cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
KORELASI STATUS GIZI, ASI EKSKLUSIF DAN DIARE BALITA DI JAWA TIMUR TAHUN 2021-2023 Purwandaya, Nadia Chandrika
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45785

Abstract

Diare masih menjadi salah satu penyebab utama kematian anak-anak di seluruh dunia, terlebih lagi di negara berkembang. Berdasarkan laporan dari World Health Organization (WHO), sekitar 29% anak di seluruh dunia yang meninggal diakibatkan oleh diare dan pneumonia. Tingginya angka kejadian ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik aspek lingkungan, kondisi status sosial demografi seperti status gizi, serta perilaku orang tua yakni pemberian ASI eksklusif. Anak yang mengalami gizi buruk atau tidak memperoleh ASI eksklusif secara optimal dapat memiliki daya tahan tubuh yang lebih rendah dibandingkan anak lain seusianya sehingga lebih rentan terhadap infeksi penyebab diare. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi antara status gizi dan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian diare pada bayi dibawah lima tahun. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif menggunakan uji korelasi populasi Spearman. Data diperoleh dari Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur dengan rentang periode 2021 hingga 2023 yang meliputi informasi status gizi, cakupan ASI eksklusif, serta kasus diare pada balita. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan signifikan antara status gizi dengan kejadian diare, dan antara pemberian ASI eksklusif dengan diare. Balita yang tidak mendapatkan ASI eksklusif dan memiliki status gizi kurang dapat meningkatkan risiko diare. Temuan ini membuktikan pentingnya intervensi gizi serta edukasi secara menyeluruh kepada orang tua mengenai manfaat ASI eksklusif dalam upaya penurunan angka kejadian diare.  
PENERAPAN KOMBINASI DEEP BREATHING RELAXATION DAN DZIKIR UNTUK MENURUNKAN KECEMASAN PASIEN HEMODIALISA Fajrin, Nurul; Haris , Fahni; Widiyanto, Purnomo
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45787

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan suatu gejala klinis yang menandakan ginjal mengalami gangguan fungsi atau abnormalitas struktur dimana terjadi lebih dari 3 bulan, dimana memerlukan terapi dialisis (HD). Salah satu dampak psikologis yang ditimbulkan akibat HD  adalah kecemasan. Salah satu intervensi nonfarmakologis untuk mengatasi kecemasan yaitu dengan terapi deep breathing relaxation dan dzikir. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau penurunan tingkat kecemasan pasien yang menjalani HD setelah diberikan intervensi berupa kombinasi terapi deep breathing relaxation dan dzikir. Desain studi menggunakan studi kasus (case study) dengan metode desktriptif. Subyek yang digunakan sebanyak 2 responden yang mengalami kecemasan dan sedang menjalani HD di dr. RSUD Tjitrowardojo Purworejo kurang dari 12 bulan. Analisa kecemasan diukur sebelum dan sesusah intervensi mengunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Pada responden I menunjukkan skor HARS sebesar 22 (pre-test) dan skor HARS menjadi 9 (post-test) yang menunjukkan pasien tidak lagi mengalami kecemasan. Sementara itu, responden II didapatkan skor HARS  19 (pre-test), lalu kemudian menurun menjadi 11 (post-test) setelah intervensi artinya tidak lagi mengalami kecemasan. Penerapan kombinasi terapi deep breathing relaxation dan dzikir mampu menurunkan tingkat kecemasan pasien yang menjalani HD di RSUD dr. Tjitrowardojo Purworejo.
LITERATURE REVIEW :FAKTOR RISIKO STRES PADA MAHASISWA SEMESTER AKHIR Fatika, Zanna Rahma; Nurhalizah, Marsha; Perdana, Clarissa Amorita; Nujaba, Dayan Rifqy; Rejeki, Dwi Sarwani Sri; Wijayanti, Siwi Pramatama Mars
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45795

Abstract

Mahasiswa semester akhir merupakan sekelompok mahasiswa yang berada dalam fase kritis karena adanya tuntutan terhadap penyelesaian skripsi atau tugas akhir yang berpengaruh terhadap kesehatan mental mereka,  khususnya stres yang disebabkan oleh faktor internal dan eksternal dari mahasiswa tersebut. Faktor internal merupakan faktor penyebab stres yang berasal dari dalam diri mahasiswa, seperti kecemasan, ketakutan, dan rasa malas. Sedangkan faktor eksternal merupakan faktor penyebab yang berasal dari luar, seperti kurangnya dukungan dari lingkungan sekitar dan jenis kelamin. Kajian literatur ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan beberapa faktor risiko stres pada mahasiswa semester akhir di berbagai negara. Metode kajian literatur ini adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pemilihan jurnal mengikuti alur Preferred Reporting items for Systematic Review and Meta-Analysis (PRISMA). Pencarian literatur dilakukan melalui dua database elektronik, yaitu PubMed dan Google Scholar menggunakan kata kunci, yaitu “faktor risiko” AND “stres” AND “mahasiswa akhir” AND “stress factors” AND “final year student”. Hasil penelusuran menghasilkan 10 artikel terpilih dari beberapa negara, meliputi Indonesia, Malaysia, Bangladesh, Irlandia, Uni Emirat Arab, serta Brazil. Berdasarkan kajian literatur yang telah dilakukan, terdapat 4 faktor risiko yang paling dominan terhadap stres pada mahasiswa semester akhir, yaitu dukungan sosial, tekanan akademik, jenis kelamin perempuan, dan lingkungan. Hasil penelitian dari berbagai artikel literatur, dapat disimpulkan bahwa terdapat berbagai macam faktor risiko penyebab terjadinya stres pada mahasiswa semester akhir dalam proses penyusunan tugas akhir.
PENGARUH LUAS VENTILASI, KEPADATAN HUNIAN DAN KUALITAS UDARA DALAM RUANGAN TERHADAP KEJADIAN TB PARU DI SURABAYA Danuartha, Ida Bagus Gede Krishna; Adriyani, Retno; Fitriandini, Lucia Leony
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45797

Abstract

Tuberkulosis paru (TB paru) merupakan penyakit infeksi menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, terutama di daerah dengan kondisi hunian padat dan ventilasi yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko yang pengaruh terhadap kejadian TB paru di Surabaya. Penelitian bersifat observasional dengan desain studi kasus-kontrol. Responden yang terlibat sebanyak 20 kasus dan 40 kontrol yang dipilih secara random dari daftar rekam medis dalam rentang bulan Oktober tahun 2023 hingga bulan Maret tahun 2024 dan tinggal di wilayah kerja Puskesmas Dr. Soetomo, Surabaya. Variabel yang dianalisis meliputi riwayat kontak satu ruangan, luas ventilasi, pencahayaan alami kamar, kepadatan hunian, suhu udara kamar, dan kelembapan udara kamar. Data dianalisis menggunakan regresi logistik untuk menentukan faktor risiko yang berpengaruh terhadap kejadian TB paru di wilayah kerja Puskesmas Dr.Soetomo, Surabaya. Hasil analisis menunjukkan bahwa riwayat kontak satu rumah  (p = 0,016; OR = 0,019), pencahayaan alami kamar (p = 0,006; OR = 21,675), dan kepadatan hunian (p = 0,027; OR = 7,135) memiliki pengaruh signifikan dengan kejadian TB paru. Sementara itu, suhu udara kamar, kelembapan udara kamar dan luas ventilasi tidak memiliki pengaruh signifikan dengan kejadian TB paru. Riwayat kontak serumah, pencahayaan alami, dan kepadatan hunian kamar tidur berpengaruh terhadap kejadian TB paru di Surabaya. Upaya promosi kesehatan yang perlu diberikan adalah menjaga kondisi lingkungan kamar agar memiliki ventilasi, pencahayaan dan sirkulasi udara yang baik, sebaiknya kamar juga dihuni oleh maksimal 2 orang dewasa dan dibersihkan setiap hari.
INTERVENSI EDUKASI GIZI BERBASIS KADER TERHADAP KEPATUHAN DIET LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI WILAYAH PERDESAAN Ulfa Hrp, Fitri Aidani; Hutagalung, Suzanne C
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45804

Abstract

Hipertensi banyak dialami lansia, terutama di daerah perdesaan yang minim akses informasi dan tenaga kesehatan. Salah satu cara mengendalikan tekanan darah adalah melalui diet rendah garam dan bergizi seimbang. Penelitian ini bertujuan mengetahui apakah edukasi gizi yang dilakukan oleh kader kesehatan bisa meningkatkan kepatuhan diet lansia hipertensi. Penelitian dilakukan di dua desa terpencil dengan 80 lansia, dibagi menjadi dua kelompok: intervensi dan kontrol. Kelompok intervensi mendapat edukasi dari kader selama 8 minggu, sementara kelompok kontrol hanya mendapat penyuluhan satu kali dari tenaga kesehatan. Kepatuhan diet dan tekanan darah diukur sebelum dan sesudah intervensi. Hasilnya, kelompok intervensi lebih patuh pada diet dan mengalami penurunan tekanan darah yang lebih besar. Kader juga menunjukkan peningkatan kemampuan dalam memberi edukasi. Kesimpulannya, pendekatan ini efektif dan layak diterapkan di wilayah yang kekurangan tenaga kesehatan. Hypertension is a major non-communicable disease affecting older adults, especially in rural areas with limited access to health services and nutritional education. Compliance with a low-sodium and balanced diet is essential in managing blood pressure, yet remains low among the elderly in remote regions. This study aimed to assess the effectiveness of a cadre-based nutritional education intervention in improving dietary compliance among elderly patients with hypertension in rural settings. A quasi-experimental study with a pre-post control group design was conducted involving 80 elderly individuals with hypertension from two remote villages. Participants were selected using purposive sampling and divided equally into intervention and control groups. The intervention group received structured nutritional education from trained community health cadres over 8 weeks, while the control group received a single educational session by health professionals. Dietary compliance was measured using a modified Food Frequency Questionnaire (FFQ), and systolic blood pressure was recorded before and after the intervention. The intervention group showed a significant improvement in dietary compliance scores (p < 0.01) and a greater reduction in systolic blood pressure (mean decrease of 8.5 mmHg) compared to the control group (2.1 mmHg). Furthermore, cadre training improved communication skills and nutritional knowledge among local health volunteers. Cadre-based nutritional education is effective in enhancing dietary compliance and reducing blood pressure among hypertensive elderly individuals in rural areas. This community-based approach offers a practical and sustainable strategy for health promotion in underserved regions.
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS CA ENDOMETRIUM METASTASIS POST OP HISTEREKTOMI KESEHATAN REPRODUKSI : A CASE STUDY Rulbani, Riza marcelia; Widodo, Agus; Latifah, Nurul
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45812

Abstract

Endometriosis adalah suatu penyakit yang di mana terjadi pertumbuhan jaringan yang tumbuh pada lapisan luar rahim yang berbentuk daging atau bisa disebut juga tumor jinak. Oleh karena itu dilakukan tindakan pembedahan Seperti Histerectomy dimana dapat mengatasi fibroid atau miom dan kanker pada rahim dengan cara operasi mengangkat rahim.setelah itu melakukan tindakan operasi pasien  akan mengalami kelemahan pada organ-organ dalam tubuhnya terutama pada bagian perut dan area reproduksi serta kelemahan pada otot gerak bawah dikarenakan pasien lama tidak melakukan mobilisasi. Diagnosis ini didasarkan pada pemeriksaan fisik pasien. Penelitian penatalaksanaan fisioterapi pada kasus Ca Endometrium Metastasis Post Op Histerektomi kesehatan reproduksi dengan menggunakan terapi latihan seperti Pelvic floor muscle, Pelvic Tilt, abdominal muscle Exercise, mobilisasi Exercise dan ankle pumping. Studi kasus ini dilakukan pada bulan Oktober 2024 dengan tiga kali pertemuan. Dengan didapatkan hasil penurunan rasa nyeri pada anggota gerak bawah dan peningkatan kemampuan fungsional secara mandiri tanpa bantuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan terapi latihan sangat berguna dan dapat menjadi pilihan yang efektif untuk pasien Post Op Histerectomy.
PENGARUH KONSUMSI BUAH PISANG AMBON DAN AIR KELAPA MUDA TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH WANITA MENOPAUSE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS AMAHAI Tehupelasury, Rozan Elshafira; Jayatmi, Irma; Ginting, Agus Santi Br.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45815

Abstract

Hipertensi sering juga disebut “the silent killer” karena sering tanpa keluhan, sehingga penderita tidak tahu kalau dirinya mengidap hipertensi, tetapi kemudian mendapatkan dirinya sudah mengidap penyakit penyulit atau komplikasi dari hipertensi. Hipertensi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan terjadinya komplikasi seperti penyakit jantung koroner dan stroke, gagal jantung, gagal ginjal dan lain-lain pada sistem kardiovaskuler. Pada menopause terjadi defisiensi estrogen yang mungkin menjadi kontributor untuk tekanan darah tinggi pada wanita menopause sebesar 65% sedangkan 35% dapat dipengaruhi oleh faktor gaya hidup dan faktor lainnya, oleh karena itu modifikasi gaya hidup seperti asupan makanan, dan aktivitas sehari-hari dapat berperan penting dalam tekanan darah dan pengurangan risiko kardiovaskuler. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi buah Pisang Ambon Dan Air Kelapa Muda Terhadap Penurunan Tekanan Darah Wanita Menopause di Wilayah Kerja Puskesmas Amahai Tahun 2025. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni kualitatif dengan pendekatan studi kasus dengan metode eksperiment two group pre-test post-test design. Hasil penelitian yang diperoleh dimana pada responden I mengalami penurunan tekanan darah dari 158/91 mmHg menjadi 143/94 mmHg dan responden II mengalami penurunan tekanan darah dari 159/87 mmHg menjadi 144/96 mmHg. Sehingga disimpulkan penggunaan buah pisang ambon dan air kelapa muda sama-sama efektif dalam menurunkan tekanan darah wanita menopause. Saran hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai alternative, acuan dan bahan pustaka mengenai penurunan tekanan darah wanita menopause secara nonfarmakologi menggunakan pisang ambon dan air kelapa muda.
FEKTIVITAS PEMBERIAN JUS NANAS DAN MADU TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS DIMENORE PADA REMAJA PUTRI DI PUSKESMAS AMAHAI KABUPATEN MALUKU TENGAH Siwabessy, Selsya Nelse; Astuti, Retno Puji; Febriyani, Putri Agus
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45816

Abstract

Dismenore merupakan kondisi medis yang ditandai dengan nyeri atau rasa sakit di daerah perut bagian bawah sampai pinggang. Penanganan nyeri secara farmakologis nyeri mensruasi dapat ditangani dengan terapi analgesik, sedangkan penanganan secara non farmakologi yaitu dapat mengkonsumsi jus nanas dan madu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Pemberian Jus Nanas Dan Madu Terhadap Penurunan Intensitas Dismenore Pada Remaja Di Puskesmas Amahai Kabupaten Maluku Tengah Tahun 2025. Metode dalam studi kasus ini menggunakan studi kualitatif, dengan rancangan pretest dan posttest. Sampel pada penelitian ini sebanyak 2 orang, Pengukuran skala nyeri dilakukan dengan menggunakan NRS (Numeric Rating Scale). Dari penelitian yang dilakukan didapatkan hasil pada responden dengan pemberian jus nanas yaitu pretest 5 dan posttest 2. Sedangkan hasil pada responden 2 dengan pemberian madu yaitu pretest 6 dan posttest 3 sehingga dapat disimpulkan bahwa jus nanas dan madu  berpengaruh terhadap penurunan intensitas dimenore pada remaja putri.  Tidak ada perbedaan efektivitas pemberian jus nanas dan madu terhadap penurunan intensitas nyeri dismenore.Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan terapi non farmakologi dalam mengatasi dismenore pada remaja putri, bagi tenaga kesehatan untuk dapat meningkatkan promosi kesehatan mengenai dismenore dan bagi peneliti selanjutnya dapat melakukan kunjungan intervensi minimal 3 kali.
FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DEHIDRASI PADA PEKERJA: SYSTEMATIC REVIEW Subardiman, Najla Fadiyah; Saftarina, Fitria; Komala, Ramadhana; Anggraini, Dian Isti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45817

Abstract

Dehidrasi adalah suatu kondisi ketika tubuh mengalami kehilangan cairan lebih banyak daripada yang didapatkan. Kondisi ini dapat menyebabkan ketidakseimbangan fungsi organ-organ tubuh. Pekerja berisiko kekurangan cairan tubuh karena terjadi peningkatan pengeluaran cairan melalui keringat serta penggantian cairan yang kurang akibat asupan cairan yang tidak memenuhi kebutuhan. Dehidrasi dapat menyebabkan berbagai dampak negatif bagi pekerja, yaitu menurunnya performa kerja, menurunnya konsentrasi, hingga timbulnya gangguan kesehatan dan penyakit akibat kerja (PAK) jika dibiarkan secara terus menerus. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan dehidrasi pada pekerja. Penelitian ini menggunakan metode systematic review. Pencarian literatur dilakukan dengan strategi penelusuran artikel jurnal nasional maupun internasional. Penelusuran data dilakukan di database PubMed, ScienceDirect, dan Garuda dengan batas waktu publikasi dalam 5 tahun terakhir. Kata kunci yang digunakan, yaitu “Factors of dehydration in workers” dan “dehidrasi pada pekerja”. Didapatkan 8 artikel yang telah memenuhi syarat dan kriteria studi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dehidrasi pada pekerja dipengaruhi oleh faktor asupan cairan, iklim kerja, beban kerja, aktivitas fisik, dan status gizi. Pada penelitian ini, didapatkan bahwa faktor yang paling banyak berpengaruh terhadap kejadian dehidrasi adalah asupan cairan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah faktor-faktor yang memengaruhi kejadian dehidrasi pada pekerja antara lain asupan cairan, iklim kerja, beban kerja, aktivitas fisik, dan status gizi.
PEMBERIAN KOMBINASI TERAPI DZIKIR DAN NAPAS DALAM TERHADAP TINGKAT NYERI PADA PASIEN PASCA OPERASI TRANSURETHRAL RESECTION OF THE PROSTATE (TURP) Rabbani, Ahmad Naufal; Musharyanti, Lisa; Widyasari, Ika
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45818

Abstract

Nyeri pasca operasi Transurethral Resection of the Prostate (TURP) merupakan salah satu masalah utama yang dapat mengganggu proses pemulihan dan menurunkan kualitas hidup pasien. Penggunaan analgesik secara terus menerus berpotensi menimbulkan efek samping, sehingga diperlukan alternatif nonfarmakologi, yang efektif. Kombinasi terapi dzikir dan napas dalam diperkirakan mampu menurunkan tingkat nyeri melalui mekanisme fisiologis dan spiritual. untuk mengetahui pengaruh kombinasi terapi dzikir dan napas dalam terhadap penurunan tingkat nyeri pada pasien pasca operasi TURP. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskrtiptif. Subjek penelitian adalah laki-laki dewasa pasca TURP di RSUD Temanggung yang mengalami nyeri dengan skor Numeric Rating Scale (NRS) awal 6 (nyeri sedang). Intervensi berupa terapi napas dalam dan dzikir selama 15 menit setiap gari selama 3 hari berturut-turut. Skor nyeri diukur sebelum dan sesudah intervensi. Hasil dari intervensi ini terdapat penurunan skor secara bertahap setelah dilakukan intervensi, dari skor awal 6 menjadi 5 pada hari pertama, 3 pada hari kedua, dan 2 pada hari ketiga. Pasien juga mengatakan merasa nyaman dan rileks setelah terapi. Kombinasi terapi dzikir dan napas dalam efektif menurunkan tingkat nyeri pada pasien pasca operasi TURP. Intervensi ini dapat digunakan sebagai metode nonfarmakologi pendamping dalam menejemen nyeri pasca operai. Namun, efektifitasnya dapat berkurang pada pasien dengan gangguan kognitif atau kecemasan berat, sehingga diperlukan pendekatan individual untuk hasil optimal.