cover
Contact Name
Firman Malewa
Contact Email
firman_999@iainpalopo.ac.id
Phone
+628114121449
Journal Mail Official
admin@jurnaldidaktika.org
Editorial Address
Office: Microteaching Building 1st Floor State Islamic Institute of Palopo (IAIN Palopo), Jl. Agatis, , South Sulawesi, Indonesia, 91914
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Didaktika: Jurnal Kependidikan
ISSN : 23021330     EISSN : 27454312     DOI : 10.58230
Core Subject : Education,
Material Development Testing, Assessment, & Evaluation Teacher Professional Development Learning Activities Education Policy Learning Facilities & Infrastructures
Articles 1,473 Documents
The Effect of E-Learning Platform Utilization and Digital Literacy on Elementary Students’ Critical Thinking Skills Mohammad Junaidi; Onik Farida Ni’matullah; Dwi Fauzia Putra; Nawaji
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3731

Abstract

This study examines the effect of e-learning platform utilization and digital literacy on elementary students’ critical thinking skills. The study responds to the need for enhancing 21st-century learning by strengthening higher-order thinking skills. A quantitative survey method was employed at SDN Bugih 1 Pamekasan, involving 137 upper-grade elementary students (Grades IV–VI), and the data were analyzed using multiple linear regression to test both simultaneous and partial effects. The results show that e-learning platform utilization and digital literacy simultaneously have a significant positive effect on students’ critical thinking skills (R² = 0.524). Partially, both e-learning platform utilization and digital literacy also demonstrate significant positive effects, with e-learning showing a stronger contribution. Practically, these findings suggest that elementary teachers should move beyond using e-learning merely for material distribution by integrating inquiry-based online tasks and explicit digital literacy instruction to foster students’ critical thinking.
Strategi Guru dalam Memilih Model Pembelajaran bagi Siswa Slow Learner di Sekolah Dasar Inklusif Muhammad Rizky Pratama; Sigit Prasetyo
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3735

Abstract

Pendidikan inklusif di Indonesia masih menghadapi tantangan dalam memastikan layanan pembelajaran yang adaptif bagi siswa dengan kebutuhan khusus, termasuk mereka yang tergolong slow learner. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis temuan empiris dan konseptual mengenai strategi guru dalam memilih model pembelajaran bagi siswa slow learner di sekolah dasar inklusif, guna mengidentifikasi kecenderungan praktik, pertimbangan pedagogis, dan efektivitas strategi pembelajaran yang digunakan. Kajian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) berdasarkan pedoman PRISMA 2020, dengan menganalisis 28 artikel ilmiah nasional dan internasional yang dipilih melalui tahapan identifikasi, penyaringan, penilaian kelayakan, dan inklusi. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan sintesis tematik (thematic synthesis) untuk mengelompokkan temuan ke dalam tiga tema utama: (1) model pembelajaran yang paling banyak diterapkan, (2) pertimbangan guru dalam pemilihan model, dan (3) efektivitas strategi terhadap hasil belajar dan keterlibatan siswa slow learner. Hasil sintesis menunjukkan bahwa guru paling sering menerapkan pendekatan Differentiated Instruction (DI) dan Universal Design for Learning (UDL), disertai strategi pendukung seperti scaffolding bertahap, pembelajaran multisensori, dan remedial adaptif. Pendekatan ini terbukti meningkatkan keterlibatan, pemahaman konsep, dan kemandirian belajar siswa slow learner. Kontribusi penelitian ini terletak pada penyajian sintesis komprehensif berbasis bukti terkini mengenai strategi instruksional guru dalam konteks inklusif di Indonesia, yang sebelumnya belum banyak dilakukan. Temuan ini dapat menjadi landasan teoretis bagi pengembangan model pembelajaran inklusif dan panduan praktis bagi guru serta pembuat kebijakan pendidikan dasar.
Peran Pendidikan Edupreneurship yang berbasis Rihlah Iqtishodiyah dalam Membentuk Mental Kewirausahaan Santri Alif Basman; Moh. Maqbul Mawardi; Fida Ruhiyah
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3736

Abstract

Sebagai lembaga pendidikan pondok pesantren berperan penting dalam membentuk mental dan karakter peserta didiknya. Pesantren tidak hanya sebatas memberikan pendidikan agama tetapi juga seperti pendidikan kewirausahaan. Akan tetapi dalam penerapannya pesantren menghadapi tantangan, yaitu mengintegrasikan kurikulum pesantren dan edupreneurship, jika integrasi kurikulum tersebut tidak dirancang dengan baik maka pendidikan edupreneurhip berisiko hanya akan menjadi sebatas program tambahan yang bersifat temporer dan formalitas. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana implementasi dan dampak program edupreneurship berbasis rihlah iqtishodiyah dalam membentuk mental kewirausahaan santri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk memperoleh informasi yang mendalam tentang persepsi dan pengalaman dari subjek yang diteliti. Informan dari penelitian ini adalah pengurus program kelas akhir dan santri kelas akhir TMI Al-Amien Prenduan. Pengumpulan data yang digunakan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sementara analisa data terdiri dari beberapa tahapan yaitu kondensasi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa implementasi program eudpreneurship berbasis rihlah iqtishodiyah berangkat dari moto pesantren Al-Amien “iman sempurna, ilmu luas, amal sejati”, sementara pelaksanaannya terdiri dari pembekalan teori, pelaksanaan rihlah iqtishodiyah, membuat laporan hasil kegiatan, untuk terlaksananya program tersebut TMI Al-Amien menjalin kerja sama dengan unit-unti usaha. Sedangkan dampak dari progam edupreneurship berbasis rihlah iqtishodiyah dalam membentuk mental santri adalah, santri mengembangkan keterampilan berbisnis, peningkatan kreativitas dan inovasi, pemberdayaan dan kepercayaan diri santri, tumbuhnya motivasi untuk berwirausaha.
Strategi Multisensori Berbasis Media Digital Interaktif untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Siswa Disleksia di Sekolah Dasar Debi Triana; Minsih
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3739

Abstract

Kesulitan yang dihadapi siswa disleksia dalam membaca di tingkat sekolah dasar terkhusus dalam pengenalan huruf, penghubungan suara, dan pemahaman arti kata, memerlukan penerapan metode pembelajaran yang inovatif dan beradaptasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan strategi multisensori yang memanfaatkan media digital interaktif serta menganalisis dampaknya terhadap peningkatan kemampuan membaca bagi siswa disleksia di tingkat sekolah dasar. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek dalam penelitian ini meliputi siswa disleksia di kelas III, guru kelas, siswa reguler dan orang tua siswa disleksia sebagai pendukung informasi. Teknis pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, lalu dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi multisensori yang memadukan stimulasi visual, auditori, kinestetik, dan taktil melalui media digital interaktif, seperti video animasi, gambar interaktif, dan aplikasi kuis, dapat meningkatkan fokus, motivasi, serta partisipasi belajar siswa disleksia. Peningkatan dalam kemampuan membaca terlihat dari (1) peningkatan kesadaran fonemik serta fonik (2) kelancaran membaca dan (3) pemahaman terhadap arti kata sederhana. Selain memberikan dampak positif di bidang akademik, strategi ini juga menciptakan suasana pembelajaran yang lebih inklusif, meningkatkan interaksi sosial antara siswa disleksia dan siswa reguler, serta memperkuat rasa percaya diri siswa saat melakukan kegiatan membaca. Oleh karena itu, strategi multisensori dengan media digital interaktif terbukti efektif sebagai pendekatan pembelajaran dalam mendukung kemampuan membaca siswa disleksia di tingkat sekolah dasar.
Help Seeking Behavior pada Siswa Broken Home: Ditinjau dari Self-Efficacy dan Stigma Publik Anisa Handayani; Trubus Raharjo
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3770

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-efficacy dan stigma publik dengan help seeking behavior pada siswa broken home. Responden dalam penelitian ini berjumlah 58 siswa SMP Negeri 2 Bae Kudus dari kelas VII sampai kelas IX yang berasal dari keluarga broken home, yaitu siswa dengan orang tua bercerai atau ditinggalkan oleh salah satu orang tua. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Instrumen penelitian terdiri dari skala help seeking behavior, skala self-efficacy, dan skala stigma publik dengan format skala Likert 4 pilihan respons. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan model signifikan dengan nilai p < 0,001 (p < 0,05) serta koefisien R = 0,598 dan R² = 0,357, sehingga hipotesis mayor diterima. Hasil uji hipotesis minor menunjukkan bahwa self-efficacy tidak berpengaruh secara signifikan terhadap help seeking behavior dengan nilai β = -0,096 dan p = 0,448 (p > 0,05), sehingga hipotesis minor 1 ditolak. Sementara itu, stigma publik menunjukkan pengaruh negatif yang sangat signifikan terhadap help seeking behavior dengan nilai β = -0,597 dan p < 0,001, sehingga hipotesis minor 2 diterima. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi stigma publik maka semakin rendah help seeking behavior, dengan sumbangan efektif (kontribusi unik) stigma publik sebesar 35,4% (sr² = 0,354). Temuan ini menegaskan peran faktor sosial (stigma publik) yang lebih dominan dibanding faktor personal (self-efficacy) dalam menjelaskan help seeking behavior pada siswa broken home.
Penerapan Pendekatan Joyful Learning untuk Meningkatkan Partisipasi dan Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar Bilal Angga Wijaya; Harun Joko Prayitno
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3772

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana implementasi pendekatan Joyful learning dapat meningkatkan partisipasi serta motivasi belajar siswa di tingkat sekolah dasar, sekaligus mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan hambatan dalam pelaksanaannya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan subjek siswa kelas V dan guru kelas di SD Muhammadiyah Plus Malangjiwan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dengan guru dan siswa, serta dokumentasi. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa penerapan Joyful learning melalui pemanfaatan media video, permainan edukatif, ice breaking, diskusi kelompok, dan komunikasi positif dari guru berhasil membangun atmosfer pembelajaran yang menyenangkan, meningkatkan keberanian siswa untuk bertanya dan menjawab, serta mendorong partisipasi aktif dalam kegiatan kelas. Siswa terlihat lebih antusias, tidak cepat jenuh, dan menunjukkan keterlibatan emosional, sosial, serta kognitif yang lebih intens. Faktor pendukung utama mencakup tersedianya sarana dan prasarana, dukungan dari pihak sekolah, serta kreativitas guru, sementara hambatan yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu dan kesulitan mengelola kelas pada sebagian siswa yang sulit dikontrol. Penelitian ini menyajikan gambaran empiris yang mendalam mengenai implementasi Joyful learning di kelas V sekolah dasar dengan mengintegrasikan data observasi dan wawancara secara menyeluruh, sehingga dapat berfungsi sebagai acuan praktis bagi guru dalam membuat pembelajaran yang menyenangkan dan berorientasi pada siswa.
Pengaruh Pemanfaatan Platform Ruang GTK dan Kompetensi Digital Kepala Sekolah terhadap Efektivitas Pengelolaan Kinerja Guru Siti Khotimah; Usman Radiana; Achmadi; Maria Ulfah; Rody Putra Sartika
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3778

Abstract

Transformasi digital pendidikan menuntut pengelolaan kinerja guru yang efektif, terukur, dan berbasis teknologi. Platform Ruang Guru dan Tenaga Kependidikan (Ruang GTK) dikembangkan sebagai sistem digital pengelolaan kinerja guru, namun efektivitas pemanfaatannya dipengaruhi oleh kompetensi digital kepala sekolah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penggunaan Platform Ruang GTK dan kompetensi digital kepala sekolah terhadap efektivitas pengelolaan kinerja guru di sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori. Sampel penelitian melibatkan 48 kepala sekolah dasar negeri di Kecamatan Sekadau Hilir yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) menggunakan perangkat lunak SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Platform Ruang GTK berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas pengelolaan kinerja guru (β = 0,446; p < 0,05). Kompetensi digital kepala sekolah juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas pengelolaan kinerja guru (β = 0,496; p < 0,05). Selain itu, penggunaan Platform Ruang GTK berpengaruh positif dan signifikan terhadap kompetensi digital kepala sekolah (β = 0,730; p < 0,05), serta memiliki pengaruh tidak langsung terhadap efektivitas pengelolaan kinerja guru melalui kompetensi digital kepala sekolah sebagai variabel mediasi (β = 0,362; p < 0,05). Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa model mampu menjelaskan 76,9% variasi efektivitas pengelolaan kinerja guru. Penelitian ini menegaskan bahwa optimalisasi pemanfaatan Platform Ruang GTK yang didukung oleh kompetensi digital kepala sekolah berperan strategis dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan kinerja guru di sekolah dasar.
Analisis Implementasi Nilai-Nilai Pendidikan Profetik dalam Penguatan Karakter Religius Peserta Didik Sekolah Dasar di Era Pendidikan Abad ke-21 Agung Nugraha Purnama Agung; Mubiar Agustin; Mubarok somantri; Yuan Oemar Surindani
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3780

Abstract

Pendidikan abad ke-21 menuntut integrasi antara kompetensi akademik dengan pembentukan karakter yang kuat. Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi nilai-nilai profetik dalam memperkuat pendidikan karakter religius di sekolah dasar dalam konteks pendidikan abad ke-21. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA 2020, menganalisis 23 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dari 1.205 artikel yang teridentifikasi melalui empat basis data akademik (Google Scholar, Publish or Perish, Web of Science, dan ScienceDirect) periode 2022-2025. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan tematik dengan software NVivo 12, dan penilaian kualitas menggunakan instrumen CASP, Downs & Black, dan MMAT dengan skor minimal 70%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa empat nilai profetik utama Shiddiq (91,3%), Amanah (82,6%), Tabligh (73,9%), dan Fathonah (87%) menjadi pilar fundamental pembentukan karakter religius yang terintegrasi dalam tiga dimensi: humanisasi, liberasi, dan transendensi. Lima strategi implementasi efektif teridentifikasi: keteladanan (95,7%), pembiasaan (87%), integrasi kurikulum (78,3%), budaya sekolah (69,6%), dan kolaborasi tripusat pendidikan (65,2%), dengan keteladanan guru berkontribusi 76% (R²=0.76) terhadap pembentukan karakter. Dampak positif implementasi mencakup aspek spiritual (87%), moral (91,3%), sosial (78,3%), akademik (69,6%), dan emosional (60,9%). Nilai-nilai profetik terbukti tidak bertentangan dengan kompetensi 4C abad ke-21, melainkan memperkuatnya dengan korelasi r=0.81. Tantangan utama meliputi keterbatasan kompetensi guru (73,9%), minimnya dukungan orang tua (65,2%), dan pengaruh media digital (60,9%), namun terdapat peluang melalui dukungan kebijakan pemerintah (82,6%) dan komitmen sekolah (78,3%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan profetik memiliki potensi besar mengintegrasikan nilai religius dengan tuntutan kompetensi global, menciptakan generasi yang unggul akademik dan berkarakter moral-spiritual kokoh.
Building Early Numeracy Skills: A Literature Review of Numeracy Learning Implementation in Early Childhood Siti Anastasya Putri; Hapidin; Sri Wulan
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3797

Abstract

Numeracy skills are basic skills that are important to be developed from an early age because they play a role in forming logical thinking skills, problem solving, and children's learning readiness at the next level of education. Numeracy learning in early childhood education needs to be implemented in accordance with the characteristics of child development and learning principles in the PAUD curriculum. This study aims to systematically examine the implementation of numeracy learning in early childhood through a literature review and analyze its suitability with the perspective of the PAUD curriculum and learning principles in the Independent Curriculum. The method used is a literature study by analyzing ten relevant national journal articles, obtained through Google Scholar databases, GARUDA, and university journal portals. The selected articles were analyzed based on the focus of numeracy learning implementation, research subjects, and main findings. The results of the study show that the implementation of numeracy learning in early childhood is generally carried out through a play approach, the use of concrete and game-based media, habituation of daily activities, and child-centered learning strategies. In addition, the role of teachers and a numeracy-rich learning environment are important factors in learning success. The findings of the study also show that the practice of numeracy learning is generally in line with the principles of the PAUD curriculum and the Independent Curriculum, although there are still limitations in planning and consistency of implementation in the field. This research is expected to make a theoretical and practical contribution to the development of early childhood numeracy learning as a foundation for improving the quality of education towards a Golden Indonesia 2045.
Pendidikan Karakrter Berbasis Nilai Profetik dalam Membangun Karakter Generasi Alpha: Sebuah Tinjauan Filsafat Fitri Sholihah; Yusuf Tri Herlambang; Yeni Yuniarti
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3807

Abstract

Perkembangan teknologi digital membawa dampak signifikan terhadap pola pikir, perilaku, dan karakter generasi alpha. Kemudahan akses informasi di satu sisi memberikan peluang pengembangan potensi intelektual, namun disisi lain menimbulkan tantangan serius berupa degradasi nilai moral dan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi pendidikan karakter berbasis nilai profetik dalam membangun karakter generasi alpha melalui perspektif filsafat ilmu. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan PRISMA terhadap sepuluh artikel ilmiah nasional dan internasional yang terbit rentang tahun 2022–2025 dengan bantuan perangkat lunak Publish or Perish. Kerangka analisis menggunakan pendekatan PICOS untuk menjaga konsistensi pemetaan literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan karakter berbasis nilai profetik yang berlandaskan nilai kenabian, yaitu shiddiq, amanah, tabligh, dan fathonah, serta prinsip humanisasi, liberasi, dan transendensi, memiliki relevansi yang kuat dalam membentuk karakter Generasi Alpha secara holistik. Implementasi nilai profetik melalui keteladanan, pembiasaan, dan dialog terbukti mampu mengintegrasikan dimensi moral, spiritual, dan intelektual peserta didik. Penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan karakter bebasis nilai profetik merupakan pendekatan strategis dan kontekstual dalam menghadapi tantangan pendidikan karakter di era digital.

Filter by Year

2019 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 4 Nopember (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 3 Agustus (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 2 Mei (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 1 Februari (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 001 Desemb (2024): Didaktika: Jurnal Kependidikan (Special Issue 2024) Vol. 13 No. 4 Nopember (2024): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 3 Agustus (2024): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 2 Mei (2024): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 1 Februari (2024): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 12 No. 4 Nopember (2023): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 12 No. 3 Agustus (2023): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 12 No. 2 Mei (2023): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 12 No. 1 Februari (2023): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 11 No. 4 Nopember (2022): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 11 No. 3 Agustus (2022): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 11 No. 2 Mei (2022): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 11 No. 1 Februari (2022): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 10 No. 4 Nopember (2021): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 10 No. 3 Agustus (2021): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 10 No. 2 Mei (2021): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 10 No. 1 Februari (2021): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 9 No. 4 (2020): DIDAKTIKA November 2020 Vol. 9 No. 3 (2020): DIDAKTIKA Agustus 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): DIDAKTIKA Mei 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): DIDAKTIKA Februari 2020 Vol. 8 No. 3 (2019): DIDAKTIKA Agustus 2019 Vol. 8 No. 2 (2019): DIDAKTIKA Mei 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): DIDAKTIKA Februari 2019 More Issue