cover
Contact Name
Riko Herdiansah
Contact Email
wahana.peternakan@utb.ac.id
Phone
+6282119931700
Journal Mail Official
wahana.peternakan@utb.ac.id
Editorial Address
https://jurnal.utb.ac.id/index.php/jwputb/EditorialTim
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Wahana Peternakan
ISSN : 27746119     EISSN : 25802941     DOI : https://doi.org/10.37090/jwputb.v7i2
Core Subject : Health, Agriculture,
Jurnal Wahana Peternakan e-ISSN: 2580-2941 | p-ISSN: 2774-6119 is a journal with open access. This journal publishes the results of original research, reviews/literature reviews, field cases, or ideas in the field of animal husbandry that are relevant to any field of study involving livestock, zoology, veterinary, animal ethics, and animal welfare, as well as social-economic of animal husbandry.
Articles 400 Documents
PENGARUH PAKAN TERHADAP RATIO DAGING DAN TULANG PADA DUA STRAIN YANG BERBEDA DARI AYAM BROILER : The Effect of Feed and Strain on the Meat and Bone Ratio in the Thighs and Breasts of Broiler Chickens Yenny Selfina Mone; Franky MS Telupere; Markus Sinlae; Jonas Frits Theedens
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 2 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i2.2379

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pakan dan strain terhadap rasio tulang dada dan paha. Penelitian ini menggunakan ayam broiler sebanyak 96 ekor (48 ekor strain A Charoen Pokphand dan 48 ekor strain B Wonokoyo). Metode yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial 2×3, faktor pertama yaitu 2 strain ayam (strain A dan B), faktor kedua yaitu 3 jenis pakan komersial (CP, BR, dan FB), sehingga ada 6 kombinasi perlakuan. Tiap perlakuan diulang 4 kali, dan setiap ulangan terdiri dari 4 ekor ayam. Variabel yang diukur adalah bobot hidup, bobot daging dada, bobot daging paha, bobot tulang dada, bobot tulang paha, rasio daging dada, rasio daging paha. Hasil analisis statistik menunjukkan tidak ada interaksi antara strain ayam dan jenis pakan yang berbeda terhadap semua parameter. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi interaksi antara jenis pakan komersial dan strain yang berbeda terhadap semua parameter. Pemberian pakan komersial yang berbeda dalam CP, BR, dan FB memberikan pengaruh yang relatif sama terhadap semua parameter yang diukur. Strain A Charoen Pokphand dan strain B Wonokoyo memberikan respons yang relatif sama terhadap parameter yang diukur. Maka dapat disarankan bahwa ketiga jenis ransum komersial tersebut dapat diberikan pada ayam broiler strain Charoen Pokphand maupun strain Wonokoyo.   Kata kunci: ayam broiler, pakan, ratio daging dan tulang dada dan paha, strain
ANALISIS KELAYAKAN USAHA TERNAK BABI DI KECAMATAN ADONARA TIMUR, KABUPATEN FLORES TIMUR: Feasibility Analysis of Pig Farming Business in Adonara Timur District, Flores Timur Regency Dionisius Riantobi; Maria Yasintha Luruk; Sirilus Subaraya Niron; Ulrikus Romsen Lole
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 2 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i2.2619

Abstract

Ternak babi dari segi sosial ekonomi, menjadi sumber pendapatan bagi peternak skala rumah tangga dan juga menjadi tabungan keluarga serta dapat memenuhi kebutuhan keluarga.  Kecamatan Adonara Timur memiliki potensi dalam mengembangkan usaha ternak babi, namun kurang didukung oleh ketersediaan informasi tentang tren populasi ternak babi, skala usaha ternak babi, serta minimnya informasi terkait kriteria kelayakan usaha ternak babi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur populasi ternak babi, skala usaha ternak, dan kelayakan usaha ternak babi di Kecamatan Adonara Timur secara finansial. Pengambilan contoh dilakukan dengan dua tahap, yaitu penentuan desa dan kelurahan contoh secara purposive sampling, penentuan peternak contoh secara non-proportional random sampling. Data dikelompokkan menjadi tiga kelompok berdasarkan skala usaha sesuai dengan volume penjualan. Analisis yang digunakan adalah analisis struktur populasi, penentuan skala usaha ternak, analisis input-output untuk mengetahui tingkat pendapatan peternak, analisis kelayakan usaha untuk mengetahui tingkat kelayakan usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur populasi ternak babi sudah menunjukkan tren populasi yang baik karena memiliki 22,32% ternak babi betina dewasa dan dari 22,32% tersebut digunakan sebagai induk adalah 70%. Terdapat kelompok peternak yang menjalankan usaha ternak babi sebagai usaha pokok. Usaha ternak babi ini sudah layak secara finansial. Kelompok satu nilai R/C 3,45, B/C 2,45, PBP 0,30 tahun, BEP unit 1,59 ST, BEP harga Rp12.828.424, dan ROI 371%. Kelompok dua nilai R/C 4,54, B/C 3,54, PBP 0,19 tahun, BEP unit 1,60 ST, BEP harga Rp6.881.786, dan ROI 588%.  Kelompok tiga nilai R/C 5,40, B/C 4,40, PBP 0,23 tahun, BEP unit 1,70 ST, BEP harga Rp5.448.624, dan ROI 442%.   Kata kunci: finansial, kelayakan usaha, R/C, struktur populasi, volume penjualan
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LOYALITAS KONSUMEN AYAM BAKAR DI KOTA KUPANG (STUDI KASUS PADA RUMAH MAKAN WONG SOLO): Factors Affecting Consumer Loyalty for Grilled Chicken in Kupang City (Case Study at Wong Solo Restaurant) Marini Ratu Rihi; Maria Yasintha Luruk; Sirilus Subaraya Niron; Ulrikus Romsen Lole
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 2 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i2.2620

Abstract

Persaingan ketat dalam industri kuliner menuntut pelaku usaha untuk menjaga loyalitas konsumen sebagai kunci keberlangsungan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana pengaruh citra dan identifikasi merek ayam bakar terhadap loyalitas konsumen di Rumah Makan Wong Solo, Kota Kupang. Pendekatan yang digunakan bersifat kuantitatif dan kualitatif dengan jumlah responden yang dilibatkan sebanyak 155 yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Kriteria responden mencakup konsumen yang pernah membeli dan aktif membeli setidaknya satu kali setiap bulan. Data diperoleh melalui observasi langsung dan kuesioner, kemudian dianalisis memakai korelasi, regresi linier berganda, uji t, uji F, serta koefisien determinasi. Analisis mengindikasikan bahwa citra merek berpengaruh secara nyata dan positif pada loyalitas konsumen ayam bakar di Rumah Makan Wong Solo. Begitu pula dengan identifikasi merek yang memberikan pengaruh nyata dan positif pada loyalitas. Berdasarkan penelitian ini, disarankan agar Rumah Makan Wong Solo terus menjaga dan meningkatkan citra merek melalui perbaikan mutu produk dan layanan. Selain itu, identifikasi merek perlu diperkuat dengan optimalisasi pemanfaatan media sosial guna meningkatkan kesadaran serta menjaga konsistensi identitas merek. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan konsep loyalitas konsumen dan dapat dijadikan acuan oleh para pelaku usaha kuliner dalam menyusun strategi pemasaran berbasis hubungan jangka panjang.   Kata kunci: accidental sampling, citra merek, konsumen, loyalitas, merek
PENGARUH SUBTITUSI JAGUNG GILING DENGAN TEPUNG KULIT PISANG FERMENTASI DALAM KONSENTRAT MENDAPATKAN IMBUHAN ZN BIOKOMPLEKS TERHADAP KINERJA PRODUKSI SAPI BALI: The Effect of Substitution of Ground Corn with Fermented Banana Peel Flour in Biocomplex Zn Concentrate on the Performance of Balinese Cow Production Roni Krevin Rame Hau; Yohanis Umbu Laiya Sobang; Upik Syamsiar Rosnah
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 2 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i2.2651

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh substitusi jagung giling dengan tepung kulit pisang fermentasi (KPF) pada berbagai tingkat dalam pakan konsentrat serta penambahan Zn biokompleks terhadap kinerja produksi sapi. Sebanyak 12 ekor sapi berumur 2 tahun dengan bobot badan berkisar antara 130,5 hingga 173,5 kg (rata-rata 153,33 kg; koefisien variasi 7,8%) digunakan dalam penelitian ini. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan, yaitu P0: pakan konsentrat tanpa substitusi (kontrol) + 65 mg Zn biokompleks; P1: pakan konsentrat dengan substitusi jagung giling oleh KPF sebesar 25% + 65 mg Zn biokompleks; P2: pakan konsentrat dengan substitusi jagung giling oleh KPF sebesar 50% + 65 mg Zn biokompleks; dan P3: pakan konsentrat dengan substitusi jagung giling oleh KPF sebesar 75% + 65 mg Zn biokompleks. Parameter yang diamati adalah kinerja produksi. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa perlakuan tidak memberikan pengaruh nyata (P > 0,05) terhadap seluruh parameter kinerja produksi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan tepung kulit pisang fermentasi sebagai substitusi jagung giling dalam pakan konsentrat hingga level 75%, yang disertai penambahan Zn biokompleks, menghasilkan kinerja produksi yang sebanding dengan pakan tanpa substitusi pada sapi penggemukan.   Kata kunci: kinerja produksi, konsentrat, KPF, sapi, Zn biokompleks
PENGARUH PENGGUNAAN DEDAK PADI, DEDAK JAGUNG DAN DEDAK GANDUM DALAM RANSUM TERHADAP PRODUKSI KARKASAYAM BROILER: The Influence of Using Rice Bran, Corn Bran, and Wheat Bran in the Ration on Broiler Chicken Carcass Production Ronaldi Mara Padja; Ni Gusti Ayu Mulyantini; Markus Sinlae
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 2 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i2.2660

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh level pemberian dedak padi, dedak jagung, dan dedak gandum terhadap produksi karkas ayam broiler (135 DOC) menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial 3x3. Faktor pertama adalah jenis dedak (D) yang terdiri atas tiga level, yaitu D1 = dedak padi, D2 = dedak jagung, dan D3 = dedak gandum. Faktor kedua adalah level pemberian dedak (P) yang terdiri atas tiga level, yaitu P1 = 15%, P2 = 30%, dan P3 = 45%. Setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak tiga kali, dan setiap ulangan terdiri atas lima ekor ayam. Ransum ayam broiler fase finisher mengandung protein sebesar 18-19% dan energi sebesar 3100 kkal/kg. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata (P < 0,05) terhadap persentase karkas dan bobot lemak abdominal, namun berpengaruh tidak nyata (P > 0,05) terhadap bobot akhir, persentase non-karkas, dan persentase lemak abdominal. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa interaksi antara faktor jenis dedak dan level pemberian dedak tidak memberikan perbedaan terhadap variabel yang diukur. Kata kunci: ayam broiler, dedak gandum, dedak jagung, dedak padi, karkas
EFEK SILASE ISI RUMEN SAPI DALAM KONSENTRAT TERHADAP EFISIENSI PEMANFAATAN ENERGI PADA KAMBING JANTAN LOKAL: The Effect of Cow’s Rumen Cotents Silage in Concentrate on the Efficiency of Energy Utilization in Local Male Goats Yakoba Wanda Kapitan; Maritje Aleonor Hilakore; Edwin Jermias Lodowik Lazarus; Emma Dylem Wie Lawa
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 2 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i2.2669

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan silase isi rumen sapi kering dalam konsentrat terhadap pemanfaatan energi pada kambing jantan lokal. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan lima ulangan. Sebanyak 20 ekor kambing jantan lokal dengan bobot badan rata-rata ±12,5 kg digunakan dalam penelitian ini. Perlakuan yang diberikan terdiri atas: P0 = rumput kume 70% + konsentrat 30% tanpa silase isi rumen sapi; P1 = rumput kume 70% + konsentrat 30% (konsentrat mengandung 10% silase isi rumen sapi); P2 = rumput kume 70% + konsentrat 30% (konsentrat mengandung 20% silase isi rumen sapi); dan P3 = rumput kume 70% + konsentrat 30% (konsentrat mengandung 30% silase isi rumen sapi). Parameter yang diamati meliputi Total Digestible Nutrients (TDN), kecernaan energi, dan energi metabolis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan memberikan pengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap nilai TDN, kecernaan energi, dan energi metabolis pada kambing jantan lokal. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan silase isi rumen sapi dalam konsentrat memberikan pengaruh yang sama terhadap pemanfaatan energi, baik ditinjau dari TDN, kecernaan energi, maupun energi metabolis.   Kata kunci: kambing jantan, konsentrat, pemanfaatan energi, silase
ANALISIS PEMASARAN TERNAK BABI DI PULAU ADONARA KABUPATEN FLORES TIMUR: Pork Livestock Marketing Analysis in Adonara Island, East Florest District Monika Fernandez Aikoli; Matheos Filipus Lalus; Maria Rosdiana Deno Ratu; Solvi Mariana Makandolu; Ulrikus Romsen Lole
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 2 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i2.3024

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur, perilaku, dan tampilan pasar ternak babi di Pulau Adonara. Penentuan sampel dilakukan melalui empat tahap, yaitu: (1) penentuan dua kecamatan contoh secara acak; (2) penentuan tiga desa contoh secara acak; (3) penentuan peternak sebagai responden menggunakan teknik acak nonproporsional; dan (4) penentuan pedagang menggunakan metode snowball sampling. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei untuk memperoleh data primer, yang didukung dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi guna melengkapi data sekunder. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan Structure, Conduct, Performance (SCP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur pasar ternak babi di Pulau Adonara pada tingkat peternak mengarah pada pasar persaingan sempurna, sedangkan pada tingkat pedagang lokal dan pedagang antar pulau cenderung mengarah pada struktur pasar oligopoli. Perilaku pasar menunjukkan adanya integrasi yang tidak sempurna. Sementara itu, tampilan pasar ditunjukkan melalui margin pemasaran, di mana pedagang lokal memperoleh margin sebesar Rp2.500.000, sedangkan pedagang antar pulau memperoleh margin sebesar Rp3.000.000. Biaya pemasaran pada pedagang lokal sebesar Rp417.500, sedangkan pada pedagang antar pulau sebesar Rp725.000. Nilai farmer’s share pada tingkat I sebesar 100%, pada tingkat II sebesar 66,67%, dan pada tingkat III sebesar 62,5%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa saluran pemasaran ternak babi di Pulau Adonara tergolong efisien.   Kata kunci: perilaku pasar, struktur pasar, tampilan pasar, ternak babi
UJI IN-VITRO COMPLETE FEED BLOCK DENGAN KOMPOSISI RUMPUT ODOT DAN BIOMASSA SORGUM YANG BERBEDA: In-Vitro Testing of Complete Feed Blocks with Different Compositions of Odot Grass and Sorghum Biomass I Made Adi Sudarma; Iven Patu Sirappa; Jeni Rambu Hana; Kanserinus Lendimbani; Yanus Langgaladi; Fekianus Mesa; Jofin Zogara; Nerdus Nggaluk; Amelia Kiha
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 2 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i2.3065

Abstract

Ketersediaan pakan yang rendah di padang penggembalaan Sumba berdampak pada penurunan produktivitas sapi Sumba Ongole (SO). Penyediaan pakan berkualitas serta pemanfaatan limbah pertanian menjadi kunci pemenuhan kebutuhan nutrisi ternak. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kualitas complete feed block (CFB) berbasis bahan pakan lokal melalui uji in vitro. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Kawangu dan Laboratorium Kimia Pakan Universitas Nusa Cendana pada Juli–September 2025. Bahan pakan meliputi hay rumput odot, hay biomassa sorgum, tepung ubi kayu, hay gamal, hay kehi, dan mineral, dengan perekat tepung ubi kayu (10%) dan formulasi isoprotein. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan, yaitu P0 (0%), P1 (5%), P2 (10%), P3 (15%), dan P4 (20%). Parameter yang diamati meliputi kecernaan bahan kering (KcBK), kecernaan bahan organik (KcBO), pH, NH₃, dan VFA. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji Duncan. Hasil menunjukkan perbedaan nyata (P<0,05) pada semua parameter, dengan kisaran KcBK 60–67%, KcBO 57–65%, pH 6,7–7,0, NH₃ 5,2–6,4 mM, dan VFA 75–83 mM. Perlakuan dengan biomassa sorgum memberikan hasil lebih baik dibandingkan dengan tanpa biomassa sorgum. Nilai terbaik terdapat pada P1 dengan KcBK 65,75%, KcBO 62,28%, pH 6,70, NH₃ 6,41 mM, dan VFA 82,60 mM. Disimpulkan bahwa biomassa sorgum berpotensi sebagai substitusi rumput odot dalam pakan komplit blok untuk sapi penggemukan.   Kata kunci: biomassa sorgum, complete feed block, rumput odot, sapi Sumba Ongole, uji in vitro
PENGARUH PEMBERIAN FERMENTASI BAYAM BRAZIL (Altehrnanthera sisso) SEBAGAI FEED ADDITIVE DALAM AIR MINUM TERHADAP KARKAS DAN ORGAN LIMFOID BROILER: The Effect of Adding Fermented Brazilian Spinach (Altehrnanthera sisso) as a Feed Additive in Drinking Water on Carcass and Lymphoid Organs of Broilers Fito Abdul Kadir; Debby Syukriani; Nilawati Nilawati
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 2 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i2.3161

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki efek bayam Brasil yang difermentasi dan diberikan melalui air minum pada organ limfoid dan persentase karkas pada ayam pedaging. Sebanyak 100 anak ayam umur sehari (DOC) secara acak dibagi menjadi lima kelompok perlakuan dengan empat kali ulangan masing-masing. Perlakuan meliputi: P0 (kontrol tanpa bayam Brasil yang difermentasi/FBB), P1 (1% FBB), P2 (1,5% FBB), P3 (2% FBB), dan P4 (2,5% FBB). Proses fermentasi melibatkan pencampuran bayam Brasil dengan molase dan EM4 dan menginkubasinya secara anaerob selama 14 hari. Variabel yang diamati meliputi berat relatif organ limfoid (timus, bursa Fabricius, limpa). Data dianalisis menggunakan analisis varians (ANOVA), dan perbedaan signifikan diuji lebih lanjut dengan DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bayam Brasil yang difermentasi tidak berpengaruh nyata (P > 0,05) terhadap berat relatif timus, bursa, atau limpa. Namun demikian, perlakuan P3 menunjukkan peningkatan biologis tertinggi pada organ-organ berikut: timus (0,242±0,01%), bursa (0,18±0,02%), dan limpa (0,17±0,06%), yang menunjukkan efek peningkatan imunitas. Analisis fitokimia menunjukkan peningkatan total fenol dan aktivitas antioksidan pasca fermentasi, yang berkontribusi pada perkembangan organ imunitas. Persentase karkas menunjukkan peningkatan yang signifikan secara statistik (P<0,05), dengan nilai tertinggi tercatat pada P3 (67,85±2,33%), yang menunjukkan pemanfaatan nutrisi dan efisiensi pertumbuhan yang lebih baik. Kesimpulannya, suplementasi bayam Brasil fermentasi 2% dalam air minum (P3) memberikan manfaat optimal, meningkatkan kesehatan imunitas melalui peningkatan organ limfoid dan meningkatkan hasil karkas secara signifikan. Pendekatan ini menghadirkan alternatif aditif pakan alami yang menjanjikan untuk antibiotik sintetis, yang mendukung produksi broiler yang berkelanjutan dan berorientasi pada kesehatan.   Kata kunci: Althernanthera sisso, broiler, fermentasi, karkas, organ limfoid
EFEK SUPLEMENTASI DADIH TERHADAP PENAMBAHAN BERAT BADAN DAN HEMATOLOGI KAMBING KACANG DAN PERANAKAN ETAWA (PE): The Effects of Curd Supplementation on Body Weight Gain and Hematological Parameters in Goats Kartono Kartono; Joharsah Joharsah
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 2 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i2.3181

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek suplementasi dadih terhadap pertambahan bobot badan dan parameter hematologi pada kambing. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor, yaitu faktor pertama jenis kambing yang terdiri atas kambing Kacang dan kambing Peranakan Etawa (PE), serta faktor kedua berupa dosis pemberian dadih (0 ml, 5 ml, dan 6 ml) dengan empat ulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dadih dosis 5 ml berpengaruh nyata terhadap pertambahan bobot badan kambing PE, sedangkan pada kambing Kacang tidak memberikan pengaruh nyata. Pemberian dosis 5 ml pada kambing PE memberikan hasil terbaik karena kandungan mikroba probiotik dalam dadih mampu menyeimbangkan mikroflora rumen, sehingga meningkatkan proses fermentasi pakan dan ketersediaan nutrisi. Hal ini berdampak pada peningkatan efisiensi pencernaan dan pertambahan bobot badan. Sebaliknya, pada dosis 0 ml, pertambahan bobot badan relatif rendah akibat tidak adanya probiotik yang mendukung kinerja pencernaan. Sementara itu, pada dosis 6 ml, pertambahan bobot badan cenderung menurun, yang diduga disebabkan oleh kelebihan mikroba dalam rumen sehingga menghambat proses pencernaan secara optimal. Parameter hematologi yang meliputi hemoglobin (Hb), jumlah eritrosit (RBC), leukosit (WBC), dan hematokrit (HCT) menunjukkan hasil yang stabil dan berada dalam kisaran normal. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian dadih juga berperan dalam menjaga homeostasis hematologis pada kambing Kacang dan kambing Peranakan Etawa, yang merupakan faktor penting dalam mendukung produktivitas serta ketahanan tubuh ternak terhadap stres.   Kata kunci: dadih, hematologi, kambing Kacang, kambing Peranakan Etawa, probiotik