cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,473 Documents
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA PUSKESMAS TERHADAP KINERJA TENAGA KESEHATAN DI PUSKESMAS WAHYUNI, DEWI SRI; SIREGAR, FINDYANI; SARAGIH, INDAH AULIA PRATIWI; FADILLAH, INDAH; SYAHARANI, LATIFAH; DALIMUNTHE, NADIYAH RAHMA; BR GINTING, RADHA AGRI; WINANTI, SUMI FITRI; AGUSTINA, DEWI
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.36259

Abstract

Menginspirasi atau memimpin dengan memberi contoh untuk membantu kelompok mencapai tujuannya. melalui komunikasi adalah proses kepemimpinan. Perilaku seorang pemimpin terhadap bawahannya disebut sebagai gaya kepemimpinannya. Gaya kepemimpinan dibentuk oleh cara seorang pemimpin berperilaku terhadap anggota kelompok dan apa yang dia pilih untuk dilakukan. Kinerja karyawan dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan organisasi. Peningkatan kinerja karyawan akan membantu perusahaan mempertahankan diri di tengah persaingan yang tidak stabil. Pegawai membutuhkan motivasi untuk melakukan tugas mereka dengan baik. Banyak pemimpin tidak menyadari gaya kepemimpinan apa yang diperlukan atau yang cocok dengan situasi seluruh karyawan, yang dapat menyebabkan penurunan efektivitas staf medis di pusat. Gaya Kepemimpinan apa pun yang digunakan oleh seorang pemimpin berdampak pada bagaimana mereka berkomunikasi, mendorong mereka, dan mendukung mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan literatur review atau kajian kepustakaan, membaca dan menganalisis berbagai buku, jurnal, dan artikel lainnya yang berkaitan dengan topik penelitian. Hasil review literatur menunjukkan korelasi antara kinerja profesional kesehatan dan gaya kepemimpinan kepala pusat kesehatan.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN, PEKERJAAN DAN PENDIDIKAN IBU DENGAN KELENGKAPAN IMUNISASI CAMPAK DI PUSKESMAS X TAHUN 2024 Nurhayati, Fitria; Rindu, Rindu; Kusumastuti, Istiana
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.36272

Abstract

Imunisasi campak merupakan salah satu program prioritas pemerintah dalam rangka menurunkan angka kejadian penyakit menular pada anak. Namun, cakupan imunisasi campak di beberapa wilayah masih belum mencapai target yang ditetapkan. Faktor-faktor seperti pengetahuan ibu, pekerjaan, dan tingkat pendidikan ibu dapat mempengaruhi kelengkapan imunisasi anak. Penelitian ini menggunakan desain penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 56 responden di Wilayah Kerja Puskesmas X. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reabilitasnya Analisis data menggunakan uji t-test dan uji regresi linier. Hasil penelitian ini menunjukkan sebanyak 34 responden (60.7 %) memiiki imunisasi tidak lengkap, dalam hasil uji statitis menunjukan bahwa ada pengaruh pengetahuan (p=0,000; r=0,804), pekerjaan (p= 0,000; r=0,647), dan pendidikan (p=0,000; r=0,672) terhadap kelengkapan imunisasi campak dimana hubungan antar variabel termasuk pada kategori kuat. Berdasarkan uji regresi linier, diperoleh nilai F hitung > F tabel (31,778 > 3,180), maka terdapat hubungan antara pengetahuan, pekerjaan, dan pendidikan secara bersama-sama terhadap kelengkapan nimunisasi campak. Nilai koefisien (R2) sebesar 0,647 yang berarti pengetahuan, pekerjaan, dan pendidikan secara bersama-sama berpengaruh 64,7% terhadap kelengkapan imunisasi campak. Dan dapat diartikan pula bahwa ada 35,3% % variabel lainnya yang mempengaruhi kelengkapan imunisasi campak yang tidak masuk dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian ini maka diharapkan pihak puskesmas agar dapat meningkatkan tingkat pengetahuan ibu  mengenai imunisasi dengan cara meningkatkan penyuluhan-penyuluhan.
PENGARUH BERAT BADAN TERHADAP KEJADIAN PENYAKIT KANKER PAYUDARA PADA WANITA Louis, Karen; Hendrianto, Hendrianto; Rahimi, Armon
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.36324

Abstract

Kanker payudara merupakan tumor ganas yang terbentuk dari sel – sel payudara. Sel ini dapat tumbuh dan berkembang tanpa terkendali, dapat menyebar diantara jaringan atau organ didekat payudara bahkan dapat menyebar ke daerah tubuh yang lain. Salah satu faktor penentu prognosis kanker payudara adalah grading kanker payudara. Wanita yang mengalami obesitas memiliki risiko lebih besar terkena kanker payudara. Obesitas merupakan kondisi dimana terjadi penumpukan lemak yang berlebihan sehingga berat badan seseorang jauh diatas normal. Tujuan : Mengetahui pengaruh berat badan terhadap kejadian penyakit kanker payudara pada wanita. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik dan memiliki design cross sectional. Teknik pengambilan sampel adalah simple random sampling yang didapatkan dari data sekunder rekam medis. Diperoleh sebanyak 100 data yang memenuhi kriteria inklusi objek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan pasien dengan indeks massa tubuh kategori obesitas I yang paling banyak ditemukan dan grading yang paling banyak ditemukan adalah grade 2. Pada penelitian ini menunjukkan tidak ada pengaruh berat badan terhadap kejadian penyakit kanker payudara pada wanita.
HUBUNGAN RESPONSE TIME PERAWAT DENGAN KEPUASAN KELUARGA PASIEN DI RUANG IGD RSUD IR. SOEKARNO SUKOHARJO Qonita, Amalia Sania; Faozi, Ekan
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.36335

Abstract

Kepuasan keluarga pasien di unit gawat darurat merupakan salah satu indikator kualitas pelayanan di rumah sakit. Kepuasan keluarga dipengaruhi oleh beberapa hal, salah satunya adalah response time. Response time perawat adalah waktu tanggap yang diberikan oleh perawat sejak pasien memasuki unit gawat darurat hingga mendapatkan perawatan. Apabila kepuasan keluarga pasien tidak terwujud, maka akan menimbulkan ketidakpuasan keluarga pasien dan dampak dari ketidakpuasan keluarga pasien yang terjadi di rumah sakit adalah keluarga pasien akan merasa kecewa dan malas untuk berkunjung kembali ke rumah sakit, keluarga pasien bisa menceritakan pengalaman buruknya terhadap konsumen lain sehingga membuat konsumen tidak tertarik berobat ke rumah sakit tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara response time perawat dengan kepuasan keluarga pasien di IGD RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional, teknik pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling, dan jumlah responden 99. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perawat dengan response time cepat kurang dari 5 menit sebanyak 88 responden (88,9%), dan responden dengan kepuasan keluarga pasien yang tinggi sebanyak 87 responden (87,9%). Dari hasil uji statistik chi-square test dengan p-value=0,000 (p<0,05) menunjukkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, artinya bahwa  terdapat korelasi yang signifikan antara response time perawat dengan kepuasan keluarga pasien di Ruang IGD RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo.
PENETAPAN KADAR FLAVONOID TOTAL EKSTRAK ETANOL GETAH BATANG PISANG AMBON(MUSA PARADISIACA (L.,) DAN UJI ANTI INFLAMASI Pitaloka, Syifa Amilia; Ridwanto, Ridwanto; Pulungan, Ainil Fithri; Rani, Zulmai
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.36340

Abstract

Penelitian ini bertujuanUntuk m engetahui senyawa metabolit sekunder dalam ekstrak etanol getah batang pisang ambon dan mengetahui dosis efektif yang memberikan efek antiinflamasi dari ekstrak etanol getah batang pisang ambon yang diinduksi karagenan. Salah satu kelompok fenolik utama dari senyawa alami yang ditemukan pada tumbuhan hijau adalah flavonoid. Flavonoid yang mengandung sistem aromatik terkonjugasi dapat diidentifikasi pada kisaran panjang gelombang kuat pada bagian spektrum UV dan Visible, yang dapat diukur dengan spektrofotometri UV-Vis dengan reagen pembentuk kompleks metode kolorimetri. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental karena menyelidiki ada atau tidaknya hubungan sebab akibat dari suatu fenomena yang dikaji secara kuantitaif dan kualitatif . Penelitian ini meliputi penetapan kadar flavonoid total dengan larutan induk baku kuersetin, pengujian antiinflamasi dengan membagi hewan uji yang telah diinduksi dengan karagenan menjadi lima kelompok berbeda. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol getah batang pisang ambon positif mengandung flavonoid. Hasil Ekstrak, dan kadar ekstrak etanol getah batang pisang ambon konsentrasi 96% adalah 23,64 ±0,907567019 mgQE/g dan kelompok hewan yang diberi EEGBPA dosis 18mg/kgBB, 36mg/kgBB, 72mg/kgBB dan natrium diklofenak , memiliki puncak tertinggi efek inflamasi pada menit ke 240 dengan persen radang sebesar EEGBPA dosis 18mg/kgBB sebesar 57,49%, dosis 36mg/kgBB sebesar 46,25% pada menit ke 180, dosis 72mg/kgBB sebesar 42,2% pada menit ke 300 , Natrium Diklofenak dosis 4,5 mg/kgBB sebesar 29,15%.
PERAN PERAWAT ANAK DALAM MELAKUKAN PENGKAJIAN KEPERAWATAN PADA PASIEN ANAK DENGAN EFUSI PLEURA DAN STUNTING : STUDI KASUS Henry, Chessy Miller; Liencewas, Kezia Puspa; Sibarani, Ezther Febrina; Daryati, Elisabeth Isti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.36343

Abstract

Perawat anak memiliki peran penting dalam memberikan asuhan keperawatan yang mencakup pemenuhan kebutuhan tumbuh kembang, manajemen hospitalisasi, dan pengkajian sejak awal masuk hingga tahap perawatan selanjutnya. Berdasarkan studi kasus pada anak berusia 14 tahun dengan diagnosa Efusi Pleura Suspect TB Paru, ditemukan perbedaan antara hasil pengkajian dengan diagnosa awal yang menunjukkan suspect GNAPS.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran perawat dalam melakukan pengkajian pada pasien anak dengan efusi pleura dan stunting. Laporan karya ilmiah ini menggunakan metode studi kasus dengan kriteria pemilihan pasien anak pada kelompok umur 6-17 tahun yang sedang di rawat di bangsal perawatan anak. Responden pada laporan ini adalah 1 anak laki-laki berusia 14 tahun dengan diagnosa Efusi Pleura Suspect TB Paru. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa setelah dilakukan pengkajian, ditemukan anak mengalami masalah keperawatan nyeri akut, gangguan interaksi sosial, serta orang tua yang mengalami ansietas. Namun dalam laporan rekam medis, diagnosa keperawatan bertolak belakang dengan pengkajian yang ditemukan penulis, yaitu resiko jatuh, nyeri akut, dan defisit nutrisi. Maka dari itu, perawat anak perlu memperhatikan peran perawat dalam melakukan pengkajian secara holistik, sehingga proses keperawatan dapat sesuai dengan masalah anak. Perawat juga perlu berkolaborasi dengan dokter dalam menentukan diagnosa medis agar perawatan anak dapat terintegrasi dengan baik.
EDUKASI PENCEGAHAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) PADA PEDAGANG IKAN BAKAR DI KAWASAN WISATA PANTAI GADING Utary, Dewi; Putra Priono, Risky Irawan; Ronanarasafa, Ronanarasafa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.36363

Abstract

Pariwisata adalah perjalanan dari satu tempat ke tempat lainnya untuk tujuan rekreasi. Pulau Lombok merupakan salah satu pulau di Indonesia yang memiliki banyak destinasi pariwisata, dikunjungi oleh para wisatawan asing maupun mancanegara. Kawasan wisata Pantai Gading menjadi salah satu tempat rekreasi di Kota Mataram yang menyediakan kuliner ikan bakar. Paparan asap dari hasil pembakaran ikan sangat berpotensi menyebabkan infeksi saluran pernapasan seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Upaya pencegahan yang dapat dilakukan, yaitu menghindari faktor pemicu timbulnya ISPA. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi masalah kesehatan, menentukan prioritas masalah, dan melakukan langkah-langkah diagnosis komunitas pada komunitas pedagang ikan bakar di Kawasan wisata Pantai Gading. Metode penelitian ini menggunakan desain observasional deskriptif dengan subjek penelitian yaitu komunitas pedagang ikan bakar di Kawasan wisata Pantai Gading. Pengolahan data pada penelitian ini dilakukan dengan bantuan Microsoft Word dan SPSS. Hasil penelitian di dapatkan persentase usia paling banyak 26-35 tahun sebanyak 8 orang (32%), responden yang mengalami ISPA 17 orang (68%), tingkat pengetahuan baik terkait ISPA sebanyak 18 orang (72%), memiliki sikap baik terkait ISPA sebanyak 22 orang (88%), 21 pedangang (84%) tidak menyediakan masker di lapaknya, dan yang memiliki kebiasaan merokok sebanyak 4 orang (16%). Tingginya risiko terjadinya ISPA pada pedagang ikan bakar di Kawasan wisata Pantai Gading menjadi salah satu alasan pentingnya melakukan edukasi kesehatan dan pencegahan terkait ISPA. Edukasi dilakukan melalui media poster dan video, serta membagikan masker pada pedagang ikan bakar di  Kawasan wisata Pantai Gading.
HUBUNGAN PERILAKU BINGE-WATCHING TERHADAP KUALITAS TIDUR MAHASISWA KEPERAWATAN UNIVERSITAS RIAU nurul almaas, haniifah; Rahmat Aziz, Ari; Nopriadi , Nopriadi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.36401

Abstract

Perkembangan teknologi yang pesat telah membawa perubahan signifikan dalam pola konsumsi media, terutama dengan munculnya layanan streaming berbasis internet atau Video on Demand (VoD). Tren ini memungkinkan individu untuk menonton konten kapan saja dan dimana saja, memicu terjadinya fenomena perilaku binge-watching. Perilaku binge-watching adalah sebuah perilaku menonton serial TV beberapa episode atau secara keseluruhan dalam satu waktu. Fenomena perilaku binge-watching menjadi lazim di kalangan mahasiswa yang mana menyebabkan mahasiswa mengalami masalah pada kesehatannya, baik itu kesehatan fisik ataupun mentalnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku binge-watching dan kualitas tidur pada mahasiswa keperawatan Universitas Riau. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain korelasi deskriptif menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian terdiri dari 721 mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Riau angkatan 2020-2023. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, dengan total responden sebanyak 257 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner BWESQ dan PSQI. Data bivariat dianalisis menggunakan uji      chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 19 tahun, yaitu sebanyak 101 orang (39,3%), dengan mayoritas perempuan sebanyak 241 orang (93,8%), dan dari angkatan A 2023 sebanyak 132 orang (51,4%). Sebanyak 207 responden (80,5%) memiliki perilaku binge-watching pada tingkat sedang, dan 216 responden (84,0%) mengalami kualitas tidur yang buruk. Berdasarkan uji statistik chi-square, diperoleh nilai p-value untuk hubungan antara perilaku binge-watching dan kualitas tidur mahasiswa keperawatan Universitas Riau sebesar 0,000, yang lebih kecil dari alpha 0,05. Hal ini menunjukkan adanya hubungan antara kedua variabel tersebut. Disarankan kepada mahasiswa untuk mengurangi serta mengatur frekuensi binge-watching dan lebih memperhatikan kualitas tidur serta kesehatannya.
PELAKSANAAN ASUHAN GIZI TERSTANDAR PADA PASIEN DEWASA DENGAN DIAGNOSA DISPNEA DAN EFUSI PLEURA Ragil, Meisya Risky Puspitasari; Mahmudiono, Trias
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.36441

Abstract

Dispnea dan efusi pleura merupakan kondisi klinis yang mempengaruhi kualitas hidup pasien, terutama pada kasus penyakit paru dan jantung. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi implementasi Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT) pada pasien dewasa dengan diagnosis dispnea dan efusi pleura di Rumah Sakit X di Surabaya. Metode penelitian ini menggunakan desain studi kasus observasional pada seorang pasien laki-laki berusia 65 tahun yang memiliki riwayat diabetes mellitus, penyakit jantung koroner, dan hipertensi. Data diperoleh melalui wawancara dan rekam medis pasien. Asesmen gizi menunjukkan adanya penurunan asupan makanan dan kebutuhan pembatasan natrium, kolesterol, dan cairan sesuai dengan kondisi klinis pasien. Intervensi yang dilakukan mencakup diet DM KV RG III dengan pemantauan asupan nutrisi dan parameter klinis selama tiga hari. Hasil menunjukkan peningkatan asupan energi, protein, lemak, dan karbohidrat, disertai perbaikan kondisi fisik pasien, meliputi penurunan keluhan sesak napas, stabilitas tekanan darah, dan perbaikan parameter klinis lainnya. Edukasi juga diberikan kepada pasien dan keluarga untuk mendukung pemahaman pola makan yang sesuai. Kesimpulan pada penelitian ini menunjukkan bahwa PAGT yang tepat pada pasien dengan dispnea dan efusi pleura dapat mendukung pemulihan kondisi klinis dan memperbaiki status kesehatan pasien.
EFEK RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP PENURUNAN RERATA SKOR KECEMASAN PELAJAR SMA REGINA PACIS JAKARTA Damanik, Theresia Nova Citra; Wahyuni, Octavia Dwi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.36476

Abstract

Kecemasan merupakan masalah gangguan mental yang paling umum terjadi pada kelompok remaja usia 10-17 tahun dan berjenis kelamin perempuan. Persentase siswa sekolah menengah atas yang mengalami kecemasan tergolong cukup tinggi dan akan memengaruhi hasil ujian mereka. Relaksasi otot progresif dikatakan salah satu metode non farmakologi yang dapat mengurangi kecemasan dengan cara mengaktivasi saraf parasimpatis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh relaksasi otot progresif untuk menurunkan rerata skor kecemasan pada siswa-siswi sekolah menengah Regina Pacis di Jakarta. Desain penelitian ini bersifat kuasi eksperimental analitik cohort prospektif yang terdiri dari 70 orang mengalami minimal kecemasan ringan. Penelitian dilakukan selama bulan Maret hingga bulan Mei. Alat yang digunakan untuk menilai skor kecemasan yaitu kuesioner HARS yang dilakukan sebelum dan sesudah dilakukan relaksasi otot progresif. Data dianalisis dengan paired samples T-Test.Skor kecemasan baik pada sebelum dan sesudah relaksasi lebih tinggi pada jenis kelamin perempuan dibandingkan laki-laki. Penurunan kecemasan juga lebih rendah didapatkan pada Perempuan dibandingkan laki-laki (3,95 vs 5,43). Rerata skor kecemasan sebelum melakukan relaksasi otot progresif sebesar 19,67 dan sesudahnya sebesar 15,09. Penelitian ini didapatkan hasil yang signifikan yaitu terdapat penurunan rerata skor kecemasan sebesar 4,58 (nilai p = 0,001). Relaksasi otot progresif secara signifikan berpengaruh menurunkan rerata skor kecemasan siswa-siswi SMA Regina Pacis Jakarta. Berdasarkan hasil positif tersebut, teknik relaksasi otot progresif dapat diterapkan untuk menurunkan kecemasan terutama dalam menghadapi ujian sekolah.