cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,473 Documents
KESIAPAN TENAGA MEDIS DALAM MENDUKUNG PENDIRIAN RUMAH SAKIT SWASTA HEINRICH LEVEN Londa, Yosefa Lily; Purwandhi, Purwandhi; Handayani, Nining
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.54053

Abstract

Ketersediaan fasilitas kesehatan dan tenaga medis yang terbata menyebabkan akses Masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang komprehensif dan bermutu belum optimal, seehingga diperlukan upaya pengembangan fasilitas pelayanan kesehatan baru. Namun, kesiapan sumber daya tenaga kesehatan dari aspek jumlah, kompetensi dan motivasi masih menjadi tantangan utama dalam rencana Pembangunan rumag sakit. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi latar belakang pendidikan, kecukupan kompetensi, pengalaman kerja, keyakinan personal, serta kendala utama berkaitan dengan kesiapan pendirian rumah sakit swasta Heinrich Leven. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan melibatkan 10 pasrtisipan yang terdiri atas tenaga medis dari berbagai fasilitas kesehatan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis menggunakan metode tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar tenaga medis memiliki pendidikan dan legalitas praktik yang sesuai, namun masih memerlukan penguatan pelatihan teknis dan manajerial. Kompetensi klinis dinilai cukup baik, tetapi adaptasi terhadap teknologi medis modern belum merata. Pengalaman kerja menjadi modal penting yang membantu tenaga medis dalam menghadapi tantangan operasional rumah sakit baru. Sementara itu, keyakinan dan motivasi terhadap pendirian rumah sakit cenderung positif, meskipun terdapat sejumlah kendala struktural seperti keterbatasan tenaga spesialis dan fasilitas penunjang. Secara keseluruhan, tenaga medis di Kabupaten Ende menunjukkan kesiapan pada tingkat individu, tetapi kesiapan sistem dan dukungan kelembagaan masih perlu diperkuat agar pendirian rumah sakit swasta dapat berjalan optimal.
HUBUNGAN PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANG STIMULASI DENGAN PERKEMBANGAN ANAK PRASEKOLAH Cahyani, Ni Wayan Eka Widya; Tedjasulaksana, Regina; Tirtawati, Gusti Ayu
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.54062

Abstract

Perkembangan anak merupakan suatu proses bertahap yang ditandai dengan peningkatan struktur dan fungsi tubuh secara lebih kompleks, meliputi aspek motorik kasar, motorik halus, kemampuan berbahasa, sosialisasi, serta kemandirian. Salah satu faktor penting yang memengaruhi proses tersebut adalah stimulasi yang diberikan oleh orang tua, yang kualitasnya sangat bergantung pada tingkat pengetahuan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara pengetahuan orang tua mengenai stimulasi dengan perkembangan anak prasekolah di Taman Kanak-Kanak Indraprasta Denpasar. Penelitian menggunakan pendekatan analitik korelasi dengan desain cross-sectional. Data dikumpulkan pada 12 April 2025 melalui penyebaran kuesioner pengetahuan kepada orang tua dan observasi langsung terhadap perkembangan anak menggunakan formulir KPSP. Sampel penelitian terdiri dari 41 orang tua beserta anak prasekolah berusia 60–72 bulan, yang dipilih dengan teknik total sampling. Instrumen kuesioner telah melalui uji validitas dan reliabilitas sehingga memenuhi standar penelitian. Analisis data awal dilakukan dengan uji Chi-Square, namun karena tidak memenuhi asumsi, digunakan uji Fisher Exact. Hasil analisis menunjukkan nilai p = 0,035 (p < 0,05), yang menandakan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan orang tua tentang stimulasi dengan perkembangan anak prasekolah. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa pengetahuan orang tua berperan penting dalam mendukung perkembangan anak usia prasekolah. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan edukasi melalui program penyuluhan, pelatihan interaktif, maupun parenting class agar orang tua mampu memberikan stimulasi yang tepat sesuai tahap perkembangan anak, sehingga tumbuh kembang anak dapat berlangsung optimal.
ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN POST CRANIOTOMY DENGAN MASALAH KEPERAWATAN NYERI AKUT PADA KASUS CIDERA KEPALA SEDANG (CKS) TERHADAP PEMBERIAN TERAPI GUIDED IMAGERY DI RUANG ICU RSU TABANAN BALI Putri, Ni Kadek Rusmi Ariani; Heri, Mochamad; Astuti , Luh Seri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.54100

Abstract

Nyeri akut merupakan masalah keperawatan utama pada pasien post‑craniotomy dengan cedera kepala sedang, yang dapat mengganggu pemulihan dan kenyamanan pasien. Terapi guided imagery merupakan intervensi non‑farmakologis yang dapat membantu mengurangi nyeri dan kecemasan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis efektivitas terapi guided imagery dalam menurunkan nyeri akut pada pasien post‑craniotomy di ruang ICU RSU Tabanan, Bali.Studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan mencakup tahap pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi, intervensi meliputi guide imagery yang dilaksanakan selama 3 hari.Terapi guided imagery terbukti menurunkan intensitas nyeri dari skor 6 menjadi 4, meningkatkan kenyamanan, menstabilkan tanda vital, serta mengurangi agitasi pasien.Perawat disarankan menerapkan guided imagery sebagai bagian dari manajemen nyeri multimodal, dilengkapi edukasi nyeri dan pendekatan holistik untuk meningkatkan kualitas asuhan keperawatan.
EKSPLORASI SENYAWA BIOKIMIA MAKANAN TRADISIONAL BERBASIS KEARIFAN LOKAL SUKU ANAK DALAM DI KABUPATEN BUNGO Yulianingtyas, Mutia Queenara; Nasanda, Shafitri, Fika; Putri, Dina Oktalia; Arifa, Rifka Fadhlina; Mustakim, Ardi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.54104

Abstract

Pengetahuan pangan tradisional Suku Anak Dalam (SAD) di Kabupaten Bungo berperan penting dalam menjaga keberlanjutan gizi, pengobatan alami, dan identitas budaya. Berbagai pangan lokal seperti asam kemang, gulai terjun, gulai umbut, ketolo, tapai ubi, jerangau, ikan sale, madu sialang, rusip, labu kuning, keladi, tempoyak, bekasam, tebu hitam, dan asam rebung diketahui mengandung senyawa bioaktif yang memiliki potensi farmasetik. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kandungan biokimia dari makanan tradisional tersebut serta meninjau potensi pemanfaatannya dalam bidang farmasi. Metode yang digunakan berupa eksplorasi... Hasil kajian menunjukkan bahwa pangan fermentasi seperti tempoyak, rusip, dan bekasam kaya bakteri asam laktat dan peptida bioaktif yang berpotensi sebagai probiotik dan antimikroba. Bahan alami seperti jerangau, asam kemang, dan madu sialang mengandung fenolik dan flavonoid yang memiliki aktivitas antioksidan dan antiradang. Umbi lokal seperti keladi dan labu kuning juga memiliki potensi sebagai pangan fungsional antidiabetes dan antioksidan. Temuan ini menegaskan bahwa pangan lokal SAD merupakan sumber berharga untuk pengembangan etnofarmasi dan pangan fungsional berbasis kearifan lokal.
EFEKTIVITAS KOMBINASI PEMBERIAN NEBULIZER DAN FISIOTERAPI DADA PADA PASIEN EFUSI PLEURA DENGAN MASALAH KEPERAWATAN BERSIHAN JALAN NAPAS TIDAK EFEKTIF DI RSUD KABUPATEN KLUNGKUNG Verdhiarsini, Ni Ketut; Putra, G. Nur Widya; Marthasari, Ni Ketut Putri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.54118

Abstract

Efusi pleura ialah kondisi paru - paru yang terdapat peningkatan cairan di antara ruang pleura. Pleura merupakan selaput tipis yang melapisi permukaan paru-paru serta bagian dalam dinding dada di luar paru-paru. Dalam pleura, cairan terkumpul di area antara lapisan pleura. Jumlah cairan yang tidak terlihat biasanya terdapat dalam ruang pleura yang memungkinkan paru – paru bergerak bebas dalam rongga dada selama pernapasan (Nurarif, A. H., & Kusuma, 2015). Penelitian ini menerapkan jenis pendekatan deskriptif melalui desain studi kasus dalam proses asuhan keperawatan. Studi dilaksanakan menggunakan 1 pasien yaitu Tn. D di Ruang Pikat RSUD Klungkung selama 3 x 24 jam intervensi dalam 3 hari yang dimulai pada tanggal 21 – 23 Juni 2025. Implementasi dilakukan selama 3 hari dari tanggal 21 – 23 Juni 2025 dengan waktu 10 – 15 menit mampu mengatasi permasalahan bersihan jalan napas tidak efektif, selain itu pemberian terapi nebulizer dan fisioterapi dada juga mampu memperbaiki frekuensi napas yang mula dari 30x/menit menjadi 21x/menit dan meningkatkan saturasi oksigen dari 98% menggunakan nasal kanul 2 lpm menjadi 99% tanpa masker oksigen sehingga mampu mengatasi pola napas yang tidak efektif. Dengan demikian terapi nebulizer dan fisioterapi dada yang dilakukan selama 3 hari dengan durasi 10 hingga 15 menit terbukti efektif dalam mengatasi masalah bersihan jalan napas tidak efektif pada pasien dengan efusi pleura.
HUBUNGAN PENERAPAN MANAJEMEN KESELAMATAN PASIEN DENGAN INSIDEN KESELAMATAN PASIEN DI INSTALASI PELAYANAN INTENSIF TERPADU RS X mujiadi, mujiadi; Mawaddah, Nurul; Rachma, Siti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.54276

Abstract

Keselamatan pasien di rumah sakit merupakan jaminan supaya pasien mendapatkan perawatan secara aman. Keselamatan pasien menjadi program utama yang harus diberikan oleh petugas kesehatan yang bekerja di rumah sakit karena sangat mempengaruhi kualitas pelayanan di rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa hubungan penerapan manajemen keselamatan pasien dengan insiden keselamatan pasien di Instalasi Pelayanan Intensif Terpadu (IPIT). Penelitian ini menggunakan desain penelitian korelasional dengan metode pendekatan cross sectional dengan teknik sampling proporsional ramdom sampling dan jumlah sampel 51 tenaga Kesehatan. Pengumpulan data penerapan manajemen keselamatan pasien menggunakan Sasaran keselamatan pasien. Penerapan manajemen keselamatan pasien dalam kategori baik. Seluruh responden yang menjawab  baik, sebagian besar responden sebanyak 35 (68,6%)  melaporkan insiden rendah,   sedangkan sebagian kecil 16 responden (31,4%) melaporkan insiden sedang. Berdasarkan perhitungan dengan uji statistic spearman rho  diperoleh nilai sig = 0,047 sehinga kurang dari r = 0,05 maknanya ada hubungan yang signifikan antara penerapan manajemen keselamatan pasien dengan insiden keselamatan pasien di IPIT RS X. Kekuatan hubungan negative (-280) yang berarti penerapan keselamatan pasien semakin  baik maka semakin rendah kejadian insiden keselamatan pasien. Perlu dilakukan upaya-upaya dalam meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit, diantaranya peningkatan kualifikasi SDM atau peningkatan pendidikan ke S1 Keperawatan lebih banyak dan  evaluasi dan supervisi diruangan yang mencakup tentang keselamatan pasien di tingkatkan.
HUBUNGAN FUNGSI KOGNITIF OTAK DENGAN KEHILANGAN GIGI PADA LANSIA DI UPTD TRESNA WERDHA KOTA BANDAR LAMPUNG fatimah, rizki nurul; Murwaningsih, Sri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.54322

Abstract

Gigi memiliki fungsi untuk pengunyahan, berbicara dan estetika. Kondis gigi yang sering ditemukan pada lansia tidak jarang berlubang dan hilang yang menyebabkan penurunan terhadap fungsi pengunyahan, berbicara dan estetika. Kehilangan gigi merupakan kondisi umum pada lansia yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti penyakit periodontal, kurangnya perawatan gigi, serta nutrisi yang tidak optimal. Kehilangan gigi pada lansia berdampak pada persoalan psikologis seperti malu, hilangnya selera makan, malnutrisi, gangguan tidur, kesulitan bergaul dan konsentrasi terganggu. Berbagai penyakit dan faktor lingkungan yang telah berinteraksi sepanjang hidup lansia berdampak pada kerusakan sel-sel di otak. Kelainan yang timbul tergantung jumlah kerusakan serta area otak yang terkena kerusakan. Perubahan besar yang terjadi meliputi lemahnya ingatan, menurunnya kemampuan kognitif, perubahan pola tidur, gangguan penglihatan, pendengaran, kemampuan berjalan dan postur tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan fungsi kognitif otak dengan kehilangan gigi pada lansia di UPTD Tresna Werdha Kota Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan desain observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 33 orang dengan alat pengumpulan data berupa kuesioner dan pemeriksaan intraoral pada lansia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah lansia yang mengalami penurunan fungsi kognitif yaitu sebanyak 27 lansia (81,8%) dan yang tidak mengalami penurunan fungsi kognitif yaitu sebanyak 6 lansia (19,2%) dengan status kehilangan gigi kategori sedikit yaitu 6 orang lansia (18,2%), kategori sedang dengan jumlah lansia yaitu 6 orang lansia (18,2%) dan kategori banyak yaitu 21 orang lansia (63,6%). Kesimpulan terdapat hubungan yang signifikan antara fungsi kognitif otak dengan kehilangan gigi.
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN GEL HAND SANITIZER EKSTRAK ETANOL DAUN KUMIS KUCING (ORTHOSIPHON STAMINEUS) TERHADAP BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS Batubara, suci hasibah; Simanjuntak, Nerly Juli Pranita; Yunus, Muhammad
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.54328

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan sediaan gel hand sanitizer berbasis ekstrak etanol daun kumis kucing serta mengevaluasi aktivitas antibakterinya terhadap Staphylococcus aureus. Penelitian ini merupakan studi eksperimental laboratorium secara in vitro. Sampel penelitian berupa ekstrak etanol daun kumis kucing yang berasal dari Kabupaten Mandailing Natal dan diformulasikan ke dalam sediaan gel dengan konsentrasi 7,5% dan 12,5%. Variabel independen adalah konsentrasi ekstrak dalam formulasi gel, sedangkan variabel dependen meliputi karakteristik fisik sediaan dan aktivitas antibakteri. Evaluasi dilakukan melalui uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, serta uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun kumis kucing mengandung senyawa fenolik, alkaloid, flavonoid, steroid, tanin, dan saponin. Formulasi gel dengan konsentrasi 7,5% menghasilkan zona hambat sebesar 7,41–10,27 mm terhadap Staphylococcus aureus, sedangkan konsentrasi 12,5% tidak menunjukkan zona hambat. Seluruh formulasi memenuhi persyaratan mutu fisik sediaan gel, kecuali pada parameter daya sebar. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa gel hand sanitizer dengan ekstrak etanol daun kumis kucing konsentrasi 7,5% memiliki aktivitas antibakteri lemah terhadap Staphylococcus aureus dan berpotensi dikembangkan sebagai pembersih tangan berbahan alami.
TINJAUAN LITERATUR IMPLEMENTASI REKAM MEDIS ELEKTRONIK DENGAN PENDEKATAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM) Anderson, Achmad Satria Yudhistira; Aprilia, Britney Rindu; Rifa, Muhammad Fadkhan; Qamariyah, Selviatuul; Andopa, Yosiandi; Khair, Yudi Jamiatul; Sutha, Diah Wijayanti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.54334

Abstract

Transformasi digital kesehatan di Indonesia melalui implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) menjadi kewajiban bagi seluruh fasilitas pelayanan kesehatan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 24 Tahun 2022. Namun, implementasinya masih menghadapi tantangan dalam aspek penerimaan pengguna, kesiapan sumber daya manusia, dan stabilitas infrastruktur teknologi informasi. Penelitian ini merupakan studi literatur dengan pendekatan deskriptif yang bertujuan untuk mengevaluasi implementasi RME menggunakan kerangka Technology Acceptance Model (TAM). Pencarian literatur dilakukan melalui database Google Scholar dan Garuda dengan rentang tahun publikasi 2020–2025. Dari hasil seleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, diperoleh 10 artikel yang dianalisis secara sistematis. Hasil kajian menunjukkan bahwa persepsi kemanfaatan (perceived usefulness) dan persepsi kemudahan penggunaan (perceived ease of use) berpengaruh positif terhadap sikap dan minat perilaku tenaga kesehatan dalam menggunakan RME. Meskipun demikian, hambatan teknis seperti ketidakstabilan jaringan internet, keterbatasan server, dan kurangnya pelatihan masih menjadi tantangan utama dalam implementasi. Keberhasilan penerapan RME sangat bergantung pada sinergi antara sistem yang user-friendly, dukungan infrastruktur yang memadai, serta komitmen manajemen dalam mendukung transformasi digital kesehatan secara berkelanjutan.
IMPLEMENTASI INOVASI SPINALKES PADA KREDENSIAL DAN REKREDENSIAL ELEKTRONIK TENAGA KESEHATAN RSUD SUMBERGLAGAH Sunarto, Gatot; Lestari, Ayu Dwi; Rofik, Ainur; Setryawan, Agus; Riyadhaty, Lutfiyah; Suciati, Nunik; Rahmadho , Praviko
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.54414

Abstract

Kegiatan Proses Kredensial dan rekredensial tenaga kesehatan  yang dilaksanakan secara berkala (setiap lima tahun) merupakan mekanisme penting dalam menjamin mutu pelayanan, keselamatan pasien, dan akuntabilitas praktik profesional di rumah sakit. Namun, pelaksanaannya di sebagian besar rumah sakit, baik daerah maupun pusat, masih dilakukan secara manual, sehingga menimbulkan inefisiensi administrasi, duplikasi dokumen, keterbatasan transparansi, serta lemahnya mekanisme pemantauan mutu. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi implementasi sistem SPINALKES (Sistem Penilaian dan Layanan E-Kredensial Tenaga Kesehatan dan Medis) sebagai inovasi kredensial elektronik untuk memperkuat tata kelola kredensial dan rekredensial tenaga kesehatan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi proses, telaah dokumen kebijakan, dan wawancara terstruktur terhadap 70 tenaga kesehatan pengguna aktif sistem pada tahun 2025, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi SPINALKES menurunkan waktu pemrosesan rata-rata sebesar 45%, meningkatkan kelengkapan dokumen hingga 100%, serta memperkuat pemantauan mutu melalui audit trail dan pencatatan Ongoing Professional Practice Evaluation berbasis digital. Sistem ini juga meningkatkan konsistensi penilaian kewenangan klinis lintas profesi serta mendukung kesiapan pemenuhan standar akreditasi rumah sakit dan regulasi nasional. Disimpulkan bahwa SPINALKES efektif dalam memperkuat tata kelola kredensial berbasis digital serta menyediakan model implementatif yang berpotensi direplikasi sebagai strategi penguatan manajemen sumber daya manusia kesehatan di rumah sakit daerah maupun pusat.