cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
GAMBARAN IMPLEMENTASI PROGRAM PENANGGULANGAN PENYAKIT TUBERKULOSIS SELAMA PANDEMI COVID-19 DI PUSKESMAS KEDATON KOTA BANDARLAMPUNG PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2020-2021 Hasyim, Deddy Maulana; Sapta, Wibowo Ady; Lestari, Selfi Octaviani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47511

Abstract

Tuberkulosis adalah penyakit menular yang menyerang paru-paru dan disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini menyebar melalui udara ketika penderita batuk, bersin, atau meludah. WHO mencatat bahwa sekitar seperempat populasi dunia telah terinfeksi, meskipun tidak semuanya berkembang menjadi penyakit aktif. Dengan angka kematian sebesar 1,5 juta pada tahun 2020, Tuberkulosis menjadi penyebab kematian tertinggi kedua akibat penyakit menular, setelah COVID-19. Sebagian besar kasus terjadi di negara-negara berkembang, terutama di wilayah Asia Tenggara dan Afrika.. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi program penanggulangan Tuberkulosis saat masa pandemi COVID - 19 di Puskesmas Kedaton, Kota Bandarlampung Provinsi Lampung Tahun 2020-2021. Penelitian ini menggunakan desain Rapid Assessment Procedures (RAP), yaitu suatu penelitian kualitatif yang dilakukan secara cepat (1-2 bulan) yang bertujuan untuk menganalisis implementasi Program Penanggulangan Penyakit Tuberkulosis Puskesmas Kedaton, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung Tahun 2020-2021. Sumber data penelitian terdiri dari Kepala Puskesmas, Petugas Tuberkulosis, Analis Tuberkulosis, Kader Tuberkulosis, Penderita Tuberkulosis dan Pengawas Minum Obat. Pencapaian Case Detection Rate (CDR) adalah indikator kunci dalam program penanggulangan Tuberkulosis (TB) yang mencerminkan keberhasilan deteksi kasus TB di suatu wilayah. Di Puskesmas Kedaton, pencapaian CDR selama 2018–2021 mengalami variasi, dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk dampak pandemi COVID-19. Untuk memahami perubahan ini dan mengidentifikasi langkah perbaikan, dilakukan studi kualitatif pada tahun 2021 melalui wawancara mendalam dan observasi dokumen terkait implementasi program penanggulangan TB.
PENERAPAN TEKNIK PERNAPASAN BUTEYKO PADA PASIEN ASMA DENGAN SESAK NAPAS DI RSUP Dr. SOERADJI TIRTONEGORO KLATEN dewi, nita sukma; Rahmasari, Ikrima; Firdaus, Insanul
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47645

Abstract

Asma adalah penyakit inflamasi kronik saluran napas yang di sebabkan oleh reaksi hiperresponsif sel imun tubuh seperti mast sel, eosinophils, dan T-lymphocytes terhadap stimulus tertentu dan dapat menimbulkan gejala dyspnea (sesak napas), wheezing, serta batuk akibat obstruksi jalan napas. Salah satu terapi non farmakologi untuk menurunkan sesak nafas yaitu dengan teknik pernapasan Buteyko yang bertujuan untuk memperbaiki pola napas penderita asma dengan cara memelihara keseimbangan kadar CO2 dan nilai oksigenasi yang dapat menurunkan gejala asma. Pada saat Latihan terapi Buteyko dilakukan akan menyebabkan terjadinya peregangan alveolus. Peregangan alveolus ini akan merangsang pengeluaran surfaktan yang disekresikan oleh sel-sel alveolus tipe II yang mengakibatkan tegangan permukaan alveolus dapat diturunkan. Sehingga paru dapat memasukkan dan mengeluarkan udara dengan lebih baik. Penerapan ini bertujuan untuk mengetahui hasil implementasi penerapan teknik pernapasan Buteyko sebagai intervensi dalam pelaksanaan asuhan keperawatan pada pasien asma. Penerapan ini menggunakan deskriptif dalam bentuk studi kasus berupa asuhan keperawatan untuk mengetahui efektifitas penerapan teknik pernapasan Buteyko terhadap peningkatan saturasi oksigen pada pasien asma di RSUP Soeradji Klaten. Pada inovasi penerapan terapi Buteyko terdapat perubahan frekuensi pernapasan dan saturasi oksigen pada kedua pasien. Setelah dilakukan penerapan inovasi teknik terapi pernapasan Buteyko selama 3x24 jam didapatkan hasil bahwa terdapat perubahan dalam peningkatan frekuensi pernapasan dan saturasi oksigen.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IBU HAMIL TERHADAP PEMERIKSAAN TRIPLE ELIMINASI DI PUSKESMAS SUAK RIBE Alya, Mimi; Farisnih, Teuku Nih; Kusumawardani, Eva Flourentina; Fera, Dian; Paradhiba, Meutia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47735

Abstract

Triple eliminasi adalah program nasional yang bertujuan untuk menghentikan penyebaran HIV, Sifilis, dan Hepatitis B dari ibu ke anak di Puskesmas Suak Ribee. Namun, jumlah pemeriksaan yang telah dilakukan masih tergolong rendah. Pada tahun 2024, hanya 80 dari 272 ibu hamil yang menjalani pemeriksaan triple eliminasi, atau sekitar 29%. Hal ini menunjukkan adanya masalah terkait kepatuhan para wanita hamil untuk melakukan pemeriksaan ini. Penelitian ini bertujuan untuk menilai berbagai faktor yang mempengaruhi ibu hamil dalam melakukan pemeriksaan triple eliminasi di Puskesmas Suak Ribee. Metode yang digunakan dalam Teks ini merujuk pada penelitian kuantitatif yang menggunakan metode survei analitik dan memiliki desain cross-sectional. Penelitian ini melibatkan 272 wanita hamil yang mengunjungi Puskesmas Suak Ribee untuk pemeriksaan kehamilan, sebanyak 73 responden dipilih menggunakan metode accidental sampling. Variabel yang diteliti mencakup pengetahuan, pendidikan, sikap, dukungan keluarga, dukungan dari tenaga kesehatan, dan jarak ke puskesmas. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini telah diuji untuk mengecek keandalan dan keabsahannya. Dalam analisis data, telah dipakai metode univariat, bivariat (tes chi-square), dan multivariat (regresi logistik). Temuan menunjukkan bahwa pengetahuan, pendidikan, sikap, dan dukungan dari petugas kesehatan berpengaruh signifikan terhadap pemeriksaan triple eliminasi.Peran tenaga kesehatan menjadi faktor yang paling berpengaruh (OR = 12,937; p = 0,002). Oleh karena itu, partisipasi aktif tenaga kesehatan sangat penting untuk meningkatkan jumlah pemeriksaan triple eliminasi di kalangan ibu hamil.
STRATEGI PEMERINTAH MELALUI JKN UNTUK PEMERATAAN AKSES PELAYANAN KESEHATAN DI INDONESIA Olyvia, Novy; Yuliawati, Suci; Tirmizi, Ahmad; Hartono, Budi; Daud, Alfani Ghutsa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47753

Abstract

Pembiayaan kesehatan merupakan elemen krusial dalam sistem kesehatan, terutama dalam upaya mewujudkan cakupan kesehatan universal. Pemerintah Indonesia telah mencanangkan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sejak tahun 2014 sebagai bagian dari komitmen global dalam mewujudkan Universal Health Coverage (UHC). UHC merupakan sistem yang menjamin seluruh masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan yang bermutu tanpa menghadapi kesulitan finansial. Penelitian ini menggunakan pendekatan literature review dengan mengacu pada protokol PRISMA, yang divisualisasikan dalam bentuk bagan alur (flowchart) guna menyajikan proses seleksi artikel secara sistematis serta menunjukkan kelayakan studi yang ditelaah. Pengumpulan data dilakukan secara daring melalui sejumlah basis data publikasi ilmiah seperti Google Scholar, ResearchGate, dan ProQuest. Program JKN menjadi instrumen utama untuk mencapai tujuan tersebut dengan memberikan perlindungan kesehatan melalui skema asuransi sosial berbasis gotong royong dan solidaritas. Di Indonesia, JKN menjadi wujud nyata komitmen dalam mencapai Universal Health Coverage (UHC) dengan menyediakan layanan kesehatan yang mudah diakses, menjamin perlindungan finansial, dan mendorong peningkatan mutu pelayanan bagi seluruh warga negara. Sejak diimplementasikan, JKN telah mengalami berbagai capaian, namun masih terdapat tantangan yang signifikan. Oleh karena itu, kajian mengenai peran strategis JKN dalam mewujudkan UHC menjadi penting untuk menilai efektivitas program ini dan merumuskan perbaikan kebijakan yang diperlukan agar tujuan UHC benar-benar tercapai di Indonesia.
Orkidopeksi Sebagai Upaya Preservasi Fertilitas Pada Torsio Testis Kanan Presentasi Tertunda Dengan Kriptorkidismus Caesario, Alfinkar; Ihsan, Rizki Muhammad
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48081

Abstract

Pendahuluan: Torsio testis merupakan keadaan darurat urologi yang memerlukan intervensi segera untuk mempertahankan viabilitas testis. Presentasi yang terlambat sering kali membutuhkan orkiektomi. Namun, jika testis kontralateral tidak turun, pelestarian fertilitas menjadi pertimbangan utama, terutama pada pria usia reproduktif. Presentasi kasus: Seorang pria berusia 26 tahun datang dengan keluhan nyeri mendadak pada testis kanan dan pembengkakan skrotum yang berlangsung selama empat hari setelah mengangkat beban berat. Pemeriksaan fisik menunjukkan hemiskrotum kanan yang nyeri dan membesar, sementara testis kiri tidak teraba. Ultrasonografi skrotum menunjukkan infark iskemik parsial pada testis kanan dengan vaskularisasi minimal serta testis kiri yang tidak turun, terletak di kanalis inguinalis proksimal. Mengingat pasien baru menikah dan terdapat testis kontralateral yang tidak turun (UDT), dilakukan orkidopeksi kanan sebagai pengganti orkiektomi. Ultrasonografi pascaoperasi menunjukkan peningkatan vaskularisasi pada kutub inferior testis kanan dan indeks resistensi korda spermatika yang membaik. Diskusi klinis: Meskipun tingkat penyelamatan testis menurun drastis setelah 24 jam, beberapa kasus terpilih dapat memperoleh manfaat dari tindakan orkidopeksi di luar periode tersebut, terutama saat pelestarian fertilitas menjadi prioritas. Kehadiran UDT kontralateral secara signifikan mengubah prioritas penatalaksanaan. Kasus ini menekankan pendekatan yang berpusat pada pasien dan berorientasi pada pelestarian fertilitas pada torsio testis subakut dengan testis yang masih sebagian viabel. Simpulan: Sebagai kesimpulan, pada torsio testis subakut dengan UDT kontralateral, orkidopeksi dapat menjadi pilihan yang layak untuk mempertahankan potensi fertilitas, bahkan di luar periode emas detorsio yang konvensional.
ANALISIS FAKTOR PERILAKU DAN KEBIJAKAN TERHADAP KEPATUHAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA PEKERJA FUMIGASI FOSFIN DI KALIMANTAN SELATAN Nugraha, Ary; Yanti, Noor Ridha; Julaikah, Ririn; Astuti, Noormailida
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48096

Abstract

Paparan fosfin (PH₃) dalam proses fumigasi berisiko menurunkan kadar kolinesterase darah yang berdampak pada sistem saraf pekerja. Kepatuhan penggunaan alat pelindung diri (APD) menjadi faktor protektif utama. Tujuan: Mengetahui pengaruh pengetahuan, sikap, persepsi risiko, dan kebijakan perusahaan terhadap kepatuhan penggunaan APD serta hubungannya dengan kadar kolinesterase pekerja. Metode: Penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional pada 40 aplikator PH₃ di Kalimantan Selatan. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dokumentasi kadar kolinesterase. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan (p<0,05), sikap (p<0,05), persepsi risiko (p<0,05), dan kebijakan perusahaan (p<0,05) terhadap kepatuhan penggunaan APD. Kesimpulan: Faktor perilaku dan kebijakan perusahaan berpengaruh terhadap kepatuhan penggunaan APD yang berdampak langsung pada kadar kolinesterase pekerja.
GAMBARAN KADAR UREUM DAN KREATININ PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK PRA DAN POST HEMODIALISA DI RS X YOGYAKARTA septiani, erna; Widyantara, Aji Bagus; Murdiyanto, Joko
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48119

Abstract

Gagal ginjal kronik adalah suatu kondisi di mana fungsi ginjal mengalami penurunan secara permanen, sehingga tidak mampu lagi menyaring racun dan sisa metabolik dari darah secara efisien. Kondisi ini ditandai oleh sejumlah indikator klinis seperti adanya protein dalam urin (proteinuria), penurunan laju filtrasi glomerulus (LFG), serta gangguan fungsi ginjal yang berlangsung selama lebih dari tiga bulan. Salah satu indikator utama dari kondisi ini adalah meningkatnya kadar ureum dan kreatinin dalam darah. Untuk mempertahankan kelangsungan hidup pasien, terapi hemodialisis digunakan sebagai pengganti sebagian fungsi ginjal. Hemodialisis berperan penting dalam memperpanjang harapan hidup dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perubahan kadar ureum dan kreatinin pada pasien dengan gagal ginjal kronik setelah menjalani hemodialisis. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif dan melibatkan 66 responden. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik Paired T-Test, yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kadar ureum dan kreatinin sebelum dan sesudah hemodialisis, dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa hemodialisis efektif dalam menurunkan kadar kedua parameter tersebut pada pasien gagal ginjal kronik.
PENERAPAN TERAPI FOOT MASSAGE TERHADAP SENSITIVITAS KAKI PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSUD IR SOEKARNO SUKOHARJO Qasanah, Septina Nur; Sani, Fakhrudin Nasrul; Utomo, Endrat Kartiko
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48141

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 adalah penyakit hiperglikemia akibat resistensi insulin. Kadar glukosa darah yang tinggi dapat mengganggu sirkulasi, menyebabkan kerusakan jaringan, dan komplikasi seperti neuropati diabetic, ditandai dengan penurunan sensasi pada kaki. Penatalaksanaannya dapat dibantu dengan terapi non farmakologis seperti foot massage, senam kaki, sari pati bengkuang, dan rebusan daun kelor. Tujuan penelitian, mampu menerapkan asuhan keperawatan foot massage terhadap sensitivitas kaki pada pasien diabetes melitus tipe 2 di RSUD Ir Soekarno Sukoharjo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan studi kasus dalam pengelolaan asuhan keperawatan inovasi intervensi menggunakan terapi foot massage pada pasien diabetes melitus tipe 2 di RSUD Ir Soekarno Sukoharjo, dilakukan penilaiannya dengan menggunakan lembar observasi monofilament.Hasil penerapan terapi foot massage pada Tn. S didapatkan skor monofilament sebelum dan setelah dilakukan intervensi pada kaki kanan 4.5 menjadi 5.5, pada kaki kiri skor 5.5 tetap 5.5. Hasil penerapan terapi foot massage pada Tn. W didapatkan skor monofilament sebelum dan setelah dilakukan intervensi pada kaki kanan 5 menjadi 6.5, dan pada kaki kiri 6 menjadi 7.5. Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 3 x 24 jam didapatkan hasil, terdapat peningkatan sensitivitas kaki pada kedua klien.
ANALISIS MANFAAT EVALUASI EKONOMI DALAM SEKTOR KESEHATAN Sahafi, Darmawati; Kustomo, Yan Hadi; Al-Yamani, Khleg Gamal Mohammed; Hartono, Budi; Daud, Alfani Ghutsa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48200

Abstract

Evaluasi ekonomi dalam bidang kesehatan sangat penting karena sektor kesehatan memiliki sumber daya yang terbatas, sementara kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan terus meningkat. Masalah pengelolaan sumber daya di bidang kesehatan yang semakin bersaing dengan bidang lainnya membuka ruang semakin besar bagi ilmu ekonomi berperan dalam mengatasinya. Sumber daya seperti dana, tenaga medis, dan obat-obatan bersifat terbatas. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis manfaat penerapan evaluasi ekonomi dalam sektor kesehatan guna meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran, efektivitas program, peningkatan mutu pelayanan dan pengambilan keputusan kebijakan kesehatan, penelitian ini juga bertujuan mengidentifikasi jenis-jenis evaluasi ekonomi dan bagaimana penerapannya dalam suatu proyek dalam bidang kesehatan. Prosedur penelitian ini menerapkan metode tinjauan literatur sistematis dengan mengikuti pedoman PRISMA. Penelitian menunjukkan bahwa penerapan evaluasi ekonomi, seperti analisis biaya-manfaat, biaya-efektivitas, Biaya Minimal dan biaya-utilitas, dapat membantu dalam pengambilan keputusan atau kebijakan dalam menentukan prioritas intervensi kesehatan secara rasional dan berbasis bukti. Selain itu, evaluasi ekonomi turut mendukung transparansi dan akuntabilitas dalam alokasi anggaran kesehatan. Evaluasi ekonomi memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas sektor kesehatan, serta menjadi dasar dalam perumusan kebijakan yang berkelanjutan dalam bidang kesehatan. Evaluasi merupakan alat penting dalam pengambilan keputusan dalam sektor Kesehatan. Akan tetapi, jenis evaluasi ekonomi dalam sektor kesehatan memiliki variasi penerapan dan pendekatan yang berbeda tergantung pada jenis intervensi, konteks layanan, dan tujuan kebijakan.
GAMBARAN KADAR HBA1C PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 BERDASARKAN KARAKTERISTIK PASIEN DI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA Oktaviani, Suci; Anwar, Chairil; Widiantara, Aji Bagus
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48323

Abstract

Kondisi diabetes terjadi dikarenakan masalah pada produksi insulin, fungsi insulin, atau gabungan keduanya. Pemeriksaan hemoglobin terglikasi (HbA1c) metode paling efektif untuk memantau kadar glukosa darah karena mampu menggambarkan kadar gula dalam tubuh dua hingga tiga bulan terakhir. Apabila penyakit diabetes tidak dikontrol dengan baik, dapat menimbulkan komplikasi jangka Panjang, hal tersebut menjadikan pemeriksaan HbA1c sangat penting dalam diagnosis serta pengelolaan glikemik jangka panjang. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk menilai kadar HbA1c pasien diabetes melitus tipe 2 berdasarkan karakteristik tertentu di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Penelitian deskriptif cross-sectional ini menggunakan kriteria inklusi dengan total sampling untuk memilih sampel penelitian. Data yang digunakan dalam penelitian didapatkan dari rekam medis pasien. Dari analisis menunjukkan pasien diabetes melitus tipe 2 yang menjalani pemeriksaan kadar HbA1c dari total 62, mayoritas adalah laki-laki dengan jumlah 34 orang, sebanyak 44 pasien menunjukkan tidak terkontrolnya kadar HbA1c, dari 34 pasien laki-laki terdapat 25 pasien memiliki kadar HbA1c tidak terkontrol, mayoritas pasien berada pada usia di atas 65 tahun yaitu 22 orang, 31 orang merupakan pengguna obat oral, 22 di antaranya menunjukkan kadar HbA1c yang tidak terkontrol. Simpulan penelitian ini yaitu, 71% pasien tidak terkontrol kadar HbA1c dengan baik, mayoritas pasien berjenis kelamin laki-laki dan kelompok usia lanjut. Terapi obat yang paling umum digunakan adalah obat oral, namun efektivitas dalam mengendalikan kadar glukosa darah masih kurang optimal.