cover
Contact Name
Citra Dwi Palenti
Contact Email
citradwipalenti@unib.ac.id
Phone
+6281541466281
Journal Mail Official
jpnf.fkip@unib.ac.id
Editorial Address
JL WR Supratman Gedung FKIP Universitas Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Journal of Lifelong Learning (JOLL)
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : -     EISSN : 27159809     DOI : https://doi.org/10.33369/joll
Core Subject : Education, Social,
JOLL Journal Of Lifelong Learning encompasses research articles, original research report, reviews, and scientific commentaries in education, including Education for Human Resources Development, Community Empowerment, Social Entrepreanurship, and Family Education by means of nonformal and informal education.
Articles 163 Documents
PENGARUH GAYA KOMUNIKASI ORANG TUA TERHADAP PERKEMBANGAN KARAKTER REMAJA -, MUSLIKHAH
Jurnal Pendidikan Sepanjang Hayat Vol 8 No 2 (2025)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/joll.8.2.128-134

Abstract

Artikel ini menyajikan temuan dari sebuah studi yang mengkaji dampak berbagai gaya komunikasi orang tua terhadap perkembangan karakter remaja. Penelitian ini dilakukan di sebuah desa terpencildi Boyolali, Jawa Tengah, di mana akses internet masih sulit, sehingga komunikasi keluarga sebagian besar dilakukan secara tatap muka. Penelitian ini melibatkan 30 keluarga dengan remaja berusia 12 hingga 18 tahun. Partisipan dan sumber data penelitian terdiri dari remaja dari 30 rumah tangga tersebut. Data dikumpulkan melalui observasi, survei, dan dokumentasi untuk menilai pandangan remaja tentang gaya interaksi orang tua dalam keluarga dan perkembangan karakter mereka. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode simple random sampling. Temuan studi ini menunjukkan bahwa metode komunikasi interaksional perlu ditingkatkan, terutama terkait interaksi orang tua-anak, untuk mendorong perkembangan karakter anak. Studi ini menunjukkan bahwa organisasi pendidikan masyarakat perlu menciptakan inisiatif pengasuhan anak untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan orang tua dalam membina pertumbuhan karakter anak. Orang tua harus meningkatkan komunikasi dan menjadi teladan bagi anak-anak mereka. Bersamaan dengan itu, peneliti mendatang seharusnya mengeksplorasi aspek tambahan yang belum diperiksa oleh peneliti dalam penelitian ini.
PELAKSANAAN PENDIDIKAN NONFORMAL BAGI ANAK BERHADAPAN HUKUM (STUDI KASUS PADA SENTRA WIRAJAYA MAKASSAR) Gaffar, Fatmawati; Untung; Nur Alamsyah; Yolandika Arsyad; Kartini Marzuki
Jurnal Pendidikan Sepanjang Hayat Vol 8 No 2 (2025)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/joll.8.2.94-103

Abstract

Pendidikan nonformal memiliki peran strategis dalam memberikan kesempatan belajar bagi Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) yang seringkali terpinggirkan dari sistem pendidikan formal. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan pendidikan nonformal bagi ABH, mencakup bentuk program, strategi pembelajaran, serta hambatan dan solusinya. Metode penulisan menggunakan kajian literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan nonformal bagi ABH dilakukan melalui program kejar paket, keterampilan hidup (life skills), konseling, dan pembinaan kepribadian. Tantangan yang muncul antara lain keterbatasan sarana, stigma masyarakat, serta kurangnya tenaga pendidik yang terlatih dalam konteks pendidikan rehabilitatif. Pendidikan nonformal terbukti mampu menjadi media integrasi sosial, pemulihan psikologis, serta peningkatan kompetensi bagi ABH menuju reintegrasi ke masyarakat
PENERAPAN MODEL PROJECT-BASED LEARNING DALAM MENINGKATAN KEPERCAYAAN DIRI DAN MINAT BELAJAR SEJARAH PESERTA DIDIK PAKET B MELALUI "NAPAK TILAS DIGITAL" DI SPNF SKB MAGETAN Mulyani, Suci Hari
Jurnal Pendidikan Sepanjang Hayat Vol 8 No 2 (2025)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/joll.8.2.179-188

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model Project-Based Learning (PjBL) melalui kegiatan “Napak Tilas Digital” dalam meningkatkan kepercayaan diri dan minat belajar sejarah peserta didik Program Paket B di SPNF SKB Magetan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek peserta didik Paket B dan pendidik di SPNF SKB Magetan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan kajian dokumen, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PjBL melalui “Napak Tilas Digital” yang mengintegrasikan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (Sejarah) dan muatan Pemberdayaan secara efektif mampu meningkatkan kepercayaan diri dan minat belajar sejarah peserta didik. Melalui proyek pembuatan video konten sejarah lokal di Situs Sendang Kamal, peserta didik menunjukkan peningkatan signifikan dalam keberanian berpendapat, kemampuan komunikasi, serta keterampilan kolaboratif dan literasi digital. Selain itu, minat belajar sejarah meningkat karena peserta didik terlibat aktif dalam eksplorasi lapangan, penulisan naskah, hingga publikasi hasil karya di media sosial. Model ini tidak hanya membangun aspek afektif (minat belajar) dan psikologis (kepercayaan diri), tetapi juga menumbuhkan literasi digital yang relevan dengan karakter Generasi Z.
PERAN ORANG TUA DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER TERPUJI ANAK USIA DINI DI PLAYGROUP AN-NURIYAH KOTA TANGERANG Diva Rama Robbyanti; Sudadio; Mochamad Ganiadi
Jurnal Pendidikan Sepanjang Hayat Vol 9 No 1 (2026)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/joll.9.1.69-76

Abstract

Pendidikan karakter merupakan pendidikan nilai-nilai luhur untuk membentuk karakter terpuji salah satunya toleransi. Orang tua menjadi referensi pembelajaran pertama dan utama bagi anak oleh karena itu peran orang tua sebagai keteladanan sangat penting diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran orang tua sebagai keteladanan dalam membentuk karakter terpuji yang berfokus pada toleransi anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data penelitian dari 3 orang tua murid playgroup An-Nuriyah Kota Tangerang yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian, bahwa orang tua memiliki peran sebagai keteladanan anak dimana orang tua haruslah berbicara menggunakan nada yang lembut, bahasa yang sopan, tidak menaikkan volume suara ketika berbicara dengan anggota keluarga atau orang lain. Orang tua juga harus menunjukkan berperilaku yang baik berupa berinteraksi dengan anggota keluarga atau orang lain dengan baik dan tidak bertengkar, menghargai pendapat orang lain dengan membuka ruang diskusi agar permasalahan yang dihadapi dapat menemukan titik temunya, dan tidak mempermasalahkan orang yang kontra dengan pendapat yang orang tua miliki. Orang tua juga harus menunjukkan cara bergaul yang baik seperti berteman tanpa memandang latar tertentu, bergaul dengan tetangga-tetangga di sekitar rumah dengan saling menyapa ketika bertemu, serta menjaga silaturahmi teman dengan bertemu dan mengunjungi rumah satu sama lain. Oleh karena itu, orang tua yang menunjukkan cara berbicara, berperilaku, dan bergaul yang baik akan dilihat dan dijadikan panutan bagi anak usia dini. Sehingga mereka akan berbicara, berperilaku, dan bergaul dengan cara yang baik tersebut.
PERAN ORANGTUA ASUH SEBAGAI PENDIDIK DAN SEBAGAI PEMBIMBING DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK DI YAYASAN PANTI ASUHAN PUTRA ASIH KOTA TANGERANG Hadzakia Robbyanti; Syadeli Hanafi; Ahmad Fauzi
Jurnal Pendidikan Sepanjang Hayat Vol 9 No 1 (2026)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/joll.9.1.47-53

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran orangtua asuh sebagai pendidik dan sebagai pembimbing dalam pembentukan karakter anak di Yayasan Panti Asuhan Putra Asih Kota Tangerang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan teknik observasi dan wawancara. Subjek dalam penelitian ini adalah dua pengasuh yang berperan sebagai orangtua asuh di Yayasan Panti Asuhan Putra Asih Kota Tangerang. Peran Orangtua Asuh Di Yayasan Panti Asuhan Putra Asih Kota Tangerang Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran orangtua asuh sebagai pendidik dan sebagai pembimbing memiliki peran penting dalam pembentukan karakter anak asuh menjadi lebih disiplin dan terarah dalam menjalani kehidupan sosial. Peran orangtua asuh sebagai pendidik yaitu mendidik dengan hukuman dan menanamkan disiplin pada anak asuh. Peran orangtua asuh sebagai pembimbing yaitu dengan memberikan perhatian, memberikan pengarahan, menjalin hubungan sosial, dan memberi teladan yang baik kepada anak asuh. Hasil penelitian diperoleh bahwa, peran orangtua asuh dalam membentuk karakter anak asuh ditunjukan dalam kategori baik, terbukti dalam penelitian ini semua indikator peran orangtua asuh telah dilaksanakan oleh orangtua asuh.
FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT PELATIHAN BARISTA DI BLK KABUPATEN KARAWANG Mayumi Rezkya; Ika Rizqi Meilya; Ratna Sari Dewi
Jurnal Pendidikan Sepanjang Hayat Vol 9 No 1 (2026)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/joll.9.1.54-68

Abstract

This study investigates the supporting and inhibiting factors of the barista training program in enhancing entrepreneurial competence at the Balai Latihan Kerja (BLK) in Karawang Regency. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through interviews, observations, and documentation. Informants included one staff member, one instructor, and four training participants. The results show that internal supporting factors include relevant training materials, skilled instructors, and participant motivation driven by personal and economic needs. External supports include adequate facilities, high public interest in the barista profession, and strong family support. However, several challenges were identified. Internal obstacles involve reduced training time due to budget efficiency, varying participant attitudes, and feelings of insecurity. External challenges include equipment limitations, vendor errors in material delivery, and lack of participant commitment. Overall, the success of the barista training program is influenced by both internal motivation and external conditions that must be managed effectively.
MANAJEMEN ALAT BERMAIN BERBASIS PERKEMBANGAN ANAK Desvi Wahyuni; Mona Ardina; Nurul Fajar Muslimah Ningrum; Azizatul Khairi
Jurnal Pendidikan Sepanjang Hayat Vol 9 No 1 (2026)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/joll.9.1.21-13

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model manajemen alat bermain yang berfokus pada kebutuhan perkembangan anak guna meningkatkan kualitas pembelajaran di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Pengelolaan alat bermain yang tidak sistematis sering mengakibatkan pemanfaatan alat permainan edukatif yang suboptimal dalam merangsang aspek perkembangan anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek guru PAUD dan anak usia 4–6 tahun. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, selanjutnya dianalisis secara tematik. Penelitian menunjukkan bahwa model manajemen alat bermain, yang mencakup tahap perencanaan berdasarkan indikator perkembangan anak, pengorganisasian alat bermain sesuai area perkembangan, pelaksanaan penggunaan alat bermain secara terstruktur, serta evaluasi berkala, dapat meningkatkan keterlibatan anak dalam kegiatan bermain dan belajar. Model ini juga membantu guru dalam memilih dan memanfaatkan alat bermain secara lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak. Oleh karena itu, penerapan model manajemen alat bermain yang berfokus pada kebutuhan perkembangan anak berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di PAUD.
KAJIAN LITERATUR: SUMBANG NAN DUO BALEH DALAM MENGAJARKAN TATA KRAMA KEPADA ANAK SEDARI DINI DI MINANGKABAU Arifah Prima Satrianingrum; Egy Abdi; Eva Septiana Manurung
Jurnal Pendidikan Sepanjang Hayat Vol 9 No 1 (2026)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/joll.9.1.8-13

Abstract

Sumatera Barat merupakan salah satu provinsi yang masih kental dengan adat dan istiadatnya. Prinsip dan nilai yang dipegang menjadikannya sebagai simbol indak lakang dek paneh, indak lapuak dek hujan. Makna yang terkandung pada petitih tersebut menyiratkan bahwa nilai yang dipegang masyarakat memiliki pondasi yang penting untuk menghadapi sebuah kemajuan zaman. Kajian literatur ini bertujuan untuk menyebarluaskan mengenai pola pendidikan karakter yang ditanamkan oleh adat di Minangkabau. Ada duo baleh (dua belas) hal yang dilarang dan menjadi pedoman anak-anak di Minangkabau dalam menjalani pola pendiidkan karkater sedari dini. Dengan harapan, sumbang duo baleh bisa menjadi kompas moral ke depan sehingga pendidikan karakter, empati, moral tidak tergerus. Artikel ini tidak lain untuk memberikan pandangan bagaimana pola pendidikan karakter di Minangkabau.
EVALUASI IMPLEMENTASI PROGRAM P2K2 DALAM PEMBERDAYAAN KELUARGA PENERIMA PKH DI KELURAHAN TUA TUNU INDAH Afifah Thohirah; Lidiya Yudistira; Shomedran
Jurnal Pendidikan Sepanjang Hayat Vol 9 No 1 (2026)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/joll.9.1.1-7

Abstract

Program Keluarga Harapan (PKH) adalah program bantuan sosial yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan pendekatan pemberdayaan keluarga. Salah satu kegiatan dalam program ini adalah Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) yang berfungsi sebagai media edukasi untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Penelitian ini bertujuan untuk menilai penerapan program P2K2 dalam memberdayakan KPM PKH di Kelurahan Tua Tunu Indah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pendamping PKH dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis kualitatif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan P2K2 dilakukan secara rutin dan terstruktur dengan tingkat partisipasi yang tinggi, yaitu sekitar 75%–87% dari total peserta. Program ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan dan perubahan perilaku KPM, terutama dalam pengasuhan anak, pengelolaan keuangan, dan kesadaran kesehatan. Namun, pelaksanaan program masih menghadapi masalah seperti keterbatasan sarana pendukung dan perbedaan pemahaman peserta. Dengan demikian, program P2K2 dapat dianggap cukup efektif dalam mendukung pemberdayaan KPM, namun masih perlu penguatan agar hasil lebih optimal dan berkelanjutan.
UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN KEWIRAUSAHAAN NAKRIAN (SANTRI) MELALUI DIKLAT PEMBUATAN KHANOM PAKARANG BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI BUMRUNGSUKSA ISLAMIC BOARDING SCHOOL HATYAI, THAILAND Bunga Septiani Sesar; Ani Safitri; Noorinee Hemman
Jurnal Pendidikan Sepanjang Hayat Vol 9 No 1 (2026)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/joll.9.1.14-20

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya meningkatkan keterampilan kewirausahaan santri melalui diklat pembuatan Khanom Pakarang berbasis kearifan lokal di Bumrungsuksa Islamic Boarding School Hatyai, Thailand. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi pelatih, santri peserta diklat, serta pihak sekolah yang terlibat dalam kegiatan pelatihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan pembuatan Khanom Pakarang mampu meningkatkan keterampilan kewirausahaan santri, baik dari segi keterampilan teknis maupun nonteknis. Dari aspek teknis, santri mampu mengolah bahan baku, menjaga kualitas rasa, dan memahami proses produksi secara sistematis. Dari aspek nonteknis, santri belajar tanggung jawab, kerja sama, serta manajemen waktu dan modal. Pelatih berperan penting dalam memberikan arahan, bimbingan, dan motivasi selama proses pelatihan berlangsung. Penerapan kearifan lokal menjadi nilai tambah dalam pembentukan karakter kewirausahaan santri, karena kegiatan ini menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya setempat sekaligus membuka peluang usaha yang relevan dengan lingkungan masyarakat sekitar. Dengan demikian, diklat berbasis kearifan lokal terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan dan semangat wirausaha santri di lingkungan pesantren.