cover
Contact Name
Ramses
Contact Email
ramses.firdaus@gmail.com
Phone
+628117553507
Journal Mail Official
jurnal.simbiosa@gmail.com
Editorial Address
Kampus Universitas Riau Kepulauan Batam Jln. Batuaji Baru No,99 Batuaji Kota Batam - Kepulauan Riau-Indonesia
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
SIMBIOSA
ehadiran jurnal SIMBIOSA sangat diharapkan untuk meningkatkan publikasi ilmiah pada bidang pembelajaran Biologi dan Sains. Fokus dan cakupan SIMBIOSA secara deteil sebagai berikur: Pendidikan Biologi, mencakup : pembelajaran Biologi untuk sekolah menengah, dan perguruan tinggi; teknologi pembelajaran Biologi; pengembangan profesionalisme guru bidang studi Pendidikan Biologi; pembelajaran Biologi inovatif dengan menerapkan berbagai pendekatan seperti pendekatan realistik, pendekatan CTL, dan sebagainya. Sain Biologi mencakup Biologi molekuler; Bio-Ekologi; Biodiversiti; Konservasi dan bidang kajian lain yang relevan dengan Biologi dalam arti luas. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam setahun (Juli dan Desember). Artikel yang sudah diterima dan siap dipublikasikan melalui online (early view) secara bertahap serta versi cetaknya akan diedarkan pada akhir periode penerbitan online.
Articles 171 Documents
Kondisi Terumbu Karang di Perairan Pulau Mapur pada Kawasan Konservasi Perairan di Wilayah Timur Pulau Bintan, Kepulauan Riau Kurniawan, Rika; Thamrin, Thamrin; Nofrizal, Nofrizal; Siregar, Yusni Ikhwan; Apdillah, Doni; Zulfikar, Andi
SIMBIOSA Vol 13, No 1 (2024): SIMBIOSA
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/simbiosa.v13i1.6822

Abstract

Terumbu karang di Bintan tidak hanya menjadi habitat penting bagi berbagai spesies laut, tetapi juga mendukung keberlanjutan ekonomi masyarakat pesisir. Namun, ekosistem ini menghadapi tekanan yang semakin besar akibat perubahan iklim, polusi, dan aktivitas manusia, yang mengancam keberlanjutannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi terumbu karang di Kawasan Konservasi Pulau Mapur. Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2024 di 5 stasiun pengamatan dengan menggunakan metode Underwater Photo Transect (UPT) untuk memperoleh data persentase tutupan karang hidup. Hasil analisis menggunakan aplikasi Coral Point Count with Excel Extension (CPCe) menunjukkan bahwa persentase tutupan karang keras di kawasan ini bervariasi dari kondisi rusak hingga sangat baik, dengan nilai berkisar antara 7,07% hingga 77,93%. Rata-rata persentase tutupan karang hidup di seluruh stasiun adalah 52,06%, yang dikategorikan sebagai "Baik". Stasiun pengamatan dengan kategori terumbu karang "Baik" dan "Sangat Baik" berjumlah 5 stasiun, sementara tiga stasiun menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan dengan persentase karang hidup yang sangat rendah. Studi ini menegaskan pentingnya perlindungan ekosistem terumbu karang di Kawasan KonservasiPulau Mapur untuk menjaga keseimbangan ekologis dan keberlanjutan sumber daya laut, serta mendukung upaya konservasi dan pengelolaan berkelanjutan di wilayah tersebut.
Eksplorasi Keanekaragaman Hayati Sebagai Basis Pengembangan Ekowisata Pancing dan Berlayar di Kelurahan Sapat, Indragiri Hilir, Riau Rachman B, Arief; Harahap, Syaiful Ramadhan; Fahlifi SF, M Riza; Yusapri, Andi; Jumadi, Muhammad Arief Al; Samosir, Maulidya Risfani Syafha; Azizi, Tiara; Asshiddiqie, Tegar Wajar; Pangabean, Herbet Linto Retto; Ilyas, Gian Nofrianda
SIMBIOSA Vol 13, No 2 (2024): SIMBIOSA
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/simbiosa.v13i2.7250

Abstract

Kelurahan Sapat, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, menjadikannya kawasan potensial untuk pengembangan ekowisata pancing dan berlayar. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi keanekaragaman hayati di Kelurahan Sapat sebagai dasar pengembangan ekowisata pancing dan berlayar yang berkelanjutan, menggunakan pendekatan Indeks Kesesuaian Wisata (IKW). Penelitian menggunakan metode survei dengan melakukan observasi pada transek dan plot di tiga stasiun pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan keanekaragaman hayati yang tinggi, meliputi 14 spesies mangrove, 21 spesies ikan, 8 spesies krustasea, 11 spesies moluska, serta fauna terestrial yang terdiri atas 5 spesies mamalia, 4 spesies reptil, dan 6 spesies aves. Analisis IKW memberikan nilai 78,49% untuk wisata berlayar dan 78,43% untuk wisata pancing, yang tergolong dalam kategori Sesuai. Faktor pembatas utama dalam pengembangan ekowisata adalah kedalaman perairan dan jumlah objek ekosistem. Penelitian ini merekomendasikan pengelolaan berbasis keberlanjutan melalui penambahan fasilitas wisata, pelibatan masyarakat lokal, dan pengembangan program interpretasi lingkungan untuk mendukung konservasi dan pemberdayaan ekonomi lokal.
Ecosystem Degradation in the Limboto Watershed from an Environmental Ethics Perspective Lahay, Rakhmat Jaya; Hamidun, Marini Susanti; Rahim, Sukirman; Panai, Abdul Haris; Salihi, Irvan Abraham
SIMBIOSA Vol 13, No 2 (2024): SIMBIOSA
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/simbiosa.v13i2.7238

Abstract

Pertanyaan mendasar secara filosofi terkait dengan degradasi daerah aliran sungai adalah adalah mengapa daerah aliran sungai perlu dikelola dengan baik dan dilestarikan. Respon dari pertanyaan ini sangat bergantung dari cara pandang kita terhadap objek daerah aliran sungai. Tulisan ini mengkaji degradasi DAS Limboto melalui perspektif etika lingkungan, khususnya pemikiran Aldo Lopold, Arne Naes dan Seyyed Hossein Nasr. Pendekatan penelitian menggunakan kajian pustaka yang berisi uraian teori dan pemikiran filsuf tentang etika lingkungan yang diperoleh dari beberapa referensi. Ketiga pemikiran ini menunjukkan kesamaan pada penolakan cara memperlakukan lingkungan yang eksploitatif. Pemikiran ketiganya yang serupa lainnya adalah pendekatan yang digunakan bersifat ekosentrisme, meskipun dengan latar belakang dan dasar filosofis yang berbeda. Ketiga pemikir ini lebih menekankan pada hak-hak yang dimiliki alam yang tidak dapat direduksi untuk memenuhi keinginan manusia. Dalam konteks DAS Limboto, pendekatan ekosentrisme ini dapat menuntun kita untuk merubah paradigma secara radikal dalam berinteraksi dengan ekosistem DAS dan menempatkan keberlanjutan alam sebagai prioritas utama.
Diversitas Serangga Tanah di Kebun Kakao Dusun Pessunan Kecamatan Campalagian Sulawesi Barat Firdaus, Firdaus; Wahid, Masyitha; Salmia, Salmia
SIMBIOSA Vol 12, No 2 (2023): SIMBIOSA
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/simbiosa.v12i2.7039

Abstract

Serangga tanah merupakan serangga yang hidup baik pada permukaan tanah maupun di dalam tanah. Umumnya, serangga tanah dapat ditemukan di perkebunan, salah satunya pada kebun kakao di Sulawesi Barat. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui jenis serangga tanah, (2) menghitung keanekaragaman serangga tanah, (3) menghitung parameter lingkungan dan (4) mengetahui hubungan parameter lingkungan dengan keanekaragaman serangga tanah pada kebun kakao di Dusun Pessunan Kecamatan Campalagian Sulawesi Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan desain transek sabuk. Serangga tanah diperolah menggunakan pitfall trap, yellow trap, dan berlese tullgren pada tiga kebun pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis serangga tanah yang ditemukan di kebun kakao Dusun Pessunan, kecamatan Campalagian berjumlah 17 jenis yang terdiri dari 6 ordo dan 9 famili. Indeks keanekaragaman termasuk kategori sedang (H’=2,141), Indeks kemerataan termasuk kategori tinggi (E=0,755), Indeks dominansi termasuk kategori rendah (C=0,163), dan Indeks kesamaan jenis termasuk kategori tinggi (IS=97%). Kondisi lingkungan yang ada di kebun kakao Dusun Pessunan Kecamatan Campalagian masih berada pada batas toleransi kehidupan serangga tanah. Diketahui hanya parameter lingkungan pH dan indeks keanekaragaman Shannon Wienner (H’) yang memiliki korelasi korelasi positif dan sangat kuat (97,9%)
Pengaruh Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) terhadap Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas X pada Mata Pelajaran Biologi di SMA Negeri 7 Seluma Dwi Puspita Sari, Desti; Irwandi, Irwandi
SIMBIOSA Vol 13, No 2 (2024): SIMBIOSA
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/simbiosa.v13i2.6968

Abstract

Abstrak. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) terhadap hasil belajar kognitif siswa kelas X pada Mata Pelajaran Biologi di SMA Negeri 7 Seluma. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, menggunakan metode eksperimen, dengan desain eksperimen semu. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar tes berupa multiple choice. Pengambilan tes sebanyak dua kali yaitu sebelum dan sesudah memberikan perlakuan pada kelas sampel. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas X IPA 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas X IPA 2 sebagai kelas kontrol. Hasil pengujian statistik inferensial diketahui bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa di kelas eksperimen dan kelas kontrol, yang berarti terdapat pengaruh model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) terhadap hasil belajar kognitif siswa kelas X pada mata pelajaran Biologi di SMA Negeri 7 Seluma dengan hasil uji T independen nilai sig. 0,018 < 0,05. Kata kunci: Model Pembelajaran PjBL, Berpikir Kritis
Siput Laut Gonggong (Gastropoda, Strombidae) dan Perkembangan Penelitian Tentangnya: Review Diversitas Spesies, Resiko Ekologi dan Kesehatan Pangan dari Bioakumulasi Logam. Ramses, Ramses; Syamsi, Fauziah
SIMBIOSA Vol 13, No 1 (2024): SIMBIOSA
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/simbiosa.v13i1.7237

Abstract

Pentingnya biota moluska (gastropoda) bagi kehidupan manusia sudah dimulai sejak masa lampau. Beberapa spesies memiliki distribusi terbatas dan dinyatakan langka. Di Indonesia khususnya di Provinsi Kepulauan Riau siput gonggong merupakan salah satu seafood favorit. Sampai saat ini, pemanfaatan siput laut gonggong masih tinggi dan masih tergantung pada pasokan dari alam, namun penelitian tentang siput laut ini masih sangat terbatas. Kajian ini didasarkan pada data sekunder untuk mengevaluasi perkembangan penelitian sebuhungan dengan siput gonggong, dan mengeksplorasi kesenjangan penelitian. Kami menelusuri artikel ilmiah yang diterbitkan selama 20 tahun terakhir menggunakan sejumlah database ilmiah. Diversitas siput gonggong di berbagai perairan belum dijelaskan secara tuntas, menggunakan teknik identifikasi yang memadai. Mengenali diversitas siput gonggong secara baik dan akurat penting dalam memilah-milah spesies untuk tujuan pengelolaan berkelanjutan dan kepentingan konservasi keanekaragaman hayati di masa depan. Disamping itu, perlu juga memastikan asal usul perairan tempat tinggal gonggong dan tingkat konsentrasi logam berat untuk memastikan kesehatan pangan. Dalam aspek pengelolaan berkelanjutan, menentukan mekanisme yang mengatur distribusi dan kelimpahan adalah sangat penting untuk pengelolaan spesies ini.
Keanekaragaman Jenis Burung di Kawasan Blok Ireng-Ireng, Resort Seroja, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Maslukh, Muhammad Afi; Fidhausi, Nirmala Fitria
SIMBIOSA Vol 13, No 2 (2024): SIMBIOSA
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/simbiosa.v13i2.7182

Abstract

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru merupakan kawasan konservasi dengan keanekaragaman flora dan fauna yang tinggi, termasuk burung. Blok Ireng-Ireng, Resort Seroja, di Wilayah SPTN III, Kecamatan Senduro, Lumajang, Jawa Timur, diketahui memiliki keanekaragaman burung yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keanekaragaman jenis burung dan status konservasinya di kawasan tersebut menggunakan metode deskriptif eksploratif melalui observasi langsung (birdwatching) di sepanjang jalur penelitian dengan referensi literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan keberadaan 45 spesies burung dengan total individu sebanyak 653, di mana 10 jenis di antaranya tergolong dilindungi. Spesies yang paling dominan adalah Walet Linchi (Collocalia linchi) dengan kelimpahan 38%. Indeks keanekaragaman pada Stasiun 1 tercatat sebesar 2,423 dengan 34 spesies, sedangkan pada Stasiun 2 sebesar 2,151 dengan 24 spesies. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa keanekaragaman jenis burung di Blok Ireng-Ireng berada dalam kategori sedang.
Ketersediaan Tempat Roosting Kelelawar Vampir Palsu (Megaderma spasma) di Pulau Kecil Kota Batam Syamsi, Fauziah; Ramses, Ramses; Alfajri, Desman; Ashari, Erwin; Efendi, Yarsi
SIMBIOSA Vol 13, No 2 (2024): SIMBIOSA
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/simbiosa.v13i2.7352

Abstract

Kelelawar vampire palsu (Megaderma spasma) memiliki daerah distribusi yang luas, termasuk di pulau kecil yang jauh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi ketersediaan lokasi roosting kelelawar M. spasma pada habitat pulau kecil. Penelitian ini dilakukan dengan metode survey untuk menemukan ketersedian tempat roosting bagi M. spasma. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, kelelawar M. spasma ditemukan roosting pada bangunan dapur arang yang sudah ditinggalkan. Dapur arang merupakan bangunan yang terbuat dari tanah, berbentuk setengah lingkaran, seperti gua kecil, dengan pintu masuk dan lobang kecil untuk ventilasi. Bangunan tersebut merupakan bekas dapur arang yang sudah tidak digunakan oleh masyarakat. Dari 4 dapur arang (DAR) yang ada di pulau tersebut, 3 diantaranya (DAR 1, DAR 3, dan DAR 4) dijadikan sebagai lokasi roosting oleh M. spasma dan 1 dapur arang lainnya (DAR 2) tidak menjadi lokasi roosting. Jumlah individu kelelawar terbanyak ditemukan di DAR 1 yaitu sebanyak 6 individu dan paling sedikit di DAR 4 yaitu sebanyak 1 individu. Adapun faktor faktor yang mempengaruhi pemilihan lokasi roosting oleh M. spasma pada habitat pulau kecil diantaranya adalah intensitas cahaya dan iklim, keamanan dari gangguan cuaca, keamanan dari gangguan manusia dan predator. Semua faktor tersebut sangat erat kaitannya dengan struktur lokasi roosting yang menjamin keselamatan kelelawar dari semua faktor eksternal yang mungkin akan mempengaruhi kelelawar.
Mitigasi Bencana Tsunami Berbasis Vegetasi di Pantai Gili Meno, Nusa Tenggara Barat Vegetation-Based Tsunami Disaster Mitigation in the Gili Meno Beach, West Nusa Tenggara Aminy, Muhammad Habibullah; Rahayu, Slamet Mardiyanto; Fathurrahman, Fathurrahman
SIMBIOSA Vol 12, No 1 (2023): SIMBIOSA
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/simbiosa.v12i1.7516

Abstract

Gili Meno merupakan salah satu gili dari gugusan pulau yang terkenal sebagai destinasi wisata di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Nusa Tenggara Barat merupakan salah satu provinsi yang rawan terhadap gempa bumi yang diikuti tsunami, termasuk di Gili Meno. Vegetasi dapat berperan dalam mitigasi tsunami. Akan tetapi vegetasi di Gili Meno telah mengalami degradasi akibat konservasi lahan maupun aktivits antropogenik lainnya. Penelitian dilakukan dengan mendata jenis-jenis tumbuhandi Pantai Gili Meno kemudian dihitung jumlah individunya. Hasil penelitian kemudian dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui spesies tumbuhan yang berpotensi dalam mitigasi tsunami berbasis vegetasi di Pantai Gili Meno. Berdasarkan penelitian terdapat 10 spesies tumbuhan yang berpotensi dalam mitigasi tsunami di Pantai Gili Meno, yaitu: Avicennia marina, Casuarina equisetifolia, Cocos nucifera, Delonix regia, Leucaena leucocephala, Morinda citrifolia, Pandanus tectorius, Premna serratifolia, Swietenia mahagoni, dan Terminalia catappa. Dalam mitigasi tsunami di Pantai Gili Meno, berbagai jenis tanaman pohon dan memiliki bentuk tajuk tertentu perlu disusun dan ditata sedemikian rupa baik jenis maupun alur penanamannya, sehingga secara berlapis berperan sebagai pelindung dan pemecah gelombang pasang. Selain itu, dalam pengaturan tanaman tersebut perlu mempertimbangkan faktor estetika sehingga kawasan Pantai Gili Meno tetap memiliki keindahan dan daya tarik.
Kemampuan Berpikir Kritis Menggunakan Pembelajaran PjBL Berbasis STEAM di SMP N 14 Kota Bengkulu Rahayu, Irmaning; Kashardi, Kashardi; Hartati, Merri Sri
SIMBIOSA Vol 12, No 2 (2023): SIMBIOSA
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/simbiosa.v12i2.7886

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa menggunakan pembelajaran Project Based Learning (PjBL) berbasis STEAM pada pembelajaran IPA di SMP Negeri 14 kota Bengkulu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 14 Kota Bengkulu. Teknik pengambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling dengan total sampling sebanyak 62 orang dari 3 kelas yang terdiri dari kelas VIII.1 berjumlah 32 siswa siswa dan V III.4 berjumlah 30 siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes essay untuk mengukur kemampuan berpikir kritis. Data dianalisis menggunakan uji ANAVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perbedaan kemampuan berpikir kritis menggunakan model pembelajaran PjBL berbasis STEAM. Pembelajaran PjBL berbasis STEAM lebih efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dibandingkan dengan konvensional