cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
PERAN PEMERIKSAAN CT SCAN NASOFARING EXTENDED CERVICAL PADA KASUS OBSTRUKSI STIDOR INSPIRASI ANAK DI RUMAH SAKIT AKADEMIK UNIVERSITAS GADJAH MADA Puspitaningtyas, Dyah Ayu; Sunbau, Putri Lorince Antoneta; Setiyawan, Iwan
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44414

Abstract

CT-Scan (Computed Tomography Scan) adalah salah satu alat dengan memanfaatkan radiasi sinar x yang dapat membantu paramedis mendapatkan gambaran dari berbagai organ salah satunya organ kepala atau otak.Citra hasil akuisisi atau rekaman CT-Scan dapat membantu memperjelas adanya dugaan yang kuat tentang kelainan yang terjadi pada leher. Salah satu metode pemeriksaan pada CT Scan yaitu Nasofaring Extended Cervical (NEC) teknik pemeriksaan radiologi CT Scan yang memperluas visualisasi nasofaring dan struktur sekitarnya dengan memperpanjang leher (cervikal). Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui peran dari pemeriksaan NEC pada kasus obstruksi stidor inspirasi anak. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data didapatkan dengan cara observasi, dokumentasi dan wawancara. Wawancara dilakukan pada dokter pengirim, dokter spesialis radiologi dan radiografer. Selanjutnya analisa data dilakukan dengan cara reduksi data serta menampilkan hasil dalam bentuk narasi secara deskripsi. Hasil penelitian yaitu pemeriksaan NEC ditampilkan dengan potongan axial, sagittal dan coronal untuk memperlihakan anatomi dari nasofaring. Selain itu mampu metode NEC juga dapat memperlihatkan adanya sumbatan pada nasofaring yang tidak nampak pada pemeriksaan radiografi konvensional. NEC ini merupakan teknik tambahan yang digunakan untuk melengkapi diagnosa dari obstruksi stridor. Simpulan yang bisa didapatkan dari penelitian ini yaitu: Potongan citra pada NEC mampu memperlihatkan adanya sumbatan pada nasofaring anak dengan kesulitan bernafas.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KECEMASAN PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI PUSKESMAS PENINJAUANOGAN KOMERING ULU Sari, Widia Lilis Nur Indah; Sulistyoningtyas, Sholaikhah; Soimah, Nurul
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44472

Abstract

Kecemasan merupakan perubahan psikologis pada ibu hamil trimester III yang paling dominan dirasakan. Kecemasan selama kehamilan berdampak negatif terhadap persalinan, kesehatan mental ibu post partum dan kesehatan bayi. Menurut data WHO sekitar 8-10% Data Kemenkes RI menunjukkan prevalensi ibu hamil yang mengalami kecemasan sekitar 43,3% dan kecemasan dalam menghadapi persalinan 48,7% (Anggraeni S, 2023). Data di Puskesmas Peninjauan dari januari hingga juni 2022 yang mengalami kecemasan menjelang persalinan sebanyak 80%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui analisis faktor yang mempengaruhi kecemasan pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Peninjauan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan non probability sampling dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Responden penelitian ini 61 orang ibu hamil trimester III di Wilayah kerja Puskesmas Peninjauan. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil uji Spearman Rank didapatkan hubungan pengetahuan dan pekerjaan dengan kecemasan ibu hamil didapatkan p-value 0,001, hubungan dukungan suami, umur dan pendapatan dengan kecemasan ibu hamil didapatkan p-value 0,002 dan hubungan paritas dengan kecemasan ibu hamil didapatkan p-value 0,003. Kesimpulan : terdapat hubungan antara kecemasan, pengetahuan, dukungan suami, umur, pekerjaan dan paritas dengan kecemasan ibu hamil trimester III. Saran : diharapkan pada pihak Puskesmas untuk dapat meningkatkan mutu pelayanan kesehatan khususnya pemberian pelayanan dan informasi sebagai upaya pencegahan dan penanganan yang berkaitan dengan kecemasan ibu hamil selama trimester III.
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN PEDICULOSIS CAPITIS PADA SANTRIWATI DI PONDOK PESANTREN NURUL JADID PROBOLINGGO Azizah, arika; Rahman, Handono Fatkhur; Sholehah, Baitus
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44487

Abstract

Salah satu jenis penyakit paling umun namun, sering kali teraibaikan yakni Pediculosis capitis, penyebab adanya penyakit ini adalah parasit pediculus humanus var capitis. Kondisi lingkungan, perilaku dan karakteristik individu itu sendiri menyebabkan kondisi tersebut menular. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian pediculosis capitis di Pondok Pesantren Nurul Jadid Probolinggo. Metode Penelitian korelasional dengan desain cross sectional digunakan pada penelitian ini. Sampel sejumlah 354 responden menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data melalui kuesioner, data di analisis menggunakan uji chi square test dan uji regresi logistik (backward LR). Hasil membuktikan bahwa usia (p value=0,020, OR=0,491), ukuran rambut (p value=0,019, OR=1,763), personal hygiene (p value=0,002, OR=1,999), kepadatan hunian (p value=0,012, OR=0,359), tingkat pengetahuan (p value=0,009, OR=2,145) termasuk ke dalam faktor berpengaruh dengan kejadian pediculosis capitis, sedangkan tipe rambut (p value=0,391, OR=1,246) tidak termasuk dalam faktor yang berpengaruh dengan kejadian pediculosis capitis. Kesimpulan dari penelitian yang dilakukan, personal hygiene merupakan faktor yang paling dominan penyebab terjadinya pediculosis capitis hasil dari uji regresi logistik. Diharapkan  bagi pihak pondok pesantren melakukan skrining secara berkala kepada santri lama maupun baru untuk melakukan pencegahan dan pengobatan.
PENGARUH GANGGUAN PSIKOLOGIS PADA KARYAWAN PENYINTAS COVID TERHADAP KINERJA DAN PRODUKTIVITAS KERJA DI PUSKESMAS GAMPING I, KABUPATEN SLEMAN Andriyani, Deni; Hidayat, Mohammad Syamsu; Hariyono, Widodo
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44489

Abstract

Gangguan psikologis merupakan suatu kondisi yang sangat mempengaruhi pemikiran, suasana hati dan prilaku manusia. Sehingga gangguan psikologis ini sangat mempengaruhi seseorang untuk menjalankan pekerjaannya sehari-hari di lingkungan kerja. Hal ini ditemui pada lingkungan kerja di fasilitas kesehatan pada saat pandemi Covid-19, dimana Puskesmas sebagai fasyankes tingkat pertama yang merupakan garda terdepan dalam penanganan dan pengelolaan pandemi Covid. Semua karyawan di puskesmas dituntut melaksankan tugas tambahan selain ketugasan pokok masing-masing. Seiring dengan itu beban kerja yang tinggi dan kesehatan psikologi yang kurang baik, menyebabkan penurunan kinerja dan produktivitas kerja Puskesmas. Tujuan pada penulisan ini diteliti adakah pengaruh hubungan antara adanya gangguan psikologis yang dialami oleh karyawan penyintas covid terhadap penilaian kinerja dan produktivitas kerjanya. Beserta adanya pengaruh faktor-faktor intrinsik pada karyawan yang mempengaruhi keparahan gangguan psikologis.  Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang berbasis data. Terdapat hubungan signifikan antara gangguan psikologis dengan penilaian kinerja (p=0,000), dan gangguan psikologis dengan produktivitas kerja (p=0,000). Pada analisis multivariat menyatakan bahwa faktor interinsik (usia, jenis kelamin, pengalaman kerja, komorbid dan beban kerja) dapat mempengaruhi gangguan psikologis sebesar 68,1%. Ada pengaruh Tingkat keparahan gangguan psikologis petugas penyintas covid terhadap penilaian kinerja dan produktivitas kerja yang dihasilkan.
ANALISIS UPAYA PENGENDALIAN BAHAYA KERJA KEBISINGAN DI AREA JCS PT.TGI RO 1 JAMBI Marius, Najmi Hasanah; Lanita, Usi; Aswin, Budi; Rini, Willia Novita Eka; Ibnu, Ismi Nurwaqiah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44501

Abstract

Kebisingan di lingkungan kerja merupakan salah satu faktor bahaya fisik yang dapat berdampak negatif pada kesehatan dan keselamatan pekerja. Tingkat kebisingan yang melebihi Nilai Ambang Batas (NAB) dapat menyebabkan gangguan pendengaran, stres, dan penurunan produktivitas. Jabung Compressor Station PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) merupakan salah satu area industri yang memiliki tingkat kebisingan tinggi akibat operasional mesin-mesin berat. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengendalian untuk meminimalkan risiko bahaya akibat kebisingan di tempat kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Data diperoleh melalui pengukuran tingkat kebisingan di area kerja serta wawancara dengan pekerja dan pihak manajemen terkait strategi pengendalian yang telah diterapkan. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa beberapa mesin, seperti Gas Turbine Compressor (92,1 dBA), Fire Engine (96,7 dBA), Gas Engine Generator (85,4 dBA), dan After Cooler (85,2 dBA) memiliki tingkat kebisingan di atas NAB 85 dBA. Upaya pengendalian yang telah diterapkan ialah meliputi rekayasa teknik seperti pemasangan silencer dan enclosure, pengendalian administratif melalui pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan pemasangan safety sign, serta penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) seperti earplug dan earmuff. Untuk upaya eliminasi dan substitusi belom bisa dilakukan oleh Perusahaan. Upaya pengendalian bahaya kerja kebisingan di Jabung Compressor Station PT TGI telah diterapkan dengan pendekatan hierarki pengendalian, tetapi masih perlu evaluasi lebih lanjut untuk meningkatkan efektivitasnya. Perusahaan disarankan untuk memperkuat penerapan teknologi pengendalian kebisingan serta meningkatkan kepatuhan pekerja dalam penggunaan APD.
PENGARUH MEDIA SOSIAL PADA PERKEMBANGAN KESEHATAN MENTAL REMAJA : A LITERATURE RIVIEW A.R, Asmanur; Rusli, Sfandy; Isdayanti, Isdayanti; Sudirman, Sudirman; Yani, Ahmad; Amalinda, Finta
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44513

Abstract

Media sosial telah menjadi bagian penting dalam kehidupan remaja di era digital ini, mempengaruhi berbagai aspek kehidupan mereka, termasuk hubungan sosial, identitas diri, dan kesejahteraan mental. Dengan semakin berkembangnya platform media sosial, fenomena ini menimbulkan kekhawatiran terkait dampak jangka panjang terhadap kesehatan mental remaja. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial dapat memberikan pengaruh positif maupun negatif, bergantung pada cara penggunaannya. Meskipun media sosial memungkinkan remaja untuk terhubung dan berbagi informasi, penelitian juga menunjukkan adanya hubungan antara penggunaan media sosial yang berlebihan dan meningkatnya risiko gangguan kesehatan mental seperti kecemasan, depresi, dan stres. Oleh karena itu, penting untuk memahami lebih jauh bagaimana media sosial memengaruhi kesehatan mental remaja, serta faktor-faktor yang mempengaruhi dampaknya. Literatur review,dimana artikel dipilih menggunakan metode PRISMA. Artikel internasioanl yang digunakan didapatkan dari fasilitas database online melalui halaman Pubmed, Science Direct dan Google Scholar. Artikel yang diperoleh dipilih berdasarkan publikasi yang diterbitkan dari tahun 2020 sampai 2025 (5 tahun).. Media sosial memberikan dampak negatif dan positif. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial memiliki dampak ganda pada kesehatan mental remaja. Meskipun media sosial dapat memberikan manfaat seperti meningkatkan rasa kebersamaan dan akses informasi, dampak negatif seperti kecemasan, depresi, dan tekanan sosial juga sering terjadi, terutama akibat perbandingan diri dan cyberbullying. Penggunaan media sosial yang berlebihan dapat memperburuk kondisi kesehatan mental remaja.
PENGARUH PEMBERIAN MINUMAN SOPI MAYANG TERHADAP GAMBARAN HISTOLOGI GLOMERULUS GINJAL MENCIT (MUS MUSCULUS) Monisa, Muhammad Ridwan; Sanaky, Marliyati; Rahawarin, Halidah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44514

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian minuman beralkohol sopi mayang terhadap jumlah glomerulus ginjal pada mencit (Mus musculus). Metode yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan desain randomized post-test only control group. Sebanyak 25 ekor mencit jantan dipilih secara acak dan dibagi menjadi lima kelompok: kontrol negatif (K-), kontrol positif (K+), serta tiga kelompok perlakuan (P1, P2, P3) yang diberikan sopi mayang dengan volume berbeda. Kelompok K- diberi aquades, sedangkan K+ diberi alkohol 0,1 ml/Kgbb/hari dengan kadar alkohol 34%. Kelompok perlakuan menerima sopi mayang dalam dosis 0,2 ml/Kgbb/hari (P1), 0,3 ml/Kgbb/hari (P2), dan 0,4 ml/Kgbb/hari (P3) selama 17 hari. Hasil penelitian menunjukkan adanya kerusakan pada glomerulus ginjal dengan peningkatan skor rata-rata pada kelompok K+, P1, P2, dan P3. Uji Kruskal-Wallis menunjukkan hasil signifikan (p = 0,001), dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney yang menunjukkan perbedaan bermakna antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan, khususnya pada kelompok P3 (p = 0,007). Kesimpulannya, pemberian sopi mayang dengan kadar alkohol 34% dapat menyebabkan kerusakan pada glomerulus ginjal mencit.
LITERATURE REVIEW : PERAN PERAWAT DALAM MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP PASIEN KANKER PAYUDARA DALAM PENDEKATAN HOLISTIK ASUHAN KEPERAWATAN ONKOLOGI Syahputra, Mohamad Ade; Ramadha, Gilang; Putra, Risma Aryan; Fadilah, Fani; Alfahrizqy, Moh Galang; Jaya, Benny Eka; Wildan, Muhamad Yanuar Kasya; Fadhli, Ade Shafril Nur; Raysatama, Chaes Finessa; Rismawan, Eris
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44526

Abstract

Kanker payudara berdampak besar pada kualitas hidup pasien, baik dari segi fisik, psikologis, maupun sosial. Perawatan yang holistik, mencakup aspek fisik dan psikologis, sangat diperlukan untuk mendukung pasien selama proses pengobatan. Peran perawat sangat penting dalam memberikan pendekatan yang menyeluruh dan mendukung pasien dalam menghadapi tantangan yang ditimbulkan oleh penyakit ini. Tujuan penelitian ini adalah menilai efektivitas intervensi keperawatan dalam meningkatkan kualitas hidup pasien kanker payudara melalui pendekatan holistik. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review terhadap artikel-artikel yang dipublikasikan antara 2020 hingga 2025, mengenai intervensi perawat dalam meningkatkan kualitas hidup pasien kanker payudara. Hasil penelitian yang didapatkan yakni intervensi perawat yang mencakup edukasi deteksi dini kanker payudara, konseling psikologis, serta perawatan paliatif terbukti memiliki dampak positif dalam meningkatkan kualitas hidup pasien kanker payudara. Perawat berperan dalam mengurangi kecemasan dan depresi pasien, serta membantu mereka mengelola dampak emosional dan psikologis yang ditimbulkan oleh pengobatan. Selain itu, dukungan sosial dan fisik yang diberikan juga membantu pasien untuk lebih siap menghadapi tantangan fisik dan mental selama masa perawatan. Peran perawat dalam memberikan perawatan holistik sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup pasien kanker payudara, dengan mengatasi aspek fisik, psikologis, dan sosial.
GAMBARAN KARAKTERISTIK PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS JUMPANDANG BARU Akbar, A. Muh.; Makmun, Armanto
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44535

Abstract

Prevalensi Hipertensi di Wilayah Sulawesi Selatan yang tertinggi di kota makassar dengan 29,35 %. Pada tahun 2023 penyakit Hipertensi berada di urutan 2 dari 10 penyakit tertinggi di Puskesmas Jumpandang Baru Kota Makassar dengan jumlah kasus 2.209 kasus. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan desain penelitaan cross-sectional untuk melihat Gambaran karakteristik pasien Hipertensi yang ada di Puskesmas Jumpandang Baru. Karakteristik yang dimaksud berupa usia, jenis kelamin, Indeks Massa Tubuh, riwayat keturunan, dan pekerjaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 82 orang jumlah pasien Hipertensi dengan usia <40 tahun sebanyak 2 orang (2.43%), interval usia 40-50 tahun sebanyak 12 orang (14.63%), interval usia 50-60 tahun sebanyak 28 orang (34.14%), usia >60 tahun sebanyak 40 orang (48.80%). Jumlah pasien laki-laki yaitu sebanyak 33 orang (40.24%) dan jumlah pasien perempuan sebanyak 49 orang (59.76%). Jumlah pasien dengan IMT underweight sebanyak 0 orang (0%), Normal sebanyak 25 orang (30.48%), overweight sebanyak 16 orang (19.51%), obesitas I sebanyak 32 orang (39.04%), obesitas II sebanyak 9 orang (10.97%). Jumlah pasien dengan riwayat keturunan yaitu sebanyak 43 orang (52.44%) dan jumlah pasien tanpa riwayat keturunan sebanyak 39 orang (47.56%). Jumlah pasien yang memiliki pekerjaan sebanyak 37 orang (45.13%) dan jumlah pasien yang tidak memiliki pekerjaan sebanyak 45 orang (54.87%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah gambaran karakteristik pada pasien hipertensi adalah sebagian besar perempuan, hipertensi terjadi semakin bertambahnya usia, status gizi dengan obesitas lebih banyak menyumbang kejadian pada pasien hipertensi, riwayat keturunan pada pasien hipertensi didapatkan lebih banyak dibandingkan yang tidak ada riwayat, pasien hipertensi yang tidak memiliki pekerjaan lebih banyak dibandingkan yang memiliki pekerjaan.
ANALISIS PERBANDINGAN INFORMASI CITRA RADIOGRAFI CRANIUM DENGAN MENGGUNAKAN VIRTUAL GRID DAN PHYSICAL GRID Sephiarosi, Herda; Liscyaningsih, Ike Ade Nur; Dewi, Sofie Nornalita
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44536

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan informasi citra radiografi cranium dengan menggunakan Virtual Grid dan Physical Grid. Metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen. Penelitian ini dilakukan mulai dari bulan Oktober 2024 hingga Maret 2025 di Lab Mobile Radiologi di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Pengumpulan data dilakukan dengan cara penilaian menggunakan kuesioner. Kuesioner di isi oleh responden yaitu tiga dokter spesialis radiologi dan dilakukan uji statistik menggunakan bantuan aplikasi IBM SPSS berupa paired sample T-Test sehingga dapat ditarik kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan pada hasil statistik informasi citra radiografi cranium dengan menggunakan Virtual Grid dan Physical Grid. Namun, secara rata-rata (mean) nilai penggunaan Virtual Grid cenderung lebih tinggi dibandingkan Physical Grid pada semua kriteria penilaian. Virtual Grid menunjukkan kecenderungan kinerja yang lebih baik dalam semua penilaian kriteria. Hal ini menunjukkan bahwa teknologi Virtual Grid memiliki potensi besar sebagai alternatif yang efektif untuk menggantikan Physical Grid dalam pemeriksaan radiografi cranium. Keunggulan utama Virtual Grid terletak pada kemampuannya menghasilkan kualitas citra yang optimal tanpa perlu meningkatkan dosis radiasi, yang sangat penting dalam menjaga keselamatan radiasi. Selain itu, ketidaksesuaian pengaturan parameter digital pada Virtual Grid memungkinkan optimasi yang lebih presisi untuk berbagai struktur anatomi dengan karakteristik berbeda.