cover
Contact Name
Riko Herdiansah
Contact Email
wahana.peternakan@utb.ac.id
Phone
+6282119931700
Journal Mail Official
wahana.peternakan@utb.ac.id
Editorial Address
https://jurnal.utb.ac.id/index.php/jwputb/EditorialTim
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Wahana Peternakan
ISSN : 27746119     EISSN : 25802941     DOI : https://doi.org/10.37090/jwputb.v7i2
Core Subject : Health, Agriculture,
Jurnal Wahana Peternakan e-ISSN: 2580-2941 | p-ISSN: 2774-6119 is a journal with open access. This journal publishes the results of original research, reviews/literature reviews, field cases, or ideas in the field of animal husbandry that are relevant to any field of study involving livestock, zoology, veterinary, animal ethics, and animal welfare, as well as social-economic of animal husbandry.
Articles 400 Documents
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KATUK (Sauropus androgynus) DALAM AIR MINUM TERHADAP PERSENTASE ORGAN DALAM AYAM BROILER: Effect of Katuk Leaf Extract (Sauropus androgynus) Administration in Drinking Water on the Percentage of Internal Organs in Broiler Chickens Agustina Moi Keo; Markus Sinlae; Alberth Nugrahadi Ndun
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 2 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i2.3336

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian ekstrak daun katuk (Sauropus androgynus) melalui air minum terhadap organ visceral ayam broiler, dengan melibatkan 100 ekor DOC strain CP 707. Metode penelitian menggunakan desain eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas empat perlakuan dan lima ulangan, dengan lima ekor ayam pada setiap ulangan. Perlakuan yang diberikan meliputi: P0 = kelompok kontrol tanpa pemberian ekstrak daun katuk; P1 = pemberian ekstrak daun katuk 4,5 g/L air minum; P2 = pemberian ekstrak daun katuk 6 g/L air minum; dan P3 = pemberian ekstrak daun katuk 7,5 g/L air minum. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun katuk tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05) terhadap persentase hati, ampela, dan usus halus, namun memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap jantung. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak daun katuk hingga level 7,5 g/L air minum tidak memengaruhi hati, ampela, dan usus halus, tetapi berpengaruh terhadap organ jantung ayam broiler.   Kata kunci: ayam broiler, daun katuk, gizzard, hati, jantung, usus halus
POTENSI REPRODUKSI VOLUME SEMEN BERDASARKAN KARAKTERISTIK MORFOMETRI BOBOT BADAN DAN LINGKAR SKROTUM DOMBA EKOR TIPIS JANTAN: Reproductive Potential of Semen Volume Based on Morphometric Characteristics of Body Weight and Scrotum Circumference of Thin-Tailed Rams M. Yazid Izza Setiyawan; Muhammad Mirandy Pratama Sirat; Akhmad Dakhlan
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 2 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i2.3341

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi reproduksi volume semen berdasarkan karakteristik morfometri tubuh berupa bobot badan dan lingkar skrotum pada Domba Ekor Tipis jantan sebagai acuan pemilihan calon pejantan unggul. Penelitian dilaksanakan pada November–Desember 2023 menggunakan 18 ekor Domba Ekor Tipis jantan di Teaching Farm Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Data ditabulasi dan dianalisis menggunakan korelasi Pearson untuk mengetahui keeratan asosiasi antarvariabel, serta analisis regresi untuk menggambarkan hubungan prediktif antarparameter dengan bantuan perangkat lunak R. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bobot badan memiliki asosiasi kuat dengan lingkar skrotum, dengan persamaan regresi LS = 5,6827 + 1,0850BB. Bobot badan menunjukkan asosiasi lemah dengan volume semen, dengan persamaan regresi VS = 0,36835 + 0,03014BB. Sementara itu, lingkar skrotum menunjukkan asosiasi sedang dengan volume semen, dengan persamaan regresi VS = 0,997436 + 0,006794 LS. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa peningkatan bobot badan cenderung diikuti oleh peningkatan lingkar skrotum, sedangkan lingkar skrotum memiliki keterkaitan yang lebih relevan terhadap volume semen dibandingkan dengan bobot badan. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa bobot badan dan lingkar skrotum dapat digunakan sebagai karakteristik morfometri pada Domba Ekor Tipis jantan dengan potensi reproduksi berupa volume semen yang lebih baik.   Kata kunci: asosiasi, bobot badan, Domba Ekor Tipis jantan, lingkar skrotum, volume semen
OPTIMALISASI PERFORMA PRODUKSI DAN KUALITAS TELUR AYAM PETELUR MELALUI SUPLEMENTASI PROBIOTIK SACCHAROMYCES CEREVISIAE: Optimizing Production Performance and Egg Quality of Laying Hens through Supplementation with the Probiotic Saccharomyces cerevisiae Nathanael Yosafat Hartanto; Tetty Barunawati Siagian
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 2 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i2.3354

Abstract

Ayam ras petelur memiliki potensi produksi telur yang tinggi sehingga memerlukan manajemen nutrisi yang optimal untuk mencapai performa maksimal. Pemberian probiotik, khususnya Saccharomyces cerevisiae, dapat meningkatkan kesehatan saluran pencernaan, efisiensi pemanfaatan pakan, serta produktivitas telur. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan probiotik Saccharomyces cerevisiae terhadap performa ayam petelur di CV Global Buwana Farm. Penelitian menggunakan 20 ayam Hy-Line Brown dengan umur 88–91 minggu. Penelitian ini menggunakan probiotik Saccharomyces cerevisiae  dan terbagi menjadi 4 perlakuan, yaitu  P1 kontrol, P2 diberi probiotik 0,5%, P3 diberi probiotik 1%, dan P4 diberi probiotik 1,5%. Parameter yang diamati yaitu konsumsi pakan, produksi telur harian, efisiensi pakan, berat badan, serta kualitas eksternal dan internal telur. Analisis data menggunakan One-Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan probiotik pada level 1% memberikan respons terbaik, ditandai dengan peningkatan hen day production dan perbaikan feed conversion ratio. Beberapa aspek kualitas telur juga mengalami peningkatan meskipun tidak menunjukkan perbedaan signifikan antarperlakuan. Penambahan berat badan ayam relatif stabil pada semua kelompok perlakuan. Temuan ini menunjukkan bahwa Saccharomyces cerevisiae berpotensi mendukung efisiensi pemeliharaan dan produktivitas ayam petelur, sehingga dapat menjadi alternatif untuk peningkatan performa produksi di CV. Global Buwana Farm.   Kata kunci: ayam petelur, efisiensi pakan, kualitas telur, produksi telur, Saccharomyces cerevisiae
PENGARUH SUPLEMENTASI PROBIOTIK LACTOBACILLUS SP PADA BERBAGAI DOSIS TERHADAP BEBERAPA PARAMETER KUALITAS: Effect of Lactobacillus Sp. Probiotic Supplementation at Different Dosage Levels on Selected Egg Quality Parameters and Feed Consumption of Hy-Line Laying Hens Fauziah Muthia Rahmah Rahmah; Tetty Barunawati Siagian
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 2 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i2.3356

Abstract

Tingginya biaya pakan pada usaha ayam petelur mendorong pemanfaatan probiotik sebagai feed additive untuk meningkatkan efisiensi produksi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh suplementasi Lactobacillus sp. pada berbagai tingkat dosis terhadap beberapa parameter kualitas telur dan konsumsi pakan ayam petelur strain Hy-Line. Sebanyak 20 ekor ayam Hy-Line berumur 88 minggu dibagi secara acak ke dalam empat perlakuan, yaitu kontrol (P0), 0,5% (P1), 1% (P2), dan 1,5% (P3). Parameter yang diamati meliputi kualitas telur eksternal dan internal serta konsumsi pakan. Data dianalisis menggunakan uji Two Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi probiotik berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap bobot telur, berat kerabang, diameter kuning telur, dan konsumsi pakan, dengan hasil terbaik pada dosis 1,5%. Namun, tidak terdapat pengaruh signifikan (p>0,05) terhadap panjang telur, diameter telur, tebal kerabang, diameter putih telur, tinggi putih telur, dan tinggi kuning telur. Disimpulkan bahwa suplementasi Lactobacillus sp. dosis 1,5% mampu meningkatkan beberapa parameter kualitas telur serta efisiensi pemanfaatan pakan pada ayam petelur strain Hy-Line.   Kata Kunci: Hy-Line, konsumsi pakan, kualitas telur, Lactobacillus sp., probiotik
EFEK PENGGUNAAN SARI BUAH MELON (Cucumis melo L.) SEBAGAI ADITIF PADA PENGENCER SITRAT–KUNING TELUR TERHADAP KUALITAS SEMEN BEKU BABI PERANAKAN LANDRACE: The Effect of Using Melon Juice (Cucumis melo L.) as an Additive to Citrate-Egg Yolk Diluent on the Quality of Frozen Semen From Landrace Crossbred Pigs Kristina Enjelina Jigha; Thomas Mata Hine; Ni Made Paramita Setyani; Wilmintje Marlene Nelley
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 2 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i2.3361

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan sari buah melon (SBM) dalam pengencer sitrat–kuning telur (S-KT) terhadap kualitas spermatozoa beku babi peranakan Landrace. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan lima perlakuan dan empat ulangan, yaitu P0: S-KT, P1: S-KT 90% + SBM 10%, P2: S-KT 80% + SBM 20%, P3: S-KT 70% + SBM 30%, dan P4: S-KT 60% + SBM 40%, masing-masing ditambahkan 4% gliserol. Semen diperoleh dari empat ekor babi jantan Landrace berumur 2–3 tahun. Spermatozoa berkualitas baik diencerkan menggunakan S-KT, kemudian dilakukan holding time selama 2 jam pada suhu ruang (24–26°C), disentrifugasi (3000 rpm, 15 menit), dan diencerkan kembali (1:1). Sampel dibagi ke dalam lima perlakuan dan dimasukkan ke dalam straw 0,5 mL. Ekuilibrasi dilakukan selama 2 jam pada suhu 3–5 °C, dilanjutkan dengan pra-pembekuan di atas nitrogen cair selama 10 menit, kemudian disimpan dalam nitrogen cair. Thawing dilakukan pada suhu 37°C selama 30 detik sebelum evaluasi. Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance dan uji Duncan terhadap motilitas, viabilitas, abnormalitas, dan recovery rate. Hasil menunjukkan bahwa penambahan SBM tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap seluruh parameter, namun motilitas pasca-thawing tertinggi terdapat pada P3 (23,15±3,75%). Disimpulkan bahwa penambahan sari buah melon dalam pengencer sitrat–kuning telur belum mampu meningkatkan kualitas semen beku babi peranakan Landrace secara signifikan.   Kata Kunci: gliserol, sari buah melon, sitrat-kuning telur, spermatozoa babi Landrace
KUALITAS SPERMATOZOA BEKU BABI PERANAKAN LANDRACE DALAM PENGENCER TRIS-KUNING TELUR DENGAN PENAMBAHAN BERBAGAI LEVEL EKSTRAK SEMANGGI AIR (Marsilea renata): Quality of Frozen Spermatozoa of Landrace Crossbred Boars in a Tris–Egg Yolk Extender with the Addition of Various Levels of Water Clover (Marsilea renata) Extract Wihelmus Meo; Thomas Mata Hine; Ni Made Paramita Setyani; Wilmintje Marlene Nalley
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 2 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i2.3365

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan level ekstrak semanggi air (ESA) dalam pengencer Tris-kuning telur (T-KT) terhadap kualitas spermatozoa beku babi peranakan Landrace. Semen diperoleh dari pejantan Landrace sebanyak 4 ekor yang berumur ± 2–3 tahun, dikoleksi menggunakan metode glove hand. Semen segar yang memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) diencerkan dalam pengencer T-KT dan disimpan selama 2 jam pada suhu 25–26 °C. Selanjutnya semen disentrifugasi dengan kecepatan 3000 rpm selama 15 menit, supernatannya dibuang sedangkan endapan spermatozoa di encerkan kembali dengan pengencer T-KT dengan perbandingan 1:1 dihomogenkan dan dibagikan ke tabung berisi pengencer perlakuan yakni P0:T-KT, P1: T-KT + 0,75% ESA, P2: T-KT + 1,5% ESA, P3: T-KT + 2,5% ESA, P4: T-KT + 3% ESA. Masing-masing perlakuan ditambahkan gliserol 6%. Semen dikemas ke dalam straw berukuran 0,5 mL dan disusun ke dalam rak pembekuan untuk diekuilibrasi selama 2 jam pada suhu 3–5 °C. Setelah diekuilibrasi dan dievaluasi kembali, semen hasil evaluasi memenuhi standar, maka straw dibekukan di atas uap nitrogen cair pada jarak 10 cm selama 10 menit dan disimpan ke dalam nitrogen cair. Evaluasi semen beku yang dicairkan kembali pada suhu 37°C selama 30 detik, dan variabel yang diuji adalah motilitas, viabilitas, abnormalitas dan recovery rate spermatozoa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan ESA ke dalam T-KT memberikan efek yang protektif terhadap kualitas spermatozoa babi peranakan Landrace (P>0,05) dengan nilai motilitas 33,29%, viabilitas 64,93%, abnormalitas 9,58% dan recovery rate 55,02%. Disimpulkan bahwa penambahan ESA 0,75% hingga 3,0% ke dalam pengencer T-KT memengaruhi kualitas spermatozoa beku babi peranakan Landrace.   Kata kunci: babi peranakan Landrace, ekstrak semanggi air, spermatozoa, tris-kuning telur
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK AIR SAMBILOTO (Andrographis paniculata) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PROFIL LIPID AYAM PETELUR FASE STARTER: Effect of Andrographis (Andrographis paniculata) Aqueous Extract Administration on Growth Performance and Lipid Profile of Starter-Phase Laying Hens Darmansyah; A Mujnisa; Wempie Pekiding; Ummi Amanah; Riska Amelia; Triami Lestari; Fachrul Akbar
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 2 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i2.3368

Abstract

The starter phase (0–6 weeks) is a critical period for laying hens that determines future production potential, characterized by the intensive development of the digestive system and vital organs. The global prohibition of Antibiotic Growth Promoters (AGP) necessitates the exploration of natural alternatives such as Sambiloto (Andrographis paniculata) phytobiotics. This study aims to empirically test the effect of Sambiloto Leaf Extract (SLE) dosage administered via drinking water on the growth performance and blood cholesterol profile. The research utilized a Completely Randomized Design (CRD) with five treatments: T1 (0% SLE), T2 (0.5%), T3 (1.0%), T4 (1.5%), and T5 (2.0% SLE). A total of 100 Isa Brown strain chicks were monitored over six weeks. Parameters observed included the blood cholesterol profile, drinking water intake (DWI), feed intake (FI), body weight gain (BWG) and feed conversion ratio (FCR). Results indicated that SLE administration significantly (P<0.05) reduced serum total cholesterol (up to 22.97%) and triglyceride levels (up to 28.36%) in high-dose groups (T3, T4, T5). This hypolipidemic effect is attributed to andrographolide inhibiting key enzymes in cholesterol synthesis. Conversely, SLE did not significantly affect (P>0.05) HDL or LDL levels, nor did it significantly impact growth performance parameters. However, the 2.0% dose (T5) demonstrated the most optimal positive trend, recording the highest BWG (11.24 g/bird/day) and the lowest FCR (2.57). It is concluded that SLE is well-tolerated and serves as an effective phytogenic feed additive to improve lipid profiles without compromising palatability or performance.   Keywords:  blood cholesterol, laying hens, phytobiotics, sambiloto, starter phase
PENGARUH LEVEL BIO URIN BABI TERHADAP PRODUKSI BIOMASSA SEGAR dan KADAR BAHAN EKSTRAK TANPA NITROGEN RUMPUT MOLATO: Fresh Biomass Production, Fresh Stem Weight, Fresh Leaf Weight, and Nitrogen-Free Extract Content of Molato Grass with Different Levels of Pig Bio Urine Application Yustus Serani No Mbeong; Bernadete Barek Koten; Redempta Wea; Saprilian Stya Hapsari; Rahayu Asmadini Rosa; Ni Wayan Apsari Shantika Pratistha; Melkianus Dedi Same Randu
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 2 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i2.3404

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan bio urin babi pada level yang berbeda terhadap produksi bahan segar, berat batang segar, berat daun segar, dan kadar Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen (BETN) rumput Molato (Brachiaria hybrid cv. Molato). Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni hingga September 2025 di Kaniti, Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan empat perlakuan dan lima ulangan, yaitu R0 (0%), R1 (10%), R2 (20%), dan R3 (30%). Variabel yang diamati meliputi produksi bahan segar, berat batang segar, berat daun segar, dan kadar BETN. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan apabila terdapat perbedaan nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bio urin babi berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap produksi bahan segar, berat daun segar, dan kadar BETN rumput Molato, namun tidak berpengaruh nyata terhadap berat batang segar. Produksi bahan segar, berat daun, dan kadar BETN tertinggi diperoleh pada perlakuan R2, yaitu berturut-turut sebesar 486,60 gram/polibag, 397,60 gram/polibag, dan 53,75%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bio urin babi pada level tertentu dapat meningkatkan pertumbuhan dan kualitas nutrisi rumput Molato sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair untuk meningkatkan produksi hijauan pakan   Kata kunci: BETN, bio urin babi, Brachiaria hybrid cv. Molato, produksi biomassa segar
EVALUASI KEBERHASILAN INSEMINASI BUATAN PADA SAPI PERANAKAN LIMOUSIN DI KECAMATAN METRO KIBANG KABUPATEN LAMPUNG TIMUR Rica Septiana; Miki Suhadi; Riko Herdiansah; Bobby Arya Putra; Anida Chusnul Chotimah
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 2 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i2.3548

Abstract

Inseminasi buatan adalah teknologi reproduksi yang dilakukan dengan memasukkan semen dari pejantan unggul, baik dalam bentuk cair maupun beku, ke dalam saluran reproduksi ternak betina menggunakan insemination gun. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas genetik, populasi, dan produktivitas ternak. Tujuan penelitian yaitu mengetahui performa IB pada sapi grade Limousin di Kecamatan Metro Kibang, Lampung Timur. Penelitian dilaksanakan pada Juni-Agustus 2025, melibatkan 88 peternak sebagai responden. Metode yang digunakan yaitu survei, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif untuk mengetahui performa inseminasi buatan melalui parameter yang dilihat, yaitu S/C, CR, NRR dan CI. Hasil penelitian didapatkan performa IB pada sapi Limousin S/C = 1,6, CR = 46,08%, NRR = 46,08% dan CI = 392 hari. Kesimpulannya adalah kualitas reproduksi ternak betina di daerah pengamatan kurang baik. Kurang optimalnya tingkat keberhasilan disebabkan oleh kurangnya pengetahuan peternak mengenai reproduksi, birahi ternak, waktu IB, dan kesehatan pada ternak.   Kata kunci: calving interval, conception rate, inseminasi buatan, non-return rate, service per conception
OPTIMALISASI KONVERSI PAKAN MELALUI IMPLEMENTASI TEKNOLOGI SLAT KOLONI SEBAGAI SOLUSI EFISIENSI PAKAN AYAM BROILER: Optimization of Feed Conversion Through the Implementation of Colony Slatted Flooring Technology as a Solution for Improving Broiler Feed Efficiency Septi Muthoharoh; Ambo Asek; Miki Suhadi
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 2 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i2.3677

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi performa ayam broiler yang dipelihara menggunakan teknologi slat koloni dibandingkan dengan sistem pemeliharaan non-koloni dalam upaya meningkatkan efisiensi pakan yang diukur melalui nilai Feed Conversion Ratio (FCR). FCR merupakan salah satu indikator utama efisiensi penggunaan pakan yang berpengaruh langsung terhadap biaya operasional dalam usaha peternakan ayam broiler. Penelitian dilaksanakan di Farm X dengan menggunakan 12.000 ekor ayam broiler strain Cobb yang dipelihara dalam sistem closed house menggunakan slat plastik. Parameter yang diamati meliputi Average Body Weight (ABW) dan FCR selama lima periode pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknologi slat koloni mampu meningkatkan performa pertumbuhan ayam broiler, yang ditunjukkan oleh rata-rata ABW sebesar 1,98 kg dan nilai FCR rata-rata sebesar 1,40. Penggunaan slat plastik juga memperbaiki kondisi lingkungan kandang dengan menjaga kebersihan, mengurangi kelembapan, serta meningkatkan kenyamanan ayam, sehingga berdampak positif terhadap efisiensi penggunaan pakan. Temuan ini menunjukkan bahwa teknologi slat koloni berpotensi menjadi alternatif sistem pemeliharaan yang efektif untuk meningkatkan efisiensi pakan dan produktivitas ayam broiler.   Kata kunci: ayam broiler, efisiensi pakan, feed conversion ratio, pertumbuhan, slat koloni