cover
Contact Name
Betna Dewi
Contact Email
jurnalilmiahpharmacy@gmail.com
Phone
+6281385092734
Journal Mail Official
jurnalilmiahpharmacy@gmail.com
Editorial Address
LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT SEKOLAH TINGGI KESEHATAN AL-FATAH BENGKULU Alamat : Jl.Indra Giri Gang 3 Serangkai Padang Harapan Bengkulu Telp : 0736-27508 Email : jurnalilmiahpharmacy@gmail.com Website : http://jurnal.stikesalfatah.ac.id/index.php/jiphar
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pharmacy
ISSN : 24068071     EISSN : 26158566     DOI : https://doi.org/10.52161/jiphar
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Pharmacy menerima tulisan ilmiah berupa jurnal hasil penelitian di bidang ilmu Farmasi
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 1 (2026)" : 17 Documents clear
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK UMBI BAWANG DAYAK (Eleutherine bulbosa (Mill) Urb) DENGAN ETANOL 96% TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes dharmayanti, luky
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v13i1.934

Abstract

Jerawat merupakan masalah kulit yang umum dialami remaja hingga dewasa, dengan salah satu penyebab utamanya adalah infeksi bakteri Propionibacterium acnes. Terapi yang banyak digunakan saat ini adalah antibiotik topikal, namun pemakaian jangka panjang dapat menimbulkan resistensi. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pengobatan berbahan alam yang aman dan memiliki aktivitas antibakteri. Umbi bawang dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb) diketahui mengandung senyawa flavonoid dan alkaloid yang berpotensi sebagai antibakteri alami. Penelitian ini merupakan studi eksperimental dengan menggunakan ekstrak etanol umbi bawang dayak pada konsentrasi 4%, 8%, dan 12%. Uji efektivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi kertas cakram terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak pada semua konsentrasi mampu membentuk zona hambat. Peningkatandaya hambat terlihat seiring bertambahnya konsentrasi, dengan konsentrasi 12% menunjukkan aktivitas paling tinggi. Kesimpulannya, ekstrak umbi bawang dayak memiliki potensi sebagai sumber antibakteri alami yang dapat dikembangkan lebih lanjut untuk pencegahan maupun pengobatan jerawat. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengeksplorasi mekanisme kerja, efektivitas pada konsentrasi lain, serta keamanan penggunaannya.
PEMBUATAN MINUMAN TEH DAUN KOPI ARABIKA (Coffea arabica) DENGAN PENAMBAHAN GULA PALEM SEBAGAI PEMANIS Novia, Devi
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v13i1.928

Abstract

Daun Kopi Arabika (Coffea arabica) mengandung antioksidan tinggi dan senyawa mangiferin yang bermanfaat dalam menurunkan risiko diabetes serta penyakit jantung. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan Daun Kopi Arabika (Coffea arabica) sebagai minuman teh herbal fungsional dengan penambahan gula palem sebagai pemanis alami.Penelitian dilakukan dengan formula F0, F1, F2, F3 yang merupakan kombinasi daun kopi dan gula palem dalam berbagai perbandingan. Evaluasi mutu berupa uji organoleptik, uji fisik (kadar air dan kehalusan serbuk), uji kimia (pH), dan uji hedonik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun kopi arabika dapat diolah menjadi sediaan dengan penambahan gula palem. Formula F0 paling disukai dari segi warna dan bentuk, F1 dari segi aroma, dan F3 dari segi rasa. Evaluasi sediaan teh daun kopi arabika dengan variasi konsentrasi (F0, F1, F2, F3) terdapat perbedaan warna, aroma, rasa dan bentuk
ANALISIS BIBLIOMETRIK STUDI RESISTENSI ASPIRIN alifiar, ilham
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v13i1.950

Abstract

Stroke adalah suatu gangguan pada otak dimana terjadi penyumbatan pada pembuluh darah di otak. Penyumbatan ini diantaranya diakibatkan karena adanya agregasi platelet di pembuluh darah, sehingga salah satu terapi yang diberikan adalah pemberian antiplatelet untuk mencegah terjadinya agregasi ini. Namun dalam praktek di lapangan, seringkali terjadi stroke ulangan pada pasien yang mendapatkan antiplatelet sehingga muncul istilah resistensi aspirin. Analisis bibliometrik, ini bertujuan untuk membuat peta tren penelitian terkait dengan resistensi aspirin. Visualisasi hasil review menggunakan alat bantu biblioshiny untuk memperlihatkan data terkait tren tersebut. Data diambil dari database penelitian pubmed, dengan batasan data yang berasal dari penelitian sepuluh tahun terakhir, artikel yang berisi review diekslusikan. Kata kunci yang digunakan adalah resistensi aspirin dan penelusuran data dilakukan pada bulan Oktober 2023. Dari penelusuran data, didapatkan artikel yang berjumlah 76 yang berasal dari 68 publisher dan jumlah penulis sebanyak 663 orang.  Jurnal cardiovaskular and drug therapy serta jurnal Clinical And Apllied Thrombosis/Hemostasis menjadi jurnal paling banyak mengeluarkan publikasi dengan masing-masing empat jurnal. Sedangkan Anxin Wang menjadi penulis dengan jumlah artikel terbanyak yaitu enam artikel. Dari artikel yang terkumpul, didapatkan juga katakunci terkait resistensi aspirin yaitu manusia, laki-laki dan Perempuan, serta kata usia yang paling banyak muncul. dari review yang dilakukan. Tren penelitian paling mutakhir terkait resistensi aspirin adalah penelitian pada Wanita hamil dan orang dewasa muda. Penyajian data menggunakan biblioshiny dapat memberikan pandangan baru terkait dengan penelitian resistensi aspirin.
Peran Nutraseutikal sebagai Terapi Pendukung dalam Pengelolaan Gejala Asma: Tinjauan Literatur Syakri, Syamsuri
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v13i1.905

Abstract

Di era modern ini, asma tetap menjadi penyakit pernapasan kronis yang signifikan yang mempengaruhi jutaan orang di seluruh dunia, dengan keterbatasan dalam terapi farmakologis saat ini akibat efek samping danpenurunan kepatuhan. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran nutraseutikal berbasis tumbuhan sebagai terapi tambahan untuk pengelolaan gejala asma dengan menganalisis studi eksperimentalterbaru. Ulasan ini dilakukan menggunakan artikel penelitian asli yang diterbitkan antara tahun 2019 dan 2025,yang bersumber dari PubMed, ScienceDirect, ResearchGate, Google Scholar, dan Publish or Perish. Kriteria inklusi berfokus pada studi yang menyelidiki aktivitas farmakologis tanaman obat terkait asma menggunakan model in vitro, in vivo, dan in silico. Sebanyak 23 spesies tumbuhan dari berbagai famili telah dianalisis, termasuk Matricaria chamomilla, Datura stramonium, Atropa belladonna, Polygala spp., Carapichea ipecacuanha, Mimosa pudica, dan anggota famili Asteraceae. Temuan menunjukkan bahwa tanaman- tanaman ini memiliki mekanisme multi-target yang relevan dengan pengurangan gejala asma, termasuk efek anti-inflamasi, antioksidan, imunomodulator, bronkodilator, mukolitik, dan pelindung epitel. Senyawa bioaktif utama seperti flavonoid, alkaloid, saponin, polifenol, terpenoid, dan siklotida diidentifikasi sebagai kontributor efek-efek ini melalui jalur molekuler seperti NF-?B, MAPK, JAK/STAT, PI3K/AKT, dan TLRs. Meskipun sebagian besar bukti berasal dari model praklinis, konsistensi hasil biologis menunjukkan potensi kuat untuk penerapan klinis. Studi lebih lanjut diperlukan untuk menstandarkan ekstrak, memvalidasi profil keamanan, dan melakukan uji klinis pada manusia untuk mengintegrasikan nutraseutikal ini ke dalam manajemen asma berbasis bukti.KATA KUNCI: Asma, nutraseutikal, tanaman obat
GAMBARAN PENGETAHUAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA MASYARAKAT KELURAHAN MOLINOW KECAMATAN KOTAMOBAGU BARAT Gonibala, Alfiana Pramasita
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v13i1.941

Abstract

Penggunaan antibiotik yang tidak tepat masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat karena dapat meningkatkan risiko resistensi bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan masyarakat Kelurahan Molinow, Kecamatan Kotamobagu Barat, tentang penggunaan antibiotik. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif dan pendekatan cross sectional.Penelitian dilakukan pada bulan November 2025 hingga Januari 2026 dengan melibatkan 100 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tertutup dan dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan antibiotik masih tergolong kurang dengan persentase jawaban benar sebesar 52,9%. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa diperlukan upaya edukasi kesehatan yang berkelanjutan untuk meningkatkan penggunaan antibiotik yang rasional.
PERSPEKTIF MANAJEMEN FARMASI DALAM PENGEMBANGAN PRODUK HERBAL : EVALUASI POTENSI ANTIOKSIDAN SENYAWA FENOLIK DAN FLAVONOID EKSTRAK DAUN JERUK BALI (CITRUS MAXIMA MERR.): handayany, gemy nastity
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v13i1.931

Abstract

Daun jeruk bali (Citrus maxima Merr.) adalah tanaman endemik Indonesia yang memiliki potensi besar sebagai sumber antioksidan alami. Tanaman ini kaya akan senyawa bioaktif, terutama senyawa fenolik dan flavonoid, yang berperan penting dalam melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi senyawa fenolik dan flavonoid dalam ekstrak daun jeruk bali sebagai antioksidan, serta mengkaji aspek manajerial dalam pengembangan produk herbal berbasis ekstrak daun jeruk bali dalam industry farmasi. Ekstraksi dilakukan using metode maserasi, diikuti dengan analisis kandungan senyawa melalui spektrofotometri. Hasil analisis menunjukkan bahwa ekstrak daun jeruk bali mengandung total fenolik sebanyak 1194,24 ± 94,55 mg GAE/g ekstrak dan flavonoid sebesar 169,14 ± 19,62 mg QE/g ekstrak. Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH dan CUPRAC memberikan hasil yang signifikan, masing-masing sebesar 1,23 ± 0,00411 AAE mg/g ekstrak dan 288,96 ± 11,33 AAE mg/g ekstrak. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak daun jeruk bali memiliki potensi antioksidan yang kuat. Selain itu, perspektif manajemen farmasi sangat penting dalam mengembangkan strategi produksi produk herbal berbasis daun jeruk bali untuk memaksimalkan kegunaannya sebagai bahan baku dalam produk kesehatan seperti suplemen atau ramuan herbal.. Evaluasi ini memberikan wawasan mengenai pentingnya pengelolaan rantai pasok bahan baku herbal, pengendalian kualitas, dan regulasi dalam produksi obat herbal berbasis bahan alam.
UJI EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN PAKIS SAYUR (Diplazium esculentum (Retz) Sw TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Lestari, Gina
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v13i1.927

Abstract

Daun pakis sayur (Diplazium esculentum (Retz) Sw. adalah tumbuhan yang hidup liar dan banyak dikonsusmsi sebagai sayuran dan bermanfaat untuk meredakan sakit kepala, nyeri akibat luka, demam, mengatasi disentri, gangguan pencernaan, diare, pembengkakan kelenjar, serta berbagai infeksi kulit. Tumbuhan ini memiliki kandungan senyawa sebagai antibakteri seperti flavonoid, alkaloid, tanin dan saponin.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas antibakteri ekstrak etanol 96% daun pakis sayur (Diplazium esculentum (Retz) Sw. dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Uji efektifitas antibakteri ini menggunakan metode difusi kertas cakram dengan diameter 6 mm menggunakan konsentrasi 20%, 60% dan 80% dan antibiotik Clindamycin 300 mg sebagai kontrol positif.Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol 96% daun pakis sayur (Diplazium esculentum (Retz) Sw. dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus mendapatkan hasil terbaik pada konsentrasi 80% dengan rata-rata zona hambat 17,53 mm termasuk kategori kuat dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05) terhadap kelompok uji melnunjukkan telrdapat pelrbeldaan yang sangat nyata antara rata-rata diameltelr zona hambat dari seltiap kellompok pelrlakuan.
PENGARUH PEMBERIAN SALEP EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa Oleifera L.) TERHADAP PROSES PENYEMBUHAN LUKA ULKUS DIABETIKUM PADA TIKUS WISTAR JANTAN Wijaya, Hasty Martha; Zulfa, Elsa Maulida; Setyoningsih, Heni; Sari, Dessy Erliani Mugita
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v13i1.915

Abstract

Ulkus diabetikum merupakan salah satu penyakit komplikasi kronik dari diabetes mellitus tipe 2. Gentamisin merupakan obat golongan antibiotik yang dapat digunakan dalam penyembuhan luka. Daun Kelor (Moringa oleifera L.) mengandung senyawa kimia yang terdiri dari flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin yang dapat menyembuhkan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian salep ekstrak daun kelor terhadap penyembuhan ulkus diabetikum pada tikus putih jantan galur wistar. Tikus putih jantan galur wistar dibagi menjadi 5 kelompok. K1 merupakan kontrol negatif vaselin album, K2 merupakan kontrol positif salep Gentamisin, P1 kelompok salep ekstrak daun kelor dosis 7,5%, P2 kelompok salep ekstrak daun kelor dosis 15%, dan P3 kelompok salep ekstrak daun kelor  dosis 30%. Skrining fitokimia ekstrak kering daun kelor positif mengandung senyawa kimia flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin. Pengamatan hari terakhir P3 memiliki persentase penyembuhan 70%, P2 memiliki persentase penyembuhan 65%, dan P1 memiliki persentase penyembuhan 50%. Uji statistika Post Hoc Tukey salep ekstrak daun kelor didapatkan K2 (salep gentamisin) tidak memiliki perbedaan yang signifikan dengan P3 (konsentrasi 30%) dengan nilai p>0,05 dengan hasil signifikansi  p = 0,128 yang berarti bahwa P3 (konsentrasi 30%) memiliki efek yang setara dengan salep gentamisin dalam menyembuhkan ulkus diabetikum pada tikus putih jantan galur wistar.
KONSELING APOTEKER MENINGKATKAN LUARAN TERAPI PASIEN DMT2 : SEBUAH STUDI EKSPERIMENTAL DI RUMAH SAKIT TIPE B TAHUN 2025 Pratama, Rina; Sandiutami, Ni Made Dwi; Yantih, Novi; Amin, Lukman Zulkifli
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v13i1.932

Abstract

Evaluasi komprehensif diperlukan untuk menambahkan bukti klinis yang berdampak pada peningkatan implementasi konseling Apoteker di Indonesia. Penelitian ini menganalisis pengaruh konseling apoteker terhadap luaran terapi pasien Diabete Melitus Tipe 2 (DMT2) yaitu skor pengetahuan, kepatuhan, nilai Glukosa Darah Puasa (GDP), Glukosa Darah Post Prandial (GDPP) dan kualitas hidup. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan menyertakan 60 partisipan pada periode Desember 2024 – Juni 2025. Intervensi yang diberikan berupa konseling apoteker dengan media leaflet dan video edukasi. Skor pengetahuan, kepatuhan dan kualitas hidup dikumpulkan berturut-turut menggunakan kuesioner DMT2 Knowledge Questionaire (DKQ), MMAS-8, EQ-5D-5L, sedangkan hasil GDP dan GDPP dikumpulkan dari rekam medis pasien. Data dikumpulkan sebelum intervensi dan 1 bulan setelah intervensi. Analisis dilakukan menggunakan uji t-test tidak berpasangan dan regresi linier. Kelompok intervensi dibandingkan kelompok kontrol secara signifikan memiliki rata-rata skor pengetahuan lebih tinggi (+6,163), rerata nilai kepatuhan lebih tinggi (+1,135), rerata nilai GDP dan GDPP lebih rendah ( berturut-turut -53,520 dan -80,018) serta rerata nilai kualitas hidup yang lebih tinggi (+0,089) (p <0,001). Hasil analisis multivariat menunjukkan usia memengaruhi skor pengetahuan dan kepatuhan pasien DMT2 (p <0,05). Konseling apoteker meningkatkan luaran terapi pasien DMT2 dan secara konsisten berdasarkan hasil analisis multivariat ditemukan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap luaran terapi pasien (p <0,001).
Uji Aktivitas Sediaan Gel Berbasis Ekstrak Daun Kayu Manis (Cinnamomum burmannii) sebagai Agen Antiinflamasi pada Model Tikus Putih Jantan dengan Induksi Karagenan Kasmadi, Fathnur Sani; Putri, Azelia; Pratiwi, Puspa Dwi; Humaryanto, Humaryanto; Ekaputri, Tia Wida
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v13i1.917

Abstract

Inflamasi merupakan mekanisme pertahanan fisiologis tubuh yang berperan dalam membatasi perluasan kerusakan jaringan, menekan pertumbuhan mikroorganisme patogen, serta memfasilitasi proses perbaikan jaringan yang mengalami cedera akibat suatu kondisi patologis. Proses ini tergolong respon biologis normal sebagai bagian dari sistem proteksi tubuh. Salah satu tanaman yang diketahui memiliki aktivitas dalam penyembuhan luka adalah daun kayu manis, yang dilaporkan mengandung berbagai metabolit sekunder yaitu fenolik, flavonoid, saponin, steroid, dan tanin yang berkontribusi dalam modulasi proses inflamasi. Formulasi ekstrak daun kayu manis dalam bentuk gel bertujuan untuk meningkatkan penetrasi zat aktif kejaringan target serta memberikan efek pendingin (cooling effect) yang mendukung proses penyembuhan inflamasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi aktivitas antiinflamasi sediaan gel ekstrak daun kayu manis serta menentukan konsentrasi yang paling optimal dalam menghasilkan efek terapeutik. Metode yang digunakan adalah penelitian eksperimental dengan desain post test only control group. Kelompok perlakuan dibagi menjadi 5 yaitu kontrol positif, kontrol negatif, formula I (ekstrak 2,5%), formula II (ekstrak 5%, dan formula III (ekstrak 10%) yang diaplikasikan secara topikal pada area punggung tikus yang telah diinduksi dengan karagenan 1%. Perlakuan dilakukan selama 4 hari parameter yang diamati berupa volume eksudat dan profil diferensiasi leukosit dalam darah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi gel ekstrak daun kayu manis dengan konsentrasi 10% memberikan aktivitas antiinflamasi paling optimal yang dibuktikan dengan mampu menurunkan volume eksudat. Efektivitas terbaik di tunjukkan dengan nilai persen inhibisi inflamasi pada kosentrasi 10% adalah sebesar 89,47%.

Page 1 of 2 | Total Record : 17