cover
Contact Name
asyim As'ari
Contact Email
hasyim.asari22@gmail.com
Phone
+6285655904034
Journal Mail Official
j.biosense@gmail.com
Editorial Address
PROGRAM STUDI BIOLOGI, FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM, UNIVERSITAS PGRI BANYUWANGI Jn. Ikan Tongkol No. 22 Kertosari Banyuwangi
Location
Kab. banyuwangi,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Biosense
ISSN : -     EISSN : 26226286     DOI : https://doi.org/10.36526/biosense.v6i01.2010
Jurnal Biosense menitikberatkan pada publikasi hasil penelitian biologi dan ilmu terapan bidang biologi. Artikel ilmiah dalam lingkup biologi yang meliputi: botani, zoologi, mikrobiologi, genetika, fisiologi, dan konservasi, sedangkan lingkup ilmu terapan biologi meliputi: Kesehatan/kedokteran, Pertanian, dan perikanan. Artikel yang dipublikasikan adalah artikel hasil penelitian, kajian ilmiah kritis dan komprehensif tentang isu-isu penting dan uraian tugas.
Articles 197 Documents
DETEKSI KONTAMINASI BAKTERI Escherichia coli PADA ALAT MAKAN DI BEBERAPA TEMPAT MAKAN DI KABUPATEN GRESIK Miftakhus Sa'adah; Hadi, Moch. Irfan
JURNAL BIOSENSE Vol 9 No 1 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v9i1.6549

Abstract

Alat makan yang tidak bersih merupakan faktor penting dalam penularan penyakit bawaan makanan, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas praktik kebersihan alat makan di beberapa tempat makan di Kabupaten Gresik dengan mendeteksi keberadaan bakteri Escherichia coli. Keberadaan E. coli dijadikan indikator utama kontaminasi fekal dan praktik higiene yang buruk, di mana alat makan yang bersentuhan langsung dengan makanan dipersyaratkan tidak mengandung E. coli (0 koloni) sesuai Permenkes RI No. 1096 Tahun 2011. Metode yang digunakan adalah uji usap (swab) pada 30 sampel alat makan (sendok, piring, mangkok) dari 10 tempat makan berbeda (5 warung, 3 katering, 2 restoran). Sampel diuji di laboratorium menggunakan metode Angka Lempeng Total (ALT). Hasil menunjukkan bahwa semua 30 sampel alat makan memiliki hasil negatif dan tidak terdeteksi adanya kontaminasi bakteri Escherichia coli. Kondisi ini mengindikasikan bahwa prosedur pencucian dan sanitasi di tempat-tempat tersebut kemungkinan besar telah dilakukan dengan benar.
KOMPOSISI HASIL TANGKAPAN ALAT TANGKAP JARING INSANG DASAR DI DESA LAMBUR LUAR, KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR Setiyano, Regi; nelwida; Roiska, Riris; lisna, lisna; ramadan, fauzan; heltria, septy
JURNAL BIOSENSE Vol 9 No 1 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v9i1.6674

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi hasil tangkapan alat tangkap jaring insang dasar (bottom gillnet) di perairan Desa Lambur Luar, Kabupaten Tanjung Jabung Timur dengan produksi perikanan laut mencapai 23.491, 54 ton pada tahun 2020. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 28 Agustus–06 September 2025 menggunakan metode survei dengan teknik observasi langsung terhadap hasil tangkapan nelayan. Data yang dikumpulkan meliputi jenis ikan, jumlah individu (ekor), dan berat total (kg) dari setiap spesies hasil tangkapan. Analisis dilakukan secara deskriptif melalui perhitungan komposisi jenis dan proporsi hasil tangkapan utama (main catch) serta hasil tangkapan sampingan (bycatch). Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat tangkap jaring insang dasar di perairan Lambur Luar menangkap 12 jenis spesies dengan total tangkapan sebanyak 1.877 ekor dan berat 24.737 kg. Hasil tangkapan utama (HTU) didominasi oleh ikan senangin (Eleutheronema tetradactylum) sebanyak 1.175 ekor (62,60%) dengan bobot 5.613 kg (22,69%) dan ikan kembung (Rastrelliger sp.) sebanyak 506 ekor (26,96%) dengan bobot 5.686 kg (22,99%). Proporsi hasil tangkapan berdasarkan jumlah menunjukkan bahwa hasil tangkapan utama mencapai 94,14%, sedangkan hasil tangkapan sampingan sebesar 5,86% tanpa adanya hasil tangkapan buangan (discard). Berdasarkan berat, hasil tangkapan utama mencapai 67,14% dan hasil tangkapan sampingan 32,86%. Secara umum, alat tangkap jaring insang dasar di perairan Lambur Luar bersifat selektif dan efisien dalam menangkap spesies target dengan nilai ekonomis tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan jaring insang dasar mendukung kegiatan penangkapan yang berkelanjutan serta ramah lingkungan. Kata Kunci: Jaring insang, komposisi, Eleutheronema tetradactylum, Lambur Luar, perikanan tangkap.
PENGARUH RADIASI SMARTPHONE DALAM KONDISI AIRPLANE MODE TERHADAP HISTOLOGI GINJAL MENCIT BETINA Ayuningtyas, Maulia Indah; Mellani Rachma; Fhuji Winardi; Afandi, Echa Azkia; Yusni Atifah; Dwi Hilda Putri
JURNAL BIOSENSE Vol 9 No 1 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v9i1.6697

Abstract

The rapid advancement of technology and information has led to a significant increase in smartphone usage in Indonesia, reaching 67.88% in 2022. Smartphones emit non-ionizing electromagnetic waves that may pose biological effects, particularly on the kidneys, which play a crucial role in maintaining the body's homeostasis. Previous studies have reported that electromagnetic radiation can induce histological damage in the kidneys through oxidative stress mechanisms, including tubular narrowing, Bowman’s capsule dilation, and tubular epithelial necrosis. Airplane mode is known to significantly reduce electromagnetic radiation exposure. This study aimed to determine the effect of smartphone radiation in airplane mode on the kidney histology of female mice. An experimental design was employed using four female mice divided into one control group and three treatment groups, which were exposed to a smartphone in airplane mode for 4, 6, and 8 hours per day for 7 consecutive days. Kidney tissues were processed using paraffin embedding and stained with Hematoxylin–Eosin for microscopic examination. The results showed no significant histological differences between the control and treatment groups. The glomerulus, Bowman’s capsule space, and proximal and distal convoluted tubules appeared normal without signs of narrowing, dilation, hemorrhage, or necrosis. These findings indicate that smartphone radiation in airplane mode does not cause histological damage to the kidneys of female mice.
PRODUKSI INDOLE ACETIC ACID (IAA) OLEH ISOLAT PSEUDOMONAS BERFLUORESEN YANG BERASAL DARI RIZOSFER BERBAGAI TANAMAN Humaira, Annisa Fitri
JURNAL BIOSENSE Vol 9 No 1 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v9i1.6720

Abstract

Pseudomonas berfluoresen merupakan salah satu Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) yang mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman melalui produksi hormon Indole Acetic Acid (IAA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan beberapa isolat pseudomonas berfluoresen yang berasal dari rizosfer berbagai tanaman dalam memproduksi IAA. Penelitian dilakukan di Laboratorium Fisiologi Tumbuhan, Departemen Biologi, Universitas Negeri Padang pada bulan Juni-Agustus 2025. Pengujian dilakukan dengan menginokulasikan suspensi bakteri pada medium Nutrient Broth (NB) yang diperkaya triptopan, diinkubasi pada shaker selama 2×24 jam, kemudian disentrifugasi. Supernatan yang diperoleh di reaksikan dengan reagen Salkowsky dan diukur nilai absorbansinya menggunakan spektrofotometer pada panjang gelombang 530 nm. Konsentrasi IAA dihitung berdasarkan persamaan regresi dari kurva standar (y = 0,0406x + 0,0922). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima isolat pseudomonas berfluoresen memiliki kemampuan yang berbeda dalam memproduksi IAA. Berdasarkan hasil, isolat Pf LAH T1 menghasilkan konsentrasi IAA tertinggi yaitu sebesar (5,32 ppm), diikuti Pf S31 (3,92 ppm),Pf LAH P2 (3,04 ppm), Pf LAH T2(1,49 ppm), dan terendah Pf S36 (0,51 ppm). Isolat dengan produksi IAA tertinggi, seperti Pf LAH T1 dan Pf S31, berpotensi besar sebagai agen pemacu pertumbuhan tanaman karena IAA berperan penting dalam pembentukan dan pemanjangan akar. Kata Kunci: Indole Acetic Acid, Pseudomonas berfluoresen; rizosfer; Salkowsky; tryptopan
UJI AKTIVITAS DAN PROFILING SENYAWA AKTIF ANTIFUNGI DARI STENOTROPHOMONAS MALTOPHILIA STRAIN R13 TERHADAP PATOGEN Ganoderma boninense PADA KELAPA SAWIT Tiranissa, Vraya; Rupaedah, Bedah; Farma, Siska Alicia
JURNAL BIOSENSE Vol 9 No 1 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v9i1.6751

Abstract

Ganoderma boninense merupakan jamur penyebab penyakit busuk pangkal batang pada kelapa sawit yang mengakibatkan kerugian ekonomi yang cukup besar, khususnya di perkebunan kelapa sawit. Berbagai strategi pengendalian telah dilakukan, dengan menggunakan zat-zat kimia dan metabolit mikroba. Asam siringat yang merupakan senyawa fenolik, telah menunjukkan aktivitas antijamur yang signifikan, menghambat pertumbuhan patogen G. boninense. Senyawa ini memberikan efeknya dengan mengganggu integritas membran sel jamur, yang menyebabkan kebocoran komponen penting seperti asam amino dan ion. Gangguan ini merusak fungsi vital sel jamur, yang pada akhirnya mengakibatkan kematian sel. Mengingat sifat antimikroba dan antijamurnya, asam siringat sebagai agen bioaktif untuk pengendalian biologis patogen tanaman. Selain itu, asam siringat juga memiliki potensi untuk meningkatkan kemanjuran agen pengendali hayati lainnya, menjadikannya alternatif yang efektif dan ramah lingkungan untuk pengendalian hama di bidang pertanian. Naskah review ini bertujuan untuk mendalami potensi asam siringat sebagai agen antijamur dalam menghambat pertumbuhan G. boninense.
POTENSI ISOLAT Pseudomonas BERFLUORESEN DALAM MENGHASILKAN ASAM SIANIDA (HCN) UNTUK APLIKASI AGENS HAYATI aulia, fadila; Advinda, Linda; Chatri, Moralita; Farma, Siska Alicia
JURNAL BIOSENSE Vol 9 No 1 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v9i1.6804

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai kemampuan beberapa isolat Pseudomonas berfluoresen dalam menghasilkan asam sianida (HCN) sebagai indikator potensi agens hayati. Lima isolat diuji, yaitu Pf Cas 3, Pf Cas, Pf LAH T2, Pf LAH, dan Pf LAH S1, serta satu kontrol tanpa inokulum. Pengujian dilakukan menggunakan indikator asam pikrat–Na₂CO₃ dan pengukuran nilai absorbansi dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 625 nm. Hasil menunjukkan bahwa isolat Pf Cas 3, Pf Cas, dan Pf LAH T2 menghasilkan HCN dengan nilai absorbansi masing-masing 0,021; 0,014; dan 0,012. Sementara Pf S32 dan Pf LAH S1 menunjukkan hasil negatif dengan nilai absorbansi rendah (0,003 dan 0,002). Kontrol menunjukkan nilai 0,00. Isolat Pf Cas 3 dikategorikan paling potensial untuk dikembangkan sebagai agens hayati penghasil HCN dalam mendukung sistem pertanian berkelanjutan.
KAJIAN LITERATUR: INVENTARISASI DAN PENGGUNAAN TUMBUHAN OBAT TRADISIONAL DI INDONESIA Syam, Adinda Syaharani; Ramadhani, Nazwa Oktavia; Inayah, Iin; Nuraeni, Eni
JURNAL BIOSENSE Vol 9 No 1 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v9i1.6814

Abstract

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang melimpah, di mana kurang lebih 3.500 spesies flora dilaporkan berpotensi sebagai tanaman obat. Namun, pengetahuan tradisional tentang pemanfaatan tumbuhan obat (etnobotani) berisiko hilang akibat minimnya dokumentasi sistematis serta ancaman kerusakan habitat. Penelitian ini bertujuan merangkum dan menganalisis hasil inventarisasi tumbuhan obat dari beragam daerah di Indonesia melalui kajian literatur sistematis (Systematic Literature Review) terhadap sepuluh artikel ilmiah. Hasil analisis data sekunder menunjukkan keragaman yang tinggi, dengan total lebih dari 365 spesies terdokumentasi, yang tertinggi dijumpai pada Suku Dayak Lundayeh (90 spesies). Famili Zingiberaceae, Euphorbiaceae, dan Fabaceae merupakan kelompok dominan. Bagian tumbuhan yang paling sering dimanfaatkan adalah daun, diikuti oleh rimpang (khususnya untuk Zingiberaceae). Penggunaan utamanya adalah untuk mengobati penyakit internal ringan, dengan kategori keluhan yang paling sering ditangani adalah demam/sakit kepala dan gangguan pencernaan. Pola pemanfaatan ini mencerminkan integrasi ketersediaan sumber daya, pengetahuan turun-temurun, dan efektivitas terapeutik yang teruji. Inventarisasi sistematis sangat penting untuk konservasi hayati dan pengembangan fitofarmaka di masa depan.
IDENTIFIKASI JENIS MANGROVE DI KAWASAN PANGKAL BABU, DESA TUNGKAL 1, KECAMATAN TUNGKAL ILIR, TANJUNG JABUNG BARAT JAMBI roiska, riris; Damhuri, Dedi; Putinur
JURNAL BIOSENSE Vol 9 No 1 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v9i1.6819

Abstract

Mangroves are coastal forest ecosystems commonly distributed in tropical and subtropical regions and play a vital role in maintaining coastal environmental stability. The mangrove ecosystem in Pangkal Babu, Tungkal 1 Village, Tungkal Ilir District, West Tanjung Jabung Regency, Jambi, functions as an ecological buffer for the coastal zone; however, scientific information on its species composition and diversity remains limited. This study aimed to identify and document the mangrove species present in the area. Field surveys and direct observations were conducted to characterize mangrove vegetation by recording and photographing each species and examining diagnostic features, including root structure, stem morphology, leaf shape, and fruit characteristics. The results showed that the Pangkal Babu mangrove ecosystem is composed of several true mangrove species, each exhibiting distinctive morphological traits: Acanthus ilicifolius with thick spiny leaves; Nypa fruticans with large pinnate leaves and clustered fruits; Sonneratia alba with erect pneumatophores and subglobose fruits; Avicennia alba with salt-excreting leaves and pencil-shaped pneumatophores; Bruguiera cylindrica with knee roots and cylindrical propagules; Rhizophora mucronata with mucronate leaves and large stilt roots; Rhizophora apiculata with black-spotted leaves and shorter propagules; and Xylocarpus granatum with compound leaves and large spherical fruits resembling cannonballs. These findings provide essential baseline data for future conservation efforts, habitat monitoring, and sustainable coastal management initiatives in Tungkal Ilir and the surrounding regions.
KAJIAN PARAMETER HEMATOLOGI, FAGOSITOSIS, DAN MORFOMETRIK SISTEM PENCERNAAN MENCIT TERHADAP REBUSAN DAUN TANJUNG (Mimusops elengi L.) Rusdiana, Desi; Farizka, Maya; Savira, Nadyatul Ilma Indah
JURNAL BIOSENSE Vol 9 No 1 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v9i1.6822

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh pemberian rebusan daun tanjung (Mimusops elengi L.) terhadap parameter hematologi, aktivitas fagositosis, dan morfometrik sistem pencernaan mencit. Daun tanjung diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, tanin, saponin, dan alkaloid yang berpotensi memberikan efek antioksidan, antiinflamasi, serta imunomodulator. Penelitian dilaksanakan dengan desain post-test only control group menggunakan mencit jantan strain BALB-c yang dibagi menjadi kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Parameter yang diamati meliputi jumlah eritrosit, leukosit, kadar hemoglobin, aktivitas fagositosis makrofag intraperitoneal, serta panjang organ pencernaan. Analisis data dilakukan menggunakan uji ANOVA pada taraf 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian rebusan daun tanjung berpengaruh signifikan terhadap penurunan jumlah leukosit (p<0,05), namun tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap eritrosit dan kadar hemoglobin. Aktivitas fagositosis menurun secara signifikan pada kelompok perlakuan, diduga akibat aktivitas antiinflamasi polifenol yang dapat menekan respiratory burst makrofag. Parameter morfometrik, perubahan signifikan hanya terjadi pada panjang esofagus, sedangkan lambung, usus halus, sekum, kolon, dan rektum tidak menunjukkan perubahan bermakna. Penelitian ini menyimpulkan bahwa rebusan daun tanjung memiliki efek imunomodulator yang memengaruhi leukosit dan fagositosis, serta memberikan pengaruh terbatas pada morfometrik pencernaan. Kata kunci: Aktivitas fagosit; Fitokimia; Morfometrik usus Abstract This study aimed to evaluate the effects of boiled Mimusops elengi L. leaves on hematological parameters, phagocytic activity, and digestive system morphometry in mice. Mimusops elengi leaves contain bioactive compounds such as flavonoids, tannins, saponins, and alkaloids, which possess antioxidant, anti-inflammatory, and immunomodulatory properties. The research used a post-test only control group design involving male BALB-c mice divided into control and treatment groups. The observed parameters included erythrocyte count, leukocyte count, hemoglobin levels, intraperitoneal macrophage phagocytic activity, and digestive organ length. Data were analyzed using one-way ANOVA at a significance level of 0.05. The results showed that the boiled leaf preparation significantly affected leukocyte levels (p<0.05), while erythrocytes and hemoglobin remained unaffected. Phagocytic activity decreased significantly in the treatment group, presumably due to the anti-inflammatory effects of polyphenolic compounds capable of suppressing the macrophage respiratory burst. Morphometric analysis revealed significant changes only in esophageal length, whereas the stomach, small intestine, cecum, colon, and rectum showed no significant alterations. Overall, this study indicates that boiled Mimusops elengi leaves exert immunomodulatory effects by influencing leukocyte profiles and phagocytic activity, with limited impact on digestive system morphometry. Keywords: Gut morphometry; Phagocytic activity; Phytochemicals
PENGARUH TUTUPAN LAHAN TERHADAP RETENSI AIR DAN KONSERVASI TANAH DI HUTAN TROPIS: SUATU KAJIAN LITERATUR Najmah Fairuz Zahira; Putri, Hijratun Nugraha Tri; Lestari, Anissa Dinda; Nuraeni, Eni
JURNAL BIOSENSE Vol 9 No 1 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v9i1.6832

Abstract

Land cover plays an essential role in maintaining hydrological balance and soil conservation in tropical forest ecosystems. The decline in vegetation cover can lead to reduced infiltration, increased surface runoff, and decreased soil water-holding capacity. This literature review aims to analyze the relationship between land cover, water retention, and soil conservation in tropical forests based on recent scientific findings. The analysis includes studies on soil biophysical properties, rainfall, vegetation types, and forest management strategies. The results indicate that dense and multi-layered vegetation improves soil porosity, infiltration, and water retention while reducing erosion. In contrast, the degradation of vegetation cover decreases soil physical quality and hydrological stability. Effective conservation efforts include the implementation of agroforestry systems, integrated watershed management, and sustainable forest protection policies.