cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
ANALISIS SPASIAL DAN PEMODELAN FAKTOR RISIKO KEJADIAN FILARIASIS DI SUMATERA BARAT Shintya, Devy; Sari, Ridholla Permata; Sriwahyuni, Dilla; Hasibuan, Rira Fauziah; Srasomi, Srasomi; Enjelin, Satiya; Nirmala, Avivah Resta
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45823

Abstract

Sumatera Barat masih tergolong endemis filariasis dan terjadi peningkatan kasus baru pada tahun 2019 sebanyak 15 kasus. Provinsi Sumatera Barat menempati urutan ke-12 kasus filariasis tertinggi di Indonesia dan menduduki peringkat pertama angka prevalensi filariasis tertinggi di pulau Sumatera yaitu 3,3 per 100.000 penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk melihat faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian filariasis serta mengelompokkan dan memetakan kejadian filariasis berdasarkan faktor risiko di Provinsi Sumatera Barat tahun 2018-2022. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan design studi ekologi. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh kasus filariasis yang tercatat di Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat tahun 2018-2022. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2022- Juli 2023. Pengolahan data menggunakan analisis univariat, bivariat, multivariat, dan spasial. Hasil penelitian menunjukkan distribusi kasus filariasis mengalami penurunan. Hasil analisis korelasi kasus filariasis dengan kepadatan penduduk (p=0,013, r = -0,253), ketinggian wilayah (p=0,000, r =-0,497), kepadatan hunian (p=0,889, r=0,014), tingkat sosial ekonomi (p=0,01, r= 0,326), dinding rumah (p=0,073, r=0,185), suhu (p=0,222, r=0,127) kelembaban (p=0,048, r= 0,203), dan curah hujan (p=0,032, r= 0,22). Faktor resiko paling dominan adalah tingkat sosial ekonomi. Kabupaten Mentawai merupakan wilayah yang sering masuk kluster beresiko berat. Simpulan hasil penelitian yaitu terdapat hubungan yang signifikan antara kepadatan penduduk, ketinggian wilayah, sosial ekonomi, kelembaban dan curah hujan dengan kejadian filariasis, tidak terdapat hubungan antara kepadatan hunian, dinding rumah dan suhu dengan kerjadian filariasis.  
HUBUNGAN IMUNISASI BCG DAN ASI EKSKLUSIF DENGAN TBC ANAK DI JAWA BARAT Syahputri, Audrey Belinda
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45829

Abstract

TBC masih menjadi masalah kesehatan yang serius di Indonesia, terutama pada anak-anak dengan kekebalan tubuh yang belum sempurna. Salah satunya provinsi Jawa Barat yang menunjukkan tren kenaikan kasus TBC anak dari tahun 2021 hingga 2023. Sebagai upaya penanggulangan, imunisasi BCG dan pemberian ASI eksklusif dinilai berperan penting dalam pencegahan penularan TBC. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan desain korelasi populasi. Variabel dalam penelitian ini adalah variabel bebas yaitu cakupan imunisasi BCG dan cakupan ASI Eksklusif, serta variabel terikat yaitu jumlah kasus TBC anak. Data sekunder diambil dari Profil Kesehatan Provinsi Jawa Barat Tahun 2021-2023, mencakup 27 kabupaten/kota. Analisis dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan bahwa pada tahun 2021, cakupan imunisasi BCG dan ASI eksklusif memiliki korelasi sedang dengan kejadian TBC anak (ρ=0,455 dan ρ=0,485). Pada tahun 2022, kekuatan hubungan meningkat menjadi kuat (ρ=0,637 untuk BCG dan ρ=0,611 untuk ASI eksklusif). Tahun 2023, korelasi BCG meningkat menjadi ρ=0,749 (kuat), sedangkan ASI eksklusif menurun menjadi ρ ρ=0,542 (sedang). Terdapat hubungan positif antara cakupan imunisasi BCG dan ASI eksklusif dengan kejadian TBC anak. Cakupan imunisasi BCG menunjukkan hubungan yang lebih konsisten dan kuat dari tahun ke tahun. Hasil ini menegaskan pentingnya intervensi imunisasi dan nutrisi awal seperti ASI eksklusif dalam upaya pencegahan TBC pada anak.
SEDUHAN TEH DAUN SIRSAK UNTUK MEMBANTU MENGATASI HIPERTENSI PADA MASYARAKAT KERTAK HANYAR Komaliya, Risyda; Alawiyah, Tuti; Gumarus, Ellora Griselda; Larasati, Clara Arsita; Rohman, Revy Putri Oktavi; Zahra, Yenni Al; Martha, Dhea Yolanda
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45839

Abstract

Permasalahan utama dalam pengabdian masyarakat ini adalah rendahnya pengetahuan warga Kelurahan Kertak Hanyar 1 RT 05, Banjarmasin, mengenai pemanfaatan tanaman obat, khususnya daun sirsak, untuk mengatasi hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman warga tentang pengolahan dan penggunaan teh daun sirsak sebagai terapi herbal antihipertensi. Kegiatan dilaksanakan pada 21–28 Februari 2025, menggunakan metode observasi awal, penyuluhan dengan media leaflet, diskusi interaktif, serta pretest dan posttest untuk mengukur efektivitas edukasi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan warga setelah edukasi. Rata-rata nilai pretest sebesar 54,54 meningkat menjadi 98,86 pada posttest. Warga memahami manfaat daun sirsak sebagai antihipertensi, termasuk kandungan ion kalium yang berfungsi menurunkan tekanan darah melalui mekanisme vasodilatasi dan peningkatan ekskresi natrium. Model edukasi partisipatif yang diterapkan efektif mendorong keterlibatan aktif masyarakat dan memungkinkan pemahaman yang lebih baik melalui media visual dan diskusi langsung. Simpulan, edukasi menggunakan leaflet dan diskusi terbukti meningkatkan pengetahuan warga secara signifikan mengenai pemanfaatan daun sirsak untuk hipertensi. Program ini dapat menjadi model pemberdayaan berbasis potensi lokal dalam mendukung kesehatan mandiri dan berkelanjutan.
IDENTIFIKASI KANDUNGAN PARASETAMOL PADA JAMU PEGAL LINU YANG DIJUAL DI DEPOT JAMU KOTA SAMARINDA Aina, Ganea Qorry; Bilqis, Dhea Marshanda; Farpina, Eka
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45843

Abstract

Jamu adalah sebuah obat tradisional yang sudah dipergunakan secara turun-temurun diolah dari bahan alam seperti tanaman. Jamu dilarang mengandung bahan kimia obat salah satunya parasetamol karena dapat berdampak buruk bagi kesehatan, dari hasil temuan BPOM produk jamu yang masih sering ditemukan bahan kimia obat parasetamol adalah jamu dengan khasiat pegal linu. Parasetamol berkhasiat sebagai analgesik dan antipiretik, apabila ditambahkan dalam dosis yang tidak terukur mengakibatkan seperti kerusakan hati dan ginjal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya kandungan parasetamol pada jamu pegal linu. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif dengan desain penelitian studi cross sectional menganalisis kandungan parsetamol pada jamu pegal linu dan teknik pengambilan total sampling mengambil seluruh sampel jamu pegal linu yang ada di depot jamu Kota Samarinda. Penelitian menggunakan spektofotometer UV-Vis dengan jumlah sampel sebanyak 28 sampel jamu pegal linu dengan jenis sediaan serbuk sebanyak 9 sampel, kapsul sebanyak 8 sampel, pil sebanyak 1 sampel, dan cair sebanyak 8 sampel. Pengujian kadar parasetamol menggunakan etanol 96% sebagai bahan pelarut. Hasil penelitian didapatkan nilai kadar parasetamol tertinggi pada jamu pegal linu 47,54 mg dan nilai kadar terendah 0 mg atau tidak terkandung parasetamol pada jamu pegal linu. Dari hasil kadar parasetamol yang ditemukan didalam sampel jamu pegal linu yang memenuhi satndar BPOM sebanyak 15% dan jamu pegal linu yang tidak memenuhi sebanyak 85%. Dapat disimpulkan bahwa jamu pegal linu masih banyak yang mengandung bahan kimia obat parasetamol yang dengan sengaja ditambahkan oleh beberapa produsen jamu.
GAMBARAN PERAN KADER POSYANDU DALAM PENYULUHAN INISIASI MENYUSU DINI (IMD) DI DESA PANGIAN TENGAH KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW ngodu, chesee v.; Adam, Hilman; Tucunan, Ardiansa A. T.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45861

Abstract

Inisiasi Menyusu Dini penting untuk keberlangsungan ASI eksklusif dan mengurangi angka kematian bayi. Namun, pelaksanaannya di lapangan masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk rendahnya pengetahuan masyarakat dan kurang optimalnya peran penyuluhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi kader posyandu dalam penyuluhan IMD, mengidentifikasi permasalahan atau hambatan yang dialami kader posyandu dan Mengetahui respon serta tindakan ibu-ibu yang mengikuti posyandu di Desa Pangian Tengah Kabupaten Bolaang Mongondow. Penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan terdiri dari kepala puskesmas, kader, tenaga promosi kesehatan, bidan, dan ibu yang mengikuti Posyandu. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri (human instrument), yang dibantu dengan lembar kesediaan menjadi informan (Informed Consent), lembar pedoman wawancara, alat perekam suara (handphone), dan buku catatan (notebook). Kontribusi yang dilakukan kader posyandu dalam penyuluhan IMD di Desa Pangian Tengah seperti menyampaikan materi dasar pemberian ASI dan manfaat menyusui bayi. Penyuluhan lebih banyak secara individual dan belum maksimal dalam bentuk kelompok. Aktivitas kader lebih dominan pencatatan, penimbangan dan pengukuran. Hambatan kader dalam penyuluhan yakni faktor internal (kemampuan, keterampilan, dan kepercayaan diri kader) dan faktor eksternal (keterbatasan waktu dan respon dari ibu-ibu). Pengaruh penyuluhan kader Posyandu terkait IMD terbilang cukup baik karena ibu-ibu yang mengikuti posyandu termotivasi melakukan IMD lewat penyuluhan yang disampaikan oleh tenaga kesehatan, kader dan setelah membaca informasi dalam buku KIA. Kader Posyandu berperan penting dalam penyuluhan IMD, namun belum maksimal karena keterbatasan internal (kemampuan, keterampilan, kepercayaan diri) dan eksternal (partisipasi masyarakat dan waktu). Sehingga dukungan pelatihan dan penguatan kapasitas kader sangat diperlukan.
PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG HIPERTENSI MELALUI PROGRAM “BERSINAR” PADA PRA-LANSIA DAN LANSIA DESA TRISONO Qorida, Nuril Maulidatul
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45863

Abstract

Hipertensi termasuk dalam salah satu dari 10 besar penyakit di wilayah kerja Puskesmas Sukosari dengan jumlah kasus 2.675. Terdapat 42 kasus hipertensi yang terjadi pada pra-lansia dan lansia di Desa Trisono. Berdasarkan data yang telah dikumpulkan diketahui bahwa tingkat pengetahuan penderita hipertensi di Desa Trisnono masih rendah. Program “BERSINAR:Bersama Trisono Tanpa Risiko Hipertensi” merupakan suatu program  penyuluhan  mengenai penyakit hipertensi kepada peserta menggunakan media KIE “PASTI” (Kipas Edukasi Hipertensi) dan juga beberapa gambar ilustrasi mengenai materi yang diberikan untuk memudahkan penyampaian kepada peserta edukasi. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pra-lansia dan lansia mengenai hipertensi menggunakan media kreatif. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain penelitian quasi experimental yang diukur menggunakan pre-test dan post-test. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah total sampling dengan jumlah sampel yakni 42. Sampel merupakan penderita hipertensi kelompok usia pra-lansia dan lansia. Berdasarkan hasil dari perhitungan Wilcoxon Signed Rank Test, maka nilai Z yang diperoleh sebesar -542 dengan p value (Asymp. Sig 2 tailed) sebesar 0,000 dimana kurang dari batas kritis yaitu 0,05 sehingga Ha diterima (terjadi perubahan yang signifikan terhadap pengetahuan responden mengenai hipertensi setelah diberi edukasi). Sebanyak 29 dari 38 peserta mengalami peningkatan pengetahuan mengenai hipertensi. Dari hasil tersebut, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa program kesehatan “BERSINAR” berhasil meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pra-lansia dan lansia mengenai hipertensi.
STUDI KOMPARATIF FAKTOR RISIKO KEJADIAN STROKE DI RSUD TGK. ABDULLAH SYAFI’I BEUREUNUEN KABUPATEN PIDIE Nurasmi Fuji; Amin, Fauzi Ali; Septiani, Riza
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45869

Abstract

Stroke saat ini menempati peringkat kedua sebagai penyebab kematian global, setelah penyakit jantung iskemik, dan menjadi penyebab utama kecacatan serius. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa perbandingan faktor risiko kejadian stroke antara kelompok stroke iskemik dan kelompok stroke hemoragik di RSUD Tgk. Abdullah Syafi'i Beureunuen Kabupaten Pidie Tahun 2023.Metode penelitian yang digunakan adalah desain komparatif dengan populasi terdiri dari seluruh pasien penderita stroke tahun 2023. Data dikumpulkan dari 314 responden menggunakan teknik total sampling. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa rekam medis pasien yang dikumpulkan selama 15 hari, mulai dari 21 Oktober hingga 4 November 2024. Analisis menggunakan uji T-test Independent dengan SPSS.Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa terdapat 74,2% pasien yang menderita stroke iskemik, sedangkan 25,8% menderita stroke hemoragik, rata-rata usia pasien stroke adalah 62,75 dengan jenis kelamin laki-laki sebesar 45,5% dan perempuan sebesar 54,5%. Rata-rata tekanan darah sistole sebesar 161,54 mmHg, rata-rata tekanan darah diastole sebesar 93,17 mmHg, rata-rata kadar gula darah sewaktu sebesar 170,35 mg/dL, dan rata-rata kolesterol total sebesar 253,11 mg/dL. Analisis bivariat menunjukkan bahwa usia (p-value 0,094), jenis kelamin (p-value 0,287), tekanan darah sistole (p-value 0,001), tekanan darah diastole (p-value 0, 001), kadar gula darah sewaktu (p-value 0, 004), dan kolesterol total (p-value 0, 002). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan tekanan darah sistolik, tekanan darah diastolik, kadar gula darah sewaktu dan kolesterol total antara kelompok stroke iskemik dan kelompok stroke hemoragik, sedangkan usia dan jenis kelamin tidak.
ANALISIS PENENTUAN PRIORITAS MASALAH KESEHATAN DAN UPAYA PEMECAHANNYA BERDASARKAN PERSEPSI MASYARAKAT DI KECAMATAN MEDAN TUNTUNGAN Nasution, Irfan Sazali; Fadilah, Nuraini; Naysilla, Aura; Nababan, Sekar Giovany Afif; Siregar, Tari Uswatun Nisa; Simanjuntak, Nurita Oktapia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45871

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi prioritas masalah kesehatan serta mengevaluasi penyebab dan solusi berdasarkan persepsi masyarakat di Kecamatan Medan Tuntungan. Menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, survei dilakukan terhadap 41 responden yang berdomisili di wilayah tersebut. Hasil menunjukkan bahwa masalah kesehatan utama adalah ISPA (53,3%), diare (34,1%), dan demam berdarah dengue (31,7%), yang  disebabkan pola hidup tidak sehat dan lingkungan yang tidak bersih (masing-masing 39%). Sebanyak 87,8% responden menilai pencegahan lebih penting daripada pengobatan, namun hanya 78%  yang memeriksakan diri ketika sakit. Program yang paling dibutuhkan menurut responden adalah penyuluhan kesehatan (41,5%) dan pemeriksaan kesehatan rutin (31,7%), dengan metode door-to-door dianggap paling efektif (43,9%). Tingkat partisipasi masyarakat cukup tinggi, tetapi rendahnya kesadaran (78%) masih menjadi hambatan utama. Penelitian ini menekankan perlunya strategi promotif, edukatif, dan partisipatif berbasis komunitas untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara berkelanjutan
PENGARUH PRENATAL YOGA TERHADAP KUALITAS TIDUR PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI PMB MORINA NERI DELI SERDANG Simanjuntak, Netti Meilani; Harianja, Ester Saripati; Lumbantoruan, Mestika
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45872

Abstract

Durasi dan kualitas tidur yang tidak baik dapat meningkatkan masalah pertumbuhan janin yang terhambat dan memicu  emosi yang tidak stabil pada ibu hamil Gangguan tidur ini sering terjadi pada kehamilan trimester III akibat perubahan fisik dan psikologi Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal ini salah satunya dengan metode non farmakologi. Prenatal yoga adalah terapi komplementer yang banyak memberikan efek relaksasi dan meningkatkan produksi hormone endorphin yang dibutuhkan oleh tubuh.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh prenatal yoga terhadap kualitas tidur pada ibu hamil trimester III di PMB Morina Neri Deli Serdang. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kuantiatif dengan menggunakan desain pre eksprimental dangan rancangan penelitian one group pretest-posttest design yang artinya adanya pretest sebelum diberikan perlakuan dan dilakukan posttest setelah diberikan perlakuan. Sampel pada penelitian ini sebanyak 18 responden. Hasil penelitian data menunjukkan bahwa setelah melaksanakan prenatal yoga, ada perbedaan nilai rata-rata kualitas tidur ibu hamil sebelum mengikuti prenatal yoga dengan nilai rata-rata 15.06 dan sesudah mengikuti prenatal yoga dengan nilai rata-rata 6.94. hasil stastik dengan tdependent menunjukkan bahwa nilai p-value 0.002, dimana p-value < 0,05 sehingga disimpulkan bahwa ada pengaruh kualitas tidur ibu hamil sebelum diberikan prenatal yoga dari kualitas tidur ibu hamil yang buruk dan setelah diberikan prenatal yoga ibu hamil memiliki kualitas tidur yang baik
MANAJEMEN ARDS PADA PASIEN SINDROM MEIGS DI ICU hanafia, mochamad fauzi; Jufan, Akhmad Yun; Prasamya, Erlangga
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45875

Abstract

Sindrom Meigs merupakan tumor jinak ovarium disertai asites dan efusi pleura yang dapat memicu komplikasi sistemik, termasuk Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS). Laporan ini membahas tantangan tatalaksana ARDS pada pasien sindrom Meigs dengan kontraindikasi operasi akibat instabilitas hemodinamik. Pasien dirujuk dengan rencana operasi pengangkatan tumor ovarium, namun mengalami perburukan kondisi akibat efusi pleura masif, hipoalbuminemia (2,53 g/dL), dan syok septik. Kriteria ARDS berat (rasio PaO₂/FiO₂ 85,71) ditegakkan berdasarkan analisis gas darah dan pencitraan toraks. Tatalaksana meliputi ventilasi mekanik mode Synchronized Intermittent Mandatory Ventilation (SIMV) dengan Positive End-Expiratory Pressure (PEEP) 5-8 cmH₂O dan tidal volume 4-6 mL/kgBB ideal (191-287 mL), terapi antibiotik meropenem, koreksi hipoalbuminemia dengan albumin 20%, serta nutrisi enteral dan parenteral. Manajemen ARDS pada sindrom Meigs memerlukan pendekatan multidisiplin dengan fokus pada optimasi ventilasi protektif, koreksi gangguan onkotik, dan kontrol infeksi. Meskipun protokol tatalaksana sesuai pedoman, prognosis tetap ditentukan oleh respons individu terhadap terapi dan komorbiditas penyerta.