cover
Contact Name
Frans Paillin Rumbi
Contact Email
peadaiakntoraja@gmail.com
Phone
+6282194286613
Journal Mail Official
peadaiakntoraja@gmail.com
Editorial Address
IAKN Toraja Jl. Poros Makale-Makassar Km.11,5 Tlp/Fax (0423) 24620, 24064 Batukila Mengkendek Tana Toraja
Location
Kab. tana toraja,
Sulawesi selatan
INDONESIA
PEADA': Jurnal Pendidikan Kristen
ISSN : 27228843     EISSN : 27228835     DOI : 1034307
Core Subject : Religion, Education,
1. Pendidikan Karakter Kristiani 2. Pendidikan Kristen Anak Usia Dini 3. Evaluasi Kurikulum Pendidikan Agama Kristen 4. Pendidikan Agama Kristen Kontekstual 5. Konseling Pendidikan Agama Kristen 6. Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen 7. Manajemen Pendidikan Agama Kristen 8. Teori Belajar Pendidikan Agama Kristen
Articles 51 Documents
Strategi Pembelajaran Interaktif pada Pelajaran PAK di Masa Pasca Pandemi Covid-19 Setiaman Larosa; Sorni Lami
PEADA': Jurnal Pendidikan Kristen Vol. 3 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/peada.v3i2.67

Abstract

Tujuan tulisan ini adalah merumuskan bagaimana strategi pembelajaran interaktif pada pelajaran Pendidikan Agama Kristen khususnya di masa pasca pandemi. Di masa pasca pandemi ini, pembelajaran dilakukan bergantian yakni secara daring maupun tatap muka atau sering disebut blended learning. Penjadwalan berubah-ubah yang disesuaikan kondisi dampak pandemi menjadi persoalan dasar dalam penelitian. Dengan metode kualitatif deskriptif melalui studi kepustakaan (library research), penulis mengkaji buku-buku, kamus, jurnal dan literatur lainnya yang bermanfaat untuk menemukan data-data yang diperlukan dalam penelitian ini. Dari penelitian ini ditemukan bahwa strategi interaktif adalah strategi yang paling tepat dilakukan untuk menjawab persoalan di atas dengan melakukan beberapa tahapan dalam strategi tersebut yakni: tahap persiapan kegiatan, pengetahuan awal sebelum pembelajaran, pelaksanaan kegiatan, pertanyaan siswa, penyelidikan, pengetahuan akhir pembelajaran, dan evaluasi. Ketujuh langkah dapat dilakukan dalam sistem blended learning pada pelajaran PAK dengan cara mempersiapkan media pembelajaran berbasis teknologi secara kontinu, memperluas jaringan komunikasi dengan siswa dan orang tua serta penjadwalan yang lebih rapi dan sistematis.    
Aktualisasi Peran PAK dalam Pekabaran Injil Bagi Anak Mappurondo di SDN 008 Rantetanete Restifani Cahyami; Resta Gloria; Desrin
PEADA': Jurnal Pendidikan Kristen Vol. 3 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/peada.v3i2.85

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peran PAK dalam Pekabaran Injil. PAK merupakan salah satu bagian dari aktualisasi pelaksanaan Pekabaran Injil yang dilakukan oleh Gereja. Berdasarkan pada hal tersebut maka SDN 008 Rantetanete telah melakukan aktualisasi tersebut dengan memberikan ruang secara khusus bagi siswa-siswi agama Mappurondo untuk belajar agama Kristen. Bukti dari aktualisasi tersebut ialah dengan membuka ruang belajar dengan hasil  beberapa siswa-siswi pemeluk agama Mappurondo telah menjadi Kristen dan PAK banyak memberikan pengaruh terhadap hal tersebut. Tulisan ini dikaji dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kepustakaan, wawancara dan pengamatan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa PAK memiliki pengaruh yang besar dalam Pekabaran Injil di mana melalui PAK di sekolah anak Mappurondo mendapatkan ruang untuk belajar tentang Kristus dan ajaran-ajaran dasar iman Kristen namun PAK harus tetap bekerja sama dengan lembaga Gereja untuk terus memperlengkapi, mengarahkan dan menuntun siswa-siswi pemeluk Mappurondo pada pertobatan serta menjadi saksi atau orang percaya yang menghidupi serta kembali memberitakan Injil (pelipatgandaan).
Nilai-Nilai Kristiani dalam Ritual Dipelima Sundun pada Upacara Adat Rambu Solo’ Christian Elyesar Randalele; Bartolomius Budi; Dorce Desi Nabu'
PEADA': Jurnal Pendidikan Kristen Vol. 3 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/peada.v3i2.86

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai Kristiani yang terdapat dalam ritual Dipelima Sundun pada upacara adat rambu solo’ di Lembang Ma’kodo Kecamatan Simbuang. Rambu Solo’ adalah prosesi upacara kematian yang digelar pada saat seseorang meninggal dan merupakan bagian terpenting dalam kehidupan masyarakat Toraja. Ritual Dipelima sundun adalah upacara pemakaman bagi orang yang meninggal atau masyarakat dangan status sosial yang tinggi (bangsawan) yang disebut Ma’dika. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif digunakan sebagai upaya peneliti untuk menggali informasi dan menganalisis makna dan nilai dari objek yang sedang diteliti. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka dan wawancara. Telaah literatur dilakukan dengan mengumpulkan referesi berupa buku, jurnal dan monograf yang relevan dengan topik. Wawancara dilakukan untuk menggali informasi di lapangan, Hasil penelitian ditemukan beberapa nilai dalam ritual dipelima sundun yang berkesesuaian dengan nilai-nilai Kristiani antara lain: empati dan kepedulian sosial, kasih sayang dan penghormatan, gotong-royong serta nilai sukacita. Nilai empati dan kepedulian sosial ditunjukkan oleh kerabat atau masyarakat kepada keluarga yang berduka. Nilai kasih sayang dan penghormatan dinyatakan oleh keluarga kepada yang mati melalui tahapan-tahapan dalam ritus. Nilai gotong-royong merupakan nilai kebersamaan yang ditunjukan oleh masyarakat dengan saling membantu mendukung keluarga yang berduka. Nilai sukacita terungkap lewat perilaku dari keluarga ketika menjamu kerabat atau masyarakat yang datang mengungkapkan dukacita, dan juga ketika keluarga tidak lagi larut dalam kesedihan yang disimbolkan dengan ukkandean bo’bo’.  
Literasi Moderasi Beragama dalam Perspektif Pendidikan Agama Kristen Esti Regina Boiliu
PEADA': Jurnal Pendidikan Kristen Vol. 3 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/peada.v3i2.69

Abstract

Religious tolerance education as a strategy for preventing conflicts in a multicultural society. Instilling Christian ideals like peace and mutual love is a crucial job of Christian religious education. This essay was written with the intention of examining how Christian Religious Education views religious literacy by forbidding instruction on how to live in love and promote peace among others. This article was written using a qualitative method and a literature review approach. The author looked at earlier works and discovered that there are still few studies on joint moderation literacy from the perspective of Christian religious education. Even if it is understood, Christian Religious Education is a field where many people receive helpful instruction in applying Christian values, which are fully described in Galatians 5:22–23, to living their lives in the larger community. As a result, the findings of this study offer positive values, instructing people on how to live in peace, accept other people's viewpoints, love one another, and coexist.
Mengurai Kebekuan, Merajut Kebersamaan: Kajian Etnopedagogi terhadap Falsafah Padang Ditulak Tallu dalam Konteks Budaya Uluway dan Relevansinya bagi Pengembangan Pendidikan Agama Kristen Berbasis Multikultural Setrianto Tarrapa; Alfonso Johanres Tonu Lema
PEADA': Jurnal Pendidikan Kristen Vol. 3 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/peada.v3i2.92

Abstract

Sebagai negara yang bersifat heterogen yaitu terdiri dari latar belakang suku, budaya, agama, maka Indonesia memerlukan pendekatan dan instrumen strategik yang dapat dijadikan sebagai sebuah gerakan untuk mewujudkan persatuan, kesatuan dan keutuhan. Secara progresif, pendidikan multikultural menjadi salah satu pendekatan dalam melakukan transformasi pendidikan untuk menjadi instrumen dalam menanamkan kesadaran masyarakat tentang adanya keutuhan dalam perbedaan. Dalam mewujudkan pendidikan multikultural, maka aspek budaya lokal sangat kental dengan nilai-nilai yang menjadi perekat kesatuan, termasuk falsafah hidup masyarakat tradisional Toraja. Falsafah Padang Ditulak Tallu menjadi perekat utama masyarakat Toraja untuk hidup secara harmonis dalam berbagai perbedaan.  
Implikasi Teori Humanistik dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen pada Era Digitalisasi 4.0 Widiono, Gideon; Padabang, Yosep Iswanto
PEADA': Jurnal Pendidikan Kristen Vol. 4 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/peada.v4i1.33

Abstract

Keberadaan suatu proses pembelajaran, akan berjalan dengan baik apabila dalam pelaksanaannya disesuikan dengan prinsip dan pola pembelajaran sesuai konteks serta rumpun Pendidikan itu sendiri. Sebagaimana ketika berbicara tentang Pendidikan Agama Kristen maka perlu disesuiakan dengan konteks dari pengajaran Alkitab, yaitu manusia perlu ajar dan dituntun untuk masuk dalam kehendak dan rencana Tuhan. Sedangkan pembelajaran humanistik adalah suatu proses humanisasi atau memanusiakan manusia menjadi manusia yang sadar akan dirinya dalam pikiran, perasaan dan keberanian atau perbuatan. Selanjutnya, yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana pembelajaran humanistik diaplikasikan dalam pembelajaran pendidikan Agama Kristen? Khususnya di Era Ditalisasi 4.0 ini yang sangat memberikan peran pada Pendidikan Agama Kristen. Penulis mengunakan metode penelitian kualitatif. Metode ini merupakan suatu strategi inquiry dalam menekankan pencarian makna, pengertian, konsep, kerakteristik, gejala, simbol, maupun deskripsi mengenai suatu fenomena; fokus dan multi metode, bersifat alami dan holistik; mengutamakan kualitas, menggunakan beberapa cara, serta disajikan secara naratif. Pada akhirnya hasil yang penulis dapatkan adalah memanusiakan manusia menjadi manusia seutuhnya dalam konteks dan penerapan Pendidikan Agama Kristen adalah membuat manusia itu mengenal dan mengetahui siapa penciptanya secara utuh yang kemudian menjadikan dirinya secara utuh dalam memperoleh segala sesuatu yang dia inginkan yang juga sesuai dengan maksud dan kehendak Tuhan.
Pendidikan Kristiani Multikultural dalam Kurikulum Katekisasi di Resort GKE Kasongan Sriwijayanti, Indah
PEADA': Jurnal Pendidikan Kristen Vol. 4 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/peada.v4i1.62

Abstract

Pendidikan kristiani multikultural dalam kurikulum katekisasi di resort GKE Kasongan merupakan gambaran bagaimana kurikulum katekisasi di resort GKE Kasongan menjadikan konteks keberagaman sebagai bagian dari proses pembelajaran jemaat melalui katerkisasi. Jemaat di resort GKE Kasongan berada dalam lingkunan masyarakat multikutur, kesadaran akan keberagaman perlu dibangun salah satunya melakui katekisasi. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif bersifat deskriptif. Guna mengetahui sejauh mana pendidikan kristiani multikultural dilaksanakan di resort GKE Kasongan melalui katekisasi. Wawancara dilakukan kepada pendeta-pendeta jemaat yang berada di lingkup Resost GKE Kasongan dan menjadi pengajar katekisasi. Pemikiran James Bank mengenai pendidikan multikultur menjadi landasan teori dalam penelitian ini, didukung teori katekisasi menurut GKE dan Katakimus Heidelberg dan teori kurikulum. Dari hasil penelitian ditemukan hasil; terdapat kurikulum katekisasi berupa buku pedoman katekisasi seperti Katekimus Hedenberg dan buku Katekisasi GKE. Akan tetapi tidak ada topik yang dikhususkan untuk membahas tentang multikultural. pendidikan Kristiani multikultur dilaksanakan oleh pengajar katekisasi dengan mengkaitkan topik-topik katekisasi yang memang bisa dihubungkan dengan multikultur.
Jejak Ziarah Pemikiran Heidegger dalam Ruang Pendidikan Konseling Kristen Atas Sorge-Entschlossenheit-Angst- Zeitlichkeit Munte, Alfonso
PEADA': Jurnal Pendidikan Kristen Vol. 4 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/peada.v4i1.78

Abstract

Latar belakang penelitian ini mempersoalkan relasi ketidaksetaraan antara konseli dengan konselor dalam ruang aksilogis pendidikan konseling Kristen. Ketidaksetaraan relasi tidak hanya terjadi dalam ruang gender secara umum, namun juga menyasar pada posisi konselor dan konseli. Posisi ketidaksetaraan ini kemudian menjadi problematik ketika berhadapan dengan eksistensialis narasi konseli yang membutuhkan tempat istirahat di persimpangan jalan, ruang dengar, tanpa perlu pengasihan dan nasehat. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini melihat kesenjangan nir egalitarian pada fitur konseling Pendidikan Kristen (narasi, ketakutan, trauma, spiritualitas, keheningan, emosi dan kematian) melalui berbagai pendapat peneliti sebelumnya. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menelusuri pemikiran-pemikiran Heidegger yang bersinggungan dengan pendidikan Konseling Kristen melalui penelitian terdahulu sebagai sumber sekunder. Pencarian data melalui studi kepustakaan melihat perjalanan subjek sebagai coming-into-being. Baik dalam untaian konstruktifitas narasi subjek maupun narasi sebagai ruang refleksi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa filosofi Heidegger, melalui peneliti-peneliti sebelumnya setelah membaca pemikiran Heidegger mampu meracik, merefleksikan sorge, angst dan dasein yang kemudian membawa kesegaran (oase) sepanjang perjalanan subjek/konseli di dalam ruang pendidikan Kristen. Entah dia sebagai guru, rekan guru, pekerja sekolah ataupun subjek/nara/peserta didik.
Merangkul Anak dalam Pelayanan Kasih Sayang Berdasarkan Konteks Gereja Toraja Paembonan, Yanni; Indraswary, Rindi; Simu, Agustian; Irri, Julianti
PEADA': Jurnal Pendidikan Kristen Vol. 4 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/peada.v4i1.100

Abstract

Tujuan yang hendak dicapai adalah menguraikan strategi yang efektif untuk merangkul anak dalam pelayanan kasih berdasarkan konteks Gereja Toraja. Fokus masalah dalam penelitian ini: pertama, menitik beratkan pada strategi untuk meretas pelayanan kasih berdasarkan konteks Gereja Toraja di tengah kondisi sosial yang tidak stabil. Kedua, menemukan perspektif baru dalam pelayanan yang merangkul anak dalam kasih sayang.. Metode yang digunakan adalah descriptive qualitative dengan literature study dan observasi langsung. Berangkat dari sejarah, berbagai teori pendidikan, dan aturan-aturan yang disusun oleh Gereja Toraja menjadi titik tolak teori. Hasil yang diperoleh adalah strategi merangkul anak dalam pelayanan kasih sayang dalam tiga strategi yaitu secara konteks, struktural, dan teknis. Secara konteks tidak terlepas dari budaya yang dianut pada Tongkonan dan kehadiran gereja dilambangkan sebagai Tongkonan Kristus yang sejati. Secara struktural, Gereja Toraja memiliki dokumen-dokumen keesaan gereja seperti tata kerja dan pengakuan yang diturunkan kepada OIG termasuk SMGT yang kemudian dibuat dalam tata kerja dan undang-undang perlindungan anak, pembimbing diberikan kesempatan mengikuti berbagai pelatihan, dan tersedianya kurikulum. Secara teknis dilihat dalam enam tahap antara lain; dukungan keluarga, interaksi-relasi, komitmen melalui support dan motivasi, membangun Self-confidence, keterlibatan dalam pelayanan, dan merangkul dengan kasih sayang.
Peran Pendidikan Keluarga dalam Menghadapi Tantangan Revolusi Industri 4.0 Tulak, Riany Bara
PEADA': Jurnal Pendidikan Kristen Vol. 4 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/peada.v4i2.73

Abstract

Education in the Industrial Revolution 4.0 era is considered a development effort that includes the ability to think, act and live life in a global environment. It can be said that today's digital media has become a major need for most people. Individuals and digital media based on internet services are like a stamp that cannot be separated or released which is then attached and becomes a definition for each other. The existence of technology for communication and information is like a double-edged sword. On the one hand, it can provide the advantage of intensity and speed in delivering messages, these internet network-based services intersect directly with daily activities in the real world, on the other hand it actually increases the complexity of interactions that can cause stress. From this situation, it is often found that families are strangers to each other, misunderstandings occur, they feel that they are not cared for and understood by their families so that it results in feelings of loneliness and even depression. Family education as the first educational institution for children, has a very big role in realizing children's dreams. The function of the family as an educational institution has a significant role in equipping children with positive values ​​as a basis for further education. Even though humans have positive potential for development, the realization of this potential is greatly influenced by the special role of family education, especially in facing the era of industrial revolution 4.0. Family education currently plays an important role in directing and guiding children by providing positive examples so that they are ready and able to face the challenges of the industrial revolution 4.0. Keywords: family role, family education, challenges, parenting, industrial revolution 4.0 Education in the Industrial Revolution 4.0 era is considered a development effort that includes the ability to think, act and live life in a global environment. It can be said that today's digital media has become a major need for most people. Individuals and digital media based on internet services are like a stamp that cannot be separated or released which is then attached and becomes a definition for each other. The existence of technology for communication and information is like a double-edged sword. On the one hand, it can provide the advantage of intensity and speed in delivering messages, these internet network-based services intersect directly with daily activities in the real world, on the other hand it actually increases the complexity of interactions that can cause stress. From this situation, it is often found that families are strangers to each other, misunderstandings occur, they feel that they are not cared for and understood by their families so that it results in feelings of loneliness and even depression. Family education as the first educational institution for children, has a very big role in realizing children's dreams. The function of the family as an educational institution has a significant role in equipping children with positive values ​​as a basis for further education. Even though humans have positive potential for development, the realization of this potential is greatly influenced by the special role of family education, especially in facing the era of industrial revolution 4.0. Family education currently plays an important role in directing and guiding children by providing positive examples so that they are ready and able to face the challenges of the industrial revolution 4.0. Keywords: family role, family education, challenges, parenting, industrial revolution 4.0