cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
HUBUNGAN LINGKUNGAN FISIK RUMAH DAN PERILAKU KESEHATAN TERHADAP KEJADIAN TB PARU DI WILAYAH KEC. MAMASA, SULAWESI BARAT Pratama, Delfi Putra; Julyani, Sri; Rasfayanah, Rasfayanah; Nasruddin, Hermiaty; Anggita, Dwi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.26055

Abstract

Tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberkulosis yang sebagian besar menyerang paru-paru.Berdasarkan data organisasi kesehatan dunia (WHO, 2021) kasus Tuberkulosis di Indonesia menempati urutan kedua (9,2).Selain melalui droplet atau dahak yang ada di udara, Faktor lingkungan rumah yang tidak memenuhi syarat dan perilaku yang tidak sehat juga merupakan salah satu faktor risiko penyebaran Tuberkulosis.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Mengetahui hubungan lingkungan fisik rumah dan perilaku kesehatan terhadap kejadian TB paru di wilayah Kec.Mamasa, Sulawesi Barat. Penelitian observational analitik  dengan metode retrospektif untuk mendapatkan gambaran dengan mempelajari hubungan lingkungan fisik rumah dan perilaku terhadap kejadian TB paru di wilayah Kec.Mamasa, Sulawesi Barat. Sampel penelitian ini sebanyak 60 responden. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara luas ventilasi (p=o,033), Kepadatan hunian (p=0,037),Etika Batuk p=(0,001), Perilaku Merokok (p=0,001), Kebiasaan mencuci tangan (p=0,009) dan Perilaku tidur sekamar (p=0,004) dengan kejadian TB paru.Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara jenis lantai (p=0,085),0020Jendela (p=0,305), Perilaku membuka jendela (p=0,633), dan Perilaku memakai masker (p=0,757) dengan kejadian TB paru. Kesimpulan penelitian didapatkan faktor paling dominan yang menyebabkan tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Mamasa adalah Luas ventilasi, Kepadatan hunian, Etika batuk, Perilaku merokok, kebiasaan mencuci tangan dan Perilaku tidur sekamar (Kontak serumah).
ASESMEN KEGAWATDARURATAN PSIKIATRI MENGGUNAKAN PANSS-EC PADA PASIEN YANG DILAKUKAN RESTRAIN DAN ISOLASI DI RS RADJIMAN WEDIODININGRAT LAWANG Suryani, Dwi Santik; Mawaddah, Nurul; Suhartanti, Ika
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.26061

Abstract

Restrain dan isolasi sering kali dipandang negatif karena efek sampingnya. Namun pada implementasinya, jika dilakukan sesuai indikasi dan prosedur dapat menangani pasien dengan kondisi kegawatdaruratan psikiatri sehingga membantu dalam pemberian psikofarmaka. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektifitas restrain dan isolasi terhadap kondisi kegawatdaruratan psikiatri menggunakan PANSS-EC. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan rancangan Randomized Controlled Trial. Responden penelitian ini adalah pasien dengan perilaku agresif di ruang IPCU yang mempunyai indikasi dilakukan restrain dan isolasi, dengan tehnik purposive sampling didapatkan 32 responden yang terbagi 2 kelompok intervensi. Tehnik pengumpulan data perilaku agresif menggunakan PANSS-EC. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon, didapatkan restrain dan isolasi efektif dalam membantu penurunan skor PANSS-EC (?=0,000). Hasil statistik Independent T-Test menunjukkan tidak ada perbedaan keefektifan tindakan kedua intervensi (?=0,000). Namun responden yang dilakukan isolasi mengalami rata-rata penurunan skor PANSS-EC lebih banyak sebesar 7,43 poin, dibandingkan responden yang dilakukan restrain yaitu sebesar 6,38 point. Hasil studi menunjukkan tindakan restrain dan isolasi dalam manajemen krisis dapat tetap dilakukan pada pasien dengan kondisi kegawatdaruratan psikiatri karena terbukti efektif membantu menurunkan perilaku agresif jika dilakukan sesuai indikasi dan prosedur yang berlaku.
GAMBARAN CARDIOVASCULAR LOAD PADA PENGRAJIN BATU DI DESA SEDAYU KECAMATAN MUNTILAN KABUPATEN MAGELANG : CROSS SECTIONAL STUDY Denga, Mourysna Orie; Setyo Nugroho, Bayu Yoni
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.26062

Abstract

Pekerja Informal di Indonesia masih menjadi sektor yang dominan menjadi sumber mata pencarian sebanyak 74.04 juta orang (56.50%) dari total angkatan kerja sebanyak 137.91 juta orang. Per Januari 2024 di Jawa Tengah total penduduk sebanyak 34.940.078 jiwa. Sebanyak 18.390.459 juta (58.49 %) penduduk bekerja pada sektor informal. (Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah, 2023) Kabupaten Magelang, yang terletak di Provinsi Jawa Tengah, memiliki populasi sekitar 1.272.624 orang pada tahun 2016. Mayoritas penduduknya mencari nafkah melalui pekerjaan informal, dengan jumlah mencapai 449.138 orang atau sekitar 63,7% dari jumlah total pekerja. Pekerja informal memiliki kecenderungan terpapar penyakit akibat kerja yang berkaitan dengan kondisi kesehatan janung. Pengrajin Batu menjadi salah satu jenis pekerjaan yang menggunakan kekuatan fisik besar dalam bekerja. Identifikasi dan upaya pencegahan perlu dilakukan untuk menjaga kesehatan pengrajin Batu dengan cara menganalisis faktor yang menyebabkan cardiovascular load. penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan variabel terikat cardiovascular load dan variabel bebas usia, pendidikan, masa kerja dan merokok. Uji yang digunakan menggunakan rank spearmen. Hasil rank spearman untuk cardiovascular dengan usia dan masa kerja p value < 0.05, sedangkan Hasil rank spearman untuk cardiovascular dengan pendidikan dan kebiasaan merokok p value > 0.05. Pengrajin batu memiliki level cardiovascular load yang baik sehingga harus dijaga dan pertahankan.
KARAKTERISTIK PASIEN PENDERITA OTITIS MEDIA Waqqas, Safirah Alwamiqah; Dahliah, Dahliah; Umar, Mahdi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.26065

Abstract

World Health Organization (WHO) memperkirakan bahwa pada tahun 2023 terdapat 250 juta (4,2%) penduduk dunia yang pernah menderita otitis media akut disertai gangguan pendengaran, 75 sampai 140 juta terdapat di Asia Tenggara. Dari hasil survei yang dilaksanakan di tujuh provinsi di Indonesia menunjukkan bahwa otitis media merupakan penyebab utama morbiditas pada telinga tengah. Otitis media merupakan peradangan sebagian atau seluruh mukosa telinga tengah, tuba eustachius, antrum mastoid dan sel-sel mastoid. Penelitian ini menggunakan metode Literature Review dengan desain Narrative Review untuk mengidentifikasi dan merangkum artikel yang telah diterbitkan sebelumnya mengenai karakteristik pasien penderita otitis media akut berdasarkan usia, jenis kelamin, gejala klinis, stadium dan sisi telinga yang terinfeksi. Dari hasil disimpulkan bahwa otitis media akut dapat menyerang siapa saja. Berdasarkan usia paling banyak dialami oleh pasien dengan rentang usia anak-anak 1-6 tahun dan dewasa 17 – 25 tahun. Berdasarkan jenis kelamin perempuan lebih banyak mengalami otitis media akut daripada laki-laki. Berdasarkan gejala klinis yang paling sering dikeluhkan penderita yaitu penurunan pendengaran dan otorrhea. Berdasarkan stadium, kasus terbanyak pada stadium hiperemis dan supurasi. Berdasarkan sisi telinga yang terinfeksi, ditemukan bahwa lebih banyak penderita yang mengalami otitis media akut unilateral daripada bilateral. Didapatkan juga bahwa pasien yang terkena otitis media akut memiliki riwayat keluhan yang sama dan juga pernah terkena infeksi saluran pernapasan atas.
ANALISIS KESIAPAN RESPONS KEDARURATAN KEBAKARAN DI PT X Jatmika, Iwan; Djunaidi, Zulkifli; Atthaya, Ahmad; Hasan, Sayyid; Al Azhar, Muhammad
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.26067

Abstract

Industri minyak dan gas merupakan industri yang bergerak di bidang pengangkatan cadangan bahan minyak dan gas yang berada di bawah bumi ke permukaan bumi Penelitian ini bertujuan untuk melihat kesiapan sistem Fire Emergency Response PT X. Hasil dari penelitian ini dapat dijadikan basis pengembangan kebijakan, dan program-program kerja Fire Emergency Response. Penelitian ini menggunakan FERRAT Form sebagai dasar penelitian. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah FERRAT Form. Observasi lapangan dilakukan untuk melihat langsung kondisi lapangan dan proses pengisian form. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa persepsi karyawan PT XYZ dengan mitra kerjanya terhadap variabel yang diukur bersifat positif. Presentasi persepsi karyawan dan mitra kerja yang tidak setuju secara keseluruhan berada di bawah 20%. Oleh karena itu, diharapkan dengan adanya penelitian ini, perusahaan dapat melakukan evaluasi mandiri dan segera melakukan inisiasi perbaikan yang terkait dengan system design yang risk based, tingkat kecukupan sesuai dengan potensi resiko kebakaran dan memastikan peralatan tanggap darurat selalu dalam kondisi siap beroperasi dan siaga.
ANALISIS NILAI SIGNAL TO NOISE RATIO (SNR) AKIBAT VARIASI NEX PADA PEMERIKSAAN MRI THORACOLUMBAL SEKUEN SAGITTAL T2 FAT SAT PADA KASUS LOW BACK PAIN (LBP) Fathyan, Azzahra Istna; Arga Pratama, Rahardian
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.26071

Abstract

Pemeriksaan MRI pada kasus LBP atau singkatan dari Low Back Pain seringkali membuat pasien merasa sakit dan tidak nyaman disebabkan karena waktu scan time yang terlalu lama. Salah satu parameter yang mempengaruhi Scan Time yaitu NEX, tetapi NEX juga mempengaruhi kualitas citra yang dihasilkan. Sehingga penelitian ini bertujuan guna menganalisis dampak variasi NEX pada SNR serta hubungannya terhadap Scan Time pada pemeriksaan MRI Thoracolumbal sekuen T2 Fat Sat pada kasus LBP. Penelitian ini yakni penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimental. Sampel pada penelitian ini yakni hasil pemeriksaan MRI Thoracolumbal dengan menggunakan sekuen T2 Fat Sat potongan sagittal dengan kasus Low Back Pain (LBP) pada periode bulan Desember 2023. Variasi NEX yang digunakan adalah NEX 1, 2, serta 3. Hasil penelitian menampilkan yakni nilai SNR untuk beberapa anatomi antara NEX 1 dan NEX 3 memiliki nilai p value  < 0,05 yang mempunyai arti ada perbedaan yang memiliki makna, sedangkan diantara NEX 1 dan 2 serta NEX 2 dan NEX 3 mempunyai nilai p value memiliki p value > 0,05 yang artinya tidak ada perbedaan yang memiliki makna. Untuk scan time, semakin tinggi NEX maka semakin lama scan time yang dibutuhkan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa NEX 2 menghasilkan nilai SNR yang tidak berbeda secara signifikan dengan NEX 3 namun scan time yang dibutuhkan lebih singkat.
PERAN KAFEIN PADA KOPI DAN TEH SEBAGAI ALTERNATIF PENCEGAHAN PENYAKIT KARSINOMA KULIT NON-MELANOMA : SEBUAH LITERATUR REVIEW Reza, Muhammad Alfi; Diennillah, Fathannia Rizky
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.26084

Abstract

Insiden kanker kulit meningkat di seluruh dunia, sebagai akibat dari paparan sinar matahari kronis, perubahan iklim dan kondisi individu dan sosial. Secara keseluruhan, kanker kulit termasuk cutaneous melanoma (CM) dan non-melanoma skin cancer (NMSC) yang terutama diwakili oleh karsinoma sel basal (BCC) dan karsinoma sel skuamosa (SCC). Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah literatur review yang merupakan metode secara sistematis, eksplisit dan reprodusibel untuk melakukan identifikasi, evaluasi dan sintesis terhadap karya - karya hasil penelitian dan hasil pemikiran yang sudah dihasilkan oleh para peneliti dan praktisi. Hasil penelitian menunjukkan aplikasi topikal kafein atau kafein natrium benzoat 0,5 jam sebelum penyinaran UVB menghambat pembentukan dimer timin yang diinduksi UVB dan menghambat lesi kulit terbakar akibat sinar matahari yang diinduksi UVB, dan kafein natrium benzoat lebih efektif daripada kafein. Analisis meta ini terdiri dari jumlah penelitian terbesar dibandingkan dengan meta-analisis sebelumnya. Temuan utama adalah penurunan risiko 22% dari ketiga jenis kanker kulit dengan asupan kopi berkafein. Hubungan ini tidak terjadi pada kopi tanpa kafein. Meta analisis lainnya tidak menemukan hubungan yang signifikan antara teh dan kanker kulit, tetapi menurut hasil penelitan tersebut, teh mengalami penurunan sebesar 15 risiko kanker kulit. Hasil ini masuk akal karena kandungan kafein relatif teh sekitar setengah dari kopi. Penurunan risiko BCC, SCC, NMSC, dan melanoma dengan asupan kafein total masing-masing adalah 12%, 23%, 23%, dan 19%. Dengan menggunakan data ini, ditemukan bahwa jumlah kanker kulit dapat dicegah dan penghematan biaya setiap tahun menjadi signifikan.
PENGARUH TERAPI SPRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE (SEFT) TERHADAP STATUS MENTAL PADA LANSIA Anika, Yuni; Ari Wiryansyah, Oscar
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.26094

Abstract

WHO antara tahun 2015 dan 2050, proporsi populasi dunia di atas 60 tahun akan mencapai dua kali lipat dari 12% menjadi 22%. Peningkatan jumlah lanjut usia ini terjadi banyak hal atau banyaknya perubahan-perubahan. Salah satu perubahan tersebut adalah perubahan secara psikologis yang akan mempengaruhi kesehatan mentalnya. Salah satu terapi non farmakologi yang dapat dilakukan untuk mengatasi gangguan mental lansia adalah dengan melakukan terapi Spiritual Emosional Freedom (SEFT). Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh terapi Spritual Emotional Freedom Technique (SEFT) terhadap status mental pada lansia di Panti Werdha Darma Bakti Palembang tahun 2024. Metode penelitian menggunakan metode pra eksperimen (Pre Exsperimental designs) dengan pendekatan One Group Pretest Postest. Populasi pada penelitian ini adalah semua lansia yang ada di Panti Werdha Darma Bakti Palembang  dengan jumlah sampel sebanyak 34 responden. Pengambilan sample dilakukan dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian didapatkan bahwa nilai mean status mental lansia setelah dilakukan terapi Sprituall Emotional Freedom Technique (SEFT) mengalami penurunan dari 8,09 menjadi  4,85  dengan selisih sebesar 3,24. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh status mental lansia sebelum dilakukan terapi Sprituall Emotional Freedom Technique (SEFT) dengan status mental lansia setelah dilakukan terapi Sprituall Emotional Freedom Technique (SEFT) di Panti Werdha Darma Bakti Palembang tahun 2024 (p.value = 0,000). Saran diharapkan pengurus di Panti Werdha Darma Bakti untuk lebih memperhatikan lansia yang mengalami gangguan mental dengan mendatangkan terapis yang dapat melakukan pendekatan psikologis dan spritual  khususnya terapi Spritual Emotional Freedom Technique (SEFT).
PENGARUH PEMBERIAN JUS KURMA TERHADAP PASIEN DENGAN TEKANAN DARAH TINGGI DI PUSKESMAS PENGARAYAAN Syafriati, Ani; Ana, Putri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.26097

Abstract

Hipertensi sering disebut juga sebagai The Silent Killer (pembunuh senyap) karena biasanya penderita tidak mengetahui kalau dirinya mengidap hipertensi dan baru diketahui kalau dirinya mengidap hipertensi setelah terjadi komplikasi. Pada dasarnya pengobatan untuk penderita hipertensi terbagi menjadi dua jenis pengobatan yaitu terapi farmakologis dan non-farmakologis. Terapi  non  farmakologi  merupakan   penanganan   awal   sebelum   penambahan obat-obatan hipertensi, disamping perlu  diperhatikan  oleh  seorang  yang  sedang  dalam  terapi  obat  misalnya  penggunaan  jus kurma dalam menurunkan tekanan darah.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian jus kurma terhadap penurunan darah tinggi terhadap pasien dengan hipertensi di Puskesmas Penggarayan Pada Tahun 2023. Metode penelitian ini menggunakan desain pra-experimental dengan pendekatan (One Group Pre-Post Test Design). Sampel penelitian ini berjumlah 38 orang lansia dengan tekanan darah tinggi. Hasil yang diperoleh terdapat pengaruh tekanan darah sebelum pemberian dan sesudah pemberian jus kurma, dimana mean (rata-rata) tekanan darah sistolik sebelum 153,95 dan sesudah 145,53 serta mean (rata-rata) tekanan darah diastolik sebelum 90,26 dan sesudah 80,26. Saran untuk petugas kesehatan dapat menjadikan hasil penelitian ini sebagai bahan masukkan dan sumber informasi dalam memberikan konseling pada penderita hipertensi khususnya lansia untuk menggunakan terapi non farmakologi dalam menurunkan tekanan darah tinggi, secara rutin mengkonsumsi jus kurma yang memiliki kandungan kalium dapat menstabilkan tekanan darah.
PENERAPAN SLOW DEEP BREATHING DAN DZIKIR TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI Fitria, Desy; Nopriani, Yora
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.26124

Abstract

Menurut data dari WHO 1,13 miliar orang di dunia menderita hipertensi, sebagian besar setiap 1 dari  orang di dunia terdiagnosis hipertensi. Terapi yang dapat diberikan pada hipertensi ada dua yaitu dengan cara farmakologis dan  nonfarmakologis. Terapi nonfarmakologis yang telah ditemukan untuk membantu menurunkan tekanan darah yaitu berupa Slow Deep Breathing dan dzikir, seperti yang dilakukan oleh peneliti. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Penerapan Slow Deep Breathing dan Dzikir Terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Lansia dengan Hipertensi di Panti Sosial Harapan Kita Palembang 2023. Ruang lingkup penelitian ini dilakukan pada semua lansia yang ada di Panti Sosial Harapan Kita Palembang. Sampel pada penelitian sebagian lansia yang mengalami peningkatan tekanan darah pada lansia di Panti Sosial Harapan Kita Palembang berjumlah 30 orang. Hasil yang diperoleh dari analisis bivariat uji Wilcoxon Test didapatkan nilai sig (p-value) = 0,000 < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima artinya ada pengaruh penerapan slow deep breathing dan dzikir terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di Panti Sosial Harapan Kita Palembang Tahun 2023