cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,473 Documents
EFEKTIVITAS BUAH DELIMA SEBAGAI ALTERNATIF SAFRANIN PADA PEWARNAAN GRAM NEGATIF SALMONELLA SP. Nurmailah, Fenti; Ulfah Mu'awanah, Isnin Aulia; Widyantara, Aji Bagus
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.35981

Abstract

Pewarnaan gram merupakan teknik untuk membedakan antara bakteri gram positif dan bakteri gram negatif. Bakteri tersebut memiliki perbedaan pada susunan peptidoglikan pada struktur dinding selnya. Bakteri gram positif akan memberikan hasil akhir berwarna ungu. Bakteri gram negatif akan memberikan hasil akhir yaitu warna merah, hal ini disebabkan karena saat pemberian larutan pemudar zat warna utama akan hilang sehingga diperlukan zat warna penutup yaitu safranin. Safranin memiliki kelebihan yaitu efisien dan menghasilkan warna yang stabil. Namun safranin memiliki kelemahan yaitu harga yang relatih mahal dan memiliki sifat karsinogenik. Antosianin adalah pigmen yang memberikan warna merah pada buah delima, sehingga dapat digunakan sebagai alternatif zat warna penutup safranin pada pengecatan gram bakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi buah delima sebagai alternatif pengganti safranin dalam pewarnaan gram negatif bakteri Salmonella sp. Penelitian ini merupakan eksperimental, dengan mengetahui kemampuan dari pewarnaan menggunakan air perasan buah delima yang didapatkan dengan menghaluskan buah delima lalu diperas diambil airnya dan dibuat variasi konsentrasi 100%, 90%, 80%, 70%, dan 60% dengan penambahan etanol sebagai pelarutnya. Data pada penelitian ini didapat dari observasi dengan melihat dibawah mikroskop hasil pewarnaan gram menggunakan perasan buah delima yang dibandingkan dengan kontrol safranin. Preparat bakteri Salmonella Sp. tidak terwarnai dengan air perasan buah delima di semua konsentrasi. Dapat disimpulkan bahwa buah delima dengan pengambilan secara perasan tidak efektif digunakan sebagai pengganti safranin pada pengecatan gram bakteri.
EVALUASI PENYIMPANAN DAN DISTRIBUSI OBAT GOLONGAN NARKOTIKA DI APOTEK X AMPENAN PERIODE BULAN MEI TAHUN 2024 Wandila, Welsi; Ridwan, Sucilawaty; Amira, Amira
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.35997

Abstract

Penyimpanan dan distribusi obat narkotika menjadi hal yang perlu diperhatikan secara ketat baik di Apotek, Rumah Sakit, Puskemas dan fasilitas kesehatan lain yang menyediakan obat narkotika. Obat golongan narkotika memiliki sifat yang adiktif sehingga penggunaannya harus diawasi secara ketat terutama pada penyimpanan dan pendistribusian. Obat golongan narkotika disimpan dan didistribusikan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. Masalah yang sering muncul selama pengelolaan obat golongan narkotika di Apotek meliputi ketidakmampuan dalam menerapkan sistem First In First Out (FIFO) atau First Expired First Out (FEFO), pengaturan berdasarkan abjad, kartu stok obat, dan penempatan obat yang kurang sesuai. Sehingga penelitian ini dilakukan untuk memastikan bahwa penyimpanan dan distribusi obat golongan narkotika di Apotek telah sesuai aturan dan standar yang berlaku. Penelitian dilakukan di Apotek X yang berada di Ampenan Kota Mataram selama periode bulan Mei Tahun 2024. Metode penelitian yang diterapkan adalah metode deskriptif, yang pendataannya melalui pengamatan dan wawancara. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa persentase penyimpanan obat golongan narkotika di Apotek X mencapai 100% dengan kriteria penyimpanan baik, sedangkan persentase distribusi obat Narkotika 90% yang menunjukkan bahwa kriteria penyimpanannya baik. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa penyimpanan dan distribusi obat Narkotika Apotek X telah sesuai dengan aturan Permenkes Nomor 5 Tahun 2023 dan CDOB tahun 2020.
STRATEGI PROMOSI KESEHATAN DALAM PENINGKATAN PROGRAM PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI SMP 2 PABUARAN SUBANG 2024 Nurhayati, Rika; Kusumastuti, Istiana; Rindu, Rindu
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.36003

Abstract

Masalah kesehatan remaja di lingkungan sekolah memiliki hubungan erat dengan prestasi akademik dan kondisi kesehatan mereka. Prevalensi masalah kesehatan seperti diare (33%), cacingan (15%), dan pneumonia (13%) menunjukkan pentingnya keterlibatan remaja dalam Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi promosi kesehatan yang efektif guna meningkatkan pelaksanaan program PHBS di SMPN 2 Pabuaran, Subang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam dan observasi, melibatkan 10 informan yang dipilih secara purposif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun sekolah telah menerapkan tiga strategi promosi kesehatan utama, program khusus yang mendukung advokasi, dukungan sosial, dan pemberdayaan masyarakat belum dioptimalkan. Fasilitas sanitasi dan edukasi kesehatan telah tersedia, namun belum cukup mendukung perubahan perilaku secara menyeluruh di kalangan siswa. Selain itu, keterlibatan siswa sebagai kader kesehatan masih perlu dikembangkan agar lebih terintegrasi dengan upaya promosi kesehatan sekolah. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya pelaksanaan kegiatan edukasi kesehatan yang terjadwal dan menyeluruh untuk seluruh warga sekolah. Kerja sama antara guru dan siswa dalam pembentukan kader remaja melalui pelatihan dan edukasi kesehatan yang konsisten diperlukan untuk mengembangkan program promosi kesehatan yang lebih komprehensif. Koordinasi yang tepat memberikan implementasi yang berguna bagi setiap elemen. Keterlibatan seluruh pemangku kepentingan juga diperlukan guna mendukung keberlanjutan program PHBS di sekolah secara efektif.
PENGARUH TERAPI MULSI (MUROTAL AL-QUR’AN SURAH AL-MULK DAN REBUSAN AIR DAUN SIRSAK) TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI WILAYAH DESA KEDUNGMEGARIH Wijayanti, Puput; Nur Faridah, Virgianti; Lestari, Trijati Puspita
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.36006

Abstract

Peningkatan tekanan darah yang berkepanjangan dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius. Pengobatan hipertensi umumnya dilakukan dengan pendekatan farmakologis dan non-farmakologis. Salah satu metode non-farmakologis yang digunakan untuk menurunkan tekanan darah adalah terapi mendengarkan murotal Al-Qur'an serta konsumsi air rebusan daun sirsak. Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah tingginya prevalensi hipertensi di Desa Kedungmegarih, Lamongan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas kombinasi terapi murotal Al-Qur’an (Surah Al-Mulk) dan rebusan air daun sirsak (terapi MULSI) dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Metode penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan pendekatan pre-test dan post-test dengan kelompok kontrol. Sebanyak 80 responden hipertensi dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok perlakuan yang menerima terapi MULSI dan kelompok kontrol yang hanya mendengarkan murotal. Pengukuran tekanan darah dilakukan menggunakan sphygmomanometer sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dan diolah menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok perlakuan mengalami penurunan signifikan pada tekanan darah, dengan rata-rata selisih tekanan sistolik sebesar 14,37 mmHg dan diastolik 12,2 mmHg, dibandingkan kelompok kontrol yang hanya mengalami penurunan sebesar 5,9 mmHg (sistolik) dan 6,62 mmHg (diastolik). Uji statistik menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang menandakan adanya perbedaan signifikan antara kedua kelompok. Simpulan dari penelitian ini adalah terapi MULSI efektif dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Efek relaksasi dari murotal Al-Qur’an diyakini mampu meningkatkan hormon endorfin yang berdampak pada penurunan kecemasan dan tekanan darah. Sementara itu, kandungan flavonoid dan ion kalium pada daun sirsak berfungsi sebagai vasodilator yang memperlebar pembuluh darah, sehingga tekanan darah menurun.
LAPORAN KASUS : SEORANG ANAK DENGAN GANGGUAN OBSESIF KOMPULSIF Wahyuningrum, Dita Ratnasari; Hidayati , Antina Nevi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.36040

Abstract

Gangguan Obsesif Kompulsif (OCD) pada anak secara keseluruhan serupa dengan gambaran klinis OCD pada orang dewasa. Namun, anak-anak tidak mengetahui bahwa pikiran obsesif dan perilaku kompulsif mereka sebagai hal tidak wajar. Seorang anak laki-laki berusia sepuluh tahun awalnya menunjukkan gejala trikotilomania, hingga tampak kebotakan rambut di kepalanya. Setelah satu bulan terapi keluhannya membaik, namun muncul kebiasaan baru onikotilomania. Lalu berganti lagi dengan memainkan kancing bajunya hingga terlepas. Pasien telah diberikan terapi antipsikotik, antidepresan, terapi perilaku dan dievaluasi selama 6 bulan. Diagnosis dan penatalaksanaan kasus OCD pada anak membutuhkan perhatian baik dari klinisi maupun orangtua. Dengan penatalaksanaan meliputi kombinasi terapi farmakologis dan terapi perilaku menunjukkan tingkat keberhasilan yang bervariasi. Dari terapi yang telah dilakukan selama 6 bulan pada pasien, gejala OCD yang muncul sudah berkurang dan tidak ada gejala kompulsi baru yang muncul, pasien mulai dapat mengkomunikasikan masalah yang ia miliki dan orangtua melaporkan peningkatan prestasi sekolah dan kemauan pada anaknya  
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB MEDICATION ERROR PADA UNIT RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT : LITERATURE REVIEW Fitria, Sherly Nur; Dhamanti, Inge
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.36052

Abstract

Salah satu aspek penting dalam pelayanan rumah sakit adalah pelayanan kefarmasian. Kualitas pelayanan kefarmasian sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pengobatan, karena kesalahan dalam pengelolaan obat dapat menyebabkan medication error. Permasalahan ini dapat menyebabkan kerugian sehingga dapat mempengaruhi kesehatan pasien. Tujuan artikel ini yaitu mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan medication error di unit rawat jalan di rumah sakit. Metode yang digunakan yaitu literature review. Pencarian artikel menggunakan database Garuda dan Google Scholar. Kata kunci yang digunakan dalam proses pencarian artikel adalah “medication error” OR “wrong medication” OR “wrong drug” AND “outpatient” OR “ambulatory care” OR “ambulatory care facilities” AND “hospital”. Penyaringan artikel dilakukan dengan metode PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-analyses). Pencarian dengan kata kunci tersebut dilakukan dalam 2 bahasa yaitu bahasa Inggris dan Indonesia. Dari penyaringan tersebut dihasilkan 6 artikel yang diteliti. Berdasarkan hasil literature review, medication error disebabkan oleh beberapa faktor antara lain faktor tenaga medis meliputi kurangnya pengetahuan, kurangnya komunikasi, staf yang tidak berpengalaman, dan tingkat pendidikan. Selanjutnya faktor sistem yaitu belum adanya SIMRS yang terintegrasi. Faktor selanjutnya yaitu berkaitan dengan obat-obatan seperti penyimpanan obat yang tidak terorganisir, dan faktor lingkungan kerja meliputi kebisingan, ruangan sempit, dan kurangnya tenaga kerja. Faktor penyebab medication error yaitu faktor tenaga medis, sistem, obat-obatan, dan lingkungan kerja.
ANALISIS DAMPAK KEPATUHAN PENGGUNAAN SURGICAL SAFETY CHECKLIST TERHADAP KESELAMATAN PASIEN : LITERATURE REVIEW Amilia, Sri Lanti; Dhamanti, Inge
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.36064

Abstract

Daftar periksa keselamatan bedah atau yang biasa dikenal dengan Surgical Safety Checklist (SSC) merupakan daftar periksa yang diperkenalkan WHO pada tahun 2008 yang berlaku untuk semua tim bedah dan digunakan pada setiap pasien yang menjalani prosedur bedah. Alat ini telah diterapkan di seluruh dunia dan mendorong dialog dalam tim multidisiplin, serta penggunaan pemeriksaan keselamatan rutin untuk meminimalkan bahaya pada pasien. SSC dibagi menjadi tiga tahap yaitu "Sign In", "Time Out", dan "Sign Out", yang berfokus pada aspek-aspek penting dalam prosedur pembedahan. Akan tetapi penggunaan SSC di ruang operasi masih belum konsisten dan masih terdapat ketidakpatuhan didalamnya. Oleh karena itu, tujuan dari artikel ini untuk menganalisis dampak kepatuhan penggunaan Surgical Safety Checklist (SSC) terhadap keselamatan pasien di rumah sakit. Penelusuran artikel dilakukan melalui database PubMed, Semantic Scholar, dan Google Scholar menggunakan kata kunci “impact” AND “compliance” AND “Surgical Safety Checklist” AND “patient safety” AND “hospital”. Total temuan artikel sebanyak 650, tetapi hanya 7 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi. Terdapat total studi pada 212 rumah sakit di 6 negara yang menunjukkan bahwa mayoritas dalam kasus operasi yang dilakukan telah menggunakan SSC di dalamnya. Setiap rumah sakit memiliki tingkat kepatuhan yang berbeda-beda dalam menggunakan SSC, sehingga dampak yang dihasilkan juga beragam. Penerapan SSC dengan tingkat kepatuhan yang baik memiliki dampak positif terhadap keselamatan pasien di ruang operasi.
IMPLIKASI GAYA KEPEMIMPINAN KLINIK PRATAMA FRANS Mawandri, Dwi; Agustina, Dewi; Adawiyyah, Iffah; Syahfitri, Dewi; Fadilla, Alya; Zahra, Fairuz; Shalsabila, Nadia; Salsabila, Rizka Fauziah; Fransisca, Cintya; Rahayu, Pivit
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.36087

Abstract

Penelitian ini berfokus pada implikasi gaya kepemimpinan di Klinik Pratama Frans, Medan, Sumatera Utara, yang mulai beroperasi pada tahun 2018 sebagai klinik umum dan menjalin kerja sama dengan BPJS pada tahun 2019. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti gaya kepemimpinan yang diterapkan di Klinik Pratama Frans serta bagaimana kepala klinik memengaruhi dinamika kerja di lingkungan tersebut. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam menggunakan pedoman wawancara. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan rancangan studi kasus, di mana subjek penelitian adalah petugas kesehatan, khususnya bidan yang merangkap menjadi Admin dan Person In Change (PIC) yang bekerja di Klinik Pratama Frans. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala klinik menerapkan gaya kepemimpinan demokratis dan partisipatif. Dalam gaya ini, kepala klinik secara aktif melibatkan staf dalam proses pengambilan keputusan, mendorong partisipasi dari semua anggota tim, serta memelihara komunikasi yang terbuka dan efektif. Penerapan gaya kepemimpinan ini menciptakan suasana kerja yang kolaboratif, di mana setiap anggota merasa dihargai dan memiliki kontribusi penting dalam operasional klinik. Hal ini juga berdampak positif terhadap motivasi karyawan, yang lebih antusias dalam menjalankan tugas-tugas mereka, serta berkontribusi pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan kepada pasien. Kesimpulannya adalah gaya kepemimpinan demokratis dan partisipatif yang diterapkan di Klinik Pratama Frans berperan signifikan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan serta meningkatkan kepuasan pasien, yang pada akhirnya mendukung keberhasilan operasional klinik secara keseluruhan.
ETIKA DAN REGULASI TERAPI GEN DALAM PRAKTIK MEDIS Siregar, Salwa Febriana Ekasari; Adelia Putri, Maritza; Salsabila, Meuthya Putri; Putri, Nadya Nur Syafina; Sekarningrum, Rizda Maharani; Wasir, RIswandy
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.36096

Abstract

Terapi gen adalah inovasi medis yang bertujuan memperbaiki atau mengganti gen rusak dengan gen fungsional untuk mengobati penyakit bawaan dan kronis. Teknologi ini memberikan manfaat yang signifikan, termasuk mengurangi beban perawatan dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Namun, terapi gen juga menimbulkan tantangan terkait keamanan, regulasi, dan etika, seperti risiko efek samping, ketidakpastian jangka panjang, dan keadilan akses. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan terapi gen melalui tinjauan literatur dari Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect, dengan fokus pada publikasi 2014–2024. Metode analisis tematik digunakan untuk menyoroti isu-isu utama terkait regulasi dan etika. Keselamatan pasien adalah prinsip utama dalam praktik medis, termasuk terapi gen. Risiko jangka panjang dalam terapi gen sulit diprediksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meski terapi gen menawarkan solusi potensial untuk penyakit yang sebelumnya sulit diobati, terdapat kendala akses karena biaya tinggi dan keterbatasan infrastruktur medis. Dari sisi regulasi, diperlukan pengawasan ketat dan pemantauan jangka panjang untuk memastikan keamanan dan efektivitas terapi gen. Regulasi ketat dan pengawasan klinis diperlukan untuk menjamin keamanan penggunaan terapi ini. Selain itu, dibutuhkan model pembiayaan inovatif agar akses terhadap terapi gen lebih merata. Transparansi dan keterlibatan pasien dalam proses pengambilan keputusan juga sangat penting untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap teknologi ini. Terapi gen memiliki potensi besar, tetapi memerlukan pendekatan yang komprehensif dan terintegrasi untuk diterapkan.
EVALUASI PENYIMPANAN OBAT GOLONGAN PSIKOTROPIKA DI APOTEK X KOTA MATARAM Amalia, Marshanda Fitri; Tri Pratiwi, Eskarani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.36106

Abstract

Psikotropika adalah zat atau obat baik alami maupun sintetis bukan narkotika, berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan pada aktivitas mental dan perilaku. Pengelolaan obat psikotropika memerlukan penanganan lebih, khususnya pada sistem penyimpanan agar keamanan dan peredaran obat psikotropika tersebut terjamin. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penyimpanan obat psikotropika di apotek X di Kota Mataram sesuai dengan Permenkes Nomor 5 tahun 2023. Metode penelitian dilakukan secara deskriptif cross-sectional. Populasi pada penelitian ini adalah sistem penyimpanan obat di Apotek, dan sampel yang digunakan adalah sistem penyimpanan obat di sebuah Apotek di Kota Mataram. Analisis data  dilakukan  dengan  membandingkan  hasil observasi  dengan form checklist evaluasi penyimpanan. Penelitian  dilakukan  selama  periode April hingga Mei 2024. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa penyimpanan psikotropika di Apotek X masuk kategori sangat baik dengan persentase 92%. Berdasarkan hasil evaluasi, secara keseluruhan penyimpanan obat psikotropika di Apotek X telah memenuhi standar dan sesuai dengan pedoman Permenkes No. 5 Tahun 2023.