cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,473 Documents
PENGARUH PEMBERIAN AROMATERAPI PEPPERMINT TERHADAP MUAL MUNTAH PADA IBU HAMIL TRIMESTER 1: Riska Hadi Meilana Pratiwi1, Tut Rayani Aksohini Wijayanti2 Pratiwi, Riska Hadi Meilana; Wijayanti, Tut Rayani Aksohini
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.53217

Abstract

Kehamilan trimester pertama sering disertai mual muntah (emesis gravidarum) akibat perubahan hormonal yang dapat mengganggu asupan nutrisi ibu. Aromaterapi peppermint merupakan salah satu pendekatan komplementer nonfarmakologis yang berpotensi meredakan keluhan tersebut. Menilai dampak Efektivitas aromaterapi peppermint terhadap tingkat mual muntah pada ibu hamil trimester pertama. Desain penelitian berupa kuasi-eksperimen dengan pretest–posttest dan kelompok kontrol. Sebanyak 32 ibu hamil menjadi sampel melalui consecutive sampling. Kriteria inklusi meliputi usia gestasi 8–12 minggu, kehamilan tunggal, dan frekuensi mual muntah tidak lebih dari 10 kali per hari (kategori non-hyperemesis). Kriteria eksklusi yaitu adanya komplikasi kehamilan seperti hyperemesis gravidarum, perdarahan pervaginam, serta alergi terhadap aromaterapi peppermint. Analisis data memakai uji statistik McNemar dan Fisher exact Hasil penelitian mengungkapkan bahwa aromaterapi peppermint secara signifikan mampu mengurangi emesis gravidarum (p = 0,001). Skor PUQE di kelompok intervensi turun dari 9 menjadi 5 dengan pergeseran kategori dari sedang (75%) menjadi ringan (87,5%) (p < 0,001). Sebaliknya, di kelompok kontrol, skor PUQE hanya berubah dari 9 menjadi 8 (p = 0,500), sehingga tidak terdapat perubahan yang bermakna. Aromaterapi peppermint yang diberikan setiap pagi selama empat hari efektif membantu mengurangi emesis pada ibu hamil trimester pertama. Data ini menegaskan bahwa aromaterapi peppermint berpeluang menjadi metode komplementer yang praktis, aman, dan non-farmakologi, serta dapat diintegrasikan ke dalam perawatan antenatal rutin.
REVIEW ARTICLE : PENETAPAN KADAR OBAT DENGAN METODE APLIKASI SPEKTROFOTOMETRI VISIBLE Kuncoro, Embun Larasati; Adliyah, Egalita; Novantri, Iqlima Farah; Adriansyah, Adriansyah; Luna, Calista; Martalina, Margaret Rianti; Devi, Aurelia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.53243

Abstract

Teknik analisis Spektrofotometri visible (Vis) merupakan alat kuantitatif yang mendasarkan prinsipnya pada pengukuran absorbansi radiasi elektromagnetik pada panjang gelombang cahaya tampak (400–800 nm) untuk mengukur konsentrasi analit dalam larutan. Metode Spektrofotometri Vis memiliki aplikasi yang luas dalam analisis bahan dan obat, khususnya untuk validasi metode dan pengawasan mutu. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara kritis perkembangan dan penerapan metode spektrofotometri visibel dalam penetapan kadar obat guna memberikan dasar ilmiah bagi pengembangan metode yang selektif dan akurat. Berbagai penelitian telah mengonfirmasi efektivitasnya dalam penetapan kadar berbagai macam senyawa. Penelitian ini menggunakan studi literature review terhadap 23 artikel nasional dan internasional terbaru yang relevan, dengan fokus pada jenis senyawa yang dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan dalam bidang farmasi dan keamanan pangan, Spektrofotometri Vis telah menunjukkan kemampuan untuk menganalisis Bahan Kimia Obat (BKO) yang sering ditambahkan secara ilegal ke dalam jamu, seperti asam mefenamat dan asetosal dalam formulasi obat pereda nyeri. Aplikasi ekstensif juga mencakup penetapan kadar antibiotik, meliputi: Ciprofloxacin (melalui pembentukan charge-transfer complex yang menghasilkan puncak serapan pada 440 nm), Tetracycline Hydrochloride (dengan reaksi penggandengan menggunakan asam sulfanilat pada 403 nm), Amoxicillin Trihydrate (menggunakan reagen sodium nitroprusside/SNP), Gentamisin sulfat dalam sediaan topikal, dan Rifampisin. Lebih lanjut, metode ini terbukti valid untuk penetapan vitamin seperti Riboflavin dan \beta-karoten dalam ekstrak Spirulina maxima (yang memiliki serapan khas pada 400–500 nm), serta untuk obat sitostatika Doksorubisin.
PENGARUH PIJAT TUINA TERHADAP NAFSU MAKAN ANAK USIA 3-5 TAHUN DI WILAYAH KERJA POLINDES TASIKMADU Kartikasari, Ayudina; Keswara, Nila Widya
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.53299

Abstract

Nutrisi yang memadai sangat krusial bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, namun penurunan nafsu makan pada usia 3-5 tahun seringkali mengancam status gizi dan imunitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pijat Tuina, sebuah terapi non-farmakologis, terhadap peningkatan nafsu makan anak usia 3-5 tahun di wilayah kerja Polindes Tasikmadu.Penelitian pra-eksperimental ini dilaksanakan pada November 2025 menggunakan desain One Group Pretest-Posttest. Sampel terdiri dari 30 balita yang dipilih melalui teknik Total Sampling. Karena data tidak terdistribusi normal, analisis dilakukan menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nafsu makan yang signifikan setelah intervensi pijat Tuina. Nilai rata-rata nafsu makan meningkat drastis dari 4,50 pada pretest menjadi 9,20 pada posttest dengan nilai signifikansi p < 0,001. Secara fisiologis, pijat Tuina bekerja dengan menstimulasi titik meridian yang berhubungan dengan sistem pencernaan dan limpa, sehingga meningkatkan gerakan peristaltik usus serta mempercepat proses pengosongan lambung. Stimulasi ini tidak hanya meningkatkan rasa lapar dan nafsu makan secara alami, tetapi juga mengoptimalkan sirkulasi darah dan fungsi organ pencernaan untuk penyerapan nutrisi yang lebih baik. Pijat Tuina juga diketahui memberikan efek relaksasi pada saraf dan mempererat ikatan antara orang tua dan anak. Kesimpulannya, pemberian pijat Tuina secara rutin terbukti efektif secara signifikan dalam mengatasi masalah kesulitan makan pada anak usia 3-5 tahun, sehingga dapat menjadi metode alternatif yang aman untuk mencegah masalah gizi buruk dan mendukung pencapaian status gizi yang sehat.
HUBUNGAN ANTARA PERAWATAN TALI PUSAT DENGAN PELEPASAN TALI PUSAT Fauziah, Ana Lailatul; Isnawati, Iin Aini; Zakiyyah, Muthmainah; Farianingsih, Farianingsih
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.53300

Abstract

Infeksi tali pusat masih menjadi salah satu penyebab utama kematian bayi baru lahir di dunia, termasuk kasus Tetanus Neonatorum yang di Indonesia masih ditemukan, khususnya di Provinsi Jawa Timur.World Health Organization (WHO), mencatat sekitar 560.000 kematian bayi setiap tahun disebabkan oleh infeksi tali pusat. Jawa Timur memiliki jumlah kasus Tetanus Neonatorum tertinggi di Indonesia, menurut Profil Kesehatan Tahun 2025. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari bagaimana perawatan tali pusat dilakukan dan kapan bayi baru lahir di PMB Ririn Kabupaten Lumajang pada tahun 2025. Penelitian dilakukan melalui desain survei analitik yang menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh bayi baru lahir di PMB Ririn dengan teknik total sampling. Variabel independen adalah cara perawatan tali pusat, sedangkan variabel dependen adalah waktu pelepasan tali pusat. Data dikumpulkan melalui lembar observasi dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada bayi dengan perawatan tali pusat sesuai prosedur, 13,3% mengalami pelepasan cepat, 53,3% pelepasan normal, dan 33,3% pelepasan lambat. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara cara perawatan tali pusat dan waktu pelepasannya (p = 0,000; p < 0,05). Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan perawatan tali pusat yang benar berperan penting dalam mendukung pelepasan tali pusat yang optimal dan tepat waktu pada bayi baru lahir sebagai upaya pencegahan komplikasi infeksi.
PREDIKSI PENDERITA HIPERTENSI BERDASARKAN KELOMPOK USIA MENGGUNAKAN METODE LEAST SQUARE PADA DATA LAPORAN SURVEILANS DI PUSKESMAS REMBOKEN Manoppo, Jonesius E; Mogogibung, Deswitha; Tamboto, Tiara; Manyakori, Sisilia; Kambu, Aprilia; Ratu, Angelita
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.53317

Abstract

Hipertensi telah menjadi isu kesehatan masyarakat yang signifikan dan bisa membesar jika tidak segera diatasi. Di Indonesia, angka kejadian hipertensi mencapai 30,8% berdasarkan data Riskesdas 2023. Hal ini menuntut langkah prediktif untuk mendukung strategi pencegahan. Penelitian ini bertujuan memperkirakan jumlah individu penderita hipertensi menurut kategori usia di Puskesmas Remboken dari Oktober hingga Desember 2025. Penelitan ini menerapkan metode deskriptif kuantitatif dengan rencana retrospektif dan prospektif. Data kasus hipertensi dari Januari hingga September 2025 (n= 1.865) dijadikan sebagai populasi sampel. Analisis ini dilakukan menggunakan teknik regresi linear (least square) untuk memprediksi pola kasus pada lima kategori usia (20-44, 45-54, 55-59, 60-69, dan 70> tahun). Hasil analisis menunjukkan kejadian hipertensi akan terus bertambah pada semua kategori usia dengan beban paling berat pada kelompok usia 60-69 tahun dari 222 kasus (Oktober) menjadi 283 kasus (Desember 2025). Kelompok usia 45-54 tahun diperkirakan meningkat dari 172 menjadi 225 kasus, usia >70 tahun dari 167 menjadi 214 kasus, usia 55-59 tahun dari 150 menjadi 195 kasus, dan usia 20-44 tahun dari 40 menjadi 51 kasus. Simpulan dari penelitian ini adalah perlunya penguatan pendekatan promosi kesehatan, mengontrol faktor risiko pada pra-lansia, serta melakukan pemantauan berkala diseluruh kategori usia untuk mengurangi risiko di masa depan.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL DI SMK KOMPUTER AKP Silawati, Melani; Hanifa, Fanni; Rindu, Rindu
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.53350

Abstract

Banyak kejadian perilaku yang tidak diinginkan telah menjadi hal biasa dalam kehidupan remaja. Remaja seringkali mengalami berbagai bentuk pelecehan, termasuk pelecehan fisik, verbal, dan seksual, yang sangat terkait dengan perilaku ini. Dari apa yang dapat kita lihat dalam sejumlah kasus, pelaku pelecehan seringkali adalah orang-orang terdekat korban, termasuk kenalan, teman sekelas, tetangga, pasangan, dan bahkan kerabat. Menemukan bagaimana sikap dan pengetahuan siswa SMK Komputer AKP Kabupaten berkaitan dengan perilaku pencegahan pelecehan seksual merupakan pendorong utama penelitian ini. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif yang menggunakan metode cross-sectional. Kuesioner yang mengukur pengetahuan, sikap, dan perilaku diberikan, dan SPSS digunakan untuk analisis data. Dengan menggunakan teknik sampel purposif, 76 partisipan yang memenuhi kriteria inklusi dipilih dari populasi siswa kelas XI di SMK Komputer AKP. Kami menggunakan uji Chi-Square untuk menilai data. Temuan penelitian Sebanyak 53 responden (69,7%) memiliki pengetahuan yang sangat baik tentang topik tersebut, 43 (56,5%) memiliki sikap yang baik, dan 53 (69,7%) menunjukkan tindakan positif terkait dengan pencegahan kekerasan seksual. Nilai p 0,006 <0,05 menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan remaja dan perilaku pencegahan kekerasan seksual di SMK Komputer AKP Kabupaten Cianjur pada tahun 2025, sedangkan nilai p 0,012 <0,05 menunjukkan adanya hubungan antara sikap remaja dan perilaku pencegahan kekerasan seksual. Hal ini memberikan bukti lebih lanjut bahwa keyakinan dan pemahaman remaja memengaruhi tindakan mereka dalam memerangi kekerasan seksual.
PENGARUH STADIUM TERHADAP KEJADIAN GANGGUAN PENDENGARAN PADA PASIEN OTITIS MEDIA AKUT DI MAKASSAR Kadir, Syahrujuita; Susantri, Yuni; Wulandari, Wahyuni Surya
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.53424

Abstract

Otitis media akut (OMA) merupakan peradangan akut telinga tengah yang sering menyebabkan gangguan pendengaran konduktif sementara, dengan stadium klinis yang meliputi oklusi, hiperemis, supurasi, perforasi, dan resolusi. Gangguan pendengaran pada OMA secara teoritis diperkirakan meningkat seiring progresi stadium akibat penumpukan sekret, edema mukosa, dan perforasi membran timpani yang mengganggu transmisi suara. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh stadium OMA terhadap kejadian dan derajat gangguan pendengaran pada pasien OMA di Makassar. Penelitian menggunakan rancangan deskriptif dengan pendekatan retrospektif terhadap 20 pasien OMA yang berobat di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, RS Universitas Hasanuddin, RS Labuang Baji, dan RS Haji Makassar periode Maret 2024–Februari 2025. Sampel diambil secara total sampling dari rekam medis yang memenuhi kriteria inklusi. Stadium OMA ditentukan dari temuan klinis dan otoskopi, sedangkan derajat gangguan pendengaran dinilai dengan pemeriksaan pure tone audiometri. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher Exact dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Sebagian besar sampel berjenis kelamin perempuan (70%) dan berusia 40–49 tahun serta ≥ 60 tahun (masing-masing 30%). Stadium OMA terbanyak adalah oklusi (45%) dan perforasi (40%), sedangkan derajat gangguan pendengaran yang paling sering adalah mild (50%) dan moderate (35%). Analisis bivariat menunjukkan nilai p = 0,650 (p > 0,05), yang berarti tidak terdapat hubungan bermakna antara stadium OMA dengan derajat gangguan pendengaran. Gangguan pendengaran konduktif dengan berbagai derajat ditemukan pada seluruh stadium OMA dan tidak semata-mata ditentukan oleh stadium penyakit. Faktor lain seperti durasi inflamasi, jumlah dan viskositas sekret, serta respons individu kemungkinan berperan dalam menentukan beratnya gangguan pendengaran pada OMA.​
EVALUASI RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN PNEUMONIA RAWAT INAP DI RSUD ULIN BANJARMASIN PERIODE JANUARI-JUNI 2024 Fadila, Ananda; Ramadhani, Juwita; Fadillah, Aris
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.53426

Abstract

Penggunaan rasional antibiotik merupakan langkah penting dalam pencegahan peningkatan resistensi terhadap antibiotik, khususnya di kalangan pasien pneumonia yang sedang rawat inap. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau rasionalitas dalam penerapan antibiotik, yang diharapkan mampu memberikan wawasan terkait tingkat ketaatan pada pedoman penggunaan antibiotik. Metode penelitian ini bersifat deskriptif observasional dikerjakan melalui pendekatan retrospektif, dimana pengambilan data dilakukan dari rekama medis pasien pneumonia yang mengalami rawat inap pada bulan Januari-Juni tahun 2024 dan dievaluasi dengan menggunakan metode Gyssens. Teknik analisis data dideskripsikan menggunakan excel. Penelitian ini merupakan studi deskriptif observasional dengan pendekatan retrospektif melalui penelusuran data rekam medis pasien pneumonia yang memenuhi kriteria inklusi. Evaluasi rasionalitas dilakukan berdasarkan kategori Gyssens yang meliputi ketepatan indikasi, pemilihan obat, dosis, interval, rute pemberian, serta durasi terapi. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan Microsoft Excel. Hasil diperolah Secara umum penggunaan antibiotik yang digunakan dinilai rasional sebanyak 81 (85,26%). Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar penggunaan antibiotik telah sesuai dengan pedoman terapi yang berlaku, namun tetap diperlukan upaya monitoring dan evaluasi berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan mencegah resistensi antibiotik di masa mendatang.
ANALISIS PIJAT REFLEKSI DAN MINYAK SERAI DALAM MENURUNKAN NYERI RHEUMATOID ARTHRITIS PADA LANSIA DI PANTI SOSIAL Bariningsih, Ni Nyoman; Widiarta, Gede Budi; Kresnayana, I Made Yos
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.53429

Abstract

Artritis Rheumatoid (AR) pada lansia merupakan kondisi peradangan kronis yang dapat menyebabkan disabilitas berat serta berdampak signifikan terhadap kesehatan fisik, psikologis, dan sosial pasien. Rheumatoid Arthritis merupakan penyakit autoimun sistemik yang menyerang sendi sinovial dan ditandai oleh peradangan sinovial progresif yang mengakibatkan kerusakan tulang rawan, erosi tulang, deformitas sendi, serta penurunan fungsi. Pada kelompok lansia, kondisi ini sering disertai nyeri berkepanjangan yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, kualitas istirahat, dan tingkat kemandirian. Penatalaksanaan nyeri pada lansia dengan Rheumatoid Arthritis tidak hanya mengandalkan terapi farmakologis, tetapi juga memerlukan pendekatan nonfarmakologis yang aman, mudah diterapkan, serta minim efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas asuhan keperawatan berupa pemberian pijat refleksi yang dikombinasikan dengan penggunaan minyak serai terhadap penurunan intensitas nyeri pada pasien lansia dengan Rheumatoid Arthritis di Panti Sosial Tresna Werdha Jara Marapati. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan yang meliputi tahap pengkajian, penetapan diagnosis keperawatan, perencanaan intervensi, implementasi, serta evaluasi hasil. Intervensi pijat refleksi dan minyak serai diberikan selama tiga hari berturut-turut dengan durasi 15–20 menit setiap sesi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri secara bertahap dari skala nyeri 6 menjadi skala nyeri 2 setelah intervensi diberikan. Selain penurunan nyeri, pasien juga menunjukkan peningkatan kenyamanan, relaksasi, kualitas istirahat, serta kemampuan melakukan aktivitas ringan. Dapat disimpulkan bahwa asuhan keperawatan dengan kombinasi pijat refleksi dan minyak serai efektif dalam menurunkan nyeri akut pada lansia dengan Rheumatoid Arthritis dan berpotensi dikembangkan sebagai terapi komplementer dalam praktik keperawatan gerontik.
PENGARUH SELF-HYPNOSIS TERHADAP MANAJEMEN EMOSI MAHASISWA KEBIDANAN STIKES PEKANBARU MEDICAL CENTER TAHUN 2025 Murni, Dewi Astuti; Sari, Endah Purwani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.53456

Abstract

Konsentrasi belajar merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi keberhasilan akademik mahasiswa, khususnya mahasiswa kebidanan yang menghadapi tuntutan akademik dan emosional yang tinggi. Stres akademik, kelelahan mental, serta tekanan selama proses pembelajaran dan praktik klinik dapat menurunkan kemampuan mahasiswa dalam memusatkan perhatian. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui penerapan teknik self-hypnosis sebagai metode pengelolaan kondisi psikologis secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh self-hypnosis terhadap peningkatan konsentrasi belajar mahasiswa kebidanan di STIKes Pekanbaru Medical Center tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi experiment. Responden penelitian dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen diberikan intervensi self-hypnosis, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan perlakuan. Pengukuran konsentrasi belajar dilakukan sebelum (pretest) dan sesudah intervensi (posttest) menggunakan instrumen kuesioner konsentrasi belajar yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji paired sample t-test dan independent sample t-test dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor konsentrasi belajar pada kelompok eksperimen dari 65,30 ± 6,45 menjadi 78,60 ± 5,90, serta perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest (p < 0,05). Sementara itu, kelompok kontrol tidak menunjukkan peningkatan yang signifikan. Hasil uji independent sample t-test juga menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Simpulan penelitian ini adalah self-hypnosis berpengaruh signifikan terhadap peningkatan konsentrasi belajar mahasiswa kebidanan dan dapat digunakan sebagai strategi alternatif yang sederhana dan aplikatif dalam mendukung proses pembelajaran.