cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
PENGARUH HIDROTERAPI MINUM AIR PUTIH TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH PENDERITA DIABETES MELLITUS Karyani , Cipta Citra; Harefa, Evi Martalinda
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.26126

Abstract

Diabetes Mellitus adalah penyakit gangguan metabolik yang dapat diidentifikasi dengan semakin tingginya kadar gula di dalam darah yang diakibatkan oleh berkurangnya hormon insulin dan menurunnya hormon insulin dalam tubuh. Penanganan yang bisa dilakukan untuk menjaga keseimbangan glukosa darah pasien adalah dengan memberikan terapi komplementer. Terapi komplementer adalah berbagai terapi alami yang digunakan untuk meningkatkan kesehatan, penyembuhan dan kesejahteraan dan melengkapi perawatan medis yang berfokus pada penyakit. Hidroterapi minum air putih merupakan salah satu terapi komplementer yang dapat diberikan pada pasien diabetes mellitus untuk mengendalikan kadar glukosa darahnya. Konsumsi air putih bermanfaat dalam membantu proses pembuangan semua racun di dalam tubuh termasuk gula berlebih. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh hidroterapi minum air putih terhadap kadar gula darah sewaktu. Metode penelitian yang digunakan adalah quasy experimental dengan pendekatan nonequivalent control group design. Pada desain ini terdapat dua kelompok yaitu kelompok intervensi dan kelompok control yang dipilih secara tidak random. Kelompok intervensi diberi perlakuan berupa pemberian hidroterapi minum air putih sedangkan kelompok control tidak diberi perlakuan. Hasil penelitian diperoleh nilai p value 0,000 dimana nilai p < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian hidroterapi minum air putih terhadap kadar gula darah sewaktu pada pasien. Apabila seseorang melakukan hidroterapi minum air putih dengan teratur dapat memberikan dampak positif terhadap penurunan kadar glukosa darah dan membantu dalam proses pengeluaran zat-zat kimia di dalam tubuh.
HUBUNGAN PAPARAN ASAP ROKOK DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA LANSIA Roza, Sefta; Nopriani, Yora
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut WHO (2023), diperkirakan 1,28 miliar orang dewasa berusia 30 – 79 tahun di seluruh dunia menderita hipertensi. Faktor-faktor yang menjadi penyebab penyakit hipertensi antara lain faktor keturunan, berat badan, diet, alkohol, rokok, obat-obatan dan faktor lain. Merokok merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan tekanan darah baik akibat penggunaan rokok secara langsung atau akibat terpapara asap rokok dari penggunanya. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan paparan asap rokok dengan kejadian hipertensi pada lansia di Puskesmas Kisam Tinggi Tahun 2023. Metode penelitian menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah semua lansia yang ada di wilayah kerja Puskesmas Kisam Tinggi dengan jumlah sampel sebanyak 73 responden. Pengambilan sampel dengan menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian didapatkan analisis univariat diketahui sebagian besar responden berisiko tinggi terpapar asap rokok sebanyak 40 responden (54,8%), responden mengalami hipertensi sebanyak 38 responden (52,1%). Analisis bivariat uji Chi-Square didapatkan nilai p value = 0,002 < ? (0,05) hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan paparan asap rokok dengan kejadian hipertensi di Puskesmas Kisam Tinggi Tahun 2023. Saran diharapkan tenaga kesehatan khususnya perawat di Puskesmas Kisam Tinggi lebih meningkatkan lagi pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya merokok yang dapat meningkatkan berbagai macam penyakit salah satunya hipertensi.
PENGARUH GERAKAN SHALAT DHUHA DAN GERAKAN CALF RAISE TERHADAP FLEKSIBILITAS MUSCULUS GASTROCNEMIUS PADA USIA PRODUKTIF Jufri, Sabri; Masriadi, Masriadi; Gobel, Fatmah Afrianty
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.26128

Abstract

Cedera otot betis (musculus gastrocnemius) biasanya terjadi ketika seseorang tiba-tiba menggerakkan otot betis secara berlebihan setelah beridam diri dengan waktu yang cukup lama atau dengan lompatan yang jauh. Hal ini dikarenakan adanya ketegangan otot betis yang tidak fleksi (lentur). Otot betis yang tertarik parah dapat menyebabkan robekan sebagian atau bahkan seluruhnya. Otot betis yang robek parah memerlukan pembedahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gerakan shalat dhuha dan calf raise terhadap fleksibilitas musculus gastrocnemius pada usia produktif. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu dengan rancangan one group design pretest-postest  terhadap pengaruh gerakan shalat dhuha dan gerakan calf raise pada usia produktif, dan masing-masing kelompok dilakukan intervensi selama 7 hari, dengan jumlah total responden sebanyak 44 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive Sampling yaitu Teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu sesuai yang dikehendaki peneliti. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan fleksibilitas musculus gastocnemius setelah pemberian intervensi shalat dhuha 2 rakaat (p 0,00 < 0,05), ada pengaruh yang signifikan setelah pemberian intervensi gerakan calf raise  (p 0,00 < 0,05). Kesimpulannya: dengan demikian pengaruh shalat dhuha dan gerakan calf raise dapat meningkatkan fleksibilitas otot betis sehingga risiko cedera dan rasa nyeri pada otot betis (musculus gastrocnemius) dapat diminimalisir.
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEKAMBUHAN GASTRITIS DI KLINIK PRATAMA HESTI SEHAT PALEMBANG Nursalinri, Nursalinri; Ari Wiryansyah, Oscar
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.26132

Abstract

Gastritis atau dyspepsia sering dikenal oleh masyarakat sebagai maag atau penyakit lambung adalah kumpulan gejala yang dirasakan sebagai nyeri ulu hati. Orang yang terserang penyakit ini biasanya sering mual, muntah, rasa penuh, dan rasa tidak nyaman. Upaya untuk meminimalisasi bahaya tersebut  dapat dilakukan melalui peningkatan kesadaran masyarakat tentang hal-hal yang dapat menyebabkan penyakit gastritis, misalnya makan makanan pedas dan asam, stres, mengonsumsi alkohol dan kopi berlebihan, merokok, dan mengomsumsi obat penghilang nyeri dalam jangka panjang. Meskipun kekambuhan dapat dicegah dengan obat namun dengan mengurangi faktor penyebabnya dapat memperkecil kemungkinan terjadinya kekambuhan. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kekambuhan gastritis di Klinik Pratama Hesti Sehat Palembang. Metode penelitian menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah semua pasien yang mengalami kekambuhan gastritis di Klinik Pratama Hesti Sehat Palembang dengan jumlah sampel sebanyak 84 responden. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan merokok dengan kekambuhan gastritis (?=0,000). Ada hubungan stress dengan kekambuhan gastritis (?=0,000). Ada hubungan makanan pedas dengan kekambuhan gastritis (?=0,002). Ada hubungan konsumsi obat-obatan dengan kekambuhan gastritis (?=0,019). Saran diharapkan hasil penelitian ini dapat digunakan dalam menangani pasien gastritis akut dan kronis,dan dapat menjadi bahan masukan dalam pengaturan pola makan, manajemen stres dan penggunaan obat-obatan pada pasien gastritis
PERAN KELUARGA DALAM MENGENDALIKAN KADAR GLUKOSA DARAH LANSIA DENGAN DIABETES MELLITUS Nurjannah, Nurjannah; Maryati, Sri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.26134

Abstract

Data statistik dari Organisasi Internasional Diabetes Federation (IDF) memperkirakan sedikitnya terdapat 463 juta orang pada usia 20-79 tahun di dunia menderita diabetes pada tahun 2019 atau setara dengan angka prevalensi sebesar 9,3% dari total penduduk pada usia yang sama. Dukungan keluarga sangat besar pengaruhnya terhadap peningkatan harga diri pasien. Keluarga yang memahami tentang penyakit DM semakin mengerti bagaimana dalam menyediakan diet DM sesuai aturan untuk keluarga yang menderita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran keluarga dalam mengendalikan kadar glukosa darah lansia pada anggota keluarga dengan diabetes mellitus. Peneliti akan melakukan analisa data kualitatif berdasarkan dengan temuan di lapangan. Jumlah sampel partisipan/informan dalam penelitian ini adalah 7 orang, 3 keluargayang memiliki lansia dengan diabetes melitus lansia dan 3 pasien nya di wilayah Puskesmas Pengarayandan 1 key informan. Hasil yang diperoleh didapatkan 7 tema yaitu: (1) motivasi keluarga dalam penyembuhan penyakit., (2) fasilitas yang mendukung kesembuhan pasien, (3) pengaturan diet DM oleh keluarga, (4) hambatan dalam mencapai kesembuhan, (5) pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan keluarga, (6) jadwal pemberian obat kepada pasien, (7) penjadwalan latihan fisik pada pasien. Saran untuk peneliti selanjutnya  bisa  menambahkan  key  informan  lain  seperti dokter spesialis penyakit dalam serta perawat khusus yang memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang perawatan pasien diabetes melitus.
PENGARUH TERAPI AKTIFITAS KELOMPOK STIMULASI PERSEPSI: HALUSINASI TERHADAP KEMAMPUAN KONTROL HALUSINASI PASIEN GANGGUAN MENTAL ORGANIK Subandriyo, Ferry; Fatmawati, Atikah; Ariyanti, Fitria Wahyu
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.26151

Abstract

Halusinasi adalah salah satu gejala gangguan mental organik yang paling umum dan paling sering muncul. Hal ini terjadi kerena adanya disfungsi dari sel otak. Selain terapi obat, terapi modalitas berupa terapi aktivitas kelompok merupakan terapi utama untuk mengatasi masalah halusinasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh terapi aktivitas kelompok stimulasi persepsi: halusinasi terhadap kemampuan pasien gangguan jiwa organik dalam mengendalikan halusinasi. Metode dalam penelitian ini adalah pra-eksperimental dengan desain one-group pretest-posttest. Populasinya adalah seluruh pasien gangguan jiwa organik dengan manifestasi klinis halusinasi, dan dengan menggunakan teknik purposive sampling didapatkan jumlah sampel sebanyak 30 responden. Analisis data menggunakan uji t berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata kemampuan responden dalam mengendalikan halusinasinya sebelum dilakukan terapi aktivitas kelompok adalah 2,77, sedangkan setelah dilakukan terapi aktivitas kelompok, nilai rata-rata responden mencapai 3,50. Hasil uji statistik diperoleh p-value sebesar 0,000 yang berarti terdapat pengaruh stimulasi persepsi terapi aktivitas kelompok: halusinasi terhadap kemampuan pasien gangguan jiwa organik dalam mengendalikan halusinasi. Dengan TAK stimulasi persepsi: halusinasi, pasien dilatih untuk mempersepsikan stimulus yang disediakan atau stimulus yang pernah dialami. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan RS Radjiman Wediodiningrat terus berupaya meningkatkan standar pelayanan keperawatan dengan menerapkan terapi aktivitas kelompok sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ada dan selalu mengevaluasi risiko yang timbul selama pelaksanaannya.  Selain itu, perlu juga dilakukan peningkatan kemampuan perawat dalam melakukan TAK yang sesuai dengan kebutuhan pasien, agar hasil yang diperoleh dapat optimal.
HUBUNGAN PERAN IBU DENGAN PENCAPAIAN TERAPI PADA ANAK AUTISME DI RS RADJIMAN WEDIODININGRAT Mujiadi, Mujiadi; Abadi, Yemima Primayu; Prastya, Anndy; Sari, Ike Prafita
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.26160

Abstract

Memiliki anak dengan autis merupakan beban yang berat bagi orang tua, karena dituntut untuk selalu terbiasa menghadapai peran yang berbeda dari sebelumnya untuk membantu mencapai target terapi anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa hubungan antara peran ibu dengan pencapaian terapi anak dengan autisme di RS Radjiman Wediodiningrat. Metode penelitian ini adalah analitik korelasi, dengan desain cross sectional, dengan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 38 orang ibu yang mempunyai anak dengan autisme. Penentuan responden sesuai dengan kriteria inklusi yang sudah ditetapkan yakni ibu yang mempunyai anak dengan autism yang menjalani terapi secara rutin di poli spesialis RS Radjiman Wediodiningrat. Dalam penelitian ini variable Independenya peran ibu dan variable dependennya pencapaian terapi. Hasil analisa menunjukkan 26 orang (68,4%) menunjukkan peran ibu pada anak dengan autisme dalam kategori baik, dan 28 orang (73,7%) menunjukkan pencapaian terapi pada anak dengan autisme tercapai. Berdasarkan uji Korelasi Spearman didapatkan hasil p = 0,000 (p < 0,05), dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara peran ibu dengan pencapaian terapi pada anak dengan autisme di Poli Sub Spesialis Anak Remaja RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang. Dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,888 yang berarti terdapat hubungan positif sangat kuat antara peran ibu dengan pencapaian terapi. Disimpulkan bahwa dengan hasil penelitian ini ibu dapat melakukan peran yang sesuai sehingga mampu mendorong pencapaian terapi anak dengan autisme. Seorang ibu perlu diberikan penghargaan karena tindakan tersebut merupakan suatu intervensi yang sangat suportif.
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI PADA LIMBAH HANDSCOON PETUGAS LABORATORIUM DI RSUD X Novitasari , Lilis; Mahtuti, Erni Yohani; Basyarrudin, Muhammad
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.26162

Abstract

Limbah handscoon merupakan jenis limbah medis padat termasuk jenis limbah bahan berbahaya racun (B3) dengan kategori limbah infeksius (limbah yang terkontaminasi organisme pathogen). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui macam macam bakteri pada limbah handscoon petugas laboratorium RSUD (X). Jenis penelitiaan deskriptif kualitatif, dilakukan pada bulan Juli-Agustus pemeriksaan di Laboratorium STIKes Maharani Malang. Populasi petugas laboratorium patologi klinik dan mikrobiologi. Sampel limbah handscoon sebanyak 10 sampel, masing masing laboratorium sebanyak 5 sampel. Teknik sampling yaitu purposive sampling. Pemeriksaan bakteri dilakukan dengan kultur sampel media Nutrient agar dan untuk identifikasi dengan pewarnaan gram, uji biokimia meliputi uji: uji Fermentasi karbohidrat, uji TSIA, uji Sc, Uji SIM, Uji Katalase dan uji antibotik dengan metisilin. Hasil Penelitian pada hasil uji pewarnaan Gram didapatkan Gran Positif dan uji biokimia: 7 isolat didapatkan bakteri Staphylococcus aureus dengan hasil uji gula -gula (glukosa dan mannitol) positif dan uji katalase positif. 1 isolat didapatkan bakteri Clostridium botulinum dengan hasil uji glukosa positif dan laktosa negative, sitrat (negative), gas (+/-). Serta 2 isolat bakteri Bacillus cereus dengan hasil uji glukosa, maltose, sukrosa (positif), mannitol dan laktosa (negative), sitrat (negatif), indol (negative). Hasil uji antibiotic dengan methisilin didapatkan Staphylococcus aureus resisten terhadap dengan tidak terbentuknya zona hambat pada media. Kesimpulan yang didapatkan adalah bakteri pathogen yaitu bakteri Staphylococcus aureus, Clostridium botulinum, Bacillinus cereus.
ANALISIS FAKTOR BELUM TERLAKSANANYA RETENSI DAN PEMUSNAHAN REKAM MEDIS DI PUSKESMAS PURWOKERTO TIMUR II Tirta Nadi, Danu; Eka Putri, Meliana
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.26176

Abstract

Pasal 9 Permenkes RI Nomor 269 Tahun 2008 menyatakan bahwa Rekam medis pada fasilitas pelayanan kesehatan non rumah sakit harus disimpan sekurang-kurangnya dua tahun sejak tanggal pasien terakhir menerima perawatan medis, rekam medis yang tidak memiliki fungsi dan nilai guna dapat dimusnahkan. Puskesmas Purwokerto Timur II merupakan Puskesmas yang belum pernah melaksanakan kegiatan retensi dan pemusnahan rekam medis, tujuan penelitian menganalisis faktor penyebab belum dilaksanakannya retensi dan pemusnahan rekam medis di Puskesmas Purwokerto Timur II berdasarkan unsur manajemen 5M. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan analisa kualitatif. Hasil penelitian menunjukan faktor 5M penyebab belum terlaksananya retensi dan pemusnahan rekam medis yaitu faktor man: pendidikan terakhir petugas sudah sesuai dengan standar profesi rekam medis namun petugas belum pernah mengikuti pelatihan mengenai retensi dan pemusnahan rekam medis. Faktor mehtode: tidak adanya SPO pemusnahan dan perlu melakukan pembaruan SPO retensi rekam medis. Faktor material: tidak adanya jadwal retensi arsip, tidak tersedianya ruang khusus dan rak penyimpanan rekam medis inaktif. Faktor machine: tidak tersedianya alat pemusnahan rekam medis dan alat scanner khusus untuk retensi rekam medis inaktif. Faktor money: tidak adanya rencana anggaran untuk kegiatan retensi dan pemusnahan rekam medis. faktor penyebab belum terlaksananya retensi dan pemusnahan rekam medis di Puskesmas Purwokerto Timur II disebabkan oleh personal faktor man, methode, material, machine dan money sehingga Puskesmas Purwokerto Timur II perlu mengadakan pelatihan mengenai retensi dan pemusnahan rekam medis, membuat dan memperbarui SPO, membuat jadwal retensi arsip, mengadakan ruang dan rak penyimpanan inaktif, mengadakan alat scanner dan alat pemusnahan rekam medis serta membuat rencana anggaran.
ANALISIS PERSEPSI ORANG TUA PADA VAKSINASI RUTIN ANAK SELAMA PANDEMI COVID 19 Ambarwati, Kusmayra; Agistina, Santi; Sangadji, Ismail
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.26182

Abstract

Imunisasi merupakan upaya untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian anak. Masa pandemi COVID 19 membatasi setiap kegiatan sosial. Berbagai upaya dilakukan, langkah-langkah kontrol dan pencegahan termasuk pembatasan pergerakan (lockdown) mengakibatkan terganggunya layanan perawatan kesehatan termasuk imunisasi rutin. Hal ini juga terjadi di Indonesia, dimana pembatasan sosial ini berdampak pada penurunan angka imunisasi karena keengganan orang tua ke fasilitas kesehatan. Sehingga angka cakupan imunisasi rutin menurun dan banyak anak tidak divaksin lengkap. Studi ini bertujuan untuk mengetahui persepsi ibu terkait pelaksanaan vaksinasi rutin pada anak. Metode yang digunakan dalam peneliatan ini adalah campuran/ mixed-method dengan strategi eksplanatoris skuensial. Responden penelitian ini adalah 578 ibu dan sepuluh  narasumber ibu dan tenaga kesehatan. Analisis yang dilakukan adalah uji deskriptif sederhana (untuk data kuantitatif) dan verifikasi analisis dari hasil wawancara untuk memperkaya dan mendukung hasil uji kuantitatif. Pengumpulan dan validasi data menggunakan kuesioner dan wawancara; divalidasi dengan verifikasi; triangulasi  dan dokumentasi.Hasil analisis menunjukkan bahwa mayoritas ibu masih memiliki persepsi yang kurang baik terhadap pelaksanaan vaksinasi dengan latar belakang ketidaktahuan, merasa nyaman tidak divaksin dan ketakutan ke fasilitas kesehatan.Banyaknya faktor pene nyu yang berkaitan dengan pengetahuan, informasi dan keyakinan ibu, menunjukkan perlunya adanya dukungan langsung. Perlu adanya sosialisasi dan edukasi yang menyeluruh hingga tingkat rumah tangga agar ibu tahu dan lebih percaya diri dalam melakukan vaksinasi rutin.