cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
HUBUNGAN SELF CARE DENGAN KUALITAS HIDUP PENDERITA DIABETES MELLITUS Pereira, Dolia Paulina de Jesus; Sani, Fakhrudin Nasrul; Witriyani, Witriyani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.31173

Abstract

Diabetes mellitus (DM) adalah penyakit yang ditandai dengan hiperglikemia dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein yang berhubungan dengan kurangnya kerja atau sekresi insulin secara absolut atau relatif. Kualitas hidup adalah suatu konsep yang berhubungan dengan kesejahteraan penderita baik secara fisik, psikologi, sosial maupun lingkungan. Self care merupakan suatu perilaku yang dilakukan setiap orang untuk menjaga kesehatan, perkembangan dan kehidupan di sekitarnnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan self care dengan kualitas hidup penderita diabetes mellitus. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional yang bertujuan untuk menjelaskan hubungan antara dua variabel yaitu variabel independent (bebas) dan variabel dependen (terikat). Populasi dalam penelitian ini adalah penderita diabetes mellitus yang terdata di Puskesmas Grogol Kabupaten Sukoharjo sebanyak 830 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah penderita diabetes mellitus yang berkunjung ke Prolanis sebanyak 37 orang.Penelitian ini menggunakan alat ukur kuesioner the summary of Diabetes Self Care Activities (SDSCA) dan kuesioner DQOL (Diabetes Quality of Life). Hasil uji statistic Chi square diperoleh nilai signifikasi yang diperoleh sebesar 0,001 (p>0,05). Hasil Kesimpulan dalam penelitian ini terdapat hubungan self care dengan kualitas hidup penderita diabetes mellitus.
HUBUNGAN PENGETAHUAN VAGINAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN KEPUTIHAN DI SMPN 1 MAMOSALATO KABUPATEN MOROWALI UTARA Anggreni, Ni Gusti Ayu; Elfiyunai, Ni Nyoman; Dg. Masikki, Maharani Farah Dhifa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.31181

Abstract

Kesehatan reproduksi pada masa remaja adalah salah satu kondisi sehat yang mencangkup sistem dan proses reproduksi yang dimiliki oleh remaja. Isu umum yang paling sering dihadapi oleh remaja, terutama perempuan, diantaranya masalah keputihan. Keputihan, atau dikenal juga sebagai flour albus atau vaginal discharge, yang merujuk pada keluarnya cairan selain darah yang banyak dari vagina. Tujuan umum penelitian ini adalah teranalisis hubungan pengetahuan vaginal hygiene dengan kejadian keputihan pada siswi SMP Negri 1 Mamosalato Kabupaten Morowali Utara.  Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, menggunakan desain analitik korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswi SMP Negri 1 Mamosalato yang berjumlah 138 siswi, dengan tehnik pengambilan sampel proportional random sampling dengan jumlah sampel 102 siswi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dari 102 responden yang memiliki pengetahuan tentang vaginal hygiene adalah kurang dan yang mengalami keputihan sebanyak 71 responden (70%), serta yang tidak mengalami keputihan 31 responden (30%), hasil penelitian dari 102 responden menggunakan uji statistik chi-square p-valeu = 0,000 (p <  0.05). Dengan hasil ada hubungan  pengetahuan vaginal hygiene dengan kejadian keputihan pada siswi SMP Negri 1 Mamosalato Kabupaten Morowali Utara. Diharapkan kepada seluruh siswi agar menjaga kebersihan organ repruduksi sehingga tidak mengalami keputihan yang abnormal, selain itupula agar selalu mengakses informasi tentang cara menjaga kebersihan genetalia secara optimal sehingga organ reproduksi terjaga kesehatannya.
PENGARUH SENAM ERGONOMIS TERHADAP PENURUNAN NYERI SENDI LUTUT PADA LANSIA DI BINAAN YAYASAN ALKAUTSAR PALU Sintiawati, Ni Wayan; Elfiyunai, Ni Nyoman; Mulki, Moh Malikul
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.31183

Abstract

Nyeri sendi lutut yaitu penyakit yang ditandai dengan peradangan, yang mengakibatkan ketidaknyaman yang mengganggu kemampuan seseorang untuk bergerak bebas saat melaksanakan aktivitas sehari-hari. Studi pendahuluan yang dilakukan dari 6 lansia yang diwawancarai,tiga orang mengalami nyeri sendi sedang dan tiga orang lainnya mengalami nyeri sendi lutut ringan. Cara efektif menurunkan nyeri sendi salah satunya dengan terapi non farmakologi dengan senam ergonomis selama 20-25 menit. Senam ergonomis yaitu rangkaian gerakan yang praktis dan efektif, menyerupai gerakan dalam sholat, sehingga memudahkan untuk dilaksanakan sendiri. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisi pengaruh senam ergonomis terhadap penurunan nyeri sendi lutut lansia di Yayasan Alkautsar Palu. Metode Penelitian kuantitatif ini mempergunakan desain pre-experimental serta mempergunakan pendekatan one group pretest-posttest design. Populasi penelitian yaitu 31 orang lansia pada Yayasan Alkautsar Palu yang mengalami nyeri sendi. Teknik pengambilan sampel yang dipergunakan yaitu total sampling ialah 31 lansia yang mengalami nyeri sendi lutut. Alat ukur mempergunakan Numeric Rating Scale (NRS) untuk pretest-posttest . Hasil dari 31 responden sebelum melaksanakan senam ergonomis terdapat sebagian besar lansia mengalami nyeri sendi lutut sedang sebanyak 23 responden (74,2%), sedangkan nyeri sendi lutut pada lansia setelah melaksanakan senam ergonomis mayoritas partisipan nyeri ringan berjumlah 26 orang (83,9%). Hasil studi dengan uji Wilcoxon nonparametrik memperlihatkan p 0,000 (< 0,05), sehingga senam ergonomik efektif guna mengurangi nyeri lutut pada orang tua. Kesimpulan Di Binaan Yayasan Alkautsar Palu, senam ergonomis memperlihatkan pengaruh kepada penurunan nyeri sendi lutut pada orang tua.
ANALISIS RIWAYAT PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF TERHADAP STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BAKI Maharani, Maylafaiza Kyreinadeswita; Ermawati, Muzaroah; Mulyono, Puput
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.31189

Abstract

Stunting merupakan masalah serius di Indonesia, terutama pada anak balita, mempengaruhi pertumbuhan fisik, kognitif, dan pendidikan anak. Pemberian ASI eksklusif dikenal memainkan peran krusial dalam mencegah Stunting dengan menyediakan nutrisi esensial seperti protein, lemak, vitamin, dan zat antibodi. Penelitian ini di Kabupaten Sukoharjo bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara riwayat pemberian ASI eksklusif dan prevalensi Stunting. Hasil studi ini diharapkan memberikan wawasan yang lebih dalam tentang praktik ASI eksklusif dan mendukung upaya pencegahan Stunting secara efektif di tingkat lokal. Metode penelitian ini menggunakan desain korelasi kuantitatif untuk mengeksplorasi hubungan antara riwayat pemberian ASI eksklusif dan kejadian Stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Baki Kabupaten Sukoharjo. Menggunakan pendekatan cross-sectional, studi melibatkan 35 ibu dengan balita Stunting (usia 12-59 bulan) di Desa Jetis dan Desa Ngrombo. Data dikumpulkan melalui kuesioner, menyoroti karakteristik demografi dan pola pemberian ASI. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square dengan p = 0,05 untuk menentukan hubungan statistik antara variabel.
GAMBARAN PELATIHAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) DI PT. WIKA INDUSTRI DAN KONSTRUKSI PABRIKASI BAJA, MAJALENGKA ak, amri; adnan, ahmad zaelani; endrianto, endrixs; Sodikin
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.31202

Abstract

Penelitian ini berdasarkan meningkatnya angka kecelakaan kerja di Indonesia. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan mencatat, jumlah kecelakaan kerja di Indonesia sebanyak 265.334 kasus pada 2022. Jumlah tersebut naik 13,26% dari tahun sebelumnya yang sebesar 234.270 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di PT. Wika Industri dan Kontruksi Pabrikasi Baja, Malajengka. Selain itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui program, prosedur dan implementasi pelatihan keselamatan den kesehatan kerja. Penelitian ini dilaksanakan di PT. Wika Industri dan Kontruksi Pabrikasi Baja, Malajengka 2022. Sebagai perusahaan yang mampu menyediakan layanan dalam sektor Industri dan Konstruksi dengan mengutamakan project on time on budget, safety dan quality atas produk yang dihasilkan menurut profil yang ada. Industri ini memiliki potensi bahaya yang tinggi terhadap terjadinya kecelakaan kerja salah satu upaya untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja dalam perusahaan atau industri perlu menerapkan pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja untuk mengendalikannya. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh pekerja dan karyawan di PT. Wika Industri dan Kontruksi Pabrikasi Baja, Malajengka. Sedangkan sampel dalam penelitian ini ialah semua pekerja yang menempati bagian K3 atau HSE pada PT. Wika Industri dan Kontruksi Pabrikasi Baja, Malajengka. Teknik pengambilan data dalam penelitian ini yaitu dengan melakukan wawancara, observasi langsung di lapangan dan study literature. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif yaitu dengan memberikan gambaran yang sejelas-jelasnya terhadap objek penelitian dan data yang diperoleh digunakan sebagai bahan penulisan laporan. Hasil penelitian ini yaitu program, prosedur, implementasi sudah terlaksana seperti Pelatihan Damkar nomer dokumen ST.01.01/WIK.C.MJK.KP.00006.1/2023. Pelatihan K3 Kimia nomor dokumen NO.ST.02.01/WIK.A.HC.0097/2022, Pelatihan P3K nomor dokumen WIK-P0-PM-Q10.7/2019 melakukan perbandingan kesesuaian UU No. 1 tahun 1970 dan PP 50 tahun 2012. Kegiatan Pelatihan K3 dapat di simpulkan sesuai dengan PP 50 Thn 2012 bahwa wajib melaksanakan pelatihan bagi tenaga kerja dalam pencegahan kebakaran, peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja sesuai prioritas dan saran yang dapat disampaikan bahwa selalu melakukan evaluasi yang bertujuan memaksimalkan pekerjaan dan kecelakaan kerja dapat di minimalisir.
PENGARUH TINGKAT PENGETAHUAN MENGENAI PENULARAN HIV/AIDS DENGAN PERILAKU SEKSUAL BERISIKO PADA ORANG DENGAN HIV (ODHIV) DI KDS JCC+ KABUPATEN JOMBANG Hastuti, Alda; DARAMATASIA, WIRA; Wulandari, Angernani Trias
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.31224

Abstract

Banyak orang dengan HIV (ODHIV) tidak menyadari dampak negatif dari perilaku seksual berisiko yang mereka lakukan. Salah satu faktor yang mendorong keterlibatan HIV/AIDS dalam perilaku seksual berisiko adalah kurangnya pengetahuan tentang penularan HIV/AIDS, karena banyak orang dengan HIV (ODHIV) tidak menyadari efek negatif dari perilaku seksual berisiko yang mereka lakukan.. Bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat pengeahuan mengenai penularan HIV/AIDS dengan perilaku seksual berisiko pada orang dengan HIV (ODHIV) di KDS Jombang Care Center Plus pada bulan Juni 2024. Penelitian kuantitatif ini menggunakan pendekatan analitik korelasional dan cross-sectional. Di KDS JCC+ Jombang, 31 sampel dari 125 ODHIV diambil dengan metode purposive sampling. Instrument yang digunakan adalah kuesioner HIV-KQ18, yang digunakan untuk mengukur tingkat pengetahuan tentang penularan HIV/AIDS, dan Sexual Risk Survey (SRS), yang digunakan untuk mengukur perilaku seksual berisiko. Analisa data menggunakan uji statistic Somers’D. Hasil  tingkat pengetahuan mengenai penularan HIV/AIDS dengan kategori baik sebanyak 20 responden (64,5%) kategori cukup sebanyak 10 responden (32,2%) kategori kurang memiliki 1 responden (3,2%). Perilaku seksual berisiko pada ODHIV di KDS JCC+ mayoritas memiliki ketegori berisiko tinggi 7 responden (22,6%) berisiko sedang 15 responden (48,4%) berisiko rendah 9 responden (29,0%). Adanya hubungan terhadap tingkat pengetahuan mengenai perilaku seksual berisiko yang signifikan hasil uji somers’D p value 0,000 (p<0,005). Dari hasil penelitian ini didapatkan r bernilai negatif dimana semakin tinggi pengetahuan mengenai penularan HIV/AIDS maka semakin rendah perilaku seksual berisiko dengan kategori memiliki hubungan kuat dengan nilai r=-0,752.
HUBUNGAN KEBIASAAN MEMBACA LABEL GIZI DENGAN GIZI LEBIH DI SMAN 5 SURABAYA Al Hakim, Erycka
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.31225

Abstract

Remaja sangat rentan sekali mengalami masalah gizi, salah satunya adalah gizi lebih. Gizi lebih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat yang serius dan memiliki dampak negatif sehingga dapat menurunkan status kesehatan. Salah satu penyebab terjadinya gizi lebih pada remaja adalah kurangnya kebiasaan dalam membaca label gizi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kebiasaan membaca label gizi dengan gizi lebih pada remaja di SMAN 5 Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Populasi dari penelitian ini adalah siswa-siswi kelas 11 SMAN 5 Surabaya yang berjumlah 341 orang. Besar sampel penelitian ini adalah sebanyak 85 orang yang dipilih secara proportional random sampling dari kelas 11. Alat ukur pengumpulan data pada penelitian ini meliputi pengisian kuesioner terkait kebiasaan membaca label gizi, serta data status gizi didapatkan dari pemeriksaan tinggi badan dan berat badan yang kemudian diolah menggunakan aplikasi WHO-AnthroPlus. Metode analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar responden memiliki kebiasaan membaca label gizi yang baik (56,5%) dan status gizi tidak lebih (60,0%). Hasil analisis penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan antara kebiasaan membaca label gizi (p=0,020) dengan status gizi lebih. Kurangnya kebiasaan membaca label gizi dapat menyebabkan gizi lebih pada remaja di SMAN 5 Surabaya.
DETERMINAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI LINGKUNGAN 10 DESA LALANG KECAMATAN MEDAN SUNGGAL TAHUN 2024 Gulo, Riang Perdamaian; Sibagariang, Eva Ellya; Simanjuntak, Mafe Robi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.31232

Abstract

Stunting adalah suatu kondisi yang ditandai dengan gangguan pertumbuhan fisik yang merupakan dampak ketidakseimbangan gizi dalam waktu tertentu. Stunting mengacu pada kondisi kurangnya tinggi badan anak berdasarkan umurnya atau sering dikenal dengan sebutan kerdil, yang terjadi pada anak di bawah usia 5 tahun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui determinan yang berhubungan dengan kejadian stunting di lingkungan 10 desa Lalang wilayah kerja puskesmas desa Lalang. Penelitian dilakukan dengan pendekatan cross sectional. Dengan populasi adalah ibu yang memiliki Balita 12-59 bulan pada lingkungan 10 kelurahan Lalang. Dan sampel sebanyak 53 responden. Variabel dari penelitian ini adalah  pengetahuan, sikap, pola asuh dan pendapatan keluarga. Proses pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara. Analisis univariat dari variabel independen menyatakan pengetahuan responden mayoritas baik sebanyak 46 orang (86,8%), cukup sebanyak 5 orang (9,4%) dan kurang sebanyak 2 orang (3,8%). Variabel sikap baik responden sebanyak 43 orang (81,1%) dan tidak baik sebanyak 10 orang (18,9%). Frekuensi variabel pola asuh ibu dengan kategori baik sebanyak 45 orang (84,9%) dan kategori tidak baik sebanyak 8 orang (15,1%). Pendapatan mayoritas responden adalah kategori rendah sebanyak 45 orang (84,9%) dan kategori tinggi sebanyak 8 orang (15,1%). Hasil analisis bivariat menggunakan uji chi-square pada variabel pengetahuan (p-value =<0,001), sikap (p-value =0,003), pola asuh (p-value =0,001), dan pendapatan (p-value =1,000). Hasil tersebut dapat di simpulkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan, sikap dan pola asuh dengan kejadian stunting pada balitas di kelurahan Lalang, sedangkan tidak terdapat hubungan antara pendapatan keluarga dengan kejadian stunting pada balita di kelurahan lalang kecamatan Medan Sunggal.
EFEKTIVITAS MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN HIPERTENSI BERDASARKAN TEORI P-PROCESS Lilawati, Indana; Muthmainnah, Muthmainnah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.31243

Abstract

Hipertensi didefinisikan sebagai suatu kondisi di mana tekanan darah dalam batas normal meningkat diatas 140mmHg sistolik dan diastolik mencapai 90mmHg. Masalah utama di Desa Sukosari adalah Penyakit Tidak Menular (PTM) dan dilanjutkan untuk penyebaran kuesioner daftar lima penyakit prioritas yang hasilnya adalah penyakit hipertensi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas media audio visual terhadap peningkatan pengetauan hipertensi pada masyarakat yang telah dikembangkan pada program Bersama Sukosari Melawan Hipertensi (BERANI). Metode penelitian menggunakan jenis penelitian quasi experiment dengan rancangan one group pre post test design. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan probability sampling dengan metode simple random sampling. Sasaran pada sampel 15 peserta dengan rentang usia 45-65 tahun yang terkena hipertensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan pengetahuan sebesar 2,06 mean difference pada kelompok sasaran sebelum dan sesudah intervensi program BERANI, sebelum intervensi jumlah responden yang menjawab benar  sebanyak 4 orang dan setelah intervensi jumlah responden menjawab benar sebanyak 11 orang. Simpulan dari penelitian maka terjadi peningkatan nilai dalam menjawab pretest dan post test terkait pengertian, pengendalian, dan gejala hipertensi sebesar 47%. Artinya media audio visual efektif menjadi stimulus untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait menanggulangi penyakit hipertensi dan merubah kebiasaan hidup yang lebih baik lagi. Petugas puskesmas Ngrandu perlu untuk memonitoring dan evaluasi setiap saat serta dapat disinergritaskan dengan kegiatan posbindu dan posyandu lansia.
THE EFFICIENCY SEMAGLUTIDE FOR OBESITY WITH DIABETES WOMAN : REVIEW Prananda, A. Rialdi; Berliana, Aulia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.31248

Abstract

Obesitas merupakan suatu kondisi yang terjadi ketika kuantitas jaringan lemak tubuh dibandingkan dengan berat tubuh total lebih baik dari standar, atau suatu kondisi di mana terjadi penumpukan lemak tubuh yang berlebih sehingga berat badan seseorang jauh di atas standar. Wanita lebih besar daripada pria, wanita memiliki komposisi lemak tubuh yang lebih tinggi daripada pria. Komposisi lemak tubuh lebih tinggi dibandingkan dengan pria, sehingga wanita lebih rentan terhadap obesitas, yang berhubungan dengan risiko obesitas dan diabetes. Dari masalah ini Semaglutide telah menunjukkan efikasi dalam mengurangi berat badan pada pasien dengan gagal jantung terkait obesitas dengan fraksi ejeksi terjaga (HFpEF), terutama pada wanita. Metode yang digunakan pada penelitian ini berupa review jurnal dengan menganalisis hasil review jurnal dengan kata kunci serta tahun terbit. Mendapatkan hasil semaglutide 2,4 mg, dibandingkan dengan plasebo, secara signifikan memperbaiki KCCQ-CSS dan mengurangi berat badan sebesar 9,6% pada wanita dan 7,2% pada pria. Kedua jenis kelamin mengalami peningkatan jarak tempuh berjalan kaki 6 menit dan titik akhir gabungan dari kematian karena sebab apa pun, kejadian gagal jantung, perubahan KCCQ-CSS, dan 6MWD, dengan lebih sedikit kejadian buruk serius yang dilaporkan dengan semaglutide. Temuan ini menggarisbawahi potensi manfaat semaglutide dalam mengelola HFpEF terkait obesitas, yang menunjukkan peran terapeutiknya tanpa memandang jenis kelamin.