cover
Contact Name
Riko Herdiansah
Contact Email
wahana.peternakan@utb.ac.id
Phone
+6282119931700
Journal Mail Official
wahana.peternakan@utb.ac.id
Editorial Address
https://jurnal.utb.ac.id/index.php/jwputb/EditorialTim
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Wahana Peternakan
ISSN : 27746119     EISSN : 25802941     DOI : https://doi.org/10.37090/jwputb.v7i2
Core Subject : Health, Agriculture,
Jurnal Wahana Peternakan e-ISSN: 2580-2941 | p-ISSN: 2774-6119 is a journal with open access. This journal publishes the results of original research, reviews/literature reviews, field cases, or ideas in the field of animal husbandry that are relevant to any field of study involving livestock, zoology, veterinary, animal ethics, and animal welfare, as well as social-economic of animal husbandry.
Articles 366 Documents
IMBANGAN RUMPUT GAJAH DAN KONSENTRAT MENGANDUNG RUMPUT LAUT TERHADAP PRODUKSI GAS TOTAL, KINETIKAGAS, DAN PRODUKSI GAS METAN (IN VITRO): Ratio of Elephant Grass and Concentrate Containing Seaweed to Total Gas Production, Gas Kinetics, and Methane Gas Production (In Vitro) Yulianti, Devi; Hidayat, Rahmat; Hidayat Tanuwiria, Ujang; Rosani, Urip
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 1 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i1.2744

Abstract

Sektor peternakan memiliki peranan yang signifikan dalam emisi gas rumah kaca, dengan gas metan (CH4) sebagai salah satu kontributor utama yang dihasilkan melalui proses fermentasi dalam rumen. Sebagai langkah untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, pemanfaatan rumput laut telah dipertimbangkan sebagai salah satu alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh kombinasi antara rumput gajah dan konsentrat yang mengandung rumput laut terhadap produksi gas total, kinetika gas, serta produksi gas metan secara in vitro. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK), yang melibatkan empat perlakuan dan lima kelompok. Perlakuan yang diuji meliputi: RG1 = 80% rumput gajah dan 20% konsentrat, RG2 = 60% rumput gajah dan 40% konsentrat, RG3 = 40% rumput gajah dan 60% konsentrat, serta RG4 = 20% rumput gajah dan 80% konsentrat. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam serta uji jarak berganda Duncan. Hasil perlakuan menunjukkan perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap produksi gas total dan kinetika gas, namun tidak berpengaruh nyata terhadap produksi gas metan CH4 dalam menurunkan gas metan. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penambahan rumput laut sebanyak 16% dalam ransum atau pada proporsi rumput gajah 20% dan konsentrat 80% dapat meningkatkan produksi gas total dan kinetika gas, meskipun tidak mempengaruhi produksi gas metan (CH4).   Kata kunci: gas metan, gas total, Gracilaria sp, kinetika gas
EVALUASI KUALITAS FISIK SILASE BERBASIS DEDAK YANG DISUBTITUSI DENGAN AMPAS TAHU Ikhsanudin, Moch; Lestariningsih; Khopsoh, Binti
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 1 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i1.2759

Abstract

Silage is a feed obtained through a fermentation process that can help overcome the problem of feed shortages for livestock. The use of local materials such as rice bran and tofu dregs make silage has the potential to increase nutritional content and reduce the amount waste. The purpose of this study was to assess the physical quality of silage by observing odor, color, texture, mold, and pH. This research was carried out experimentally with a Completely Randomized Design (CDR) design, including five treatments and four replications. To analyze the data, ANOVA was used to determine the effect of tofu pulp substitution on silage quality. The results showed that the P2 treatment (525 grams of tebon, 225 grams of brain, and 250 grams of tofu dregs) produced silage with a slightly brown color, typcal fermentation odor, dense and moist texture, pH 4.15 and without mold. After being analyzed, the substitutions of tofu pulp greatly affects the physical quality of silage, except for the presence of fungi which is not significantly different. The conclusion of this study is that the use of tofu pulp up to 250 grams in the silage formulation (P2) improves the physical quality, but the addition of more decreases the quality of silage. This research is expected to support the utilization of local ingredients as an efficient and sustainable alternative feed.
EVALUASI KUALITAS FISIK SILASE PAKAN LENGKAP BERBASIS AMPAS TAHU: Evaluation of the Physical Quality of Complete Feed Silage Tofu Pulp-Based Maulana Arizunda Rokhmandanu, Fachulun; Lestariningsih; Khopsoh, Binti
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 1 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i1.2815

Abstract

Silase adalah pakan hasil fermentasi anaerob yang berfungsi menjaga ketersediaan pakan ternak sepanjang tahun. Pemanfaatan bahan lokal seperti konsentrat padi dan ampas tahu dapat meningkatkan kandungan nutrisi silase sekaligus mengurangi limbah organik, sehingga mendukung praktik pakan yang efisien dan berkelanjutan melalui optimalisasi limbah agroindustri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggantian konsentrat dengan ampas tahu berpengaruh signifikan terhadap kualitas fisik silase, meliputi parameter bau, warna, tekstur, keberadaan jamur, dan nilai pH. Perlakuan P1 memberikan performa terbaik secara keseluruhan, dengan skor yang sangat baik pada semua parameter fisik dan nilai pH yang mendekati kisaran optimal fermentasi. Sebaliknya, perlakuan P4 menunjukkan penurunan kualitas yang mencolok di seluruh parameter yang diamati.   Kata kunci: ampas tahu, konsentrat, silase
HUBUNGAN LAMA MENJADI ANGGOTA DAN KUALITAS PELAYANAN DENGAN TINGKAT KEPUASAN PETERNAK SAPI PERAH KOPERASI SERBA USAHA KARYA NUGRAHA JAYA KABUPATEN KUNINGAN: The Relationship Between Long-Term Membership and Service Quality with the Level of Satisfaction of Dairy Cattle Farmers of the Karya Nugraha Jaya Multi-Purpose Cooperative Kuningan Regency Krismiwati Muatip; Yusmi Nur Wakhidati; Madani, Faisal
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 1 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i1.2855

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa rata-rata lama peternak sapi perah menjadi anggota koperasi, mengetahui bagaimana kualitas pelayanan koperasi, mengetahui tingkat kepuasan peternak sapi perah, dan mengetahui hubungan lama menjadi anggota dan kualitas pelayanan koperasi dengan tingkat kepuasan peternak sapi perah anggota Koperasi Serba Usaha (KSU) Karya Nugraha Jaya. Penelitian menggunakan metode survei. Sasaran penelitian adalah peternak sapi perah anggota aktif Koperasi Serba Usaha (KSU) Karya Nugraha Jaya. Jumlah responden ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan margin of error 10%, sehingga didapatkan 90 responden. Responden dikelompokkan (stratified random sampling) berdasarkan lamanya menjadi anggota koperasi lalu dipilih secara acak (simple random sampling). Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan korelasi rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anggota koperasi rata-rata telah bergabung selama 14 tahun. Kualitas pelayanan Koperasi Serba Usaha (KSU) Karya Nugraha Jaya dinilai “Sangat Baik” dan tingkat kepuasan anggota berada dalam kategori “Sangat Puas”. Hasil analisis korelasi rank Spearman menunjukkan bahwa terdapat hubungan cukup kuat antara lama menjadi anggota dengan tingkat kepuasan, sedangkan terdapat hubungan kuat antara kualitas pelayanan dengan tingkat kepuasan peternak sapi perah anggota Koperasi Serba Usaha (KSU) Karya Nugraha Jaya.   Kata kunci: koperasi serba usaha, kualitas pelayanan, lama menjadi anggota koperasi, survei, tingkat kepuasan
PERAN EKSTRAK DAUN KERSEN YANG DIENKAPSULASI DALAM PENGENDALIAN POPULASI BAKTERI ESCHERICHIA COLI DI USUS DAN PENINGKATAN PERSENTASE KARKAS AYAM BROILER: The Role of Encapsulated Extract of Kersen Leaves in Controlling the Population of Escherichia Coli Bacteria in the Intestines and Increasing Carcasses Percentage of Broiler Michael Oscar Rolando Siagian; Nilawati; Ramaiyulis
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 1 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i1.2924

Abstract

Penggunaan antibiotik komersial seperti AGP (Antibiotic Growth Promoter) secara terus-menerus dapat menyebabkan residu sintetis serta meningkatkan resistensi mikroorganisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan enkapsulasi ekstrak daun kersen (EEDK) terhadap bobot potong, persentase karkas, lemak abdomen, dan panjang usus pada broiler. Materi yang digunakan adalah 100 ekor DOC broiler unsexing. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang diberikan berupa penambahan EEDK dalam air minum, yaitu P0 = 0% (kontrol negatif), P1 = 0,5%, P2 = 1%, P3 = 1,5%, dan P4 = pemberian amoksisilin 0,05% (kontrol positif). Variabel yang diamati meliputi bobot potong, persentase karkas, lemak abdomen, dan panjang usus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan EEDK tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap bobot potong, panjang usus, dan lemak abdomen broiler, namun berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap persentase karkas. Persentase karkas tertinggi diperoleh pada perlakuan EEDK 1,5% dibandingkan dengan kontrol. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa EEDK berpotensi digunakan sebagai pengganti AGP dengan konsentrasi optimal sebesar 1,5% dalam air minum.   Kata Kunci: broiler, Escherichia coli, ekstrak herbal, karkas
TINGKAT PENGETAHUAN PETERNAK TENTANG PEMANFAATAN CAMPURAN KUNING TELUR, KUNYIT DAN ALBUMIN DALAM MENGHADAPI PENYAKIT MULUT DAN KUKU DI KARANGPAKIS KEDIRI: Farmers’ Knowledge Level on the Utilization of Egg Yolk, Turmeric, and Albumin Mixture in Addressing Foot and Mouth Disease Outbreak in Karangpakis, Kediri Astini, Wining; Diah Nugrahani Pristihadi; Ririh Sekar Mardisiwi; Luvy Dellarosa; Ahmad Arga Ramadhan
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 1 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i1.2946

Abstract

Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) merupakan penyakit viral yang berdampak signifikan terhadap produksi peternakan secara global. Pengendalian penyakit ini memerlukan perhatian khusus, terutama pada hewan karier yang terinfeksi, serta optimalisasi strategi penanganannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan peternak sapi potong terkait pemanfaatan campuran kuning telur yang mengandung IgY dan kunyit, serta pemberian bubuk albumin dalam pakan konsentrat sebagai upaya menghadapi wabah PMK di Desa Karangpakis, Kabupaten Kediri. Pengambilan data dilakukan melalui metode survei dengan teknik purposive sampling. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 82% peternak tidak pernah membuat konsentrat sendiri menggunakan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar. Akibatnya, 58% peternak tidak dapat menyebutkan komposisi konsentrat secara benar, dan 17% peternak menyatakan bahwa bonggol jagung tidak dapat digunakan sebagai bahan campuran konsentrat. Menariknya, seluruh peternak (100%) telah memahami bahwa campuran kuning telur dan kunyit dapat dimanfaatkan sebagai terapi PMK pada sapi potong. Namun demikian, masih terdapat 11% peternak yang belum memahami manfaat bubuk albumin serta 47% peternak yang belum memahami penggunaan dosis campuran kuning telur, kunyit, dan bubuk albumin secara tepat. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa peternak pada umumnya telah memahami manfaat campuran kuning telur, kunyit, dan bubuk albumin sebagai terapi PMK. Namun, masih diperlukan peningkatan pemahaman dalam pembuatan pakan konsentrat serta ketepatan dalam penerapan dosis terapi.   Kata kunci: albumin, IgY, kuning telur, kunyit, penyakit mulut dan kuku
TINGKAT INFEKSI CACING FASCIOLA PADA TERNAK DOMBA DI DESA GIRIKULON KECAMATAN SECANG KABUPATEN MAGELANG: The Infection Rate of Fasciola Worms in Sheep in Girikulon Village, Secang District, Magelang Regency Purwono, Edi; Wida Wahidah Mubarokah; Ferdian Achmad; Riyadi; Lutfan Makmun; Siti Mustamimah
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 1 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i1.2950

Abstract

Sektor peternakan memiliki peran yang sangat strategis dalam perekonomian secara keseluruhan dan memiliki peluang pasar yang baik dan cukup menjanjikan. Namun, dalam proses budidayanya, banyak faktor yang menjadi kendala, salah satunya adalah penyakit cacingan. Penyakit cacingan ini sering menyerang ternak domba dan menyebabkan pertumbuhan ternak menjadi terganggu, hewan tampak kurus, produktivitas turun, dan tidak jarang berujung dengan kematian ternak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat infeksi cacing Fasciola sp. yang diduga menginfeksi ternak domba di Desa Girikulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang serta menentukan seberapa besar tingkat prevalensinya. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan menggunakan 50 sampel feses domba. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposif dengan mengambil feses segar domba langsung dari rektum domba menggunakan metode palpasi atau dengan menampung feses yang baru keluar. Sampel kemudian dimasukkan ke dalam wadah bersih, diberi label, dan segera dilakukan pemeriksaan dengan menggunakan metode uji sedimentasi. Data selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasil uji sedimentasi menunjukkan bahwa 4 sampel dari total 50 sampel feses domba yang diperiksa dengan menggunakan uji sedimentasi dinyatakan positif terinfeksi cacing Fasciola sp. dengan derajat infeksi ringan. Tingkat prevalensi cacing Fasciola sp. pada ternak domba di Desa Girikulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang diketahui sebanyak 8% dari total populasi sampel. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ternak domba di Desa Girikulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, positif terinfeksi cacing Fasciola sp. derajat ringan dengan tingkat prevalensi tergolong rendah.   Kata kunci: cacing, domba, Fasciola sp., infeksi, prevalensi
PENGARUH PEMBERIAN PAKAN PELET DENGAN LEVEL YANG BERBEDA TERHADAP UKURAN LINEAR TUBUH TERNAK DOMBA JANTAN MUDA: The Effect of Feeding Pellets at Different Levels on the Linear Body Size of Young Male Sheep Muku, Hardi Angga Umbu; Sudarma, I Made Adi
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 1 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i1.2980

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak berbagai perlakuan pakan terhadap pertumbuhan domba jantan yang ditinjau dari aspek tinggi badan, panjang badan, dan lingkar dada. Kegiatan penelitian ini dilaksanakan di wilayah Kelurahan Kawangu, Kecamatan Pandawai, dengan pendekatan kuantitatif. Rancangan penelitian meliputi empat kelompok perlakuan, yaitu P0 (hay rumput alam secara ad libitum), P1 (P0 + pakan pelet sebanyak 0,5% dari bobot badan), P2 (P0 + pelet 1% dari bobot badan), dan P3 (P0 + pelet 1,5% dari bobot badan). Parameter yang diamati adalah tinggi badan, panjang badan,dan lingkar dada. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan perangkat lunak statistik SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada variabel konsumsi ransum terdapat perbedaan nyata (P<0,05) antar perlakuan. Perlakuan P3 menghasilkan peningkatan tertinggi pada tinggi dan panjang tubuh, yaitu sebesar 2 cm, sedangkan perlakuan P2 dan P3 menunjukkan peningkatan lingkar dada sebesar 1% sampai 1,5%. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa penambahan pakan pelet hingga 1,5% dari bobot badan, disertai dengan pemberian hay rumput alam, mampu mendukung peningkatan performa pertumbuhan domba jantan secara optimal.   Kata Kunci: domba jantan, pakan pellet, pertumbuhan teknologi pakan, ukuran linear tubuh
PRODUKSI DAN KECERNAAN IN VITRO RUMPUT BEDE DENGAN PERLAKUAN PUPUK PADAT ORGANIK YANG BERBEDA: Production and In Vitro Digestibility of Bede Grass with Different Treatments of Solid Organic Fertilizer Kaca, I Nyoman; Suariani, Luh
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 1 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i1.2984

Abstract

Penyediaan pakan berkualitas tinggi kepada ternak ruminansia sulit dipastikan kontinuitasnya sehingga mengakibatkan perubahan dalam produktivitas ternak. Kualitas pakan ditentukan oleh kandungan energi dan protein yang cukup, sedangkan daya guna pakan terhadap ternak ditentukan oleh palatabilitas dan kecernaan gizi yang tinggi. Pupuk organik dapat merangsang pertumbuhan mikroorganisme di dalam tanah yang berfungsi untuk mengikat unsur hara, memperbaiki struktur tanah dari yang awalnya padat menjadi lebih gembur, serta menciptakan ruang untuk air dan udara di dalam tanah. Dengan menggunakan pupuk organik, pH tanah dapat tetap netral, yang memungkinkan tanaman untuk bertahan hidup lebih baik dalam lingkungan yang tidak menguntungkan.  Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan lima perlakuan dan tiga ulangan, sehingga totalnya 15 unit percobaan. Proses yang digunakan adalah sebagai berikut: rumput tidak diberi pupuk organik padat (P0), rumput diberi pupuk organik padat 10 ton/ha, rumput diberi pupuk organik padat 20 ton/ha, rumput diberi pupuk organik padat 30 ton/ha, dan rumput diberi pupuk organik padat 40 ton/ha. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah produksi rumput bede (ton ha⁻¹), kecernaan bahan organik (%) dan kecernaan bahan kering (%). Pupuk organik padat menunjukkan hasil yang sangat nyata (P>0,01) terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik rumput bede. Dengan perlakuan P4 40 t/ha, hasil kecernaan bahan kering rumput bede adalah 61,61% dan kecernaan bahan organik rumput bede adalah 65,74%. Selain itu, produksi segar tanaman rumput bede tertinggi diperoleh pada perlakuan P4 40 t/ha, yaitu 79,48 t/ha.   Kata kunci: rumput Bede, pupuk, organik, kualitas
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHA PETERNAKAN AYAM BROILER: STUDI KASUS SRI LESTARI FARM LHOKSEUMAWE: Financial Feasibility Analysis of a Broiler Chicken Farming Business: A Case Study of Sri Lestari Farm, Lhokseumawe Rifni, Ulvira; Khalida, Qoryna; Fahrina , Yuyun; Mirza, Said; Ridhana, Fita
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 1 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i1.3096

Abstract

Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui kelayakan dan keuntungan usaha peternakan ayam pedaging pada Sri Lestari Farm di Desa Alue Lim, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe. Metode yang digunakan dalam penentuan sampel adalah studi kasus dengan pendekatan analisis finansial yang meliputi perhitungan biaya produksi, penerimaan, pendapatan, serta kelayakan usaha berdasarkan R/C Ratio, B/C Ratio, dan payback period. Hasil penelitian menunjukkan pendapatan rata-rata per periode pemeliharaan mencapai Rp 13.952.750 dengan nilai R/C Ratio 1,16 yang berarti setiap Rp 1,00 yang dikeluarkan peternak mampu menghasilkan penerimaan sebesar Rp 1,16 sehingga menunjukkan penggunaan biaya produksi yang efisien. Nilai B/C Ratio 0,16 memberikan indikasi bahwa peternak memperoleh margin keuntungan bersih sebesar 16% dari total yang dikeluarkan, sehingga usaha ini layak untuk terus dipertahankan dan dikembangkan secara mandiri. Payback period sebesar 0,66 tahun (±8 bulan) mengindikasikan bahwa modal dapat kembali dalam waktu relatif singkat meskipun usaha menghadapi fluktuasi harga pakan dan risiko mortalitas awal. Temuan ini menegaskan bahwa usaha broiler mandiri tetap memiliki prospek yang menguntungkan apabila dikelola dengan efisiensi biaya, terutama pada komponen pakan yang menyumbang sekitar 70% dari total produksi, dan memperketat manajemen pemeliharaan fase brooding untuk menekan angka kematian awal agar risiko keuntungan tetap optimal.   Kata kunci: ayam broiler, evaluasi, kelayakan usaha, studi kasus