cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,473 Documents
ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN RHEMATOID ARTHRITIS DENGAN INOVASI INTERVENSI TERAPI AKUPUNTUR DI KLINIK DAWAN USHADA KABUPATEN KLUNGKUNG Sari, Ni Wayan Puji Padma; Rismayanti, I Dewa Ayu; Astriani, Ni Made Dwi Yunica
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.53462

Abstract

Artritis Reumatoid (RA) merupakan gangguan peradangan yang secara khusus mempengaruhi membran sinovial pada sendi, dan biasanya ditunjukkan oleh rasa sakit di sendi, kekakuan sendi, berkurangnya kemampuan bergerak, serta kelelahan. Artritis Reumatoid (RA) biasanya muncul pada rentang usia 30 hingga 50 tahun, dengan tingkat kejadian tertinggi antara 40 dan 60 tahun. Perempuan mengalami kondisi ini dua hingga tiga kali lebih sering daripada laki-laki. Artritis Reumatoid (RA) dipercaya sebagai reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap antigen yang belum teridentifikasi. Persendian pada bahu biasanya terjadi pada satu sendi yang disebut RA monoartikuler, gejala lainnya yang terjadi yaitu terbentuknya nodul – nodul pada kulit diatas sendi yang menyebabkan pembengkakan. Sebagian besar masyarakat menganggap remeh penyakit rematik, karna sifatnya yang seolah – olah tidak menimbulkan kematian, hal ini membuat kasus rheumatoid arthritis semakin meningkat setiap tahunnya. Tujuan Penelitian ini dimaksudkan untuk menguraikan Perawatan Keperawatan Komplementer yang menangani masalah utama perawatannya, yakni nyeri mendadak pada pasien melalui penerapan teknik akupuntur. Gambaran Kasus Pada penelitian ini menggunakan metode studi kasus yang mengidentifikasi suatu masalah asuhan keperawatan pada pasien yang memiliki keluhan tentang rheumatoid arthritis dengan pemberian terapi akupuntur. Hasil  Intervensi yang diberikan sesuai dengan diagnose yaitu terapi akupuntur. Diagnose keperawatan yang muncul pada pasien yaitu nyeri akut yang berhubungan dengan penyakit kronis. Kesimpulan Berdasarkan analisis pemberian terapi akupuntur efektif untuk menurunkan tingkat nyeri akibat rheumatoid arthritis.
ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN PENGARUH PEMBERIAN TERAPI AKUPUNTUR TERHADAP PENURUNAN INTESITAS SKALA NYERI PADA PENDERITA MIGRAIN DIDAWAN USADHA KLUNGKUNG apsari, Ni Kade Ratni gApsari; Kresnayana, Made Yos; Rismayanti, I Dewa Ayu
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.53472

Abstract

Migrain merupakan gangguan neurologis yang ditandai sakit kepala berulang disertai mual, muntah, dan sensitivitas sensorik. Prevalensi di Indonesia mencapai 7-10% pada dewasa, lebih tinggi pada wanita. Pengobatan konvensional dengan analgesik sering menyebabkan efek samping dan ketergantungan, sehingga diperlukan terapi non-farmakologis yang aman. Akupunktur sebagai intervensi komplementer dapat mengurangi nyeri melalui pelepasan opioid endogen dan stimulasi titik akupunktur spesifik, namun bukti penerapannya dalam asuhan keperawatan migrain masih terbatas.Studi kasus deskriptif kualitatif dilakukan pada pasien migrain di Dawan Usadha Klungkung. Intervensi akupunktur diberikan selama 30 menit pada titik Yintang (M-HN-3), Drilling Bamboo (B2), Fengchi (GB20), Jian Jing (GB21), Hegu (LI4), dan Zulinqi (GB41). Metode yang digunnakan berupa data dikumpul melalui wawancara pasien lembar observasi keperawatan, dan pengukuran skala nyeri VAS. Hasil Penelitian Intensitas nyeri migrain menurun signifikan dari skala VAS 8/10 menjadi 6/10 pasca-intervensi. Ketegangan otot dan stres berkurang, dengan peningkatan kenyamanan subjektif tanpa efek samping obat. Simpulan Akupunktur efektif sebagai intervensi keperawatan non-farmakologis untuk mengelola migrain, mendukung integrasi dalam praktik klinis guna meningkatkan kualitas hidup pasien. Penelitian lanjutan diperlukan untuk evaluasi efektivitas jangka panjang.
ANALISIS TERAPI MUSIK KLASIK BEETHOVEN TERHADAP PASIEN CKD ON HD DI RSUD WANGAYA Dewi, Ni Made Ayu Laksmi; Rismayanti , I Dewa Ayu; Astriani, Ni Made Dwi Yunica
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.53519

Abstract

Chronic kidney disease (CKD) merupakan penyakit kronis dengan penurunan fungsi ginjal secara progresif yang menimbulkan beban kesehatan global dan nasional yang signifikan. Pasien CKD yang menjalani hemodialisa sering mengalami ansietas akibat krisis situasional, perubahan kondisi fisik, serta kekhawatiran terhadap perjalanan penyakit dan terapi jangka panjang. Ansietas yang tidak ditangani dapat memperburuk kondisi fisiologis dan menurunkan kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan terapi musik klasik Beethoven dalam menurunkan tingkat ansietas pada pasien CKD yang menjalani hemodialisa. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada Ny. S di Ruang Hemodialisa RSUD Wangaya Kota Denpasar. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi keperawatan dengan pengukuran tingkat ansietas menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Intervensi terapi musik klasik Beethoven diberikan selama 15–30 menit dalam posisi Fowler, disertai latihan pernapasan terkontrol dan relaksasi otot serta pemantauan respons fisiologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ny. S mengalami ansietas kategori berat berdasarkan hasil pengukuran HARS yang disertai peningkatan tanda vital. Setelah penerapan terapi musik klasik Beethoven, tingkat ansietas menurun menjadi kategori sedang, disertai perbaikan respons fisiologis dan peningkatan rasa tenang. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa terapi musik klasik Beethoven dapat digunakan sebagai intervensi nonfarmakologis pendukung dalam membantu menurunkan ansietas dan mendukung stabilitas fisiologis pada pasien CKD yang menjalani hemodialisa.
PENERAPAN TEKNIK ACTIVE CYCLE OF BREATHING TECHNIQUE (ACBT) TERHADAP PENINGKATAN BERSIHAN JALAN NAPAS PADA ANAK DENGAN BRONKOPNEUMONIA DI RUMAH SAKIT PANTI WILASA Dr. CIPTO SEMARANG Remmona, Saraswati; Kustriyanti, Dwi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.53537

Abstract

Bronkopneumonia merupakan suatu proses inflamasi pada jaringan paru yang mengenai area sekitar bronkiolus, yaitu saluran kecil yang menghubungkan bronkus dengan alveolus. Kondisi ini menyebabkan terjadinya sumbatan jalan napas akibat akumulasi sekret, sehingga sebagian jaringan paru mengalami konsolidasi dan penurunan fungsi ventilasi. Bronkopneumonia dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, maupun jamur. Salah satu bentuk intervensi non–farmakologis yang dapat diberikan untuk membantu mengatasi ketidakefektifan bersihan jalan napas pada kasus ini adalah Active Cycle of Breathing Technique (ACBT), yaitu rangkaian latihan pernapasan yang meliputi breathing control, thoracic expansion exercise, dan forced expiration technique untuk memobilisasi serta mengeluarkan sekret secara efektif. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui penerapan teknik ACBT terhadap efektivitas bersihan jalan napas pada anak dengan bronkopneumonia di Rumah Sakit Panti Wilasa Dr. Cipto Semarang. Pendekatan yang digunakan yaitu deskriptif dengan rancangan studi kasus. Studi kasus ini melibatkan dua anak dengan diagnosis bronkopneumonia yang mengalami peningkatan sekret jalan napas. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi langsung, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi selama proses perawatan berlangsung. Hasil menunjukkan bahwa kondisi awal kedua responden mengalami peningkatan sekret, takipnea, dan kesulitan mengeluarkan dahak. Setelah dilakukan intervensi ACBT secara terstruktur selama tiga hari berturut-turut, kedua responden menunjukkan adanya perubahan klinis yang signifikan. Kesimpulannya, penerapan ACBT pada anak dengan bronkopneumonia terbukti memberikan hasil yang signifikan terhadap efektivitas bersihan jalan napas.
PENERAPAN SENAM REMATIK PADA LANSIA RHEUMATOID ARTRITIS DENGAN MASALAH KEPERAWATAN NYERI AKUT Insani, Kadek Rany Melyanti; Widiarta, Gede Budi; Kresnayana, I Made Yos
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.53596

Abstract

Rheumatoid Arthritis (RA) berasal dari kata-kata Yunani, yakni "arthon" yang bermakna sendi, serta "itis" yang menunjukkan peradangan. Secara langsung, arthritis didefinisikan sebagai inflamasi pada persendian. Rheumatoid Arthritis merupakan kondisi autoimun yang menyerang sendi, khususnya di tangan dan kaki, yang memicu peradangan, pembengkakan, rasa sakit, dan pada akhirnya bisa merusak bagian dalam sendi. Untuk meredakan tingkat nyeri, dapat diterapkan pendekatan non-obat melalui latihan senam rematik. Tujuan: Kajian ini dimaksudkan untuk menguraikan perawatan keperawatan geriatri dengan fokus utama pada nyeri mendadak di pasien rheumatoid arthritis, melalui penerapan intervensi senam rematik pada kelompok lansia. Gambaran Kasus: Dalam riset ini, digunakan rancangan deskriptif analitik dengan metode studi kasus, melibatkan satu orang subjek, serta instrumen berupa format perawatan keperawatan geriatri yang sesuai dengan ketentuan institusi terkait. Hasil: Temuan studi ini mengungkapkan bahwa sebelum intervensi, tingkat nyeri subjek berada di angka 6, dan setelah melaksanakan senam rematik selama tiga kali pertemuan—di mana masing-masing sesi dilakukan selama 20 hingga 30 menit—tingkat nyeri subjek menurun menjadi skor 3, yang dikategorikan sebagai nyeri ringan. Kesimpulan: Dari analisis yang dilakukan, pemberian terapi senam rematik terbukti efektif dalam mengurangi intensitas nyeri pada pasien dengan rheumatoid arthritis.
EFEKTIVITAS SENAM HIPERTENSI DAN JALAN KAKI TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PENDERITA HIPERTENSI Purdani, Kartika Setia; Sari, Nadya Indah; Sulaeman, Gusnawati; Anwar, Afifah; Suyudi, Nazhiifah Luthfi; Retnawati, Lenny
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.53603

Abstract

Hipertensi merupakan penyebab utama penyakit kardiovaskular, stroke, dan gagal ginjal, serta kini menjadi epidemi global yang terus meningkat. Lebih dari 1,28 miliar orang di dunia mengalami hipertensi, dengan sebagian besar kasus terjadi di negara berpenghasilan rendah. Salah satu alternatif pengelolaan hipertensi adalah aktivitas fisik teratur, yang berperan dalam menjaga elastisitas pembuluh darah dan membantu mengontrol tekanan darah. Senam hipertensi dan berjalan kaki termasuk metode non-farmakologis yang banyak digunakan untuk menurunkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas senam hipertensi dan berjalan kaki dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi di RT 18 Kelurahan Air Putih. Penelitian menggunakan desain pre-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Tekanan darah diukur sebelum dan sesudah intervensi pada responden yang sama. Populasi terdiri dari 59 penderita hipertensi, dan sebanyak 21 orang dijadikan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Intervensi berupa senam hipertensi dan berjalan kaki dilakukan selama 30 menit dalam satu sesi. Pengukuran tekanan darah menggunakan stetoskop, sphygmomanometer, dan lembar observasi. Terdapat penurunan tekanan darah setelah intervensi. Rata-rata tekanan sistolik turun dari 134,90 mmHg menjadi 128,14 mmHg, sedangkan diastolik menurun dari 79,29 mmHg menjadi 77,84 mmHg. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p 0,000 (<0,05), yang menandakan adanya perbedaan signifikan sebelum dan sesudah intervensi. Senam hipertensi dan berjalan kaki terbukti efektif menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi di RT 18 Kelurahan Air Putih.
THE PENGARUH NYANYIAN TERHADAP DAYA INGAT DAN MOTIVASI MENYIKAT GIGI PADA ANAK USIA 4-6 TAHUN DI TK AL-IKHWAN WONODADI, GADING REJO, KABUPATEN PRINGSEWU Intan, Wing Ma
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.53662

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian penting dari kesehatan secara keseluruhan terutama pada anak-anak yang berada pada tahap awal perkembangan. Menyikat gigi dua kali sehari secara teratur dengan cara yang tepat merupakan kebiasaan dasar yang harus ditanamkan sejak dini untuk mencegah terjadinya masalah gigi dan mulut. Anak usia dini, khususnya usia 4-6 tahun merupakan periode kritis dalam pembentukan perilaku hidup sehat yang nantinya akan mereka bawa hingga dewasa. Namun, pada anak usia pra-sekolah (4-6 tahun), tingkat kepatuhan terhadap anjuran menyikat gigi masih rendah. Pada tahap ini, anak sedang mengalami perkembangan kognitif dan motorik yang pesat, sehingga ajaran mengenai kebiasaan menjaga kesehatan gigi dan mulut perlu dilakukan sedini mungkin dengan pendekatan yang efektif. Pendekatan pembelajaran yang efektif adalah melalui edukasi yang menyenangkan, salah satunya dengan menggunakan nyanyian.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penggunaan nyanyian berpengaruh efektif dalam meningkatkan daya ingat dan motivasi anak dalam menyikat gigi secara teratur. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan pretest-posttest control group design. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan rumus Isaac dan Michael yang terdiri dari 46 responden berdasarkan kriteria inklusi yang dibagi menjadi kelompok kontrol dan intervensi. Data dianalisis dengan menggunakan uji Mann-whitney. Hasil penelitian menunjukan bahwa nyanyian berpengaruh efektif terhadap daya ingat (p=0,000) dan motivasi menyikat gigi (p=0,000) pada anak usia 4-6 tahun di TK Al-Ikhwan Wonodadi, Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu.
HUBUNGAN PERILAKU PEMELIHARAAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT TERHADAP KEBERSIHAN GIGI TIRUAN LEPASAN PADA KELOMPOK USIA PRALANSIA DAN LANSIA Puteri, Nabila; Aznani, Elvina
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.53664

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut memiliki peran penting dalam menunjang kualitas hidup pralansia dan lansia. Kehilangan gigi yang tidak ditangani dapat menyebabkan gangguan fungsi pengunyahan, bicara, estetika, serta berdampak pada status gizi dan kesehatan psikososial. Penggunaan gigi tiruan lepasan merupakan salah satu upaya rehabilitasi yang umum dilakukan, namun keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut dengan kebersihan gigi tiruan lepasan pada pralansia dan lansia. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional yang dilaksanakan di Posyandu Lansia Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran pada bulan September–November 2025. Sampel penelitian berjumlah 22 responden pengguna gigi tiruan lepasan yang diperoleh menggunakan teknik sampling insidental. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut serta pemeriksaan kebersihan gigi tiruan lepasan menggunakan Denture Cleanliness Index (DCI). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dan kuat antara perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut dengan kebersihan gigi tiruan lepasan (r = 0,742; p = 0,000). Semakin baik perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut, semakin baik pula kebersihan gigi tiruan lepasan. Simpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut dengan kebersihan gigi tiruan lepasan, sehingga diperlukan edukasi berkelanjutan untuk meningkatkan perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada pralansia dan lansia.
Literature Review ANALISIS SWOT SEBAGAI PILAR PENGAMBILAN KEPUTUSAN STRATEGIS DALAM MANAJEMEN KESEHATAN MODERN Olyvia, Novy; Tirmizi, Ahmad; Yulita, Reny; Amir, Omnia; Hartono, Budi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i4.53785

Abstract

Dalam era manajemen kesehatan modern yang semakin dinamis dan kompetitif, organisasi pelayanan kesehatan dituntut memiliki kemampuan dalam mengambil keputusan strategis yang berbasis pada analisis menyeluruh dan berorientasi pada peningkatan mutu pelayanan. Salah satu pendekatan analitis yang paling banyak digunakan untuk mendukung proses tersebut adalah analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). Pendekatan ini berfungsi sebagai instrumen strategis yang bertujuan membantu organisasi mengenali dan menilai faktor internal maupun eksternal yang berpengaruh terhadap kinerja secara keseluruhan. Melalui pemahaman terhadap kekuatan dan kelemahan internal, serta peluang dan ancaman dari lingkungan eksternal, manajemen rumah sakit dapat merumuskan strategi yang adaptif, efektif, dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan mengacu pada protokol PRISMA. Tahapan seleksi literatur divisualisasikan melalui bagan alur untuk menggambarkan proses identifikasi, penyaringan dan kelayakan artikel secara sistematis. Data dikumpulkan melalui basis data ilmiah seperti Google Scholar, ResearchGate dan ProQuest dengan kriteria jurnal yang relevan terhadap penerapan analisis SWOT dalam konteks manajemen rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan. Hasil kajian terhadap tujuh artikel ilmiah menunjukkan adanya pola yang konsisten terkait fungsi analisis SWOT dalam mendukung penyusunan rencana strategis serta kontribusinya terhadap peningkatan kinerja dan mutu layanan organisasi kesehatan. Dengan demikian, analisis SWOT dapat dipandang sebagai komponen esensial dalam manajemen kesehatan, tidak hanya sebagai alat untuk menganalisis situasi organisasi, tetapi juga sebagai landasan adaptif yang memperkuat proses pengambilan keputusan strategis secara berkelanjutan dan responsif terhadap perubahan lingkungan eksternal.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN KANKER PAYUDARA YANG MENJALANI KEMOTERAPI DI RSUD Dr. (H.C.) Ir. SOEKARNO TAHUN 2025 Kartika, Ayu Widya; Anggraini, Rima Berti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.54046

Abstract

Kecemasan merupakan kondisi psikologis yang sering dialami pasien kanker payudara dan dapat memengaruhi kesungguhan mereka menjalani terapi. Tingkat kecemasan bervariasi pada setiap individu dan umumnya muncul sebagai reaksi terhadap efek samping kemoterapi serta kekhawatiran terhadap perubahan yang terjadi akibat penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Kecemasan pada Pasien Kanker Payudara yang menjalani kemoterapi di RSUD Dr. (H.C.) Ir. Soekarno Tahun 2025. Desain penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, yaitu metode yang mengamati dan mengukur variabel satu kali pada satu waktu tertentu. Sampel dalam penelitian ini yaitu 49 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi mengalami kecemasan ringan sebanyak 34 orang (69,4%) dan kecemasan sedang sebanyak 15 orang (30,6%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara body image (p= 0,000), resiliensi (p= 0,000), dan dukungan keluarga (p= 0,001) dengan tingkat kecemasan. Body image positif, resiliensi tinggi, dan dukungan keluarga yang baik berperan menurunkan kecemasan pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya hubungan antara body image, resiliensi, dan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di RSUD Dr. (H.C.) Ir. Soekarno. Oleh karena itu, disarankan fasilitas kesehatan memperkuat edukasi, pendampingan psikologis, dan keterlibatan keluarga untuk membantu mengurangi kecemasan pasien.