cover
Contact Name
Nasaruddin
Contact Email
nasarhb@gmail.com
Phone
+6285242574293
Journal Mail Official
jtajdid@gmail.com
Editorial Address
LP2M Institut Agama Islam Muhammadiyah Bima, Gedung Lantai III, Jln. Anggrek No. 16 Ranggo NaE Kota Bima NTB, Telp. 0374-44646, Fax. 0373-45267
Location
Kota bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan
Published by IAI Muhammadiyah Bima
ISSN : 25498983     EISSN : 26146630     DOI : https://doi.org/10.52266/tadjid
TAJDID merupakan jurnal pemikiran keislaman dan kemanusiaan. Frekuensi penerbitan dilakukan sebanyak 2 (dua) kali dalam setahun setiap bulan April dan Oktober oleh LP2M IAI Muhammadiyah Bima. TAJDID akan menyajikan ide-ide yang up to date disertai dengan solusi-solusi yang relevan seputar pemikiran keislaman dan kemanusiaan. Terlepas dari itu, secara tehknisnya bahwa TADJID hadir untuk mempermudah penulis, peneliti, mahasiswa, guru bahkan stakeholder lainnya yang berkepentingan akan teori-teori yang relevan yang dapat dijadikan sebagai bahan rujukan/referensi secara luas. TAJDID berkomitmen kuat akan selalu hadir sebagai solusi dalam konteks pengembangan keilmuan dibidang keagamaan dan kemanusiaan (sosial).
Articles 226 Documents
PEMIKIRAN K.H. AHMAD DAHLAN TENTANG PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS AL-QURAN Setiyani, Tri Wulan Maulis; Tentiasih, Septyana
Tajdid Vol 9 No 1 (2025): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v9i1.4061

Abstract

Penelitian ini mengkaji pemikiran K.H. Ahmad Dahlan mengenai pendidikan karakter berbasis Al-Qur'an serta relevansinya dalam sistem pendidikan Islam modern. Fokus utama penelitian ini adalah bagaimana konsep pendidikan karakter yang diusung Ahmad Dahlan mampu membentuk individu yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki moralitas tinggi dalam menghadapi tantangan globalisasi dan era digital. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pemikiran Ahmad Dahlan dalam merancang sistem pendidikan yang mengintegrasikan ilmu agama dengan ilmu pengetahuan umum. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), di mana data diperoleh dari berbagai sumber literatur terkait. Analisis dilakukan menggunakan teknik analisis konten guna memahami secara mendalam implementasi pemikiran Ahmad Dahlan dalam pendidikan karakter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep pendidikan karakter menurut Ahmad Dahlan menitikberatkan pada integrasi nilai-nilai Al-Qur’an dengan pendidikan umum, guna mencetak individu yang religius, berakhlak, serta adaptif terhadap perkembangan zaman. Model pendidikan ini dapat diimplementasikan melalui pembelajaran berbasis nilai, penguatan pendidikan moral, dan program ekstrakurikuler berbasis Islam. Dengan demikian, pemikirannya tetap relevan dalam membangun sistem pendidikan Islam yang komprehensif dan berorientasi pada pembentukan karakter unggul.
TRIKOTOMI FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM DI TENGAH DINAMIKA LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM KONTEMPORER Hidayat, Fahri Hidayat
Tajdid Vol 9 No 1 (2025): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v9i1.4131

Abstract

Dinamika lembaga pendidikan Islam kontemporer menunjukkan perkembangan yang kompleks. Diversifikasi ideologi keagamaan melahirkan keragaman ideologi pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akar filsafat pendidikan Islam dari ideologi-ideologi yang berkembang dalam praksis kelembagaan pendidikan Islam. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa meskipun terjadi keragaman dari sisi ideologi pendidikan Islam pada praksis kelembagaan pendidikan Islam kontemporer seperti tradisionalisme, puritanisme, modernisme, tradisionalisme progresif, vokasionalisme, dan populisme Islam, akan tetapi akar filsafat pendidikan Islam dari semua ideologi yang ada tetap berakar pada trikotomi filsafat pendidikan Islam, yaitu (1) religius-konservatif, yang berorientasi mempertahankan nilai-nilai tradisi. Aliran ini terdiri dari varian konservatif-tradisional dan konservatif puritan. (2) religius-rasional, yang mengintegrasikan ilmu agama dan ilmu umum. Aliran ini terdiri dari varian modernisme, tradisionalisme-progresif, dan islamisme. (3) pragmatis-intrumental, yang menekankan fungsi praktis dalam kehidupan. Aliran ini terdiri dari varian vokasionalisme dan populisme Islam. Kata Kunci: filsafat pendidikan Islam, trikotomi pendidikan Islam, lembaga pendidikan Islam kontemporer.
KONSEP MODEL PEMBELAJARAN ANI-LBL DALAM MERESPON PROBLEMATIKA PAI DI PERGURUAN TINGGI Hamidah, Ani Mar'atul; Ahid, Nur
Tajdid Vol 9 No 1 (2025): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v9i1.4158

Abstract

The core issue in Islamic Religious Education at the university level lies in the gap between learning content and the contextual needs of students from diverse educational backgrounds. This misalignment weakens the internalization of Islamic values in real life. This article introduces the ANI-LBL learning model as an innovative conceptual response. ANI stands for Analytical Content, Normative Knowledge, and Interdisciplinary Approach, emphasizing the integration of critical thinking, normative values, and interdisciplinary approach. Combined with Life Based Learning (LBL), this model connects learning to students’ real-life experiences. The study employs a descriptive qualitative approach, using observation and literature review as data collection techniques. The integration of the ANI-LBL model gives the learning syntax results: orientation, analytical content, normative knowledge, interdisciplinary approach, information processing, information delivery and discussion, evaluation and feedback. This concept is expected to serve as an initial framework for developing contextual and holistic PAI learning designs in higher education institutions.
KONSEP AL-QUR'AN TENTANG BIRRUL WALIDAIN: KEWAJIBAN DAN PENGHORMATAN KEPADA ORANG TUA Safrudin, Moh; Nasaruddin, Nasaruddin
Tajdid Vol 9 No 1 (2025): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v9i1.4159

Abstract

Birrul walidain merupakan prinsip etika Islam yang menekankan pentingnya berbuat baik dan menghormati orangtua. Al-Qur'an secara tegas memerintahkan umat Islam untuk senantiasa berbakti kepada kedua orangtua, sebagai bagian integral dari keimanan kepada Allah. Artikel ini bertujuan mengkaji konsep birrul walidain berdasarkan ayat-ayat Al-Qur’an, serta menganalisis posisi birrul walidain sebagai kewajiban moral dan keagamaan. Penelitian ini juga mengeksplorasi dimensi sosiologis dari nilai birrul walidain dalam masyarakat Muslim, khususnya dalam konteks perubahan sosial dan tantangan modernitas. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah studi kepustakaan dengan pendekatan tafsir tematik (maudhu’i) dan analisis sosiologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa birrul walidain bukan hanya sekadar etika sosial, melainkan kewajiban syar’i yang berdampak pada struktur sosial, keharmonisan keluarga, dan ketahanan budaya masyarakat
DAKWAH TANPA POLARISASI: ETIKA KOMUNIKASI LINTAS AGAMA HABIB HUSEIN JA’FAR DALAM KONTEN YOUTUBE PODCAST LOGIN Aziza, Fathia Salsabilla; Khotimah, Khusnul; Mustain, Mustain
Tajdid Vol 9 No 1 (2025): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v9i1.4162

Abstract

Dakwah komunikasi lintas agama memiliki tantangan besar dalam menghindari polarisasi yang memicu pertikaian umat beragama. Polarisasi sering kali memperkeruh dialog antaragama dan memicu ketegangan sosial. Artikel ini mengkaji, bagaimana Habib Ja’far dalam menerapkan prinsip dan etika komunikasi Islami dalam dakwah lintas agama, seperti: qawlan maysuran (penuturan yang sederhana), qawlan sadida (penuturan sesuai kenyataan), qawlan ma’rufa (penuturan penuh kebijaksanaan), qawlan karima (penuturan yang bermartabat), qawlan layyina (penuturan yang penuh kelembutan), dan qawlan baligha (penuturan yang berkesan). Penelitian ini menggunakan analisis semiotika C.S Pierce berupa simbol dan ikon etika komunikasi lintas agama Habib Ja’far pada platform Youtube podcast Login. Teknik penulisan menggunakan teknik deksriptif kualitatif dalam mendapatkan data, kemudian pengumpulan data menggunakan pengamatan dan pendokumentasian, dan data tersebut dianalisis menggunakan analisis semiotika Charles. Pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce menjadi pendekatan analisis dalam memperdalam tanda sebagai representasi peristiwa, objek dan kondisi.
PENDIDIKAN KARAKTER ABAH GURU SEKUMPUL: STUDI RELASI KUASA ABAH GURU SEKUMPUL DENGAN KELOMPOK TAREKAT SAMMANIYAH Kurnia PS, Alaika M. Bagus; Muvid, Muhamad Basyrul; Nashrullah, Muhammad Iqbal; Huda, Saihul Atho Alaul
Tajdid Vol 9 No 1 (2025): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v9i1.4164

Abstract

Penelitian ini berangkat dari kegundahan akademik mengenai sosok ulama sentral yang mampu mempengaruhi hampir mayoritas masyarakat banjar. Sehingga penelitian ini bersifat fenomenologi, dengan melakukan pendekatan penelitian kualitatif. Adapun teknik pengambilan data pada penelitian ini ialah dengan melakukan observasi aktif, wawancara terbuka, hingga dokumentasi. Sehingga hasil penelitian ini memberikan dua garis besar dalam memahami bagaimana relasi kuasa sebagai pisau analisisnya. Yaitu fase keraton sebagai pengumpulan modal untuk membentuk strategi relasi kekuasaan, fase kedua ialah fase sekumpul, sebagai pengatur ritme kewilayahan, peta demografi, pengembangan akhlak, hingga persebaran ajaran akhlak. Sehingga posisi Abah Guru Sekumpul juga mampu menjadi keluarga ditengah-tengah masyarakat, ayah bagi para murid tarekatnya, dan teman sejawat bagi warga Sekumpul dan Banjarmasin pada umumnya.
PERGESERAN NILAI PENDIDIKAN ISLAM DI KALANGAN GENERASI Z Hidayat, Andi; Fadli, Subhan; Dja’far, Abu Bakar
Tajdid Vol 9 No 1 (2025): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v9i1.4177

Abstract

Penulisan penelitian ini bermaksud memberikan Gambaran tentang pergeseran nilai Pendidikan Islam di SMK Paramarta khususnya kelas X ( sepuluh ), sekolah SMK Paramarta menarik diteliti dikarenakan daya Tarik sekolah dengan siswa siswa yang multikultural serta mempunyai visi misi yang luar biasa serta fasilitas sekolah yang memadai, selain itu sekolah SMK Paramarta didukung oleh guru- guru yang kompeten dibidang. Perlu diketahui dizaman teknologi informasi seperti sekarang ini, perubahan sosial yang begitu cepat membuat siswa siswi khususnya Generasi Z mengalami banyak tantangan serta peluang. Tantangan yang dimaksud adalah bagaimana mereka dihadapkan dengan pengaruh – pengaruh sosial media sehingga terjadi banyak pergeseran bahkan penyimpangan khususnya dalam nilai Pendidikan islam. Oleh karena itu sebagai praktisi Pendidikan islam penulis merasa tertarik meneiliti ini sehingga nanti terdapat Gambaran serta Solusi bagaimana menangani pergeseren nilai Pendidikan islam dikalangan generasi Z. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode kualtitatif, yang mana metode kualitatif penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi objek alamiah, dimana peneliti merupakan instrumen kunci, Sumber data penelitian sendiri yaitu primer dan sekunder, data primer adalah data yang peniliti dapat sumber informan langsung dan data sekunder adalah data yang dihasilkan dari sumber kedua baik. Hasil Penelitian yaitu bagaimana generasi Z mudah melakukan pergeseran Nilai – nilai Pendidikan islam, mulai mereka meninggalkan shalat lima waktu, bergaul atau berpacaran padahal mereka sudah tahu tidak ada pacarana dalam Islam, masih ada sikap tidak hormat kepada guru dan teman, disisi lain mereka percaya dengan Allah namun mereka masih tidak menjalankan tugas kewajiban sebagai Muslim. Namun hal tersebut diatas direspon dengan cepat oleh pihak sekolah dengan Solusi dan program-program yang terarah, seperti pembinaan karakter, mengaji rutin, shalat dhuha berjamaah serta shalat Zuhur berjamaah dan lainnya.
IMPLEMENTASI KONSEP MAQAMAT DALAM MATERI TASAWUF PADA SISWA MADRASAH ALIYAH NEGERI (MAN) INSAN CENDEKIA PASURUAN Fatmawati, Lailil; Soleh, Achmad Khudori
Tajdid Vol 9 No 1 (2025): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v9i1.4217

Abstract

Implementasi Konsep Maqamat dalam Materi Tasawuf pada Siswa Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia Pasuruan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi konsep maqamat dalam pembelajaran materi tasawuf di Madrasah Aliyah Negeri (MAN). Konsep maqamat merupakan bagian integral dari studi tasawuf yang menggambarkan tingkat-tingkat spiritualitas dalam perjalanan menuju Tuhan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kualitatif dengan teknik observasi dan wawancara terhadap guru-guru dan siswa-siswa di MAN Insan Cendekia Pasuruan. yang telah mengikuti pembelajaran tasawuf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi konsep maqamat dalam pembelajaran tasawuf di MAN Insan Cendekia Pasuruan melibatkan pendekatan holistik yang mencakup teori dan praktik spiritual. Guru-guru tasawuf menggunakan pendekatan yang beragam untuk mengajarkan maqamat, termasuk ceramah, diskusi kelompok, dan praktik langsung. Siswa-siswa menunjukkan pemahaman yang beragam terhadap konsep ini, dengan beberapa menunjukkan kemampuan untuk menerapkan prinsip-prinsip maqamat dalam kehidupan sehari-hari mereka. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman lebih lanjut tentang bagaimana konsep-konsep kompleks seperti maqamat dapat diintegrasikan dalam kurikulum pendidikan agama Islam di MAN. Insan Cendekia Pasuruan.
KOMPARASI METODE DAKWAH DARUL ARQAM DAN DAKWAH MASJID NABAWI: RELEVANSI DALAM KONTEKS DAKWAH MODERN Ainudzaky, Muhammad Ainudzaky; Zuhdi Dh, Achmad
Tajdid Vol 9 No 1 (2025): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v9i1.4228

Abstract

Islamic preaching has various strategies and methods that are adapted to the social, cultural and challenging contexts of the times. Two interesting approaches to study are the Darul Arqam da'wah applied in the early period of Islam in Makkah and the Prophet's Mosque da'wah which developed after the hijrah to Medina. This research discusses the characteristics of Darul Arqam's da'wah, the characteristics of the Prophet's Mosque's da'wah, and the comparison between the two and their relevance to da'wah today. This research uses a qualitative-descriptive method based on literature study with a historical approach. This research results in the conclusion that the Darul Arqam Da'wah focuses on exclusive coaching within a limited scope to build the faith and mental resilience of the people amidst the pressure of the Quraysh. Meanwhile, the preaching of the Prophet's Mosque is more open and inclusive, accommodating various social, educational, and governmental aspects in forming a harmonious Medina society. Both da'wah have relevance in modern da'wah, especially in the context of fostering Muslim communities amid the challenges of globalization.
TRADISI PERNIKAHAN DENGAN WANITA BERSTATUS JANDA MATI DI MASYARAKAT KECAMATAN HARUYAN Ardiansyah, Ardiansyah
Tajdid Vol 9 No 1 (2025): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v9i1.4231

Abstract

Perkawinan adalah ikatan lahir batin antara pria dan wanita untuk membentuk keluarga bahagia yang kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Dalam Islam, aturan mengenai perkawinan telah diatur secara rinci, termasuk rukun, syarat, dan larangannya. Namun, di sebagian masyarakat Kecamatan Haruyan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, terdapat tradisi khusus, yaitu larangan bagi pasangan suami istri untuk langsung hidup bersama setelah akad nikah dan resepsi, khususnya jika mempelai wanita berstatus janda mati. Penelitian ini menggunakan metode observasi dan wawancara dengan beberapa anggota masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larangan ini dilandasi oleh kepercayaan adat untuk menghindari musibah yang diyakini pernah terjadi dalam perkawinan sebelumnya. Meskipun dalam hukum Islam tidak terdapat larangan seperti ini, keluarga pihak perempuan tetap memegang adat tersebut sebagai bentuk kehati-hatian. Namun, dari sudut pandang hukum Islam, adat ini tidak termasuk dalam ‘urf yang dapat dijadikan dasar hukum, dan bahkan berpotensi menimbulkan masalah baru. Islam sendiri memandang tujuan utama pernikahan adalah menciptakan kehidupan baru yang harmonis secara sosial dan kultural. Kata Kunci: pernikahan, janda mati, ‘urf