cover
Contact Name
Ira Risye Manggribeth
Contact Email
risyemanggribeth@gmail.com
Phone
+6281340277108
Journal Mail Official
vivabio@unsrat.ac.id
Editorial Address
Biology Departement, Sam Ratulangi University, Manado
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Vivabio : Jurnal Pengabdian Multidisiplin
ISSN : 26851091     EISSN : 26851091     DOI : https://doi.org/10.35799/vivabio
VIVABIO adalah nama jurnal berkala ilmiah yang terbit 3 kali setahun yang memuat naskah atau artikel ilmiah hasil penerapan ilmu dan pengetahuan (Iptek) dalam bentuk pengabdian di masyarakat, hasil laporan kegiatan pelatihan dan pendampingan di masyarakat yang didasari gagasan ilmiah dan berdampak sosial humaniora. Pelaku pelaksana pengabdian dapat dilakukan oleh peneliti, akademisi, pendidik, rohaniawan, pemerintah dan masyarakat peduli sosial humaniora.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 150 Documents
Pemelajaran pemanfaatan website marketing pada UMKM Cak Mimin Surabaya: Training on using website marketing at MSMEs Cak Mimin Surabaya Ayuningtyas; Sultan Hakim Herrysan; Kevin Kosumo; Khusnul Chotimah; Tika Melia Anggraeni
Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 5 No. 1 (2023): VIVABIO:Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v5i1.50972

Abstract

MSMEs in Indonesia have proven to play an essential role in Indonesia's economy. Cak Mimin is one of the MSMEs which produces various rujak sauces. As experienced by other MSMEs, Cak Mimin has a problem with brand awareness. Unfortunately, customers are more familiar with resellers than Cak Mimin as the primary producer. Although it has been supported by social media, regrettably, it is less helpful due to the limited functions that can be supported. The main website of UKM Cak Mimin was developed to overcome this problem. This official website will become the central information for all Cak Mimin MSME products. Training for IT admins, who will continue updating data and information, is held after the website is finished. In addition to the IT admin, website socialization is put through to customers. The socialization makes customers aware that accurate information about MSMEs is available from the official website. The results of socializing and training the website were helpful and opened up new insights for them. The evaluation shows that an index value of 89% that is acceptable. It means that the features on the website fit MSMEs' needs.  Keywords:  MSMEs; Sambal Rujak; Application; Website. ABSTRAK UMKM di Indonesia telah terbukti berperan sebagai penopang perekonomian. UMKM Cak Mimin yang memproduksi aneka sambal rujak sebagai salah satunya. Sama seperti yang dialami oleh UMKM yang lain, Cak Mimi memiliki masalah dengan brand awareness. Merk Cak Mimin sbenarnya telah dikenal baik oleh konsumen, namun pelanggan lebih kenal dengan reseller daripada produsen utamanya. Meskipun sudah didukung dengan penggunaan media social, namun hal tersebut dirasa kurang membantu karena keterbatasan fungsi yang bisa didukung. Untuk mengatasi masalah tersebut dibuatlah website utama dari UMKM Cak Mimin. Website resmi ini nantinya akan menjadi pusat informasi utama bagi semua produk-produk UMKM Cak Mimin. Setelah website dibangun, pelatihan kepada admin IT yang nantinya melanjutkan proses update data dan informasi diberikan. Selain pada admn IT, sosialisasi website juga dilakukan pada pelanggan. Sosialisasi dilakukan agar pelanggan paham jika telah tersedia informasi akurat tentang UMKM dari website resmi. Hasil dari sosialisasi website ini kepada pelanggan dan reseller menyatakan bahwa pelatihan ini berguna dan membuka wawasan baru bagi mereka. Hasil evaluasi pelatihan untuk admin IT menunjukkan nilai index sebesar 89% atau Cukup Baik, yang berarti bahwa fungsi-fungsi dalam website yang telah dibangun sesuai dengan kebutuhan.
Peningkatan Pengetahuan Pencegahan serta Pengobatan Tuberculosis Sensitif dan Resisten Obat Pada Perkumpulan Wanita Di Jayapura : (To increase knowledge on prevention and treatment of drug-sensitive and drug-resistant tuberculosis among women in Jayapura) Sianturi, Elfride Irawati; Lingga, Irene Sondang; Appa, Felycitae Ekalaya; Barus, Andre anusta
Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 6 No. 2 (2024): VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v6i2.52049

Abstract

ABSTRACT The increasing incidence of Tuberculosis (TB) in Papua and the delayed treatment of complex TB need programs to solve the problems by increasing knowledge in community, especially among women. The programs should be conducted routinely and on a scheduled basis. Failure to treat TB remains high and this will lead to resistance. The impact of resistance is likely to lead to  drug-resistant TB (DR-TB), which requires longer treatment and severe side effects. The method used in this acctivities was to conduct routine counseling on the symptoms of TB, its treatment and access to treatment of this disease at the nearest health center. A total of 26 mothers participated in routine counseling where there was a significant change before and after counseling. Increasing knowledge routinely with counseling can provide good results in TB prevention in the community and there is a possibility that mothers can become driving agents in finding new TB patients and helping TB suspects in their treatment by becoming supervised treatment. ABSTRAKI Meningkatnya angka kejadian Tuberkulosis (TB) di Papua serta terlambatnya pengobatan TB yang kompleks menjadi pentingnya kegiatan peningkatan pengetahuan masyarakat terutama para ibu dalam  mengenali gejala TB. Hal ini menjadi sebuah kekhawatiran  mengingat gagalnya pengobatan TB yang akan menyebabkan resistensi. Hal ini akan berdampak pada penemuan TB Resisten Obat (RO) yang membutuhkan pengobatan lebih lama serta efek samping yang berat. Metode yang dilakukan dalam pengabdian ini adalah dengan melakukan penyuluhan secara rutin mengenai gejala TB, pengobatannya serta akses pengobatan penyakit ini di puskesmas terdekat. Sebanyak 26 ibu-ibu mengikuti penyuluhan secara rutin dimana bahwa adanya perubahan sebelum dan sesudah penyuluhan terjadi perubahan secara signifikan. Peningkatan pengetahuan secara rutin dengan penyuluhan dapat memberikan hasil yang baik dalam penanggulangan TB di komunitas serta adanya kemungkinan para ibu dapat menjadi agen penggerak dalam penemeuan pasien TB yang baru serta membantu suspek TB dalam pengobatannya dengan menjadi pengawas minum obat. Keywords:  TB; Drug Resistance, Counselling Community, Jayapura  
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Tentang Pemeriksaan Gula (Glukosa) Darah Mandiri Melalui Program Kemitraan Masyarakat: Increasing Public Knowledge About Independent Blood Sugar (Glucose) Checks Through the Community Partnership Program Stefana Helena Margaretha Kaligis; Diana Shintawati Purwanto; Murniati Tiho
Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 6 No. 1 (2024): VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v6i1.52461

Abstract

Currently, the prevalence and incidence of Diabetes Mellitus (DM) continue to increase, making it a worldwide health problem. One way to establish the diagnosis of DM is by examining blood sugar (glucose) levels. This examination can be done in health facilities and independently by individuals who need it. Knowledge and skills on how to do it are important to know for early detection and to prevention of complications of DM. The aims of The Community Partnership Program (PKM), carried out on the Wanita Kaum Ibu kolom 17 Jemaat GMIM Eben Haezar Watutumou, is to increase knowledge about self-testing blood sugar (glucose) examination through counseling, discussion, and demonstration. This activity was attended by 35 people and data was collected before and after counseling through questionnaires to measure the level of knowledge of the participants. The data analysis showed that 69.52% of participants knew about blood sugar (glucose) and self-testing blood sugar (glucose) examinations before the counseling. After counseling, all participants (100%) knew about both examinations. It can be concluded that there was an increase in participants' knowledge about blood sugar (glucose) examination in general and specifically self-testing blood sugar (glucose) examination after participating in PKM activities. ABSTRAK Saat ini prevalensi dan insiden penyakit Diabetes Melitus (DM) terus meningkat sehingga masih menjadi masalah kesehatan di seluruh dunia. Salah satu cara menegakkan diagnosis DM adalah dengan pemeriksaan kadar gula (glukosa) darah. Pemeriksaan ini selain dapat dilakukan di fasilitas kesehatan, juga dapat dilakukan secara mandiri oleh individu yang memerlukan. Pengetahuan dan ketrampilan tentang bagaimana melakukan pemeriksaan gula (glukosa) darah secara mandiri penting diketahui oleh masyarakat untuk deteksi dini penyakit maupun untuk mencegah terjadinya komplikasi pada individu penderita DM. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang dilakukan pada Wanita Kaum Ibu kolom 17 Jemaat GMIM Eben Haezar Watutumou bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pemeriksaan gula (glukosa) darah mandiri melalui kegiatan penyuluhan, diskusi, dan demonstrasi. Kegiatan ini dihadiri oleh 35 orang dan dilakukan pengambilan data sebelum dan sesudah penyuluhan lewat kuisioner untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta. Hasil analisis menunjukkan sebelum mengikuti penyuluhan sebesar 69.52% peserta tahu tentang pemeriksaan gula (glukosa) darah maupun pemeriksaan gula (glukosa) darah secara mandiri. Setelah mengikuti penyuluhan semua peserta (100%) tahu tentang pemeriksaan gula (glukosa) darah maupun pemeriksaan gula (glukosa) darah secara mandiri. Dapat disimpulkan terjadi peningkatan pengetahuan peserta tentang pemeriksaan gula (glukosa) darah secara umum dan secara khusus pemeriksaan gula (glukosa) darah mandiri setelah mengikuti kegiatan PKM.
UMKM MENUJU ERA DIGITAL PADA KELOMPOK UMIK (USAHA MIKRO) DI DESA WORI KEC. WORI KAB. MINAHASA UTARA: MSMEs Towards the Digital Era in the UMIK Group (Micro Enterprises) In Wori Village, Wori District, North Minahasa Regency Victorina Zusana Tirayoh; Lady Latjandu; , Rita Taroreh , Rita Taroreh
Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 6 No. 1 (2024): VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v6i1.52505

Abstract

In the current digital era, people have been encouraged to choose methods that are fast, easy, and efficient; therefore, MSME business actors must also act more quickly and efficiently in order to be able to keep up with current developments and trends that are occurring in society. These changing circumstances and progress require business actors to adapt and switch to using digital platforms. Therefore, digitalization can be the right solution to adapt to maintain business and even develop business in the future.The object of this service activity is in Wori Village, Wori District, North Minahasa Regency, which has an entrepreneurial group that is classified as a micro enterprise (umik). Microbusinesses are productive businesses owned by individuals and/or individual business entities where the total assets owned are a maximum of IDR 50 million.The aim of this activity is to develop and build MSMEs, in this case the microbusiness group (umik) in Wori village, to become a business group that is "digitally literate" or utilises digital technology in running a business to increase income.The methods that will be used are lectures and counselling on strategies for building and developing a business, training on the use of internet technology or digitalization in business, and assistance to business actors in running a business by implementing internet technology as part of a business development strategy. The result of this programme is that the group of microbusiness actors (umik) in Wori village understand how to build and develop business strategies and use or utilise internet technology as part of the strategy to build and develop the business they are running. ABSTRAK Pada era digital saat ini, masyarakat telah terpacu untuk memilih metode yang serba cepat, mudah, dan efisien, oleh karena itu, para pelaku usaha UMKM juga harus bertindak lebih cepat dan efisien agar mampu menyeimbangi perkembangan zaman dan tren yang sedang terjadi di masyarakat. Perubahan keadaan dan kemajuan ini menuntut pelaku usaha untuk beradaptasi dan beralih menggunakan platform digital. Oleh karena itu, digitalisasi dapat menjadi sebagai solusi tepat untuk beradaptasi guna mempertahankan bisnis bahkan pengembangan bisnis di masa depan. Objek kegiatan pengabdian ini adalah di Desa Wori Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara yang memiliki kelompok wirausaha yang tergolong usaha mikro (umik). Usaha mikro adalah usaha produktif milik orang perorangan dan/atau badan usaha perorangan dimana total aset yang dimiliki maksimal sebesar Rp 50 juta. Tujuan kegiatan ini adalah bagaimana mengembangkan dan membangun UMKM dalam hal ini kelompok usaha mikro (umik) di desa Wori menjadi kelompok usaha yang “melek digital” atau memanfaatkan teknologi digital dalam menjalankan usaha untuk meningkatkan penghasilan. Metode yang akan dilakukan adalah Ceramah/penyuluhan tentang strategi membangun dan mengembangkan usaha, Pelatihan tentang penggunaan teknologi internet atau digitalisasi dalam usaha dan Pendampingan pelaku usaha dalam menjalankan usaha dengan menerapkan teknologi internet sebagai bagian dari strategi pengembangan usaha. Hasil dari program ini adalah kelompok pelaku usaha mikro (umik) di desa Wori memahami bagaimana strategi membangun dan mengembangkan usaha serta menggunakan/memanfaatkan teknologi internet sebagai bagian dari strategi membangun dan mengembangkan usaha yang dijalankan.
Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Film Pendek Bagi Generasi Muda Buddhis di Kecamatan Girimarto Kabupaten Wonogiri: Short Film Making Training and Assistance for Buddhist Young Generation in Girimarto District Wonogiri Regency Agus Agus SUbandi; Santi Paramita; Situ Asih; Tri Yatno; Ngadat Ngadat; Mugiyo Mugiyo
Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 6 No. 1 (2024): VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v6i1.52516

Abstract

Community service is carried out in Girimarto District, Wonogiri Regency. Community service takes a theme related to training and assistance in making short films for young Buddhists in Girimarto District, Wonogiri Regency. The service with the theme of short film training and accompaniment for young Buddhist generations was carried out because based on the observations and analysis carried out, various phenomena and problems were found related to uncontrolled media use and low awareness in managing information without checking its truth. Implementing community service includes 1) socialization, 2) discussions and presentations, 3) practical methods. The results of community service are; able to improve skills in making short films, foster creativity in using the media, and improve knowledge to the young Buddhist generation in using the media wisely. ABSTRAK Pengabdian pada masyarakat dilaksanakan di Kecamatan Girimarto Kabupaten Wonogiri. Pengabdian pada masyarakat mengambil tema terkait dengan pelatihan dan pendampingan pembuatan film pendek bagi generasi muda Buddhis di Kecamatan Girimarto Kabupaten Wonogiri. Pengabdian dengan tema pelatihan dan pendampingan film pendek bagi generasi muda Buddhis dilakukan karena berdasarkan observasi dan analisis yang dilakukan ditemukan berbagai fenomena dan persoalan terkait dengan penggunaan media yang tidak terkontrol serta rendahnya kesadaran dalam mengelola informasi tanpa mengecek kebenarannya. Metode implementasi pengabdian yaitu meliputi 1) sosialisasi, 2) Diskusi dan Persentasi, 3) Metode praktek. Hasil dari pengabdian masyarakat yaitu; mampu menambah keterampilan dalam pembuatan film pendek, menumbuhkan kreativitas dalam menggunakan media, serta dapat menambah pengetahuan kepada generasi muda Buddhis dalam menggunakan media secara bijak.
Pelatihan Teknik Aseptis Dalam Upaya Mengurangi Kontaminasi Mikroba Pada Petani Jamur Tiram Pleurotus ostreatus di Kecamatan Labakkang Kabupaten Pangkep : Aseptic Technique Training to Reduce Microbial Contamination for Pleurotus ostreatus Oyster Mushroom Farmers in Labakkang District, Pangkep Regency Dwyana, Zaraswati; Haedar, Nur; Salam, Abdul; Abdullah, Asadi; Tuwo, Mustika
Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 6 No. 2 (2024): VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v6i2.52571

Abstract

Community service has been carried out regarding aseptic technical training in an effort to reduce microbial contamination among Pleurotus ostreatus oyster mushroom farmers in Labakkang District, Pangkep Regency. The service was carried out in front of eastern mushroom farmers, groups of women and teenagers in Bara Batu village, Labakkang District, Pangkep Regency. In service activities, demonstrations and training are carried out on the use of aseptic methods in transferring fungal spores into mushroom bags, sanitation techniques for rooms and equipment used. The public is very enthusiastic about learning aseptic techniques in mushroom seed management to avoid rot damage to the mushroom growing media. This training activity was carried out face to face at the eastern mushroom business premises. This activity was attended by 50 people consisting of oyster mushroom farming groups, teenagers, Biology students from FMIPA Hasanuddin University. The method of service activities carried out is the delivery of scientific material and direct practice. From the results of the activities, training participants have knowledge about aseptic techniques to reduce contamination for oyster mushroom farmers so that the success rate of oyster mushroom harvesting can increase compared to before. ABSTRAK Telah dilakukan pengabdian masyarakat tentang pelatihan teknis aseptis dalam upaya mengurangi kontaminasi mikroba pada petani jamur tiram Pleurotus ostreatus di Kecamatan Labakkang Kabupaten Pangkep. Pengabdian dilakukan dihadapan petani jamur timur ,kelompok ibu-ibu dan remaja  di desa Bara Batu Kec.Labakkang Kabupaten Pangkep. Dalam kegiatan pengabdian di lakukan demontrasi dan pelatihan  penggunan metode aseptis dalam memindahkan spora jamur ke dalam baglog jamur, teknik sanitasi terhadap ruangan dan peralatan yang digunakan. Masyarakat sangat antusias untuk mempelajari Teknik aseptis didalam pengelolaan pembenihan jamur untuk menghindari kerusakan kebusukan dari media tumbuh jamur.  Kegiatan pelatihan ini  dilakukan dengan tatap muka langsung di tempat usaha jamur timur. Kegiatan ini diikuti oleh 50 orang yang terdiri dari kelompok tani jamur tiram , remaja , mahasiswa Biologi FMIPA Universitas Hasanuddin.  Metoda kegiatan pengabdian yang dilakukan adalah penyampaian materi ilmiah dan praktek langsung. Dari hasil kegiatan peserta pelatihan mempunyai pengetahuan tentang Teknik aseptis untuk mengurangi kontaminasi pada petani jamur tiram sehingga tingkat keberhasilan panen jamur tiram dapat meningkat dari sebelumnya.
Pelatihan Manajemen Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Kabupaten Bandung: (Tourism Management and Creative Economy Training in Bandung Regency) Agustina Setiawan; Titin Rohayatin; Iing Nurdin; Widuri Wulandari Wulan
Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 6 No. 1 (2024): VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v6i1.52959

Abstract

Villages in Bandung Regency have the opportunity to realize tourism management and a creative economy. However, until now not all villages in Bandung Regency have been able to make this happen. This training aims to increase the knowledge of village government officials in tourism management and the creative economy. The implementation method is by providing material on tourism management and the creative economy, management training and workshops on tourism management and the creative economy, and Focus Group Discussions (FGD) with village government officials related to tourism management and the creative economy throughout Bandung Regency. As a result of the FGD, it was found that there are still several villages that have potential but have not been able to develop into tourist villages or realize a creative economy. This is due to the limited budget, knowledge, and infrastructure of the village. For this reason, further training is needed on the same theme. Keywords:  Management; Creative Economy; Village Government   Keywords:  Management; Creative Economy; Village Government ABSTRAK Desa yang ada di Kabupaten Bandung memiliki peluang untuk mewujudkan manajemen pengelolaan pariwisata dan ekonomi kreatif. Namun, sampai saat ini  belum seluruhnya desa di Kabupaten Bandung dapat mewujudkannya. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan aparatur pemerintah desa dalam manajemen pariwisata dan ekonomi kreatif. Metode pelaksanaan yaitu dengan cara pemberian materi tentang manajemen pariwisata dan ekonomi kreatif, pelatihan pengelolaan/ workshop manajemen pariwisata dan ekonomi kreatif dan Focus Group Discussion (FGD) dengan para aparatur pemerintah Desa terkait manajemen pariwisata dan ekonomi kreatif se-Kabupaten Bandung. Hasil dari FGD, ditemukan masih ada beberapa desa yang memiliki potensi, namun belum mampu untuk dikembangkan menjadi desa wisata, ataupun mewujudkan ekonomi kreatif. Hal ini dikarenakan keterbatasan anggaran, pengetahuan, dan infrastruktur dari desa. Untuk itu, diperlukan pelatihan lanjutkan dengan tema yang sama.
Healthy Healthy Living Behavior Training as an Effort of Type 2 Diabetes Mellitus Problems: Healthy Living Behavior Training as an Effort of Type 2 Diabetes Mellitus Problems Michael Vallery Loueis Tumbol; Kevin Pascoal; Indra Lalangpuling
Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 6 No. 1 (2024): VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v6i1.53055

Abstract

In North Sulawesi, the prevalence of diabetes mellitus based on a doctor's diagnosis at the age of 15 years is 2.3%, this is higher than the national figure of only 2%, while the prevalence of diabetes mellitus based on a doctor's diagnosis at the age of 15 years in the Minahasa district is 2.29 %. This figure shows that only around 25% of diabetes sufferers are aware that they have diabetes. (Riskesdas, 2018). Kalasey Dua is a village in Mandolang District, Minahasa Regency. The aim of this community service is to improve and apply knowledge and skills to the community as well as form/develop independent community groups in healthy lifestyle patterns in controlling blood sugar. Community service activities for type 2 DM sufferers include counseling and health checks (blood pressure, cholesterol, blood sugar, weight/height), forming partner community groups and monitoring health status for the next three months. The results of this activity, which were evaluated for three months, were that the community had been able to implement healthy living behavior in controlling blood sugar, which included the habit of consuming vegetables and fruit and limiting the consumption of fried foods and meat, doing exercise, reducing smoking and alcohol, regularly taking medication and monitoring blood sugar, and avoid stress. The results of blood sugar, cholesterol, blood pressure and body mass index examinations showed improvements towards normal values. ABSTRAK Di Sulawesi Utara, prevalensi diabetes melitus berdasarkan diagnosis dokter pada umur 15 tahun sebesar 2,3%, angka ini lebih tinggi dari angka nasional yang hanya 2%, sedangkan prevalensi diabetes melitus berdasarkan diagnosis dokter pada umur 15 tahun di daerah kabupaten Minahasa sebesar 2,29%. Angka ini menunjukkan bahwa baru sekitar 25% penderita diabetes yang sadar dirinya menderita diabetes. (Riskesdas, 2018). Kalasey Dua merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa. Tujuan pengabdian masyarakat (pengabmas) ini adalah untuk meningkatkan dan menerapkan ilmu pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat serta membentuk/mengembangkan kelompok masyarakat yang mandiri dalam pola perilaku hidup sehat dalam mengendalikan gula darah. Jenis kegiatan pengabmas penderita DM tipe 2 adalah penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan (tekanan darah, kolesterol, gula darah, berat/tinggi badan) pembentukan kelompok masyarakat mitra dan pemantauan status kesehatan selama tiga bulan ke depan. Hasil dari kegiatan ini adalah masyarakat telah mampu menerapkan perilaku hidup sehat dalam mengendalikan gula darah yang meliputi kebiasaan mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan dan membatasi konsumsi gorengan dan daging, melakukan olahraga, mengurangi rokok dan miras, rutin minum obat dan memantau gula darah, serta menghindari stress. Hasil pemeriksaan gula darah, kolesterol, tekanan darah, indeks massa tubuh menunjukkan perbaikan ke arah nilai normal.
Pendampingan tata kelola program dan layanan di Klinik Esther PKBI Sulawesi Utara: Assistance of Program and Service Governance in Esther Clinic of North Sulawesi PKBI North Sulawesi Angela Fitriani Clementine Kalesaran; Chreisye Kardinalia Fransisca Mandagi; Desi
Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 6 No. 1 (2024): VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v6i1.53449

Abstract

Patient satisfaction is very important in the services of a clinic, and for this reason, good management and governance is needed. The implementation of good clinical governance needs to be supported by competent and skilled resources, especially in terms of program and service management at the clinic. Therefore, a community partnership programme was carried out in the form of mentoring with the aim of providing increased knowledge and skills for clinic staff and creating a better management system. The method used is assistance for clinical staff in the form of coordination meetings, workshops, and mediation with related parties where necessary, as well as assistance in developing a better governance system. This activity was carried out for 6 months, from April 2023 to September 2023, with various stages from preparation and implementation to the final stage, namely reporting and dissemination of the results of the activity. The results obtained were an increase in the knowledge and skills of clinical staff as well as better implementation of programmes and service management from partners than before. It is hoped that the programme and service management assistance provided at the Esther PKBI Clinic in North Sulawesi can have a positive impact on partner staff, patients, and the community in general so as to achieve the provision of reliable and innovative health services.
Meningkatkan Pengetahuan Ibu mengenai Gizi Seimbang untuk Balita: Pengalaman Pengabdian Masyarakat di Kabupaten Minahasa Utara: Increased Maternal Knowledge on Balanced Nutrition for Toddlers: A Community Service Experience in North Minahasa Regency Yulianty Sanggelorang; Kaisar Rompas; Lafita Gobel; Valenia Kereh; Marcella Manoppo; Christa Bidara; Jelsy Anggela; Avelina da Gomez; Regina Manangkot; Sefanya Katanga
Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 5 No. 2 (2023): VIVABIO:Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v5i2.53691

Abstract

The nutritional issues in Indonesia remain a significant concern, particularly in the context of child nutrition, which can serve as an obstruction to their physical and cognitive development. Nutritional problems are attributed to various factors, with maternal knowledge of nutrition being one of the diverse determinants. The objective of this community service activity is to enhance maternal knowledge to proactively address nutritional challenges in toddlers, drawing upon the principles of a balanced nutritional guideline. The implementation method of this activity is through health counselling held at the Wineru Village Head’s Office in North Minahasa Regency on July 28, 2023. This health counselling session is specifically targeted at mothers with toddlers, as, in general, this demographic represents a key group for childcare in Indonesia. The assessment of maternal knowledge concludes with the distribution of supplementary feeding in the form of biscuits and milk to all attending participants. Data analysis using a paired t-test indicates a significant difference in the average scores before and after the counselling session (p-value <0.05). Therefore, it can be concluded that this counseling activity has been successful in effectively enhancing knowledge, and it is hoped that this increased awareness will be applied by participants in their daily practices.   ABSTRAK Permasalahan gizi di Indonesia masih menjadi isu yang signifikan. Masalah gizi pada anak dapat menjadi faktor yang menghambat perkembangan fisik dan kognitif mereka. Masalah gizi disebabkan oleh berbagai faktor yang beragam, salah satunya pengetahuan ibu tentang gizi. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, ibu guna mencegah masalah gizi pada balita, dengan merujuk pada sepuluh pedoman gizi seimbang. Metode pelaksanaan kegiatan ini yaitu penyuluhan yang diadakan di Kantor Hukum Tua Desa Wineru Kabupaten Minahasa Utara pada tanggal 28 Juli 2023. Sesi penyuluhan ini ditujukan khusus kepada ibu-ibu yang memiliki baita kerena secara umum di Indonesia, kelompok ini merupakan kelompok kunci untuk perawatan anak. Kegiatan diakhiri dengan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa biskuit dan susu kepada seluruh peserta yang hadir. Analisis data menggunakan uji-t berpasangan menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada rata-rata kelompok sebelum dan setelah penyuluhan (p-value <0.05). oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kegiatan penyuluhan ini berhasil dengan baik dalam meningkatkan pengetahuan, dan diharapkan bahwa peningkatan pengetahuan ini dapat diterapkan oleh peserta dalam praktik sehari-hari.

Page 10 of 15 | Total Record : 150