cover
Contact Name
asyim As'ari
Contact Email
hasyim.asari22@gmail.com
Phone
+6285655904034
Journal Mail Official
j.biosense@gmail.com
Editorial Address
PROGRAM STUDI BIOLOGI, FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM, UNIVERSITAS PGRI BANYUWANGI Jn. Ikan Tongkol No. 22 Kertosari Banyuwangi
Location
Kab. banyuwangi,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Biosense
ISSN : -     EISSN : 26226286     DOI : https://doi.org/10.36526/biosense.v6i01.2010
Jurnal Biosense menitikberatkan pada publikasi hasil penelitian biologi dan ilmu terapan bidang biologi. Artikel ilmiah dalam lingkup biologi yang meliputi: botani, zoologi, mikrobiologi, genetika, fisiologi, dan konservasi, sedangkan lingkup ilmu terapan biologi meliputi: Kesehatan/kedokteran, Pertanian, dan perikanan. Artikel yang dipublikasikan adalah artikel hasil penelitian, kajian ilmiah kritis dan komprehensif tentang isu-isu penting dan uraian tugas.
Articles 167 Documents
Efektivitas Variasi dan Interval Waktu Pemberian Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frustescens) Aswan, Mohammad Syaifudin; Nurmasari, Fitri
JURNAL BIOSENSE Vol 6 No 02 (2023): Edisi Desember 2023
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v6i02.3309

Abstract

Abstrak. Cabe merupakan komoditas penting dan digunakan secara luas di seluruh wilayah Indonesia. Ketersediaan dan kualitas cabe sangat dipengaruhi oleh performa pertumbuhan cabe selama masa tanam. Salah satu faktor penting dalam pertumbuhan tanaman cabe adalah penggunaan pupuk yang tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis dan konsentrasi pupuk organik cair yang tepat untuk mendukung pertumbuhan dan produktivitas tanaman cabe rawit. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan pola faktorial 4x3. Faktor pertama pada rancangan ini adalah jenis pupuk yaitu P1 : Urin kambing, P2 : Urin Sapi, P3 : NASA, P4 : Biofarm dengan 3 interval waktu aplikasi sebagai faktor kedua yaitu T1 : 6 hari sekali, T2 : 12 hari sekali, dan T3 : 18 hari sekali. Tiap perlakuan diulang 5 kali, sehingga didapatkan 60 unit data eksperimental. Pengamatan dan pengambilan data dilakukan pada tiga parameter yaitu tinggi tanaman, jumlah buah per tanaman, dan berat buah per tanaman. Data yang didapatkan selanjutnya dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (ANOVA) serta diuji lanjut dengan menggunakan Duncan’s Multiple Range Test taraf 5%. Hasil pengamatan dan analisa data menunjukkan bahwa pupuk urin kambing menunjukkan hasil tertinggi diikuti oleh pupuk NASA, dengan interval pemberian pupuk 6 hari sekali. Kata kunci: Cabai rawit, pupuk organik cair, interval waktu pemberian pupuk Abstract. Cayenne pepper is an important commodity and widely used in Indonesia. Cayenne pepper supply and quality is greatly affected by the growth performance during planting time. The right fertilizer is one of the most important factors for the growth of Cayenne pepper. This research is conducted to determine the right variant and dose of liquid fertilizer to improve Cayenne pepper growth and productivity. The methods used in this study was Randomized Complete Design with a 4 x 3 factorial pattern and 3 replication each, so there were 36 experimental design units. The first factor of this research design is liquid fertilizer types, which consist of P1 : Goat urine, P2 : Cow urin, P3 : NASA, P4 : Biofarm with 3 different interval of fertilizer application as the second factorial matters. Parameters observed in this study are plan heights, fruit’s numbers, and fruit’s weight for each plant. Data obtained in this study were statistically analyzed using F (ANOVA) test and Duncan Multiple Range Test for further test. The result showed that goat urine has the highest effect on the tested plant followed by NASA liquid fertilizer at 6 days interval of fertilizer application.
Analisis Studi Kasus Mengenai Usia Ibu dan Gambaran Fisik Penderita Sindrom Down Arvanda, Diela Gista; Izzah, Annisa Nurul
JURNAL BIOSENSE Vol 6 No 02 (2023): Edisi Desember 2023
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v6i02.3312

Abstract

Down syndrome or trisomy 21 is the most common genetic disorder among other genetic disorders. The definition of Down syndrome is a chromosomal abnormality in which there is an extra copy of chromosome 21 due to non-disjunction, mosaicism or the rarest occurrence is translocation. The age of the mother when pregnant is one of the factors causing Down syndrome, the older the mother's age, the greater the chance of Down syndrome. The development of Down syndrome children is different from other normal children, so special care and parenting are needed. The purpose of this research is to analyze through case studies of Down syndrome patients aspects of birth occurrence, aspects of child growth and development, and aspects of the physical description of Down syndrome patients. The results of this study indicate that many factors can influence the occurrence of Down syndrome, namely genetic factors, radiation factors, and the age of the mother. If Down syndrome children receive a form of therapy, health care, and supportive parenting and environment. Then Down syndrome children can adapt well such as how to communicate and interact.
Identifikasi Keberadaan Mikroplastik pada Insang dan Pencernaan Barbodes binotatus Di Sungai Kalilo Pengantigan Banyuwangi Ardiyansyah, Fuad; Kurnia, Tristi Indah Dwi
JURNAL BIOSENSE Vol 6 No 02 (2023): Edisi Desember 2023
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v6i02.3349

Abstract

Mikroplastik merupakan potongan atau serpihan plastik berukuran kecil <5mm yang berpotensi mengancam kesehatan maupun lingkungan. Keberadaan dari mikroplastik ini sangat berpotensi terakumulasi pada organ ikan utamanya dari jenis Barbodes binotatus yang ditangkap dari perairan sungai Kalilo. Meningkatnya jumlah penduduk berpotensi dalam pencemaran mikroplastik yang kemudian terakumulasi pada organ insang maupun saluran pencernaan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui jenis mikroplastik yang terakumulasi pada insang dan saluran pencernaa dari ikan Barbodes binotatus yang ditangkap dari sungai Kalilo Banyuwangi. Penelitian ini dilakukan di bulan Agustus-September. Metode yang digunakan bersifat purposif sampling ditujuh titik pengamatan dengan didapatkan 14 individu untuk diambi organ insang maupun saluran pencernaannya. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini didapatkan tiga jenis mikroplastik yaitu fragment, fiber, dan film. Sedangkan pada saluran pencernaan didapatkan empat jenis mikroplastik dari jenis fragment, fiber, granul dan film. Untuk kelimpahan tertinggi didapatkan dari saluran pencernaan yaitu sebesar mikroplastik 7,34 partikel/gr, sedangkan pada organ insang hanya didapatkan kelimpahan 2,47 partikel/gr.
Inventarisasi Edible Plant yang Tumbuh Liar Di Kawasan Universitas Samudra Nasution, Irna; Jayanthi, Sri; Nurliyanti; Hijjati, Nurul; Yurida; Anggri
JURNAL BIOSENSE Vol 6 No 02 (2023): Edisi Desember 2023
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v6i02.3360

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi Edible Plant (Tumbuhan yang dapat dikonsumsi) yang tumbuh liar di Kawasan Universitas Samudra. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode jelajah (tracking) pada lokasi yang telah ditentukan secara purposive sampling, yaitu dengan penetapan tiga titik koordinat di Kawasan Universitas Samudra yang paling banyak ditumbuhi tumbuhan liar, antara lain : A= 4o27’25.2”N 97o58’18.7”E, B= 4o26’48.4”N 97o58’22.4”E, C= 4o27’16.0”N 97o58’49.5”E. Data tumbuhan yang telah diperoleh dianalisis secara deskriftif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 26 jenis tumbuhan liar dengan famili berbeda yang berpotensi sebagai edible plant (dapat dikonsumsi) di Kawasan Universitas Samudra berdasarkan 3 titik koordinat yang telah ditetapkan. Jumlah spesies edible plant yang paling banyak dijumpai adalah pada lokasi A (25 spesies), sedangkan spesies edible plant yang paling sedikit dijumpai adalah pada lokasi C (6 spesies). Masing-masing spesies yang dijumpai tersebut memiliki manfaat yang beragam. Bagian yang dikonsumsi di antaranya buah, daun, umbi, batang, daun, dan biji. Dari keseluruhan bagian tersebut, persentase bagian konsumsi paling tinggi adalah buah (45%) dan paling sedikit adalah biji (3%).
Pengaruh Teratogen AlCl3 (Aluminium chloride) terhadap Perkembangan Embrio Ayam (Gallus gallus domesticus) Najib Rahman. G; Azeli, Saskia Putri; Hayu, Elvira; Ahda, Yuni; Atifah, Yusni
JURNAL BIOSENSE Vol 6 No 02 (2023): Edisi Desember 2023
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v6i02.3364

Abstract

Teratogen berefek membahayakan terhadap perkembangan embrio. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh teratogen AlCl3 terhadap perkembangan embrio ayam (Gallus gallus domesticus). Metode penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan perlakuan induksi AlCl3 0,2 mg/L dan kontrol (tanpa perlakuan). Pemberian perlakuan diberikan kepada masing-masing 5 butir telur ayam yang kemudian diinkubasi selama 48 jam. Pengamatan preparat embrio ayam menggunakan whole mount method dengan pewarnaan metilen blue dan eosin. Hasil penelitian menunjukkan ukuran embrio pada kelompok perlakuan lebih kecil (0,6 cm) dibandingkan dengan embrio kontrol (1cm). Jumlah somit pada kelompok perlakuan sejumlah 12 pasang sedangkan pada kelompok kontrol 28 pasang somit. Ukuran kepala lebih kecil jika dibandingkan dengan kelompok kontrol. Penelitian ini menunjukkan bahwa AlCl3 dapat menyebabkan malformasi pada embrio ayam, terkait dengan ukuran embrio, jumlah somit, dan ukuran kepala.
Pengaruh Herbisida Nabati Untuk Menekan Pertumbuhan Gulma Tridax procumbens Pada Kebun Jeruk Setyo Andi Nugroho; Salim, Abdurrahman; Jumiatun
JURNAL BIOSENSE Vol 6 No 02 (2023): Edisi Desember 2023
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v6i02.3370

Abstract

Indonesia's orange production in 2014 increased from 1.78 million tonnes to 2.16 million tonnes. In 2016 orange production decreased by 2,212 tons. The decline in orange production was caused by weeds. Weeds cause a reduction in crop yields of up to 61%. The research aims to identify the types of weeds and the secondary metabolic potential of dominant weeds in citrus plants. The research results showed 10 families, 23 species and 400 individual weeds. The weed that has the highest SDR value is the grass type Tridax procumbens with a Summed Dominance Ratio (SDR) value of 7.28%. Phytotoxicity in Tridax procumbens leaf plants is P4 with a concentration of 80g/l of 45.33. Wet weight and dry weight affect the P4 concentration with a concentration of 80g/l that most inhibits the growth of Tridax procumbens. Kirinyuh plants contain flavonoids of 250.24 mg/L, phenolics of 265.75 mg/L, and tannins of 242.38 mg/L. The high levels of phenolic compounds in kirinyuh weed have the potential to be used as a bioherbicide.
Peningkatan Laju Pertumbuhan Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Melalui Penerapan Sistem Irigasi Tetes As'ari, Hasyim; Qiram, Ikhwanul
JURNAL BIOSENSE Vol 6 No 02 (2023): Edisi Desember 2023
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v6i02.3380

Abstract

Fenomena El Nino selama tahun 2023 menyebabkan pasokan air pertanian terganggu. Yang berdampak terhadap petani cabai rawit mengalami gagal panen. sehingga dibutuhkan sistem irigasi yang efisien untuk mengatasi permasalahan pertanian cabai rawit. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi kelembaban tanah dan pertumbuhan tanaman pada bitit tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.) dengan pengapliakasian irigasi tetes. Penelitian dilakukan di greenhouse, dengan menggunakan sampel bibit cabai rawit sebanyak 15 buah dengan rincian 5 bibit ditempatkan dibagian depan sistem P1, 5 bibit di tempatkan dibagian belakang sistem P2, dan 5 bibit sebagai kontrol dengan pemberian penyiraman biasa sebanyak 1 kali di sore hari pukul 16.00 WIB dengan volume 200 ml air. Samapel yang digunakan berumur 4 minggu dengan tinggi tanaman kurang lebih 8 cm dengan jumlah daun 4 -5 buah. Analisis data mengunakan uji Anova dan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada perlakuan P2 meiliki kelembaban lebih tinggi dibandingkan P1 dan kontol yaitu 87,42%. Sedangkan pertambahan bibit tanaman pada perlakuan P1 dan P2 tidak berbeda nyata dengan rata-rata pertambahan tinggi tanaman 12,84 – 13,06 cm, dan berbdeanyata dengan kontrol dengan rata-rata pertambahn tinggi tanaman 10,16 cm. Kesimpulan dari penelitian menunjukkan bahawa sistem irigasi tetes dapat mempengaruhi kelembaban tanah yang kebutuhan tanaman, dan dapat memepengaruhi pertumbuhan tanaman.
Keanekaragaman Genus pada Vegetasi Ekosistem Hutan Pendidikan Kota Palangka Raya dengan Metode Transek mariaty
JURNAL BIOSENSE Vol 6 No 02 (2023): Edisi Desember 2023
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v6i02.3389

Abstract

Lingkungan dan karakteristiknya dapat mempengaruhi keanekaragaman makhluk hidup yang ada. Karakteristik makhluk hidup seperti pada flora dan fauna dipengaruhi oleh material penyusun lingkungan. komponen tersebut seperti komponen abiotik, misalnya: hara, air, tanah, udara dan cahaya matahari yang tersedia. Karakteristik yang dipengaruhi dari keragaman kondisi tersebut, salah satunya adalah keanekaragaman makhluk hidup dari genus seperti pada vegetasi yang ada di ekosistem Hutan Pendidikan Kota Palangka Raya. kondisi tersebut maka perlu dilakukan penelitian terkait dengan keanekaragaman genus vegetasi di Hutan Pendidikan atau Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Mungku Baru Kota Palangka Raya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode transek garis terutama pada bagian ekosistem Kerangas di Hutan Pendidikan Kota Palangka Raya. Hasil penelitian yang dilaksanakan diperoleh enam jenis genus. Genus yang ditemukan seperti Genus Shorea, Genus Vatica, Genus Cotylelobium, Geus Hopea, Genus Anisoptera, dan Genus Dipterocarpus. Keanekaragaman Genus tersebut merupakan diferensiasi karakteristik yang terlihat pada vegetasi yang ditemukan.
IDENTIFIKASI MANGROVE DI WILAYAH PESISIR DESA BAGAN DALAM KABUPATEN BATU BARA Puspitasari, Dian; Fajri, Surya; Satria, Indra; Hariyani, Riska; Lubis, Abdul Malik Kamarullah; Rumiati; Alfaresa, Aisyah; Mustofa, Nauval; Simanjuntak, Al Imran
JURNAL BIOSENSE Vol 7 No 01 (2024): Edisi Juni 2024
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v7i01.3418

Abstract

Mangroves are an ecosystem environment located in tidal areas, where significant interactions occur between seawater, brackish water, rivers, and land. This interaction causes high diversity in the form of marine, freshwater, and terrestrial plants and animals in mangrove areas. Mangroves have many benefits, both ecologically and economically. The distribution of mangroves in Indonesia is very wide, including in the area of Batu Bara Regency, and information on mangrove identification in Batu Bara Regency, one of which is for Bagan Dalam village, is still minimal. The purpose of this study was to record the types of mangroves in Bagan Dalam village. The method used is an exploratory method, which records all types of mangroves in the research area. Mangroves in Bagan Dalam village consist of Acanthus ilicifolius species, Acrostichum speciosum, Avicennia marina, Clerodendrum inerme, Excoecaria agallocha, Morinda citrifolia, Nypa fruticans, Pluchea indica, Rhizophora apiculata, Sonneratia alba, Sonneratia ovata, Spinifex sp., Terminalia catappa, and Wedelia biflora. Water quality consists of temperature, pH, and salinity. The temperature value is 29.20C, the pH value is 7, and the salinity value is 18.2‰.
ANALISIS MIKROPLASTIK YANG TERAKUMULASI PADA BIVALVIA DI EKOSISTEM MANGROVE KUALA LANGSA Junaidi, Muhammad; Mawardi, Abdul L.; Sarjani, Tri Mustika
JURNAL BIOSENSE Vol 7 No 01 (2024): Edisi Juni 2024
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v7i01.3425

Abstract

Kuala Langsa merupakan kawasan padat penduduk di perairan hutan mangrove. Cemaran mikroplastik di perairan menjadi permasalahan yang cukup serius bagi organisme perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan jenis mikroplastik dan jenis bivalvia yang banyak mengandung mikroplastik. Penelitian ini merupakan penelitian survey dan pengambilan sampel menggunakan transek. Pengambilan sampel terbagi menjadi 2 lokasi yaitu dekat pemukiman warga dan kawasan hutan mangrove. Jenis bivalvia yang didapat yaitu kerang dara (Anadara granosa), kerang lokan (Geloina erosa) dan kerang kepah (polymesoda erosa). Pengamatan partikel mikroplastik dilakukan dengan menggunakan mikroskop stereo dilaboratorium FKIP Biologi Universitas Syahkuala. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga spesies bivalvia mengandung partikel mikroplastik yang bervariasi. Mikroplastik yang ditemukan berbentuk fragmen, Line dan film. Berdasarkan lokasi pengambilan sampel bahwa lokasi pertama yaitu dekat daerah pemukiman warga ditemukan mikroplastik sebanyak 16 partikel dari 2 spesies Bivalvia. Sedangkan lokasi kedua yaitu di daerah kawasan hutan mangrove ditemukan sebanyak 12 partikel dari 3 spesies Bivalvia. Berdasarkan perhitungan partikel mikroplastik setiap spesies bivalvia bahwa jenis kerang darah (Anadara granosa) paling banyak terakumulasi oleh mikroplastik.

Page 9 of 17 | Total Record : 167