cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI CLAY MASK KOMBINASI DAUN PEGAGAN (CENTELLA ASIATICA L) DAN DAUN AFRIKA (VERNONIA AMYGDALINA DEL) TERHADAP STAPHYLOCOCCUS AUREUS Sari, Putri Indah; Suleman, Abdul Wahid; Patti, Seliana
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.26198

Abstract

Daun pegagan (Centella asiatica L) dan daun afrika (Vernonia amygdalina Del) telah diidentifikasi mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, tanin dan saponin yang memiliki potensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi ekstrak etanol daun pegagan dan daun afrika dapat di formulasikan menjadi sediaan clay mask yang stabil secara fisik dan kimia dan dapat menghambat bakteri Staphylococcus aureus. Metode penelitian ini merupakan eksperimental laboratorium, dengan membuat formulasi sediaan clay mask kombinasi ekstrak etanol daun pegagan dan daun afrika dengan berbagai konsentrasi yaitu Formula 1 (2,5%:7,5%), Formula 2 (5%:5%), Formula 3 (7,5%:2.5%), Formula 0 (tanpa ekstrak), Kontrol Positif (clay mask whitelab), kemudian dilakukan evaluasi sediaan yaitu berupa uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, viskositas, cycling test dan uji aktivitas antibakteri.  Hasil penelitian pada uji evaluasi sediaan, didapatkan hasil bahwa baik Formula 1 (2,5%:7,5%), Formula 2 (5%:5%) dan Formula 3 (7,5%:2.5%) stabil secara fisik dan kimia sedangkan pada uji aktivitas antibakteri hasil yang didapatkan pada Formula 1 (2,5%:7,5%) sebesar 15,58 mm ±0.39, Formula 2 (5%:5%), sebesar 15.01 mm ± 0.15, Formula 3 (7.5%:2.5%) sebesar 15.15 mm ± 0.38, Kontrol Positif sebesar 15.77 mm ± 0.89, Kontrol Negatif tidak memiliki zona hambat.  Kesimpulan penelitian ini sediaan clay mask kombinasi ekstrak etanol daun pegagan dan daun afrika memiliki aktivitas sebagai antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dengan konsentrasi yang paling efektif yaitu pada Formula 1 (2,5%:7,5%) dengan zona hambat sebesar 15.58 mm ±0.39 termasuk kategori kuat.
PENGARUH METODE PENYULUHAN AUDIOVISUAL TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERILAKU KELUARGA DALAM PENCEGAHAN PENYAKIT TUBERKULOSIS Winarti, Eko; Roempoembo, Febry Y.Y
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.26209

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh metode penyuluhan audiovisual terhadap tingkat pengetahuan dan perilaku keluarga dalam pencegahan penyakit tuberkulosis menggunakan metode studi pustaka PRISMA. Rumusan masalah penelitian mencakup tiga pertanyaan utama. Pertama, apakah metode penyuluhan audiovisual efektif dalam meningkatkan pengetahuan keluarga tentang gejala, penularan, dan langkah-langkah pencegahan penyakit tuberkulosis? Kedua, bagaimana penggunaan metode penyuluhan audiovisual memengaruhi perilaku keluarga dalam menerapkan tindakan pencegahan tuberkulosis, seperti menjaga kebersihan diri, menghindari kontak dengan penderita TB, dan mengikuti program vaksinasi? Terakhir, apakah terdapat perbedaan efektivitas antara metode penyuluhan audiovisual dengan metode penyuluhan lainnya, seperti pendekatan pemberian informasi tertulis atau penyuluhan lisan, dalam meningkatkan pengetahuan dan perilaku keluarga terkait pencegahan penyakit tuberkulosis? Studi pustaka dilakukan dengan menggunakan metode PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan menyintesis bukti-bukti ilmiah yang relevan terkait efektivitas metode penyuluhan audiovisual dalam pencegahan penyakit tuberkulosis. Data yang diperoleh dari studi-studi yang dipilih kemudian dianalisis untuk menarik kesimpulan mengenai pengaruh metode penyuluhan audiovisual terhadap pengetahuan dan perilaku keluarga dalam pencegahan penyakit tuberkulosis. Kesimpulan dari studi pustaka ini diharapkan dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi pengembangan program-program pencegahan tuberkulosis di masyarakat.
PENERAPAN TEORI PERILAKU TERENCANA (THEORY OF PLANNED BEHAVIOR) DALAM MENGANALISIS KORELASI ANTARA HIGIENE PERSONAL DAN TINGGINYA KASUS KECACINGAN PADA IBU HAMIL Winarti, Eko; Serewy, Anthon Maikel
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.26210

Abstract

Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara praktik higiene personal pada ibu hamil dengan tingkat kecacingan, dengan menggunakan kerangka kerja Teori Perilaku Terencana (TPB). Pertanyaan penelitian yang diangkat adalah sebagai berikut: Apakah hubungan antara praktik higiene personal pada ibu hamil dengan risiko kecacingan, dan bagaimana faktor-faktor seperti pengetahuan, sikap, dan norma-norma sosial memengaruhi praktik higiene personal mereka? Sejauh mana Teori Perilaku Terencana dapat digunakan sebagai kerangka kerja untuk memahami dan menganalisis perilaku higiene personal pada ibu hamil, serta bagaimana penggunaannya dapat membantu merancang intervensi yang efektif untuk mengurangi kasus kecacingan pada populasi ini? Apa kesenjangan dalam penelitian literatur terkait hubungan antara higiene personal dan kecacingan pada ibu hamil, dan di mana letak peluang untuk penelitian lebih lanjut dalam memperdalam pemahaman tentang faktor-faktor yang memengaruhi perilaku higiene personal serta dampaknya terhadap risiko kecacingan pada ibu hamil? Tinjauan ini akan menggunakan metode Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) untuk mengidentifikasi dan menganalisis literatur yang relevan. Temuan dari tinjauan ini akan memberikan kontribusi dalam memahami interaksi kompleks antara praktik higiene personal, faktor psikososial, dan risiko kecacingan pada ibu hamil. Selain itu, tinjauan ini akan membantu dalam pengembangan intervensi yang ditujukan untuk meningkatkan perilaku higiene personal dan mengurangi kasus kecacingan pada populasi ibu hamil.
MONITORING DAN EVALUASI PENYELENGGARAAN STANDAR PROMOSI KESEHATAN RUMAH SAKIT DI RSUD ARIFIN ACHMAD PROVINSI RIAU Sastria, Meri Eka; Rany, Novita; Prabu, Dewi Hayati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.26211

Abstract

Dampak yang dapat terjadi apabila PKRS tidak dilaksanakan antara lain dapat menyebabkan meningkatnya jumlah pasien dengan perilaku yang tidak sehat yang mengarah pada tingginya angka kejadian penyakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk memonitoring dan evaluasi penyelenggaraan promosi kesehatan rumah sakit di unit promosi kesehatan Rumah Sakit RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Desain penelitian ini adalah desain penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Kegiatan residensi ini dilakukan di Unit Promosi Kesehatan Rumah  Sakit RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau dimulai tanggal 27 November 2023 sampai dengan 14 Desember, Informan penelitian didapat dengan teknik purposive sampling sebanyak 9 informan terdiri dari kepada kepala unit PKRS, staf PKRS, dan koordinator di salah satu Instalasi Rawat Inap yang ada di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Pengambilan data didapat dengan wawancara, observasi lapangan, dan telusur dokumen. Penentuan prioritas masalah menggunakan metode Urgency Seriousness Growth (USG). Hasil penelitian didapatkan belum terbentuknya organisasi PKRS yang sesuai PMK No 44 Tahun 2018 dan adanya SPO (Standar Prosedur Operasional) yang belum direvisi di unit PKRS, masih banyak SDM PKRS yang belum pelatihan, dan PPA banyak yang belum mengikuti pelatihan komunikasi efektif, monitoring evaluasi penyelenggaraan promosi kesehatan di Rumah Sakit yang belum optimal, belum lengkapnya sarana yang dibutuhkan menjadi kendala dalam kegiatan PKRS dan program kemitraan sudah ada dengan beberapa yayasan dan perkumpulan, tetapi belum berjalan. Kesimpulan implementasi PKRS di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan Menteri kesehatan dan fokus pada edukasi. Kegiatan utamanya meliputi penyuluhan dalam dan luar gedung, serta pengembangan media promosi kesehatan.
MENGITEGRASIKAN PRAKTIK REKAM MEDIS ELEKTRONIK (RME) UNTUK MELINDUNGI TANTANGAN MISFILE DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT “X” DI PEKANBARU Marzuki, Toto; Kiswanto, Kiswanto; Putri, Retno
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.26212

Abstract

Meskipun RME memberikan kemajuan yang signifikan, tantangan muncul ketika terjadi masalah misfile, yang mencakup ketidaksesuaian antara informasi yang dicari dan lokasi penyimpanan data yang sebenarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi integrasi praktik Rekam Medis Elektronik (RME) sebagai strategi melindungi staf instalasi farmasi dari risiko misfile di Instalasi Farmasi Rumah Sakit "X" di Pekanbaru. Metode penelitian adalah kualitatif eksploratif dengan menggunakan desain studi kasus. Penelitian dilakukan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit "X" di Pekanbaru pada November-Desember 2023. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 15 partisipan terdiri dari staf instalasi farmasi, staf farmasis dan petugas administrasi dan petugas rekam medis. Pemilihan partisipan dilakukan secara purposive sampling. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah panduan wawancara semi-struktur. Pengambilan data dengan metode wawancara mendalam, telusur dokumen dan observasi lapangan. Analisis data dilakukan dengan pendekatan tematik. Hasil menunjukkan peran krusial dukungan manajemen, sumber daya finansial, dan partisipasi staf dalam keberhasilan implementasi RME, meningkatkan efisiensi dan akurasi data di instalasi farmasi. Meskipun demikian, resistensi staf, keterbatasan infrastruktur teknologi, dan kompleksitas regulasi menjadi hambatan yang perlu diatasi. Temuan ini memberikan pandangan mendalam dan identifikasi faktor pendukung serta hambatan, memberikan landasan bagi manajemen rumah sakit untuk meningkatkan efektivitas sistem. Kesimpulan integrasi RME di insalasi farmasi Rumah Sakit "X" menunjukkan sejumlah faktor positif yang mendukung keberhasilan sistem. Dukungan aktif dari manajemen, sumber daya finansial yang memadai, dan partisipasi staf dalam proses integrasi menjadi kunci penting dalam meningkatkan efektivitas penerapan RME, hambatan-hambatan seperti resistensi terhadap perubahan, ketersediaan infrastruktur teknologi yang kurang memadai dan kompleksitas regulasi tetap menjadi tantangan yang perlu diatasi.
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS SEDIAAN SABUN PADAT TRANSPARAN FRAKSI ETIL ASETAT DAUN KERSEN (MUNTINGIA CALABURA L) TERHADAP STAPHYLOCOCCUS AUREUS Junita, Nurfitria; Aliah, Ahmad Irsyad
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.26213

Abstract

Kersen adalah tanaman yang banyak dijumpai di daerah tropis, diantaranya Indonesia. Daun kersen (Muntingia calabura L) mengandung berbagai jenis senyawa aktif salah satunya flavanoid sebagai antibakteri yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fraksi etil asetat daun kersen (Muntingia calabura L) dapat diformulasikan dalam sediaan sabun padat transparan dan mengetahui aktivitas antibakteri yang dihasilkan dalam sediaan sabun padat transparan fraksi etil asetat daun kersen (Muntingia calabura L) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratorium dengan ekstrak sampel menggunakan metode sokletasi dan fraksi etil asetat, lalu dibuat formulasi sediaan sabun padat transparan dengan konsentrasi 0,5(g), 1(g) dan 1,5(g) yang dievaluasi secara fisika dan kimia serta pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram. Evaluasi sediaan sabun transparan meliputi uji organoleptik, uji pH, uji tinggi busa, uji kekerasan, uji alkali bebas dan cycling test serta analisis data secara statistik menggunakan uji Oneway ANOVA yang dilanjutkan ke metode Kruskal-Wallis Test dan Mann-Whitney Test. Data hasil pengujian antibakteri sediaan sabun padat transparan fraksi etil asetat daun kersen (Muntingia calabura L) dari ketiga formula didapatkan zona hambat dengan diameter rata-ratanya konsentrasi 0,5(g) sebesar 24,6 mm,1(g) sebesar 25,5 mm dan 1,5(g) sebesar 26,5 mm dan termasuk kategori sangat kuat.  
ANALISIS HUBUNGAN PENGAWASAN TERHADAP SUBSTANDARD ACTION PADA PEKERJA DIVISI FABRIKASI DI PT X Al-Furqony, Muhamad Isa; Ernawati, Meirina; Ningtiyas, Shinta Feby
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.26274

Abstract

Kecelakaan kerja setiap tahunnya selalu mengalami peningkatan, terutama di sektor industri manufaktur. Kecelakaan kerja diartikan sebagai suatu kejadian yang tidak direncanakan dan tidak dikehendaki saat bekerja, dimana hal ini dapat terjadi baik pada pekerjaan formal maupun non formal. Kecelakaan kerja dapat disebabkan adanya beberapa faktor, seperti penyebab dasar dan penyebab langsung. Salah satu pekerjaan yang memiliki risiko tinggi terjadinya kecelakaan kerja adalah divisi fabrikasi. Kecelakaan kerja tersebut dapat terjadi karena kurangnya pengawasan saat bekerja serta adanya substandard action. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan faktor pengawasan terhadap substandard action pada pekerja divisi fabrikasi PT X. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancang bangun study cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pekerja divisi fabrikasi PT X yaitu sebanyak 30 pekerja. Sampel penelitian ini menggunakan teknik sampel total populasi sehingga sampel penelitiannya sebanyak 30 pekerja. Pengumpulan data dilakukan secara primer dan sekunder. Pengumpulan data primer menggunakan instrumen kuesioner penelitian untuk variabel pengawasan dan substandard action. Pengumpulan data sekunder menggunakan data profil perusahaan. Perhitungan data dilakukan menggunakan uji kontingensi koefisien dengan bantuan SPSS 21. Hasil uji kontingensi koefisien menunjukkan nilai sebesar 0,503 artinya terdapat hubungan yang kuat antara pengawasan terhadap substandard action. Sehingga hal ini membuktikan bahwa pengawasan memiliki hubungan terhadap substandard action.
HUBUNGAN PENGETAHUAN, POLA MAKAN DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KADAR GULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II Dewi, Mila Mustika; Apriza, Apriza; Kusumawati, Nila
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.26281

Abstract

Tingginya kejadian penyakit diabetes melitus tipe II menjadi ancaman serius bagi kesehatan global. Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2015, penyakit DM menduduki urutan ke empat dengan prevalensi 8,6%. Adapun penyebab tingginya prevalensi ini adalah kurangnya pengetahuan, kurang memperhatikan pola makan, dan kurangnya aktivitas fisik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan, pola makan dan aktivitas fisik dengan kadar gula darah pada penderita DM tipe II di Desa Kualu Wilayah Kerja UPT BLUD Puskesmas Tambang Kabupaten Kampar. Jenis penelitian ini adalah desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 10-17 November 2023. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh penderita DM tipe II di Desa Kualu Wilayah Kerja UPT BLUD Puskesmas Tambang Kabupaten Kampar dengan jumlah sampel 64 orang diperoleh menggunakan total sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner dan glukometer. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat dengan uji chi square pada tingkat kepercayaan 95% (0,05), maka didapatkan p value = 0,000 dan 0,045 (p ? 0,05). Sehingga dapat dinyatakan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan, pola makan dan aktivitas fisik dengan kadar gula darah pada penderita DM tipe II di Desa Kualu Wilayah Kerja UPT BLUD Puskesmas Tambang Kabupaten Kampar. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan penderita DM untuk lebih memperhatikan dan melaksanakan 4 pilar pengendalian DM.
PERUBAHAN PENGETAHUAN IBU DENGAN ANAK AUTIS TENTANG DIET BEBAS GLUTEN DAN KASEIN DI SLB N 1 BANTUL, D.I. YOGYAKARTA (DIY) Hasanah, Laeli Nur
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.26283

Abstract

Anak autis memiliki kebutuhan gizi khusus dibandingkan kebutuhan gizi anak normal pada umumnya yaitu diet bebas gluten dan bebas kasein karena saluran pencernaannya tidak dapat mencerna secara sempurna kedua zat gizi tersebut. Diet bebas gluten dan bebas kasein telah diteliti memiliki manfaat untuk mengurangi gangguan spektrum autis. Ibu memiliki peran penting dalam pemenuhan gizi untuk anak autis. Edukasi gizi yang tepat untuk anak autis pada orang tua dapat memberikan pemahaman asupan makan dan terimplementasi yang lebih baik sehingga dapat mendukung status gizi optimal untuk anak autis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi tentang diet bebas gluten dan bebas kasein terhadap pengetahuan ibu dengan anak autis di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Bantul, DIY. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain pre-post intervention study pada 37 ibu dengan anak autis di SLB N Bantul, DIY. Edukasi gizi menggunakan metode ceramah langsung menggunakan media PowerPoint (PPT) dan buku saku gizi untuk anak autis. Perubahan tingkat pengetahuan ibu sebelum dan setelah intervensi diukur menggunakan kuesioner. Subjek penelitian ini sebagian besar adalah ibu berusia sekitar 31-50 tahun dengan tingkat pendidikan lulusan perguruan tinggi dan berprofesi sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan gizi ibu tentang diet bebas gluten dan bebas kasein sebelum intervensi edukasi gizi adalah 66.2. Setelah intervensi edukasi gizi tentang diet bebas gluten dan bebas kasein untuk anak autis terdapat peningkatan rata-rata skor pengetahuan gizi ibu yaitu 83.2 atau naik sebesar  17 poin. Ada pengaruh pemberian edukasi gizi tentang diet bebas gluten dan bebas kasein terhadap pengetahuan gizi ibu dengan anak autis.
FAKTOR RISIKO YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN ISPA BERULANG PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BAITURRAHMAN KECAMATAN BAITURRAHMAN KOTA BANDA ACEH Indriana, Fina; Dilla Santi, Tahara; Arlianti, Nopa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.26319

Abstract

Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) adalah radang akut saluran pernapasan atas maupun bawah yang disebabkan oleh infeksi jasad renik atau bakteri, virus, maupun riketsia, tanpa atau disertai radang parenkim paru. ISPA menyumbang 16% dari seluruh jumlah kematian anak dibawah umur 5 tahun didunia sebesar 920.136 balita meninggal atau lebih dari 2.500 balita per hari. Prevalensi kasus ISPA di Indonesia Tahun 2021 yaitu sebesar 511.434 kasus, pada tahun 2018 - 2020terdapat 10%- 29% penemuan pneumonia balita. Di Banda Aceh Kasus ISPA pada balita tertinggi adalah di Puskesmas Baiturrahman. Menurut laporan Puskesmas Baiturrahman pada tahun 2022 sampai dengan bulan oktober penemuan penyakit ISPA sebanyak 154 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian ISPA Berulang pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Baiturrahman Kecamatan Baiturrahman Kota Banda Aceh tahun 2023. Desain penelitian ini dalam bentuk descriptive analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua balita yang mengalami ISPA Berulang di Wilayah Kerja Puskesmas Baiturrahman Kecamatan Baiturrahman Kota Banda Aceh sebanyak 154 balita. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara accidental sampling dengan penetapan jumlah sampel menggunakan rumus Slovin sehingga diperoleh sampel sebanyak 61 sampel. Pengumpulan data yang dilakukan dari tanggal 28 Juli – 04 Agustus 2023 dengan Hasil uji statistik menunjukan bahwa hasil analisis bivariat diperoleh bahwa ada hubungan antara kepadatan hunian p value = 0.005, pencemaran udara p value = 0.000, kelembaban p value = 0.008, pencahayaan p value = 0.019, status gizi p value = 0.010, pemberian ASI ekslusif p value = 0.002 dan jenis kelamin p value = 0.025 dengan kejadian ISPA Berulang pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Baiturrahman Kecamatan Baiturrahman Kota Banda Aceh tahun 2023n menggunakan kuesioner melalui wawancara. Analisis data menggunakan uji Chi-Square