cover
Contact Name
asyim As'ari
Contact Email
hasyim.asari22@gmail.com
Phone
+6285655904034
Journal Mail Official
j.biosense@gmail.com
Editorial Address
PROGRAM STUDI BIOLOGI, FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM, UNIVERSITAS PGRI BANYUWANGI Jn. Ikan Tongkol No. 22 Kertosari Banyuwangi
Location
Kab. banyuwangi,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Biosense
ISSN : -     EISSN : 26226286     DOI : https://doi.org/10.36526/biosense.v6i01.2010
Jurnal Biosense menitikberatkan pada publikasi hasil penelitian biologi dan ilmu terapan bidang biologi. Artikel ilmiah dalam lingkup biologi yang meliputi: botani, zoologi, mikrobiologi, genetika, fisiologi, dan konservasi, sedangkan lingkup ilmu terapan biologi meliputi: Kesehatan/kedokteran, Pertanian, dan perikanan. Artikel yang dipublikasikan adalah artikel hasil penelitian, kajian ilmiah kritis dan komprehensif tentang isu-isu penting dan uraian tugas.
Articles 197 Documents
INVENTARISASI JENIS TUMBUHAN PAKU (PTERIDOPHYTA) DI TAMAN HUTAN KOTA KP3B SERANG: 1. PENDAHULUAN 2. ⁠METODE PENELITIAN 3. ⁠HASIL DAN PEMBAHASAN 4. ⁠KESIMPULAN DAN SARAN 5. ⁠REFERENSI Atiyah, Fairuz; Azzahra, Seena; Syaftia, Rida Nazwa; Nuraeni, Eni
JURNAL BIOSENSE Vol 9 No 1 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v9i1.6870

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mendata dan mengidentifikasi jenis-jenis tumbuhan paku (Pteridophyta) yang tumbuh di Taman Hutan Kota Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) Serang, sekaligus mengamati kondisi lingkungan abiotik yang berperan dalam keberadaannya. Kegiatan penelitian dilaksanakan pada 4–19 November 2025 dengan menggunakan metode eksplorasi melalui penelusuran sejumlah jalur pengamatan di dalam kawasan hutan kota. Data yang dikumpulkan mencakup jenis-jenis paku, suhu dan kelembapan udara, intensitas cahaya, pH tanah, serta titik koordinat lokasi sampel. Pengukuran dilakukan menggunakan termohigrometer, soil tester, lux meter, GPS, dan altimeter. Hasil inventarisasi menemukan 10 spesies tumbuhan paku yang tergolong ke dalam empat famili, yaitu Polypodiaceae, Pteridaceae, Nephrolepidaceae, dan Thelypteridaceae, dengan Polypodiaceae sebagai famili yang paling banyak jenisnya. Temuan ini mengindikasikan bahwa Taman Hutan Kota KP3B memiliki tingkat keanekaragaman tumbuhan paku yang cukup tinggi dan berpotensi sebagai kawasan penting bagi konservasi vegetasi bawah di lingkungan perkotaan.
KAJIAN MORFOLOGI DAN ANATOMI PURUN DANAU (Lepironia articulata) SEBAGAI ADAPTASI EKOLOGIS TUMBUHAN RAWA pamundhi bekti, Rini; Alif Afri Diyana Dewi; Juriansyah, Gusti Muhammad
JURNAL BIOSENSE Vol 9 No 1 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v9i1.6873

Abstract

Abstrak Lahan rawa merupakan kawasan yang sepanjang tahun berada dalam kondisi jenuh air atau tergenang. Kondisi ekstrim seperti fluktuasi muka air, kadar oksigen terlarut yang rendah, serta tingkat keasaman yang tinggi menuntut organisme di dalamnya memiliki strategi adaptasi khusus agar mampu bertahan. Salah satu tumbuhan khas yang tumbuh alami pada ekosistem rawa yakni tumbuhan Purun Danau (Lepironia articulata). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur morfologi dan anatomi serta hubungan antara struktur tersebut dengan strategi adaptasi ekologisnya. Penelitian ini dilakkan pada bulan November 2025 menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan mengkaji gambaran secara rinci tentang karakteristik morfologi dan anatomi Purun Danau (Lepironia articulata) sebagai bentuk adaptasi ekologis pada ekosistem rawa. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara anatomi dan morfologi tumbuhan purun mempunyai rimpang menjalar secara horisontal dan terdapat akar pendek yang kuat untuk menancap di substrat lumpur. Anatomi rimpang juga memiliki aerenkim yang berfungsi untuk mengantarkan udara. Batang purun berongga dan kuat yang memungkinkan bertahan hidup di daerah yang tergenang air. Anatomi batang terdapat aerenkim dan rongga udara untuk pertukaran gas. Daun purun mereduksi dan tanpa helaian terbentuk seperti pelepah. Bunga tersusun atas spikelet dan terdapat glume (daun pelindung) serta biji yang keras sebagai perlindungan dari lingkungan rawa yang basah dan sering tergenang. Kata kunci: Morfologi; Anatomi; Purun; Ekologi Tumbuhan Rawa
UJI ANTAGONIS BAKTERI ENDOFIT Pseudomonas BERFLUORESEN TERHADAP RALSTONIA SOLANACEARUM PENYEBAB LAYU TANAMAN TOMAT DAN NILAM Nazri, Laila Mardhiyah; Putri, Dwi Hilda; Advinda, Linda; Nuraini, Fauzi Eka; Handayani, Dezi; Chatri, Moralita
JURNAL BIOSENSE Vol 9 No 1 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v9i1.6876

Abstract

Penyakit layu bakteri yang disebabkan oleh Ralstonia solanacearum merupakan salah satu kendala utama dalam budidaya tomat dan nilam karena mampu menurunkan produktivitas secara signifikan. Penggunaan agen hayati seperti pseudomonas berfluoresen menjadi alternatif pengendalian yang lebih aman dan ramah lingkungan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan antagonis tujuh isolat bakteri endofit pseudomonas berfluoresen yang berasal dari akar pisang buai dalam menghambat pertumbuhan R. solanacearum yang menginfeksi tomat dan nilam. Penelitian memakai pendekatan deskriptif-kuantitatif dan dilaksanakan di Laboratorium Biologi FMIPA UNP pada Agustus–November 2025. Isolat pseudomonas berfluoresen dan R. solanacearum diremajakan pada media selektif, kemudian diuji antagonismenya menggunakan metode swab pada medium MHA. Suspensi patogen distandarkan pada McFarland 0,5, sedangkan isolat antagonis diinokulasikan secara titik. Zona hambat yang terbentuk setelah inkubasi 24 jam diukur menggunakan jangka sorong dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi kemampuan penghambatan antar isolat. Pada patogen tomat, isolat PfB305, PfB309, PfB311, dan PfB322 menghasilkan zona hambat yang relatif besar, sedangkan PfB32, PfB51, dan PfB52 tidak menunjukkan aktivitas antagonis. Pada patogen nilam, tiga isolat yang sebelumnya tidak aktif pada patogen tomat justru menghasilkan zona hambat, sementara empat isolat lainnya tidak membentuk zona hambat. Penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas pseudomonas berfluoresen dipengaruhi oleh spesifisitas isolat terhadap patogen serta potensi produksi metabolit antibakteri
KAJIAN ETNOBOTANI TANAMAN OBAT OLEH MASYARAKAT DESA JATIKERTO KECAMATAN KROMENGAN MALANG Khumairoh, Sintya Lutfi; Syalindri, Dyah Rahma; Putri, Salsabila Armania; Pitaloka, Karin Anindita Widya; Muhaimin, Fahrul Ghani; Mahanal , Susriyati
JURNAL BIOSENSE Vol 9 No 1 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v9i1.6878

Abstract

Penelitian ini mengkaji keragaman dan penggunaan tanaman obat oleh masyarakat Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang, sebagai bagian dari praktik kesehatan tradisional berbasis kearifan lokal. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi melalui pendekatan deskriptif kualitatif serta pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memanfaatkan 30 spesies tanaman obat dari 15 famili, dengan habitus herba sebagai kelompok dominan sebesar 56,7%, serta bagian daun menjadi organ yang paling banyak dimanfaatkan sebesar 66,7%. Tanaman obat diperoleh melalui pemanfaatan tumbuhan liar, budidaya, dan sebagian kecil dengan cara membeli. Proses pengolahan didominasi oleh metode perebusan sebesar 75,7%, yang dianggap paling efektif dan mudah dilakukan, sementara pengetahuan mengenai pemanfaatan tanaman obat diwariskan secara turun-temurun. Temuan ini menunjukkan bahwa keberlanjutan pemanfaatan tanaman obat masih terjaga dan memiliki potensi untuk dikembangkan dalam upaya konservasi serta edukasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis tanaman obat yang dimanfaatkan, habitusnya, bagian yang digunakan, cara perolehan dan pengolahan, serta bentuk pemanfaatannya oleh masyarakat Desa Jatikerto.
PEMANFAATAN BAHAN ALAMI SEBAGAI PUPUK DAN ZPT PADA TANAMAN ANGGREK DENDROBIUM SPP.: LITERATURE REVIEW Umamah, Imarotul; Sholekhah, SIti Dzakiyatus; Dewi, Lussana Rossita
JURNAL BIOSENSE Vol 9 No 1 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v9i1.6923

Abstract

Anggrek Dendrobium spp. merupakan salah satu genus anggrek yang banyak dibudidayakan, namun pertumbuhannya tergolong lambat dan memerlukan suplai nutrisi tambahan untuk mendukung fase vegetatif. Pemanfaatan bahan alami sebagai pupuk organik cair (POC) dan zat pengatur tumbuh (ZPT) menjadi alternatif ramah lingkungan yang semakin banyak diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas berbagai bahan organik alami sebagai sumber POC maupun ZPT dalam meningkatkan pertumbuhan Dendrobium spp. Penelitian disusun menggunakan metode literature review dengan menelusuri artikel ilmiah terbitan 2015–2025 dari jurnal bereputasi yang relevan dengan topik pupuk organik dan ZPT alami pada anggrek Dendrobium. Hasil telaah menunjukkan bahwa POC berbahan daun kelor, air kelapa, limbah rumah tangga fermentasi, dan air cucian beras mampu meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, dan panjang akar, terutama pada konsentrasi 10–30%. Sementara itu, ZPT alami seperti ekstrak tomat, nutrisi organik, dan bahan organik kultur in vitro efektif merangsang pembentukan tunas, pemanjangan akar, serta peningkatan biomassa pada konsentrasi 10–20% atau dikombinasikan dengan POC 5–10 mL L⁻¹. Secara keseluruhan, bahan organik alami memiliki potensi besar dalam mendukung pertumbuhan Dendrobium spp. dan menjadi alternatif yang efisien, ekonomis, dan berkelanjutan dalam budidaya anggrek.
PEMANFAATAN SISIK IKAN DAN DAUN TURI SEBAGAI PUPUK ORGANIK CAIR UNTUK PERTUMBUHAN KANGKUNG HIDROPONIK Puji Ulviati; Ellisa Mutiara; Devi Arviani; Muhamad Qidam Kholiq
JURNAL BIOSENSE Vol 9 No 1 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v9i1.6932

Abstract

Kangkung ( Ipomoea Aquatica ) merupakan sayuran bernutrisi tinggi yang mudah dibudidayakan dan tidak memerlukan lahan luas. Sistem hidroponik menjadi alternatif yang relevan karena mampu menyalurkan unsur hara secara optimal melalui pupuk organik cair. Limbah sisik ikan yang mengandung kitosan dan daun turi yang kaya nitrogen dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar pupuk organik cair ramah lingkungan yang inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian pupuk organik cair (POC) berbahan kombinasi limbah sisik ikan dan daun turi ( Sesbania grandiflora ) terhadap pertumbuhan kangkung hidroponik, parameter tinggi batang, diameter batang, dan jumlah daun. Penelitian menggunakan rencana acak lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor, yaitu dosis POC (1,5; 2,5; 3,5; 4,5 ml) dan frekuensi penyiraman (1x, 2x, dan 3x per minggu). Data dianalisis menggunakan Two-Way ANOVA pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi dosis dan frekuensi penyiraman berpengaruh signifikan terhadap tinggi tanaman, namun tidak terdapat interaksi antar keduanya. Perlakuan dosis tertinggi (4,5 ml) dan frekuensi penyiraman satu kali per minggu memberikan pertumbuhan tinggi batang paling optimal. Diameter batang tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan antar perlakuan, meskipun terdapat kecenderungan peningkatan pada dosis tinggi dan frekuensi penyiraman rendah. Variasi dosis POC tidak berpengaruh signifikan terhadap jumlah daun, tetapi frekuensi penyiraman satu kali per minggu memberikan jumlah daun tertinggi. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa POC berbahan limbah sisik ikan dan daun turi berpotensi mendukung pertumbuhan kangkung hidroponik, dengan efektivitas yang lebih dipengaruhi oleh frekuensi penyiraman dibandingkan peningkatan dosis. Kata Kunci: daun turi; hidroponik; kangkung; pupuk organik cair; sisik ikan Abstrak Kangkung ( Ipomoea Aquatica ) merupakan sayuran yang sangat bergizi, mudah dibudidayakan, dan membutuhkan lahan yang minimal. Sistem hidroponik menjadi alternatif yang relevan karena dapat memberikan nutrisi secara optimal melalui pupuk organik cair. Limbah sisik ikan yang mengandung kitosan dan daun Sesbania grandiflora (turi) yang kaya nitrogen dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku inovatif dan ramah lingkungan untuk produksi pupuk organik cair. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pupuk Organik Cair (LOF) yang terbuat dari kombinasi limbah sisik ikan dan daun S. grandiflora terhadap pertumbuhan kangkung hidroponik, khususnya pada tinggi batang, diameter batang, dan jumlah daun. Percobaan menggunakan Rancangan Faktorial Acak Lengkap (CRFD) dengan dua faktor: dosis LOF (0, 1,5, 2,5, 3,5, dan 4,5 mL) dan frekuensi penyiraman (satu, dua, dan tiga kali per minggu). Data dianalisis menggunakan ANOVA Dua Arah pada tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis LOF dan frekuensi penyiraman secara signifikan mempengaruhi tinggi tanaman, tetapi tidak terjadi interaksi yang signifikan antara kedua faktor tersebut. Dosis tertinggi (4,5 mL) dan frekuensi penyiraman sekali seminggu masing-masing secara independen menghasilkan tinggi batang terbesar. Diameter batang tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan antar perlakuan, meskipun tren sedikit meningkat diamati pada dosis yang lebih tinggi dan frekuensi penyiraman yang lebih rendah. Variasi dosis LOF tidak secara signifikan mempengaruhi jumlah daun; Namun, tanaman yang disiram sekali seminggu memiliki jumlah daun tertinggi. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa LOF yang berasal dari limbah sisik ikan dan daun S. grandiflora berpotensi untuk meningkatkan pertumbuhan kangkung hidroponik, dengan efektivitasnya lebih dipengaruhi oleh frekuensi penyiraman daripada dosis pupuk. Kata kunci: sisik ikan; hidroponik; pupuk organik cair (LOF) , daun Sesbania grandiflora; kangkung
KONTAMINASI MIKROPLASTIK PADA SUMBER AIR MINUM: PEMETAAN BIBLIOMETRIK TERHADAP PERKEMBANGAN RISET DAN PERSPEKTIF KESEHATAN MASYARAKAT Martin, Olivia Reyhana M; Kardiman, Reki
JURNAL BIOSENSE Vol 9 No 1 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v9i1.7007

Abstract

Mikroplastik adalah partikel yang berbahaya apabila sampai masuk ke dalam tubuh karena mengandung zat-zat toksik dan dapat mengganggu sistem biologi manusia. Melalui analisis bibliometrik akan ditemukan tren dan perkembangan penelitian ilmiah terkait kontaminasi mikroplastik pada sumber air minum dari waktu ke waktu, melihat topik dominan, kata kunci utama, dan wilayah kajian yang sering muncul dalam publikasi terkait ilmiah mikroplastik dan kesehatan masyarakat. Penelitian menggunakan analisis bibliometrik, data diperoleh dari data dasar Scopus dengan kata kunci mikroplastik, sumber air minum, kualitas air, jalur kontaminasi, kesehatan masyarakat, penilaian risiko, pemantauan lingkungan, bibliometrik. Hasil penelusuran dilakukan filtering tahun terbit 2015-2025 dan tipe literatur hanya akan mengambil tipe artikel. Data dianalisis menggunakan aplikasi VOSViewer (VV). Hasilnya publikasi mengalami peningkatan pada tahun 2020 – 2024. Penerbit yang paling banyak melakukan publikasi adalah Elsevier dan negara yang paling sering melakukan penerbitan adalah India dan China. Kolaborasi antarpenulis masih bersifat clustering. Visualisasi kata kunci terbagi dalam dua klaster, klaster 1 memiliki 19 kata kunci, klaster 2 memiliki 11 kata kunci. “mikroplastik”, “air minum”, dan “plastik” adalah yang paling menonjol.
PENGARUH LAMA PENYIMPANAN TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI PADA CUMI-CUMI (Loligo sp.) DAN SOTONG (Sepia sp.) Hamdah, Alya; Winardi, Fhuji; Aulia, Fadila; Zen, Muhammad Nazif; Farma, Siska Alicia; Advinda, Linda
JURNAL BIOSENSE Vol 9 No 1 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v9i1.7035

Abstract

Cumi-cumi (Loligo sp.) dan Sotong (Sepia sp.) adalah komoditas perikanan bernilai tinggi di Indonesia, dikenal karena kandungan protein dan rasanya yang lezat. Penyimpanan yang tidak tepat dapat mempercepat pertumbuhan bakteri pembusuk, menurunkan kualitas produk dan membahayakan kesehatan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh lama penyimpanan terhadap pertumbuhan bakteri pada daging Cumi-cumi (Loligo sp.) dan Sotong (Sepia sp.). Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen. Sampel daging cumi-cumi dan sotong diberikan perlakuan penyimpanan pada suhu ruang dan suhu kulkas selama 2, 4, dan 6 jam dan kontrol yaitu sampel yang tidak diberi perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu dan lama penyimpanan berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan bakteri. Pada suhu ruang, jumlah bakteri pada Cumi-cumi dan Sotong meningkat tajam setelah 6 jam penyimpanan. Penyimpanan pada suhu dingin atau kulkas pada lama penyimpanan 6 jam pada Cumi-cumi dan Sotong mengalami peningkatan jumlah bakteri walaupun tidak terlalu signifikan, hal ini terjadi karena pada suhu dingin terdapat bakteri psikrofilik yang mampu bertahan pada suhu dingin.
ANALISA DOCKING SENYAWA MINYAK ATSIRI LENGKUAS (Alpinia galanga) TERHADAP BETA-LAKTAMASE MENUNJUKKAN POTENSI PENGIKATAN RENDAH Dwipayana, I Dewa Agung Panji
JURNAL BIOSENSE Vol 9 No 1 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v9i1.7063

Abstract

Resistensi antimikroba terhadap antibiotik β-laktam, khususnya yang dimediasi oleh enzim β-laktamase, menjadi tantangan serius dalam pengobatan infeksi bakteri. Lengkuas (Alpinia galanga) dikenal memiliki aktivitas antimikroba, namun potensi senyawa minyak atsirinya sebagai inhibitor β-laktamase belum banyak dievaluasi secara spesifik. Penelitian ini bertujuan untuk menilai potensi pengikatan senyawa minyak atsiri A. galanga terhadap enzim β-laktamase Staphylococcus aureus menggunakan pendekatan in silico. Struktur protein β-laktamase (PDB ID: 1GHP) dan beberapa senyawa utama minyak atsiri lengkuas dianalisis menggunakan metode molecular docking dengan AutoDock 4.2. Amoksisilin digunakan sebagai ligan pembanding. Hasil docking menunjukkan bahwa amoksisilin memiliki afinitas pengikatan tertinggi dengan energi ikat −6,60 kcal/mol, sedangkan seluruh senyawa minyak atsiri A. galanga menunjukkan energi ikat yang lebih lemah (−4,13 hingga −5,58 kcal/mol). Analisis interaksi molekuler memperlihatkan bahwa senyawa minyak atsiri membentuk interaksi hidrofobik dan ikatan hidrogen terbatas, yang secara umum kurang optimal untuk inhibisi enzimatik yang kuat. Temuan ini mengindikasikan bahwa senyawa minyak atsiri lengkuas memiliki potensi yang terbatas sebagai inhibitor β-laktamase, sehingga tidak dapat digunakan untuk mengatasi resistensi antibiotik akibat adnaya beta-laktamase.
UJI IN SILLICO ANTIBAKTERI SENYAWA AKTIF KUERSETIN DAUN BINAHONG TERHADAP PROTEIN ClfB Staphylococcus aureus Lesbatta, Kezia Josawel; Umanailo, Annisa R.; Lumintang, Vallery I. A.; Lermatan, Marta Dominika; Kuay, Yonna A.; Aponno, Novellis V.; Anggraeni. M, Andi Sri Dewi
JURNAL BIOSENSE Vol 9 No 1 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v9i1.7097

Abstract

Abstrak Resistensi antibiotik terhadap Staphylococcus aureus, khususnya strain Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA), merupakan tantangan besar dalam pengobatan infeksi bakteri. Salah satu protein virulensi penting dari S. aureus adalah Clumping factor B (ClfB), yang berperan dalam proses adhesi dan pembentukan biofilm pada jaringan inang. Penghambatan protein ini dapat menurunkan kemampuan kolonisasi bakteri, sehingga menjadi target potensial dalam pengembangan agen antibakteri baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi kuersetin dari daun binahong (Anredera cordifolia) sebagai inhibitor alami terhadap protein ClfB secara in silico. Struktur tiga dimensi protein ClfB diperoleh dari Protein Data Bank (PDB), sedangkan struktur kuersetin diunduh dari basis data PubChem. Proses molecular docking dilakukan menggunakan SwissDock dengan analisis lanjutan melalui UCSF Chimera. Hasil docking menunjukkan bahwa kuersetin berikatan kuat pada kantong aktif ClfB dengan nilai afinitas energi sebesar −7,584 kcal/mol, menandakan kestabilan kompleks yang baik secara termodinamika. Interaksi yang terbentuk melibatkan residu asam amino polar seperti Ser, Glu, dan Asp serta residu nonpolar seperti Leu dan Val yang berkontribusi terhadap pengikatan stabil. Visualisasi struktur menunjukkan bahwa kuersetin menempati sisi aktif ClfB dan berpotensi menghambat fungsi adhesi protein tersebut. Berdasarkan hasil ini, kuersetin dari daun binahong berpotensi menjadi kandidat inhibitor alami ClfB yang dapat mengganggu proses kolonisasi S. aureus pada jaringan inang. Penelitian ini memberikan dasar ilmiah bagi pengembangan agen antibakteri berbasis bahan alam dalam upaya mengatasi resistensi antibiotik. Kata kunci: Staphylococcus aureus; ClfB; kuersetin; binahong; antibakteri. Abstrack Antibiotic resistance in Staphylococcus aureus, particularly Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA), poses a serious challenge to the treatment of bacterial infections worldwide. Clumping factor B (ClfB) is an important virulence protein of S. aureus that plays a crucial role in bacterial adhesion and biofilm formation on host tissues. Inhibition of this protein may reduce bacterial colonization and represents a promising target for novel antibacterial strategies. This study aimed to evaluate the potential of quercetin, an active compound derived from binahong leaves (Anredera cordifolia), as a natural inhibitor of the ClfB protein using an in silico approach. The three-dimensional structure of ClfB was obtained from the Protein Data Bank, while the molecular structure of quercetin was retrieved from the PubChem database. Molecular docking was performed using SwissDock, and the interaction analysis and visualization were conducted using UCSF Chimera. The docking results showed that quercetin exhibited a strong binding affinity toward the active site of ClfB, with a binding energy of −7.584 kcal/mol, indicating favorable thermodynamic stability of the ligand–protein complex. Several polar amino acid residues, including serine, glutamate, and aspartate, as well as nonpolar residues such as leucine and valine, were involved in stabilizing the interaction. Structural visualization confirmed that quercetin occupies the active pocket of ClfB, suggesting its ability to interfere with bacterial adhesion mechanisms. Overall, quercetin from binahong leaves demonstrates potential as a natural ClfB inhibitor and provides a scientific basis for the development of alternative antibacterial agents to address antibiotic resistance in Staphylococcus aureus and support future antimicrobial research. Keywords: Staphylococcus aureus; ClfB; quercetin; binahong; antibacterial.