cover
Contact Name
asyim As'ari
Contact Email
hasyim.asari22@gmail.com
Phone
+6285655904034
Journal Mail Official
j.biosense@gmail.com
Editorial Address
PROGRAM STUDI BIOLOGI, FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM, UNIVERSITAS PGRI BANYUWANGI Jn. Ikan Tongkol No. 22 Kertosari Banyuwangi
Location
Kab. banyuwangi,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Biosense
ISSN : -     EISSN : 26226286     DOI : https://doi.org/10.36526/biosense.v6i01.2010
Jurnal Biosense menitikberatkan pada publikasi hasil penelitian biologi dan ilmu terapan bidang biologi. Artikel ilmiah dalam lingkup biologi yang meliputi: botani, zoologi, mikrobiologi, genetika, fisiologi, dan konservasi, sedangkan lingkup ilmu terapan biologi meliputi: Kesehatan/kedokteran, Pertanian, dan perikanan. Artikel yang dipublikasikan adalah artikel hasil penelitian, kajian ilmiah kritis dan komprehensif tentang isu-isu penting dan uraian tugas.
Articles 210 Documents
ANALISIS PERBEDAAN KUALITAS TROMBOSIT METODE PRP-PC DAN APHERESIS DI UTD PMI KOTA SURABAYA Arifin, Zainul; As'ari, Hasyim; Ardiyansyah, Fuad
JURNAL BIOSENSE Vol 9 No 2 (2026): Edisi April 2026
Publisher : Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v9i2.7481

Abstract

Transfusi trombosit merupakan terapi penting bagi pasien dengan trombositopenia dan gangguan hematologi. Kualitas trombosit konsentrat dipengaruhi oleh metode produksi, yaitu Platelet Rich Plasma–Platelet Concentrate (PRP-PC) dan Apheresis. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan kualitas trombosit berdasarkan jumlah trombosit, pH, dan residu leukosit. Penelitian menggunakan desain kuantitatif komparatif dengan pendekatan cross-sectional yang dilaksanakan di UTD PMI Kota Surabaya pada Desember 2025. Sampel terdiri atas 10 unit PRP-PC dan 10 unit trombosit Apheresis, dengan pengujian masing-masing dilakukan tiga kali. Analisis data meliputi uji Shapiro–Wilk, Independent-Sample t-test, dan Mann–Whitney U test pada tingkat signifikansi 0,05. Hasil menunjukkan seluruh produk memenuhi standar mutu nasional sesuai Permenkes RI Nomor 91 Tahun 2015. Rata-rata jumlah trombosit pada PRP-PC sebesar 7,86×10¹⁰/unit dan Apheresis 30,75×10¹⁰/unit; residu leukosit masing-masing 0,04×10⁹/unit dan 0,01×10⁹/unit; serta pH 6,68 dan 7,06. Uji statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan pada seluruh parameter mutu (p < 0,05). Disimpulkan bahwa metode Apheresis menghasilkan trombosit dengan kualitas lebih unggul dibandingkan PRP-PC dari aspek jumlah trombosit, kemurnian produk, dan kestabilan pH, sehingga lebih direkomendasikan untuk kebutuhan transfusi klinis.
OPTIMASI ZAT PENGATUR TUMBUH TERHADAP REGENERASI TALAS KETAN MERAH SECARA IN VITRO Damayanti, Fitri; Musliman, Acep
JURNAL BIOSENSE Vol 9 No 2 (2026): Edisi April 2026
Publisher : Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v9i2.7648

Abstract

Talas (Colocasia esculenta L. Schott) merupakan salah satu tanaman pangan tropis dengan nilai gizi tinggi yang berperan penting dalam ketahanan pangan lokal maupun global. Namun, produktivitas tanaman ini sering terhambat oleh keterbatasan bibit berkualitas, rentan terhadap serangan patogen, serta siklus perbanyakan vegetatif yang relatif lambat. Teknik kultur jaringan, khususnya melalui induksi dan regenerasi secara in vitro, menawarkan solusi untuk menghasilkan planlet talas dalam jumlah besar dan seragam. Zat pengatur tumbuh (ZPT) berperan krusial dalam mengarahkan proses morfogenesis, baik pada tahap induksi kalus maupun regenerasi planlet. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas berbagai kombinasi ZPT, yaitu NAA, BAP, dan kinetin dalam menginduksi tunas dan regenerasi planlet talas. Metode penelitian melibatkan kultur eksplan talas pada media Murashige dan Skoog (MS) dengan variasi konsentrasi ZPT. Kombinasi ZPT terbaik adalah BAP 1,0 mg/L + NAA 0,5 mg/L menghasilkan waktu induksi tunas tercepat dan jumlah tunas terbanyak. Perlakuan media MS yang hanya diberi NAA tunggal terbukti paling efektif untuk induksi perakaran, dengan konsentrasi terbaik untuk induksi perakaran adalah 1,0 mg/L. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi terhadap pengembangan teknik perbanyakan massal talas yang efisien, mendukung konservasi plasma nutfah, serta meningkatkan produktivitas pertanian.
EKSPLORASI IN SILICO SENYAWA SARGASSUM POLYCYSTUM UNTUK PAKAN TAMBAHAN IKAN BUDIDAYA Febryanti, Ni Luh Putu Kayika; Suartiningsih, Ni Pande Made
JURNAL BIOSENSE Vol 9 No 2 (2026): Edisi April 2026
Publisher : Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v9i2.7672

Abstract

Inflammation in cultured fish can reduce health status and productivity, highlighting the need for safe and sustainable natural functional feed additives. This study aimed to explore the potential of bioactive compounds from Sargassum polycystum as anti-inflammatory candidates through an in silico approach targeting cyclooxygenase-2 (COX-2). A total of 16 ligands derived from S. polycystum were obtained from the PubChem database, optimized, and docked against the COX-2 protein using AutoDock v4.2, followed by 2D visualization of ligand–protein interactions. The results showed that the binding energies ranged from -10.2 to -1.83 kcal/mol. Cholest-5-en-3-ol (3β)- exhibited the best binding affinity with a binding energy of -10.2 kcal/mol, followed by Heneicosane, 11-cyclopentyl (-9.0 kcal/mol) and 1,2-benzenedicarboxylic acid (-8.73 kcal/mol). The 2D interaction analysis revealed that Cholest-5-en-3-ol (3β)- formed hydrophobic interactions, hydrogen bonds, and electrostatic interactions within the active pocket of COX-2, and occupied a binding region relatively similar to celecoxib as the reference ligand. These findings suggest that bioactive compounds from S. polycystum have potential as natural anti-inflammatory agents and as candidates for functional feed additives to support fish health in aquaculture, although further computational and experimental validation is still required.
CRYPTOSPORIDIOSIS: EPIDEMIOLOGI, PATOGENESIS, MANIFESTASI KLINIS, DIAGNOSIS, DAN PENATALAKSANAAN: TINJAUAN LITERATUR Irawati, Nur Bebi Ulfah; Hermawati, Luluk; Nasution, Silvia Fitrina; Damayanti, Putri; Prameswari, Yuda Nabella; Zulfa, Hilizza Awalina
JURNAL BIOSENSE Vol 9 No 2 (2026): Edisi April 2026
Publisher : Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v9i2.7673

Abstract

Cryptosporidiosis is a parasitic infection caused by protozoa of the Cryptosporidium genus that infect humans and animals worldwide. The disease remains a significant public health concern, particularly in regions with limited access to clean water and adequate sanitation. This study aimed to review recent scientific evidence regarding the epidemiology, pathogenesis, clinical manifestations, diagnosis, and management of cryptosporidiosis. A literature review method was employed by analyzing scientific articles published between 2015 and 2025 retrieved from databases including PubMed, Scopus and Google Scholar. Relevant studies were selected based on predefined inclusion criteria and analyzed narratively. The review indicates that Cryptosporidium hominis and Cryptosporidium parvum are the most common species causing human infection and account for the majority of cases worldwide. Transmission primarily occurs through the fecal–oral route via contaminated water or food, as well as direct contact with infected hosts. Infection involves parasite attachment and invasion of intestinal epithelial cells, leading to mucosal damage, malabsorption, and diarrhea. Clinical manifestations vary depending on the host's immune status, ranging from mild self-limiting diarrhea in immunocompetent individuals to severe and chronic infection in immunocompromised patients. Diagnosis is commonly established through microscopic detection of oocysts, antigen-based assays, and molecular methods such as polymerase chain reaction (PCR). Current management mainly focuses on supportive therapy, while nitazoxanide remains the only antiparasitic drug approved by the FDA for the treatment of cryptosporidiosis. Therefore, improvements in sanitation, development of diagnostic methods, and effective prevention strategies are essential to reduce the global burden of cryptosporidiosis.
LITERATURE REVIEW: POTENSI Cinnamomum zeylanicum DALAM MENINGKATKAN KUALITAS SPERMA MELALUI REGULASI STRES OKSIDATIF Noor Firanti, Azzahra; Ahda, Yuni
JURNAL BIOSENSE Vol 9 No 2 (2026): Edisi April 2026
Publisher : Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v9i2.7716

Abstract

Infertility is a reproductive health issue that affects many couples of reproductive age, and in males it is frequently associated with decreased sperm quality. One of the major contributing factors to impaired sperm quality is oxidative stress, which results from an imbalance between the production of reactive oxygen species (ROS) and the antioxidant defense system. This imbalance can damage sperm cell membranes, alter DNA integrity, and disrupt the process of spermatogenesis. This study aimed to review the potential of Cinnamomum zeylanicum in improving sperm quality through the regulation of oxidative stress. A literature review approach was employed by examining scientific publications obtained from Google Scholar and ResearchGate within the last ten years. Relevant studies were analyzed descriptively based on research design, observed sperm parameters, and the reported findings. The review indicates that Cinnamomum zeylanicum contains several bioactive compounds, including flavonoids, polyphenols, and cinnamaldehyde, which exhibit strong antioxidant activity. These compounds may reduce oxidative damage and protect sperm cells, thereby potentially improving sperm parameters such as count, motility, and viability.
IDENTIFIKASI SENYAWA FLAVONOID EKSTRAK ETANOL DAUN SAMBILOTO (Andrographis paniculata (Burm.f.) Nees) DENGAN METODE KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS: Analisis Kualitatif Menggunakan Metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) Febrina Nugrahini; Setiawati , Rini; Mindiarto, Ahmad Bagus
JURNAL BIOSENSE Vol 9 No 2 (2026): Edisi April 2026
Publisher : Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v9i2.7780

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan senyawa flavonoid dalam ekstrak etanol daun sambiloto (Andrographis paniculata (Burm.f.) Nees) menggunakan metode kromatografi lapis tipis (KLT). Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% selama 3 hari. Skrining fitokimia flavonoid dilakukan menggunakan uji Shinoda yang menunjukkan hasil positif dengan terbentuknya warna jingga. Analisis KLT dilakukan menggunakan fase diam silika gel GF254 dengan variasi fase gerak non-polar dan semi-polar, serta pengamatan pada panjang gelombang UV 254 nm dan 365 nm. Hasil menunjukkan bahwa pada fase gerak non-polar diperoleh nilai Rf rendah (<0,2), sedangkan pada fase gerak semi-polar diperoleh nilai Rf sebesar 0,64 dengan visualisasi bercak fluoresen kuning kehijauan yang lebih jelas. Hal ini menunjukkan bahwa sistem pelarut semi-polar lebih efektif dalam memisahkan senyawa flavonoid dibandingkan sistem non-polar. Dengan demikian, metode KLT dapat digunakan sebagai metode skrining awal yang sederhana, cepat, dan ekonomis dalam identifikasi flavonoid pada ekstrak daun sambiloto serta sebagai dasar untuk analisis lanjutan.
EFEK EKSTRAK KULIT BUAH KABAU (Archidendron bubalinum (Jack) I.C Nielsen) TERHADAP AKTIVITAS MAKROFAG MENCIT JANTAN SETELAH DIPAPARKAN CdCl2 Riana, Elisa Nurma; Khairani, Iffa Afiqa; Anisa, Hida Arliani Nur; Fatriani, Rizka; Andriani, Silvia
JURNAL BIOSENSE Vol 9 No 2 (2026): Edisi April 2026
Publisher : Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v9i2.7817

Abstract

Logam kadmium (Cd) yang berasal dari kegiatan industri seperti produksi baterai, pelapisan logam, penggunaan pupuk fosfat, pembakaran bahan bakar fosil, dan pembuatan plastik dapat meningkatkan produksi reactive oxygen species (ROS). Produksi ROS berlebih dalam tubuh akan menyebabkan penyakit dan mempengaruhi sistem imun tubuh akibat stres oksidatif. Stres oksidatif merupakan suatu kondisi ketidakseimbangan antara radikal bebas dan antioksidan. Untuk melindungi tubuh dari stres oksidatif diperlukan suatu senyawa antioksidan, seperti yang terkandung dalam kulit buah kabau (Archidendron bubalinum). Penelitian ini bertujuan mengetahui mengetahui adanya peningkatan aktivitas fagositosis makrofag pada mencit Jantan yang dipaparkan CdCl2. Penelitian ini bersifat eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Mencit yang digunakan 24 ekor dengan 6 kelompok yang terdiri dari 3 kelompok kontrol dan 3 kelompok perlakuan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak kulit buah kabau dosis 95 mg/kgBB, 190 mg/kgBB dan 380 mg/kgBB pada uji aktivitas fagositosis makrofag menunjukkan hasil yang signifikan sebesar p = 0,005. Hal ini berarti bahwa ekstrak kulit buah kabau dapat meningkatkan sistem imun mencit dengan perlakuan P2 memiliki aktivitas fagositosis tertinggi yaitu 55,91%.
PENGARUH EKSTRAK Moringa oleifera TERHADAP EKSPRESI mRNA IL-6 PADA OTAK Rattus norvegicus TERINDUKSI ETILEN GLIKOL Syahrul Muflih Harahap; Idami, Zahratul; Widiarti, Leni; Ningrum, Nurlian Augustin
JURNAL BIOSENSE Vol 9 No 2 (2026): Edisi April 2026
Publisher : Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v9i2.7964

Abstract

Etilen glikol (EG) merupakan senyawa toksik yang dapat menginduksi neuroinflamasi melalui peningkatan ekspresi interleukin-6 (IL-6), yaitu sitokin pro-inflamasi kunci. Ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) dikenal memiliki aktivitas antioksidan dan anti-inflamasi, tetapi efeknya terhadap ekspresi IL-6 pada otak yang terpapar EG belum banyak diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efek pemberian ekstrak daun kelor terhadap ekspresi mRNA IL-6 pada jaringan otak tikus yang diinduksi EG. Sebanyak 15 ekor tikus jantan galur Wistar dibagi menjadi 5 kelompok: kontrol normal (KN), kontrol negatif (K- induksi EG 0,75%), dan tiga kelompok perlakuan yang diberi ekstrak daun kelor dosis 150, 300, dan 450 mg/kgBB setelah induksi EG. Ekspresi mRNA IL-6 dianalisis menggunakan RT-PCR dan dievaluasi dengan ImageJ setelah normalisasi terhadap GAPDH. Induksi EG secara signifikan meningkatkan ekspresi mRNA IL-6 sebesar 2,34 kali lipat dibandingkan KN. Pemberian ekstrak dosis 150 mg/kgBB menurunkan ekspresi IL-6 hingga 1,50 kali lipat, menunjukkan efek anti-inflamasi optimal. Namun, pada dosis 300 dan 450 mg/kgBB, ekspresi IL-6 masing-masing menjadi 1,65 dan 2,08 kali lipat, menunjukkan respons yang tidak linear. Ekstrak daun kelor memiliki efek anti-inflamasi dalam menekan ekspresi mRNA IL-6, tetapi efek ini bersifat non-linear dan bergantung pada dosis. Dosis 150 mg/kgBB menunjukkan efektivitas tertinggi.
PENGARUH VARIASI VOLUME CAIRAN RUMEN SAPI TERHADAP PRODUKSI BIOGAS BERBASIS KOTORAN SAPI Echa Azkia Afandi; Hamdah, Alya; Irdawati; Putri, Dwi Hilda
JURNAL BIOSENSE Vol 9 No 2 (2026): Edisi April 2026
Publisher : Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v9i2.7977

Abstract

Kebutuhan energi yang terus meningkat mendorong pengembangan sumber energi alternatif yang lebih ramah lingkungan, salah satunya biogas yang dihasilkan melalui proses fermentasi anaerob bahan organik. Limbah peternakan seperti kotoran sapi memiliki potensi besar sebagai substrat biogas karena kandungan bahan organiknya yang tinggi. Selain itu, cairan rumen sapi yang kaya akan mikroorganisme dan enzim pendegradasi bahan organik diduga dapat berperan sebagai inokulum untuk meningkatkan efisiensi proses fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh variasi volume cairan rumen sapi terhadap produksi biogas berbasis kotoran sapi. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan, yaitu tanpa penambahan cairan rumen (P1), penambahan 160 mL cairan rumen (P2), dan penambahan 320 mL cairan rumen (P3), masing-masing dengan dua ulangan. Fermentasi dilakukan selama 20 hari dalam kondisi anaerob dalam reaktor dengan balon karet sebagai penampung gas. Volume biogas diamati setiap 5 hari berdasarkan perubahan volume balon. Hasil pengamatan menunjukkan adanya peningkatan produksi biogas seiring bertambahnya volume cairan rumen yang digunakan. Perlakuan P3 memberikan hasil tertinggi dibandingkan perlakuan lainnya, diikuti oleh P2 dan P1. Hal ini mengindikasikan bahwa cairan rumen berpotensi meningkatkan aktivitas mikroorganisme dalam proses degradasi bahan organik menjadi gas metana sehingga berkontribusi terhadap peningkatan produksi biogas.
POLA PRODUKSI BIOENERGI SEL AMOBIL Bacillus licheniformis KGEB16 SISTEM MFC PADA REUSABILITAS KETIGA Anggraeni, Shella; Irdawati; Advinda, Linda; Farma, Siska Alicia
JURNAL BIOSENSE Vol 9 No 2 (2026): Edisi April 2026
Publisher : Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v9i2.7979

Abstract

Penggunaan bahan bakar fosil yang terus menurun mendorong pengembangan energi terbarukan, salah satunya melalui teknologi Microbial Fuel Cell (MFC). Penelitian ini bertujuan menganalisis pola produksi bioenergi sel amobil Bacillus licheniformis strain KGEB16 dalam sistem MFC pada siklus reusabilitas ketiga. Sel bakteri diamobilisasi menggunakan matriks natrium alginat 5% (b/v) dengan metode penjebakan (entrapment), dan sistem MFC bertipe dual chamber digunakan sebagai bioreaktor. Tegangan listrik diukur setiap 2 jam selama 24 jam dengan 4 ulangan (n = 4) menggunakan multimeter digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tegangan tertinggi tercatat pada jam ke-0 sebesar 0,553 V dan menurun secara konsisten hingga 0,117 V pada jam ke-24, dengan total akumulasi tegangan sebesar 3,277 V. Pola penurunan berlangsung dalam dua fase: penurunan tajam pada jam ke-0 hingga jam ke-8 akibat deplesi substrat, dilanjutkan penurunan gradual hingga jam ke-24 karena keterbatasan difusi substrat ke dalam matriks beads. Meskipun demikian, aktivitas elektrogenesis B. licheniformis KGEB16 masih terdeteksi hingga akhir pengamatan, yang menunjukkan bahwa sel amobil dalam matriks alginat masih mampu mempertahankan aktivitas metaboliknya pada reusabilitas ketiga.