cover
Contact Name
Citra Dwi Palenti
Contact Email
citradwipalenti@unib.ac.id
Phone
+6281541466281
Journal Mail Official
jpnf.fkip@unib.ac.id
Editorial Address
JL WR Supratman Gedung FKIP Universitas Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Journal of Lifelong Learning (JOLL)
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : -     EISSN : 27159809     DOI : https://doi.org/10.33369/joll
Core Subject : Education, Social,
JOLL Journal Of Lifelong Learning encompasses research articles, original research report, reviews, and scientific commentaries in education, including Education for Human Resources Development, Community Empowerment, Social Entrepreanurship, and Family Education by means of nonformal and informal education.
Articles 153 Documents
Peran Guru dalam Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Anak Usia Dini melalui Cerita di Kelompok Bermain (KB) Lestari Cibitung Nurhafizh, Imam; Hidayat, Dayat; Sutarjo
Jurnal Pendidikan Sepanjang Hayat Vol 7 No 1 (2024)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/joll.7.1.54-60

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peran guru serta faktor pendukung dan penghambat dalam meningkatkan kemampuan berbahasa anak usia dini melalui metode cerita di Kelompok Bermain (KB) Lestari Cibitung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri kepala lembaga, dua orang guru, dan dua orang tua peserta didik. Subjek penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data penelitian diperoleh melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini bahwa peranan guru dalam meningkatkan kemampuan berbahasa yang meliputi menentukan topik yang menarik dan relevan dengan minat serta kebutuhan peserta didik, guru menyusun kerangka cerita dengan mengumpulkan bahan dari berbagai sumber, seperti buku dan pengalaman pribadi, kerangka yang kemudian dikembangkan dengan ide-ide kreatif, menyusun teks cerita yang mudah dipahami peserta didik, penyampaian cerita dilakukan secara ekspresif serta menggunakan karakteristik dan gaya yang menarik, serta melibatkan berbagai media seperti musik, lagu, dan ilustrasi untuk menarik perhatian peserta didik sejak awal, serta penilaian terhadap perkembangan dan pencapaian anak dilakukan menggunakan pedoman observasi yang telah disusun sebelumnya. Selain itu, faktor pendukung diantaranya muatan pendidikan, motivasi dan dukungan, serta penerapan metode pembelajaran yang tepat sedangkan faktor penghambat diantaranya pengaruh lingkungan eksternal dan penggunakan gadget, keterbatasan dalam perkembangan bahasa, serta kurangnya sarana dan prasarana. Dengan demikian, bahwa peran guru dalam meningkatkan kemampuan berbahasa anak usia dini melalui metode cerita di KB Lestari Cibitung sangat penting dan efektif dalam meningkatkan kemampuan berbahasa anak.
Penerapan Model Project Based Learning Dalam Mengembangkan Berpikir Kritis Anak Pada PAUD Al-Hanin Bekasi Ahdaniah, Aulya; Suminar, Uum; Sutarjo
Jurnal Pendidikan Sepanjang Hayat Vol 7 No 1 (2024)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/joll.7.1.35-41

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan faktor pendukung dan penghambat dari penerapan project based learning dalam mengembangkan berpikir kritis anak pada PAUD Al-Hanin Bekasi. Latar belakang penerapan project based learning di PAUD Al-Hanin. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif, melibatkan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari kepala lembaga, guru PAUD, dan orang tua anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan project based learning pada PAUD Al-Hanin berhasil mengembangkan berpikir kritis pada anak, serta kelancaran berbicara pada anak yang mengalami speech delay, dan meningkatkan kreativitas pada anak. Proses penerapan projek based learning menggunakan langkah-lanhkah seperti, menanyakan pertanyaan yang esensial, desain proyek, pembuatan jadwal aktivitas, pengerjaan proyek, monitoring perkembangan, proses refleksi, evaluasi pengalaman. Penilaian yang di gunakan dengan mengukur perkembangan berpikir kritis anak dengan melihat perkembangan interperantation, keterampilan pemecahan masalah, kemampuan mengevaluasi dan inferensi. Dengan demikian, penerapan project based learning pada PAUD Al-Hanin berjalan efektif mengembangkan berpikir kritis, membangun percaya diri pada anak, dan dapat membentuk anak partisipasi aktif dalam pembelajaran serta kepekaan terhadap lingkungan sekitar.
Pelatihan Penulisan Syair Lagu Anak Berbasis Tema Agustriana, Nesna; D, Delrefi; Daryati, Melia Eka
Jurnal Pendidikan Sepanjang Hayat Vol 7 No 1 (2024)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/joll.7.1.42-248

Abstract

Lagu berperan penting untuk menerangkan tentang situasi alam, binatang, benda, kasih sayang, cinta tanah air, belajar berhitung, membaca, dan masih banyak lagi pengetahuan yang bisa lebih efektif disampaikan lewat lagu. Tujuan dari kegiatan ini adalah mendeskripsikan proses penulisan syair lagu yang dibuat oleh guru-guru di TKIT Auladuna. Metode kegiatan yang akan dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Hasil kegiatan pelatihan ini terdiri dari beberapa tahap. Tahap perencanaan, di awali dengan perencanaan kegiatan pelatihan. Tahap pelaksanaan dilakukan pelatihan dengan beberapa langkah, yaitu 1) Guru-guru diberikan materi secara klasikal mengenai apa, mengapa dan bagaimana penulisan syair lagu anak berbasis tema dengan notasi lagu dan menyanyikanya, 2) Kerja kelompok untuk menulis lagu anak berbasis tema, 3) Mempersentasikan hasil karya, sekaligus mengevaluasi ketercapaian tujuan, 4) Merevisi hasil karya berdasarkan masukan yang diberikan, dam 5) Menghasilkan syair lagu anak berbasis tema. Hasil dari kegiatan pelatihan ini guru dapat menghasilkan 10 lagu anak berbasis tema (tanaman, binatang, dan keluargaku). Adapun saran kepada penulis selanjutnya adalah adanya kegiatan lanjutan yang berupa pelatihan sejenis yanga dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru-guru PAUD dalam penulisan lagu anak, dan bagi pelaksanaan kegiatan selanjutnya hendaklah melibatkan peserta yang lebih banyak lagi sehingga terasa kebermanfaatannya oleh guru-guru paud untuk meningkatkan kemampuan dalam menulis syair lagu anak.
EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM PNF OLEH PENGELOLA UNTUK MEMBERI MASUKAN PADA PERENCANAAN PROGRAM Meylinda; Zulkarnain, Rufran
Jurnal Pendidikan Sepanjang Hayat Vol 7 No 2 (2024)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/joll.7.2.162-170

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Evaluasi Pelaksanaan Program Kesetaraan Paket C Oleh Pengelola Pkbm Akbar Dan Pkbm Putri Ayu Kota Bengkulu. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi, teknik validasi data menggunakan teknik triangulasi waktu, triangulasi subjek dan triangulasi teknik. Hasil penelitian adalah, PKBM Akbar dan Putri Ayu melaksanakan evaluasi untuk perencanaan program, evaluasi dilakukan pada bulan Januari, hasil rapat ini menghasilkan program kerja untuk satu tahun berjalan. Hasil evaluasi program PKBM Akbar dan Putri Ayu hanya untuk program lanjutan, kedua PKBM ini tidak/belum memperluas program maupun program yang diberlakukan. PKBM Akbar berupaya meningkatkan keaktifan warga belajar mengikuti pembelajaran, sedangkan PKBM Putri Ayu berupaya meningkatkan jumlah warga belajar. Hasil evaluasi program juga memberi masukan untuk memodifikasi program. Materi pembelajaran dan metode pembelajaran dibuat lebih menarik, waktu dan jadwal pembelajaran disesuaikan dengan kondisi warga belajar. Faktor pendukung dan penghambat program yaitu pengelola menggali informasi dari seluruh pihak yang terlibat, baik Kepala Sekolah, Tutor, Tenaga Administrasi maupun Operator. Faktor pendukungnya adalah keaktifan dan kehadiran Tutor dalam melaksanakan pembelajaran. faktor penghambat yang ditemukan adalah keaktifan warga belajar dalam pembelajaran.
PEMBELAJARAN KETERAMPILAN VOKASIONAL UNTUK PEMERLU PELAYANAN KESEJAHTERAAN SOSIAL DI SENTRA DHARMA GUNA BENGKULU Alpiansyah; Sofino
Jurnal Pendidikan Sepanjang Hayat Vol 7 No 2 (2024)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/joll.7.2.156-161

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pembelajaran keterampilan vokasional yang dilakukan oleh disabilitas mental/pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial (PPKS) Di Sentra Dharma Guna Bengkulu. Penelitian adalah penelitian dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan mengunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Keabsaan data menggunakan triangulasi teknik, triangulasi sumber dan triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembelajaran keterampilan vokasional disabilitas mental di Sentra Dharma Guna Bengkulu adalah Pertama, tujuan pembelajaran ialah sebagai rehabilitas untuk mengembalikan, mempertahankan, dan melatih keterampilan PPKS. Kedua, pendekatan berupa motivasi dan inspirasi pembelajaran keterampilan pada PPKS. Ketiga, metode, teknik, dan prosedur pembelajaran keterampilan yaitu dengan PPKS langsung praktik mengerjakan tugas yang diberikan instruktur. Keempat, kriteria keberhasilan pembelajaran keterampilan dengan melihat keaktifannya, interaksi, dan penerapan pembelajaran pada PPKS saat keterampilan.
PELATIHAN LIFE SKILL MERAJUT DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN WIRAUSAHA PEREMPUAN DI DUSUN III DESA PAJATEN MELALUI PROGRAM PPKO UNSIKA Karnadi, Adi; Musa, Safuri
Jurnal Pendidikan Sepanjang Hayat Vol 7 No 2 (2024)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/joll.7.2.135-141

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pelatihan life skill terdengar dalam meningkatkan keterampilan wirausaha Perempuan di Dusun III Desa Pajaten, mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat pelatihan life skill berkomunikasi dalam meningkatkan keterampilan wirusaha Perempuan di Dusun III Desa Pajaten, mendeskripsikan hasil pelatihan life skill terdengar dalam meningkatkan keterampilan wirausaha perempuan di Dusun III Desa Pajaten. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif dengan metode Analisis studi kasus. Hasil dari penelitian ini Program Penguatan Kapasitas Organisasi hadir menjadikan ruang untuk memberdayakan Masyarakat Desa Pajaten, dan meningkatkan nilai tambah ketrampilan seni yang dijadikan beberapa karya atau produk yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Minat serta motivasi warga belajar mengikuti pelatihan life skill transmisi memiliki tekad semangat yang cukup tinggi, Selain adanya dukungan semangat dan motivasi dari warga belajar terdapat pula faktor positif dari lingkungan yang mendukung seperti tempat lokasi yang begitu nyaman digunakan, mendapatkan tutor yang ahli dalam bidang raju- Pertentangan, faktor penghambat dalam pelatihan life skill antara lain dari bidang pemasaran, masih kurang, daya minat orang dalam seni Persamaan masih sedikit. Hasil dari pelatihan life skiil kecerahan di Dusun III Desa Pajaten mengalami beberapa peningkatan dari segi pemahaman.
PEMBERDAYAN KELOMPOK TANI MEKAR RAHAYU MELALUI PROGRAM HARUM MADU (HALAMAN RUMAH BERMANFAAT TERPADU) DI KECAMATAN CILAWU KABUPATEN GARUT) Nur Aulia, Fina Siti; Abdul Muis
Jurnal Pendidikan Sepanjang Hayat Vol 7 No 2 (2024)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/joll.7.2.129-134

Abstract

Kelompok Tani Mekar Rahayu adalah suatu wadah yang memberikan kesempatan bagi masyarakat di kampung Caringin melalui Program Harum Madu (Halaman Rumah Bermanfaat Terpadu), untuk berpartisipasi dalam kegiatan pemberdayaan, yang fokus pada pemanfaatan halaman rumah dengan menanam berbagai jenis sayuran dan buah-buahan. Dengan adanya program ini untuk meningkatkan peluang dalam pengetahuan, keterampilan dan kemandirian para petani. Program ini dibimbing oleh penyuluh dari Dinas Ketahanan Pangan. Kelompok Tani Mekar Rahayu melakukan beberapa tahapan dalam kegiatan pemberdayaan, antara lain penginformasian materi melalui penyuluhan, transfer kemampuan melalui praktek yang berhubungan dengan materi penyuluhan dan peningkatan kemampuan intelektual yang menjadikan para petani bisa lebih mandiri dan memiliki kreativitas serta ide-ide baru dengan tujuan untuk meningkatkan kemandirian para petani. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran mengenai pelaksanaan dan hasil pemberdayaan pada Kelompok Tani Mekar Rahayu melalui Program Harum Madu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang dilakukan di Kelompok Tani Mekar Rahayu. Subjek penelitian terdapat empat orang responden, yaitu satu penyuluh, dan tiga anggota Kelompok Tani Mekar Rahayu. Teknik pengumpulan data yang digunakan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Penelitian ini melalui beberapa, yaitu tahap pra-lapangan, tahap pekerjaan lapangan, dan tahap analisis data. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) pelaksanaaan pemberdayaan Kelompok Tani Mekar Rahayu melalui Program Harum Madu sudah cukup baik, terlihat dari proses penyuluhan secara teori dan secara praktik sudah sesuai dengan tujuan yang diharapkan, dan (2) hasil dari pemberdayaan melalui Program Harum Madu ini menunjukan bahwa anggota Kelompok Tani Mekar Rahayu dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kemandirian para petani. Kata Kunci: Pemberdayaan Kelompok Tani, Program Harum Madu
PEMANFAATAN MOBILE LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KOLABORASI DALAM PEMBELAJARAN : SEBUAH KAJIAN LITERATUR Setiono, Panut; Yuli Amaliyah; Erwin
Jurnal Pendidikan Sepanjang Hayat Vol 7 No 2 (2024)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/joll.7.2.107-116

Abstract

This study looks at different mobile learning formats that can improve learning collaboration. The findings demonstrate that the use of mobile learning can greatly enhance students' favorable attitudes toward the subject, social skills, and cognitive abilities. Adaptive technology-enabled mobile learning fosters a more dynamic and inclusive learning environment by enabling students to participate in cooperative activities, share resources, and share ideas with their peers. Through repeated practice and peer evaluation, mobile learning has been demonstrated to boost student participation and accomplishment in the context of engineering and language education. This cooperative approach aids in the development of student competencies and permits flexibility in blended and distance learning models. In mobile learning, collaborative techniques help boost student enthusiasm, teacher-student connection, and pedagogical cooperation. As a result, mobile learning holds enormous promise to transform teaching methods, enhance the overall educational process, and close the achievement gap between students from diverse backgrounds. To optimize mobile-based collaborative learning, this article offers recommendations for educational institutions on how to incorporate suitable mobile technology, train teachers, and maintain fair accessibility.
PENDIDIKAN KARAKTER ANAK MELALUI KETERAMPILAN LITERASI DENGAN PENDEKATAN SIX E’S Azizatul Khairi; Ulfasari, Nia
Jurnal Pendidikan Sepanjang Hayat Vol 7 No 2 (2024)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/joll.7.2.98-106

Abstract

This research aims to analyze children's character education through literacy skills by applying the Six E's approach. The study uses qualitative methods, including unstructured interviews and observations in elementary schools in Bengkulu City. Findings reveal that independent reading literacy for 15 minutes has several weaknesses, such as limited time, unengaging references, and lack of guidance. The study highlights the importance of developing holistic literacy skills, including comprehension, analysis, and text evaluation. The Six E's approach is expected to enhance literacy skills and shape children's character through meaningful text interactions and critical activities. Therefore, it serves as a useful guide for teachers to improve children's literacy quality
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN BERCOCOK TANAM DENGAN MODEL CAFARELLA Ulfasari, Nia; Azizatul Khairi
Jurnal Pendidikan Sepanjang Hayat Vol 7 No 2 (2024)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/joll.7.2.88-97

Abstract

Abstrak Pemberdayaan masyarakat merupakan strategi penting untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian, terutama di sektor pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pelatihan bercocok tanam yang menggunakan model perencanaan pelatihan Caffarella. Model ini mengintegrasikan tahapan perencanaan yang sistematis, mulai dari analisis kebutuhan, desain program, implementasi, hingga evaluasi, sehingga program pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan spesifik masyarakat. Pelatihan ini menerapkan metode ceramah, forum group discussion (FGD), dan demonstrasi untuk memastikan bahwa peserta mendapatkan pengetahuan teoretis sekaligus keterampilan praktis dalam bercocok tanam. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa kombinasi metode pembelajaran tersebut efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat terkait teknik pertanian yang inovatif dan berkelanjutan. Selain itu, peserta pelatihan mampu mengoptimalkan potensi lokal, meningkatkan hasil pertanian, dan menerapkan teknologi yang sesuai dengan kondisi lingkungan mereka. Pelatihan ini juga berperan dalam memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat serta meningkatkan ketahanan pangan lokal. Kata Kunci: Pemberdayaan masyarakat, Pelatihan, Model Cafarella Abstract Community empowerment is an important strategy to increase prosperity and independence, especially in the agricultural sector. This research aims to analyze the effectiveness of farming training using the Caffarella training planning model. This model integrates systematic planning stages, starting from needs analysis, program design, implementation, to evaluation, so that training programs can be tailored to the specific needs of the community. This training applies lecture methods, forum group discussions (FGD), and demonstrations to ensure that participants gain theoretical knowledge as well as practical skills in farming. The results of the training show that the combination of learning methods is effective in increasing community understanding and skills regarding innovative and sustainable agricultural techniques. In addition, training participants are able to optimize local potential, increase agricultural yields, and apply technology that is appropriate to their environmental conditions. This training also plays a role in strengthening the community's economic independence and increasing local food security. Keywords: Community empowerment, training, and the caferella model