cover
Contact Name
Firman Malewa
Contact Email
firman_999@iainpalopo.ac.id
Phone
+628114121449
Journal Mail Official
admin@jurnaldidaktika.org
Editorial Address
Office: Microteaching Building 1st Floor State Islamic Institute of Palopo (IAIN Palopo), Jl. Agatis, , South Sulawesi, Indonesia, 91914
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Didaktika: Jurnal Kependidikan
ISSN : 23021330     EISSN : 27454312     DOI : 10.58230
Core Subject : Education,
Material Development Testing, Assessment, & Evaluation Teacher Professional Development Learning Activities Education Policy Learning Facilities & Infrastructures
Articles 1,507 Documents
Pendampingan Individual melalui Bermain Loose Parts Berbasis CTL untuk Meningkatkan Motorik Halus Anak Berisiko Autisme Rubiah Rubiah; Pujaningsih Pujaningsih; La Robi
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 3 Agustus (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.5188

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses pendampingan individual melalui kegiatan bermain loose parts berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) dan peningkatan kemampuan motorik halus anak berisiko hambatan autisme. Penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan McTaggart dalam dua siklus, masing-masing empat pertemuan. Subjek adalah seorang anak laki-laki berusia 6 tahun 3 bulan di Kelompok B TK Negeri Pratama, Kabupaten Malinau. Identifikasi risiko digunakan untuk kepentingan edukatif dan tidak menggantikan diagnosis klinis. Data diperoleh melalui observasi kemampuan motorik halus, keterlaksanaan tindakan, respons anak, catatan lapangan, dokumentasi dan diskusi reflektif dengan guru kolaborator. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Tindakan menggabungkan tujuh komponen CTL dengan scaffolding bertahap dari hand-over-hand, prompting, hingga fading. Skor rata-rata motorik halus meningkat dari 1,00 (Belum Berkembang) pada pra-siklus menjadi 2,17 pada Siklus I dan 3,50 pada Siklus II. Persentase aspek yang mencapai Berkembang Sesuai Harapan/Berkembang Sangat Baik meningkat dari 0% menjadi 33,3% dan 100%. Partisipasi aktif naik dari 20-25% menjadi 55% dan 80%, sedangkan keterlaksanaan tindakan meningkat dari 78% menjadi 92%. Gradasi material dari bahan alam menuju bahan buatan yang menuntut presisi lebih tinggi, disertai pengurangan bantuan secara sistematis, mendukung koordinasi mata-tangan, pincer grasp, menggunting, meronce, manipulasi objek kecil dan imitasi gerakan. Temuan menunjukkan bahwa paket tindakan terpadu tersebut dapat memperbaiki pembelajaran motorik halus secara kontekstual pada subjek yang diteliti.
Peningkatan Kemampuan Kosakata Anak Lambat Berbicara melalui Media Gambar Berbasis Kontekstual Momi Mastori; Edi Purwanta
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 3 Agustus (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.5189

Abstract

Keterbatasan kosakata pada anak yang menunjukkan karakteristik keterlambatan berbicara dapat menghambat respons verbal, partisipasi dalam pembelajaran, dan penggunaan bahasa secara fungsional. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses penerapan media gambar berbasis kontekstual yang dipadukan dengan scaffolding responsif serta menganalisis peningkatan kemampuan kosakata pada dua subjek yang menunjukkan karakteristik keterlambatan berbicara. Penelitian menggunakan desain penelitian tindakan kelas model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas dua pertemuan. Subjek penelitian adalah dua anak kelompok A berusia 4-5 tahun yang menunjukkan karakteristik keterlambatan berbicara berdasarkan hasil pengamatan dan asesmen awal di kelas. Data dikumpulkan melalui observasi terstruktur, tes kosakata lisan individual, wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif menggunakan persentase capaian dan Normalized Gain (N-Gain). Tindakan mengintegrasikan media gambar yang dekat dengan pengalaman anak, apersepsi berbasis realitas, permainan tunjuk-sebut dan tebak gambar, serta scaffolding berupa modeling, parallel talk, expansion, wait time, dan penguatan positif. Hasil menunjukkan bahwa capaian SA meningkat dari 19,2% pada pra-siklus menjadi 50,8% pada Siklus I dan 81,7% pada Siklus II, sedangkan AB meningkat dari 23,1% menjadi 60,0% dan 89,2%. Hasil perhitungan N-Gain menunjukkan nilai 0,78 pada SA dan 0,86 pada AB, yang keduanya berada pada kategori tinggi. Perbaikan tindakan pada Siklus II melalui pengurangan beban kosakata, penguatan konteks pengalaman keluarga, waktu tunggu yang lebih panjang, expansion yang lebih konsisten, dan interaksi berpasangan diikuti perkembangan kemampuan dari pemahaman reseptif menuju produksi kata, frasa, dan kalimat sederhana. Temuan ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan kosakata setelah penerapan rangkaian tindakan, tetapi peningkatan tersebut tidak dapat diatribusikan secara khusus kepada media gambar karena tindakan melibatkan beberapa komponen intervensi secara terpadu. Keterbatasan jumlah subjek, tidak adanya kelompok kontrol, durasi tindakan yang singkat, dan belum adanya pengukuran generalisasi ke lingkungan rumah perlu dipertimbangkan dalam menafsirkan temuan penelitian.
Project Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Siswa Sekolah Dasar dengan Kesulitan Belajar Spesifik Lendani Lendani; Atien Chamidah
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 3 Agustus (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.5196

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan Project Based Learning (PjBL) yang diadaptasi secara individual dalam mendukung perkembangan kemampuan membaca permulaan pada siswa kelas II sekolah dasar dengan kesulitan belajar spesifik. Penelitian menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas tiga pertemuan. Subjek penelitian adalah satu siswa kelas II yang teridentifikasi mengalami kesulitan dalam membaca permulaan berdasarkan asesmen awal. Pembelajaran PjBL diadaptasi sesuai dengan kebutuhan individual siswa melalui proyek literasi konkret berupa “Kotak Kata Ajaib” pada Siklus I dan “Buku Cerita Mini Bergambar” pada Siklus II. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan membaca permulaan, observasi keterlaksanaan pembelajaran, observasi aktivitas siswa dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan membandingkan perkembangan kemampuan membaca dan proses pembelajaran pada setiap tahap. Hasil penelitian menunjukkan adanya perkembangan kemampuan membaca permulaan dari skor 40 pada kondisi awal menjadi 65 pada Siklus I dan 85 pada Siklus II, dengan nilai gain akhir sebesar 0,75 yang berada pada kategori tinggi. Keterlaksanaan pembelajaran mencapai 90%, sedangkan aktivitas siswa mencapai 93% pada akhir Siklus II. Perkembangan kemampuan membaca juga terlihat pada aspek huruf, suku kata, kata dan kalimat, meskipun kemampuan membaca kalimat masih memerlukan penguatan lebih lanjut. Penerapan PjBL yang disertai pendampingan individual, penguatan hubungan huruf dan bunyi, aktivitas multisensori, pengulangan bermakna, serta penyesuaian waktu dan tingkat kesulitan menunjukkan potensi untuk mendukung perkembangan kemampuan membaca permulaan dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Dengan demikian, PjBL yang diadaptasi secara individual dapat menjadi alternatif pembelajaran yang konkret, kontekstual dan fleksibel bagi siswa dengan kesulitan belajar spesifik. Namun, karena penelitian melibatkan satu subjek tanpa kelompok pembanding, temuan bersifat kontekstual dan belum dapat digeneralisasikan pada populasi yang lebih luas.
Manajemen Sumber Daya Manusia Pendidikan Islam dalam Mengelola Kesenjangan Kompetensi Guru di Era Transformasi Artificial Intelligence : Studi Library Research Ajat Sudrajat; Yadi Suryadi; Iin Khoirunnisa
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 3 Agustus (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.5206

Abstract

Transformasi Artificial Intelligence (AI) di lembaga pendidikan Islam membawa tuntutan kompetensi baru bagi guru Agama Islam (PAI). Meskipun guru PAI memiliki fondasi pedagogis dan keislaman yang kuat, mereka menghadapi ketidakseimbangan struktural dalam penguasaan teknis dan etika AI. Ketimpangan ini belum terkelola secara sistematis akibat pengelolaan sumber daya manusia (SDM) yang masih bersifat reaktif, parsial, dan administratif. Penelitian ini penting untuk memberikan landasan konseptual mengenai strategi Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) pendidikan Islam yang holistik dalam menjembatani kesenjangan kompetensi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research). Data dianalisis secara tematik terhadap artikel-artikel ilmiah bereputasi yang merepresentasikan enam dimensi utama: kesenjangan kompetensi, kesiapan AI, pengembangan profesional, motivasi dan coaching, tata kelola dan kepemimpinan SDM, serta etika dan nilai-nilai Islam. Analisis dilakukan melalui tahap identifikasi, kategorisasi, perbandingan lintas studi, dan sintesis konseptual. Hasil sintesis menunjukkan bahwa kesenjangan kompetensi guru PAI di era AI merupakan persoalan MSDM kelembagaan yang bersifat multidimensional, bukan sekadar hambatan literasi teknologi individual. Sebagai kontribusi utama, penelitian ini merumuskan sebuah model konseptual baru: Integrative Islamic HRM Framework for AI Readiness. Model ini secara sistematis mengintegrasikan fondasi normatif Islam (Amanah, Adab, Mas'uliyyah, Maqasid Syariah), pilar tata kelola dan kepemimpinan SDM, proses pengembangan profesional berkelanjutan, dan kapasitas individual guru. Implikasi dari penelitian ini menuntut pergeseran paradigma tata kelola SDM di madrasah, pesantren, dan sekolah menuju strategi yang berbasis kompetensi (skill-based planning), human-centric, serta terintegrasi dengan nilai-nilai keislaman. Secara praktis, kerangka ini menjadi panduan operasional bagi pengelola lembaga pendidikan Islam, sekaligus meletakkan dasar bagi penelitian empiris mendatang.
Membangun Pendidikan Karakter Pelayanan Publik dalam Pembinaan Rohani Pada Markas Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah Urbanus Urbanus; Marlelo Marlelo; Alva Suyani
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 3 Agustus (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.5207

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pelaksanaan pembinaan rohani yang telah rutin dilakukan di lingkungan Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah, tetapi efektivitasnya dalam membentuk karakter pelayanan publik yang berlandaskan nilai spiritual dan etika kerja masih memerlukan kajian. Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan pembinaan rohani, mengidentifikasi nilai-nilai karakter yang dikembangkan, serta mengkaji kontribusinya terhadap integritas, empati, tanggung jawab, dan spiritualitas dalam pelayanan publik kepolisian. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan wawancara mendalam terhadap lima informan yang terdiri atas pejabat pembina rohani, perwira pembina personel, dan anggota kepolisian yang aktif mengikuti kegiatan pembinaan. Data dianalisis melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan rohani di Mapolda Kalimantan Tengah dilaksanakan secara terstruktur dan rutin melalui ceramah keagamaan, kajian kitab suci, dan diskusi kelompok yang terintegrasi dalam jadwal dinas personel. Pembinaan tersebut mengembangkan nilai religiusitas, kejujuran, integritas, empati, tanggung jawab, disiplin, dan etika pelayanan. Nilai-nilai tersebut berkontribusi dalam membentuk kesadaran moral dan mendorong personel menerapkan perilaku yang lebih berintegritas, empatik, bertanggung jawab, dan spiritual dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat. Penelitian menyimpulkan bahwa pembinaan rohani merupakan instrumen strategis dalam penguatan karakter pelayanan publik kepolisian, meskipun efektivitasnya memerlukan konsistensi pelaksanaan, keteladanan pimpinan, pengawasan, dan dukungan budaya organisasi.
Implementasi Lingkungan Belajar Terpadu Montessori untuk Mengembangkan Kemandirian Anak Usia Dini Setyo Rini; Fauzi Fauzi
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 3 Agustus (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.5273

Abstract

Kemandirian merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan anak usia dini yang perlu dikembangkan melalui lingkungan belajar yang memberikan kesempatan kepada anak untuk melakukan aktivitas secara mandiri. Pendekatan Montessori menyediakan lingkungan belajar yang terstruktur, penggunaan material konkret, serta kebebasan yang terarah sehingga anak dapat memilih, melaksanakan, dan menyelesaikan aktivitas sesuai kebutuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model Lingkungan Belajar Terpadu Montessori dalam mengembangkan kemandirian anak usia dini di Taman Kanak-Kanak Desa Sokanegara, Purwokerto. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan guru, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model Lingkungan Belajar Terpadu Montessori telah dilaksanakan dengan baik melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Lingkungan belajar Montessori berperan penting dalam memberikan stimulasi terhadap perkembangan kemandirian anak melalui aktivitas yang terstruktur dan kesempatan untuk melakukan pilihan secara mandiri. Kemandirian anak terlihat dalam kemampuan memilih aktivitas, mengorganisasi diri, melakukan keterampilan hidup sehari-hari, serta memecahkan masalah secara mandiri. Dengan demikian, lingkungan belajar terpadu berbasis Montessori dapat menjadi pendekatan yang mendukung pengembangan kemandirian anak usia dini.
Ekoteologi Pesantren: Sintesis Sistematis Nilai Ekologis, Tradisi Keilmuan, dan Praktik Keberlanjutan dalam Pendidikan Islam Muhammad Fauzi Ridwan; Izzatul Amalina; Adiyono Adiyono
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 3 Agustus (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.5276

Abstract

Kajian ini membahas perkembangan nilai-nilai ekoteologi dalam tradisi dan praktik akademik di pesantren di Indonesia, menggunakan metodologi Tinjauan Pustaka Sistematis (TPS). Tujuh artikel yang diterbitkan dari tahun 2015 hingga 2025 telah dipilih secara ketat dari 200 publikasi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi berdasarkan topik tentang ekoteologi di pesantren. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa pesantren secara rutin menjadwalkan kegiatan yang dirancang untuk internalisasi kesadaran ekologis berbasis spiritualitas Islam melalui internalisasi nilai-nilai tauhid (tauhid), mizān (keseimbangan), khilafah (kekhalifahan), rasa syukur, dan adab (etnis terhadap alam). Mekanismenya meliputi pembacaan teks-teks keagamaan dan aktualisasi implementasi sehari-hari seperti pengelolaan sampah, pelestarian alam, pertanian organik, dan pelatihan keterampilan hidup berwawasan lingkungan. Pendekatan ekoteologis di pesantren dikembangkan dalam berbagai model, seperti partisipatif, advokatif, dan edukatif, yang disesuaikan dengan konteks lokal sosial dan budaya masing-masing. Temuan ini memperlihatkan bahwa pesantren bukan hanya lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga laboratorium sosial-ekologis yang mampu menyatukan nilai Islam, kearifan lokal, dan gerakan lingkungan dalam satu sistem pendidikan yang transformatif dan berkelanjutan. Oleh karena itu, pesantren berpotensi menjadi aktor utama dalam pengarusutamaan ekoteologi Islam di Indonesia dan dapat menjadi basis konseptual dan praktis bagi pengembangan kebijakan pendidikan lingkungan berbasis agama di tengah tantangan krisis ekologis global.

Filter by Year

2019 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 3 Agustus (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 4 Nopember (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 3 Agustus (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 2 Mei (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 1 Februari (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 001 Desemb (2024): Didaktika: Jurnal Kependidikan (Special Issue 2024) Vol. 13 No. 4 Nopember (2024): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 3 Agustus (2024): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 2 Mei (2024): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 1 Februari (2024): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 12 No. 4 Nopember (2023): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 12 No. 3 Agustus (2023): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 12 No. 2 Mei (2023): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 12 No. 1 Februari (2023): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 11 No. 4 Nopember (2022): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 11 No. 3 Agustus (2022): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 11 No. 2 Mei (2022): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 11 No. 1 Februari (2022): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 10 No. 4 Nopember (2021): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 10 No. 3 Agustus (2021): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 10 No. 2 Mei (2021): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 10 No. 1 Februari (2021): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 9 No. 4 (2020): DIDAKTIKA November 2020 Vol. 9 No. 3 (2020): DIDAKTIKA Agustus 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): DIDAKTIKA Mei 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): DIDAKTIKA Februari 2020 Vol. 8 No. 3 (2019): DIDAKTIKA Agustus 2019 Vol. 8 No. 2 (2019): DIDAKTIKA Mei 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): DIDAKTIKA Februari 2019 More Issue