cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
EFEK POLUSI UDARA TERHADAP KESEHATAN KULIT Nazwa, Nazwa; Salsabila, Raihana Putri; Nasir, Muhammad; Rizki, Alia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44639

Abstract

Polusi udara merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang semakin mengkhawatirkan, terutama di wilayah perkotaan dengan pertumbuhan industri, urbanisasi, dan peningkatan penggunaan kendaraan bermotor. Selain berdampak pada kesehatan pernapasan, polusi udara juga berpengaruh signifikan terhadap kesehatan kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara paparan polusi udara dan kerusakan kulit, serta mengevaluasi langkah-langkah preventif yang dapat diterapkan. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan sistematis terhadap artikel ilmiah nasional dan internasional yang relevan, diterbitkan antara tahun 2015 hingga 2025. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa polutan seperti partikel halus (PM2.5 dan PM10), ozon (O₃), logam berat (kadmium, timbal), dan senyawa organik volatil (VOC) dapat masuk menembus kulit melalui jalur transepidermal dan folikel rambut. Paparan ini dapat memicu stres oksidatif, inflamasi, aktivasi jalur molekuler seperti AHR, serta perubahan mikrobioma kulit, yang berdampak pada munculnya gangguan kulit seperti penuaan dini, hiperpigmentasi, jerawat, dermatitis, hingga kanker kulit. Strategi pencegahan yang dianjurkan meliputi penggunaan produk perawatan kulit yang mengandung antioksidan dan tabir surya, perlindungan fisik seperti masker dan pakaian tertutup, serta penerapan gaya hidup sehat. Kesimpulan dari kajian ini yaitu polusi udara memberikan dampak nyata terhadap kesehatan kulit, sehingga peningkatan kesadaran dan penerapan tindakan preventif sangat penting untuk meminimalkan risiko kerusakan kulit akibat paparan dari polusi udara.
HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS FISIK DAN INTENSITAS PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DENGAN STATUS GIZI PADA PELAJAR DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 GURU LOMBOK KALAWAT Dajoh, Thessalonika Zeffanya; Malonda, Nancy S. H; Sanggelorang, Yulianty
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44649

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan pesat selama masa remaja menuntut kebutuhan gizi yang optimal, namun berbagai faktor gaya hidup modern seringkali menimbulkan masalah status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara aktivitas fisik dan intensitas penggunaan media sosial dengan status gizi pada pelajar di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Guru Lombok Kalawat. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif observasional analitik dengan desain cross-sectional yang dilaksanakan pada Juni hingga Agustus 2024. Sebanyak 91 siswa kelas 10 dan 11 dipilih sebagai responden menggunakan teknik systematic random sampling. Data status gizi diperoleh dari pengukuran berat dan tinggi badan (IMT/U), aktivitas fisik diukur menggunakan kuesioner International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) Long Form, dan intensitas penggunaan media sosial menggunakan kuesioner Social Networking Time Use Scale (SONTUS). Analisis data untuk menguji hubungan antar variabel menggunakan uji Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan status gizi (p=0,001), di mana tingkat aktivitas fisik yang lebih tinggi berkaitan dengan status gizi yang lebih baik. Sebaliknya, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara intensitas penggunaan media sosial dengan status gizi (p=0,319) pada populasi studi ini. Kesimpulannya, aktivitas fisik merupakan faktor penting yang berhubungan dengan status gizi pelajar di SMAN 1 Guru Lombok Kalawat, sementara intensitas penggunaan media sosial saja tidak menunjukkan korelasi langsung, yang mengindikasikan perlunya penelitian lebih lanjut mengenai peran kompleks media sosial dan faktor lainnya.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA GADGET TERHADAP KEMAMPUAN INTERAKSI BERBAHASA ANAK USIA DINI: LITERATURE REVIEW Hidayah, Risma; Khoirunnisa, Hanna; Cahyati, Febrianti Nurul; Agustina, Nurmala; Cantika, Kesya; Hasna, Athiyah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44659

Abstract

Perkembangan teknologi digital, terutama gadget seperti smartphone, dapat mempengaruhi perkembangan bahasa anak usia dini. Meskipun gadget bermanfaat untuk edukasi, paparan berlebihan dapat mengganggu kemampuan berbahasa dan interaksi sosial anak. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh penggunaan gadget terhadap kemampuan interaksi berbahasa anak usia dini. Metode penelitian menggunakan menggunakan literature review dengan menganalisis jurnal dan publikasi ilmiah yang relevan mengenai dampak gadget terhadap perkembangan bahasa anak. Hasil temuan menunjukkan penggunaan gadget yang tidak terkontrol dapat menghambat perkembangan bahasa anak, termasuk keterlambatan berbicara dan pengurangan kemampuan mendengar. Sebaliknya, penggunaan yang terkontrol dengan konten edukatif dapat mendukung perkembangan bahasa. Pengawasan orang tua dan pendidik sangat penting untuk mengontrol penggunaan gadget, memastikan konten edukatif, dan memprioritaskan interaksi langsung dalam perkembangan bahasa anak. Maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan media gadget memiliki dampak yang signifikan terhadap kemampuan interaksi berbahasa anak usia dini. Mayoritas studi menunjukkan bahwa penggunaan gadget secara berlebihan, terutama tanpa pengawasan yang memadai, berpotensi menghambat perkembangan bahasa dan kemampuan sosial anak. Hal ini dikarenakan berkurangnya kesempatan anak untuk berkomunikasi langsung dengan lingkungan sekitar, yang merupakan fondasi penting dalam pembentukan keterampilan berbahasa. Meski demikian, teknologi tidak selalu berdampak negatif. Dalam beberapa studi, ditemukan bahwa gadget dapat memberikan manfaat edukatif apabila digunakan secara bijak, dengan konten yang sesuai dan durasi yang dibatasi.
HUBUNGAN DUKUNGAN CAREGIVER DENGAN FREKUENSI KEKAMBUHAN PASIEN SKIZOFRENIA zaman, badrul; Munawwarah, Khairiyatul; Faizah, Faizah; Nurhidayat, Nurhidayat; Hidayat, Muhammad; Veriana, Cut Maria; Jumiati, Jumiati; Miniharianti, Miniharianti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44661

Abstract

Skizofrenia merupakan gangguan mental kronis yang ditandai oleh episode psikosis berulang, seperti halusinasi, delusi, dan gangguan perilaku. Salah satu tantangan utama dalam penanganan skizofrenia adalah tingginya angka kekambuhan yang dapat memperburuk prognosis dan kualitas hidup pasien. Berbagai faktor berperan dalam mencegah kekambuhan, salah satunya adalah dukungan dari caregiver, yaitu individu yang memberikan perawatan sehari-hari kepada pasien. Dukungan caregiver yang adekuat, baik secara emosional, instrumental, maupun informatif, diketahui dapat meningkatkan kepatuhan terhadap pengobatan dan menurunkan stres pada pasien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan caregiver dengan frekuensi kekambuhan pasien skizofrenia. Desain yang digunakan adalah cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh keluarga yang mempunyai anggota keluarga pasien skinzofrenia Di Wilayah Kerja Pukesmas Jeunieb berjumlah 101 orang. Jumlah sampel dalam penelitian ini 50 orang menggunakan simple random sampling. Penelitian ini telah dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Jeunib Kabupaten Bireuen tanggal 12 s/d 22 Agustus 2024. Analisa data menggunakan uji Chi Square. Hasil uji univariat dukungan caregiver mayoritas kategori cukup 30 responden (60%). Kekambuhan pasien skizofrenia mayoritas dalam kategori tidak kambuh 29 responden (58%). Hasil uji bivariat diperoleh nilai ρ value = 0.020(ρ < 0,05), ada hubungan dukungan caregiver dengan frekuensi kekambuhan pasien skizofrenia. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan informasi kepada tenaga kesehatan untuk lebih melibatkan peran serta keluarga dalam perawatan klien skizofrenia sehingga keluarga mampu merawat klien dirumah dan akhirnya dapat membantu untuk mencegah kekambuhan.
HUBUNGAN ANTARA GANGGUAN FUNGSI KOGNITIF DENGAN KUALITAS HIDUP LANSIA DI DESA EHE KECAMATAN LIKUPANG TIMUR Herman, Ulqiyah Nurhusna; Mantjoro, Eva. M.; Kalesaran, Angela F. C.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44662

Abstract

Gangguan fungsi kognitif merupakan kemunduran memori atau daya ingat, perhatian, dan fungsi kognitif yang tidak sesuai berdasarkan usia dan tingkat pendidikan lansia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi gangguan kognitif, kualitas hidup lansia, serta hubungan antara gangguan fungsi kognitif dengan kualitas hidup lansia di wilayah Desa Ehe. Penelitian ini bersifat observasional dengan pendekatan cross sectional, menggunakan metode total sampling. Pelaksanaan studi dilakukan di Desa Ehe antara bulan Juni hingga Oktober 2024. Populasi dalam penelitian meliputi seluruh lansia berusia 60 hingga 90 tahun di desa tersebut sebanyak 70 orang, dengan 54 orang di antaranya memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Alat ukur yang digunakan meliputi kuesioner MMSE dan WHOQOL-BREF, sementara analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 32 responden (59,2%) mengalami gangguan fungsi kognitif. Dalam dimensi fisik, 42 orang lansia (77,8%) memiliki kualitas hidup yang baik. Sementara itu, dalam aspek psikologis, sebanyak 32 orang (59,3%) menunjukkan kualitas hidup yang kurang baik. Untuk dimensi sosial, 29 lansia (53,4%) juga berada dalam kategori kualitas hidup yang rendah. Sedangkan pada aspek lingkungan, 47 responden (87%) mengalami kualitas hidup yang buruk. Terdapat hubungan signifikan antara gangguan kognitif dengan kualitas hidup dalam dimensi psikologis (p = 0,001; p < 0,05). Namun, tidak ditemukan hubungan yang bermakna pada dimensi fisik, sosial, dan lingkungan, dengan nilai p masing-masing 0,285, 0,354, dan 0,410 (p > 0,05).
HUBUNGAN USIA, MASA KERJA DAN BEBAN KERJA MENTAL DENGAN KELELAHAN KERJA (STUDI PADA PEKERJA WORKSHOP PT. X) Hidayatunikmah, Nadiah Farhah; Ardyanto W , Yustinus Denny
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44663

Abstract

Penerapan program K3 penting untuk menurunkan kecelakaan kerja dan meningkatkan kinerja perusahaan. Kelelahan kerja, terutama pada pekerjaan dengan tuntutan fisik dan mental tinggi seperti di workshop PT. X, menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan. Faktor seperti kondisi kerja berat, tugas tambahan, dan tekanan waktu dapat menyebabkan kelelahan fisik dan mental. Tingginya kelelahan kerja berisiko menurunkan performa dan meningkatkan kecelakaan, namun pemahaman terhadap faktor penyebabnya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia, masa kerja, dan beban kerja mental dengan tingkat kelelahan kerja pada pekerja workshop PT. X. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain observasional dan metode cross-sectiional. Populasi penelitian mencakup seluruh pekerja workshop PT. X yang berjumlah 24 orang, di mana seluruh populasi dijadikan sampel. Variabel independen dalam penelitian ini mencakup usia, masa kerja, dan beban kerja mental, sedangkan variabel dependennya adalah kelelahan kerja. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner, dan analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pekerja workshop PT. X berusia 36-45 tahun, memiliki masa kerja <6 tahun, beban kerja mental rendah, dan tingkat kelelahan tinggi. Pada variabel usia (p-value = 0,003) dan beban kerja mental (p-value = 0,007) didapatkan adanya hubungan yang signifikan dengan kelelahan kerja. Sedangkan variabel masa kerja (p-value = 0,064) tidak didapatkan hubungan yang signifikan dengan kelelahan kerja. Kesimpulan dari penelitian ini adalah usia dan beban kerja mental memiliki hubungan dengan kelelahan kerja, sedangkan masa kerja tidak berhubungan dengan kelelahan kerja.
DETEKSI RESISTENSI ANTIBIOTIK METRONIDAZOLE 500MG PADA PASIEN BACTERIAL VAGINOSIS (BV) BERULANG DI RSUD SAIFUL ANWAR MALANG Isnaini, Illiyyin; Yuyun, Nailufar; Sri, Martuti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44667

Abstract

Antibiotik merupakan zat yang dapat membunuh atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme dan menjadi terapi utama pada penyakit infeksi bakteri. Konsumen antibiotik meningkat sebanding dengan pervalensi sebaran penyakit yang tinggi. Metronidazole merupakan obat golongan tetrasiklin dan mempunyai spektrum jangkauan antimikroba yang luas dengan indikasi pada pasien infeksi saluran kemih, klamidia dan bakterial vaginosis. Senyawa tersebut, bekerja dengan cara bakteriostatik, menghambat pertumbuhan bakteri dan bakterisidal menyebabkan kematian bakteri secara inhibisi melalui mekanisme replikasi, transkripsi, translasi, sistensis peptidoglikan dan sintesis asam tetra-hidrofolat. Resistensi dapat terjadi akibat underuse obat dari dosis yang dianjurkan. Ketika pengobatan dihentikan ditengah waktu saat gejala sudah tidak dirasa namun sebenarnya bakteri belum hilang sepenuhnya, maka strain bakteri akan mereplikasi dan membentuk perisai pada lapisan peptidoglikan untuk lebih terbiasa dengan efek antimikroba yang sedang dikonsumsi. Penelitian bersifat kuantitatif dengan data sekunder dan sampel penelitian menggunakan pemeriksaan pasien sebanyak 87 sampel yang selanjutnya dilakukan uji diagnostik BV, berupa; kriteria amsel dan uji sensivitas antimikroba sistem otomatis alat Vitek-2. Didapatkan dari 87 sampel, terjadi resisten metronidazole sebanyak 18 sampel. Terdapat kejadian resistensi metronidazole sebagai terapi tahap pertama pada pasien BV berulang di RSUD Saiful Anwar Kota Malang, Jawa Timur.
ANALISIS PELAKSANAAN KELAS IBU HAMIL PUSKESMAS ATUKA KABUPATEN MIMIKA Damayanti, Desty; Irwandi, Irwandi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44669

Abstract

Salah satu indikator derajat kesehatan masyarakat adalah Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Program kelas ibu hamil secara umum menjadi program yang belum terlaksana dengan baik. Residensi ini secara umum adalah untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan kelas ibu hamil di Puskesmas Atuka Distrik Mimika tengah kabupaten Mimika menganalisa faktor-faktor yang menjadi penyebab belum optimalnya pelaksanaan kelas ibu hamil di Puskesmas Atuka Distrik Mimika tengah Kabupaten Mimika. Bagaimana pelaksanaan kelas ibu hamil diwilayah kerja Puskesmas Atuka Distrik Mimika tengah Kabupaten Mimika. Apakah prioritas penyelesaian masalah belum optimalnya pelaksanaan kelas ibu hamil di Puskesmas Atuka Distrik Mimika tengah Kabupaten Mimika. Berdasarkan analisa dengan USG (urgency, seriousness, growth) Apakah strategi yang dapat digunakan untuk peningkatan pelaksanaan kelas ibu hamil di Puskesmas Atuka Distrik Mimika tengah Kabupaten Mimika. berdasarkan analisa SWOT (strength, weakness,opportunity,   threats). Setelah melakukan analisa masalah dengan fishbone, USG, dan SWOT, didapatkan implementasi strategi yang dapat diterapkan pada kegiatan residensi ini adalah dengan pendampingan ibu hamil sejak awal kehamilan, dengan media pemberian edukasi melalui power point da rekaman audio tentang pentingnya mengikuti kelas ibu bagi kesehatan janin dan ibu yang dikirin via WhatsApp sehingga diharapkan capaian pelaksanaan kelas ibu hamil terlaksana dengan optimal. Evaluasi ini dilihat dari kepercayaan ibu hamil untuk melalukan ANC sejak awal terlebih pada pada ibu dengan kehamilan dini dan kemauan ibu hamil untuk mengikuti kelas ibu, dan tingkat kepahaman ibu hamil atas materi yang diberikan serta pada prakteknya bisa menjalani proses kehamilan dengan keadaan sehat. Sampai pada akhirnya, pelaksanaan kelas ibu hamil bisa optimal.
TEKNIK PEMERIKSAAN TEMPOROMANDIBULAR JOINT DENGAN KLINIS DISLOKASI MANDIBULA MENGGUNAKAN MODALITAS PANORAMIK DI RSUD DR. GONDO SUWARNO diwul, fransiska shania; Wati, Retno; Nasokah, Ildsa Maulidya Mar’atus
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44679

Abstract

Temporomandibular Joint (TMJ) merupakan sendi kompleks yang memainkan peran penting dalam fungsi pengunyahan, penelanan, dan berbicara. Dislokasi mandibula dapat menyebabkan gangguan pada fungsi TMJ yang cukup signifikan, sehingga dibutuhkan pemeriksaan radiografi yang akurat untuk mendukung diagnosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik pemeriksaan TMJ pada pasien dengan klinis dislokasi mandibula menggunakan modalitas panoramik di RSUD dr. Gondo Suwarno. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan dua radiografer dan satu dokter spesialis radiologi, observasi langsung terhadap pelaksanaan prosedur pemeriksaan, dokumentasi hasil pemeriksaan, serta telaah literatur yang relevan, Analisis data dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan berdasarkan hasil temuan di lapangan dan teori yang mendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemeriksaan TMJ dilakukan dengan dua proyeksi, yaitu open mouth dan close mouth menggunakan pesawat panoramik. Pasien diposisikan duduk dengan kepala difiksasi, dan pencitraan dilakukan untuk melihat hubungan posisi condylus mandibula terhadap fossa temporomandibularis. Proyeksi close mouth menunjukkan posisi kondilus di dalam fossa, sedangkan proyeksi open mouth memperlihatkan pergeseran ke anterior yang mengindikasikan adanya dislokasi. Pemeriksaan panoramik ini dinilai praktis, cepat, dan memberikan dosis radiasi rendah. Namun, keterbatasan tetap ada, seperti kemungkinan distorsi gambar serta resolusi citra yang kurang optimal dibandingkan teknik konvensional. Meskipun demikian, radiografi panoramik tetap mampu memberikan gambaran diagnostik yang diperlukan dalam penanganan kasus dislokasi mandibula secara klinis.
ANALISIS KESINTASAN 5 TAHUN PASIEN KANKER SERVIKS DI RSUD RADEN MATTAHER JAMBI TAHUN 2019- 2024 Tarigan, ayu ipana; Fitri, Adelina; Sitanggang, Hendra Dhermawan; Kalsum, Ummi; Syukri, Muhammad
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44682

Abstract

Kanker serviks merupakan kanker kedua yang paling sering terjadi pada wanita dan merupakan penyebab utama kematian akibat kanker di kalangan wanita. Tingginya angka kejadian dan kematian akibat kanker serviks menunjukkan pentingnya analisis faktor-faktor yang mempengaruhi kesintasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi ketahanan hidup pasien kanker serviks di RSUD Raden Mattaher Jambi. Penelitian dengan desain kohort retrospektif. Sampel penelitian terdiri dari 112 pasien kanker serviks di RSUD Raden Mattaher Jambi periode 2019-2024. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan Kaplan-Meier, uji Log-rank dan analisis Cox Proportional Hazard untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi risiko kematian. Faktor- faktor yang signifikan terhadap ketahanan hidup pasien kanker serviks umur (HR = 2,67; p = 0,036), ukuran tumor (HR = 2,67; p = 0,023), stadium kanker (HR = 5,79; p = 0,000), penyakit penyerta (HR = 3,19; p = 0,020),  pendidikan (HR = 5,65; p = 0,000), status perkawinan (HR = 3,21; p = 0,004), dan pekerjaan (HR = 5,90; p = 0,001) dan faktor yang tidak signifikan jenis pengobatan (HR = 1,03; p = 0,905). Umur, ukuran tumor, stadium, penyakit penyerta, tingkat pendidikan, status perkawinan, dan status pekerjaan adalah faktor-faktor yang signifikan mempengaruhi kelangsungan hidup pasien kanker serviks di RSUD Raden Mattaher Jambi.