cover
Contact Name
asyim As'ari
Contact Email
hasyim.asari22@gmail.com
Phone
+6285655904034
Journal Mail Official
j.biosense@gmail.com
Editorial Address
PROGRAM STUDI BIOLOGI, FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM, UNIVERSITAS PGRI BANYUWANGI Jn. Ikan Tongkol No. 22 Kertosari Banyuwangi
Location
Kab. banyuwangi,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Biosense
ISSN : -     EISSN : 26226286     DOI : https://doi.org/10.36526/biosense.v6i01.2010
Jurnal Biosense menitikberatkan pada publikasi hasil penelitian biologi dan ilmu terapan bidang biologi. Artikel ilmiah dalam lingkup biologi yang meliputi: botani, zoologi, mikrobiologi, genetika, fisiologi, dan konservasi, sedangkan lingkup ilmu terapan biologi meliputi: Kesehatan/kedokteran, Pertanian, dan perikanan. Artikel yang dipublikasikan adalah artikel hasil penelitian, kajian ilmiah kritis dan komprehensif tentang isu-isu penting dan uraian tugas.
Articles 167 Documents
STRUCTURE OF THE SEAGRASS COMMUNITY IN KARANG TIRTA PADANG BEACH: STRUKTUR KOMUNITAS LAMUN DI PERAIRAN PANTAI KARANG TIRTA PADANG Firda Az Zahra; Aulia Azhar; Daimon Syukri; Ririn Fatma Nanda; Chairul Chairul; Indra Junaidi Zakaria
JURNAL BIOSENSE Vol 5 No 2 (2022): Edisi Desember 2022
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.599 KB) | DOI: 10.36526/biosense.v5i2.2277

Abstract

Seagrass bed on Karang Tirtas's coast consist of two species of seagrass namely Thalassia hemprichii and Enhalus acoroides. Thalassia hemprichii is the most dominating species with a frequency to be found about 96,3% while the frequency of Enhalus acoroides is 3,7%. Seagrass has ± 14 hektar distribution area with the pattern of distribution in group. The coverage of seagrass in Karang tirta's coastal included into poor cathegory. Meanwhile, the seagrass bed is one of the important ecosystem in the coastal area that are habitat for some other species and carbon sinc. Physical chemical factor's water of Karang Tirta's coastal area can support the growth of seagrass well except the temperature factor that is high.
PENGARUH ZPT NABATI DAN MEDIA TUMBUH TERHADAP PEKEMBANGAN KOPI ROBUSTA Setyo Andi Nugroho; Sonia Bagiatus; Ujang Setyoko; Titien Fatimah; Ika Lia Novenda; Pujiastuti Pujiastuti
JURNAL BIOSENSE Vol 5 No 2 (2022): Edisi Desember 2022
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.701 KB) | DOI: 10.36526/biosense.v5i2.2279

Abstract

Indonesia occupies the 4th position of the 5 main coffee producing countries in the world. Coffee plants are a high foreign exchange earner in the Indonesian economy. Data from the Central Statistics Agency (BPS) show that Indonesia's coffee production in 2021 was the highest in the last decade, reaching 774.6 tonnes. This number increased by 2.75% from the previous year of 753.9 thousand tonnes. Coffee seed germination takes a long time due to seed dormancy. Coffee growth can be optimal with the provision of growth regulators. Good planting media can produce quality coffee seeds, because in good media there are nutrients needed by plants. The research was conducted at the Jember State Polytechnic Soil Wire House Laboratory in February-May 2022. Data were analyzed using Factorial RAK with a 5% BNJ follow-up test. The results showed that the combination treatment of planting media and natural ZPT concentrations had a significant effect on the generative growth of Robusta coffee (Coffea canephora L) including germination percentage, root length, height and seedling diameter.
STUDI SPERMATOPHYTA PEKARANGAN RUMAH DI KELURAHAN LAPAJUNG KECAMATAN LALABATA SOPPENG Riza Risky Yulianti; Hamka Lodang; Muhammad Wiharto
JURNAL BIOSENSE Vol 5 No 2 (2022): Edisi Desember 2022
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.038 KB) | DOI: 10.36526/biosense.v5i2.2324

Abstract

Indonesia merupakan salah satu pusat bagi keanekaragaman hayati dunia, baik hewan dan tumbuhan. Tumbuhan berbiji (Spermatophyta) merupakan golongan tumbuhan yang mempunyai keanekaragaman jenis tinggi yang dapat ditemukan dan diamati secara langsung dari lingkungan sekitar salah satunya pada pekarangan rumah. Spermatophyta merupakan kelompok tumbuhan yang memiliki ciri utama yaitu terdapat organ berupa biji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis Spermatophyta yang terdapat pada pekarangan rumah warga di Kelurahan Lapajung, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng. Penelitian ini termasuk penelitian deksriptif dan eksploratif, yang dilakukan untuk mengidentifikasi, mengklasifikasi, dan mendeksripsikan data yang diperoleh secara sistematis, faktual, dan akurat tentang fakta dan ciri-ciri Spermatophyta yang terdapat pada pekarangan rumah di Kelurahan Lapajung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil identifikasi diperoleh 86 spesies Spermatophyta dan dikelompokkan dalam 44 familia dengan rincian satu spesies Gymnospermae, dan 85 spesies dari Angiospermae yang terdiri dari 37 spesies monokotil (Liliopsida) dan 48 spesies dikotil (Magnoliopsida).
POTENSI ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN UBI JALAR UNGU (Ipomea batatas L.) TERHADAP BAKTERI GRAM NEGATIF DENGAN METODE BROTH MICRODILUTION Siti Hamidatul Aliyah
JURNAL BIOSENSE Vol 5 No 2 (2022): Edisi Desember 2022
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.256 KB) | DOI: 10.36526/biosense.v5i2.2333

Abstract

Abstract Indonesia has wide cultivation of purple sweet potatoes (Ipomea batatas L.) commodities, particularly in Jambi province. However, the difference of phytochemical profiles in purple sweet potatoes among geographical regions has not been fully explored. The objective of this research to find out antibacterial activity of ethanol extract leaves purple sweet potato against bacteria Salmonella sp. and Pseudomonas aeruginosa. This study used Broth microdilution with concentration of 2 mg/mL, 4μg/mL, 8 mg/mL, 16 mg/mL, 32 mg/mL, 64 mg/mL, 128 mg/mL, 256 mg/mL, 512 ug/mL,1024 mg/mL. Chloramphenicol used as a positive control at the same concentration, minimum inhibitory concentration (MIC) determination made by the 50 seen from the transmittance value the test bacteria and minimum bactericidal concentration (MBC) by the determination of the lowest concentration in which no visible bacterial growth. Based on the test microbroth dilution leaves purple sweet potatoes had antibacterial activity against Salmonella sp. and Pseudomonas aeruginosa with MIC 64 mg/mL in Salmonella sp. and 128 ug/mL Pseudomonas aeruginosa. KBM obtained 512 mg/mL in Salmonella sp. and 512 ug/mL Pseudomonas aeruginosa.
PEMANFAATAN EKOSISTEM HUTAN MANGROVE SEBAGAI HABITAT UNTUK BIOTA LAUT: jurnal pendidikan biologi Agus Wahyudi
JURNAL BIOSENSE Vol 5 No 2 (2022): Edisi Desember 2022
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.3 KB) | DOI: 10.36526/biosense.v5i2.2345

Abstract

Hutan mangrove merupakan salah satu hutan yang tumbuh di muara sungai atau pesisir pantai. Pantai yang datar biasanya dapat ditumbuhi oleh mangrove. Sifat kompleks merupakan sifat yang dimiliki oleh hutan mangrove. Ada berbagai macam biota laut yang menempati hutan mangrove Bangladesh, contohnya adalah ikan sirip dan zooplankton. Berdasarkan analisis studi literature diketahui bahwa hutan mangrove Bangladesh belum dikelola dengan baik. Terdapat tumpahan minyak yang cukup banyak di pesisir laut. Tujuan dari penulisan jurnal ini adalah untuk menganalisis secara kritis terkait pemanfaatan ekosistem hutan mangrove sebagai habitat untuk biota laut. Penulisan artikel ini didasarkan pada jenis peneliitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan kajian pustaka. Kajian pustakan merupakan kegiatan mengkaji berbagai macam bentuk sumber-sumber yang relevan. Kesimpulan memaparkan bahwa hutan mangrove memiliki berbagai macam manfaat bagi biota laut. Biota-biota laut tentu memerlukan rumah atau yang bisa disebut dengan habitat untuk melangsungkan kelangsungan hidup, seperti tempat perlindungan, bertelur, dan lain sebagainya. Kata Kunci: biota laut; ekosistem; hutan; mangrove
KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN LIAR YANG BERPOTENSI SEBAGAI TANAMAN OBAT PADA SUKU TAMIANG DI DESA TANGSI LAMA KECAMATAN SERUWAY Muhammad; Cut Hadisti Arhafna; Dwi Adrisa Zuhra; Ekariana S Pandia
JURNAL BIOSENSE Vol 6 No 01 (2023): Edisi Juni 2023
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v6i01.2010

Abstract

Desa Tangsi Lama Kecamatan Seruway Kabupaten Aceh Tamiang merupakan desa yang masih memiliki budaya yang kuat sehingga tumbuhan liar yang dijadikan tanaman obat secara turun temurun masih digunakan sampai sekarang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja jenis, cara pengolahan dan pemanfaatan tumbuhan obat di Desa Tangsi Lama. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret – April 2022. Penelitian ini menggunakan metode survei eksploratif melalui wawancara dan observasi langsung pada saat survei dilakukan. Teknik wawancara semi struktural sesuai dengan daftar pertanyaan yang telah dibuat antara lain: identitas nara sumber, nama lokal tumbuhan, bagian tumbuhan yang digunakan, kegunaannya, cara pemanfaatannya, dalam penelitian ini 20 jenis tumbuhan didapatkan. tumbuhan liar yang dimanfaatkan sebagai tanaman obat bagi masyarakat setempat. Pemanfaatan bagian tanaman yang digunakan sebagai tanaman obat adalah pada daun (85%), buah (10%), dan juga pada pucuk (5%). Kata kunci : Tumbuhan liar, tanaman obat, turun-temurun
KELIMPAHAN RELATIF DAN SIMILARITAS KELAS GASTROPODA WILAYAH ESTUARI MANGROVE KECAMATAN MUNCAR BANYUWANGI FIYA MAGHFIROH; FUAD ARDIYANSYAH; HASYIM AS'ARI
JURNAL BIOSENSE Vol 6 No 01 (2023): Edisi Juni 2023
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v6i01.2493

Abstract

Wilayah estuari mangrove mrupakan sebuah kawasan ekosistem yang khas dan berdekatan dengan hutan mangrove sehingga memiliki karakteristik air payau dan daratan berlumpur. Terbatasnya informasi mengenai kelimpahan dan similaritas Gastropoda yang ada diwilayah estuari mangrove di kecamatan Muncar Banyuwangi, mendorong peneliti untuk melakukan pendahuluan penelitian dengan Tujuan yaitu untuk mengetahui keanekaragaman dan kelimpahan kelas Gastropoda di wilayah estuari mangrove kecamatan Muncar. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 13 juli-27 juli 2022. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode sampling. Pengambilan sampel dilakukan dengan membuat 3 stasiun yang berukuran 10×10 m2, dalam plot tersebut didalamnya terdapat 5 sub plot yang berukuran 1×1 m2. Berdasarkan pengamatan di ketiga stasiun pada wilayah estuari mangrove Kawang ditemukan 9 jenis spesies Gastropoda yang menunjukkan kelimpahan relatif tertinggi terdapat pada spesies Melanoides Requeti, Cerithidea cingulata, Nerita Balteata dan Nerita planospira. Berdasarkan pengamatan di ketiga stasiun pada wilayah estuari mangrove Kili-kili ditemukan 10 jenis spesies Gastropoda yang menunjukkan kelimpahan spesies tertinggi terdapat pada spesies Sphaerassiminea miniata,Nerita planospira, Cerithidea cingulata, Nerita undata. Berdasarkan kesamaan (similaritas) pada stasiun 1, stasiun 2 dan stasiun 3 berkisar antara 70-90%. Kesamaan (similaritas) mangrove Kili-kili stasiun 1,stasiun 2 dan stasiun 3 berkisar antara 30-50%.
ANALISIS FILOGENI KURA-KURA BATOK (Cuora Amboinensis) WILAYAH INDONESIA TIMUR (AMBON, LUWU, DAN GORONTALO) BERBASIS SEKUEN GEN CYTOCHROME B Candra Hermawan
JURNAL BIOSENSE Vol 6 No 01 (2023): Edisi Juni 2023
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v6i01.2602

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengeksplorasi hubungan kekerabatan Kura-Kura Batok (Cuora amboinensis) wilayah Ambon, Luwu, dan Gorontalo dilihat dari analisis konstruksi pohon filogeni, jarak genetik, dan similaritas berdasarkan variasi sekuens gen Cytochrome b. Penelitian ini masuk ke dalam penelitian deskriptif eksploratif yang dilakukan di dalam laboratorium. Tahapan dalam penelitian ini meliputi isolasi DNA jaringan, purifikasi DNA, Poly Chain Reaction (PCR), elektroforesis horizontal, sekuensing gen, dan analisis filogeni menggunakan software MEGA 6. Sampel dalam penelitian ini merupakan 8 spesies yang berasal dari Ambon, Gorontalo, dan Luwu. Hasil analisis filogeni menunjukkan nilai jarak genetik sebesar 0,003-0,349 dan nilai similaritas genetik sebesar 65,13%-99,70%. Cuora amboinensis dari daerah yang sama memiliki hubungan kekerabatan lebih tinggi dibanding dari daerah yang berbeda. Terdapat anomali pada sampel Gorontalo 10 yang berkerabat dekat dengan wilayah Ambon padahal kedua sampel tersebut terletak pada pulau yang berbeda. Kondisi ini dapat karena terjadi perdagangan lintas wilayah pada C. amboinensis sehingga menyebabkan variasi genetik rendah serta tingkat simialiaritas genetik tinggi pada spesies yang terletak pada pulau berbeda.
KUALITAS IKAN NILA DENGAN PENGAWET ALAMI EKSTRAK DAUN POSLEN DAN VARIASI LAMA PERENDAMAN Alvia Quronita Ayuninisai Sholihah
JURNAL BIOSENSE Vol 6 No 01 (2023): Edisi Juni 2023
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v6i01.2793

Abstract

Tilapia is a freshwater fish that is very popular with the public because it has thick meat, savory taste, is easy to cultivate, and has a fairly high nutritional content. Per 100g of tilapia meat contains 16.79g of protein, 0.18g of fat, and 0.32g of carbohydrates. The decrease in the quality of tilapia often occurs due to the activity of microorganisms, so preservation is needed. Active compounds in poslen leaves such as alkaloids, flavonoids, terpenoids, sterols, phenols, saponins, and tannins can be used as inhibitors of the decay process by microorganisms. The purpose of this study was to determine the quality (protein content, moisture content, pH, and sensory) of tilapia with natural preservatives poslen leaf extract and variations in immersion time. This research method used a completely randomized design (CRD) with 2 factors. Factor 1was the concentration of poslen leaf extract 50%, 60%, and 70%, and factor 2 was soaking time for 60 minutes and 90 minutes. The best results showed that the L1P3 treatment (70ml of poslen leaf extract + 100ml of distilled water with a soaking time of 60 minutes) with a protein content of 22.37%, water content 76.83%, and pH 6 with a fresh aroma and specific smell, prominent and bright eyeballs, bright color and less light, dense and elastic texture, and bright red gills and without mucus. The shelf life of tilapia in each treatment at room temperature after 5 shows the results are not suitable for consumption.
ANALISIS TIMBULAN, KOMPOSISI, DAN POTENSI PENGOLAHAN SAMPAH KAWASAN WISATA PANTAI PULAU MERAH BANYUWANGI Andhi Krisdhianto; Siti Muyasaroh; Mawan Defriatno
JURNAL BIOSENSE Vol 6 No 01 (2023): Edisi Juni 2023
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v6i01.2813

Abstract

Abstrak Pengelolaan wisata pantai Pulau Merah cukup berhasil dan menjadikan tempat tersebut salah satu tujuan utama wisata di Kabupaten Banyuwangi. Rata-rata kunjungan wisatawan ke Pulau Merah dari tahun 2013-2017 adalah 361.640 orang per tahun. Kegiatan wisata juga berpotensi menyebabkan masalah bagi lingkungan. Tantangan yang cukup besar datang dari masalah persampahan dan juga pengelolaan air limbah yang keduanya bisa berdampak pada kerusakan lingkungan pengurangan kenyamanan dan kesehatan, serta penurunan estetika. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur timbulan sampah, menganalisa komposisi sampah, dan menganalisa potensi pengolahan sampah kawasan wisata Pantai Pulau Merah Banyuwangi. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur timbulan sampah, menganalisa komposisi sampah, dan menganalisa potensi pengolahan sampah kawasan wisata Pantai Pulau Merah Banyuwangi. Penelitian ini dilakukan di kawasan wisata Pulau Merah yang terletak di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi. Waktu penelitian dilakukan selama 12 Bulan, dimulai dari November 2021 sampai Oktober 2022. jumlah timbulan sampah di pantai Pulau Merah Kabupaten Banyuwangi selama periode November 2021 sampai Oktober 2022 sebesar 170.664 Kg/tahun (170,6 Ton/tahun). Sehingga rata-rata timbulan sampah setiap bulan dalam kurun waktu November 2021 sampai Oktober 2022 adalah sebesar 13.056 Kg/Bulan (13,06 ton/tahun). Mayoritas sampah kawasan Pantai Pulau Merah terdiri dari sampah organic (70%), komposisi sampah terbesar kedua yaitu sampah residu (27%) dan yang terakhir adalah sampah anorganik yang bisa didaur ulang (3%). Potensi pengolahan sampah organik di pantai Pulau Merah dapat dimanfaatkan dengan dibangun fasilitas pengomposan komunal di sekitar pantai. Sedangkan sampah anorganik masih memiliki nilai ekonomi sebesar Rp 2.657.800 pertahun jika langsung dijual sebagai bahan baku, dan berpotensi memiliki nilai lebih tinggi jika diolah menjadi bahan atau kerajinan yang lebih memiliki nilai ekonomi. Kata Kunci: Sampah, Timbulan, Komposisi, Potensi Pengolahan, Pulau Merah Abstract The management of Pulau Merah beach tourism is quite successful and makes the place one of the main tourist destinations in Banyuwangi Regency. The average tourist visit to Pulau Merah from 2013-2017 was 361,640 people per year. Tourism activities also have the potential to cause problems for the environment. A considerable challenge comes from the problem of waste and wastewater management, both of which can have an impact on environmental damage, reducing comfort and health, and reducing aesthetics. This study aims to measure waste generation, analyze waste composition, and analyze the potential for waste processing in the Pulau Merah Beach Banyuwangi tourist area. This study aims to measure waste generation, analyze waste composition, and analyze the potential for waste processing in the Pulau Merah Beach Banyuwangi tourist area. This research was conducted in the Pulau Merah tourist area located in Pancer Hamlet, Sumberagung Village, Pesanggaran District, Banyuwangi Regency. The research time was conducted for 12 months, starting from November 2021 to October 2022. the amount of waste generation on the Pulau Merah beach of Banyuwangi Regency during the period November 2021 to October 2022 amounted to 170,664 Kg / year (170.6 tons / year). So that the average waste generation every month in the period November 2021 to October 2022 is 13,056 Kg / month (13.06 tons / year). The majority of the Pulau Merah Beach area's waste consists of organic waste (70%), the second largest waste composition is residual waste (27%) and the last is inorganic waste that can be recycled (3%). The potential for organic waste processing at Pulau Merah beach can be utilized by building communal composting facilities around the beach. While inorganic waste still has an economic value of Rp 2,657,800 per year if it is directly sold as raw material, and has the potential to have a higher value if it is processed into materials or crafts that have more economic value. Keywords: Waste, Generation, Composition, Processing Potential, Pulau Merah

Page 7 of 17 | Total Record : 167