cover
Contact Name
Firman Malewa
Contact Email
firman_999@iainpalopo.ac.id
Phone
+628114121449
Journal Mail Official
admin@jurnaldidaktika.org
Editorial Address
Office: Microteaching Building 1st Floor State Islamic Institute of Palopo (IAIN Palopo), Jl. Agatis, , South Sulawesi, Indonesia, 91914
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Didaktika: Jurnal Kependidikan
ISSN : 23021330     EISSN : 27454312     DOI : 10.58230
Core Subject : Education,
Material Development Testing, Assessment, & Evaluation Teacher Professional Development Learning Activities Education Policy Learning Facilities & Infrastructures
Articles 1,485 Documents
Efektivitas Metode Bermain Terhadap Pemahaman Konsep Pecahan Peserta Didik Kelas IV Sekolah Dasar Tiara; Nursupiamin; Rahmawaty; Rustina; Suharnis
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3876

Abstract

Pemahaman konsep pecahan merupakan kompetensi dasar penting dalam pembelajaran matematika sekolah dasar, namun pada praktiknya masih banyak peserta didik yang mengalami kesulitan dalam memahami konsep tersebut. Salah satu penyebabnya adalah penggunaan metode pembelajaran yang kurang melibatkan peserta didik secara aktif dan konkret. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode bermain kartu bilangan pecahan terhadap pemahaman konsep pecahan peserta didik kelas IV sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experimental model one-group pretest–posttest. Subjek penelitian berjumlah 24 peserta didik kelas IV. Instrumen penelitian berupa tes pemahaman konsep pecahan dan lembar observasi aktivitas pembelajaran. Data dianalisis menggunakan uji normalitas dan uji t berpasangan (paired sample t-test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pemahaman konsep pecahan peserta didik meningkat dari 67,29 pada pretest menjadi 82,96 pada posttest. Hasil uji t menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05), yang menandakan adanya peningkatan pemahaman konsep pecahan yang signifikan setelah penerapan metode bermain kartu bilangan pecahan. Temuan ini menunjukkan bahwa metode bermain kartu bilangan pecahan efektif digunakan sebagai alternatif strategi pembelajaran matematika untuk meningkatkan pemahaman konsep pecahan peserta didik sekolah dasar.
E-Book Interaktif Berbasis Project Based Learning sebagai Media Pembelajaran untuk Meningkatkan Motivasi dan Kreativitas Siswa: Studi Literatur Iswanto; Bachtiar Sjaiful Bachri; Lamijan Hadi Susarno
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3884

Abstract

Perkembangan teknologi digital mendorong pemanfaatan media pembelajaran inovatif, salah satunya e-book interaktif yang dapat diintegrasikan dengan model Project Based Learning (PjBL) untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran e-book interaktif berbasis PjBL dalam meningkatkan motivasi belajar dan kreativitas siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada prosedur PRISMA melalui tahapan identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan inklusi artikel. Pencarian artikel dilakukan pada basis data Google Scholar, ERIC, dan Scopus dengan kata kunci interactive e-book, Project Based Learning, learning motivation, dan creativity pada rentang tahun 2016–2025. Sebanyak 10 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis menggunakan teknik sintesis naratif. Hasil kajian menunjukkan bahwa e-book interaktif berbasis PjBL secara konsisten memberikan dampak positif terhadap motivasi belajar siswa melalui penyajian materi yang menarik, interaktif, dan kontekstual. Selain itu, penerapan PjBL dalam e-book interaktif mendorong peningkatan kreativitas siswa melalui aktivitas eksplorasi ide, pemecahan masalah, serta pembuatan produk pembelajaran. Temuan ini mengindikasikan bahwa integrasi media digital interaktif dengan pembelajaran berbasis proyek mampu menciptakan lingkungan belajar yang mendukung keterlibatan aktif, kemandirian belajar, serta pengembangan keterampilan abad ke-21, khususnya motivasi belajar dan kreativitas siswa.
Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah dalam Implementasi Program 7 KAIH (Kebiasaan Anak Indonesia Hebat) Irma Fatmawati; Riyadi; Indah Slamet Budiarti
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3895

Abstract

Dalam implementasi Program 7 KAIH sering kali menemui hambatan dan tantangan, hal ini terjadi karena kurangnya pelatihan yang memadai bagi guru dan kepala sekolah, serta minimnya komitmen dari seluruh warga sekolah dalam mengimplementasikan program secara konsisten dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kepemimpinan transformasional kepala sekolah dalam implementasi program 7 KAIH di SDN 2 Pilangrejo. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif melalui pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan dengan menggunakam teknik wawancara mendalam, observasi lapanan, serta kajian dokumentasi. Selanjutnya, data dianalisis secara bertahap melalui proses reduksi, penyajian, hingga verifikasi atau penarikan kesimpulan. Subjek penelitian ini yaitu kepala sekolah, guru, dan pengawas sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional kepala sekolah melalui empat dimensi yaitu Idealized influence, Inspirational motivation, Intellectual stimulation, dan Individualized concideration memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan implementasi program 7 KAIH. Keempat dimensi tersebut saling berinteraksi membentuk budaya sekolah yang positif, sehingga mendukung keberhasilan implementasi program 7 KAIH secara konsisten dan berkelanjutan. Dapat disimpulkan bahwa dalam upaya untuk meningkatkan karakter siswa, kepemimpinan transformasional kepala sekolah menjadi strategi efektif dan penting dalam mengimplementasikan program 7 KAIH sebagai budaya sekolah.
Pengaruh Pembelajaran Berbasis Proyek (PJBL) Berbantuan Portofolio Elektronik (E-Portfolio) terhadap Kemampuan Literasi Sains dan Kemandirian Belajar Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran Proyek IPAS Tedi Hadiana; Ali Muhtadi
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 4 Nopember (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2878

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penerapan model pembelajaran berbasis proyek (PjBL) berbantuan e-portofolio terhadap kemampuan literasi sains dan kemandirian belajar siswa pada mata pelajaran Proyek IPAS kelas X di SMK. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana integrasi alat digital dengan strategi pembelajaran aktif dapat meningkatkan kompetensi abad ke-21 pada peserta didik. Penelitian menggunakan desain kuasi eksperimen dengan melibatkan dua kelompok: kelompok eksperimen yang menggunakan PjBL berbantuan e-portofolio, dan kelompok kontrol yang menggunakan PjBL tanpa e-portofolio. Instrumen penelitian terdiri dari tes literasi sains dan angket kemandirian belajar, yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil analisis menggunakan MANOVA menunjukkan nilai Wilks’ Lambda sebesar 0,665 dengan signifikansi 0,000, yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan secara statistik antara kedua pendekatan pembelajaran dalam meningkatkan literasi sains dan kemandirian belajar siswa secara simultan. Analisis lanjutan melalui Test of Between-Subjects Effects menunjukkan bahwa model pembelajaran berpengaruh signifikan terhadap literasi sains (F = 17,715; Sig. = 0,000; η² = 0,212) dan kemandirian belajar (F = 25,739; Sig. = 0,000; η² = 0,281). Nilai rata-rata gain menunjukkan bahwa siswa dalam kelompok eksperimen memperoleh peningkatan lebih tinggi pada kedua variabel dibandingkan dengan siswa dalam kelompok kontrol. Dengan demikian, model PjBL berbantuan e-portofolio terbukti lebih efektif dibandingkan PjBL tanpa e-portofolio dalam meningkatkan kemampuan literasi sains dan kemandirian belajar siswa. Oleh karena itu, model ini direkomendasikan sebagai strategi pembelajaran alternatif yang mendukung pengembangan keterampilan esensial yang dibutuhkan di abad ke-21.
Peningkatkan Nasionalisme Siswa Melalui Bahan Ajar Berbasis Qr Code Pada Pembelajaran Pendidikan Pancasila Riza Nur Rahmat; Sri Untari; Didik Sukriono
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 4 Nopember (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2921

Abstract

Pengunaan teori pembelajaran behavioristik memiliki potensi terjadi kejenuhan sepertihalya yang terjadi pada siswa Kls X SMAN 6 kota kediri, Dengan pendekatan konstruktivistik yang mendorong kolaborasi dan analisis mendalam pada siswa. Integrasi QR code yang dihubungkan dengan sumber belajar, tujuannya meningkatkan minat siswa untuk belajar, khususnya di kelas X SMA, komponen inti yang dikembangkan adalah Bhinneka Tunggal Ika. Penelitian ini menggunakan metode RnD dengan prosedur Dick dan Carey 10 tahapan. Data yang digunakan diantaranya observasi, materi, dan efektivitas hasil pengembaganan. Prngujian dilaksanakan sebanyak 3 kali dengan responden 35 siswa yang terbagimenjadi individu, kelompok kecil, dan kelompok besar. Hasil uji bahan ajar menunjukan bahwa, Qr Code juga cukup membantu siswa dalam belajar, siswa mengalami peningkatan pada komponen Bhinneka Tunggal Ika sebesar 10%. Sedangkan komponen model PBL tidak ada peningkatan yang besar namun pesebaran skor lebih setabil dibanding sebelumya. Komponen Nasionalisme juga mengalami peningkatan sebrsar 20%. Keterbatasan hasil pengembangan sangat komplek, jika dirubah salah satu bagian maka akan dibutuhkan waktu yang cukup lama kaena banyak penyesuaian pada bahan ajar. Kelebihan bahan ajar bisa diapilkasikan pada kondisi lapangan yang begitu beragam, hal ini dikarenakan bahan ajar bisa di akses berupa cetak ataupun secara daring melalui Qr code yang sudah disediakan. Sumber belajar bisa didesain ulang sesuai dengan kebutuhan siswa.
The Effectiveness of Interactive Activity-Based Coding Instruction on Elementary School Students’ Digital Literacy and Critical Thinking Skills: An Experimental Study Restu Kurniasari; Lilik Sri Hariani; Endang Surjati
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3641

Abstract

This study aims to analyze the effect of coding instruction on improving digital literacy and critical thinking skills among elementary school students. The background of this study is based on the low levels of students’ digital literacy and critical thinking skills, as well as the need for learning approaches that can develop 21st-century competencies in a contextual and meaningful manner. This study employed a quasi-experimental approach using a pretest–posttest control group design. The research subjects consisted of two groups: an experimental group that received interactive activity-based coding instruction and a control group that received conventional instruction. The research instruments included a digital literacy test and a critical thinking test, both of which had undergone validity and reliability testing. Data analysis was conducted using normality tests, homogeneity tests, independent samples t-tests, paired samples t-tests, N-Gain analysis, and effect size calculations (Cohen’s d). The results showed a significant difference between the experimental and control groups in posttest scores for digital literacy and critical thinking skills. The improvement in students’ abilities in the experimental group was categorized as moderate based on N-Gain values, while the control group showed low improvement. In addition, the effect size indicated a very large impact of coding instruction on students’ digital literacy and critical thinking skills. These findings demonstrate that coding instruction is effective in enhancing elementary school students’ digital literacy and critical thinking skills and can serve as an alternative learning strategy to support the development of 21st-century competencies in primary education.
Implementasi Unplugged Coding Berbasis Permainan Peta Safari dalam Pembelajaran Anak Usia Dini: Studi Kasus Pengembangan Computational Thinking dan Problem-Solving Frischa Raafi’ Wardhani; Barokah Isdaryanti; Ali Formen
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3647

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya implementasi pembelajaran coding pada pendidikan anak usia dini akibat keterbatasan fasilitas teknologi serta belum optimalnya pengembangan kemampuan computational thinking dan problem-solving anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pembelajaran unplugged coding berbasis permainan Peta Safaridalam meningkatkan kemampuan computational thinking dan problem-solving anak usia dini pada konteks sekolah multikultural dan homogen. Penelitian menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan studi kasus terhadap 30 anak kelompok B yang berasal dari TK Negeri Pembina Arut Utara dan TK ABA Pangkalan Banteng. Penelitian dilaksanakan selama empat minggu melalui aktivitas unplugged coding tanpa perangkat digital. Pengumpulan data dilakukan menggunakan observasi terstruktur dan lembar penilaian perkembangan anak, sedangkan analisis data meliputi uji normalitas, homogenitas, paired sample t-test, dan independent sample t-test. Hasil uji normalitas menunjukkan data berdistribusi normal (Sig. > 0,05) dan uji homogenitas menunjukkan varians data homogen (Sig. > 0,05). Hasil paired sample t-test menunjukkan adanya peningkatan signifikan kemampuan computational thinking dan problem-solving anak setelah perlakuan (Sig. < 0,05). Selanjutnya, hasil independent sample t-test menunjukkan perbedaan capaian perkembangan antara sekolah multikultural dan homogen secara signifikan (Sig. < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran unplugged coding efektif meningkatkan kemampuan berpikir komputasional, kemampuan menyusun algoritma sederhana, serta strategi pemecahan masalah anak melalui pengalaman belajar konkret berbasis permainan tanpa ketergantungan pada teknologi digital. Penelitian ini memperkuat bahwa coding pada pendidikan anak usia dini dapat diimplementasikan secara inklusif, kontekstual, dan sesuai prinsip belajar melalui bermain.
Strategi Guru Al-Qur’an Hadits dalam Mengatasi Kesulitan Membaca Al-Qur’an pada Peserta Didik di Madrasah Tsanawiyah Asmin; Arfan Hakim; Agustan
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3785

Abstract

Kemampuan membaca Al-Qur’an merupakan keterampilan penting dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Kenyataannya, sebagian siswa kelas IX B Madrasah Tsanawiyah Alkhairaat Biromaru masih mengalami hambatan dalam membaca Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bentuk kesulitan membaca Al-Qur’an, strategi yang diterapkan guru Al-Qur’an Hadits, serta faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui studi kasus. Informan penelitian terdiri atas guru Al-Qur’an Hadits, kepala madrasah, dan siswa kelas IX B yang mengalami kesulitan membaca Al-Qur’an. Informan dipilih secara purposive dan dikembangkan dengan teknik snowball sampling. Data diperoleh melalui observasi pembelajaran, wawancara mendalam, dokumentasi, serta tes kemampuan membaca Al-Qur’an. Data dianalisis secara induktif melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, dengan uji keabsahan menggunakan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan siswa meliputi kesalahan pelafalan huruf, ketidaksesuaian penerapan tajwid, kurangnya kelancaran membaca, serta rendahnya motivasi belajar. Guru mengatasi hal tersebut melalui pendekatan individual, pembiasaan membaca secara rutin, metode demonstrasi, latihan intensif, serta pemberian motivasi. Keberhasilan strategi didukung oleh kompetensi guru dan dukungan sekolah, sementara hambatan berasal dari perbedaan kemampuan siswa dan kurangnya dukungan orang tua. Penelitian ini menegaskan pentingnya strategi pembelajaran yang konsisten dan kontekstual dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa.
Pengembangan Buku Cerita Bergambar untuk Meningkatkan Membaca Pemahaman Siswa Kelas III Sekolah Dasar Ramadhani, Sulistyani; Putri, Putri Ardiani Karomah
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3856

Abstract

Kemampuan membaca pemahaman siswa sekolah dasar masih tergolong rendah, khususnya siswa kelas III, ditandai dengan rendahnya minat baca dan kesulitan memahami teks bacaan yang didominasi tulisan tanpa dukungan visual. Penelitian ini bertujuan mengembangkan efektivitas buku cerita bergambar Nusantara untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas III SDN Pengadegan 07 Pagi Jakarta. Penelitian menggunakan metode Research and Development meliputi tahap analisis kebutuhan, perancangan produk, validasi ahli, revisi, dan uji coba lapangan. Subjek penelitian berjumlah 21 siswa kelas III. Teknik pengumpulan data melalui observasi, tes pretest dan posttest, serta analisis N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku cerita bergambar Nusantara dinyatakan layak digunakan berdasarkan hasil validasi ahli media. Secara kuantitatif, menunjukkan nilai rata-rata membaca pemahaman meningkat dari 52,38 menjadi 86,67 dengan N-Gain 0,72 kategori tinggi. Buku dinyatakan layak dan efektif digunakan.
Management of AI Chatbots to Improve Student Achievement in an Indonesian Senior High School Ika Subandi; Abdulloh; Ine Rahayu Purnamaningsih
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3866

Abstract

The integration of artificial intelligence (AI) in education has increasingly been adopted to support digital learning environments; however, the effectiveness of AI chatbot implementation largely depends on how it is managed within schools. This study aims to analyze the management of AI chatbots in enhancing student academic achievement at SMAN 1 Cikarang Pusat. The research employs a descriptive qualitative case study approach. Data were collected through observations, semi-structured interviews, and documentation involving the school principal, teachers, IT staff, and students. The findings show that the school has implemented AI chatbots as part of its digital learning innovation through several management stages: (1) planning, including needs analysis, infrastructure preparation, and teacher training; (2) implementation in learning activities such as practice exercises, enrichment materials, and academic consultations; and (3) monitoring and evaluation conducted by teachers and IT personnel. The results indicate that the use of AI chatbots contributes to increased student learning motivation, more flexible access to learning resources, and improved independent learning habits. Nevertheless, several challenges remain, including differences in teacher digital literacy, the lack of standardized operational procedures, and unequal access to digital devices and internet connectivity among students. This study contributes to the development of AI-based learning management practices by providing practical insights for schools in managing chatbot technology effectively to support student academic performance in the digital era.

Filter by Year

2019 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 4 Nopember (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 3 Agustus (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 2 Mei (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 1 Februari (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 001 Desemb (2024): Didaktika: Jurnal Kependidikan (Special Issue 2024) Vol. 13 No. 4 Nopember (2024): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 3 Agustus (2024): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 2 Mei (2024): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 1 Februari (2024): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 12 No. 4 Nopember (2023): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 12 No. 3 Agustus (2023): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 12 No. 2 Mei (2023): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 12 No. 1 Februari (2023): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 11 No. 4 Nopember (2022): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 11 No. 3 Agustus (2022): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 11 No. 2 Mei (2022): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 11 No. 1 Februari (2022): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 10 No. 4 Nopember (2021): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 10 No. 3 Agustus (2021): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 10 No. 2 Mei (2021): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 10 No. 1 Februari (2021): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 9 No. 4 (2020): DIDAKTIKA November 2020 Vol. 9 No. 3 (2020): DIDAKTIKA Agustus 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): DIDAKTIKA Mei 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): DIDAKTIKA Februari 2020 Vol. 8 No. 3 (2019): DIDAKTIKA Agustus 2019 Vol. 8 No. 2 (2019): DIDAKTIKA Mei 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): DIDAKTIKA Februari 2019 More Issue