cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DENGAN PERILAKU UPAYA PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA KELURAHAN BUMI LAWEYAN SURAKARTA PRATIWI, NURI OKTA; WITRIYANI, WITRIYANI; Kresna Agung Yudhianto, Kresna Agung Yudhianto
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.30788

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dengan perilaku pencegahan stunting pada balita di Kelurahan Bumi Laweyan Surakarta. Jenis penelitian ini ialah kuantitatif, menggunakan metode pendekatan cross-sectional untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dengan peilaku upaya pencegahan stunting pada balita di Wilayah Kerja Kelurahan Bumi Laweyan Surakarta. Teknik pengumpulan data penelitian ini ialah melalui penyebaran kuesioner untuk mendapatkan data pengetahuan ibu dengan peilaku upaya pencegahan stunting pada balita di Wilayah Kerja Kelurahan Bumi Laweyan Surakarta. Sampel pada penelitian ini adalah sebagian anggota ibu yang mempunyai balita di bawah 5 tahun di Wilayah Kerja Kelurahan Bumi Laweyan Surakarta sebanyak 68 responden. Penelitian dilaksanakan di Wilayah Kerja Kelurahan Bumi Laweyan Surakarta pada bulan Maret 2024. Teknik pengambilan sample menggunakan teknik simple random sampling. Variabel independen yaitu pengetahuan ibu. Variabel dependen yaitu perilaku upaya pencegahan stunting. Cara pengukuran dengan menggunakan kuesioner dan analisis data hasil penelitian menggunakan analisis univariat untuk mengetahui pengetahuan ibu dan perilaku upaya pencegahan stunting. Sedangkan analisa bivariate menggunakan uji rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas ibu memiliki pengetahuan baik (44,1%), cukup (39,7%), dan kurang (16,2%). Mayoritas perilaku pencegahan stunting baik (66,2%), cukup (29,4%), dan kurang (4,4%). Uji Spearman's rho menunjukkan ada hubungan signifikan antara pengetahuan ibu dengan perilaku pencegahan stunting Maka dapat disimpulkan Ada hubungan pengetahuan ibu dengan perilaku upaya pencegahan stunting pada balita di wilayah kerja Kelurahan Bumi Laweyan Surakarta.
PENGARUH SUBSTITUSI IKAN KEMBUNG (RASTRELLIGER KANAGURTA) DAN TEPUNG KACANG HIJAU (VIGNA RADIATA) TERHADAP DAYA TERIMA DAN NILAI GIZI SEBAGAI ALTERNATIF MAKANAN SELINGAN BAGI WANITA USIA SUBUR Hidayati, Shafira
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI DESA NGROMBO KECAMATAN BAKI Maharani, Dewi; Mei Astuti, Andriani; Mustain
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.30809

Abstract

Penyakit Hipertensi merupakan tekanan darah sistolik melebihi 140 mmHg dan tekanan darah diastolik melebihi 90 mmHg. Tanda dan Gejala yang muncul pada penderita    hipertensi adalah jantung berdebar, mudah emosi, lelah, mata berkunang- kunang, sakit kepala, hidung mimisan, dan penglihatan kabur.  Penyebab tekanan darah tinggi disebabkan terjadinya perubahan pada elastisitas dinding aorta yaang menurun, katup jantung menebal, dan menjadi kaku sehingga kemampuan jantung untuk memompa darah menurun sehingga kontraksi dan volumenya pun ikut menurun. menyebabkan kehilangan elastisitas pembuluh darah karena kurang efektifitas pembuluh darah perifer untuk oksigen, meningkatnya resistensi pembuluh darah perifer. Penyebab lainnya yang dapat memicu peningkatan tekanan darah tinggi adalah stres. dimana stres dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah, sehingga merangsang ginjal untuk melepaskan hormon adrenalin, yang menyebabkan jantung berdetak lebih cepat dan menyebabkan peningkatan tekanan darah. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh terapi relaksasi otot progresif terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di Desa Ngrombo. Metode penelitian menggunakan Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain quasy eksperimental with one design grup pre-post serta pengambilan sampling dengan cara random sampling dengan 60 responden. Hasil yang didapat terapi relaksasi otot progresif dapat menurunkan tekanan darah penderita hipertensi pada usia 15-60 tahun dengan rata-rata sebelum diberikan terapi relaksasi otot progresif tekanan darah sistol 147,67 mmHg dan tekanan darah diastol 86,17 mmHg dan sesudah diberikan terapi relaksasi otot progresif tekanan darah sistol 114,83 dan tekanan darah diastol 72,17. terdapat pengaruh terapi relaksasi otot progresif terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di Desa Ngrombo Baki Sukoharjo dengan p value 0,000.
PENGARUH PEMBERIAN EDUKASI TENTANG STATUS GIZI PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS NGUTER SUKOHARJO TAHUN 2024 Herdeaningsih, Aldya; Probowati, Rovica; Marni, Marni
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.30813

Abstract

Penelitian  ini  menggunakan  metode  penelitian  kuantitatif  dengan desain penelitian yang digunakan yaitu Pre-Experimental Design One Group Pre-Post Test Design. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia yang aktif terdaftar melakukan kunjungan di Wilayah Kerja Puskesmas Nguter, Kabupaten Sukoharjo yaitu sebanyak 174 orang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan Teknik Random Sampling dan menggunakan rumus slovin dengan hasil yang didapat sebanyak 121 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test, untuk mengetahui adanya pengaruh atau tidak sebelum dan setelah dilakukan edukasi tentang status gizi. Analisis data statistik menggunakan Uji Kolmogorov Smirnov karena jumlah data lebih dari 50 orang, sedangkan untuk menguji pengaruh edukasi antara variabel independen (status gizi) dengan variabel dependen (hipertensi) menggunakan Uji Wilcoxson Signed Rank. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat perbedaan bermakna dari pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan edukasi gizi terhadap lensia dengan hipertensi Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa edukasi gizi memberikan dampak positif dalam mengubah gaya hidup sehat dan meningkatkan pengetahuan tentang hipertensi. Adanya hubungan tentang usia yaitu lansia dengan usia > 60 dan tingkat pendidikan rendah yang mempengaruhi pengetahuan sehingga dapat terjadinya hipertensi pada lansia, tingkat pengetahuan pada responden saat setelah diberi perlakuan lebih besar nilainya, yaitu : baik sebanyak 98,3%, daripada sebelum diberikan edukasi tentang status gizi pada lansia yang memiliki hipertensi, yaitu : cukup sebanyak 76,0%. Maka, dari hasil pemberian edukasi terdapat peningkatan pengetahuan sebanyak 22,3%. Adanya pengaruh pengetahuan pada responden sesudah diberikan edukasi tentang status gizi yaitu responden lebih memahami apa yang harus dilakukan terhadap penyakit hipertensi pada lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Nguter Sukoharjo.
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN, PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN KEPEMILIKAN JAMBAN SEHAT DI WILAYAH PESISIR DUSUN II SIALANG BUAH KEC. TELUK MENGKUDU SERDANG BEDAGAI dalimunthe, halimah; Dalimunthe, Halimatus Sa'diyah; Ramadhan , Muhammad Rizky; Lubis, Sitompul3, Syahrini; Purba, Sumiarti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.30830

Abstract

Jamban keluarga merupakan salah satu dari berbagai masalah kesehatan. yang perlu mendapatkan prioritas. Faktor seperti pengetahuan, sikap dan pendidikan masyarakat merupakan faktor-faktor yang dapat berperan dalam ketersediaan jamban keluarga sehat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan, pengetahuan dan sikap dengan kepemilikan jamban sehat di wilayah pesisir Dusun II Sialang Buah Kec. Teluk Mengkudu. Metode penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan pendekatan analitik menggunakan rancangan cross sectional. Populasi terdiri dari seluruh Masyarakat di Dusun II Sialang Buah Kec. Teluk Mengkudu, dengan populasi sebanyak 386 kk. Teknik penelitain ini menggunakan metode kauntitatif, sampel penelitian berjumlah 77 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan kepemilikan jamban sehat (p-value=0.248>0.05). Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kepemilikan jamban sehat (p- value=0.001<0.05). Ada hubungan yang signifikan antara sikap dengan kepemilikan jamban sehat (p-value=0.001<0.05). Disarankan bagi Masyarakat lebih memperhatikan kebersihan jamban, dan pemerintah dapat bekerjasama dengan lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan sektor swasta untuk membangun jamban umum atau menyediakan program bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PAPARAN MEDIA TERHADAP SIKAP KADER TENTANG CTPS Azzardi, Al Ghefarick
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.30881

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan usaha guna memperkuat budaya individu dan masyarakat supaya peduli dan memprioritaskan kesehatan dalam mewujudkan kualitas hidup yang lebih baik. Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) adalah salah satu dari indikator PHBS yang merupakan tindakan pencegahan untuk melindungi dari berbagai macam penyakit menular. Menurut data BPS tahun 2018, di wilayah Kota Surabaya proporsi populasi yang memiliki kebiasaan cuci tangan yang benar hanya 64,30% penduduk. Studi pendahuluan yang dilakukan oleh penulis di Kelurahan Sidotopo Wetan, Kota Surabaya didapatkan hasil yang menunjukkan 33/60 KSH (Kader Surabaya Hebat) memiliki pendapat yang kurang (menyepelekan) tentang CTPS yang benar. Kader merupakan seseorang yang dipilih masyarakat dan dilatih untuk memberdayakan masyarakat. Kader sering berinteraksi dengan masyarakat, jadi yang disampaikan kader diasumsikan akan berpengaruh pada masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan paparan media terhadap sikap kader tentang CTPS. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah KSH Kelurahan Sidotopo Wetan yang berjumlah 457, dengan sampel yang diperlukan 210. Penelitian ini menggunakan metode incidental sampling. Variabel dalam penelitian ini yakni pengetahuan, paparan media, dan sikap. Pengumpulan data menggunakan google form, dan untuk analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat korelasi yang signifikan antara pengetahuan dengan sikap KSH tentang CTPS dengan p=0,024 (p<0,05), serta terdapat korelasi yang signifikan antara paparan media dengan sikap KSH tentang CTPS dengan p=0,020 (p<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan dan paparan media terhadap sikap KSH tentang CTPS.
IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI KESEHATAN DAERAH (SIKDA) GENERIK DI PUSKESMAS : LITERATURE REVIEW Risna Puspita Sari; Hartono, Budi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.30935

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi informasi telah memudahkan akses informasi di berbagai bidang, termasuk layanan kesehatan. Penggunaan sistem informasi kesehatan (SIK) diharapkan dapat meningkatkan efisiensi layanan kesehatan. Namun, implementasi Sistem Informasi Kesehatan Daerah (SIKDA) Generik di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan. Tujuan Penelitian ini untuk menganalisis implementasi SIKDA Generik di Puskesmas guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi layanan kesehatan. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka dengan mengkaji artikel dan jurnal ilmiah yang terpublikasi dari tahun 2016-2023. Sumber data diambil dari Google Scholar, buku cetak, buku elektronik, dan jurnal ilmiah lainnya. Kriteria seleksi mencakup penelitian yang berhubungan dengan implementasi SIKDA Generik di Puskesmas. Hasil penelusuran, ditemukan beberapa kendala utama dalam implementasi SIKDA Generik, terutama terkait sumber daya manusia (SDM) yang belum sepenuhnya kompeten di bidang statistik, komputer, dan epidemiologi. Selain itu, integrasi SIKDA dengan aplikasi lain masih kurang, menyebabkan sering terjadi error. Penyediaan sarana prasarana, khususnya jaringan internet, juga menjadi hambatan signifikan. Kesimpulan Implementasi SIKDA Generik di Puskesmas belum berjalan optimal karena kendala pada SDM dan sarana prasarana. Untuk meningkatkan efektivitas SIKDA Generik, perlu dilakukan pelatihan rutin bagi SDM serta peningkatan infrastruktur pendukung seperti jaringan internet. Integrasi yang lebih baik dengan aplikasi lain juga diperlukan untuk meminimalkan kendala teknis dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan.
ANALISIS DRUG SELECTION TERHADAP LENGTH OF STAY (LOS) PASIEN BPJS DIABETES MELLITUS TIPE II GERIATRI PERIODE JANUARI-DESEMBER TAHUN 2022 Nur Rizki, Adinda Ayu; Wahyu, Syafrima; Lukitasari, Nurraya
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.30938

Abstract

Drug Related Problem (DRP) adalah kejadian yang tidak diharapkan yang dapat menganggu hasil klinis kesehatan, salah satunya terkait dengan ketidaktepatan pemilihan obat. Penelitian ini bertjuan untuk mengetahui karakteristik, profil pengobatan, jenis ketidaktepatan drug selection, serta menganalisis hubungan antara jumlah kejadian ketidaktepatan drug selection dengan length of stay (LOS). Pasien geriatri yaitu pasien lanjut usia (60-74 tahun) dengan multi penyakit akibat penurunan fungsi organ, psikologi, serta lingkungan sehingga membutuhkan pelayanan kesehatan secara terpadu. Penelitian ini merupakan penelitian dekskriptif non eksperimental dengan rancangan cross sectional dengan jumlah subjek penelitian sebanyak 40 pasien periode Januari-Desember Tahun 2022. Hasil penelitian dari 40 pasien terdapat ketidaktepatan Drug Selection yaitu sebanyak 77 kejadian diantarannya obat sesuai pedoman, namun terdapat kontraindikasi 1 kejadian (1,30%), tidak ada indikasi obat 5 kejadian (6,49%), kombinasi obat yang tidak tepat misalnya obat-obat, obat-herbal, obat-suplemen 66 kejadian (85,71%), dan indikasi tanpa obat 5 kejadian (6,49%). Tidak ada hubungan yang signifikan antara jumlah ketidaktepatan Drug Selection dengan LOS dengan nilai signifikasi p = 0,816 (0.05) dan nilai r = 0,038. Ketidaktepatan Drug Selection yang terjadi yaitu obat sesuai pedoman namun terdapat kontraindikasi 1 kejadian (1,30%), tidak ada indikasi obat 5 kejadian (6,49%), kombinasi obat yang tidak tepat misalnya obat-obat, obat-herbal, obat-suplemen 66 kejadian (85,71%), dan indikasi tanpa obat 5 kejadian (6,49%).
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA ANAK BALITA USIA 1-5 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BAKI Anggraini, Sinta Dewi; Palupi, Dwi Lestari Mukti; Widiastuti, Agung
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.30984

Abstract

Balita didefinisikan sebagai anak yang berusia antara 12 dan 59 bulan. Usia pada balita dapat dibagi menjadi tiga kelompok yaitu kelompok usia bayi (0–2 tahun), kelompok usia balita (2–3 tahun), dan kelompok usia prasekolah (>3–5 tahun). Stunting merupakan masalah gizi buruk kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan makanan dalam jangka waktu lama sehingga menyebabkan terhambatnya pertumbuhan pada anak yaitu tinggi badan anak lebih rendah dari standar usianya. Faktor penyebab stunting meliputi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), Usia ibu, Riwayat paritas, Asupan gizi yang tidak mencukupi, status ekonomi, pendidikan ibu dan tingkat pengetahuan ibu. Pola asuh merupakan sikap orang tua dalam berinteraksi dengan anak-anaknya. Terdapat faktor yang mempengaruhi pola auh orang tua terhadap balita meliputi lingkungan, tingkat pendidikan, budaya, sosial ekonomi, pemberian makan anak. Tujuan penelitian : untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua terhadap kejadian stunting pada balita usia 1-5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Baki. Metode : jenis penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi yang menggunakan pendekatan cross-sectional serta pengambilan sampling dengan cara total sampling. Pengumpulan data dengan cara membagikan lembar kuisoner yang dibagikan kepada 92 responden. Hasil : pola asuh orang tua yang baik dapat menurunkan tingkat kejadian stunting pada balita. Kesimpulan : ada hubungan pola asuh orang tua terhadap kejadian stunting pada balita usia 1-5 tahun dengan menggunakan uji chi squere sehingga didapatkan hasil p value 0,000.
HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT IBU TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA Safitri, Ayu Emillia; Prakoso, Adi Buyu; Ulkhasanah, Muza Ermawati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.30985

Abstract

Balita adalah individu atau kelompok orang yang termasuk dalam kelompok umur tertentu. Anak usia dini dibedakan menjadi bayi (0-1 tahun), balita (1-3 tahun), dan anak prasekolah >3-5 tahun ke atas. Stunting merupakan masalah gizi yang disebabkan oleh bermacam-macam faktor dan saling berinteraksi satu sama lain. Macam-macam penyebab stunting adalah pendidikan ibu yang rendah dan pengetahuan ibu yang kurang pemahaman megenai pemenuhan asupan nutrisi pada balita, tidak memberikan air susu ibu (ASI) ekslusif, Pemberian Makan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) yang tidak sesuai umur, Riwayat Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR), Riwayat Penyakit Infeksi Seperti ISPA, dan diare berulang-ulang, sanitasi lingkungan yang buruk, dan status ekonomi keluarga yang rendah dalam memenuhan nutrisi pada anak. Kejadian stunting pada balita akan mempengaruhi sistem tubuh yang rendah sehingga rentan terkena serang infeksi kuman dan penyakit lainnya jika tidak bersih dan terawat dalam menjaga kesehatan. Hal tersebut erat kaitannya dengan penerapan PHBS yang dimana memiliki keterkaitan dengan perilaku ibu yang berperan dalam pola pengasuhan balita. Kontribusi ibu sangat berpengaruh dalam menentukan kualitas hidup balita di masa yang akan datang sehingga begitu penting perilaku ibu dalam mengetahui dan memahami cara untuk menerapkan PHBS dengan baik. Perilaku ibu yang baik tentang penerapan PHBS memiliki peluang yang baik bagi kualitas kesehatan sehingga dapat mencegah terjadinya kejadian stunting pada balita. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi yang menggunakan pendekatan cross-sectiona. Teknik pengambilan sampel yang digunakan Teknik sampling. Penelitian ini sebanyak 92 responden.Hasil penelitian diperoleh Perilaku Hidup Bersih dan Sehat yang kurang pada balita sebanyak 52 (56,5%). Hasil uji Chi Square didapatkan nilai p value = 0,00 (<0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan perilaku hidup bersih dan sehat ibu dengan kejadian stunting pada balita.