cover
Contact Name
Firman Malewa
Contact Email
firman_999@iainpalopo.ac.id
Phone
+628114121449
Journal Mail Official
admin@jurnaldidaktika.org
Editorial Address
Office: Microteaching Building 1st Floor State Islamic Institute of Palopo (IAIN Palopo), Jl. Agatis, , South Sulawesi, Indonesia, 91914
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Didaktika: Jurnal Kependidikan
ISSN : 23021330     EISSN : 27454312     DOI : 10.58230
Core Subject : Education,
Material Development Testing, Assessment, & Evaluation Teacher Professional Development Learning Activities Education Policy Learning Facilities & Infrastructures
Articles 1,473 Documents
Systematic Literature Review: Model Pembelajaran untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep pada Pembelajaran IPA Dewa Ketut Rama Berlian Nandana; I Wayan Redhana
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3683

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi secara sistematis mengenai model-model pembelajaran yang mampu meningkatkan pemahaman konsep pada pembelajaran IPA melalui tinjauan literatur enam tahun terakhir. Metode yang digunakan yaitu Systematic Literatur Review (SLR) yang menggunakan 25 artikel ilmiah yang relevan dan terindeks ISSN. Kriteria artikel yang dipilih berdasarkan syarat tertentu, yaitu topik yang membahas model-model pembelajaran yang mampu meningkatkan pemahaman konsep pada pembelajaran IPA (termasuk Fisika, Kimia dan Biologi), publikasi dalam rentang waktu 2019 sampai 2024, serta menggunakan Bahasa Inggris. Artikel ilmiah diperoleh dari dua basis data yaitu Scopus dan Google Schoolar, kemudian diseleksi menggunakan model PRISMA. Fokus penelitian ini yaitu mengidentifikasi, menganalisis dan menyimpulkan berbagai model pembelajaran yang telah diimplementasikan dalam pembelajaran IPA serta mengevaluasi efektivitasnya terhadap peningkatan pemahaman konsep peserta didik. Hasil analisis artikel, ditemukan bahwa terdapat sembilan jenis model pembelajaran yang digunakan untuk meningkatkan pemahaman konsep IPA peserta didik. Adapun sembilan jenis model pembelajaran tersebut diantaranya model flip classroom, model learning cycle, model guided inquiry, model project based learning (PjBL), model predict observe explain (POE), model problem based learning (PBL), model science, technology, engineering, mathematic (STEM), dan model contextual teaching learning (CTL). Model pembelajaran yang paling sering digunakan untuk meningkatkan pemahaman konsep IPA adalah model PBL dan PjBL. Di akhir ulasan, diberikan arahan karakteristik model pembelajaran yang dapat meningkatkan pemahaman konsep IPA peserta didik.
Desain Learning Trajectory Menggunakan Konteks Tugu Api dalam Memahami Konsep Panjang Busur Lingkaran Marniati; Karunia; Andi Yuyun Muzizat; Novianti; Arma Wangsa
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3686

Abstract

Siswa masih cenderung kesulitan dalam memahami konsep panjang busur lingkaran. Oleh karena itu, penelitian ini mengembangkan Learning Trajectory (LT) dengan menggunakan konteks Tugu Api sebagai starting point untuk memahami konsep panjang busur lingkaran. Metode Design research digunakan dengan tiga tahapan, yaitu preliminary design, teaching experiment, dan retrospective analysis dengan mengambil dua kelas XI digital di MAN 1 Kolaka sebagai kelas pilot experiment dan kelas teaching experiment. Desain LT yang dihasilkan berupa model iceberg dengan lima aktivitas belajar. Pada model situation menggunakan konteks tugu api untuk memperkenalkan bentuk lingkaran. Pada model of menggunakan skenario didaktis dengan dua aktivitas yang mengarahkan siswa menentukan panjang lintasan satu putaran penuh (aktivitas 1) dan panjang lintasan setengah lingkaran (aktivitas 2). Pada model for mengarahkan siswa untuk menentukan panjang busur seperempat lingkaran melalui perbandingan sudut seperempat lingkaran dengan satu lingkaran penuh (aktivitas 3). Pada model formal siswa diarahkan untuk menemukan konsep panjang busur lingkaran secara formal melalui pola hubungan antar sudut 360o, 270o, 180o, dan 90o dengan keliling lingkaran (aktivitas 4), serta siswa diminta untuk menggunakan konsep yang ditemukan untuk menghitung total panjang busur dari sudut 180o, 270o, dan 45o (aktivitas 5). Hasil teaching experiment menunjukkan bahwa LT yang dirancang dapat mengarahkan proses matematisasi siswa pada penemuan konsep panjang busur lingkaran dan menggunakannya dalam konteks nyata sesuai dengan kebutuhan pembelajaran kelas digital. Temuan ini mengindikasikan bahwa pembelajaran berbasis konteks lokal dan media digital dapat menjadi alternatif desain LT yang membantu siswa memahami konsep matematika.
Pengembangan Bahan Ajar Digital Berbasis G-Smart untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep Fisika Dasar Mahasiswa Calon Guru IPA Olfiane Tamarengki; Saprudin Saprudin; Salsa Karima; Kadek Dwi Hendratma Gunawan; Yulianti Yusal; Nurgan Tadeko; Nanang Winarno
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3687

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan bahan ajar digital berbasis G‑SMART (Google Sites Media for Active and Reflective Teaching) pada mata kuliah Fisika Dasar 1 serta menguji kelayakan dan efektivitasnya dalam meningkatkan penguasaan konsep mahasiswa. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang mencakup tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Produk divalidasi oleh tiga ahli media, tiga ahli materi, dan tiga ahli bahasa menggunakan lembar penilaian berskala Likert, kemudian skor dikonversi menjadi persentase untuk menentukan kategori kevalidan. Uji coba dilakukan pada 28 mahasiswa calon guru IPA yang mengontrak Fisika Dasar 1 di salah satu universitas di Kota Ternate, dengan penguasaan konsep diukur melalui tes pre‑test dan post‑test. Data peningkatan penguasaan konsep dianalisis menggunakan normalized gain <g>, yang menunjukkan nilai <g> = 0,51 (kategori sedang), serta didukung analisis deskriptif terhadap hasil belajar. Hasil validasi ahli menunjukkan rata-rata kevalidan 85,7% dengan kategori sangat valid, sementara respons mahasiswa terhadap bahan ajar mencapai 87% dengan kategori sangat baik. Bahan ajar digital berbasis G‑SMART dinyatakan layak dan potensial sebagai komplemen sumber belajar Fisika Dasar 1 yang fleksibel dan mudah untuk diakses.
Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Augmented Reality Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep IPAS di Sekolah Dasar Tri Handoko; Akbar Al Masjid; Ana Firtrotun Nisa; Berliana Heru Cahyani
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3690

Abstract

Pembelajaran IPAS di sekolah dasar masih menghadapi tantangan dalam membantu peserta didik memahami konsep yang bersifat abstrak akibat keterbatasan media pembelajaran yang digunakan yang kurang konkret dan interaktif. Kondisi ini menuntut adanya inovasi pembelajaran yang mampu meningkatkan kualitas pemahaman konsep secara bermakna. Hadirnya media pembelajaran Augmented Reality (AR) menjadi salah satu media pembelajaran yang menjanjikan karena mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih nyata, menyenangkan, dan mudah dipahami oleh siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mensintesis temuan-temuan empiris terkait pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis AR yang digunakan untuk meningkatkan pemahaman konsep IPAS di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan cara menelusuri dan mengkaji artikel ilmiah melalui perangkat lunak Publish or Perish (PoP) pada basis data Google Scholar dalam rentang tahun 2015 sampai 2025. Pencarian awal menghasilkan 200 artikel, kemudian diseleksi secara bertahap berdasarkan relevansi judul, abstrak, dan isi sehingga tersaring menjadi 80 artikel. Proses seleksi lanjutan dilakukan dengan fokus pada studi yang secara spesifik membahas pembelajaran IPAS di tingkat sekolah dasar, dan dari tahap ini diperoleh 20 artikel yang memenuhi kriteria analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran berbasis AR secara konsisten memberikan dampak positif pada pemahaman konsep melalui peningkatan visualisasi materi, keterlibatan belajar, dan interaksi siswa dengan objek virtual. Selain itu, AR dinilai mampu mendukung pembelajaran yang bersifat eksploratif sekaligus mengatasi keterbatasan alat peraga konvensional. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa pengembangan media interaktif berbasis Augmented Reality dapat meningkatkan pemahaman konsep IPAS di sekolah dasar serta relevan untuk diterapkan dalam konteks pembelajaran abad ke-21.
Integrative STEM-R Pedagogy and Students’ Critical Thinking: A Study in Physics Learning at Madrasah Aliyah Muhammad Abror Muzakkir Muda; Sri Purwaningsih; Nazarudin; Musli
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3692

Abstract

Developing students’ critical thinking skills remains a central challenge in contemporary science education, especially in physics learning that demands analytical reasoning and reflective understanding. Integrative pedagogical models such as the STEM-R (Science, Technology, Engineering, Mathematics, and Religious Values) approach have emerged to promote deeper engagement by connecting scientific inquiry with moral reflection. This research aimed to analyze the influence of STEM-R-based Problem-Based Learning (PBL) on students’ critical thinking skills compared with conventional PBL. A quasi-experimental design with a nonequivalent control group was employed, involving 46 students from MAN 2 Kota Jambi, consisting of 24 in the experimental class and 22 in the control class. The experimental group received PBL integrated with STEM-R, while the control group was taught using standard PBL without reflective or integrative elements. Data were collected through validated critical thinking assessments and analyzed using the Shapiro–Wilk test, Wilcoxon Signed Rank Test, and Mann–Whitney U Test. The findings indicated significant improvement in both groups, with a higher increase in the experimental class (Z = 4.108, p < 0.001) than in the control class (Z = 2.944, p = 0.003). The between-group comparison showed no significant difference (p = 0.288), although the experimental class achieved a higher mean trend. These results suggest that embedding reflective and scientific integration through STEM-R can enhance students’ analytical and evaluative reasoning in physics learning.
Efektivitas Penggunaan Alat Bantu Cerita untuk Meningkatkan Interaksi Sosial pada Anak Autism Spectrum Disorder Alya Azahra; Muryanti; Windiarti Dwi Purnaningrum
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3702

Abstract

Autism Spectrum Disorder (ASD) adalah suatu kondisi yang ditandai dengan kesulitan yang terus-menerus dalam komunikasi sosial, interaksi sosial, dan pola perilaku, minat, atau hobi yang terbatas dan berulang. Salah satu permasalahan utama yang dialami anak ASD adalah keterbatasan interaksi sosial. Interaksi sosial menjadi salah satu permasalahan pada anak ASD. Penanganan interaksi sosial menggunakan alat bantu cerita dengan media Story Grammar Marker mampu memberikan efektivitas terhadap peningkatan interaksi sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki kemanjuran penggunaan alat bantu cerita untuk meningkatkan interaksi sosial anak-anak, khususnya kemampuan interaksi sosial mereka. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Intervensi dilakukan pada 15 anak dengan Autism Spectrum Disorder berusia 10-13 tahun. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Intervensi dilakukan sebanyak 8 sesi. Pengukuran interaksi sosial menggunakan kuisoner kemampuan interaksi sosial. Hasil analisis menunjukkan bahwa intervensi alat bantu cerita dengan media Story Grammar Marker memberikan dampak pada interaksi sosial (p = 0,000). Terdapat perbedaan jumlah kemampuan interaksi sosial sebelum dan sesudah intervensi. Penggunaan alat bantu cerita mampu meningkatkan kemampuan interaksi sosial pada anak dengan Autism Spectrum Disorder. Penentuan yang sesuai dengan kriteria menjadi salah satu aspek yang memberikan efektivitas dalam intervensi. Diperlukan investigasi lanjutan untuk mengetahui dampak alat bantu cerita pada anak dengan permasalahan interaksi sosial.
Efektivitas Media Kartu Bergambar Dalam Pembelajaran Membaca Permulaan Anak Dengan Autisme Alifhia Azzahra; Rizki Husadani; Muryanti
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3704

Abstract

Kesulitan dalam membaca permulaan masih menjadi permasalahan yang sering dialami oleh anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD), sehingga berpotensi menghambat keberhasilan belajar pada tahap akademik berikutnya. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki dampak penerapan media kartu bergambar pada peningkatan kemampuan membaca permulaan di kalangan anak ASD. Metode yang diterapkan adalah kuantitatif dengan desain eksperimen sederhana berupa one group pretest-posttest. Subjek penelitian terdiri dari 15 anak ASD berusia antara 7 hingga 10 tahun, yang dipilih secara purposif sesuai dengan kriteria spesifik. Intervensi diberikan melalui sesi pembelajaran dengan media kartu bergambar sebanyak delapan kali. Evaluasi kemampuan membaca awal dilakukan menggunakan instrumen Tes Kemampuan Membaca Permulaan (TKMP). Data dianalisis dengan uji beda berpasangan, yaitu Paired Sample T-Test. Temuan analisis mengindikasikan bahwa skor kemampuan membaca permulaan pasca-intervensi lebih tinggi daripada sebelum perlakuan dilakukan. Dengan nilai signifikansi α <0,05, hal ini menunjukkan perbedaan signifikan antara hasil pretest dan posttest. Penelitian ini menunjukkan bahwa media kartu bergambar efektif dalam membantu anak ASD mengidentifikasi huruf dan kata melalui pembelajaran yang terstruktur dan repetitif. Akibatnya, media kartu bergambar bisa dijadikan pilihan alternatif untuk metode pengajaran membaca awal yang praktis, hemat waktu, dan cocok dengan gaya belajar anak-anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD).
Implikasi Pedagogis Alat Kreasi Visual-Digital terhadap Kompetensi 4C dan Literasi Digital: Tinjauan Sistematis Hamisah; I Gde Wawan Sudatha; Ketut Agustini
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3705

Abstract

Meningkatnya penggunaan alat kreasi visual-digital dalam pendidikan sering kali belum diikuti oleh rancangan pedagogis yang menuntut nalar kritis dan integritas praktik digital. Penelitian ini bertujuan menyintesis keterkaitan pemanfaatan alat tersebut dengan kompetensi 4C dan literasi digital melalui Systematic Literature Review (SLR) terhadap 31 artikel periode 2021-2025 Pencarian literatur dilakukan dengan mengakses database Scopus dan mesin pencari Google Scholar. Hasil sintesis menunjukkan bahwa dominasi platform Canva (52,78%) berhasil menurunkan hambatan teknis dalam ekspresi kreatif, namun kemudahan operasional tersebut justru ditemukan berbanding terbalik dengan kedalaman kognitif peserta didik. Ketimpangan ini terlihat pada rendahnya penguatan berpikir kritis (16,1%) serta terbatasnya perhatian pada dimensi literasi sosial-etis (12,9%), literasi informasi (12,9%), dan literasi AI (3,2%). Fenomena ini dirumuskan sebagai “Paradoks Dekorasi Digital”, sebuah kondisi di mana kemajuan estetika visual tidak sejalan dengan aktivitas evaluatif seperti verifikasi informasi, argumentasi berbasis bukti, dan pertimbangan etika digital. Studi ini menegaskan bahwa otomatisasi fitur dalam instrumen digital tidak secara mandiri menstimulasi pembelajaran tingkat tinggi tanpa desain instruksional yang menuntut penalaran logis. Implikasi pedagogisnya, pendidik perlu mengintegrasikan rubrik asesmen yang secara eksplisit menilai kualitas logika, evaluasi sumber, dan kepatuhan etis guna memastikan teknologi berfungsi sebagai medium konstruksi pengetahuan substantif di era AI generatif.
Analisis Problematika Pembelajaran IPAS Materi Warisan Budaya Lokal di Sekolah Dasar Epit Ruliani; Nasution; Putri Rachmadyanti
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3715

Abstract

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) pada materi warisan budaya lokal di sekolah dasar masih menghadapi berbagai permasalahan, seperti perencanaan pembelajaran yang belum spesifik mengarah pada penguatan pemahaman budaya lokal, pelaksanaan pembelajaran yang cenderung berpusat pada guru, serta keterbatasan pemanfaatan media dan sumber belajar kontekstual. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya keterlibatan aktif siswa dan kesulitan siswa dalam memahami materi warisan budaya lokal secara bermakna. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika pembelajaran IPAS pada materi warisan budaya lokal di kelas V SDN Sawunggaling I/382 Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa problematika pembelajaran telah muncul sejak tahap perencanaan, antara lain tujuan pembelajaran yang belum secara spesifik mengarah pada penguatan pemahaman siswa terhadap warisan budaya lokal serta metode pembelajaran yang kurang variatif. Pada tahap pelaksanaan, pembelajaran masih didominasi oleh guru sehingga keterlibatan aktif siswa rendah dan pembelajaran cenderung bersifat tekstual. Siswa juga mengalami kesulitan memahami materi warisan budaya Kota Surabaya karena penyajian materi yang abstrak dan kurang kontekstual. Selain itu, media pembelajaran yang digunakan masih terbatas pada buku teks dan gambar statis, sementara sumber belajar dari lingkungan sekitar dan warisan budaya lokal, seperti batik Surabaya, belum dimanfaatkan secara optimal. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran IPAS belum sepenuhnya memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa dan dapat menjadi dasar bagi pengembangan strategi, media, serta sumber belajar kontekstual berbasis warisan budaya Kota Surabaya dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar.
Enhancing EFL Students’ Writing Ability Through Clustering Technique in Hortatory Exposition Texts Charissa Wahyu Qomala Rahma; Kristi Nuraini; Widya Oktarini; Siti Nuryati
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3722

Abstract

This study explores the effectiveness of the clustering technique in enhancing students’ writing performance in composing hortatory exposition texts. Conducted as Classroom Action Research (CAR) over two cycles, the research involved 15 twelfth-grade students at SMA Muhammadiyah 1 Rambipuji during the 2024-2025 academic year. Qualitative and quantitative data were gathered through writing assessments and an observation checklist. In the first cycle, students exhibited limited engagement, weak organization of ideas, and low confidence. After pedagogical refinements in the second cycle – such as guided modeling, collaborative tasks, and structure scaffolding – students showed marked improvement in motivation and writing quality. Their text reflected better organization, more persuasive content, and improved grammar and vocabulary. Clustering helped the student visualize engagement. The findings suggest that clustering is an effective and practical pre-writing strategy for improving argumentative writing skills in EFL contexts.

Filter by Year

2019 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 4 Nopember (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 3 Agustus (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 2 Mei (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 1 Februari (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 001 Desemb (2024): Didaktika: Jurnal Kependidikan (Special Issue 2024) Vol. 13 No. 4 Nopember (2024): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 3 Agustus (2024): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 2 Mei (2024): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 1 Februari (2024): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 12 No. 4 Nopember (2023): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 12 No. 3 Agustus (2023): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 12 No. 2 Mei (2023): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 12 No. 1 Februari (2023): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 11 No. 4 Nopember (2022): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 11 No. 3 Agustus (2022): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 11 No. 2 Mei (2022): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 11 No. 1 Februari (2022): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 10 No. 4 Nopember (2021): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 10 No. 3 Agustus (2021): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 10 No. 2 Mei (2021): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 10 No. 1 Februari (2021): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 9 No. 4 (2020): DIDAKTIKA November 2020 Vol. 9 No. 3 (2020): DIDAKTIKA Agustus 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): DIDAKTIKA Mei 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): DIDAKTIKA Februari 2020 Vol. 8 No. 3 (2019): DIDAKTIKA Agustus 2019 Vol. 8 No. 2 (2019): DIDAKTIKA Mei 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): DIDAKTIKA Februari 2019 More Issue