus presentase ketuntasan belajar adalah 41,67%pada siklus I meningkat 75% dan pada siklus II menjadi 86,11%.
Peningkatan Minat Belajar Matematika Melalui Pembelajaran Berdiferensiasi pada Kelas VIII A SMP Negeri 2 Kencong
Nidaan Chofiyyah Astari;
Irwani Zawawi;
Siti Rodhiyatul Janahi
DIDAKTIKA Vol 30 No 1 (2024): Volume 30 Nomor 1 Februari 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30587/didaktika.v30i1.7433
Minat merupakan alat motivasi yang utama yang dapat membangkitkan kegairahan belajar peserta didik dalam rentang waktu tertentu. Mayoritas peserta didik memiliki minat belajar yang masih tergolong rendah, terutama pada pembelajaran Matematika. Hal ini nampak dari hasil pengamatan peneliti dimana pada saat kegiatan pembelajaran banyak peserta didik hanya sekedar mengikuti pelajaran sebagai kewajiban tanpa menaruh minat di dalamnya. Salah satu penyebab rendahnya minat belajar ada pada metode pembelajaran yang kurang tepat. Metode pembelajaran yang dapat dicoba untuk meningkatkan minat belajar salah satunya melalui pembelajaran berdiferensiasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan minat belajar peserta didik melalui pembelajaran berdiferensiasi pada pembelajaran matematika. Jenis penelitian ini adalah penelitian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan di SMP Negeri 2 Kencong pada tahun ajaran 2022/2023. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII A yang berjumlah 30 orang. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi dan dokumentasi pembelajaran untuk melihat minat belajar peserta didik. Penelitian ini akan berhenti jika terdapat peningkatan terhadap minat belajar peserta didik minimal dalam kategori tinggi. Hasil penelitian menunjukkan minat belajar peserta didik mencapai kategori tinggi pada siklus kedua sebesar 76%. Berdasarkan data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi mampu meningkatkan minat belajar peserta didik dalam pembelajaran Matematika.
Describing Student Activeness Using Transcript Based Lesson Analysis In Lesson Study Material Hydrostatic Pressure And Pascal's Law
Masniari, Deborah;
Susanti, Nova;
Lestari, Neneng;
Gustria, Azfin
DIDAKTIKA Vol 29 No 2 (2023): Volume 29 Nomor 2 September 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30587/didaktika.v29i2.5438
This research was conducted to describe the activities of students using Transcript Based Lesson Analysis in Lesson Study on hydrostatic pressure and Pascal's Law class XI at SMAN 11 Muaro Jambi. This type of research was obtained from the results of learning video recordings, observer field notes and documentation. This research was carried out in collaboration with the observer team in each cycle through 3 lesson study stages, namely plan, do, and see. The analysis in this study cannot be carried out directly during learning but through the results of recording all teacher and student activities as well as observations made by the observer. Through this analysis one can see how the application of lesson study based on TCL or SCL in the learning process is TCL or SCL in nature from the many dialogues that arise between the teacher and students, this dialogue in the implementation of cycles I and II is shown in the number of words graph. Based on the results of this study, in cycle I it was seen that the teacher still dominated learning, not many students responded and answered questions given by the teacher. Cycle II in this study learning took place in group discussions where teacher dominance was still visible but better than cycle I because more student responses appeared and some students were active in discussing problem solving. Overall learning in class XI MIPA 2 SMAN 11 Muaro Jambi is categorized as TCL so that the suggestions contained in this study are for teachers to be able to study and design better learning so that they can realize learning that is student centered learning and apply learning with lesson study based on Transcript Based Lesson Analysis
Pengaruh Direct Method Berbantuan Aplikasi FonBi terhadap Keterampilan Menyaji Teks Laporan Pengamatan Siswa Kelas VII SMPN 2 Pariaman
Nurul Suryani;
Nursaid Nursaid;
Claudhea Detrial Enjelina;
Annisa Nurul Rahma;
Vebby Novedra Utami
DIDAKTIKA Vol 30 No 1 (2024): Volume 30 Nomor 1 Februari 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30587/didaktika.v30i1.7240
This study aims to determine the level of students' ability to present the text of observation reports before and after using the Direct Method model assisted by the FonBi application in grade VIII SMPN 2 Pariaman, and to evaluate the significant effect of using the Direct Method model assisted by the FonBi application on students' skills in presenting the text of observation reports in grade VIII SMPN 2 Pariaman. The type of research conducted in this study is quantitative, quasi-experimental research. The research design used in this study was One Group Pretest-Posttest Design. Research sampling is carried out using judgment sampling techniques or authority techniques for sample selection. This research data is the score of the test results of the skill of presenting the text of the observation report before the Direct Method model assisted by the FonBi application and after the Direct Method model assisted by the FonBi application was applied. The instrument used in this study was a test. The form of test used in this study is a performance test. In this study, there are four indicators of skills in presenting the text of the observation report, namely (1) pronunciation, (2) pressure, (3) pause and intonation, (4) communication.
Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi Berbasis Kearifan Lokal untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Peserta Didik
Adhimah, Olivia Khufyatul;
Fauziyah, Nur;
Azhari, Alya
DIDAKTIKA Vol 29 No 2 (2023): Volume 29 Nomor 2 September 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30587/didaktika.v29i2.6513
Hasil pembelajaran berdiferensiasi belum bermakna karena tidak memenuhi kebutuhan peserta didik untuk belajar. Peserta didik belum mengenai konten materi kearifan lokal yang dipelajari. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peningkatan keaktifan belajar peserta didik yang terjadi saat diterapkannya pembelajaran berdiferensiasi berbasis kearifan lokal. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus dengan tahapan lesson study yakni plan, do, see. Subjek yang terlibat pada penelitian ini merupakan 34 peserta didik kelas VII. Hasil penelitian menunjukkan persentase keaktifan belajar peserta didik pada pra-siklus sebesar 35% dan mengalami peningkatan pada siklus 1 menjadi 68% dan meningkat kembali pada siklus 2 menjadi 84%. Persentase masing-masing aspek pada siklus 2 adalah 86% pada aspek perhatian, 94% pada kerjasama, 80% pada mengajukan pertanyaan, serta 76% pada aspek pemecahan masalah. Keempat aspek tersebut telah mencapai kategori tinggi, artinya pada setiap aspek keaktifan belajar peserta didik telah mencapai kategori tinggi yang merupakan kategori paling baik. Dengan hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan penerapan pembelajaran berdiferensiasi berbasis kearifan lokal dapat meningkatkan keaktifan belajar peserta didik.
Upaya Peningkatan Keterampilan Berpikir Komputasional Matematis Melalui Model Pembelajaran Problem Based Learning
Perdana, Cahyo Putra;
Suryanti, Sri;
Mulyono, Mulyono
DIDAKTIKA Vol 29 No 2 (2023): Volume 29 Nomor 2 September 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30587/didaktika.v29i2.6504
Keterampilan berpikir komputasional merupakan keterampilan yang dibutuhkan pada era 5.0 . Sehingga, pada kurikulum merdeka menteri pendidikan indonesia menambahkan keterampilan berpikir komputasional dalam proses pembelajaran. Walaupun keterampilan berpikir komputasional menjadi keterampilan yang dibutuhkan pada masa kini, banyak peserta didik yang belum mampu berpikir komputasional. Hal tersebut, ditunjukkan pada saat pembelajaran khusunya pada pembelajaran matematika kebanyakan peserta didik yang menggunakan rumus tanpa mengetahui konsepnya. Ketika suatu permasalahan diubah banyak peserta didik tidak dapat memecahkan permasalahan tersebut. Oleh sebab itu, guru mengupayakan keterampilan berpikir komputasional matematis melalui pembelajaran PBL (problem based learning). Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan keterampilan berpikir komputasional melalui model PBL. PTK (Penelitian Tindakan Kelas) merupakan jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini. Peserta didik SMP Negeri 14 Surabaya kelas VII B pada tahun ajaran 2022 – 2023 merupakan subjek dari penelitian ini dengan materi bangun ruang sisi datar. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan tes keterampilan berpikir komputasional matematis. Instrumen dalam penelitian ini adalah asesmen diagnostik, modul ajar, tes formatif dan lembar kerja peserta didik. Hasil dari data yang diperoleh adalah keterampilan peserta didik dalam memecahkan masalah matematika semakin meningkat. Hal tersebut, dikarenakan keterampilan peserta didik dalam berpikir komputasional matematis mengalami peningkatan melalui upaya pembelajaran dengan model PBL. Peningkatan keterampilan berpikir komputasional matematis, terlihat dari ketuntasan klasikal yang meningkat dari prasiklus hingga siklus III berturut – turut adalah 0% , 50 %, 70 % dan 77 %. Sehingga dari peningkatan ketuntasan klasikal tersebut peneliti mengambil kesimpulan, dengan model PBL dapat meningkatkan keterampilan berpikir komputasional matematis.
Dampak Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) pada Perguruan Tinggi Swasta
Iqnatia Alfiansyah
DIDAKTIKA Vol 30 No 1 (2024): Volume 30 Nomor 1 Februari 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30587/didaktika.v30i1.7462
Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) is an independent and versatile higher education learning program designed to create a non-restrictive creative learning community that meets student needs. This research aims to see the impact and perception of implementing Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) for all students in private universities, especially at the Muhammadiyah University of Gresik, Primary School Teacher Education Study Program with the aim of seeing the extent of students' understanding and perceptions and the impact of implementing the Independent Campus Learning (MBKM) program. This research is descriptive research with a quantitative approach using survey methods. Data was obtained from respondents who were students of the Muhammadiyah Gresik University Primary School Teacher Education Study Program. Data was collected through questionnaires. Data analysis techniques start from data collection and then analyzed using descriptive analysis. The results of this survey research are in the form of answers or responses from students in the elementary school teacher education study program, Faculty of Teacher Training and Education (FKIP) Muhammadiyah University of Gresik to the Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) program.
Insights from Students on the Use of Asynchronous and Synchronous Approaches during Digital Learning in Thailand’s Primary Schools
Ribeh Najib Muhammad
DIDAKTIKA Vol 30 No 1 (2024): Volume 30 Nomor 1 Februari 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30587/didaktika.v30i1.7387
The outbreak of Covid-19 necessitated a rapid shift in educational paradigms worldwide. With physical classrooms rendered inaccessible, educators and students turned to distance learning as the new norm. This study investigates the effectiveness of two prominent e-learning strategies: synchronous learning (facilitated by platforms like Zoom) and asynchronous learning (centered on video materials). The primary objective was to discern which approach better supported students in their educational journey while they remained confined to their homes during quarantine. The pandemic disrupted traditional educational models, prompting institutions to adapt swiftly. Distance learning emerged as a lifeline, but questions lingered about the most effective methods. This research aimed to address this gap by comparing synchronous and asynchronous learning strategies. The investigation took place in multiple schools across Thailand, where students had been navigating remote learning. A questionnaire with Likert scale questions assessed students’ perceptions as well as interviews and open-ended responses to provide deeper insights. It turns out that students favored synchronous learning due to its ease of communication. Zoom sessions allowed direct interaction with teachers and peers although both approaches effectively delivered content, but asynchronous learning lacked real-time feedback. Moreover, synchronous learning provided a structured environment, while asynchronous learning allowed flexibility.
Upaya Peningkatan Kolaborasi Antar Peserta Didik Melalui Implementasi Manajemen Kelas Menggunakan Teknik Friendship Grouping
Anggristia, Serly;
Edy, Sarwo;
Hariyadi, Rudi Sugeng
DIDAKTIKA Vol 29 No 2 (2023): Volume 29 Nomor 2 September 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30587/didaktika.v29i2.6509
Proses pembelajaran yang dilaksanakan selama ini, belum mengarah ke proses pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Dampak yang ditimbulkan dari pola pembelajaran ini adalah kurangnya interaksi kolaboratif diantara peserta didik saat berpartisipasi dalam diskusi kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kolaborasi antar peserta didik dalam diskusi kelompok pada mata pelajaran matematika di kelas VII B SMP Negeri 1 Diwek dengan mengimplementasikan manajemen kelas menggunakan teknik friendship grouping. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Subjek penelitian melibatkan 30 peserta didik dari kelas VII B pada semester genap tahun ajaran 2022/2023. Proses penelitian terdiri dari dua siklus, dengan refleksi tindakan yang dilakukan pada akhir setiap siklus. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui lembar observasi dan dokumentasi. Hasil rata-rata persentase kolaborasi antar peserta didik dalam diskusi kelompok menunjukkan peningkatan dari siklus pertama (69%) menjadi siklus kedua (77%). Dengan demikian, hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi manajemen kelas menggunakan teknik friendship grouping berhasil meningkatkan kolaborasi antar peserta didik dalam diskusi kelompok.