cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
setiawan1000@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
nurgiansah@upy.ac.id
Editorial Address
Jl. IKIP PGRI I Sonosewu No.117, Sonosewu, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kewarganegaraan
ISSN : 19780184     EISSN : 27232328     DOI : https://doi.org/10.31316/jk.v7i1.5299
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Kewarganegaraan is published 2 times in 1 year in June and December. The scope of the article includes: 1. Pancasila Education 2. Citizenship Education 3. Social Sciences 4. Politic 5. Law
Articles 1,679 Documents
تطبيق المنهج الدراسية للتعليم الإلكتروني في المدراسة النموذجية زين الحسن قنقون التي تواجهها في جائحة فيرورس كورونا Ainur Rofiq Sofa
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.746 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3560

Abstract

ملخصطال تأثير جائحة فيروس كورونا 2019-2020 النظمَ التعليمية في جميع أنحاء العالم، ما أدى إلى إغلاق المدارس والجامعات على نطاق واسع. في 16 مارس عام 2020، أعلنت الحكومات في 73 دولة إغلاق المدارس، بما في ذلك 56 دولة أغلقت المدارس في جميع أنحاء البلاد و17 دولة أغلقت المدارس داخل نطاق محدد. أثر إغلاق المدارس على مستوى الدولة في أكثر من 421 مليون متعلم على مستوى العالم، بينما عرض الإغلاق محدود النطاق  للمدارس 577 مليون متعلم للخطر. وفقًا للبيانات الصادرة عن اليونسكو في 10 مارس، فإن إغلاق المدارس والجامعات بسبب انتشار فيروس كوفيد-19 ترك واحدًا من كل خمسة طلاب خارج المدرسة على مستوى العالم.و تهدف هذه الدراسة إلى إيضاح واقع توظيف التقنيات في خدمة التعليم العام بمدارس في المدراسة النموذجية زين الحسن قنقون  . كما تهدف إلى  تسليط الضوء على صعوبات  توظيف التقنيات في خدمة التعليم في المدراسة النموذجية زين الحسن قنقون، وقد تم الحصول على المعلومات من أبحاث مختلفة تختص بالموضوع نفسه، ومن مقابلات مع بعض مديري المدارس ، ومن استبيان  استند إلى عينة عشوائية مكونة من 70 معلما من بعض  مدارس التعليم بالنموذجية زين الحسن قنقون ، ومن 100 طالبا وطالبة من الفصلين بالنموذجية زين الحسن قنقون وأظهرت هذه الدراسة النتائج التالية :1)              الوعي المعلمين بأهمية استخدام الوسائل التعليمية بشكل مستمر  وفي المقابل كانت نتائج بعض الاستجابات الخاصة بواقع استخدام التقنيات الحديثة بالمدارس غير مريحة إذ يجب أخذها بعين الاعتبار حصوصا في جائحة كورونا.2)              وعدم توفر الدورات  التدريبية للمعلمين التي تدربهم بكيفية إنتاج المواد التعليمية وتطويرها مما شكل هذا صعوبة عند محاولة المعلمين  توظيف التقنيات في خدمة التعليم ولقد ذكرت هذه الصعوبة خصيصا باعتبارها أكبر صعوبة تواجه المعلمين لأن عدم توفر  الدورات التدريبية تنبني عليها كل الصعوبات التي ظهرت من خلال الدراسة  فهي المنبع الأساسي للصعوبات إذا لم يتم مواجهتها فتستمر الصعوبات بالظهور من خلالها في المسئلة حاسوب.3)              وازدياد وعي الطلاب بمعنى الوسائل التعليمية كمثل الحاسوب وغيرها وأهميتها ولكن رغم ذلك نطمح إلى أكثر من ذلك من خلال توفير الأدوات والوسائل التعليمية داخل المدرسة ليستفيد منها الطلاب في العملية التعليمية ،ويتغلبون على الصعوبات التي قد تواجههم في المواد الدراسية ومرافق المدرسة مثل واي فاي ثم الإلكترونيات.الكلمات الرئيسية:تطبيق التعلم المناهج الدراسية, اللغة العرابية, جائحة فيرورس كورونا
Analisis Minat Belajar Siswa pada Pembelajaran Matematika di Madrasah Aliyah Tarbiyatul Islam Moh Hafas Al-Ahdab Villa; Ainol Ainol; Athar Zaif Zairozie
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.82 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3561

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui minat belajar siswa dan upaya yang perlu dilakukan untuk meningkatkan minat belajar siswa pada pembelajaran matematika. Jenis penelitian yang digunakan ialah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui triangulasi yakni observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian pada penelitian ini adalah siswa kelas XI Madrasah Aliyah Tarbiyatul Islam dan salah satu guru mata pelajaran matematika. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa mayoritas siswa memiliki minat belajar yang masih rendah. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yakni dari guru, keluarga, teman dan sarana prasarana yang memadai. Untuk mengatasi hal tersebut guru melakukan upaya dengan menciptakan pembelajaran yang menarik misalnya dengan menggunakan media pembelajaran saat pembelajaran berlangsung. Selain itu, orang tua juga perlu memberikan dorongan dan motivasi kepada anaknya sehingga minat anak dalam belajar semakin meningkat.Kata Kunci: Minat belajar, Pembelajaran matematika, Siswa AbstractThe purpose of this study is to determine student interest in learning and the efforts that need to be made to increase student interest in learning mathematics. The type of research used is descriptive-qualitative with data collection techniques through triangulation, namely observation, interviews, and documentation. The research subjects in this study were students of class XI Madrasah Aliyah Tarbiyatul Islam and one of the mathematics teachers. Based on the results of the study, it was found that the majority of students had a low interest in learning. This is influenced by several factors, namely teachers, family, friends, and adequate infrastructure. To overcome this, the teacher makes efforts to create interesting learning experiences, for example, by using learning media when learning takes place. In addition, parents also need to provide encouragement and motivation to their children so that the children's interest in learning increases.Keywords: Learning interest, Math Learning, Student
Analisis Dasar Kebutuhan Pengembangan Media untuk Memfasilitasi Perkembangan Kognitif Anak pada Pembelajaran Geometri Edi Hendri Mulyana; Aini Loita; Ajeng Kania Trisnawati Sunandar
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.347 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3562

Abstract

AbstrakProgram pendidikan anak usia dini merupakan salah satu lembaga yang bertanggung jawab dalam memfasilitasi tumbuh kembang anak sesuai standar regulasi yang telah ditetapkan. Sehingga dalam hal ini, guru perlu menyusun perencanaan pembelajaran secara matang untuk menunjang pengoptimalan proses dan hasil belajar anak. Maka dari itu, perencanaan pembelajaran harus sesuai dengan karakteristik kebutuhan anak dan kebutuhan pembelajaran itu sendiri. Berdasarkan hal itu, penelitian dilakukan untuk mengetahui dasar kebutuhan pengembangan media dalam memfasilitasi perkembangan kognitif anak pada pembelajaran geometri. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode pengembangan dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Artikel ini hanya membahas tahap pertama yaitu tahap analisis. Pengumpulan data yang dilakukan pada tahap ini, yaitu melalui studi lapangan di Kober Tunas Kartika serta melakukan studi literatur untuk mengkaji landasan teori dan regulasi terkait. Berdasarkan hasil analisis yang menunjukkan bahwa terdapat kesenjangan dari kedua fakta tersebut, maka dalam hal ini perlu adanya inovasi media sebagai pilihan solusi dari permasalahan. Data tersebut menjadi dasar kebutuhan sebagai acuan dalam membuat rancangan dan pengembangan media pada tahap selanjutnya.Kata Kunci: Perkembangan Anak, Perencanaan Pembelajaran, Dasar Kebutuhan, Pengembangan Media AbstractThe early childhood education program is one of the institutions responsible for facilitating children's development in accordance with established regulatory standards. So in this case, teachers need to develop a careful learning plan to support optimizing the process and learning outcomes of children. Therefore, lesson planning must be in accordance with the characteristics of children's needs and the needs of the learning itself. Based on this, the research was conducted to determine the basic needs of media development in facilitating children's cognitive development in learning geometry. The research method used is the development method with the ADDIE development model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). This article only discusses the first stage, namely the analysis stage. Data collection is carried out at this stage, namely through field studies at Kober Tunas Kartika and conducting literature studies to examine the theoretical basis and related regulations. Based on the results of the analysis which shows that there is a gap between the two facts, in this case it is necessary to have media innovation as a solution to the problem. This data becomes the basis for the needs as a reference in making the design and development of media at a later stage.Keywords: Child Development, Lesson Planning, Basic Needs, Media Development
Implementasi ISAK No. 35 Atas Penyajian Laporan Keuangan Entitas Berorientasi Nonlaba (Studi Kasus pada GMIM Bethesda Tatelu) Gracia Joylisti Turangan; Ivonne Helena Putong; Joseph Nugraha Tangon
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.38 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3563

Abstract

AbstrakGereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) merupakan salah satu entitas berorientasi nonlaba. GMIM adalah bagian dari denominasi gereja yang beragama Kristen Protestan dan anggota Persatuan Gereja Indonesia (PGI). GMIM di dalamnya terdapat Badan Pekerja Majelis Jemaat (BPMJ) yang menyusun rencana-rencana dan realisasi kegiatan gereja termasuk kegiatan akuntansi yang menyajikan laporan keuangan gereja. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) No. 35 atas Penyajian Laporan Keuangan Entitas Berorientasi Nonlaba pada GMIM Bethesda Tatelu. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyajian laporan keuangan di Jemaat GMIM Bethesda Tatelu disusun berdasarkan buku Pedoman Pelayanan Pengawasan dan Pengelolaan Perbendaharaan GMIM berupa pendapatan, belanja dan realisasi anggaran. Hal ini berarti, penyajian laporan keuangan Jemaat GMIM Bethesda Tatelu belum mengimplementasikan  ISAK No. 35 tentang penyajian laporan keuangan entitas berorientasi nonlaba.Kata Kunci: ISAK 35, Entitas Nonlaba, Gereja Abstract The Evangelical Christian Church in Minahasa (GMIM) is a non-profit oriented entity. GMIM is part of a Protestant Christian church denomination and a member of the Indonesian Church Association (PGI). GMIM includes the Congregational Council Working Body (BPMJ) which prepares plans and realization of church activities, including accounting activities that present church financial reports. This study aims to implement the Interpretation of Financial Accounting Standards (ISAK) No. 35 on the Presentation of Financial Statements of Non-profit Oriented Entities at GMIM Bethesda Tatelu. The research method used is descriptive qualitative. The results showed that the presentation of financial statements in the Bethesda Tatelu GMIM Congregation was prepared based on the GMIM Treasury Supervision and Management Service Manual in the form of income, expenditure and budget realization. This means that the presentation of the financial statements of the Bethesda Tatelu GMIM Congregation has not implemented ISAK No. 35 concerning the presentation of financial statements of non-profit oriented entities. Keywords: ISAK 35, Non-profit Entity, Church
Bagaimana Dasar Kebutuhan Alat Permainan Edukatif Papan Alur untuk Kemampuan Membilang Anak Usia 5-6 Tahun? Indri Helpiani; Edi Hendri Mulyana; Dindin Abdul Muiz Lidinillah
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.925 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3564

Abstract

AbstrakPemberian rangsangan pada anak usia dini melalui pengembangan aspek-aspek dalam perkembangan anak melalui pendidikan.salah satu upaya yang dapat dilakukan dan dioptimalkan yakni kemampuan kognitif salah satunya di bidang kemampuan membilang anak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni Educational Design Research (EDR) tahap analisisdan eksplorasi yakni menggunakan teknik observasi dan teknik wawancara kepada guru kelompok B. Pengenalan lambang bilangan dan membilang pada anak merupakan salah satu perkembangan kognitif yang harus dikembangkan dan di optimalkan. Salah satu cara mengoptimalkan perkembangan kognitif anak yaitu memfasilitasi anak dengan alat permainan edukatif yang memiliki peran untuk memfasilitasi perkembangan anak. Alat permainan edukatif papanalur menjadi salah satu solusi untuk mengoptimalkan membilang anak karena permainan edukatif terdapat nilai-nilai stimulus perkembangan anak.Kata Kunci: Edukatif, Membilang, Anak AbstractThe provision of stimulation to early childhood through the development of aspects of child development through education. One of the efforts that can be done and optimized is cognitive ability, one of which is in the field of the ability to count children. The method used in this study is Educational Design Research (EDR) in the analysis and exploration stages, using observation techniques and interview techniques for group B teachers. The introduction of number symbols and counting in children is one of the cognitive developments that must be developed and optimized. One way to optimize children's cognitive development is to facilitate children with educational game tools that have a role to facilitate children's development. The groove board educational game tool is one solution to optimize counting children because educational games contain stimulus values for children's development.Keywords: Educative, Counting, Children
Analisis Penggunaan Media Pembelajaran Untuk Memfasilitasi Pengenalan Bentuk Geometri Pada Anak Kelompok A Usia 4-5 Tahun Di TK IT_Ar-Rasyiid Kecamatan Karangnunggal Maria Ulfah Sopany; Taopik Rahman; Edi Hendri Mulyana
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.844 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3565

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan media untuk memfasilitasi pengenalan bentuk geometri pada anak kelompok B usia 4-5 tahun. Penelitian ini dilakukan di TK IT Ar-Rasyiid Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode penelitian deskriptif merupakan suatu metode yang sering digunakan untuk menggambarkan atau menganalisis dari suatu hasil penelitian tetapi tidak digunakan untuk membuat kesimpuan yang begitu luas. Analisis data yang digunakan yaitu menggunakan Langkah-langkah yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman dalam (Sugiono, 2009) yaitu: 1) Pengumpulan Data ( Data Collection), 2) Reduksi Data (Data Reduction), 3) Display Data (Data Display), 4) Pengambilan keputusan dan kesimpulan (Conclusion Drawing / Veryfing). Hasil penelitian menunjukan bahwa media pembelajaran sangatlah penting bagi kegiatan belajar mengajar khususnya untuk pembelajaran anak usia dini, penelitian menunjukan bahwa penggunaan media pembelajaran pengenalan bentuk geometri untuk kelompok A di TK IT Ar-Rasyiid menggunakan LKS, poster, majalah, damn kertas crap, sesuai dengan pernyataan guru dalam wawancara media tersebut kurang memfasilitasi pengenalan bentuk geometri untuk anak karena media pembelajaran yang digunakan kurang menarik minat anak.Kata Kunci: Anak Usia Dini, Media, Geometri AbstractThis study aims to analyze the use of media to facilitate the introduction of geometric shapes in group B children aged 4-5 years. This research was conducted at the IT Ar-Rasyiid Kindergarten, Karangnunggal District, Tasikmalaya Regency. The method used in this research is using a qualitative descriptive method. Descriptive research method is a method that is often used to describe or analyze research results but is not used to make broad conclusions. The data analysis used is using the steps proposed by Miles and Huberman in (Sugiono, 2009), namely: 1) Data Collection, 2) Data Reduction, 3) Data Display (Data Display), 4) Decision making and conclusion (Conclusion Drawing / Veryfining). The results of the study show that learning media is very important for teaching and learning activities, especially for early childhood learning, research shows that the use of learning media for the introduction of geometric shapes for group A in TK IT Ar-Rasyiid uses worksheets, posters, magazines, damn paper crap, in accordance with the teacher's statement in the media interview did not facilitate the introduction of geometric shapes for children because the learning media used did not attract children's interest.Keywords: Early Childhood, Media, Geometry
Pengembangan Media Pembelajaran Videoscribe pada Materi Hubungan Simbol dengan Makna Sila Kedua Pancasila Kelas IV SDN Margorejo 1/403 Surabaya Ericha Ristaviana Putri Wahyuni; Achmad Fanani; Rarasaning Satianingsih
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.162 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3566

Abstract

AbstrakPendidikan berperan terpenting pada usaha embina serta pembentukan karakter bangsa. Pendidikan tentunya sangat berhubungan erat dengan pembelajaran. Untuk memberikan pembelajaran yang terbaik maka diperlukan adanya sebuah media belajar. Suatu media pembelajaran yang bisa dipakai ialah dengan Sparkol VideoScribe. Penelitian ini hendak dilaksanakan penelitian berkaitan pada media pembelajaran berbasis Videoscribe yang diterapkan dalam materi Hubungan Simbol dengan Makna Sila Pancasila Kelas IV Sekolah Dasar. Metode yang digunakan yaitu metode penelitian dan pengembangan berdasarkan model Borg and Gall. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu berbentuk kuesioner, observasi, dan wawancara. Berdasarkan penelitian kesimpulannya ialah dari uji validitas kelayakan media, sebagian besar dinyatakan layak. Hal ini memperlihatkan media belajar berbasis Sparkol Videoscribe ini sangat layak dijadikan media dalam belajar. Kemudian berdasarkan hasil dari penyebaran angket kepada siswa, didapatkan hasil sejumlah dua ratus delapan puluh sembilsn jawaban YA dan tiga puluh satu jawaban TIDAK. Hal itu memperlihatkan media belajar Sparkol VideoScribe ini sangat bagus untuk diaplikasikan sebagai media belajar.Kata Kunci: Pendidikan, Media, Pembelajaran, Sparkol VideoScribe AbstractEducation plays the most important role in the effort to foster and shape the nation's character. Education is of course very closely related to learning. To provide the best learning, it is necessary to have a learning media. A learning media that can be used is Sparkol VideoScribe. This research intends to carry out research related to the Videoscribe-based learning media which is applied in the Material Relationship of Symbols with the Meaning of the Precepts of Pancasila Class IV Elementary School. The method used is a research and development method based on the Borg and Gall model. Data collection techniques used are in the form of questionnaires, observations, and interviews.Based on the research, the conclusion is from the media feasibility test, most of them are declared feasible. This shows that this Sparkol Videoscribe-based learning media is very worthy of being used as a medium for learning. Then based on the results of distributing questionnaires to students, the results obtained are two hundred and eighty nine YES answers and thirty one NO answers. This shows that the Sparkol VideoScribe learning media is very good to be applied as a learning medium.Keyword: Education, Media, Learning, Sparkol VideoScribe
Sosialisasi “Keterkaitan Pola Asuh dan Inner Child Terhadap Tumbuh Kembang Anak di RA. Al-Muslim Waborobo” Dino Rizadman Rahia; Muhammad Syukran; Nurani Nurani; Feti Feti; Wa Ode Musfira; Sindi Nurawalia Munawar; Lilis Endriani; Emiati Emiati; Anriati Anriati
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.405 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3567

Abstract

AbstrakPola asuh menjadi bagian terpenting dari proses mendidik anak agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Hanya saja, rendahnya tingkat pendidikan orang tua menjadikan mereka minim pengetahuan dan kesadaran terhadap pola pengasuhan kepada anak. Orang tua tidak mengetahui bahwa jika pola asuh yang diterapkan itu salah, dapat memberi dampak buruk bagi tumbuh kembang anak. Dampak buruk itu berupa luka batin yang dialami anak sebab pola asuh yang kurang baik yang diterima dari orang tua. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan edukasi dan kesadaran orang tua tentang pentingnya pola asuh, dan keterkaitan pola asuh dan Inner Child terhadap tumbuh kembang anak. Kegiatan ini dilakukan di RA. Al-Muslim Waborobo, Kota Baubau, Kecamatan Betoambari, Sulawesi TenggaRA. Kegiatan dilakukan dengan tiga tahapan terdiri dari tahap persiapan yaitu observasi, administrasi, dan persiapan alat dan bahan. Tahap pelaksanaan itu terdiri dari langkah persiapan dan kegiatan sosialisasi. Dan tahap akhir terdiri dari monitoring dan evaluasi. Kegiatan sosialisasi ini memberikan kesadaran kepada orang tua tentang pentingnya pola asuh terhadap anak dan memperoleh pengetahuan bahwa ada keterkaitan antara pola asuh dan Inner Child terhadap tumbuh kembang anak.Kata Kunci: Orang Tua, Anak Usia Dini, Pola Asuh, Inner Child AbstractParenting is the most important part of the process of educating children so that they can grow and develop properly. However, the low level of education of parents makes them lack of knowledge and awareness of parenting patterns for children. Parents do not know that if the parenting applied is wrong, it can have a bad impact on the child's growth and development. The bad impact is in the form of mental wounds experienced by children due to poor parenting received from parents. The purpose of this activity is to provide education and awareness of parents about the importance of parenting, and the relationship between parenting and Inner Child to child growth and development. This activity is carried out in RA. Al-Muslim Waborobo, Baubau City, Betoambari District, Sulawesi TenggaRA. The activity was carried out in three stages consisting of the preparation stage, namely observation, administration, and preparation of tools and materials. The implementation stage consists of preparation steps and socialization activities. And the final stage consists of monitoring and evaluation. This socialization activity provides awareness to parents about the importance of parenting for children and gains knowledge that there is a relationship between parenting and Inner Child to child growth and development.Keywords: Parents, Early Childhood, Parenting, Inner Child
Penerapan Model Pembelajaran PjBL (Project Baset Learning) Berbasis STEM dalam Materi BangunRuang Matematika Kelas 5 SD Hang Tuah Juanda Silviana Devi; Apri Irianto; Susi Hermin Rusminati
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.79 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3572

Abstract

AbstrakPenelitian ini meliputi penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi yang digunakan adalah kelas 5 A, 5 B, 5 C, dan 5 D SD Hangtuah X Juanda, cluster sampling. Sampel yang dikumpulkan adalah kelas 5 B. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi dan respon. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan statistik deskriptif persentase. Dari analisis data Studi Umum tersebut diketahui bahwa kegiatan guru terhadap kegiatan siswa dan respon siswa dalam menerapkan model pembelajaran berbasis masalah STEM (PjBL) sangat baik. Nilai kegiatan guru adalah 97,72, nilai aktivitas siswa adalah 90, dan tanggapan siswa sepenuhnya sesuai dengan penerapan model pembelajaran STEM berbasis masalah (PjBL)Kata Kunci: PjBL, STEM, Matematika AbstractThis research includes quantitative descriptive research. The population used is class 5 A, 5 B, 5 C, and 5 D SD Hangtuah X Juanda, cluster sampling. The sample collected is class 5 B. The data collection method in this study is observation and response. The data analysis method in this study used descriptive statistics of percentages. From the analysis of the General Study data, it is known that the teacher's activities on student activities and student responses in applying the STEM problem-based learning model (PjBL) are very good. The teacher activity score is 97.72, the student activity value is 90, and student responses are fully in accordance with the application of the problem-based STEM learning model (PjBL)Keyword: PjBL, STEM, Matematika
Cipta Kerja Kluster Ketenagakerjaan dalam Peningkatan Kesejahteraan Pekerja di Indonesia yang Berbasis Nilai Keadilan Sosial Achmad Aminulloh; Yusuf M. Said; Gunawan Nachrawi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.812 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3573

Abstract

AbstrakDengan munculnya Undang-Undang Cipta Kerja atau UU no 11 tahun 2020 dimana undang-undang ini tidak bersumber dari nilai–nilai sosial budaya bangsa Indonesia sendiri tetapi lebih mengutamakan syahwat politik, di mana politik hukum sangat berperan bagi penguasa atau pemerintah untuk membangun hukum nasional di Indonesia yang dikehendaki. Peran politik hukum terhadap pembangunan hukum nasional di Indonesia tidak bisa dilepas dari kontek sejarah. Sepanjang sejarah Negara Republik Indonesia telah terjadi perubahan-perubahan politik secara bergantian (bedasarkan periode sistem politik) antara politik yang demokratis dan politik otoriter. Sejalan dengan perubahan-perubahan politik itu, karakter produk hukum juga berubah. Terjadinya perubahan itu karena hukum merupakan produk politik, maka karakter produk hukum berubah jika politik yang melahirkannya berubah. Misalnya Undang-Undang no 13 tahun 2003 yang belum sempurna, harusnya lebih di sempurnakan bukan membuat Undang-Undang baru yang tidak lebih baik dari yang sebelumnya. Paradigma pembangunan di bidang ketenagakerjaan perlu direformasi yang dulu cenderung melihat pekerja sebagai faktor produksi dan atau bagian dari komoditi, harus diubah kepada pekerja sebagai manusia Indonesia seutuhnya atau sebagai subjek/pelaku proses produksi dalam pembangunan dengan segala harkat dan martabatnya. Perubahan paradigma ini pada akhirnya akan mengarah dan menentukan politik hukum kebijakan pemerintah dalam bidang ketenagakerjaan melalui suatu perubahan yang resolutif-kompositif dengan memandang pekerja sebagai subjek dan secara proporsional memperhitungkan seluruh aspek dalam suatu kesatuan yang holistic, agar kebijakan politik hukum yang reformatif ini tidak dipandang hanya bagus dimaterinya saja, maka perlu diimplementasikan melalui program yang titik beratnya bukan hanya sekedar instrumen tetapi akses yang mendorong kuantitatif dan mendidik kualitatif dalam membangun sistem keseimbangan antara yang seharusnya dengan kenyataan.Kata Kunci: Cipta Kerja, Pekerja, Kesejahteraan AbstractWith the emergence of the Job Creation Law or Law no. 11 of 2020 where this law is not derived from the socio-cultural values of the Indonesian nation itself but rather prioritizes political shahwat, where legal politics plays a very important role for the ruler or government to build the desired national law in Indonesia. The role of legal politics in the development of national law in Indonesia cannot be separated from the context of history. Throughout the history of the Republic of Indonesia there have been alternating political changes (based on the period of the political system) between democratic politics and authoritarian politics. In parallel with those political changes, the character of legal products has also changed. The occurrence of change is because the law is a political product, so the character of the legal product changes if the politics that gave birth to it changes. For example, Law no. 13 of 2003, which is rudimentary, should be more perfected, not create a new law that is no better than the previous one. The development paradigm in the field of labor needs to be reformed which used to tend to see workers as a factor of production and or part of commodities, must be changed to workers as a whole Indonesian people or as subjects/actors of the production process in development with all their dignity and dignity. This paradigm shift will eventually lead to and determine the legal politics of government policy in the field of labor through a resolutive-composite change by viewing workers as subjects and proportionally taking into account all aspects in a holistic unity, so that this reformative legal political policy is not seen as only good in its material, it needs to be implemented through programs whose emphasis is not just an instrument.  but access that encourages quantitative and qualitative education in establishing a system of balance between what it should be and reality.Keywords: Job Creation, Workers, Welfare

Page 75 of 168 | Total Record : 1679