cover
Contact Name
Riko Herdiansah
Contact Email
wahana.peternakan@utb.ac.id
Phone
+6282119931700
Journal Mail Official
wahana.peternakan@utb.ac.id
Editorial Address
https://jurnal.utb.ac.id/index.php/jwputb/EditorialTim
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Wahana Peternakan
ISSN : 27746119     EISSN : 25802941     DOI : https://doi.org/10.37090/jwputb.v7i2
Core Subject : Health, Agriculture,
Jurnal Wahana Peternakan e-ISSN: 2580-2941 | p-ISSN: 2774-6119 is a journal with open access. This journal publishes the results of original research, reviews/literature reviews, field cases, or ideas in the field of animal husbandry that are relevant to any field of study involving livestock, zoology, veterinary, animal ethics, and animal welfare, as well as social-economic of animal husbandry.
Articles 400 Documents
PELAKSANAAN PROGRAM ASURANSI USAHA TERNAK SAPI (AUTS) DI DESA PUCAK KECAMATAN TOMPOBULU KABUPATEN MAROS: Implementation of the Cattle Farming Business Insurance Program (AUTS) in Pucak Village, Tompobulu Districk, Maros Regency Muh. Syahir; Syamsinar Syamsinar; Amal Said; Hermimin Hermimin
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 2 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i2.3199

Abstract

Program Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS) merupakan program pemerintah yang bertujuan untuk melindungi peternak sapi dari risiko kematian dan kehilangan ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan program AUTS di Desa Pucak, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara terstruktur, dan penyebaran kuesioner kepada peternak sapi peserta program AUTS. Analisis penelitian difokuskan pada tahapan pelaksanaan program, meliputi sosialisasi, pendaftaran peserta, verifikasi ternak, pembayaran premi, serta prosedur klaim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program AUTS di Desa Pucak secara umum telah berjalan sesuai dengan pedoman teknis yang ditetapkan. Namun demikian, masih ditemukan beberapa kendala, terutama keterbatasan pemahaman peternak terhadap mekanisme klaim dan kelengkapan administrasi, yang dapat memengaruhi kelancaran proses klaim. Secara keseluruhan, program AUTS memberikan kontribusi positif dalam mitigasi risiko dan mendukung keberlanjutan usaha peternakan sapi rakyat, meskipun peningkatan pendampingan dan sosialisasi masih diperlukan.   Kata kunci: AUTS, asuransi ternak sapi, pelaksanaan program, peternak sapi
PENGARUH LAMA PERENDAMAN DALAM REBUSAN SERAI (Cymbopogan ciratus) TERHADAP KUALITAS INTERNAL TELUR ITIK: Effect of Soaking Time in Lemongrass Stew (Cymbopogan ciratus) on the Internal Quality of Duck Eggs Bunga Sintia Rahmi; Nilawati Nilawati; Irzal Irda
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 2 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i2.3208

Abstract

Telur segar memiliki daya simpan yang terbatas, yaitu sekitar 10 hingga 14 hari pada suhu ruang. Setelah itu, kualitasnya cenderung menurun. Sebagai alternatif pengawetan alami, serai yang mengandung senyawa tanin dimanfaatkan karena kemampuannya dalam menyamak kulit telur, sehingga dapat memperpanjang masa simpan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh lama perendaman rebusan serai (Cymbopogon citratus) terhadap kualitas internal telur itik. Metode penelitian ini menggunakan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Setiap ulangan terdiri dari 4 butir telur itik. Perlakuan yang diterapkan meliputi A = tanpa perendaman (kontrol), B = perendaman selama 10 menit, C = 20 menit, D = 30 menit, dan E = 40 menit, dengan konsentrasi larutan sebesar 30%. Penelitian ini dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Variabel yang diamati adalah indeks kuning telur, indeks putih telur, Haugh unit, kedalaman rongga udara, penyusutan bobot telur, dan ketebalan kerabang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh lama perendaman rebusan serai berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap indeks kuning telur, indeks putih telur, Haugh unit, kedalaman rongga udara telur itik, namun berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap penyusutan bobot telur dan ketebalan kerabang. Perendaman telur itik dalam rebusan serai selama 10 menit efektif dalam mempertahankan kualitas internal telur selama penyimpanan, serta dapat menjadi alternatif pengawetan alami yang aman dan ramah lingkungan.   Kata kunci: kualitas internal telur itik, serai, telur itik
PENGARUH LEMAK TELO DAN DEDAK PADI TERHADAP KONSUMSI NITROGEN, RETENSI NITROGEN DAN NILAI BIOLOGIS RANSUM TERNAK KAMBING KACANG: Efect of Tallow Fat and Rice Bran on Nitrogen Intake, Nitrogen Retention, and Biological Value of Kacang Goat Ration Vivi Mbuilima; Edwin Jermias Lodowik Lazarus; Imanuel Benu
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 2 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i2.3213

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan campuran lemak telo dan dedak padi (daklow) terhadap konsumsi nitrogen, retensi nitrogen, dan nilai biologis ransum pada ternak kambing Kacang. Ternak yang digunakan adalah kambing Kacang jantan berumur 11–12 bulan sebanyak 4 ekor dengan bobot badan rata-rata 17 kg. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Bujur Sangkar Latin (RBSL) dengan 4 perlakuan dan 4 periode sebagai ulangan. Perbandingan dedak padi dan lemak telo dalam daklow adalah 60:40. Perlakuan yang diberikan terdiri atas P0 = hijauan + konsentrat (tanpa daklow), P1 = hijauan + konsentrat dengan penambahan 10% daklow, P2 = hijauan + konsentrat dengan penambahan 15% daklow, dan P3 = hijauan + konsentrat dengan penambahan 20% daklow. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan apabila menunjukkan pengaruh nyata, dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan daklow dalam ransum berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap konsumsi nitrogen, namun tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap retensi nitrogen dan nilai biologis ransum. Berdasarkan hasil tersebut, penggunaan daklow hingga level 20% dalam konsentrat dapat diterapkan dalam ransum ternak kambing Kacang.   Kata kunci: dedak padi, kambing Kacang, lemak telo, nilai biologis, retensi
OPTIMASI SIFAT FISIK CONCENTRATED YOGURT SUSU KAMBING MELALUI APLIKASI ENZIM TRANSGLUTAMINASE DAN PROTEIN TAMBAHAN: Optimization of the Physical Properties of Concentrated Goat Milk Yogurt Through the Application of Transglutaminase Enzyme and Added Protein Salvian Setyo Prayitno; Harvey Febrianta
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 2 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i2.3269

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh enzim transglutaminase mikroba (mTGase) dan protein tambahan terhadap sifat fisik concentrated yogurt berbasis susu kambing. Bahan yang digunakan meliputi susu kambing Etawa, starter yogurt aktif, mTGase, susu skim bubuk, dan whey protein isolate (WPI). Rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan lima ulangan diterapkan: P0 (kontrol), P1 (mTGase 0,03%), P2 (mTGase + susu skim 1%), dan P3 (mTGase + WPI 1%). Susu dikondisikan pada suhu 10°C selama 24 jam sebelum fermentasi. Parameter yang dianalisis meliputi yield, whey asam, sineresis, dan pH, diukur satu jam setelah yogurt dikeluarkan dari refrigerator. Hasil menunjukkan bahwa mTGase secara signifikan (P<0,05) meningkatkan yield serta menurunkan whey asam, sineresis, dan pH. Kombinasi MTGase dengan protein tambahan memberikan efek tambahan terhadap kualitas fisik yogurt. Tidak ditemukan perbedaan signifikan antara perlakuan P2 dan P3 pada sebagian besar parameter. Kesimpulannya, modifikasi sifat fisik concentrated yogurt susu kambing dapat dicapai melalui aplikasi mTGase, baik secara tunggal maupun dikombinasikan dengan protein tambahan.   Kata kunci: concentrated yogurt, enzim transglutaminase, protein tambahan, sifat fisik, susu kambing
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN DAGING BABI DALAM RANGKA UPACARA REBADI KECAMATAN BAJAWA: Factors Influencing Demand Pork in the Context of the Reba Ceremony in Bajawa District Karmelia Klaudia Wea; Ulrikus Romsen Lole; Diana Mariani Sabat; Maria Rosdiana Deno Ratu
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 2 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i2.3281

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Bajawa untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi permintaan daging babi dalam rangka upacara Reba serta elastisitasnya. Metode yang digunakan adalah survei dengan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui penentuan lokasi secara purposif di dua desa (Beriwaali dan Wawowaer) dan dua kelurahan (Jawa Mezzer dan Susu), serta pengambilan 100 responden secara acak nonproporsional, sedangkan data sekunder berasal dari instansi pemerintah dan literatur terkait. Analisis menggunakan regresi linier berganda, fungsi Cobb–Douglas dan korelasi. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata konsumsi daging babi sebesar 10 ± 5,75 kg/tahun (KV 0,56%). Faktor yang berhubungan secara signifikan dengan permintaan adalah harga daging babi (X₁), pendapatan konsumen (X₄), jumlah tamu yang diundang (X₆), dan tradisi (X₇). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,735, yang berarti 73,5% variasi permintaan dapat dijelaskan oleh variabel tersebut. Permintaan daging babi bersifat elastis dengan nilai elastisitas 1,013. Secara parsial, tradisi (X₇) bersifat elastis, sedangkan harga, pendapatan, dan jumlah tamu bersifat inelastis. Dengan demikian, permintaan daging babi terutama dipengaruhi oleh jumlah tamu yang diundang dan tradisi, dengan rata-rata 10 kg/tahun.   Kata kunci: daging babi, elastisitas, faktor pengaruh, permintaan, upacara Reba
EVALUASI KEBERHASILAN INSEMINASI BUATAN SAPI ACEH BETINA DI KECAMATAN MANYAK PAYED KABUPATEN ACEH TAMIANG: The Success of Aceh Cattle Artificial Insemination in Manyak Payed District Aceh Tamiang Regency Maidika Maidika; Enike Dwi Kusumawati; Dimas Pratidina Puriastuti Hadiani
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 2 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i2.3308

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan tingkat keberhasilan inseminasi buatan (IB) pada sapi Aceh di Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Manyak Payed selama tiga bulan (Juni–Agustus 2025). Studi ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk menggambarkan tingkat keberhasilan inseminasi buatan melalui perhitungan Conception Rate (CR), Service per Conception (S/C), dan Non-Return Rate (NRR). Data yang digunakan terdiri dari data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur, pengamatan lapangan, dan pencatatan hasil inseminasi buatan, sedangkan data sekunder diperoleh dari laporan dan catatan reproduksi Kantor Dinas Peternakan setempat. Sampel penelitian ditentukan secara purposif, melibatkan 15 petani (628 sapi betina yang diinseminasi), tiga inseminator, dan satu petugas teknis dari Kantor Dinas Peternakan. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan menghitung nilai CR, S/C, dan NRR, yang kemudian dibandingkan dengan standar efisiensi reproduksi sapi potong. Hasil menunjukkan bahwa nilai CR di Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, pada periode 2023 sebesar 42,67%, menunjukkan bahwa sebagian besar sapi betina bunting setelah satu kali layanan inseminasi buatan (IB). Nilai Service per Conception (S/C) sebesar 2,26 menunjukkan bahwa, rata-rata, kebuntingan tercapai dengan jumlah inseminasi yang sangat efisien, sementara nilai NRR sebesar 42,67%. Berdasarkan hasil dan analisis, dapat disimpulkan bahwa penerapan inseminasi buatan di wilayah studi menunjukkan tingkat efisiensi reproduksi yang baik.   Kata kunci: conception rate, inseminasi buatan, non-return rate, sapi Aceh, service per conception
TINGKAT KEBERHASILAN INSEMINASI BUATAN SAPI ACEH DI KECAMATAN TAMIANG HULU KABUPATEN ACEH TAMIANG: Success Rate of Aceh Cattle Artificial Insemination in Tamiang Hulu District Aceh Tamiang Regency Sigi Hartono; Enike Dwi Kusumawati; Tri Ida Wahyu Kustyorini
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 2 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i2.3310

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan tingkat keberhasilan inseminasi buatan (IB) pada sapi Aceh di Kecamatan Tamiang Hulu, Kabupaten Aceh Tamiang. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Tamiang Hulu selama tiga bulan (Juni–Agustus 2025). Studi ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan tingkat keberhasilan inseminasi buatan melalui perhitungan Conception Rate (CR), Service per Conception (S/C), dan Non Return Rate (NRR). Data yang digunakan terdiri dari data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur, pengamatan lapangan, dan pencatatan hasil inseminasi buatan, sedangkan data sekunder diperoleh dari laporan dan catatan reproduksi dari Dinas Peternakan setempat. Sampel penelitian ditentukan secara purposif, melibatkan 15 peternak (45 sapi betina yang diinseminasi), 3 inseminator, dan 1 petugas teknis dari Dinas Peternakan. Analisis data dilakukan secara deskriptif  kuantitatif dengan menghitung nilai CR, S/C, dan NRR, yang kemudian dibandingkan dengan standar efisiensi reproduksi untuk sapi potong. Hasil menunjukkan bahwa nilai CR di Kabupaten Aceh Tamiang, Distrik Tamiang Hulu, untuk periode 2023 adalah 46,67%, menunjukkan bahwa sebagian besar sapi betina bunting setelah satu kali layanan IB. Nilai S/C sebesar 2,35 menunjukkan bahwa kebuntingan tercapai dengan jumlah inseminasi yang sangat efisien, sementara nilai NRR sebesar 46,67%. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa tingkat keberhasilan inseminasi buatan di Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang masih dalam kategori cukup baik.   Kata kunci: inseminasi buatan, non return rate, sapi Aceh, service per conception, tingkat konsepsi
PENGARUH PENGGUNAAN POTONGAN KARKAS ENTOK (Cairina moschata) YANG BERBEDA TERHADAP KADAR AIR, KARBOHIDRAT, RENDEMEN DAGING SEGAR DAN SUI WU’U: The Effect of Using Different Cuts of Mushroom (Cairina moschata) Carcas on Water, Carbohydrate Content and Sui Wu'u Yield Roswita Fiat Foluntas Tua; Gemini Ermiani Mercurina Malelak; Bastari Sabtu
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 2 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i2.3311

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah metode pengawetan sui wu’u memberikan pengaruh pada rendemen dan kualitas kimia potongan karkas entok yang berbeda. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan terdiri dari P1: Potongan karkas bagian dada (breast) 400 g + tepung jagung 200% + garam 6%, P2: Potongan karkas bagian paha atas (thigh) 400 g + tepung jagung 200% + garam 6%, P3: Potongan karkas bagian paha bawah (drumstick) 400 g + tepung jagung 200% + garam 6% disimpan dalam bambu petung. Variabel yang diuji adalah kadar air karkas segar dan sui wu’u, karbohidrat karkas segar dan sui wu’u, dan rendemen. Data dianalisis menggunakan analysis of variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan potongan karkas entok yang berbeda berpengaruh nyata (P<0,01) terhadap kadar air karkas segar dan karbohidrat karkas segar, sedangkan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kadar air sui wu’u, karbohidrat sui wu’u dan rendemen. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penggunaan potongan karkas entok yang berbeda, yaitu dada (breast), paha atas (thigh), dan paha bawah (drumstick), pada proses fermentasi sui wu’u memberikan pengaruh terhadap kadar air karkas segar dan karbohidrat karkas segar. Kadar air karkas segar tertinggi pada paha bawah (77,39%) dan terendah pada dada (70,65%), sedangkan kadar karbohidrat karkas segar tertinggi pada dada (4,04%) dan terendah pada paha bawah (3,61%). Namun, setelah menjadi sui wu’u perbedaan potongan karkas ini tidak mempengaruhi kadar air sui wu’u (64,03-65,27%), karbohidrat sui wu’u (2,47-4,57%) dan rendemen (85,16-88,14%).   Kata kunci: kadar air, karbohidrat, karkas entok, rendemen, sui wu’u
PERBEDAAN PERFORMA AYAM BIBIT INDUK PEDAGING JANTAN DAN BETINA: Performance Differences Between Male and Female Broiler Breeding Chickens Ahmad Muzakki; Ismoyowati Ismoyowati; Imam Suswoyo
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 2 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i2.3316

Abstract

Permintaan daging ayam global diketahui cenderung meningkat setiap tahun. Optimalisasi unggas bibit diperlukan agar produksi ayam konsumsi lebih efisien sehingga dapat memenuhi permintaan yang terus meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan performa ayam bibit induk pedaging jantan dan betina dari segi konsumsi pakan, bobot badan, keseragaman, dan tingkat deplesi. Penelitian dilakukan di PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Unit Cipunagara 1 menggunakan ayam strain Lohmann Indian River berusia 12 minggu, terdiri dari 14.799 ekor jantan dan 103.621 ekor betina. Data dikumpulkan melalui laporan performa mingguan dari kandang, dan analisis dilakukan dengan uji t dua sampel dengan varians yang sama untuk menilai perbedaan antara jenis kelamin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayam jantan memiliki konsumsi pakan dan bobot badan yang lebih tinggi, yang mencerminkan pertumbuhan yang lebih cepat serta kebutuhan nutrisi yang lebih besar. Sedangkan, ayam betina menunjukkan keseragaman populasi yang lebih baik serta tingkat deplesi yang lebih rendah, yang dipengaruhi oleh perilaku yang lebih tenang, dominansi yang lebih rendah, dan respons imun yang lebih stabil. Perbedaan dalam keseragaman juga dipengaruhi oleh tingkat persaingan pakan dan perilaku agresif yang lebih tinggi pada jantan. Tingginya deplesi pada jantan berkaitan dengan stres metabolik, sensitivitas terhadap suhu tinggi, dan agresivitas sosial. Secara keseluruhan, perbedaan jenis kelamin memiliki dampak signifikan terhadap performa ayam bibit, sehingga manajemen pemeliharaan yang spesifik untuk setiap jenis kelamin sangat dibutuhkan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dalam hal pertumbuhan, jantan menunjukkan keunggulan, sementara betina lebih unggul dalam hal keseragaman dan daya hidup.   Kata kunci: ayam bibit induk pedaging, jenis kelamin, konsumsi pakan, keseragaman, performa
PENGARUH PENGGUNAAN TEPUNG DAUN LAMTORO (Leucaena leucocephala) DAN TEPUNG JAHE (Zingiber officinale) DALAM RANSUM TERHADAP PROFIL DARAH AYAM BROILER: The Effect of Lamtoro Leaf Meal (Leucaena leucocephala) and Ginger Meal (Zingiber officinale) in the Diet on the Blood Profile of Broiler Chickens Imel Ferawati Tungga; Agustinus Konda Malik; Simon Edison Mulik
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 2 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i2.3327

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan tepung daun lamtoro (Leucaena leucocephala) dan tepung jahe (Zingiber officinale) dalam ransum terhadap profil darah ayam broiler. Penelitian dirancang menggunakan metode rancangan acak lengkap yang terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan. Setiap ulangan terdapat 5 ekor ayam. Perlakuan meliputi P0 (kontrol)= ransum tanpa tepung daun lamtoro dan tepung jahe, P1= 2% tepung daun lamtoro dan 0,5% tepung jahe dalam ransum, P2= 4% tepung daun lamtoro dan 1% tepung jahe dalam ransum, P3= 6% tepung daun lamtoro dan 1,5% tepung jahe dalam ransum. Variabel yang dievaluasi meliputi kolesterol total, High Density Lipoprotein (HDL), Low Density Lipoprotein (LDL), Very Low Density Lipoprotein (VLDL). Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa pemberian tepung daun lamtoro dan tepung jahe berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kadar HDL dan VLDL darah ayam broiler, tetapi berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap kadar kolesterol total dan LDL. Disimpulkan bahwa penggunaan tepung daun lamtoro 2% dan tepung jahe 0,5% memberikan hasil terbaik, yang dapat dilihat dari kadar HDL.   Kata kunci: ayam broiler, HDL, LDL, kolesterol total, VLDL