cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
GAMBARAN PENGETAHUAN MAHASISWA PROFESI NERS XIV DAN XV UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GORONTALO TENTANG PELAKSANAAN PRINSIP ETIK KEPERAWATAN Syukur, Sabirin B.; Syamsuddin, Fadly; SDH, Welly Santoso; Firmawati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.30988

Abstract

Etika adalah implementasi nilai moral pada kondisi sesungguhnya yang menuntun manusia dalam beperilaku yang didasari pada nilai moral yang dipercayainya. Penggunaan istilah etik untuk menggambarkan etika suatu profesi dalam hubungannya dengan kode etik professional seperti kode etik PPNI. Penerapan pelaksanaan prinsip etik bagi tenaga kesehatan sangat penting agar mereka dapat memberikan pelayanan yang bermutu tinggi, menjaga kepercayaan pasien, dan memastikan praktik profesional yang bertanggung jawab. Tujuan penelitian Untuk mengetahui gambaran pengetahuan mahasiswa tentang prinsip etik autonomi, beneficence, non maleficence,  veracity, justice, fidelity, confidentally, akuntabilitas. Desain penelitian menggunakan descriptif kuantitatif dengan rancangan Cross Sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik Total Sampling dengan 99 responden. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Hasil penelitian menunjukan pengetahuan pelaksanaan prinsip Autonomy tertinggi yaitu Baik dengan 99 responden (100%), Beneficence tertinggi yaitu Baik 54 responden (54,5%), Non-Maleficence tertinggi yaitu Baik dengan 54 responden (54,5%), Veracity tertinggi yaitu Baik dengan 74 responden (74,7%), Confidentiality tertinggi yaitu Cukup dengan 51 responden (51,5%), Justice tertinggi yaitu Baik dengan 99 responden (100%), Fidelity tertinggi yaitu Baik dengan 55 responden (55,6%), Akuntability tertinggi yaitu Cukup dengan 61 responden (61,6%), Sehingga dalam penelitian ini secara keseluruhan penerapan pelaksanaan prinsip etik mahasiswa berada pada kategori baik dengan mempertimbangkan peningkatan prinsip akuntabilitas dan adaptasi profesionalisme secara bertahap.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN REMAJA PUTRI DALAM MENGHADAPI MENARCHE PADA SISWI SD NEGERI PAJANG III SURAKARTA Rachmawati, Angelina Amalia; Astuti, Andriani Mei; Marni
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.30996

Abstract

Latar Belakang: Menarche merupakan siklus menstruasi pertama kali pada masa aw Menarche merupakan siklus menstruasi pertama kali pada masa awal remaja. Dampak dari remaja yang kurang pengetahuan terhadap menarche menjadi penyebab timbulnya gangguan kecemasan pada remaja putri karena tidak semua remaja putri mengetahui mengenai menarche atau menstruasi dan cara menghadapinya. Memberikan informasi secara dini merupakan salah satu cara untuk mengurangi kecemasan dan meningkatkan pengetahuan remaja putri dalam menghadapi menarche. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi dan menganalisa hubungan antara tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan remaja putri dalam menghadapi menarche. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif menggunakan desain cross-sectional. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan total sampling. Jenis instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner tingkat pengetahuan dan kuesioner tingkat kecemasan HARS. Analisis data menggunakan uji spearman rho. Hasil penelitian dari 33 responden yang di teliti, sebagian besar responden berpengetahuan cukup sebanyak 21 responden (63,64%) dan mayoritas responden memiliki kecemasan ringan sebanyak 11 responden (33,3%). Hasil uji spearman rho dengan a = 0,05 diperoleh nilai p-value = 0,000 < 0,05 maka Ha diterima artinya ada hubungan antara pengetahuan dengan tingkat kecemasan remaja putri dalam menghadapi menarche. Kesimpulan penelitian ini yaitu secara signifikan ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan remaja putri dalam menghadapi menarche, oleh karena itu orang tua maupun lingkungan remaja awal putri diharapkan dapat memberikan informasi yang baik agar dapat mengurangi tingkat kecemasan yang dialami oleh remaja awal putri.   al remaja. Dampak dari remaja yang kurang pengetahuan terhadap menarche menjadi penyebab timbulnya gangguan kecemasan pada remaja putri karena tidak semua remaja putri mengetahui mengenai menarche atau menstruasi dan cara menghadapinya. Memberikan informasi secara dini merupakan salah satu cara untuk mengurangi kecemasan dan meningkatkan pengetahuan remaja putri dalam menghadapi menarche. Tujuan: Mengidentifikasi dan menganalisa hubungan antara tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan remaja putri dalam menghadapi menarche. Metode:Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif menggunakan desain cross-sectional. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan total sampling. Jenis instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner tingkat pengetahuan dan kuesioner tingkat kecemasan HARS. Analisis data menggunakan uji spearman rho. Hasil:Hasil penelitian dari 33 responden yang di teliti, sebagian besar responden berpengetahuan cukup sebanyak 21 responden (63,64%) dan mayoritas responden memiliki kecemasan ringan sebanyak 11 responden (33,3%). Hasil uji spearman rho dengan a = 0,05 diperoleh nilai p-value = 0,000 < 0,05 maka Ha diterima artinya ada hubungan antara pengetahuan dengan tingkat kecemasan remaja putri dalam menghadapi menarche. Kesimpulan: Secara signifikan ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan remaja putri dalam menghadapi menarche, oleh karena itu orang tua maupun lingkungan remaja awal putri diharapkan dapat memberikan informasi yang baik agar dapat mengurangi tingkat kecemasan yang dialami oleh remaja awal putri.
PENGARUH KOMPRES DINGIN TERHADAP NYERI KANULASI PASIEN HEMODIALISIS RSUD PANDAN ARANG BOYOLALI Retno Astuti, Sulistyaningsih; Utomo, Endrat Kartiko; Astuti, Andriani Mei
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.30997

Abstract

Hemodialisis merupakan terapi pengganti ginjal menggunakan dialiser yang berfungsi mengeluarkan produk sisa metabolisme dan mengoreksi gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit. Pada pasien hemodialisis dilakukan pemasangan alat disebut “kanulasi”. Kanulasi suatu tindakan memasukkan jarum menuju pembuluh darah untuk menghubungkan antara sirkulasi vaskuler dan mesin hemodialisa. Prosedur ini menimbulkan  rasa nyeri disebabkan oleh insersi jarum berukuran cukup besar. Nyeri kanulasi merupakan keluhan utama pasien hemodialisis. Salah satu intervensi yang dilakukan untuk mengurangi nyeri kanulasi yaitu kompres dingin karena menyebabkan vasokontriksi sehingga menimbulkan rasa baal atau mati rasa pada kulit. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kompres dingin terhadap nyeri saat kanulasi pada pasien hemodialisis RSUD Pandan Arang Boyolali. Metode penelitian menggunakan pendekatan two group pretest-posstest with control group desain. Jumlah populasi 167 pasien, 32 pasien menggunakan purposive sampling. Alat ukur nyeri menggunakan Numeric Rating Scale. Didapatkan nilai rata-rata skala nyeri dari kedua kelompok adalah kelompok intervensi 7,25 dengan nilai minimum 6 dan maksimum 8. Sedangkan kelompok kontrol nilai rata-rata 6.875 dengan nilai minimum 6 dan nilai maksimum 8. Berdasarkan hasil penelitian yaitu terdapat perbedaan yang bermakna antara tingkat skala nyeri sebelum dan sesudah dilakukan kompres dingin dengan nilai signifikan 0,000 atau p value < 0,05.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GATAK SUKOHARJO Savita Putri, Riska Lutfi; Wahyudi, Totok; Probowati, Rovica
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.31015

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan pada anak yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis atau penyakit infeksi berulang, dan menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Gatak, Sukoharjo. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan populasi balita yang terdaftar di Puskesmas Gatak. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner variabel yang diteliti meliputi riwayat kehamilan ibu, asupan gizi, pola asuh, serta kondisi sosial ekonomi keluarga. Data dianalisis menggunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan ibu (p=0,000), pola asuh ibu (p=0,000), dan pendapatan keluarga (p=0,000) dengan kejadian stunting. Sedangkan faktor pendidikan dan pekerjaan tidak menunjukkan hubungan signifikan. Faktor pengetahuan ibu tentang gizi, pola asuh, dan status ekonomi keluarga (pendapatan) merupakan faktor yang paling mempengaruhi kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Gatak. Oleh karena itu, intervensi yang fokus pada peningkatan pengetahuan ibu tentang gizi dan perbaikan pola asuh serta peningkatan kesejahteraan ekonomi keluarga sangat penting untuk menurunkan prevalensi stunting.
PERBANDINGAN POLA ASUH ANAK AUTIS DI INDONESIA DAN NEGARA LAIN mangandu, ade iswari ms; KOROMPIS, GRACE ESTHER CAROLINE; RUMAYAR, ADISTI ALDEGONDA
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.31092

Abstract

Anak-anak yang didiagnosis dengan gangguan spektrum autisme (ASD) sering kali memiliki tantangan fungsional yang lebih besar dibandingkan teman sebayanya. Tantangan tersebut antara lain pola tidur yang terganggu, kebiasaan makan selektif, dan kesulitan melakukan aktivitas perawatan diri. Selain itu, mereka mungkin menunjukkan masalah emosional seperti sering mengamuk yang ditandai dengan keras kepala, menangis, menjerit, membentak, memberontak, marah, menyakiti diri sendiri, dan hiperaktif. Pendidikan keluarga mengacu pada pendekatan kedua orang tua, ibu dan ayah, dalam membimbing dan mengasuh anak-anaknya. Dengan menerapkan gaya pengasuhan yang tepat, orang tua dapat secara efektif mendukung anak-anak mereka dengan gangguan spektrum autisme dalam mengatasi tantangan-tantangan ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan pola pengasuhan anak autis di Indonesia dengan pola pengasuhan di Korea, China, Singapura, India, Amerika Serikat dan Turki. Metode penelitian yang digunakan adalah tinjauan pustaka yaitu analisis dan sintesis teori, temuan dan bahan penelitian lain yang relevan dari berbagai sumber. Penelitian ini memberikan kerangka yang jelas untuk mengatasi masalah penelitian yang diidentifikasi. Orang tua cenderung mengadopsi gaya pengasuhan otoriter dan kurang menekankan pada gaya pengasuhan demokratis/otoriter dan permisif. Selain itu, gaya pengasuhan ini dirancang untuk mengakomodasi karakteristik perkembangan unik anak autis dan orang tuanya. Metode penelitian yang digunakan adalah tinjauan pustaka yaitu analisis dan sintesis teori, temuan dan bahan penelitian lain yang relevan dari berbagai sumber. Penelitian ini mengungkap berbagai jenis pendekatan dan pola pengasuhan berdasarkan faktor budaya dan kepercayaan. Pola asuh yang ditawarkan ada yang sama, namun ada pula yang berbeda dan cenderung disesuaikan dengan situasi anak.
KORELASI SIKAP KERJA DUDUK DENGAN KELUHAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA PEKERJA MINE OFFICE YANG MENGGUNAKAN KOMPUTER STUDI DI PT. MIFA BERSAUDARA Nuriah, Nuriah; Anwar, Sufyan; Jihad, Fikri Faidul; Kusumawardani, Eva Flourentina; Murdani, Ihsan
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.31097

Abstract

Nyeri punggung merupakan faktor kunci yang berdampak pada kinerja dan kesejahteraan di tempat kerja. Di Indonesia, tercatat bahwa 37% dari populasi mengalami nyeri punggung bawah. Sementara itu, di Inggris, nyeri punggung bawah mempengaruhi sekitar 17,3 juta orang setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri korelasi antara postur duduk saat bekerja dan keluhan nyeri punggung bawah yang dirasakan oleh karyawan di Kantor Pertambangan PT. MIFA Bersaudara. Jenis survei analitik ini memiliki rancangan cross-sectional. Penelitian ini mengambil sampel dari 60 karyawan PT. MIFA Bersaudara Mine Office tahun 2023, yang menggunakan komputer. menggunakan observasi dan wawancara untuk mengumpulkan data penelitian. Untuk menganalisis data, persentase analisis dan uji gamma untuk bivariat digunakan. Analisis data menggunakan uji korelasi gamma mengungkapkan adanya korelasi yang signifikan (p < 0,05) antara postur duduk saat bekerja dan keluhan nyeri punggung bawah di kalangan pekerja kantor pertambangan yang menggunakan komputer di PT. MIFA Bersaudara. Nilai R sebesar 0,987 menandakan hubungan yang kuat antara postur duduk dan keluhan nyeri punggung bawah. Faktor-faktor seperti usia, total jam kerja, dan durasi yang dihabiskan di tempat kerja merupakan beberapa aspek yang berkontribusi terhadap keluhan nyeri punggung bawah. Selain itu, disarankan agar pekerja mine office yang menggunakan komputer memiliki sikap kerja yang menggunakan pendekatan ergonomi.
HUBUNGAN PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI (MP-ASI) DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 1-5 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BAKI Lestari, Tita; Marni; Ulkhasanah, Muzaroah Ermawati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.31122

Abstract

Stunting masih menjadi prioritas permasalahan gizi di Indonesia. Kekurangan nutrisi kronis membuat tubuh anak menjadi kecil dan tidak tumbuh sesuai dengan usianya Salah satu faktor yang secara langsung dapat mempengaruhi stunting pada balita adalah faktor asupan, antara lain air susu ibu dan makanan pendamping ASI. Makanan pendamping ASI yang tepat dan baik merupakan makanan yang dapat memenuhi kebutuhan gizi sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) dengan kejadian stunting pada anak usia 1-5 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Baki. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan suatu jenis penelitian yaitu kuantitatif, dengan menggunakan pendekatan Cross sectional. Sampel yang digunakan adalah ibu yang memiliki balita stunting usia 1-5 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Baki   berjumlah   92 orang dengan metode total sampling. Pengambilan data dilakukan dengan pengisian kuesioner.  Uji statistik   yang   digunakan   menggunakan   uji   Chi-square. Hasil penelitian: Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan antara pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) dengan kejadian stunting pada anak usia 1-5 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Baki dengan nilai sig.(Chi-square) sebesar 0,000 atau <0,05. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) dengan kejadian stunting pada anak usia 1-5 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Baki.
GAMBARAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT PADA PASIEN LANJUT USIA (LANSIA) YANG DIRAWAT AFRIADI, PRISKA; Zulfitri, Reni; Rustam, Musfardi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.31143

Abstract

Lansia merupakan salah satu kelompok usia yang cenderung mengalami berbagai macam masalah kesehatan dan membutuhkan perawatan. lansia yang dirawat cenderung mengalami permasalahan pada psikologis seperti cemas, stress, sensitif, putus asa maupun depresi. komunikasi terapeutik sangat membantu dan mempunyai dampak positif terhadap kondisi lansia dengan berbagai macam masalah psikologis. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif. Sampel penelitian adalah 82 responden yang diambil berdasarkan kriteria inklusi. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat. Hasil penelitian yang telah dilakukan di ruangan rawat inap medikal RSUD Arifin Achmad menggambarkan komunikasi terapeutik perawat pada lanjut usia (lansia) dirawat inap untuk tahap orientasi hampir mendekati pada kategori tidak terapeutik yaitu sebanyak 34 responden (41,5%), pada tahap kerja juga hampir mendekati pada kategori tidak terapeutik yaitu 37 responden (45,1%). Sedangkan pada tahap terminasi imbang antara kategori terapeutik sebanyak 41 responden (50,0%) dan kategori tidak terapeutik sebanyak 41 responden (50,0%). Kesimpulannya komunikasi terapeutik perawat pada lanjut usia (lansia) dirawat inap hampir berimbang antara kategori komunikasi terapeutik dan komunikasi tidak teraupetik sehingga ini menjadi catatan penting untuk bahan evaluasi bagi Rumah Sakit Arifin Achmad Provinsi Riau dalam meningkatkan komunikasi terapeutik pada lansia.
ANALISIS TENAGA KEFARMASIAN BERDASARKAN METODE WORKLOAD INDICATORS STAFFING NEED (WISN) DI INSTALASI FARMASI RSUD DATOE BINANGKANG KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW Wuisan, Andi Kifli; Lolo, Widya Astuty; Rundengan, Gerald Edward
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.31146

Abstract

Pelayanan kefarmasian di rumah sakit merupakan bagian integral dari sistem pelayanan kesehatan rumah sakit yang berorientasi pada pelayanan pasien, penyediaan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan BMHP. SDM Kesehatan merupakan faktor penting untuk menjamin pelayanan yang tepat dan menempati posisi pekerjaan yang sesuai. Ketidaksesuaian dapat disebabkan distribusi staf yang masih belum mengacu pada kebutuhan nyata. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kebutuhan yang tepat terhadap tenaga kefarmasian di Instalasi Farmasi RSUD Datoe Binangkang Kabupaten Bolaang Mongondow dengan metode penelitian yaitu WISN (Workload Indicators Staffing Need) adalah metode untuk menghitung kebutuhan tenaga berdasarkan beban kerja. Hasil penelitian diperoleh jumlah total kebutuhan SDM sebesar 1,641 atau = 2. Jumlah kebutuhan yang tepat yaitu sebanyak 2 orang tenaga kefarmasian, sedangkan tenaga yang ada sebanyak 11 orang tenaga kefarmasian maka terdapat kelebihan tenaga yaitu sebanyak 9 orang tenaga kefarmasian dan diperoleh rasio WISN sebesar 5,5 (1) artinya jumlah tenaga berlebih atau overstaffing.
PENERAPAN SLOW DEEP BREATHING DAN LAVENDER ESSENTIAL OIL UNTUK MENGURANGI KECEMASAN PADA CALON AKSEPTOR KB IMPLANT nuyulia, vivi ibnia; Hikmanti, Arlyana; Nur Adriyani, Fauziah Hanum
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.31167

Abstract

Efek samping dari penggunaan KB Implant adalah mengalami gangguan kecemasan. Gangguan kecemasan adalah gangguan yang menyebabkan perasaan takut, cemas, atau khawatir yang mendalam dan terus-menerus, atau kekhawatiran yang berlebihan tentang masalah yang nyata atau yang dibayangkan, kecemasan sering terjadi pada sebelum pemasangan implant oleh karena itu penerapan Slow Deep Breathing dengan menarik napas dari hidung menahan napas kurang lebih 6 detik hembuskan dari mulut dan lavender essential oil dengan diffuser berisi 30 ml air dengan 15 tetes sejauh 20 cm dari pasien selama 5-10 menit mengurangi kecemasan pada calon akseptor KB Implant. Tujuan karya tulis ini adalah untuk melakukan studi kasus tentang “Penerapan Slow Deep Breathing dan Lavender Essential Oil Untuk Mengurangi Kecemasan Pada Calon Akseptor KB Implant Di Puskesmas Purwanegara 1”. Metode yang digunakan yaitu studi kasus ini adalah metode deskriptif objektif untuk mendapatkan gambaran tentang studi kasusnya, responden berjumlah 5 orang yng mengalami kecemasan saat dipasang akseptor KB implant, teknik pengumpulan data menggunakan anamnesa, pemeriksaan fisik, observasi dan dokumentasi. Hasilnya yang diperolah pada penelitian ini adalah Pernapasan dalam yang lambat dan penggunaan minyak esensial lavender dapat mengurangi kecemasan ibu sebesar 18,8 poin pada skala kecemasan STAI. Kesimpulan yang didapatkan dari penelitian ini adalah pernapasan dalam yang lambat dan minyak esensial lavender dapat mengurangi kecemasan pada pasien yang menggunakan kontrasepsi implant.