cover
Contact Name
Riko Herdiansah
Contact Email
wahana.peternakan@utb.ac.id
Phone
+6282119931700
Journal Mail Official
wahana.peternakan@utb.ac.id
Editorial Address
https://jurnal.utb.ac.id/index.php/jwputb/EditorialTim
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Wahana Peternakan
ISSN : 27746119     EISSN : 25802941     DOI : https://doi.org/10.37090/jwputb.v7i2
Core Subject : Health, Agriculture,
Jurnal Wahana Peternakan e-ISSN: 2580-2941 | p-ISSN: 2774-6119 is a journal with open access. This journal publishes the results of original research, reviews/literature reviews, field cases, or ideas in the field of animal husbandry that are relevant to any field of study involving livestock, zoology, veterinary, animal ethics, and animal welfare, as well as social-economic of animal husbandry.
Articles 400 Documents
TINGKAT PENGETAHUAN PETERNAK TERKAIT PENGELOLAAN LIMBAH B3 (BAHAN BERBAHAYA BERACUN) DI DESA KARANGPAKIS KEDIRI: Level of Farmers Knowledge Regarding Management of B3 Waste (Hazardous Waste) in Karangpakis Village, Kediri Luvy Dellarosa; Diah Nugrahani Pristihadi; Wining Astini; Ririh Sekar Mardisiwi; Ahmad Arga Ramadhan
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 1 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i1.3106

Abstract

Limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) merupakan sisa dari suatu usaha dan/atau kegiatan yang dikategorikan berbahaya karena sifat, konsentrasi, dan/atau jumlahnya berpotensi mencemari, merusak, atau membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, serta kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya. Sektor peternakan merupakan salah satu sumber penghasil limbah B3 yang perlu dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan peternak di Desa Karangpakis, Kabupaten Kediri, dalam mengelola limbah B3. Pengumpulan data dilakukan melalui metode survei dengan teknik purposive sampling. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebanyak 88,23% peternak belum mengelola limbah B3, sehingga mereka tidak mampu menjelaskan definisi, jenis, maupun prosedur pengelolaannya. Namun demikian, sebanyak 29,41% peternak telah memahami urgensi pengelolaan limbah B3 untuk mencegah pencemaran lingkungan dan dampak negatif terhadap makhluk hidup. Berdasarkan temuan tersebut, diperlukan upaya peningkatan pengetahuan dan pemahaman peternak mengenai pentingnya pengelolaan limbah B3.   Kata kunci: bahaya, kesehatan, limbah B3, peternak
REVIEW: PEMANFAATAN EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava) UNTUK MENINGKATKAN DAYA SIMPAN TELUR: Review: Utilization of Guava Leaf Extract (Psidium Guajava) toImprove Egg Shelf Life Lisa Aprilia; Ajeng Aulia Martina; Eka Rizky Vury Rahayu
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 1 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i1.3111

Abstract

Telur merupakan komoditas pangan hewani yang memiliki nilai nutrisi tinggi dan mudah rusak (perishable food) sehingga membutuhkan penanganan yang tepat untuk menjaga kualitasnya. Secara umum, telur yang disimpan lebih dari 14 hari pada suhu ruang akan mengalami penurunan kualitas. Kajian literatur ini menelaah pengaruh ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava) sebagai pengawet alami terhadap kualitas telur, yang dievaluasi melalui perubahan mutu telur dengan indikator bobot telur, Haugh Unit, indeks putih telur, dan indeks kuning telur. Hasil berbagai penelitian menunjukkan bahwa perendaman telur dalam ekstrak daun jambu biji dapat memperlambat penurunan mutu. Senyawa bioaktif, khususnya tanin, membentuk lapisan pelindung pada kulit telur yang mengurangi penguapan, menekan keluarnya CO₂, dan menghambat penetrasi mikroorganisme. Meskipun demikian, efektivitas ekstrak daun jambu biji dipengaruhi oleh konsentrasi, durasi perendaman dan lama penyimpanan. Temuan ini menunjukkan bahwa ekstrak daun jambu biji berpotensi menjadi alternatif pengawet alami yang aman untuk mempertahankan mutu telur selama penyimpanan   Kata kunci: daya simpan, ekstrak daun jambu, kualitas telur, pengawet alami
EFEKTIVITAS BAHAN PENGENCER NACL, RINGER LAKTAT, DAN RINGER DEXTROSE TERHADAP KUALITAS SEMEN AYAM BANGKOK: The Effectiveness of NaCl, Ringer's Lactate, and Ringer's Dextrose Diluents on the Semen Quality of Bangkok Roosters Arif Qisthon; Sri Suharyati; Siswanto; Madi Hartono; Purnama Edy Santosa; Dimas Muhammad Fadilah; Lusia Komala Widiastuti
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 1 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i1.3120

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh bahan pengencer NaCl, Ringer Laktat, dan Ringer Dextrose terhadap kualitas semen ayam Bangkok (Gallus gallus domesticus). Penelitian telah dilaksanakan di Laboratorium Fisiologi dan Reproduksi Ternak, Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Penelitian dilakukan dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuannya adalah P1: penambahan pengencer NaCl, P2: penambahan pengencer Ringer Laktat, P3: penambahan pengencer Ringer Dextrose. Peubah yang diukur adalah motilitas, viabilitas dan abnormalitas pada penyimpanan 0 jam (pascapengenceran), 1 jam dan 2 jam yang disimpan pada suhu ruang. Data yang diperoleh dari hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dengan taraf 5% dan peubah yang berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan bahan pengencer Ringer Dextrose, Ringer Laktat, dan NaCl berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap motilitas dan viabilitas, namun tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap abnormalitas spermatozoa pasca pengenceran dan setelah penyimpanan selama 1 serta tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap motilitas, viabilitas dan abnormalitas pada 2 jam penyimpanan. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan bahan pengencer Ringer Dextrose (P1) memberikan pengaruh terbaik dalam mempertahankan motilitas dan viabilitas semen cair ayam Bangkok sampai 1 jam penyimpanan pada suhu ruang.   Kata kunci: ayam Bangkok, spermatozoa, ringer dextrose, ringer laktat, NaCl
EVALUASI KUALITAS TELUR AYAM RAS PADA SISTEM PEMELIHARAAN CLOSED HOUSE DENGAN POSISI CAGE YANG BERBEDA: Evaluation of the Quality of Rice Broad Chicken Eggs in the Closed house Maintenance System with Different Cage Positions Muhammad Irsyad Nur Rohman; Sri Sukaryani
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 1 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i1.3274

Abstract

Telur ayam ras merupakan komoditas pangan hewani utama di Indonesia yang berperan penting dalam pemenuhan gizi masyarakat. Untuk meningkatkan efisiensi produksi dan menjaga mutu telur, industri peternakan modern menerapkan sistem kandang tertutup (closed house) yang mampu mengendalikan kondisi lingkungan mikro. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kualitas telur ayam ras petelur pada sistem closed house dengan posisi cage yang berbeda, yaitu di depan cooling pad (inlet) dan di depan kipas blower (outlet) di CV Berkat Karya Gemilang, Kabupaten Karanganyar. Penelitian dilaksanakan selama empat minggu menggunakan 32 ekor ayam ras petelur strain Novogen umur 20 minggu dengan metode eksperimen dua perlakuan dan empat ulangan. Parameter yang diamati meliputi berat telur, indeks albumen, indeks kuning telur, indeks bentuk telur, dan Haugh Unit. Data dianalisis menggunakan uji t independent samples. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan posisi cage tidak berpengaruh nyata (p > 0,05) terhadap berat telur dan indeks bentuk telur. Namun, posisi cage berpengaruh nyata hingga sangat nyata terhadap kualitas internal telur. Posisi cage di depan cooling pad menghasilkan nilai indeks albumen dan Haugh Unit yang lebih tinggi (p < 0,01) serta indeks kuning telur yang lebih tinggi (p < 0,05) dibandingkan dengan posisi di depan blower. Dapat disimpulkan bahwa perbedaan posisi cage dalam kandang closed house memengaruhi kualitas internal telur, tetapi tidak memengaruhi kualitas eksternal telur.   Kata kunci: closed house, haugh unit, kualitas telur, posisi cage, telur ayam ras
PENGARUH AMONIASI DAN FERMENTASI MENGGUNAKAN Aspergillus niger PADA KULIT KOPI TERHADAP VFA TOTAL DAN NH3 CAIRAN RUMEN SAPI SECARA IN VITRO: The Effect of Ammoniation and Fermentation Using Aspergillus niger of Coffee Husk on VFA Total and NH3 of In Vitro Rumen Fermentation Widya Febriyani; Erwanto; Muhtarudin; Liman
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 1 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i1.3348

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah 1) mengetahui pengaruh amoniasi dan fermentasi kulit kopi menggunakan Aspergillus niger dibandingkan dengan kulit kopi tanpa perlakuan terhadap VFA total dan NH3 cairan rumen sapi; 2) mengetahui perlakuan terbaik kualitas nutrisi kulit kopi amoniasi maupun fermentasi menggunakan Aspergillus niger terhadap VFA total dan NH3 cairan rumen sapi. Penelitian ini dilaksanakan pada 31 Desember 2018—1 Maret 2019 di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak, Jurusan Peternakan, Universitas Lampung, Laboratorium Mikrobiologi FMIPA Universitas Lampung dan Laboratorium Ilmu Nutrisi Ternak Perah, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diberikan pada penelitian ini yaitu kulit kopi tanpa perlakuan (P1), amoniasi kulit kopi dengan urea 4% (P2), amoniasi kulit kopi dengan amonium sulfat 1,5% (P3), amoniasi kulit kopi dengan Aspergillus niger 5 gram (P4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan amoniasi dan fermentasi berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap VFA total dan NH3 cairan rumen sapi. Perlakuan terbaik pada penelitian terdapat pada amoniasi kulit kopi menggunakan urea 4%.   Kata kunci: amoniasi, fermentasi, kulit kopi, NH3, VFA
PENGARUH SUBSTITUSI PAKAN KOMPLIT KOMERSIAL DENGAN TEPUNG DAUN KELOR TERHADAP KECERNAAN BAHAN KERINGDAN BAHAN ORGANIK BABI FASE GROWER: Effect of Commercial Complete Feed Substitution with Moringa Leaf Flour on the Digestibility of Dry Matter and Organic Matter of Grower Pigs Faustus Jusing; Wilmintje Marlene Nelley; Ni Nengah Suryani; David Agustinus Nguru
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 1 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i1.3400

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi substitusi tepung daun kelor (TDK) dalam pakan komplit komersial (PKK) terhadap konsumsi dan kecernaan bahan kering dan bahan organik ternak babi fase pertumbuhan. Materi yang digunakan adalah 12 ekor ternak babi jantan kastrasi peranakan landrace yang berumur 3-5 bulan dengan bobot badan awal 38-55 kg dengan rataan 45,17 kg (KV=13,31%). Percobaan menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Masing-masing perlakuan yang dicobakan adalah R0: 100% PKK, R1: 90% PKK + 10% TDK, R2: 85% PKK + 15% TDK, R3: 80% PKK + 20% TDK. Variabel yang diukur adalah konsumsi dan kecernaan bahan kering dan bahan organik. Data dianalisis menggunakan ANOVA. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi bahan kering, konsumsi bahan organik, kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik. Disimpulkan bahwa substitusi pakan komplit komersial dengan tepung daun kelor dari level 10%-20% dapat diberikan pada ternak babi fase grower.   Kata kunci: babi fase grower, bahan kering, bahan organik, kecernaan, tepung daun kelor
PEMANFAATAN RECORDING UNTUK MENINGKATKAN MANAJEMEN PEMELIHARAAN TERNAK BABI DI KECAMATAN KUWUS BARATNUSA TENGGARA TIMUR: Utilization of Recording to Improve the Management of Raising Pigs in West Kuwus District, East Nusa Tenggara Maria Tarsisia Luju; Roselin Gultom; Korbinianus Feribertus Rinca; Yohana Maria Febrizky Bollyn; Puspita Cahya Achmadi; Klaudius Yudi Febriandi Dapang
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 2 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i2.1079

Abstract

Dalam penyediaan protein hewani, ternak babi menempati urutan ketiga setelah unggas dan sapi. Sebagian besar usaha ternak babi dijalankan oleh peternak rakyat dengan sistem manajemen pemeliharaan yang masih bersifat tradisional serta kualitas genetik ternak yang relatif rendah. Kondisi ini juga terjadi di Kecamatan Kuwus Barat, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), di mana ternak babi umumnya masih dipelihara secara tradisional dan belum menerapkan pola pemuliaan yang terencana dan terarah. Pencatatan ternak (recording) merupakan salah satu aspek penting dalam manajemen pemeliharaan ternak. Melalui pencatatan yang baik, peternak dapat menentukan strategi pemeliharaan yang lebih tepat dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesadaran peternak babi dalam melakukan recording sebagai bagian dari pengelolaan usaha peternakan. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah ternak babi yang dipelihara oleh peternak di wilayah Kecamatan Kuwus Barat. Materi penelitian terdiri atas populasi dan sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum peternak di Kecamatan Kuwus Barat belum memanfaatkan recording secara optimal. Adapun hasil penelitian berdasarkan indikator recording ternak babi menunjukkan bahwa pencatatan terhadap populasi ternak mencapai 25%, pencatatan silsilah atau keturunan sebesar 0%, pencatatan reproduksi sebesar 45%, dan pencatatan kesehatan ternak sebesar 5%.   Kata kunci: manajemen pemeliharaan, recording, ternak babi  
PENGARUH PENAMBAHAN LEVEL SARI WORTEL (Daucus carota) DALAM PENGENCER MIII TERHADAP KUALITAS SEMEN CAIR BABI LANDRACE: Effect of Additional Levels of Carrot (Daucus carota) Juice Level in MIII Diluent on the Quality of Liquid Landrace Boars Semen Cornelius Setyawan Sufardi; Thomas Mata Hine; Petrus Kune
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 2 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i2.1698

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan sari wortel dalam pengencer Mulberry III (MIII)–kuning telur (KT) terhadap kualitas semen cair babi Landrace. Penelitian menggunakan semen segar dari babi jantan yang telah mencapai dewasa kelamin dengan umur 2,5–3 tahun dan dalam kondisi sehat. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan terdiri atas P0 (MIII–kuning telur), P1 (MIII–kuning telur + 0,5% sari wortel), P2 (MIII–kuning telur + 1% sari wortel), P3 (MIII–kuning telur + 1,5% sari wortel), dan P4 (MIII–kuning telur + 2% sari wortel). Semen yang telah diencerkan sesuai perlakuan disimpan dalam wadah styrofoam pada suhu 18–20°C. Evaluasi kualitas semen dilakukan setelah pengenceran dan setiap 8 jam selama penyimpanan hingga motilitas mencapai batas minimal 40%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hingga penyimpanan 16 jam, motilitas dan viabilitas spermatozoa pada seluruh perlakuan tidak berbeda nyata (P>0,05). Namun demikian, pada penyimpanan 32 jam, perlakuan P3 menunjukkan nilai motilitas dan viabilitas tertinggi, yaitu masing-masing sebesar 46,25% dan 53,01%, yang berbeda nyata dibandingkan P0 (P<0,05), tetapi tidak berbeda nyata dengan P4 (P>0,05). Abnormalitas spermatozoa tidak menunjukkan perbedaan nyata antar perlakuan (P>0,05). Daya tahan hidup spermatozoa terbaik diperoleh pada perlakuan P3, yaitu 35,55 jam, yang berbeda nyata dibandingkan P0, P1, dan P2 (P<0,05), namun tidak berbeda nyata dengan P4 (P>0,05). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penambahan sari wortel sebesar 1,5% ke dalam pengencer MIII–kuning telur mampu mempertahankan kualitas semen cair babi Landrace selama penyimpanan.   Kata kunci: sari wortel, mulberry III, kuning telur, spermatozoa babi Landrace
PENGARUH PENAMBAHAN KUNING TELUR OMEGA 3 DENGAN LEVEL YANG BERBEDA DALAM PENGENCER BELTSVILLE THAWING SOLUTION TERHADAP KUALITAS SEMEN BABI LANDRACE : The Effect of Adding Omega 3 Egg Yolks with Different Levels in Beltsville Thawing Solution Diluent Semen Quality of Landrace Boars Polikarpus Dordianus Peo; Wilmintje Marlene Nalley; Thomas Mata Hine; Aloysius Marawali
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 2 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i2.2217

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan kuning telur omega-3 (KTO3) pada berbagai level dalam pengencer Beltsville Thawing Solution (BTS) terhadap kualitas semen cair babi Landrace. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas lima perlakuan dan empat ulangan, sehingga diperoleh 20 unit percobaan. Perlakuan yang diberikan meliputi: P0 = BTS + 20% kuning telur ayam kampung (KTK), P1 = BTS + 5% KTO3, P2 = BTS + 10% KTO3, P3 = BTS + 15% KTO3, dan P4 = BTS + 20% KTO3. Semen yang telah diencerkan disimpan pada suhu 18–20 °C, kemudian dilakukan evaluasi terhadap motilitas, viabilitas, abnormalitas, dan daya tahan hidup spermatozoa setiap 8 jam selama penyimpanan. Analisis data meliputi perhitungan rataan, standar deviasi, analisis ragam (ANOVA), dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P3 (15% KTO3) pada penyimpanan jam ke-40 menghasilkan motilitas dan daya tahan hidup spermatozoa masing-masing sebesar 42,5% dan 41,33 jam, yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan P0 dan P1 (P<0,05), namun tidak berbeda nyata dengan P2 dan P4 (P>0,05). Viabilitas spermatozoa tertinggi juga diperoleh pada perlakuan P3 dan berbeda nyata dengan P1 (P<0,05), tetapi tidak berbeda nyata dengan perlakuan lainnya (P>0,05). Sementara itu, variabel abnormalitas spermatozoa menunjukkan tidak adanya perbedaan yang signifikan antarperlakuan (P>0,05). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penambahan KTO3 sebesar 15% ke dalam pengencer BTS mampu mempertahankan kualitas semen cair babi Landrace selama penyimpanan.   Kata kunci: babi Landrace, Beltsville thawing solution, kuning telur omega-3
KADAR PROTEIN DAN LEMAK DAGING DADA DAN PAHA AYAM KUB YANG DIBERI PAKAN MENGANDUNG FESES SAPI TERFERMENTASI : Protein and Fat Content of Chicken Breast and Thigh Meat Feeded with Fermented Cow Feces Novita Sari Darham; Franky MS Telupere; Jonas Frits Theedens
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 2 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i2.2377

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan feses sapi terfermentasi dalam pakan terhadap kualitas kimia daging dada dan paha ayam Kampung Unggul Balitbang (KUB). Penelitian dilaksanakan selama 14 minggu, mulai 8 April hingga 16 Juni 2024. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan lima ulangan, melibatkan 100 ekor ayam KUB. Perlakuan terdiri atas R0 (100% pakan komersial/kontrol), R1 (90% pakan komersial + 10% feses sapi terfermentasi), R2 (80% pakan komersial + 20% feses sapi terfermentasi), dan R3 (70% pakan komersial + 30% feses sapi terfermentasi). Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kualitas kimia daging dada dan paha ayam KUB. Disimpulkan bahwa pemberian feses sapi terfermentasi memberikan pengaruh signifikan terhadap kualitas daging dada, dengan taraf terbaik pada level 30%.   Kata kunci: ayam KUB, daging dada dan paha, kualitas kimia