cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,473 Documents
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STRES KERJA PADA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT BAKTI TIMAH PANGKALPINANG TAHUN 2025 Safitri, Wulan; Maryana, Maryana
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.54537

Abstract

Stres kerja perawat merupakan kondisi tekanan fisik dan psikologis yang timbul akibat ketidakseimbangan antara tuntutan pekerjaan dan kemampuan perawat. Stres kerja yang tidak terkelola dengan baik dapat berdampak pada penurunan produktivitas kerja perawat serta mutu pelayanan keperawatan di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan stres kerja pada perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit Bakti Timah Pangkalpinang tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit Bakti Timah Pangkalpinang. Sampel berjumlah 68 responden yang diambil menggunakan teknik Kuota sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian responden mengalami stres kerja sebanyak 37 orang (54,4%). Terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja (p < 0,02), masa kerja (p < 0,05), serta shift kerja (p < 0,38) pada perawat. Perawat dengan beban kerja tinggi, masa kerja lama, dan yang bekerja pada shift malam cenderung mengalami stres kerja. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan stres kerja pada perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit Bakti Timah Pangkalpinang tahun 2025 meliputi beban kerja, masa kerja, dan shift kerja. Oleh karena itu, rumah sakit diharapkan melakukan evaluasi dan penataan pembagian beban kerja serta pengaturan jadwal shift secara proporsional, serta menyediakan dukungan psikologis dan pelatihan manajemen stres bagi perawat.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGETAHUAN ORANG TUA TERHADAP PERTOLONGAN PERTAMA PADA ANAK KEJANG DEMAM DI RUMAH SAKIT BAKTI TIMAH PANGKALPINANG TAHUN 2025 Aprilia, Elsa; Meilando, Rizky
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.54538

Abstract

Kejang demam pada anak masih menjadi permasalahan kesehatan yang sering terjadi dan berpotensi menimbulkan dampak serius apabila tidak ditangani dengan tepat. Penanganan awal di tingkat keluarga sering kali belum optimal, yang mencerminkan keterbatasan pengetahuan orang tua dalam melakukan pertolongan pertama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pendidikan, usia, dan pengalaman orang tua dengan pengetahuan tentang pertolongan pertama pada anak kejang demam di Rumah Sakit Bakti Timah Pangkalpinang tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh orang tua dari anak yang mengalami demam dan/atau kejang demam di Rumah Sakit Bakti Timah Pangkalpinang. Sampel berjumlah 48 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang kurang mengenai pertolongan pertama kejang demam (56,3%). Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pendidikan (p = 0,001) dan usia orang tua (p = 0,000) dengan tingkat pengetahuan, sedangkan pengalaman tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p = 0,62). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pendidikan dan usia orang tua berhubungan dengan pengetahuan pertolongan pertama pada anak kejang demam, sementara pengalaman tidak berhubungan. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan edukasi kesehatan yang terstruktur dan berkelanjutan guna meningkatkan kesiapsiagaan orang tua dalam menangani kejang demam pada anak.
PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT ANTIHIPERTENSI DENGAN METODE REORDER POINT (ROP) PADA APOTEK X Putri, Baiq Haura Audina Ananta; Andanalusia, Mahacita; Amira, Amira
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.54544

Abstract

Hipertensi termasuk ke dalam salah satu penyakit tidak menular yang memiliki prevalensi tinggi di Indonesia. Penyakit ini menjadi penyebab utama komplikasi serius seperti penyakit jantung dan stroke.  Secara global, jumlah penyakit hipertensi diperkirakan akan terus meningkat hingga 1,5 miliar  individu pada tahun 2025 dengan angka kematian sekitar 9,4 juta orang akibat hipertensi dan komplikasinya. Berdasarkan Riskesdas tahun 2023, angka prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 30,8%. Pengobatan hipertensi umumnya dilakukan secara rutin dan jangka panjang, sehingga membutuhkan ketersediaan obat yang stabil di fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk apotek. Ketidakterpenuhan stok obat dapat berdampak pada keberhasilan terapi pasien. Oleh karena itu, pengelolaan persediaan obat yang efektif sangat diperlukan agar tidak terjadi kekurangan maupun kelebihan stok obat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengelolaan obat antihipertensi di Apotek X pada bulan Februari 2025 menggunakan metode Safety stock dan Reorder point (ROP). Metode ini digunakan untuk menentukan jumlah cadangan pengaman sertatiti pemesanan ulang obat secara optimal. Hasil analisis menunjukkan bahwa obat Amlodipine 5 mg memiliki nilai ROP tertinggi, yaitu sebesar 56 strip, sedangkan obat Ramipril 10 mg memiliki nilai ROP terendah, yaitu sebesar 13 tablet. Penerapan metode Safety stock dan ROP dapat membantu apotek dalam merencanakan pengadaan obat secara lebih efisien sehingga ketersediaan obat dapat terjaga dengan lebih optimal.
PENGARUH EDUKASI PERTOLONGAN PERTAMA TERHADAP PENGETAHUAN PENANGANAN PINGSAN PADA SISWA SMA BERBASIS VIDEO Putri, Aurora Dhiva; Rasyid, T. Abdur; Saputra, Bayu; Kartika, Defi Eka; Sandra, Sandra
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.54550

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia sekolah yang aktif dalam berbagai kegiatan seperti upacara bendera dan ekstrakurikuler, sehingga memiliki risiko lebih tinggi mengalami kondisi kegawatdaruratan seperti pingsan. Edukasi pertolongan pertama berbasis video menjadi metode yang efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai langkah penanganan pingsan secara cepat dan tepat. Namun, tidak semua sekolah memiliki edukasi yang memadai terkait hal tersebut. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh edukasi pertolongan pertama terhadap pengetahuan penanganan pingsan pada siswa SMA Negeri 10 Pekanbaru. Penelitian menggunakan desain kuantitatif pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest. Sampel berjumlah 50 siswa anggota PMR yang diambil melalui total sampling. Instrumen berupa kuesioner yang telah diuji validitas menggunakan Aiken’s V dengan nilai 0,875 dan dinyatakan valid oleh dua pakar. Analisis univariat menunjukkan karakteristik responden rata-rata berusia 16 tahun, berjenis kelamin perempuan (92%), memiliki pengalaman pingsan (50%), dan pengalaman menolong orang pingsan (54%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan median pengetahuan meningkat dari 66 pada pretest menjadi 93 pada posttest, dengan p-value 0,001 (<0,05). Dengan demikian, edukasi video terbukti berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan siswa mengenai pertolongan pertama pada pingsan. Sekolah disarankan mengoptimalkan edukasi melalui ekstrakurikuler dan media audiovisual.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN NEEDLE STICK INJURY PADA PERAWAT DI RSUD ANUGERAH TOMOHON E.D Wuisan, Loissel; Maddusa, Sri Seprianto; Kaunang, Wulan P.J.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.54564

Abstract

Needle stick injury (NSI) menjadi salah satu kecelakaan kerja utama yang harus dihadapi oleh tenaga kesehatan terutama pada perawat. Luka akibat tertusuk jarum dapat berisiko mengakibatkan penyakit menular seperti HIV, hepatitis B, dan hepatitis C. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan kejadian needle stick injury pada perawat di RSUD Anugerah Tomohon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional yaitu data diperoleh dari data primer melalui kuesioner dan data sekunder melalui data yang sudah ada sebagai arsip di rumah sakit. Teknik analisis penelitian yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat. Rancang bangun penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional study. Jumlah populasi yang diambil sebanyak 116 perawat dan pengambilan sampel menggunakan teknik convenience sampling. Berdasarkan hasil analisis menggunakan uji statistik chi-square menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan antara tingkat pendidikan (p=0,155), pelatihan (p=0,835), masa kerja (p=0,686) dan tindakan recapping (p=0,572) dengan kejadian NSI pada perawat di RSUD Anugerah Tomohon. Sebagian besar perawat belum pernah mengalami kejadian NSI selama 3 tahun terakhir. Perawat di RSUD Anugerah Tomohon baik perawat perempuan dan laki-laki pada semua golongan umur dengan masa kerja <1 tahun, 1-4 tahun dan >4 tahun pernah mengalami kejadian NSI. Saran perlu dilakukan pelatihan secara berkelanjutan pada perawat perempuan maupun laki-laki pada semua golongan umur baik pada pekerja baru maupun pekerja lama.
IMPLEMENTASI MODEL ADAPTASI CALISTA ROY DALAM MANAJEMEN BERSIHAN JALAN NAPAS PADA NEONATUS DI RUANG HCU RANUPANI RSUD DR. SAIFUL ANWAR PROVINSI JAWA TIMUR Putri Prasetyo, Alifa Mourentyas; Maria, Lilla
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.54583

Abstract

Bersihan jalan napas tidak efektif merupakan masalah keperawatan yang sering terjadi pada neonatus dan berpotensi meningkatkan morbiditas serta memperlambat proses pemulihan. Di wilayah Malang, Jawa Timur, gangguan pernapasan pada neonatus masih menjadi tantangan klinis. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan Teori Model Adaptasi Calista Roy dalam mengoptimalkan respons adaptif neonatus dengan diagnosis keperawatan bersihan jalan napas tidak efektif melalui fokus pada mode adaptasi fisiologis-fisik (oksigenasi). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan strategi studi kasus pada By. Ny. A yang mengalami neonatal pneumonia di Ruang HCU Ranupani RS Dr. Saiful Anwar, Jawa Timur. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan proses keperawatan berbasis Teori Adaptasi Roy, termasuk identifikasi stimulus (fokal, kontekstual, residual) dan perancangan intervensi adaptif. Hasil penelitian menunjukkan By. Ny. A mengalami respons maladaptif pada mode fisiologis-fisik, ditandai dengan bersihan jalan napas tidak efektif akibat infeksi paru. Intervensi keperawatan berupa manajemen jalan napas, pemberian terapi oksigen, dan pemantauan status pernapasan berhasil meningkatkan respons adaptif neonatus. Penerapan Teori Adaptasi Calista Roy memberikan kerangka holistik dan terstruktur yang efektif dalam merencanakan dan melaksanakan intervensi keperawatan pada neonatal pneumonia, khususnya dalam memfasilitasi adaptasi fisiologis neonatus, sekaligus memperkuat praktik keperawatan berbasis bukti.
EFEKTIVITAS TERAPI AKUPUNKTUR TERHADAP NYERI AKUT PADA PASIEN BELL’S PALSY Maharani, Luh Putu Mayra Putri; Rismawan, Made; Fadhilah, Nuur
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.54631

Abstract

Bell’s palsy merupakan kelumpuhan saraf fasialis perifer yang sering disertai nyeri akut pada area kepala dan wajah akibat proses inflamasi saraf. Nyeri yang tidak tertangani secara optimal dapat menimbulkan ketidaknyamanan, gangguan aktivitas sehari-hari, serta menurunkan kualitas hidup pasien. Permasalahan ini menuntut adanya intervensi keperawatan yang efektif, termasuk pendekatan komplementer untuk membantu mengurangi intensitas nyeri. Penulisan ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan asuhan keperawatan pada pasien Bell’s palsy dengan masalah keperawatan nyeri akut melalui terapi komplementer akupunktur. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, penetapan diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Pengkajian dilakukan secara komprehensif menggunakan pendekatan IPPA dan PQRST untuk mengidentifikasi karakteristik nyeri. Diagnosis keperawatan yang ditegakkan adalah nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisiologis berupa inflamasi saraf fasialis. Intervensi yang diberikan meliputi pemantauan intensitas nyeri, pemberian terapi akupunktur sesuai prosedur, serta edukasi teknik relaksasi sebagai pendukung terapi. Evaluasi dilakukan menggunakan format SOAP untuk menilai perubahan respons subjektif dan objektif pasien. Hasil menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri yang signifikan, ditandai dengan berkurangnya skala nyeri, wajah tampak lebih rileks, serta peningkatan kenyamanan pasien setelah terapi akupunktur diberikan. Dengan demikian, terapi akupunktur dapat direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan komplementer yang efektif, aman, dan mendukung manajemen nyeri akut pada pasien Bell’s palsy.
HUBUNGAN PROKRASTINASI AKADEMIK DENGAN KEJADIAN NOMOPHOBIA PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR UNIVERSITAS WIDYA NUSANTARA Evendi, Pian; Basri, Basri; Sabir, Sabir
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.55028

Abstract

Mahasiswa semester akhir menghadapi tuntutan akademik yang tinggi, yang sering diiringi dengan perilaku menunda penyelesaian tugas. Selain itu, penggunaan smartphone telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari mahasiswa. Kondisi ini sering berdampak pada kebiasaan belajar dan keseharian mereka, kondisi ini menjadi dasar penelitian yang meneliti hubungan antara prokrastinasi akademik dan nomophobia pada mahasiswa tingkat akhir. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara prokrastinasi akademik dengan kejadian nomophobia pada mahasiswa tingkat akhir Universitas Widya Nusantara. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan desain analitik korelasional menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 84 mahasiswa tingkat akhir yang dipilih menggunakan teknik disproportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner prokrastinasi akademik dan nomophobia yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji alternatif Fisher–Freeman– Halton Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat prokrastinasi akademik kategori sedang sebesar 89,3%, serta kejadian nomophobia kategori sedang sebesar 92,9%. Hasil uji Fisher–Freeman–Halton Exact Test menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara prokrastinasi akademik dengan kejadian nomophobia pada mahasiswa tingkat akhir Universitas Widya Nusantara. Terdapat hubungan yang signifikan antara prokrastinasi akademik dengan kejadian nomophobia pada mahasiswa tingkat akhir Universitas Widya nusantara (p = 0,000), dimana semakin tinggi tingkat prokrastinasi akademik, semakin besar kecenderungan mahasiswa mengalami nomophobia.
VARIASI NILAI BIOCHEMICAL OXYGEN DEMAND (BOD) PADA MEDIA AIR DAN SUMBER PENCEMAR DI PROVINSI RIAU : SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Nabila, nabila; Herniwanti, Herniwanti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.55324

Abstract

Peningkatan aktivitas manusia di sekitar badan air berkontribusi terhadap meningkatnya beban pencemaran organik yang berdampak pada penurunan kualitas air. Salah satu parameter yang umum digunakan untuk menilai tingkat pencemaran organik adalah Biochemical oxygen demand (BOD), yang merepresentasikan kebutuhan oksigen oleh mikroorganisme untuk menguraikan bahan organik di dalam perairan.  Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji variasi nilai BOD pada media air dan sumber pencemar di Provinsi Riau serta mengidentifikasi pola hubungan antara karakteristik media air, sumber pencemar, dan tingkat pencemaran organik. Penelitian ini menggunakan desain studi kepustakaan berupa narrative literature review dengan pendekatan deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh artikel ilmiah yang membahas kualitas air dengan parameter BOD, sedangkan sampel berupa artikel terpilih yang dipilih secara purposive berdasarkan kesesuaian topik, ketersediaan data full text, dan lokasi penelitian di Provinsi Riau. Variabel yang dikaji meliputi nilai BOD, media air, dan sumber pencemar. Pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran Google Scholar, sedangkan analisis data dilakukan secara naratif dengan membandingkan dan mensintesis temuan antarartikel. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai BOD pada media air sungai di Provinsi Riau bervariasi dari kategori tercemar ringan hingga tercemar sedang, dengan sebagian lokasi melampaui baku mutu kualitas air. Limbah domestik merupakan sumber pencemar dominan yang berkontribusi terhadap peningkatan nilai BOD, terutama di wilayah perkotaan dan permukiman padat. Kesimpulannya, nilai BOD di Provinsi Riau dipengaruhi oleh jenis media air dan intensitas aktivitas manusia, sehingga diperlukan pengendalian beban pencemar organik secara terpadu untuk menjaga kualitas air yang berkelanjutan.
KERACUNAN MAKANAN SEBAGAI MASALAH KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA : LITERATUR REVIEW Rosmawarni, Rosmawarni; Suhaila, Shahdana Warti; Zega, Fitriani; Aulia, Silvi Nur; Sari, Anita Ratna; Putri, Nailah Sagita; Sari, Nikma Maulida
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.55370

Abstract

Tingginya jumlah kasus keracunan makanan menunjukkan bahwa pengetahuan dan kesiapan masyarakat mengenai pencegahan dan pertolongan pertama pada kasus keracunan masih kurang. Keracunan makanan merupakan salah satu masalah yang sangat serius terhadap kesehatan masyarakat yang masih sering terjadi dan berpotensi menimbulkan dampak serius hingga kematian. Literatur review ini bertujuan untuk mengkaji hubungan pengetahuan, sikap, dan pendidikan kesehatan dengan penanganan pertama keracunan makanan serta implikasinya terhadap surveilans keracunan makanan. Metode yang digunakan adalah literatur review terhadap artikel ilmiah nasional yang dipublikasikan pada tahun 2020–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap yang positif sangat penting untuk mendeteksi kasus keracunan makanan dengan cepat, memberikan pertolongan pertama yang tepat, dan melaporkannya. Pendidikan kesehatan telah terbukti meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama ibu dan keluarga, dan membantu pengawasan keracunan makanan mencegah kejadian luar biasa (KLB). Oleh karena itu, tenaga kesehatan dan instansi terkait disarankan untuk meningkatkan edukasi mengenai pencegahan, penanganan pertama, dan pelaporan keracunan makanan.