cover
Contact Name
Florensius Tijan
Contact Email
admin@unka.ac.id
Phone
+6281227902049
Journal Mail Official
admin@unka.ac.id
Editorial Address
Jl.YC.Oevang Oeray Nomor 92 Baning Kota, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat 78612
Location
Kab. sintang,
Kalimantan barat
INDONESIA
PIPER
ISSN : 19070403     EISSN : 27755738     DOI : 10.51826/piper
PIPER merupakan salah satu media/wadah untuk mengembangkan kemampuan ilmiah civitas akademika Fakultas Pertanian, terutama kemampuan berkomunikasi secara tertulis sesuai kaidah-kaidah ilmiah. Sebagai wadah menampung hasil-hasil penelitian ilmiah, PIPER dapat memperkaya khasanah ilmu dan pengetahuan melalui berbagai aktivitas penelitian. PIPER diharapkan berisi konsep-konsep pemikiran yang objektif, kritis, maju, konstruktif dan mengandung upaya memecahkan berbagai masalah sektor pertanian terutama di wilayah Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat maupun di Indonesia bahkan dunia.
Articles 262 Documents
KERAPATAN POPULASI ENGGANG DI RESORT TUMBANG HABANGOI NASIONAL BUKIT BAKA BUKIT RAYA Hanna Manurung; Agus Bandi; Aji Badrunsyah
Publikasi Informasi Pertanian Vol 18, No 2 (2022): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v18i2.680

Abstract

Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR) merupakan habitat dari 8 jenis dari 13jenis Enggang yang ada di Indonesia.Peningkatan status konservasi salah satu jenis Enggang yaitu EnggangGading seiring dengan menurunnya populasi di alam memberikan peringatan bagi TNBBBR sebagaisalah satu rumah Enggang Gading untuk terus berupaya melakukan konservasi insitu Enggang. Olehkarena itu, upaya pendataan jenis, sebaran, dan analisa habitat Enggang di alam terus dilakukan untukmenyajikan data sebagai bahan pertimbangan konservasi insitu burung Enggang di TNBBBR. Penelitiandilakukan dengan metode point count dengan radius 500 m dengan jumlah point count sebanyak 4buah.Hasil menunjukkan terdapat 3 jenis burung Enggang pada lokasi survey danterdapat 20 buahpohon pakan yang berasal dari Genus Ficus. Kepadatan populasi tertinggi adalah jenisBucerosrhinoceros dengan nilai D = 0,0095 individu/Ha. Kondisi habitat pada lokasi survey merupakanhutan primer yang terletak di dataran rendah dengan kondisi hutan yang masih bagus dan terjaga denganbaik, namun meskipun demikian tidak semuanya potensial menjadi habitat Enggang.
PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG KETAN PADA BEBERAPA DOSIS KOMPOS TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT Mangardi -; Patrisius Wahyu Bima Saputra
Publikasi Informasi Pertanian Vol 18, No 2 (2022): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v18i2.670

Abstract

Jagung ketan (Zea mays ceratina) merupakan salah satu jagung varietas lokal yang banyakdibudidayakan dan memiliki karakter lengket seperti ketan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipengaruh pengaplikasian kompos tandan kosong kelapa sawit (TKKS) terhadap pertumbuhan danhasil tanaman jagung ketan.Penelitian dilaksanakan di Desa Sungai Mali, Kecamatan Ketungau Hilir,Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat, dimulai dari bulan April - Juni 2022.Rancangan yangdigunakan adalah Rancangan Acak Kelompok terdiri atas 5 taraf perlakuan, yaitu K0: tanpa kompostandan kosong kelapa sawit; K1:1 kg kompos tandan kosong kelapa sawit; K2: 2 kg kompos tandankosong kelapa sawit; K3: 3 kg kompos tandan kelapa sawit; dan K4: 4 kg kompos tandan kosongkelapa sawit. Parameter pengamatan, yaitu tinggi tanaman, diameter batang, berat tongkol kotor danberat tongkol bersih.Data hasil pengamatan kemudian dianalisis sidik ragam, apabila berpengaruh nyataatau sangat nyata maka dilakukan uji lanjut dengan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) taraf 5%. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa pemberian kompos tandan kosong kelapa sawit dengan dosis 3 kg dan 4 kgmampu meningkatkan tinggi tanaman, diameter batang,berat tongkol kotor dan berat tongkol bersihtanaman jagung ketan. Dosis kompos tandan kosong kelapa sawit yang optimal untuk tanaman jagungketan adalah 3 kg. 
KONSERVASI HABITAT ROTAN JERNANG EKOSISTEM HUTAN RAWA GAMBUT PADA KAWASAN EKOBUDAYA PENAM SENGKUANG LEBUK Antonius -; Vincencia Septaviani Issera Sulistya Putri
Publikasi Informasi Pertanian Vol 18, No 2 (2022): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v18i2.676

Abstract

Rotan penghasil resin/getah jernang merupakan sumber daya hayati yang bernilai ekonomitinggi dan berperan dalam konservasi habitatnya. Keberadaan rotan Jernang penghasil resin semakinlangka seiring dengan semakin pesatnya konversi lahan hutan untuk berbagai aktivitas pembangunan.Beberapa populasi rotan jernang masih ditemukan tumbuh di Desa Empaka Kebiau Raya. Sebelumnyatidak pernah dilakukan penelitian mengenai tindakan konservasi dan habitat rotan Jernang di KabupatenSintang. Penelitian ini bertujuan untuk tindakan konservasi, morfologi, habitat Rotan jernang khas ekosistemhutan rawa gambut. Metode penelitian menggunakan metode survey, untuk pengambilan sampel melaluipengukuran parameter morfologi langsung dilakukan di lapangan. Jenis yang digunakan adalah Rotanjernang (Calamus sp) dan karakteristik lingkungan. Metode purposive random sampling digunakanuntuk pengambilan sampel, dengan tiga petak yang berukuran 50 x 50 m. Berdasarkan hasil penelitianditemukan 22 jenis pohon di sekitar Rotan jernang (Calamus sp), yang didominasi 5 jenis berturutturutdari yang tertinggi adalah Shorea pachyphylla, Copaifera palustris, Swintonia glauca Engl,Dryobalanops rappa Becc, dan Macaranga gigantea.Ciri-ciri Rotan jernang (Calamus sp) berbatangtunggal dan tumbuh di tanah gambut dangkal. Kondisi lingkungan di lokasi tempat tumbuh memilikielevasi 31-33 m.dpl, suhu udara berkisar antara 30 – 310C; intensitas cahaya 193-447 Lux; dankelembaban 68-76,5 %.Tindakan konservasi Rotan jernang (Calamus sp) dilakukan melalui konservasiin-situ.
PEMANFAATAN HASIL HUTAN BUKAN KAYUDI AREAL TEMBAWANG SEMILAS DESA ENSAID PANJANG KABUPATEN SINTANG Ria Rosdiana Hutagaol; Maya Rostika
Publikasi Informasi Pertanian Vol 18, No 2 (2022): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v18i2.681

Abstract

Tembawang (Tawang) Semilas merupakan salah satu bentuk agroforestri tradisional di DesaEnsaid Panjang Kabupaten Sintang yang dikelola secara komunal. Penelitian ini dilaksanakan diTembawang Semilas Desa Ensaid Panjang Kabupaten Sintang yang bertujuan untuk mengetahui jenistumbuhan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) dan bagaimana pemanfaatannya oleh masyarakat di desatersebut. Metode penelitian menggunakaan eksplorasi dalam jalur dengan Panjang jalur 200 meter danlebar 40 meter, serta metode wawancara untuk mengetahui pemanfaatan tumbuhan hasil hutan bukankayu tersebut oleh masyarakat.Hasil penelitian menunjukkan terdapat 9 (Sembilan) jenis tumbuhanHasil Hutan Bukan Kayu yang terdapat di areal Tembawang Semilas dan dimanfaatkan oleh masyarakatDesa Ensaid Panjang, yaitu Asam Maram (Eleidoxa conferta), Bajaka (Spatholobus littoralis Hassk),Rasau/Sendas (Pandanus helicopus), Akar entuyut/Kantong Semar (Nepenthes rafflensiana), UwiTunggal/Rotan Cacing (Calamus javensis Blume), Engkerjai, Uwi Segak/Rotan Sagak (Calamuscaesius Blume), Semukau/Pangka Rebah (Spatholobus sp) dan Akar tangkup/Bajakah Lamai(Spatholobus sp.)Jenis tumbuhan hasil hutan bukan kayu ini dimanfaatkan oleh masyarakat untukpemenuhan kebutuhan sehari-hari seperti bahan obat-obatan tradisional, bahan makanan olahan danbahan kerajinan.
PENINGKATAN PRODUKSI JAGUNG MANIS (Zea mays sacharata Sturt.) MELALUI PEMBERIAN BOKASHI KULIT NANGKA Ratri Yulianingsih; Firdaus Riadi; Eko Wardoyo
Publikasi Informasi Pertanian Vol 18, No 2 (2022): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v18i2.672

Abstract

Produksi jagung manis pada tanah PMK perlu ditingkatkan, dengan menambah unsur hara.Salah satu unsur hara yang dapat ditambahkan adalah bokashi kulit nangka. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui peningkatan produksi jagung manis melalui pemberian bokashi kulit nangka, danmengetahui dosis bokashi kulit nangka yang memberikan produksi jagung manis tertinggi. Penelitian inimenggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan bokashi kulit nangkayang terdiri dari 5 taraf perlakuan, dan masing-masing taraf diulang 5 kali. Taraf perlakuan dalampenelitian ini adalah: N0 = 0 kg bokashi kulit nangka (kontrol), N1 = 1,5 kg bokashi kulit nangka, N2 =3 kg bokashi kulit nangka, N3 = 4,5 kg bokashi kulit nangka, dan N4 = 6 kg bokashi kulit nangka.Pengamatan dilakukan terhadap peubah diameter batang, berat tongkol kotor, dan berat tongkol bersih.Data dianalisis dengan Analisis Sidik Ragam untuk mengetahui pengaruh bokashi kulit nangka, kemudiandilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan atau Duncan Multiple Range’s Test (DMRT) untukmengetahui taraf perlakuan yang memberikan pengaruh tertinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwapemberian bokashi kulit nangka berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manispada semua parameter pengamatan. Pertumbuhan dan hasil tertinggi dicapai pada taraf pemberian 6 kgbokashi kulit nangka. Pada taraf tersebut menghasilkan rata-rata diameter batang 2,01 cm, berat tongkolkotor 0,39 kg dan berat tongkol bersih 0,32 kg.
IDENTIFIKASI MAKROFUNGI KELAS ASCOMYCETES DAN BASIDIOMYCETES DI LINGKAR HUTAN WISATA BUKIT KELAM KALIMANTAN BARAT Rachmi Afriani; Arfina Ratnawati
Publikasi Informasi Pertanian Vol 19, No 1 (2023): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v19i1.785

Abstract

Makrofungi Kelas Ascomycetes dan Basidiomycetes di Lingkar Hutan Wisata Bukit KelamDesa Kebong berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai sumber gagasan yang dapat dikembangkanuntuk mendukung proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi makrofungikelas Ascomycetes dan Basidiomycetes di Lingkar Hutan Wisata Bukit Kelam Desa Kebong. Bentukpenelitian ini kualitatif deskriptif dengan menggunakan metode jelajah. Berdasarkan hasil penelitiandidapatkan 20 spesies makrofungi yang terdiri dari 2 divisi, 2 kelas, 4 ordo, 8 famili dan 14 genus.Pada penelitian makrofungi kelas Ascomycetes dan Basidiomycetes yang dilakukan di Lingkar HutanWisata Bukit Kelam Desa Kebong ditemukan 8 famili antara lain; Sarcoscyphaceae, Agaricaceae,Marasmiaceae, Tricholomataceae, Ganodermataceae, Polyporaceae, Schizophyllaceae, danAuriculariaceae. Famili Polyporaceae memiliki jumlah makrofungi yang paling banyak yaitu 9 spesies.
PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR KULIT BUAH PISANGTERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt) Syarif Nizar Kartana; Putriwani Putriwani; Budi Fitriani
Publikasi Informasi Pertanian Vol 19, No 1 (2023): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v19i1.775

Abstract

Tanaman jagung manis memiliki berbagai manfaat seperti sebagai bahan pangan penggantiberas serta bahan baku industri makanan, namun produksinya di Kabupaten Sintang masih belummaksimal.Rendahnya produksi ini perlu ditingkatkan, salah satunya adalah dengan pemberian pupukorganik cair (POC) dari kulit pisang, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk organikcair kulit buah pisang terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Penelitian ini menggunakanmetode Rancangan Acak Kelompok (RAK), terdiri dari 5 taraf perlakuan yaitu P0 tanpa POC buahpisang/m2, P1 25 ml POC kulit buah pisang/m2, P2 50 ml POC kulit buah pisang/ m2, P3 75 ml POCkulit buah pisang/m2, P4 100 ml POC kulit buah pisang/m2. Penelitian ini dilakukan di Desa Jerora I,Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang.Penelitian ini dilaksanakan dari bulan April sampai Juli 2022.Hasilpenelitian menunjukkan bahwa pupuk organik cair kulit pisang tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan jagung manis namun berpengaruh terhadap hasil jagung manis. Hasil jagung manis yang ditunjukkan dengan peubah berat tongkol kotor dan berat tongkol bersih per tanaman pada tanaman yang diberikan pupuk organik cair kulit pisang pada berbagai taraf perlakuan lebih baik daripada jagung manis yang tidak diberikan pupuk organik cair kulit pisang (kontrol).
STUDI JENIS HAMAPENTING TANAMAN PADI LOKAL LAHAN KERINGDESATANJUNG SARI SINTANG Nurhadiah Nurhadiah; Syarif Nizar Kartana; Sanjan Sanjan
Publikasi Informasi Pertanian Vol 19, No 1 (2023): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v19i1.780

Abstract

Serangan hama pada tanaman padi dapat menyebabkan terganggunya pertumbuhan, lambat atau gagal berbunga, malai kosong, hasil panen menurun bahkan gagal panen. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan jenis-jenis hama penting yang menyerang tanaman padi lokal lahan kering di Desa Tanjung Sari Ketungau Tengah Kabupaten Sintang. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang dilakukan dengan menggunakan metode observasi lapangan. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara langsung pada areal pengamatan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh hama tanaman padi lokal lahan kering Desa Tanjung Sari. Sampel yang diambil adalah hama penting yang menyebabkan kerusakan tanaman padi diareal pengamatan. Hasil penelitian didapatkan hama penting dari filum arthopoda kelas insekta, terdiri atas 3 ordo yaitu ordo Lepidoptera, ordo Hemiptera dan ordo Orthoptera. Ordo Lepidoptera ditemukan 3 famili yaitu famili Crambidae spesies Scirpophaga innotata, famili Pyralidae dengan spesies Chilo suppressalis dan famili Noctuidae dengan spesies Spodoptera frungiperda. Ordo Hemiptera ditemukan 2 famili yaitu famili Lygaeidae spesies Spilostethus furcula dan famili Alydidae dengan spesies Leptocorisa oratorius. Ordo Orthoptera ditemukan hanya famili Acrididae dengan 3 spesies yaitu Dissosteira carolina, Oxya serville dan Oedaleus infernalis.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KANDANG KOTORAN AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN ANAKAN KERUING (Dipterocarpus spp) PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING DI PERSEMAIAN H.M.Kurniawan Candra
Publikasi Informasi Pertanian Vol 19, No 1 (2023): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v19i1.787

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan dosis pupuk kandang kotoran ayamyang terbaik dalam memberikan pengaruh pertumbuhan anakan Keruing di persemaian.Metode yangdigunakan dalam Penelitian ini adalah pola dasar Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan dalampenelitian ini adalah pemberian Pupuk Kandang Kotoran Ayam yang terdiri dari 5 taraf yaitu : TanahPodsolik Merah Kuning (A1) sebagai control, Tanah Podsolik Merah Kuning dan Pupuk KandangKotoran Ayam dengan dosis 150 gram per anakan (A1), Tanah Podsolik Merah Kuning dan PupukKandang Kotoran Ayam dengan dosis 250 gram per anakan (A2), Tanah Podsolik Merah Kuning danPupuk Kandang Kotoran Ayam dengan dosis 350 gram per anakan (A3), Tanah Podsolik MerahKuning dan Pupuk Kandang Kotoran Ayam dengan dosis 450 gram per anakan (A4).Hasil penelitianmenunjukan bahwa pupuk kandang kotoran ayam yang di gunakan tidak memberikan berpengaruhsecara signifikan terhadap pertumbuhan jumlah daun pertambahan tinggi anakan Keruing di persemaian.Walaupun melalui hasil analisis sidik ragam tidak ada pengaruh yang signifikan, namun hasil pengukurandan penghitungan diketahui bahwa perlakuan yang terbaik dalam memicu pertambahan jumlah daundan tinggi anakan Keruingadalah A4 (Pupuk Kandang Kotoran Ayam dengan dosis 450 gram peranakan) dengan rerata pertambahan tinggi 15 cm dan rerata pertambahan jumlah daun 17,4 helai.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KOMPOS KOTORAN SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt) Mangardi Mangardi; Winda Aprillianti; Nining Sri Sukasih
Publikasi Informasi Pertanian Vol 19, No 1 (2023): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v19i1.776

Abstract

Jagung manis (Zea mays saccharataSturt) atau yang lebih dikenal dengan nama sweetcorn merupakan salah satu varietas jagung yang memiliki prospek untuk dibudidayakan karena hargajual serta nilai gizinya juga cukup tinggi sehingga digemari oleh masyarakat.Penelitian ini bertujuan untukmengetahui pengaruh kompos kotoran sapi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagungmanis.Penelitian ini dilaksanakan di Desa Jerora 1, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, ProvinsiKalimantan Barat, dilaksanakan mulai pada bulan September-Desember 2022. Rancangan yangdigunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK), terdiri dari 5 taraf perlakuanyaitu K0: tanpa kompos kotoran sapi/m2, K:1 kg kompos kotoran sapi/m2, K2: 2 kg kompos kotoransapi/m2, K3: 3 kg kompos kotoran sapi/m2, dan K4: 4 kg kompos kotoran sapi/m2. Parameter yangdiamati adalah diameter batang (mm), berat kotor tongkol (g), berat bersih tongkol (g). Data dianalisisdengan Anova apabila berpengaruh nyata atau sangat nyata maka dilanjutkan dengan Uji Beda NyataJujur (BNJ) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kompos kotoran sapiberpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Pemberian kompos kotoran sapidengan dosis 4kg/m2mampu meningkatkan diameter batang tanaman jagung manis. Pemberian pupukkompos kotoran sapi dengan berbagai dosis mampu meningkatkan berat tongkol tanaman jagung manis.Dosis pupuk kompos kotoran sapi yang optimal untuk tanaman jagung manis yaitu 1 kg/m2.