cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
HUBUNGAN KARAKTERISTIK PESERTA JKN DENGAN PEMANFAATAN PELAYANAN PUSKESMAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SARIO KOTA MANADO Purnama Sari, Ni kadek; Rumayar, Adisti A.; Korompis, Grace E. C.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44537

Abstract

Pemanfaatan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan menjadi salah satu hal yang penting. Peserta JKN di fasilitas layanan kesehatan yang telah ditanggung oleh BPJS kesehatan dapat memperoleh pelayanan kesehatan dengan mudah.. Puskesmas harus menyediakan layanan sesuai standar mutu dan jenis pelayanan untuk mendukung keberlanjutan program JKN. Menurut teori Lawrence Green dan Andersen, factor predisposisi seperti usia, jenis kelamin, Pendidikan dan pekerjaan mempunyai keterkaitan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik peserta JKN dan pemanfaatan layanan puskesmas di Puskesmas Sario Kota Manado. Dengan metode penelitian kuantitatif observasional analitik dan desain studi potong lintang, yang dilaksanakan dari Mei hingga Juni 2024, melibatkan 100 responden pasien rawat jalan peserta JKN di wilayah kerja Puskesmas Sario Kota Manado. Teknik pengambilan sampel menggunakan non probability sampling dengan metode accidental sampling dengan kriteria responden yang telah ditentukan oleh peneliti. Berdasarkan hasil uji chi-square diketahui bahwa usia (p=0,233), jenis kelamin (p=0,927), pendidikan (p=0,419), dan pekerjaan (p=0,967) yang semuanya memiliki nilai p value > ɑ (0,05) sehingga tidak terdapat berhubungan dengan pemanfaatan layanan puskesmas. Kesimpulannya, karakteristik peserta JKN yang terdiri dari usia, jenis kelamin, Pendidikan dan pekerjaan tidak berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan puskesmas di wilayah kerja Puskesmas Sario Kota Manado
HUBUNGAN KEJADIAN TANTRUM PADA FREKUENSI PENGGUNAAN GEDGET PADA ANAK PRASEKOLAH DI RA MASYITOH V, PAUD ANAK SHALEH, TK BINA ANAPRASA KARANGAYAR PAITON Munir, Nurdiana Kholidah A.H, Zainal; Hafifah, Vivin Nur
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44546

Abstract

Perilaku tantrum ini salah satu bentuk ekspresi emosi yang dapat berupa kemarahan yang meledak-ledak sehingga orang tua menganggapnya sebagai perilaku yang tidak baik. American Academy of Pediatrics dan Canadian Association of Pediatricians menekankan bahwa anak usia 0-2 tahun tidak boleh terpapar teknologi sama sekali. Dan sampai saat ini masih banyak anak usia prasekolah yang emosi hanya karena tidak diperbolehkan bermain gadget, karena sangat berbahaya jika anak bermain gadget maka ia akan lupa dengan apa yang dipelajarinya di sekolah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kejadian tantrum dengan frekuensi penggunaan gadget. Metode Penelitian korelasional dengan desain cross sectional digunakan pada penelitian ini. Sampel sejumlah 50 responden menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data melalui kuesioner, data di analisis menggunakan uji Rank Spearman. Hasil membuktikan bahwa frekuensi tantrum 43% tinggi, dan frekuensi gedget 47% sering. Hasil tabulasi silang mendapatkan nilai p value 0,001, nilai p<0,05. Kesimpulan dari penelitian yang dilakukan, terdapat hubungan kejadian tantrum pada penggunaan frekuensi gedget. Dari output SPSS yang diperoleh angka koefesien korelasi sebesar .296** artinya tingkat kekuatan korelasi/hubungannya adalah hubungan yang cukup atau cukup kuat.
CASE REPORT KARSINOMA TIROID PADA PEREMPUAN USIA 56 TAHUN Nugroho, Alifia Mazaya Aliya; Vianto, Denny; Rohman, Abdur; Ariana, Audy Meutia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44569

Abstract

Karsinoma tiroid merupakan tumor ganas yang berkembang pada kelenjar tiroid dan termasuk jenis kanker endokrin yang paling sering ditemukan, meskipun hanya mencakup sekitar 1% dari seluruh kasus kanker di populasi umum. Meski begitu, kasus karsinoma tiroid masih tergolong jarang dijumpai. Berdasarkan karakteristik histologisnya, karsinoma tiroid terbagi menjadi empat tipe utama, yaitu karsinoma papiler,karsinoma folikular, karsinoma meduler, dan karsinoma anaplastik. Penelitian ini ini disusun dalam bentuk studi laporan kasus dengan pendekatan deskriptif, yang bertujuan untuk menggambarkan secara rinci kondisi klinis, hasil pemeriksaan penunjang, serta penatalaksanaan pasien dengan diagnosis karsinoma tiroid. Hasil penelitian laporan kasus seorang perempuan berusia 56 tahun mengeluhkan adanya benjolan di bagian leher yang tidak disertai nyeri selama dua tahun terakhir. Hasil pemeriksaan ultrasonografi leher menunjukkan adanya massa padat sepenuhnya (completely solid), hipoekoik, dengan bentuk lebih tinggi daripada lebar (taller than wider), batas yang tidak teratur, serta terdapat fokus echogenik kecil (punctate echogenic foci). Ukuran massa terbesar sekitar 0,66 x 0,87 x 1,06 cm, dengan kesan adanya makrokalsifikasi di dalamnya. Pemeriksaan CDUS menunjukkan adanya peningkatan aliran darah di dalam lesi tersebut. Kesimpulan dari laporan ini  menekankan pentingnya deteksi awal pada karsinoma tiroid, karena identifikasi subtipe karsinoma sangat berperan dalam menentukan langkah penanganan yang tepat. Pasien yang terdiagnosis lebih awal dan menerima terapi yang menyeluruh berpotensi memiliki harapan hidup yang lebih baik.
PENGARUH MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA, SUPERVISI DAN KETERSEDIAAN FASILITAS TERHADAP KEPATUHAN KEBERSIHAN TANGAN PETUGAS INSTALASI GAWAT DARURAT CHARITAS HOSPITAL PALEMBANG Marcella Kristani; Pawitan, Gandhi; Mufti, Nurul
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44572

Abstract

Kepatuhan tenaga kesehatan terhadap kebersihan tangan merupakan langkah sederhana namun krusial dalam mencegah infeksi yang diperoleh di rumah sakit (infeksi nosokomial). Latar belakang penelitian ini adalah angka kepatuhan kebersihan tangan petugas Instalasi Gawat Darurat Charitas Hospital Palembang yang belum memenuhi target Nasional  ≥85%, meskipun telah mengalami peningkatan dari 68,83% (2021), menjadi 81,58% (2023).  Penelitian ini dilakukan untuk memahami sejauh mana manajemen sumber daya manusia, supervisi, dan ketersediaan fasilitas dapat mempengaruhi kepatuhan petugas terhadap 5 momen kebersihan tangan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan desain cross-sectional dan menggunakan total sampling pada 78 responden petugas Instalasi Gawat Darurat. Kepatuhan tertinggi terjadi pada momen setelah kontak dengan cairan tubuh pasien (mean 4,91), sedangkan kepatuhan terendah terjadi pada momen sebelum kontak dengan pasien (mean 4,29). Hasil penelitian menunjukkan ketiga variabel, baik secara bersama-sama maupun masing-masing, berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan kebersihan tangan. Manajemen sumber daya manusia (p = 0,013), supervisi (p = 0,043), dan ketersediaan fasilitas (p = 0,010) semuanya berperan nyata dalam membentuk perilaku patuh tenaga kesehatan. Model regresi yang digunakan juga telah lolos uji asumsi klasik, yang menunjukkan validitas hasil yang diperoleh. Temuan ini memperkuat pentingnya pendekatan holistik, di mana pelatihan yang berkelanjutan, pengawasan yang konsisten, serta fasilitas kebersihan tangan yang memadai harus berjalan seiring untuk menciptakan budaya keselamatan dan kualitas pelayanan yang lebih baik di rumah sakit.
PENGARUH FAKTOR SUPPLY DAN DEMAND TERHADAP CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN LANSIA Fitri J, Rahmi; Tari, Putri Inrian; Taufiq, Fildzah Hasifah; Prameswari, Ayu; Arifin, Jafar
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44591

Abstract

Indonesia saat ini memasuki era lanjut usia (Era of Population Ageing) dengan persentase penduduk lansia mencapai 12%. Berdasarkan klasifikasi demografi, suatu negara dikatakan memiliki struktur penduduk tua apabila lebih dari 7% penduduknya berusia 60 tahun ke atas. Perubahan struktur ini menjadi tantangan serius karena berdampak pada meningkatnya kebutuhan pelayanan kesehatan, beban pembiayaan, peningkatan angka disabilitas, serta penurunan produktivitas lansia. Salah satu upaya penanganan adalah melalui optimalisasi pelayanan kesehatan lansia. Namun, cakupan pemanfaatan pelayanan kesehatan lansia di Kota Padang Panjang pada tahun 2020–2022 belum mencapai target sebesar 100%, dengan capaian masing-masing sebesar 56%, 64%, dan 66%. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh avaibility and accomodatian, ability to reach dan pencarian terhadap pencapaian ke pelayanan kesehatan lansia. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Besar sampel penelitian sebesar 356 lansia yang dipilih secara propotional random sampling. Data penelitian dianalisis menggunakan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa availability and accommodation, ability to reach, pencarian pelayanan kesehatan di Kota Padang Panjang tergolong buruk serta berpengaruh secara signifikan terhadap pencapaian pelayanan kesehatan. Nilai Odds Ratio (OR) untuk masing-masing variabel adalah 11,77 untuk availability and accommodation, 3,86 untuk ability to reach, dan 31,60 untuk pencarian pelayanan kesehatan. Berdasarkan temuan ini, direkomendasikan beberapa strategi perbaikan seperti mendekatkan layanan ke tempat tinggal lansia bahkan menyediakan homecare, menyesuaikan waktu pelayanan serta peningkatan kapasitas kader dalam memberikan informasi dan motivasi kepada lansia.
HUBUNGAN ANTARA RIWAYAT PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN STUNTING PADA BALITA DI PUSKESMAS MOLIBAGU KECAMATAN BOLAANG UKI abram, rani angraini; Sanggelorang, Yulianty; Kapantow, Nova H.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44608

Abstract

Stunting adalah suatu masalah gizi serius yang dihadapi balita serta belum ditangani secara memadai. Angka stunting di Indonesia masih lebih tinggi dari rata-rata nasional dan di Sulawesi Utara khususnya pada Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) tercatat sebagai daerah dengan angka stunting tertinggi. Penelitian berikut tujuannya guna mengetahui “hubungan antara riwayat pemberian ASI eksklusif dengan stunting di Puskesmas Molibagu Kecamatan Bolaang Uki.” Penelitian berikut adalah pendekatan kuantitatif dengan menggunakan desain observasional analitik  melalui cross-sectional study. Sebanyak 74 responden dipilih secara acak dari 201 balita yang menjadi sampel penelitian. Dalam penelitian ini, alat pengukur antropometri serta kuesioner digunakan sebagai instrumen. (73%) balita tidak memperoleh ASI eksklusif serta balita yang menderita stunting (23%). Penelitian ini menggunakan uji chi-square didapatkan hasil p = 0.004 (p < 0.05). Temuan dari penelitian berikut mengindikasikan adanya korelasi antara riwayat pemberian ASI eksklusif terhadap stunting di Puskesmas Molibagu Kecamatan Bolaang Uki.
PENGARUH TEKNIK AKUPRESUR SP6 DAN AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP DISMENORE PADA REMAJA DI KLINIK PRATAMA RAWAT INAP PKO MUHAMMADIYAH CILEUNGSI BOGOR TAHUN 2024 Putri, Cindy Ria Aprilia; Ciptiasrini, Uci; Sugesti, Retno
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44612

Abstract

Menstruasi adalah proses fisiologis alami yang dialami oleh setiap wanita, ditandai dengan keluarnya darah dari rahim sebagai akibat dari luruhnya lapisan endometrium karena sel telur yang tidak dibuahi. Namun, proses ini sering disertai dengan keluhan seperti nyeri perut bagian bawah yang dikenal dengan dismenore. Dismenore merupakan salah satu gangguan menstruasi yang cukup umum terjadi, terutama pada remaja, dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Dismenore terjadi akibat kontraksi uterus yang terlalu kuat, yang dipicu oleh peningkatan produksi prostaglandin. Berbagai metode nonfarmakologis telah digunakan untuk mengurangi nyeri haid, di antaranya adalah teknik akupresur titik SP6 dan aromaterapi lavender. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik akupresur SP6 dan aromaterapi lavender terhadap penurunan intensitas nyeri dismenore pada remaja. Metode yang digunakan adalah studi literatur, yaitu dengan mengkaji beberapa penelitian terdahulu yang relevan, guna memperoleh gambaran komprehensif mengenai efektivitas kedua metode tersebut. Hasil kajian menunjukkan bahwa baik akupresur SP6 maupun aromaterapi lavender memiliki efektivitas dalam menurunkan tingkat nyeri haid. Akupresur SP6 bekerja dengan menstimulasi titik tertentu yang berhubungan dengan organ reproduksi, sehingga membantu meredakan kontraksi uterus. Sementara itu, aromaterapi lavender memberikan efek relaksasi yang menenangkan sistem saraf, sehingga mampu mengurangi persepsi nyeri. Kesimpulan dari studi ini menunjukkan bahwa kedua metode tersebut sama-sama efektif, namun akupresur SP6 memberikan hasil yang lebih signifikan dalam mengurangi nyeri dismenore. Oleh karena itu, teknik ini dapat dijadikan alternatif intervensi nonfarmakologis yang aman dan mudah diterapkan, khususnya bagi remaja yang mengalami dismenore.
DUKUNGAN STAKEHOLDER DALAM PEMANFAATAN POSYANDU LANSIA Amelia, Deva; Ridwan, M.; Butar, Marta Butar; Noerjoedianto, Dwi; Putra, Ashar Nuzulul
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44613

Abstract

Lanjut usia sebagai proses perkembangan yang dialami setiap individu menyebabkan penurunan produktivitas dan daya tahan tubuh sehingga lansia lebih mudah terserang penyakit. Dari berbagai permasalahan tersebut pemerintah memberikan intervensi melalui kegiatan program posyandu lansia untuk memberikan upaya kesehatan pada kelompok usia lanjut. Akan tetapi, program posyandu lansia di Desa Baru Sungai Abu belum maksimal dikarenakan rendahnya kunjungan lansia ke posyandu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dukungan Stakeholder terhadap pemanfaatan posyandu lansia di Desa Baru Sungai Abu. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan metode wawancara mendalam pada 7 orang informan diantaranya 1 orang kepala desa, 1 orang tenaga kesehatan dan 5 orang kader. Penelitian ini dilakukan pada bulan April tahun 2025. Teknik analisis data pada penelitian ini melalui tahapan reduksi data, penyajian dan verifikasi, penyimpulan data serta penarikan kesimpulan.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan kepala desa dalam program posyandu lansia di desa baru sungai abu belum optimal, hal ini dikarenakan kepala desa hanya mendukung dengan memberikan anggaran, sarana dan prasarana. Tenaga kesehatan adalah dengan mengunjungi posyandu setiap bulannya serta melakukan pemeriksaan kesehatan pada lansia. Kesimpulan pada penelitian ini ialah dukungan dari kepala desa dan tenaga kesehatan dalam posyandu lansia belum optimal, dikarenakan kepala desa belum melakukan pembinaan pada para kader serta tempat pelaksanaan posyandu lansia yang belum memadai serta keterlambatan tenaga kesehatan pada saat posyandu.
FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEJADIAN COMPUTER VISION SYNDROME (CVS) : LITERATURE REVIEW Az-Zahro, Amanda Magda Dewi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44615

Abstract

Computer Vision Syndrome (CVS) merupakan sekumpulan beberapa gejala visual dan okular seperti mata kering, penglihatan kabur, dan sakit kepala yang timbul akibat penggunaan perangkat digital dalam waktu lama. Seiring meningkatnya penggunaan perangkat digital di kalangan pelajar dan pekerja, prevalensi CVS pun turut meningkat. Kondisi ini dapat mengganggu kenyamanan serta menurunkan produktivitas kerja, sehingga penting untuk memahami faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kejadiannya. Penelitian ini merupakan studi tinjauan pustaka (literature review) yang bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kejadian CVS berdasarkan artikel ilmiah terbaru. Artikel diperoleh melalui penelusuran di database Google Scholar menggunakan kata kunci terkait. Kriteria inklusi meliputi desain penelitian potong lintang (cross-sectional), populasi berupa pengguna perangkat digital (pelajar, mahasiswa, atau pekerja), serta tahun publikasi antara 2020 hingga 2025. Sebanyak 15 artikel penelitian dari berbagai dunia yang memenuhi kriteria dianalisis secara kualitatif berdasarkan isi dan kesesuaian tema. Hasil kajian menunjukkan bahwa durasi paparan terhadap layar digital, pencahayaan yang tidak memadai, suhu dan kelembaban ruangan, postur kerja yang buruk, serta karakteristik individu seperti jenis kelamin dan penggunaan kacamata korektif merupakan faktor signifikan terhadap kejadian CVS. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat dinyatakan bahwa CVS merupakan kondisi multifaktorial yang dapat dicegah dengan pendekatan holistik, termasuk pengelolaan lingkungan kerja, penerapan prinsip ergonomi, serta edukasi mengenai perilaku kerja yang sehat.
PENGARUH INFEKSI MYCOBACTERIUM TUBERCULOSIS TERHADAP FUNGSI DAN STRUKTUR MUSKULOSKELETAL : LITERATUR REVIEW Adiytma, Raditya; Sopiah, Popi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44628

Abstract

Tuberculosis atau biasa disingkat TB, merupakan penyakit infeksi menular yang utamanya disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Infeksi tuberculosis utamanya menyerang paru-paru, tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa infeksi mycobacterium ini dapat menyerang jaringan ekstra paru, salah satunya yaitu system musculoskeletal, dengan prevalensi yang bervariasi berdasarkan usia dan jenis kelamin. Tujuan literatur review ini adalah untuk meningkatkan kesadaran dan mendorong penelitian, sehingga kita dapat mencegah disabilitas dan meningkatkan kualitas hidup pasien, yang terkait dengan TB musculoskeletal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian scoping review, dengan database Google Scholar, Pubmed, dan OpenAlex dengan rentang waktu 5 tahun dari tahun 2019-2024. Pencarian artikel menggunakan kata kunci tuberculosis, musculoskeletal, mycobacterium. Hasil penelitian didapatkan enam artikel penelitian yang relevan. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu, Mycobacterium tuberculosis (MTB) memiliki dampak signifikan pada sistem muskuloskeletal, Infeksi ini terjadi ketika bakteri menyebar ke tulang melalui aliran darah yang berujung pada kerusakan jaringan tulang yang mengakibatkan pasien mengalami deformitas tulang dan komplikasi neurologis. Secara keseluruhan, infeksi Mycobacterium Tuberculosis pada sistem muskuloskeletal memerlukan perhatian serius karena potensi kerusakan yang dapat ditimbulkannya.