cover
Contact Name
Firman Malewa
Contact Email
firman_999@iainpalopo.ac.id
Phone
+628114121449
Journal Mail Official
admin@jurnaldidaktika.org
Editorial Address
Office: Microteaching Building 1st Floor State Islamic Institute of Palopo (IAIN Palopo), Jl. Agatis, , South Sulawesi, Indonesia, 91914
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Didaktika: Jurnal Kependidikan
ISSN : 23021330     EISSN : 27454312     DOI : 10.58230
Core Subject : Education,
Material Development Testing, Assessment, & Evaluation Teacher Professional Development Learning Activities Education Policy Learning Facilities & Infrastructures
Articles 1,492 Documents
Pengembangan dan Uji Efektivitas Media Augmented Reality pada Pembelajaran Alat Musik di Sekolah Dasar Andhika Bagas Septianto; Atip Nurharini
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3914

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR) serta menguji kelayakan dan efektivitas penggunaannya pada pembelajaran pengenalan alat musik modern dan tradisional siswa kelas V SD Negeri Ketanggi. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan tahapan analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan, validasi, revisi, dan implementasi. Uji kelayakan dilakukan melalui validasi oleh ahli materi dan ahli media menggunakan instrumen skala Likert. Uji efektivitas dilakukan menggunakan desain pretest–posttest satu kelompok. Hasil validasi menunjukkan bahwa media memperoleh skor 75 dari 76 (98,68%) oleh ahli materi dan 64 dari 68 (94,12%) oleh ahli media dengan kategori sangat layak. Uji normalitas Shapiro–Wilk menunjukkan data berdistribusi normal (pretest = 0,201; posttest = 0,840). Hasil uji paired sample t-test memperoleh nilai signifikansi 0,000 (<0,05) yang menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa setelah penggunaan media AR. Media yang dikembangkan terbukti layak dan efektif digunakan sebagai alternatif pembelajaran seni musik di sekolah dasar.
Efektivitas Media Podcast dalam Pembelajaran Aqidah Akhlak Untuk Pembentukan Nilai Karakter Kebijaksanaan Siswa Nailil Maziyati; Raharjo
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2564

Abstract

Fokus utama dari studi ini ialah untuk menganalisis efektivitas media podcast dalam pembelajaran Aqidah Akhlak untuk membentuk pada penanaman nilai karakter kebijaksanaan. Dalam proses pembelajaran Aqidah Akhlak, masih ditemukan beberapa siswa yang menunjukkan rendahnya penerapan nilai karakter, khususnya dalam aspek kebijaksanaan, baik dalam kegiatan belajar maupun dalam perilaku sehari-hari di lingkungan sekolah. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya inovasi media pembelajaran yang tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga mampu menanamkan nilai-nilai karakter secara lebih menarik dan mudah dipahami oleh siswa. Menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model ADDIE, tahapan penelitian meliputi kajian kebutuhan, perancangan media, perancangan, pelaksanaan, dan penilaian. Subjek penelitian adalah siswa madrasah aliyah yang mengikuti pembelajaran menggunakan media podcast yakni seluruh siswa kelas 10 yang berjumlah 15 orang. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa setelah penggunaan media podcast dalam pembelajaran Aqidah Akhlak. Hal ini terlihat dari nilai rata-rata pretest sebesar 64,3 yang meningkat menjadi 82,5 pada nilai rata-rata posttest, sehingga terjadi peningkatan sebesar 18,2 poin. Peningkatan tersebut terjadi pada siswa kelas X MAK NU 01 Semarang yang menjadi subjek penelitian setelah mengikuti pembelajaran menggunakan media podcast. Siswa juga merespon positif penggunaan podcast dalam pembelajaran, karena dianggap menarik, menyenangkan, dan memicu Selain peningkatan hasil belajar, respon siswa terhadap penggunaan media podcast juga dianalisis melalui angket yang mengukur persepsi terhadap peningkatan nilai karakter yang diteliti, yaitu kebijaksanaan. Hasil angket menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata karakter kebijaksanaan setelah pembelajaran menggunakan media podcast. Temuan ini menunjukkan bahwa media podcast tidak hanya membantu pemahaman materi Aqidah Akhlak, tetapi juga mendukung penguatan nilai karakter yang menjadi fokus penelitian. Guru mapel turut menyatakan bahwa media ini membantu proses pembelajaran menjadi lebih hidup dan mendukung keberhasilan dalam menanamkan nilai karakter. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa media podcast cukup efektif diterapkan dalam pembelajaran Aqidah Akhlak.
Peran Landasan Sosiologis PAUD sebagai Fondasi Resiliensi Anak dalam Menghadapi Era Digital Fadhilah; Barokah Isdaryanti; Edi Waluyo; Ali Formen
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3620

Abstract

Tantangan baru anak usia dini di Era Digital yaitu adanya risiko cyberbullying dan pemisahan sosial karena ketergantungan dari Gadget. Landasan sosiologis PAUD yang meliputi nilai,norma dan interaksi sosial merupakan menjadi hal yang penting untuk membangun resiliensi anak agar mampu beradaptasi secara positif di Era Digital.Untuk metode pada penelitian ini yaitu menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Adapun untuk data sekundernya dikumpulkan dari artikel jurnal nasional maupun internasional yaitu yang diterbitkan dari tahun 2017 sampai 2025 yang melalui basis data Google Scholar, ERIC, ResearchGate, dan DOAJ.Analisisnya dilakukan dengan teknik sintesis tematik untuk mengintegrasikan temuan dari berbagai sumber.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Landasan sosiologis PAUD secara stabil memberikan peran positif terhadap resiliensi anak.Dan untuk Strategi integratifnya yaitu melalui program PAUD Holistik Integratif yang melibatkan saling mendukung antara guru, sekolah, dan orang tua dan itu menjadi kunci utama. Selain itu, penerapan pola asuh partisipatif dan pengasuhan teknologi pintar atau intelligent technoparenting terbukti sangat efektif dalam meminimalisir dampak negatif digital serta dapat menanamkan nilai karakter pada anak seperti mampu bekerja sama, mandiridan kepedulian pada Generasi Alpha. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Landasan sosiologis berfungsi sebagai ketahanan sosial yang mengubah membentuk individu beretika. Keberhasilan resiliensi anak di era digital bukan hanya hasil kekuatan internal, Melainkan hasil kolaborasi holistik antar lingkungan sosial yang saling mendukung.
Supervisi Pendidikan dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru Sekolah Dasar Evi Fitriyani; Hanum Fajar Susanti; Desy Dwi Widarwaty; Soedjono Soedjono
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3645

Abstract

Supervisi pendidikan merupakan salah satu strategi penting dalam meningkatkan profesionalisme guru sekolah dasar melalui proses pembinaan yang sistematis dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan supervisi pendidikan, strategi dan pendekatan supervisi, kontribusi supervisi terhadap peningkatan profesionalisme guru, serta faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan supervisi di SD Negeri Potrobangsan 3 Kota Magelang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai praktik supervisi pendidikan dalam konteks sekolah dasar. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Oktober hingga November 2023 melalui wawancara mendalam, observasi kelas, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru kelas, dan pengawas sekolah. Analisis data menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi tahap reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi pendidikan di SD Negeri Potrobangsan 3 Kota Magelang dilaksanakan secara terencana dan sistematis melalui tahapan pra-observasi, observasi, dan pasca-observasi. Strategi supervisi yang diterapkan bersifat klinis dan kolaboratif, dilengkapi dengan pendekatan coaching dan mentoring yang humanis. Supervisi pendidikan berkontribusi terhadap peningkatan profesionalisme guru pada aspek kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian. Faktor pendukung pelaksanaan supervisi meliputi kebijakan sekolah yang jelas, instrumen supervisi yang sistematis, serta budaya sekolah yang kolaboratif. Adapun faktor penghambatnya meliputi keterbatasan waktu, beban administrasi, dan persepsi sebagian guru terhadap supervisi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa supervisi pendidikan yang kontekstual, humanis, dan berkelanjutan berperan penting dalam meningkatkan profesionalisme guru sekolah dasar.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berdiferensiasi: Strategi Diagnosa Kesiapan Belajar Siswa dalam Kurikulum Merdeka Hisbullah Hisbullah; Muhammad Guntur; Fitri Astri A. Makkasau
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3850

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran berdiferensiasi dengan fokus pada strategi diagnosa kesiapan belajar peserta didik dalam implementasi Kurikulum Merdeka di Madrasah Ibtidaiyah Kota Palopo. Metode penelitian yang digunakan adalah model pengembangan 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Penelitian ini dilakukan di MI Datok Sulaiman Palopo sebagai subjek utama, dengan MI DDI 1 Palopo dan MI DDI 3 Purangi sebagai subjek pendukung. Tahapan define meliputi analisis kebutuhan dan identifikasi kesiapan belajar, serta pengetahuan guru terhadap perangkat pembelajaran kurikulum merdeka. Pada tahap design, perangkat pembelajaran yang dikembangkan mencakup pemetaan Capaian Pembelajaran (CP) menjadi Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), Modul Ajar, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), media pembelajaran, dan asesmen, yang seluruhnya dirancang untuk mendukung pembelajaran yang lebih inklusif dan adaptif. Tahap develop, hasil uji validitas yang melibatkan ahli implementasi Kurikulum Merdeka, ahli asesmen pembelajaran, dan ahli bahasa menunjukkan bahwa perangkat ini valid dengan rata-rata persentase 74,67%. Sementara itu, hasil uji kepraktisan yang dilakukan dengan melibatkan guru-guru dari kelas I, III, dan V di MI Kota Palopo menunjukkan bahwa perangkat ini sangat praktis, dengan rata-rata persentase 85,83%, yang mengindikasikan perangkat ini mudah diterapkan dan memberikan manfaat dalam pembelajaran. Tahap disseminate dilakukan melalui penyebarluasan ke dua madrasah subjek pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran berdiferensiasi yang dikembangkan efektif dan layak digunakan dalam proses pembelajaran. Strategi diagnosa kesiapan belajar siswa yang terintegrasi dalam perangkat ini membantu guru dalam memahami kebutuhan siswa, sehingga pembelajaran dapat lebih sesuai dengan tingkat kesiapan, minat, dan profil belajar siswa. Perangkat ini mendukung terciptanya lingkungan belajar yang inklusif dan sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka.
Mind Mapping Berbasis Konteks Lokal untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep IPS Murid Berkesulitan Belajar Emi Palupi; Sukinah Sukinah
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 3 Agustus (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.5165

Abstract

Rendahnya pemahaman konsep Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) pada murid berkesulitan belajar dipengaruhi oleh penyajian materi yang dominan verbal, abstrak, dan belum terhubung dengan pengalaman lokal. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan mind mapping berbasis konteks lokal dan menganalisis peningkatan pemahaman konsep IPS pada materi pengembangan ekonomi kreatif. Penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas model Kemmis dan McTaggart dalam dua siklus. Subjek tindakan adalah 28 murid kelas VII pada sekolah menengah pertama inklusif, dengan fokus analisis pada empat murid yang teridentifikasi mengalami kesulitan belajar. Data dikumpulkan melalui tes pemahaman konsep, observasi aktivitas belajar, dokumentasi, dan catatan lapangan, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Tindakan dilaksanakan melalui penentuan ide utama, pengembangan cabang konsep, penggunaan kata kunci, warna, simbol, dan gambar, serta pengaitan konsep dengan potensi ekonomi kreatif lokal. Nilai rata-rata kelas meningkat dari 57,96 pada pra-siklus menjadi 70,46 pada siklus I dan 82,46 pada siklus II. Ketuntasan belajar meningkat dari 21,4% menjadi 70,0% dan 92,8%. Rata-rata empat murid fokus juga meningkat dari 53,75 menjadi 73,00 dan 80,50. Aktivitas bertanya, berdiskusi, menyusun cabang konsep, menggunakan kata kunci, dan belajar mandiri berkembang pada setiap siklus. Mind mapping berbasis konteks lokal membantu murid mengorganisasi informasi secara visual, menghubungkan konsep dengan pengalaman sehari-hari, dan berpartisipasi lebih aktif dalam pembelajaran IPS inklusif.
Komunitas Belajar Meningkatkan Kompetensi Guru dalam Merancang Pembelajaran Akomodatif bagi Anak Berkebutuhan Khusus Josharona Josharona; Nurtanio Agus Purwanto
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 3 Agustus (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.5166

Abstract

Kompetensi guru dalam merancang pembelajaran yang responsif terhadap kebutuhan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) merupakan prasyarat penting bagi pendidikan inklusif, tetapi hasil supervisi awal menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran di sekolah dasar masih cenderung seragam. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam merancang pembelajaran akomodatif bagi ABK melalui Komunitas Belajar (Kombel) dan mendeskripsikan proses peningkatannya pada setiap siklus. Penelitian menggunakan desain Penelitian Tindakan Sekolah model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus pada sembilan guru. Setiap siklus meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan menggunakan lembar observasi kompetensi guru serta lembar keterlaksanaan Kombel. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kompetensi guru meningkat dari 61,11% pada pra siklus (kategori cukup) menjadi 76,11% pada Siklus I (baik) dan 89,63% pada Siklus II (sangat baik). Proporsi guru yang mencapai kategori baik atau sangat baik bertambah dari 0% menjadi 55,56% dan akhirnya 100%. Keterlaksanaan Kombel juga meningkat dari 80,00% pada Siklus I menjadi 92,50% pada Siklus II. Peningkatan terjadi setelah kegiatan beralih dari penguatan konsep dan analisis perangkat menuju pendampingan intensif, telaah sejawat, praktik penyusunan perangkat, dan umpan balik langsung. Temuan ini menunjukkan bahwa Kombel yang sistematis, kolaboratif, dan berbasis masalah nyata sekolah efektif memperkuat kompetensi guru dalam merancang pembelajaran akomodatif bagi ABK
Pembelajaran Berdiferensiasi Berbasis Media Visual untuk Meningkatkan Literasi Menulis Teks Prosedur Murid dengan Hambatan Belajar Apriani Apriani; Atien Nur Chamidah
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 3 Agustus (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.5167

Abstract

Menulis teks prosedur menuntut murid mengubah gagasan menjadi urutan langkah yang runtut serta menggunakan struktur dan unsur kebahasaan yang tepat. Tuntutan ini lebih menantang bagi murid dengan hambatan belajar yang memerlukan contoh konkret, pengulangan instruksi, dan bantuan bertahap. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan mendeskripsikan penerapan pembelajaran berdiferensiasi berbasis media visual dan peningkatan kemampuan literasi menulis teks prosedur pada empat murid kelas VII dengan hambatan belajar di SMP inklusif. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus yang masing-masing meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi, tes menulis teks prosedur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Diferensiasi diterapkan dengan menyesuaikan kompleksitas materi, petunjuk visual, kerangka tulisan, dan scaffolding guru berdasarkan kesiapan murid. Rata-rata skor menulis meningkat dari 46,25 pada pra-tindakan menjadi 67,50 pada siklus I dan 82,50 pada siklus II. Ketuntasan meningkat dari 0% menjadi 25% dan 100%, sedangkan rata-rata N-gain dari pra-tindakan ke siklus II mencapai 0,68 atau kategori sedang. Aktivitas belajar meningkat dari 64,75 menjadi 87,00. Gambar berseri, kartu urutan, contoh teks sederhana, dan pengurangan bantuan secara bertahap membantu murid mengorganisasi gagasan, menggunakan struktur prosedur, serta berpartisipasi lebih percaya diri. Temuan menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi berbasis media visual berpotensi mendukung pembelajaran menulis di kelas inklusif, meskipun jumlah subjek yang kecil dan desain tindakan kelas membatasi generalisasi hasil.
Kesiapan Kepala Sekolah dalam Implementasi Pendidikan Inklusi: Analisis Faktor Internal dan Eksternal Ardiansyah Ardiansyah; Nurtanio Agus Purwanto
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 3 Agustus (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.5182

Abstract

Implementasi pendidikan inklusi di jenjang sekolah menengah pertama tidak hanya bergantung pada keberadaan kebijakan, tetapi juga pada kesiapan kepala sekolah dalam mengelola dan mengarahkan penyelenggaraan layanan pendidikan yang responsif terhadap keberagaman peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kesiapan kepala sekolah dalam implementasi pendidikan inklusi di SMP Kabupaten Malinau. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian melibatkan kepala sekolah dan informan pendukung yang terdiri atas guru serta pihak sekolah yang berkaitan dengan pelaksanaan pendidikan inklusi pada lima SMP di Kabupaten Malinau. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan kepala sekolah belum sepenuhnya optimal. Kepala sekolah telah menunjukkan sikap positif, penerimaan, dan komitmen terhadap pendidikan inklusi, tetapi masih terdapat keterbatasan dalam pengetahuan teknis, pengalaman, kompetensi manajerial, supervisi pembelajaran, pengembangan kurikulum adaptif, dan pengelolaan layanan bagi peserta didik berkebutuhan khusus. Faktor yang memengaruhi kesiapan terdiri atas faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi pengetahuan, sikap dan komitmen, kompetensi kepemimpinan dan manajerial, pengalaman, serta self-efficacy. Faktor eksternal meliputi dukungan guru, ketersediaan Guru Pendamping Khusus (GPK), sarana dan prasarana, kebijakan pemerintah, serta dukungan orang tua dan masyarakat. Penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan kesiapan kepala sekolah perlu dilakukan secara sistematis melalui penguatan kompetensi kepemimpinan inklusif dan dukungan ekosistem sekolah agar implementasi pendidikan inklusi dapat berlangsung secara efektif dan berkelanjutan.
Peningkatan Kelancaran Membaca melalui Repeated Reading Berbasis Kontekstual pada Siswa Berisiko Slow Learner Kelas II SDN 004 Mentarang Hulu Lis Setiyowati; Ishartiwi Ishartiwi; Nurhikmah Nurhikmah
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 3 Agustus (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.5183

Abstract

Kelancaran membaca merupakan salah satu kemampuan dasar yang penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar, terutama bagi siswa yang mengalami hambatan dalam mengikuti perkembangan kemampuan membaca sesuai tuntutan kelasnya. Siswa yang berisiko slow learner memerlukan strategi pembelajaran yang memberikan kesempatan latihan secara berulang, bertahap dan sesuai dengan karakteristik serta pengalaman mereka. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kelancaran membaca melalui penerapan Repeated Reading berbasis kontekstual pada siswa kelas II yang berisiko slow learner di SDN 004 Mentarang Hulu. Penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian terdiri atas lima siswa, yaitu CO, GL, MO, PT dan SN. Data dikumpulkan melalui tes kelancaran membaca, observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan perkembangan kemampuan siswa pada tahap prasiklus, siklus I dan siklus II. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kelancaran membaca pada seluruh siswa setelah penerapan Repeated Reading berbasis kontekstual. Peningkatan tersebut terlihat dari kemampuan siswa dalam membaca dengan lebih tepat, lancar dan percaya diri, serta berkurangnya kebutuhan terhadap bantuan guru selama proses membaca. Penggunaan teks yang dekat dengan pengalaman siswa, pengulangan bacaan secara sistematis, pemberian contoh, koreksi kesalahan dan umpan balik secara langsung menjadi unsur penting dalam mendukung perkembangan kemampuan membaca. Dengan demikian, Repeated Reading berbasis kontekstual dapat menjadi salah satu alternatif strategi pembelajaran untuk meningkatkan kelancaran membaca siswa yang berisiko slow learner, meskipun hasil penelitian ini perlu digeneralisasikan secara hati-hati karena terbatas pada lima siswa dalam satu kelas dan satu sekolah.

Filter by Year

2019 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 3 Agustus (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 4 Nopember (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 3 Agustus (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 2 Mei (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 1 Februari (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 001 Desemb (2024): Didaktika: Jurnal Kependidikan (Special Issue 2024) Vol. 13 No. 4 Nopember (2024): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 3 Agustus (2024): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 2 Mei (2024): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 1 Februari (2024): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 12 No. 4 Nopember (2023): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 12 No. 3 Agustus (2023): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 12 No. 2 Mei (2023): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 12 No. 1 Februari (2023): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 11 No. 4 Nopember (2022): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 11 No. 3 Agustus (2022): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 11 No. 2 Mei (2022): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 11 No. 1 Februari (2022): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 10 No. 4 Nopember (2021): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 10 No. 3 Agustus (2021): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 10 No. 2 Mei (2021): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 10 No. 1 Februari (2021): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 9 No. 4 (2020): DIDAKTIKA November 2020 Vol. 9 No. 3 (2020): DIDAKTIKA Agustus 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): DIDAKTIKA Mei 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): DIDAKTIKA Februari 2020 Vol. 8 No. 3 (2019): DIDAKTIKA Agustus 2019 Vol. 8 No. 2 (2019): DIDAKTIKA Mei 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): DIDAKTIKA Februari 2019 More Issue