cover
Contact Name
Firman Malewa
Contact Email
firman_999@iainpalopo.ac.id
Phone
+628114121449
Journal Mail Official
admin@jurnaldidaktika.org
Editorial Address
Office: Microteaching Building 1st Floor State Islamic Institute of Palopo (IAIN Palopo), Jl. Agatis, , South Sulawesi, Indonesia, 91914
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Didaktika: Jurnal Kependidikan
ISSN : 23021330     EISSN : 27454312     DOI : 10.58230
Core Subject : Education,
Material Development Testing, Assessment, & Evaluation Teacher Professional Development Learning Activities Education Policy Learning Facilities & Infrastructures
Articles 1,473 Documents
Kelayakan Media Pembelajaran Blog Interaktif Berbasis Discovery Learning untuk Pembelajaran IPAS Sekolah Dasar Daryanto; Sitti Hartinah; Suriswo
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3651

Abstract

Implementasi pembelajaran IPAS di tingkat Sekolah Dasar, khususnya di wilayah Sasaran Pengawasan 2 Kecamatan Pemalang, menghadapi tantangan empiris berupa disparitas infrastruktur, kesenjangan kompetensi digital guru dalam merancang aktivitas Discovery Learning, dan kurangnya media yang kontekstual dan interaktif. Merespons permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menguji kelayakan media blog interaktif berbasis model pembelajaran Discovery Learning pada mata pelajaran IPAS. Penelitian menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan melibatkan validasi oleh ahli desain pembelajaran, ahli materi, dan ahli media. Instrumen yang digunakan berupa angket validasi skala Likert, sedangkan media pembelajaran dikembangkan menggunakan platform blog interaktif. Analisis validitas data dilakukan menggunakan rumus Aiken’s V untuk menentukan tingkat validitas isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media blog interaktif yang dikembangkan memiliki tingkat validitas yang sangat tinggi, dengan nilai rata-rata penilaian ahli berada di atas 4,30 dan nilai Aiken’s V pada rentang 0,80–0,86, sehingga dinyatakan sangat layak digunakan. Media ini dapat diterapkan pada pembelajaran IPAS sekolah dasar untuk mendukung implementasi Kurikulum Merdeka, baik dalam pembelajaran tatap muka, daring, maupun blended learning, serta sebagai rujukan pengembangan media pembelajaran digital interaktif. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi model Discovery Learning dengan blog interaktif sebagai media utama pembelajaran IPAS sekolah dasar yang divalidasi secara komprehensif dari aspek pedagogis, materi, dan media, sehingga memberikan kontribusi baru terhadap pengembangan media pembelajaran digital yang kontekstual dan bermakna.
Game Based Learning Terintegrasi Clash Of Champions (COC) sebagai Penguatan Kemampuan Berbahasa Siswa Sekolah Dasar Yearla Hastuti; Fitri Puji Rahmawati
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3655

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan Game Based Learning (GBL) terintegrasi Clash Of Champions (COC) sebagai upaya penguatan keterampilan berbahasa siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, dilaksanakan di kelas IV SD Negeri 01 Bolon. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi partisipatif dan dokumentasi kemudian dianalisis secara interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sintaks GBL terintegrasi COC dapat diterapkan secara sistematis dan konsisten dengan mengakomodasi tiga tahap inti COC (Memorize, Recall, Examine) ke dalam aktivitas pembelajaran. Penerapan model ini membentuk suasana pembelajaran yang interaktif, kolaboratif, dan menyenangkan. Keterampilan berbahasa siswa, khususnya menyimak, berbicara, membaca, dan mempresentasikan, terfasilitasi melalui berbagai aktivitas berbasis permainan yang kontekstual, sementara keterampilan menulis dan memirsa belum terakomodasi secara optimal dalam pelaksanaan pembelajaran.Penelitian ini memberikan kontribusi kebaruan dengan mengadaptasi mekanisme kompetitif COC dari bidang IPAS dan Matematika ke dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, sekaligus menawarkan alternatif strategi pembelajaran yang relevan dan berpusat pada siswa.
Strategi Pendidikan Vokasi dalam Mempersiapkan Kompetensi Lulusan untuk Menghadapi Era Society 5.0 Salsabila Sonia Nafista; Hakkun Elmunsyah; Didik Nur Hadi
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3662

Abstract

Era Society 5.0 menuntut pendidikan vokasi untuk menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi teknis dan nonteknis yang relevan dengan perkembangan teknologi dan industri. Namun, strategi pendidikan vokasi dalam mempersiapkan kompetensi lulusan masih tersebar dalam berbagai kajian dan belum dirumuskan secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi strategi pendidikan vokasi dalam mempersiapkan kompetensi lulusan menghadapi era Society 5.0. Metode penelitian menggunakan Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan PRISMA terhadap 10 artikel ilmiah yang diterbitkan pada rentang 2020–2024 dan bersumber dari Google Scholar dan Scopus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi utama pendidikan vokasi meliputi peningkatan kompetensi guru, pengembangan kurikulum berbasis keterampilan digital dan industri, penguatan persepsi dunia kerja peserta didik, integrasi teknologi pembelajaran, serta penyelarasan pendidikan dengan industri melalui program link and match. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi lembaga pendidikan vokasi dalam merancang kebijakan dan pembelajaran yang adaptif terhadap tuntutan era Society 5.0.
Analysis of the Merdeka Curriculum in Enhancing Student Competencies in the Digital Era Koko Adya Winata; Afeefa Binti Aminuddin; Hisny Fajrussalam
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3663

Abstract

The rapid development of digital technology has compelled the education sector to undertake curricular transformation in order to prepare students for the challenges of the twenty-first century. The Merdeka Curriculum has emerged as a strategic policy that emphasises learning flexibility, character development, and the strengthening of digital literacy competencies as essential prerequisites for navigating the modern era. This study aims to analyse the contribution of the Merdeka Curriculum to enhancing student competencies in the digital era. A qualitative approach with descriptive analysis is employed through library research methods, encompassing an in-depth review of relevant literature, analysis of official curriculum documents, and participatory observation of learning practices in the field as supporting secondary data. The findings indicate that the Merdeka Curriculum possesses strong potential to foster digital competencies, including critical thinking, creativity, collaboration, communication, and technological literacy skills. However, its effectiveness is highly dependent on teachers’ pedagogical readiness, the quality of instructional resources, the availability of technological infrastructure, and an adaptive school culture that embraces innovation. This study underscores the importance of strengthening teacher capacity, providing adequate digital facilities, and systematically integrating technology-based learning to ensure the optimal achievement of the Merdeka Curriculum’s objectives. These findings contribute to the development of educational policy and enrich scholarly discourse on the implementation of competency-based curricula in the digital era.
Pemanfaatan Museum Mpu Tantular Sebagai Sumber Belajar Untuk Meningkatkan Pemahaman Sejarah Siswa Pada Materi Hindu-Buddha Heru Hendra Yogi Yogi; Aditya Nugroho Widiadi
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3665

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi pemanfaatan Museum Mpu Tantular sebagai sumber belajar sejarah serta menjelaskan pengalaman belajar di museum dalam meningkatkan pemahaman sejarah siswa kelas X-10 SMA Negeri 1 Wonoayu pada materi Hindu-Buddha melalui pengintegrasian sumber belajar berbasis lingkungan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kecenderungan pemahaman sejarah siswa terhadap pembelajaran sejarah siswa kelas X pada materi Hindu-Buddha yang masih berorientasi kepada buku teks dan ceramah, serta masih belum memanfaatkan lingkungan di luar sekolah sebagai sumber belajar sejarah yang kontekstual dan bermakna. Landasan teori penelitian ini mengacu pada konstruktivisme John Dewey (learning by doing) yang menekankan pengetahuan diperoleh oleh siswa melalui pengalaman langsung dan interaksi dengan lingkungan. Penelitian ini menggunakan mixed methods dengan desain concurrent triangulation, melalui penggabungan data kuantitatif dan data kualitatif secara bersamaan dalam satu waktu. Instrumen penelitian menggunakan tes 20 soal pemahaman sejarah siswa (pretest-posttest), pedoman observasi, serta pedoman wawancara siswa dan guru. Sampel penelitian yaitu seluruh siswa kelas X-10 SMA Negeri 1 Wonoayu yang berjumlah 36. Data dianalisis menggunakan N-gain dan analisis deskriptif serta melalui teknik triangulasi data. Hasil kuantitatif menunjukkan peningkatan pemahaman sejarah siswa setelah pembelajaran melalui kunjungan ke Museum Mpu Tantular, yang ditunjukkan oleh nilai N-gain sebesar 0,61, termasuk dalam kategori sedang, menunjukkan bahwa kunjungan museum dapat meningkatkan pemahaman sejarah siswa dibandingkan dengan metode konvensional. Diperkuat data kualitatif yang menunjukkan Museum Mpu Tantular memiliki potensi besar sebagai sumber belajar sejarah untuk mendukung proses kegiatan pembelajaran yang lebih kontekstual dan menyenangkan. Integrasi hasil kuantitatif dan kualitatif berkontribusi pada ilmu pengetahuan dengan menegaskan bahwa museum dapat dijadikan sumber belajar sejarah yang efektif, khususnya untuk materi Hindu-Buddha, sekaligus menjadi model pembelajaran sejarah berbasis pengalaman yang dapat diaplikasikan di konteks pendidikan lain.
Peran Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) terhadap Ketercapaian Tiga Prinsip Pembelajaran Mendalam (Mindful, Meaningful, Joyful) pada Siswa SMP Wahyu Fajar Lestari; Ani Rakhmawati; Sumarlam
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3667

Abstract

Demi mewujudkan pembelajaran mendalam yang menganut prinsip berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menyenangkan (joyful), pembelajaran abad ke-21 hendaknya dapat mengintegrasikan aspek teknologi, pedagogi, dan konten pembelajaran secara harmonis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) dalam mendukung tercapainya tiga prinsip pembelajaran mendalam yaitu bermakna, berkesadaran, dan menyenangkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah SLR (Systematic Literature Review) yang melibatkan analisis terhadap 20 artikel ilmiah yang relevan dan terindeks ISSN. Artikel ini dipilih berdasarkan kriteria tertentu, yaitu topik yang membahas TPACK dan pembelajaran mendalam, publikasi dalam rentang waktu lima tahun terakhir (2021-2025), diterbitkan dalam bahasa Indonesia atau Inggris, serta terbit di jurnal terakreditasi. Proses pencarian literatur dilakukan melalui database akademik, seperti Google Scholar, Sinta, dan DOAJ untuk memastikan artikel yang dipilih memenuhi standar kualitas yang diharapkan. Adapun, kata kunci yang digunakan sebagai dasar penelusuran yaitu “TPACK”, “pembelajaran mendalam”, “mindful”, “meaningful”, dan “joyful”. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan TPACK berperan krusial dalam menciptakan kegiatan pembelajaran yang berlandaskan prinsip bermakna, berkesadaran, dan menyenangkan. TPACK mampu meningkatkan keterlibatan aktif siswa, memperkuat kesadaran terhadap proses dan tujuan belajar, serta mendorong kemampuan berpikir kritis selama pembelajaran berlangsung. Selain itu, integrasi TPACK menjadikan pembelajaran lebih menggembirakan dan bermakna melalui penggunaan berbagai platform digital yang menarik dan pengaitan materi ajar dengan konteks kehidupan nyata. Kesimpulannya, TPACK merupakan kerangka pembelajaran yang strategis dan efektif dalam mendukung ketercapaian prinsip pembelajaran mendalam yang komprehensif dan berorientasi pada peserta didik.
Dinamika Resiliensi Pendidikan Lokal Sedulur Sikep Kudus vis-à-vis Pendidikan Formal Candra Prawira Utama; Nurul Fatimah
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3669

Abstract

Masyarakat sedulur sikep merupakan masyarakat yang muncul atas gerakan penolakan terhadap pemerintah Belanda. Salah satu bentuk penolakan terhadap penjajahan Belanda adalah penolakan terhadap pendidikan formal. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis dinamika dan resiliensi masyarakat sikep Kudus dalam menerima pendidikan formal. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi tentang isu yang diteliti selama proses penelitian. Pemilihan informan dilakukan berdasarkan kriteria varian lintas generasi dan orientasi pendidikan, diantaranya 3 keluarga besar masyarakat sikep yang menerima pendidikan formal. Analisis data dilakukan dengan tahap reduksi, kondensasi, display, dan simpulan data yang mengacu pada Miles Huberman. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber data. Studi ini menemukan bahwa terdapat 3 tahapan dalam penerimaan pendidikan formal yaitu tahap menolak, proses menerima dengan kendala, hingga akomodasi. Tahap penolakan (coping capacity) sebagai fase masyarakat sikep dalam menjaga nilai dan ajaran. Tahap penerimaan dengan kendala (adaptive capacity) terwujud dalam proses negosiasi dan adaptasi terhadap pendidikan formal. Disamping itu, tahap akomodasi (transformative capacity) sebagai puncak keterbukaan dan konsistensi masyarakat sikep dalam menerima pendidikan formal. Resiliensi terwujud dalam dua dimensi yaitu keluarga dalam bentuk dukungan sosial dan pewarisan nilai ajaran, serta sekolah melalui solidaritas sosial dan iklim sekolah. Tiga model kapasitas resiliensi menjadi dasar strategi masyarakat sikep dalam konsistensi menerima pendidikan formal. Dengan demikian, tiga model kapasitas resiliensi tersebut membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah.
Constructing Elementary School Students Moral Actions Through Global Citizenship Education Daryati; Triyanto; Deni Zein Tarsidi
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3670

Abstract

In an era of globalization, elementary school students are often exposed to diverse values that can cloud their moral.The crisis of moral degradation among the younger generation demands a reorientation of learning that focuses not only on cognitive intelligence but also on character development aligned with universal human values.This study aims to explore the process of constructing moral actions of elementary school students within the framework of Global Citizenship Education (GCE). Amidst the challenges of ethical degradation in the digital era, GCE is present as an instrument to expand children's moral understanding from a local to a universal scale. The research method used is descriptive qualitative, with data collection techniques through in-depth interviews, participatory observation, and documentation studies on students and teachers at the elementary school level. Data analysis was carried out interactively to determine the phenomenon of students' moral development. The results of the study revealed that the construction of students' moral actions is formed through three transformative stages, namely (1) the Cognitive Stage, namely the formation of knowledge and understanding of global issues that provide an objective understanding of humanitarian and environmental issues, (2) the Moral Movement Stage, namely the affective internalization process where knowledge turns into empathy and deep concern and (3) the Action Movement Stage, namely the manifestation of real behavior in everyday life such as environmental care practices, honesty, and social solidarity. These findings confirm that elementary school students' moral actions are not formed instantly, but rather the result of the construction of global knowledge that touches the emotional side of children. This confirms that when global citizenship values are effectively integrated, individuals tend to demonstrate moral behavior that becomes a more consistent habit, both locally and internationally. This study concludes that strengthening moral action is an essential outcome of the Community Service Program (PKG), which can transform students from mere global observers into active moral actors.
Meningkatkan Critical thinking Santri Melalui Bahtsul Masail: A Scoping review Nikmatul Khabibah; Abdul Muhid
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3672

Abstract

Pentingnya sebuah keterampilan pada analisis cermat teks-teks keagamaan dan pengembangan argumen hukum yang kuat, santri di pondok pesantren diharapkan menunjukkan kemampuan berpikir kritis yang kuat. Penelitian ini menggunakan metodologi tinjauan cakupan (scoping review) untuk menyusun peta literatur tentang dampak Bahtsul Masail dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini mengevaluasi dan menyeleksi makalah berdasarkan model PCC menggunakan kerangka kerja Arksey dan O'Malley, yang diperkuat oleh Levac dkk. dan PRISMA-ScR. Dua belas publikasi ditemukan memenuhi kriteria inklusi. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa praktik Bahtsul Masail secara konsisten memperkuat aspek analitis, evaluatif, dan argumentatif santri melalui kegiatan identifikasi masalah, penelusuran dalil, dan musyawarah ilmiah. Faktor pendukung mencakup kompetensi moderator dan budaya diskusi pesantren, sementara hambatan terkait heterogenitas kemampuan santri dan keterbatasan waktu. Mayoritas studi bersifat kualitatif, sehingga bukti kuantitatif tentang peningkatan berpikir kritis masih terbatas dan hanya satu studi menggunakan pengukuran terstandar. Scoping review ini menegaskan bahwa Bahtsul Masail merupakan model pedagogis yang berpotensi dalam penguatan kemampuan berpikir kritis, namun penelitian lanjutan diperlukan dengan desain kuantitatif, longitudinal, dan instrumen psikometrik. Temuan ini memiliki implikasi penting bagi pengembangan kurikulum pesantren berbasis HOTS dan peningkatan kualitas pembelajaran berbasis diskusi
The Effect of Differentiated Instruction and Learning Motivation on Elementary School Students’ Learning Outcomes Rahmah; Sudi Dul Aji; Dwi Fauzia Putra
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3681

Abstract

This study aimed to examine the effect of differentiated instruction and learning motivation on elementary school students’ learning outcomes in Natural and Social Sciences (IPAS), within the context of instructional practices aligned with the principles of the Merdeka Curriculum. A quantitative quasi-experimental design with a 2×2 factorial model was employed to analyze the main and interaction effects of instructional approach and learning motivation. The participants were 46 sixth-grade students from two elementary schools, consisting of an experimental group taught using differentiated instruction and a control group taught using conventional instructional methods. Data were collected through a learning outcomes test and a learning motivation questionnaire and analyzed using Two-Way ANOVA at a significance level of 0.05. The results indicated that students who received differentiated instruction achieved significantly higher learning outcomes than those who received conventional instruction. Learning motivation also had a significant effect, with highly motivated students demonstrating better academic achievement. However, no significant interaction effect was found between instructional approach and learning motivation, suggesting that differentiated instruction is more effective in improving learning outcomes regardless of students’ motivation levels. These findings provide empirical evidence supporting the implementation of differentiated instruction in IPAS learning at the elementary school level.

Filter by Year

2019 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 4 Nopember (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 3 Agustus (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 2 Mei (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 1 Februari (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 001 Desemb (2024): Didaktika: Jurnal Kependidikan (Special Issue 2024) Vol. 13 No. 4 Nopember (2024): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 3 Agustus (2024): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 2 Mei (2024): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 1 Februari (2024): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 12 No. 4 Nopember (2023): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 12 No. 3 Agustus (2023): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 12 No. 2 Mei (2023): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 12 No. 1 Februari (2023): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 11 No. 4 Nopember (2022): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 11 No. 3 Agustus (2022): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 11 No. 2 Mei (2022): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 11 No. 1 Februari (2022): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 10 No. 4 Nopember (2021): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 10 No. 3 Agustus (2021): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 10 No. 2 Mei (2021): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 10 No. 1 Februari (2021): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 9 No. 4 (2020): DIDAKTIKA November 2020 Vol. 9 No. 3 (2020): DIDAKTIKA Agustus 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): DIDAKTIKA Mei 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): DIDAKTIKA Februari 2020 Vol. 8 No. 3 (2019): DIDAKTIKA Agustus 2019 Vol. 8 No. 2 (2019): DIDAKTIKA Mei 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): DIDAKTIKA Februari 2019 More Issue