cover
Contact Name
Riko Herdiansah
Contact Email
wahana.peternakan@utb.ac.id
Phone
+6282119931700
Journal Mail Official
wahana.peternakan@utb.ac.id
Editorial Address
https://jurnal.utb.ac.id/index.php/jwputb/EditorialTim
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Wahana Peternakan
ISSN : 27746119     EISSN : 25802941     DOI : https://doi.org/10.37090/jwputb.v7i2
Core Subject : Health, Agriculture,
Jurnal Wahana Peternakan e-ISSN: 2580-2941 | p-ISSN: 2774-6119 is a journal with open access. This journal publishes the results of original research, reviews/literature reviews, field cases, or ideas in the field of animal husbandry that are relevant to any field of study involving livestock, zoology, veterinary, animal ethics, and animal welfare, as well as social-economic of animal husbandry.
Articles 366 Documents
TINGKAT PENGETAHUAN PETERNAK TERKAIT PENGELOLAAN LIMBAH B3 (BAHAN BERBAHAYA BERACUN) DI DESA KARANGPAKIS KEDIRI: Level of Farmers Knowledge Regarding Management of B3 Waste (Hazardous Waste) in Karangpakis Village, Kediri Dellarosa, Luvy; Diah Nugrahani Pristihadi; Wining Astini; Ririh Sekar Mardisiwi; Ahmad Arga Ramadhan
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 1 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i1.3106

Abstract

Limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) merupakan sisa dari suatu usaha dan/atau kegiatan yang dikategorikan berbahaya karena sifat, konsentrasi, dan/atau jumlahnya berpotensi mencemari, merusak, atau membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, serta kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya. Sektor peternakan merupakan salah satu sumber penghasil limbah B3 yang perlu dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan peternak di Desa Karangpakis, Kabupaten Kediri, dalam mengelola limbah B3. Pengumpulan data dilakukan melalui metode survei dengan teknik purposive sampling. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebanyak 88,23% peternak belum mengelola limbah B3, sehingga mereka tidak mampu menjelaskan definisi, jenis, maupun prosedur pengelolaannya. Namun demikian, sebanyak 29,41% peternak telah memahami urgensi pengelolaan limbah B3 untuk mencegah pencemaran lingkungan dan dampak negatif terhadap makhluk hidup. Berdasarkan temuan tersebut, diperlukan upaya peningkatan pengetahuan dan pemahaman peternak mengenai pentingnya pengelolaan limbah B3.   Kata kunci: bahaya, kesehatan, limbah B3, peternak
REVIEW: PEMANFAATAN EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava) UNTUK MENINGKATKAN DAYA SIMPAN TELUR: Review: Utilization of Guava Leaf Extract (Psidium Guajava) toImprove Egg Shelf Life Aprilia, Lisa; Ajeng Aulia Martina; Eka Rizky Vury Rahayu
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 1 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i1.3111

Abstract

Telur merupakan komoditas pangan hewani yang memiliki nilai nutrisi tinggi dan mudah rusak (perishable food) sehingga membutuhkan penanganan yang tepat untuk menjaga kualitasnya. Secara umum, telur yang disimpan lebih dari 14 hari pada suhu ruang akan mengalami penurunan kualitas. Kajian literatur ini menelaah pengaruh ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava) sebagai pengawet alami terhadap kualitas telur, yang dievaluasi melalui perubahan mutu telur dengan indikator bobot telur, Haugh Unit, indeks putih telur, dan indeks kuning telur. Hasil berbagai penelitian menunjukkan bahwa perendaman telur dalam ekstrak daun jambu biji dapat memperlambat penurunan mutu. Senyawa bioaktif, khususnya tanin, membentuk lapisan pelindung pada kulit telur yang mengurangi penguapan, menekan keluarnya CO₂, dan menghambat penetrasi mikroorganisme. Meskipun demikian, efektivitas ekstrak daun jambu biji dipengaruhi oleh konsentrasi, durasi perendaman dan lama penyimpanan. Temuan ini menunjukkan bahwa ekstrak daun jambu biji berpotensi menjadi alternatif pengawet alami yang aman untuk mempertahankan mutu telur selama penyimpanan   Kata kunci: daya simpan, ekstrak daun jambu, kualitas telur, pengawet alami
EFEKTIVITAS BAHAN PENGENCER NACL, RINGER LAKTAT, DAN RINGER DEXTROSE TERHADAP KUALITAS SEMEN AYAM BANGKOK: The Effectiveness of NaCl, Ringer's Lactate, and Ringer's Dextrose Diluents on the Semen Quality of Bangkok Roosters Arif Qisthon; Sri Suharyati; Siswanto; Madi Hartono; Purnama Edy Santosa; Dimas Muhammad Fadilah; Lusia Komala Widiastuti
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 1 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i1.3120

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh bahan pengencer NaCl, Ringer Laktat, dan Ringer Dextrose terhadap kualitas semen ayam Bangkok (Gallus gallus domesticus). Penelitian telah dilaksanakan di Laboratorium Fisiologi dan Reproduksi Ternak, Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Penelitian dilakukan dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuannya adalah P1: penambahan pengencer NaCl, P2: penambahan pengencer Ringer Laktat, P3: penambahan pengencer Ringer Dextrose. Peubah yang diukur adalah motilitas, viabilitas dan abnormalitas pada penyimpanan 0 jam (pascapengenceran), 1 jam dan 2 jam yang disimpan pada suhu ruang. Data yang diperoleh dari hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dengan taraf 5% dan peubah yang berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan bahan pengencer Ringer Dextrose, Ringer Laktat, dan NaCl berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap motilitas dan viabilitas, namun tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap abnormalitas spermatozoa pasca pengenceran dan setelah penyimpanan selama 1 serta tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap motilitas, viabilitas dan abnormalitas pada 2 jam penyimpanan. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan bahan pengencer Ringer Dextrose (P1) memberikan pengaruh terbaik dalam mempertahankan motilitas dan viabilitas semen cair ayam Bangkok sampai 1 jam penyimpanan pada suhu ruang.   Kata kunci: ayam Bangkok, spermatozoa, ringer dextrose, ringer laktat, NaCl
EVALUASI KUALITAS TELUR AYAM RAS PADA SISTEM PEMELIHARAAN CLOSED HOUSE DENGAN POSISI CAGE YANG BERBEDA: Evaluation of the Quality of Rice Broad Chicken Eggs in the Closed house Maintenance System with Different Cage Positions Muhammad Irsyad Nur Rohman; Sri Sukaryani
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 1 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i1.3274

Abstract

Telur ayam ras merupakan komoditas pangan hewani utama di Indonesia yang berperan penting dalam pemenuhan gizi masyarakat. Untuk meningkatkan efisiensi produksi dan menjaga mutu telur, industri peternakan modern menerapkan sistem kandang tertutup (closed house) yang mampu mengendalikan kondisi lingkungan mikro. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kualitas telur ayam ras petelur pada sistem closed house dengan posisi cage yang berbeda, yaitu di depan cooling pad (inlet) dan di depan kipas blower (outlet) di CV Berkat Karya Gemilang, Kabupaten Karanganyar. Penelitian dilaksanakan selama empat minggu menggunakan 32 ekor ayam ras petelur strain Novogen umur 20 minggu dengan metode eksperimen dua perlakuan dan empat ulangan. Parameter yang diamati meliputi berat telur, indeks albumen, indeks kuning telur, indeks bentuk telur, dan Haugh Unit. Data dianalisis menggunakan uji t independent samples. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan posisi cage tidak berpengaruh nyata (p > 0,05) terhadap berat telur dan indeks bentuk telur. Namun, posisi cage berpengaruh nyata hingga sangat nyata terhadap kualitas internal telur. Posisi cage di depan cooling pad menghasilkan nilai indeks albumen dan Haugh Unit yang lebih tinggi (p < 0,01) serta indeks kuning telur yang lebih tinggi (p < 0,05) dibandingkan dengan posisi di depan blower. Dapat disimpulkan bahwa perbedaan posisi cage dalam kandang closed house memengaruhi kualitas internal telur, tetapi tidak memengaruhi kualitas eksternal telur.   Kata kunci: closed house, haugh unit, kualitas telur, posisi cage, telur ayam ras
PENGARUH AMONIASI DAN FERMENTASI MENGGUNAKAN Aspergillus niger PADA KULIT KOPI TERHADAP VFA TOTAL DAN NH3 CAIRAN RUMEN SAPI SECARA IN VITRO: The Effect of Ammoniation and Fermentation Using Aspergillus niger of Coffee Husk on VFA Total and NH3 of In Vitro Rumen Fermentation Widya Febriyani; Erwanto; Muhtarudin; Liman
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 1 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i1.3348

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah 1) mengetahui pengaruh amoniasi dan fermentasi kulit kopi menggunakan Aspergillus niger dibandingkan dengan kulit kopi tanpa perlakuan terhadap VFA total dan NH3 cairan rumen sapi; 2) mengetahui perlakuan terbaik kualitas nutrisi kulit kopi amoniasi maupun fermentasi menggunakan Aspergillus niger terhadap VFA total dan NH3 cairan rumen sapi. Penelitian ini dilaksanakan pada 31 Desember 2018—1 Maret 2019 di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak, Jurusan Peternakan, Universitas Lampung, Laboratorium Mikrobiologi FMIPA Universitas Lampung dan Laboratorium Ilmu Nutrisi Ternak Perah, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diberikan pada penelitian ini yaitu kulit kopi tanpa perlakuan (P1), amoniasi kulit kopi dengan urea 4% (P2), amoniasi kulit kopi dengan amonium sulfat 1,5% (P3), amoniasi kulit kopi dengan Aspergillus niger 5 gram (P4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan amoniasi dan fermentasi berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap VFA total dan NH3 cairan rumen sapi. Perlakuan terbaik pada penelitian terdapat pada amoniasi kulit kopi menggunakan urea 4%.   Kata kunci: amoniasi, fermentasi, kulit kopi, NH3, VFA
PENGARUH SUBSTITUSI PAKAN KOMPLIT KOMERSIAL DENGAN TEPUNG DAUN KELOR TERHADAP KECERNAAN BAHAN KERINGDAN BAHAN ORGANIK BABI FASE GROWER: Effect of Commercial Complete Feed Substitution with Moringa Leaf Flour on the Digestibility of Dry Matter and Organic Matter of Grower Pigs Wilmintje Marlene Nelley; Ni Nengah Suryani; David Agustinus Nguru; Jusing, Faustus
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 1 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i1.3400

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi substitusi tepung daun kelor (TDK) dalam pakan komplit komersial (PKK) terhadap konsumsi dan kecernaan bahan kering dan bahan organik ternak babi fase pertumbuhan. Materi yang digunakan adalah 12 ekor ternak babi jantan kastrasi peranakan landrace yang berumur 3-5 bulan dengan bobot badan awal 38-55 kg dengan rataan 45,17 kg (KV=13,31%). Percobaan menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Masing-masing perlakuan yang dicobakan adalah R0: 100% PKK, R1: 90% PKK + 10% TDK, R2: 85% PKK + 15% TDK, R3: 80% PKK + 20% TDK. Variabel yang diukur adalah konsumsi dan kecernaan bahan kering dan bahan organik. Data dianalisis menggunakan ANOVA. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi bahan kering, konsumsi bahan organik, kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik. Disimpulkan bahwa substitusi pakan komplit komersial dengan tepung daun kelor dari level 10%-20% dapat diberikan pada ternak babi fase grower.   Kata kunci: babi fase grower, bahan kering, bahan organik, kecernaan, tepung daun kelor