cover
Contact Name
FX. Kurniawan Dwi Madyo Utomo
Contact Email
fxiwancm@gmail.com
Phone
+62341552120
Journal Mail Official
serifilsafatws@gmail.com
Editorial Address
Jl. Terusan Rajabasa 2
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Seri FilsafatTeologi Widya Sasana
ISSN : 14119005     EISSN : 27463664     DOI : https://doi.org/10.35312/
Seri Filsafat Teologi Widya Sasana focuses on philosophical and theological studies based on both literary and field researches. The emphasis of study is on systematic attempt of exploring seeds of Indonesian philosophy as well as contextualization and inculturation of theology in socio-political-historical atmosphere of Indonesia. Scope of Seri Filsafat Teologi Widya Sasana covers various perspectives of philosophical and theological studies from interdisciplinary methodology and cultural-religious point of view of traditions.
Articles 287 Documents
Nilai Hidup dalam Keringat: Penelitian terhadap Para Pemulung di Sekitar Alun-alun Kota Malang Eric Hariyanto, Benedictus; Iswandir, Lorentius; Badri Dinggit, Patrisius Juwantri
Seri Filsafat Teologi Vol. 34 No. 33 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Widya Sasana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35312/serifilsafat.v34i33.239

Abstract

The purpose of this paper is to explore the meaning of daily life lived by scavengers within the framework of the philosophical ethics of Aku and Liyan according to Armada Riyanto's perspective. This goal is achieved through describing the daily life of waste pickers in Malang city square and finding the meaning of life from the perspective of the daily life of the waste pickers. The process of finding the meaning of life is based on the concept of relational love of Aku and Liyan according to Armada Riyanto. This type of qualitative research uses phenomenological research methodology with observation and interview techniques. The findings of this research are based on the results of the research and the process of philosophical reflection, it can be concluded that life according to scavengers is a love activity between Aku (scavenger) and Liyan (scavenger family members) in daily life. The love activity is carried out continuously. The peak of the love relationship occurs when I give love to Others, even though it does not bring comfort to Me.
Derita di Tepian Jalan: Penelitian Fenomenologis atas Para Gelandangan di Kota Malang Diki Anggoro, Blasius; Prassojo, Agilang Aji; Bima, Benedictus; Krisnanda, Vincentius Septian; Janggik, Marius; ., Valentinus
Seri Filsafat Teologi Vol. 34 No. 33 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Widya Sasana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35312/serifilsafat.v34i33.240

Abstract

Fokus studi menaruh perhatian pada nilai hidup yang tumbuh dan berkembang dalam kehidupan keseharian para gelandangan di Kota Malang. Metode penggalian nilai-nilai hidup mengunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk menggali data dari subjek penelitian dan didukung studi pustaka. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara secara langsung. Penulis melakukan empat kali perjumpaan terhadap para gelandangan di Kota Malang. Studi ini menemukan nilai-nilai hidup yang dimiliki dan dihidupi oleh para gelandangan. Nilai hidup dari para gelandangan diantaranya: penderitaan, kebahagiaan, kebebasan. Nilai hidup para gelandangan menjadi nilai bermakna luhur karena bertitik tolak dari pengalaman secara langsung. Nilai penderitaan menjadikan para gelandangan mampu mencapai nilai kebahagiaan dan kebebasan dalam hidup kesehariannya. Nilai penderitaan menjadi nilai pertama dialami langsung oleh para gelandangan. Nilai kebahagiaan dan kebebasan tumbuh karena keputusan dari para gelandangan dalam menyikapi penderitaan. Nilai hidup para gelandangan menjadi relevan diwujudkan dalam konteks kehidupan masyarakat saat ini.
Makna Hidup Menurut Para Pejuang Melawan Aborsi Septo Pigang Ton, Sekundus; Pandor, Pius; Baju, Viktorius; ., Rapael; Ajung, Florensius; ., Lorensius
Seri Filsafat Teologi Vol. 34 No. 33 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Widya Sasana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35312/serifilsafat.v34i33.241

Abstract

Fokus dan tujuan dari penulisan artikel ini adalah Perjuangan Melawan Aborsi. Aborsi adalah tindakan mematikan janin yang belum dilahirkan. Dalam Gereja Katolik praktik aborsi tidak diperbolehkan, karena melawan martabat manusia yang memiliki hak hidup. Para pejuang melawan aborsi menentang tindakan tersebut dengan paham bahwa setiap manusia memiliki makna hidup yang sangat berarti. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah kajian pustaka dengan studi literatur dan wawancara. Temuan dari hasil penelitian ini adalah manusia memiliki makna hidup yang sangat unik. Para pejuang melawan aborsi berperan sebagai orang yang mengangkat harkat dan martabat manusia serta membantu menemukan makna hidup setiap orang. Perjuangan melawan aborsi dan menyelamatkan individu baru yang dilahirkan bukanlah mau memberi ruang supaya tetap terjadinya pergaulan bebas dan hamil di luar nikah, tetapi lebih memandang martabat manusia yang memiliki makna dan hak untuk hidup
Membela yang Tersingkir : Studi Pendampingan Anak Jalanan di Malang Siddarta, Reginald; Abi, Maksimus; Louis, Johannes; ., Kardy; I Wayan Marianta, Yohanes
Seri Filsafat Teologi Vol. 34 No. 33 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Widya Sasana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35312/serifilsafat.v34i33.242

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami nilai-nilai kehidupan yang dianut oleh pengurus jaringan kemanusiaan Jawa Timur yang telah sukses dalam melakukan penggembangan nilai-nilai agar dapat diterapkan secara sukses dalam hidup Kami. Penelitian ini akan mengeksplorasi nilai-nilai utama yang dijunjung tinggi oleh Pengurus JKJT. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan gambaran tentang bagaimana nilai-nilai tersebut didefinisikan, dipahami, dan diimplementasikan oleh Pengurus JKJT dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat. Penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis dinamika yang terjadi di JKJT dalam memperjuangkan nilai-nilai kehidupan. Penelitian ini akan menggunakan metode kualitatif berdasarkan wawancara dan studi kepustakaan melalui beberapa artikel-artikel jurnal yang berhubungan dengan nilai-nilai kehidupan. Kemanusiaan merupakan suatu hal yang sangat penting dalam kehidupan, tanpa kemanusiaan yang baik dan benar maka pada akhirnya setiap perbuatan yang dilakukan oleh manusia hanya semata-mata show dan tanpa makna.Beberapa temuan dalam penelitian ini adalah bagaimana perjuangan seorang Pak Tedja yang mampu memberikan hidup kepada banyak orang dengan mengandalkan Iman. Penulis merekomendasikan sebuah nilai hidup yang penting yang didapat dari JKJT yaitu semua memiliki pandangan yang sama bahwa setiap orang di mata Tuhan adalah sama yang membedakan hanyalah kesempatan.
Etika Relasionalitas dan Nilai Hidup (Suster Pasionis dalam Penanganan Perempuan Hamil di Luar Nikah) Ranubaya, Fransesco Agnes; Koban, Adrianus; Werenfridus Rangga, Kalistus; ., Dunatus; Endi, Yohanes; Hubertus, Abner
Seri Filsafat Teologi Vol. 34 No. 33 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Widya Sasana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35312/serifilsafat.v34i33.243

Abstract

Penelitian ini berfokus pada pemaknaan nilai hidup oleh Suster Pasionis Komunitas Ciliwung Malang dalam penanganan perempuan hamil di luar nikah, sebuah isu yang sering kali menimbulkan dilema etika dan moral dalam masyarakat modern. Suster Pasionis, sebagai bagian dari komunitas keagamaan, memainkan peran penting dalam memberikan dukungan moral, spiritual, dan praktis kepada perempuan yang menghadapi kehamilan di luar nikah. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami cara Suster Pasionis mendefinisikan dan menerapkan nilai-nilai hidup dalam mendukung perempuan hamil di luar nikah, dan mengeksplorasi hubungan antara etika dan nilai-nilai hidup dalam konteks ini. Selain itu, penelitian ini juga mengeksplorasi tantangan dan dilema etika yang dihadapi Suster Pasionis dalam memberikan bantuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Kerangka penelitian didasarkan pada konsep etika relasionalitas, yang menekankan hubungan antar manusia sebagai bagian dari jaringan sosial yang lebih besar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Suster Pasionis mengimplementasikan nilai-nilai hidup yang mencerminkan kesadaran sosial dan spiritual, memberikan dukungan yang konstruktif bagi perempuan hamil di luar nikah. Pendekatan ini terbukti efektif dalam mengatasi tantangan etika dan moral yang berkaitan dengan kehamilan di luar nikah, memberikan kontribusi signifikan pada praktik keagamaan dan layanan sosial.
Automutilasi dan Percobaan Bunuh Diri sebagai Irregularitas Tahbisan Suci Menurut Kanon 1041, No. 5 Tjatur Raharso, Alphonsus; Gunawan, Henricus Pidyarto
Seri Filsafat Teologi Vol. 34 No. 33 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Widya Sasana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35312/serifilsafat.v34i33.244

Abstract

Dewasa ini bunuh diri dan percobaan bunuh diri semakin marak terjadi di kalangan orang muda. Mereka yang gagal dalam percobaan bunuh diri dapat saja tertarik untuk menjadi imam di kemudian hari. Hal ini memunculkan pertanyaan, apakah mereka ini boleh mengenyam pendidikan di seminari dan boleh ditahbiskan menjadi imam? Penelitian ini membahas doktrin dan norma kanonik mengenai percobaan bunuh diri dan automutilasi sebagai halangan tetap untuk menerima tahbisan imam. Metode yang digunakan ialah metode penelitian kualitatif bercorak deskriptif dan yuridis dengan menggunakan pendekatan studi literatur. Percobaan bunuh diri dan automutilasi merupakan fakta yang tak dapat dihapuskan atau diabaikan, sekalipun sudah disesali dan diampuni dalam sakramen pengakuan dosa. Kedua tindakan itu tetap diperhitungkan sebagai halangan tetap untuk menerima atau melaksanakan tahbisan. Jika seorang seminaris telah menjalani dengan baik dan serius formasio imamat dan dipandang layak untuk menjadi imam, ia diizinkan untuk ditahbiskan dengan dimintakan dispensasi dari irregularitas tersebut. Penelitian ini memberikan makna dan cakupan norma mengenai irregularitas, agar para formator seminari, Uskup Diosesan dan Superior Mayor tarekat religius dapat mengaplikasikan norma secara tepat, dan menanggapi dengan bijak setiap kasus irregularitas yang menimpa calon imam selama masa formasio imamat.
Makna Hidup Dalam Pengalaman Sakit Mantan Pasien Covid-19 Riyanto, FX. Eko Armada; Adon, Mathias Jebaru; Babo, Alkuinus Ison; Ndama, Herminus H.A.; Betu, Mario Alexander; Cimi, Severinus Savio; Ratman, Vinsensius Fererius
Seri Filsafat Teologi Vol. 34 No. 33 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Widya Sasana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35312/serifilsafat.v34i33.245

Abstract

Studi ini berfokus pada menyelami makna hidup dalam pengalaman mantan pasien Covid-19. Penelitian ini bertujuan mendalami dan menggali pengalaman hidup pasien COVID-19 yang menghadapi sakit. Aksentuasinya terletak pada pemahaman makna hidup yang dialami selama masa karantina sampai proses penyembuhan. Studi ini berusaha menggali inspirasi dan motivasi dari pengalaman pasien Covid-19 yang tetap survive dan sabar tatkala terjangkit virus tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui wawancara terhadap dua narasumber dan diperkaya dengan studi literatur. Penelitian ini menemukan bahwa para mantan pasien Covid-19 mengalami perubahan signifikan dalam paradigmanya terhadap hidup, kebermaknaan, dan tujuan hidup. Kebermaknaan hidup itu dilihat pula dalam jalinan relasi dengan sesama yang selalu memberikan perhatian berupa pelayanan, doa dan sapaan. Penelitian ini memberi kontribusi bagi manusia masa kini yang kerap kehilangan orientasi hidup tatkala berhadapan dengan kenyataan hidup yang penuh dengan tantangan.
Makna Hidup Perawat ODGJ : Kajian Filosofis Berdasarkan Konsep Cinta Relasional Aku dan Liyan Armada Riyanto Adon, Mathias Jebaru; Sadianto, Fransisko; Reymino Naban, Maurinus; Syukur, Yakobus; Gon, Videlis; Budiono, Ignasius
Seri Filsafat Teologi Vol. 34 No. 33 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Widya Sasana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35312/serifilsafat.v34i33.246

Abstract

Fokus penelitian ini ialah menemukan makna hidup para perawat ODGJ di panti Renceng Mose dalam terang konsep cinta relasional Aku dan Liyan Armada Riyanto. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan pendekatan fenomenologi. Pendekatan ini berusaha mengungkap, mempelajari serta memahami fenomena dan konteksnya yang khas dan unik yang dialami individu hingga tataran keyakinan individu yang bersangkutan. Data dari subjek penelitian ini diambil dengan menggunakan metode wawancara Via WA (telephone) dengan para perawat di Panti Renceng Mose, Manggarai, Flores, NTT. Penelitian menemukan bahwa bagi para perawat ODGJ hidup adalah untuk mencintai. Mencintai bukan perkara konsep, definisi dan abstraksi, melainkan tindakan yang nyata dalam narasi hidup sehari-hari bersama pasien ODGJ. Mencintai adalah tindakan memberi diri dan berani menyeberang atas dasar cinta Allah dan dalam prinsip keselarasan. Cinta akan pasien ODGJ harus sampai pada pemulihan martabat mereka sebagai seorang pribadi. Hal Ini mengandaikan semua pihak bergerak bersama mulai dari pemerintah, masyarakat dan Gereja.
Menyusuri Jalan Keluar Dari Kecenderungan Bunuh Diri Orang Muda Arianto, Josep; Mariano, Andreas; ., Jepli; ., Patris Hasan; ., Yustinus
Seri Filsafat Teologi Vol. 34 No. 33 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Widya Sasana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35312/serifilsafat.v34i33.247

Abstract

Bunuh diri kerap kali menjadi jalan keluar yang dipilih oleh sebagian orang. Situasi sulit itu, ada beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku tersebut. Antara faktor tersebut bisa berasal dari keluarga, psikologis dan sosial. Selain itu, budaya menghakimi dan bullying cukup tinggi. Dari pernyataan tersebut, pembahasan terfokus pada eksplorasi penyebab kecenderungan bunuh diri. Temuan dan data kebaruan dari penelitian ini adalah kesadaran akan hidup religius bagi kaum muda yang memiliki kecenderungan bunuh diri. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif. Oleh karena itu, pertanyaan status yang memandu penelitian ini adalah: Apa saja faktor yang menyebabkan orang muda melakukan bunuh diri? Bagaimana jalan keluar untuk sembuh dari perilaku keinginan bunuh diri? Dengan demikian penelitian ini juga dilengkapi dengan sumber literatur yang mendukung pembahasan.
Mencegah Bunuh Diri dengan Mengembangkan Makna Hidup Menurut Victor Frankl Dwi Madyo Utomo, Kurniawan; Abner Hubertus
Seri Filsafat Teologi Vol. 34 No. 33 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Widya Sasana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35312/serifilsafat.v34i33.248

Abstract

Bunuh diri telah menjadi masalah kesehatan masyarakat di seluruh dunia. Cukup banyak individu yang memandang kematian karena bunuh diri sebagai solusi yang tepat untuk mengatasi tantangan hidup dan penderitaan. Salah satu pendekatan terapeutik yang digunakan untuk membantu individu yang ingin bunuh diri adalah dengan menemukan makna dalam hidup. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji teori logoterapi dari Viktor Frankl yang bertujuan untuk membantu individu, khususnya yang ingin bunuh diri, untuk menemukan makna hidupnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan studi pustaka. Buku-buku yang ditulis oleh Victor Frankl dikaji secara mendalam dengan menggunakan analisis wacana kritis. Penelitian ini menemukan bahwa manusia pada hakikatnya mencari dan menciptakan makna. Makna hidup itu tidak hanya ditemukan dalam keberhasilan dan kesenangan. Penderitaan yang suram dan hidup tanpa kesenangan sekalipun, bisa menjadi masa-masa bagi manusia untuk menemukan makna hidup. Cara manusia menanggapi penderitaan menunjukkan siapa dirinya dalam mewujudkan hidup yang lebih bermakna.